• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan kasus

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Laporan kasus"

Copied!
33
0
0

Teks penuh

(1)

BAB

BAB I. I. PENDAHULUANPENDAHULUAN

De

Dewaswasa a iniini,, AcquireAcquired d ImmImmune une DeficDeficienciencyy (AI(AIDS) DS) mermerupakupakan an salsalah ah satsatu u masmasalaalahh kesehatan yang perlu mendapat perhatian dunia. WHO meramalkan bahwa jumlah penderita AIDS kesehatan yang perlu mendapat perhatian dunia. WHO meramalkan bahwa jumlah penderita AIDS dan

dan kemkematatian ian akiakibat bat AIAIDS DS seselulururuh h dudunia nia akaakan n memeninningkgkat at 10 10 pepersrsen en daldalam am wawaktktu u 8 8 tatahunhun mendatang, yaitu dari satu setengah juta saat ini menjadi 12-18 juta pada tahun 2000 . Penyakit ini mendatang, yaitu dari satu setengah juta saat ini menjadi 12-18 juta pada tahun 2000 . Penyakit ini me

memamang ng memempmpunyunyai ai anangka gka kekematmatian ian yayang ng titinggnggi i didimamana na hamhampipir r sesemua mua pependenderirita ta AIAIDSDS meninggal dalam waktu lima tahun sesudah menunjukkan gejala pertama AIDS (Depkes 1988). meninggal dalam waktu lima tahun sesudah menunjukkan gejala pertama AIDS (Depkes 1988).

Di Indonesia, kasus AIDS yang pertama kali dilaporkan adalah seorang wisatawan Di Indonesia, kasus AIDS yang pertama kali dilaporkan adalah seorang wisatawan laki-laki berkebangsaan Belanda yang meninggal di Bali pada tahun 1987. Kasus kedua juga orang laki berkebangsaan Belanda yang meninggal di Bali pada tahun 1987. Kasus kedua juga orang asing sedangkan kasus berikutnya terjadi pada seorang pria Indonesia yang juga meninggal di Bali. asing sedangkan kasus berikutnya terjadi pada seorang pria Indonesia yang juga meninggal di Bali. Sejak itu, jumlah penderita AIDS terus meningkat. Hal ini terlihat dalam data kumulatif Depkes RI Sejak itu, jumlah penderita AIDS terus meningkat. Hal ini terlihat dalam data kumulatif Depkes RI dari 15 Propinsi dimana sampai bulan Maret 1995 kasus AIDS sudah mencapai 288 orang. Di dari 15 Propinsi dimana sampai bulan Maret 1995 kasus AIDS sudah mencapai 288 orang. Di  propi

 propinsi nsi SumateSumatera ra Utara Utara dilapordilaporkan kan adanya adanya dua dua kasus kasus yang yang mendermenderita ita HIV HIV positipositif f dandan kemungkinan kasus ini akan bertambah banyak.

kemungkinan kasus ini akan bertambah banyak.

AIDS merupakan penyakit yang fatal, menular dan sampai sekarang belum ada obatnya. AIDS merupakan penyakit yang fatal, menular dan sampai sekarang belum ada obatnya. Penderita AIDS tetap menularkan penyakit sepanjang hidupnya dan biasanya HIV menyerang usia Penderita AIDS tetap menularkan penyakit sepanjang hidupnya dan biasanya HIV menyerang usia  produk

 produktif. tif. MasalMasalah ah AIDS AIDS menjadi menjadi lebih lebih berat berat lagi lagi karena karena pada pada kasus kasus seropseropositifositif, , penderpenderitaita  biasanya merasa

 biasanya merasa sehat sehat dan dan dari dari penampenampilan pilan luar luar juga juga tampak sehat tampak sehat namun namun merupamerupakan kan pembawpembawaa virus yang asimtomatik dan dapat menularkan HIV kepada orang lain.

virus yang asimtomatik dan dapat menularkan HIV kepada orang lain. Seb

Sebagaiagaimana mana dikdiketaetahui hui bahwbahwa a penpenulaularan ran HIVHIV/AI/AIDS DS dapdapat at terterjadi jadi melmelalui alui hubuhubunganngan seksual, pemakaian jarum suntik secara bergantian, tranfusi darah serta oleh ibu yang terinfeksi seksual, pemakaian jarum suntik secara bergantian, tranfusi darah serta oleh ibu yang terinfeksi kepada bayi yang dikandungnya. Yang perlu diperhatikan bahwa seorang pengidap HIV dapat kepada bayi yang dikandungnya. Yang perlu diperhatikan bahwa seorang pengidap HIV dapat tampak sehat tetapi potensial sebagai sumber penularan seumur hidup.

tampak sehat tetapi potensial sebagai sumber penularan seumur hidup.

Infeksi virus ini sangat berpengaruh terhadap sistem imunitas, terutama imunitas seluler  Infeksi virus ini sangat berpengaruh terhadap sistem imunitas, terutama imunitas seluler  yang dipengaruhi oleh sel limfosit T CD4+. AIDS kini telah meluas menjadi pandemi dan masalah yang dipