• Tidak ada hasil yang ditemukan

Budidaya Tanaman Kopi. Titiek Widyastuti 2016

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Budidaya Tanaman Kopi. Titiek Widyastuti 2016"

Copied!
55
0
0

Teks penuh

(1)

Budidaya

Tanaman Kopi

Titiek Widyastuti 2016

(2)

Sekilas Kopi Indonesia

 Kopi bukanlah tanaman asli Indonesia, pertama sekali ditemukan pada abat ke-9 di Benua Afrika tepatnya Provinsi Kafa Negara Ethiopia oleh seorang gembala bernama Kaldi yang melihat dombanya setelah memakan daun dan bijian dari semak dan sangat riang, setelah itu Kaldi mengambil mencoba memakan biji mentah , setela itu merasakan perubahan luar biasa setelah memakan biji tersebut lalu dia menceritakan hal tersebut kepada warga sekitarnya sehingga menyebar ke berbagai daerah. Biji mentah yang dimakan tersebut merupakan biji kopi (coffee bean).

 Abad ke-10, biji kopi dimasukkan sebagai kelompok makanan oleh beberapa suku di Ethiopia. Umumnya, mereka memasak biji kopi bersama sama dengan makanan pokok, seperti daging atau ikan.

 Saat negara2 Islam berjaya pada Abad ke-15, penelitian tentang kopi terus dilakukan. Berdasarkan penelitian, kopi ternyata berpotensi sebagai obat-obatan dari penahan rasa ngantuk. Setelah itu, para pedagang Islam terus menyebarkan kopi ke daerah Timur.

(3)

 Daging buah kopi juga banyak dimakan oleh pekerja-pekerja yang berasal dari Sudan, yang bekerja di Yaman dan Saudi Arabia.

 Pada abad ke-16 dikembangkan di India. Pada tahun 1616, seorang Belanda bernama Pieter van den Broeke datang ke Mocha (Pelabuhan yang ramai di jazirah Arab), dan melihat banyak orang minum cairan hitam yang dibuat dari seduhan biji-bijian. Melihat perkebunan di India tertarik untuk membudidayakannya.

 Berawal dari para pedagang dari Venezia , biji kopi mulai menyebar ke seluruh bunua Eropa.

 Pada tahun 1637, kedai kopi (Coffee house) pertama kali di Benua Eropa berada di Ingris, Mereka menyebutnya sebagai Penny Universities, tempat berkumpulnya para bussiness man, karyawan bank, dan pekerja lainnya, selanjutnya di Ingris terdapat sebuah kelompok atau jaringan kerja khusus wanita. Kelompok ini membuat satu pernyataan bahwa “wanita juga peminum kopi” setelah tiga bulan, jumlah kedai kopi semakin bertambah dan berkembang menjadi sebuah klub.

(4)

 Tahun 1696 untuk pertama kalinya tanaman kopi (arabika) dimasukkan ke

Indonesia dari Kanamur, Malabar, India. Ditanam diperkebunan Kedaung, dekat Batavia(Jakarta), gagal akibat gempa bumi dan banjir.

 Tahun 1699 dibawa lagi bibit kopi arabika dari Malabar, ditanam dan berhasil

hidup di perkebunan2 Bifara cina-sekarang disebut Bidara cina, Cornelis-sekarang disebut Jatinegara, Palmerah, Kampung Melayu (Semuanya di Jakarta), dan Sukabumi serta Sudimara (di Jawa Barat).

 Dari kebun2 inilah kopi arabika selanjutnya menyebar ke berbagai tempat di

Indonesia.

 Perdagangan kopi Jawa (Java Coffee) pertama kali dilakukan di Amsterdam

pada tahun 1711 sebanyak 400 Kg, yang dihasilkan dari kebun2 di sekitar Jakarta dan Priangan.

 Dari Jawa, Belanda mengembangkan kopi ke Sumatera, Sulawesi, Timor, Bali

dan kepulauan lainnya di Indonesia

 Tahun 1900 , biji kopi robusta, asal mula biji kopi ini dari Congo Belgia

(sekarang Zaire). 30 Juni 1900 dibawa dari pelabuhan Roterdam untuk ditanam di perkebunan Soember Agoeng, sebelah tenggara kota Malang.

 Di Sumatera, kopi robusta ditanam dikebun Loeboek Radja (benih dari Perak,

Malaya), Moeara Laboeh, Kerinci (benih dari Bengelan), Ranau, Liwa (Lampung Barat), dan Pasoemah.

(5)

Indonesia Sebagai Negara yang memiliki keunggulan

geografis dan iklim yang menghasilkan Kopi yang

mempunyai citra rasa dan aroma yang sangat

digemari masyarakat dunia

Kopi telah dikembangkan hampir diseluh wilayah

kepulauan Indonesia, hkusus kopi Arabika pada

ketinggian 1.200 s/d 1.800 dpl, Robusta pada 10

s/d 800 dpl dan Liberika dapat tumbuh pada lahan

gambut.

Indonesia memproduksi kopi spesiality yang telah

dikenal dunia dengan kekhasan rasa baik aroma,

rasa enak yang tidak sama dan digemari masyarakat

dunia. Seperti (Toraja, Kalosi, Gayo, Mandailing,

Sikikalang, Kintamani, Bailem, Bajawa Flores dan

Java Estate Coffee.

(6)

 Potensi Perkembangan komoditi kopi akan sangat besar , tingkat kosumsi kopi dalam negeri setiap tahun nya meningkat , rata-rata 10-20%

 Sudah menjadi trand masyarakat dunia maupun di Indonesia dalam minum kopi, kususnya generasi muda kita dengan motonya (Mulailah sesuatu dengan secangkir kopi)

 Perkebunan kopi di Indonesia masih diusahakan oleh perkebunan rakyat 96% 1,2 Juta Ha dikelola oleh 1.865.097 KK, perkebunan besar negara 2% dan perkebunan besar swasta 2%, perkebunan kopi rakyat masih dalam sekala kecil bersipat sub system yang akses dan permodalannya sangat terbatas, sehingga tidak terlalu mendapat perhatian perbankan dan posisi tawarnya sangat rendah. Oleh sebab itu perlu mendapat perhatian pemerintah dalam memacu pengembangan komoditi kopi menjadi komoditi unggulan strategis yang berdampak positif meningkatkan kesejahtraan rakyat (Petani kopi)

 Sekarang sudah waktunya pengelolaan komoditi kopi, mengarah pada industrialisasi sehingga mendapat nilai tambah

Kopi juga dapat diolah baik produk turunan makanan , medical maupun kosmetik.

(7)

Sistem Percabangan Tanaman

Kopi

Kopi (coffea spp) adalah species tanaman

berbentuk pohon yang termasuk dalam famili

rubiaceae dan genus cofea.

Tanaman ini tumbuh tegak, bercabang, dan

bila dibiarkan tumbuh dapat mencapai tinggi

12 m. daunnya bulat telur dengan ujung agak

meruncing, daun tumbuh berhadapan pada

batang, cabang, dan ranting-rantingnya.

Kopi mempunyai beberapa jenis cabang yang

(8)

Sistem Perakaran Tanaman

Kopi

Meskipun tanaman kopi merupakan tanaman tahunan,

tetapi umumnya mempunyai perakaran yang dangkal.

Oleh karena itu tanaman ini mudah mengalami

kekeringan pada kemarau panjang bila di daerah

pekarangannya tidak diberi mulsa.

Secara alami tanaman kopi memiliki akar tunggang

sehingga tidak mudah rebah. Tetapi akar tunggang

tersebut hanya dimiliki oleh tanaman kopi yang

bibitnya berupa bibit semaian atau bibit sambungan

(okulasi) yang batang bawahnya merupakan semaian.

Tanaman kopi yang bibitnya berasal dari bibit stek,

cangkokan atau bibit okulasi yang batang bawahnya

merupakan bibit stek tidak memiliki akar tunggang

sehingga relatif mudah rebah.

(9)

Jenis Cabang Kopi

Cabang Reproduksi (cabang orthrotrop)

Cabang Primer (Cabang plagiotrop)

Cabang Sekunder

Cabang Kipas

Cabang Pecut

Cabang Balik

(10)

Cabang Reproduksi

(Cabang Orthrotrop)

Cabang reproduksi adalah cabang yang tumbuhnya

tegak dan lurus. Ketika masih muda cabang ini juga

sering disebut wiwilan. Cabang ini berasal dari

tunas reproduksi yang terdapat disetiap ketiak

daun pada batang utama atau cabang primer.

