• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH LIKUIDITAS DAN PROFITABILITAS TERHADAP STRUKTUR MODAL DAN RASIO AKTIVITAS SEBAGAI INTERVENING. Nantyo Krsitian

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENGARUH LIKUIDITAS DAN PROFITABILITAS TERHADAP STRUKTUR MODAL DAN RASIO AKTIVITAS SEBAGAI INTERVENING. Nantyo Krsitian"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 3  Analisis Regresi II  HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN
Tabel  5  menunjukan  bahwa  nilai  tolerance  dari  variabel  Likuiditas,  Profitabilitas,  Aktivitas  lebih  besar  dari  0,10  sedangkan nilai  VIF  <  10
Tabel 7  Analisis Model II  Coefficients a Model  Unstandardized Coefficients  Standardized Coefficients  t  Sig
Tabel 8  Analisis Model I  Coefficients a Model  Unstandardized Coefficients  Standardized Coefficients  t  Sig
+4

Referensi

Dokumen terkait

Meningkatnya jumlah kasus DBD serta bertambah luasnya wilayah yang terjangkit dari waktu ke waktu di Indonesia disebabkan multi faktorial antara lain semakin

Terdapat pengaruh Impulse Buying Tendency terhadap Urge to Buy Impulsively pada pengunjung ranch Market Galaxy Mall, hal ini dapat dilihat dari t-value pada model struktural

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan Cummulative Virtual Water (CVW) berdasarkan konsumsi makanan antara Karangturi siswa SMA, untuk menetapkan perbedaan Cummulative

Dari Gambar 4.3 dapat dilihat bahwa pada turbin pelton dengan jumlah sudu 15 pada nosel dengan diameter ½ inchi daya maksimal yang dihasilkan adalah sebesar 72 watt, setelah

Dimana gas akan mengalir bila ada perbedaan energi, kemudian dengan dasar pendekatan de waard- rnilliams dapat diprediksi laju korosi pada saluran pipa gas alam itu sesuai

Alat-alat bukti seperti foto copy Kartu Tanda Penduduk atas nama Pemohon, foto copy akta Kelahiran atas nama anak pemohon, Asli surat pemberitahuan adanya

Perancangan promosi ini bertujuan untuk meningkatkan minat para wisatawan terhadap wisata kuliner pasar lama tangerang saat sedang berkunjung ke tangerang dengan menggunakan

Keputusan Tata Usaha Negara (KTUN) menurut ketentuan Pasal 1 angka (3) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 jo Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2004 jo Undang-Undang Nomor 51