Setiap ketiak daun bisa mempunyai 4-5 tunas

reproduksi, sehingga apabila cabang reproduksi

mati bisa diperbaharui sebanyak 4-5 kali. Cabang

ini mempunyai sifat seperti batang utama,

sehingga bila suatu ketika batang utama mati atau

tidak tumbuh sempurna, maka fungsinya dapat

(11)

Cabang Primer

(cabang plagiotrop)

 Cabang primer adalah cabang yang tumbuh pada batang utama atau cabang reproduksi dan bersal dari cabang primer. Pada setiap ketiak daun hanya mempunyai satu tunas primer, sehingga apabila cabang ini mati, ditempat itu sudah tidak dapat tumbuh cabang primer lagi.  Cabang primer mempunyai ciri-ciri (1). Arah pertumbuhannya

mendatar, (2). Lemah, (3). Berfungsi sebagai penghasil bunga karena setiap ketiak daunnya terdapat mata atau tunas yang dapat tumbuh menjadi bunga.

 Setiap ketiak daun pada cabang primer mempunyai tunas reproduksi dan tunas sekunder.

 Tunas reproduksi dapat tumbuh menjadi cabang reproduksi, demikian pula tunas sekunder dapat tumbuh menjadi cabang sekunder. Namun demikian tunas reproduksi dan tunas sekunder tersebut biasanya

tidak berkembang menjadi cabang, melainkan tumbuh dan berkembang menjadi bunga.

(12)

Cabang Sekunder

Cabang Sekunder adalah cabang yang

tumbuh pada cabang primer dan berasal

dari tunas sekunder. Cabang ini

mempunyai sifat seperti cabang primer

sehingga dapat menghasilkan bunga.

(13)

Cabang Kipas

Cabang kipas adalah cabang reproduksi yang

tumbuh kuat pada cabang primer karena pohon

sudah tua.

Pohon yang sudah tua biasanya hanya tinggal

mempunyai sedikit cabang primer karena sebagian

besar sudah mati dan luruh.

Cabang yang tinggal sedikit ini biasanya terletak di

ujung batang dan mempunyai pertumbuhan yang

cepat sehingga mata reproduksinya tumbu cepat

menjadi cabang-cabang reproduksi.

Cabang reproduksi ini sifatnya seperti batang

(14)

Cabang Pecut

Cabang pecut adalah cabang kipas yang

tidak mampu membentuk cabang primer,

meskipun tumbuhnya cukup kuat

(15)

Cabang Balik

Cabang balik adalah cabang reproduksi

yang tumbuh pada cabang priemer,

berkembang tidak normal dan mempunyai

arah pertumbuhan menuju kedalam

(16)

Cabang Air

Cabang air adalah cabang reproduksi yang

tumbuhnya pesat, ruas-ruas daunnya

relatif panjang

(17)

Bunga Tanaman Kopi

 Tanaman kopi umumnya akan mulai berbunga setelah berumur ± 2 tahun.

 Mula-mula bunga ini keluar dari ketiak daun yang terletak pada batang utama atau cabang reproduksi. Tetapi bunga yang keluar dari kedua tempat tersebut biasanya tidak berkembang menjadi buah, jumlahnya terbatas, dan hanya dihasilkan oleh tanaman-tanaman yang masih sangat muda.  Bunga yang jumlahnya banyak akan keluar dari ketiak daun

yang terletak pada cabang primer. Bunga ini berasal dari kuncup-kuncup sekunder dan reproduktif yang berubah fungsinya menjadi kuncup bunga.

 Kuncup bunga kemudian berkembang menjadi bunga secara serempak dan bergerombol

(18)

Bunga Tanaman Kopi

 Jumlah kuncup bunga pada setiap ketiak daun terbatas, sehingga setiap ketiak daun yang sudah menghasilkan bunga dengan jumlah tertentu tidak akan pernah

menghasilkan bunga lagi. Namun demikian cabang primer dapat terus tumbuh memanjang membentuk

daun baru, batang pun dapat terus menghasilkan cabang primer sehingga bunga bisa terus dihasilkan oleh

tanaman.

 Tanaman kopi yang sudah cukup dewasa dan dipelihara dengan baik dapat menghasilkan ribuan bunga dalam satu saat. Bunga tersebut tersusun dalam kelompok yang masing-masing terdiri dari 4-6 kuntum bunga.

(19)

Bunga Tanaman Kopi

Pada setiap ketiak daun dapat

menghasilkan 8-18 kuntum bunga, atau

setiap buku menghasilkan 16-36 kuntum

bunga.

Bunga tanaman kopi berukuran kecil,

mahkotanya berwarna putih dan berbau

harum semerbak. Kelopak bunga

berwarna hijau, pangkalnya menutupi

bakal buah yang mengandung dua bakal

biji.

(20)

Bunga Tanaman Kopi

Benang sarinya terdiri dari 5-7 tangkal

yang berukuran penddek. Bila bunga

sudah dewasa, kelopak dan mahkotanya

akan membuka dan segera mengadakan

penyerbukan (peristiwa bertemunya

tepung sari dan putik)

Setelah terjadi penyerbukan, secara

perlahan-lahan bunga akan berkembang

menjadi buah

(21)

Bunga Tanaman Kopi

Mula-mula mahkota bunga tampak mengering

dan berguguran

Kemudian kulit buah yang berwarna hijau

makain lama maikn membesar. Bila sudah tua

kulit ini akan berubah menguning dan

akhirnya menjadi merah tua. Waktu yang

diperlukan sejak terbentuknya bunga hingga

buah menjadi matang ± 6-11 bulan tergantung

dari jenis dan faktor-faktor lingkungannya.

Kopi arabika membutuhkan waktu 6-8 bulan,

(22)

Bunga Tanaman Kopi

Bunga tanamn kopi biasanya akan mekar

pada permulaan musim kemarau sehingga

pada akhir musim kemarau telah

berkembang menjadi buah yang siap

dipetik.

Pada awal hujan, cabang primer akan

memanjang dan membentuk daun-daun

baru yang siap mengeluarkan bunga pada

awal musim kemarau mendatang.

(23)

Bunga tanaman Kopi

(24)

Cara Penyerbukan

Menurut cara penyerbukannya, ada :

Kopi self steril

(25)

Kopi Self Steril

Adalah jenis kopi yang akan menghasilkan

buah bila bunganya mengadakan

penyerbukannya sendiri (tepung sari bearsal

dari jenis kopi yang sama)

Kopi self steril ini baru menghasilkan buah

bila bunganya menyerbuk silang (tepung sari

berasal dari kopi jenis lainnya)

Oleh karena itu tanaman kopi ini harus

ditanam bersamaan dengan kopi jenis lainnya

sehingga penyerbukan silang bisa berlangsung.

(26)

Kopi Self Fertil

Adalah kopi yang mampu menghasilkan

buah bila mengadakan penyerbukan

sendiri sehingga tidak harus ditanam

bersamaan dengan kopi jenis lainnya

(27)

Buah Kopi

Buah tanaman kopi terdiri dari daging buah dan biji

Daging buah terdiri atas 3 (tiga) bagian lapisan kulit luar

(eksokarp), lapisan daging (mesokarp), dan lapisan kulit

tanduk (endokarp) yang tipis tetapi keras.

Buah kopi umumnya mengandung dua butir biji, tetapi

kadang-kadang hanya mengandung 1 (satu) butir atau

bahkan tidak berbiji (hampa) sama sekali

Biji kopi terdiri dari atas kulit biji dan lembaga

Lembaga atau sering disebut endosperm merupakan

bagian yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan untuk

membuat minuman kopi

(28)

Perubahan warna Kopi

(29)

Persyaratan Tumbuh Tanaman

Kopi

Secara ekonomis pertumbuhan dan produksi

tanaman kopi sangat tergantung pada atau

dipengaruhi oleh keadaan iklim dan tanah

Kebutuhan pokok lainnya yang tak dapat

diabaikan adalah mencari bibit unggul yang

produksinya tinggi dan tahan terhadap hama

dan penyakit

Suatu hal yang juga penting adalah

pemeliharaan, seperti : pemupukan,

pemangkasan, pohon peneduh, dan

pemberantasan hama dan penyakit.

(30)

Pengaruh Angin

Pohon tanaman kopi tidak tahan terhadap

goncangan angin kencang, lebih-lebih

dimusim kemarau.

Angin itu mempertinggi penguapan air

pada permukaan tanah perkebunan.

Angin juga dapat mematahkan dan

merebahkan pohon pelindung yang tinggi,

sehingga merusakkan tanaman

(31)

Jenis Kopi

Arabika

Robusta

(32)

Perbedaan Kopi Arabika dan

Kopi Robusta

(33)
(34)
(35)
(36)
(37)

Kopi Arabika

Kopi Robusta http://kopikeliling.com

(38)

Tempat Tumbuh

Kopi Arabika

 Daerah ideal tempat tumbuhnya ada pada ketinggian diatas 1.000 meter dari atas permukaan laut. Dibawah ketinggian itu, arabika tak bias tumbuh dengan baik. Pohonnya bisa mencapai 6 meter. Kopi arabika ini memiliki kandungan kafein tidak lebih dari 1,5 persen serta memiliki jumlah kromosom sebanyak 44

Kopi Robusta

 Tumbuh baim diketinggian 400-700 m dpl, temperatur 21-24˚ C dengan bulan

kering 3-4 bulan secara berturut-turut dan 3-4 kali hujan kiriman. Kualitas buah rebih rendah dari Arabika, lebih rentan diserang serangga. Butuh waktu 10-11 bulan untuk proses bunga -> buah.

Berbuah di suhu udara yang lebih hangat.

(39)

Dari Bentuk Daun

Kopi Arabika

Mempunyai daun hijau

kelam berbentuk oval.

Buahnya biasanya

mempunyai 2 keping

biji yang cenderung

lebih “datar”. Daun

lebih kecil dari daun

kopi robusta

Kopi Robusta

Mempunyai biji lebih

oval dan daun lebih

besar dari kopi arabika

(40)
(41)

Bentuk Biji

(42)

Bentuk Biji

(43)

Bentuk Biji

(44)
(45)

Rasa

Kopi Arabika

 Memilki variasi rasa yang lebih beragam, dari rasa manis dan lembut hingga rasa kuat dan tajam.

 Sebelum disangrai, aromanya seperti blueberry, setelah disangrai, biji kopi arabika beraroma buah-buahan dan manis

 Saat disangrai, aroma yang keluar lebih menusuk hidung dibandingkan aroma kopi robusta

Kopi Robusta

 Memiliki variasi rasa netral sampai tajam dan sering dianggap memilki rasa seperti gandum.

 Biji kopi robusta sebelum disangrai beraoma kacang-kacangan

(46)

Kadar Kafein

Untuk setiap berat yang sama, kadar

kafein arabika lebih rendah ketimbang

robusta.

Kandungan kafein kopi arabika 1,10%

Kandungan kafein kopi robusta 1,48%

(47)

Syarat mutu umum

Syarat mutu umu kopi adalah :

Serangga hidup : tidak ada

Biji berbau busuk dan atau berbau kapang

: tidak ada

Kadar air : max12,5% fraksi massa

(48)

Buah Kopi siap panen

(49)

Peluang Pengembangan Kopi

Kecerdasan M e n a n g k a p P e l u a n g Teknologi Pasca Panen Teknologi Pengolahan Hasil Teknologi Peracik Minuman Alat Pengering / Drayer Peluang Usaha

(50)

Rosting

PENGEMBANGAN USAHA PENGOLAHAN KOPI

Kopi Bubuk KemasanKopi

Caffee / Mobil Coffee

Warung Kopi

< Warkop > Cake < Utk Kecantikan >Lulur Kopi

(51)

Gambaran Umum Perkopian Indonesia

Komoditi kopi sumber utama pendapatan petani didominasi oleh perkebunan rakyat

(96%), penciptaan lapangan kerja yang melibatkan petani secara langsung sebanyak 2,33 juta KK, terbentuknya pusat–pusat pertumbuhan, mendorong

agribisnis dan agroindustri kopi.

Luas areal 1.240.919 ha

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan keunikan daerah masing2 yang telah menghasilkan karakteristik kopi spesialti yang tidak dihasilkan oleh negara

lain.

Produksi rata-rata : 700,000 ton

EKSPOR : Volume 534 ribu ton

Nilai US$ 1,2 milyar

Penghasil devisa terbesar ketiga

Subsektor Perkebunan setelah

Kelapa Sawit dan Karet

Indonesia produsen utama ke 3 dunia, setelah Brasil & Vietnam

Tingkat produktivitas yang masih rendah sekitar 700 Kg/ha. Jika produktivitas bisa

ditingkatkan menjadi 1 – 1,6 ton/ha, maka produksi kopi nasional bisa mencapai lebih dari 1,5 juta ton/tahun

atau mencapai sekitar 25 juta bag.

Konsumsi domestik masih rendah sekitar 0,9 Kg/Kapita

51

(52)

DAERAH PENGHASIL KOPI di INDONESIA Tahun 2014 *)

(53)

Dari 10 jenis kopi spesialti yang paling terkenal didunia, 5 diantaranya berasal dari Indonesia yaitu :

a. Aceh – Gayo Coffee

b. Mandaheling Coffee

c. Java Coffee

d. Bali Coffee

e. Toraja Coffee

Disamping Kopi Luwak (Civet Coffee).

Keunggulan Kopi Indonesia di Luar Negeri :

(54)

STRATEGI PENGEMBANGAN KOPI INDONESIA

1. Dalam rangka pemenuhan bahan baku, meningkatkan produksi & perluasan lahan tanaman kopi melalui intensifikasi & ekstensifikasi melalui program revitalisasi perkopian nasional (Gerakan Nasional Kopi), antara lain :

Kopi Arabika & Robusta :

Rehabilitasi tanaman tua dan rusak Rejuvenasi tanaman kurang produktif Pengendalian Hama Terpadu

Penanaman di lahan hutan produksi • Kopi Arabika :

Perluasan areal

Konversi kopi Robusta di lahan tinggi yang sesuai Penanaman di lahan baru milik petani yang sesuai

Mengupayakan Pendaftaran & Penerbitan Sertifikasi Indikasi

Geografis

Perbaikan dan Menjaga Konsistensi Mutu Kopi Rakyat

Meningkatkan Efisiensi Pemasaran Kopi Rakyat

(55)

2. Tingkat Konsumsi Domestik yang masih rendah, mempunyai

prospek dan dapat ditingkatkan. Program yang diperlukan untuk peningkatan konsumsi domestik antara lain :

• Penelitian tentang tingkat konsumsi kopi domestik dan perilaku konsumen

• Edukasi kepada para konsumen domestik tentang cara-cara mengkonsumsi

kopi dengan baik

• Memberikan informasi tentang manfaat minum kopi terhadap kesehatan

• Promosi status kopi sebagai bagian dari gaya hidup

• Membangun citra merk serta modifikasi produk olahan, dan cafe-cafe

3. Mendukung pemasaran kopi olahan ke luar negeri dengan mendorong terwujudnya standard dan sertifikat nasional yang lebih efisien, sederhana yang bisa diadopsi oleh standar keamanan pangan yang berkelanjutan (sustainability), serta diterima oleh standar kualitas internasional

STRATEGI PENGEMBANGAN KOPI INDONESIA

(Lanjutan)

Referensi

Dokumen terkait

Ini adalah kaidah yang sangat penting dalam syari’at Islam secara umum dan dalam beramar ma’ruf dan nahi mungkar secara khusus, maksudnya ialah seseorang yang

Setiap komunikasi tentulah ditujukan kepada pihak tertentu sebagai penerima pesan yang disampaikan oleh komunikator. Dalam sebuah komunikasi massa penerima adalah mereka

Hambatan yang timbul dalam kedua perjanjian penggunaan rooftop adalah mengenai keberatan tetangga atau masyarakat di sekitar objek sewa yang tidak menyetujui

Istilah pesan dakwah lebih tepat untuk menjelaskan tentang isi dakwah yang dapat berupa lukisan, gambar, kata dan sebagainya yang diharapkan dapat memberikan pemahaman

Tartışmaları yarun saat kadar sürdü; sonra kalkıp bize doğru gelmeye başladılar. Kalbim

Penghuni Asrama adalah mahasiswa asal Kabupaten yang terdaftar di Perguruan Tinggi baik negeri maupun swasta sesuai prosedur yang berlaku dan memenuhi persyaratan

Penelitian ini memfokuskan pada analisis cluster untuk mengelompokan saham-saham perusahaan manufaktur di BEJ berdasarkan nisbah profitabilitasnya di masa krisis. Penelitian

Oleh sebab itu, jika tersedia siklotron dengan energi proton yang tinggi, pembuatan 111 In menggunakan reaksi 112 Cd(p,2n) 111 In akan memberikan radioaktivitas yang lebih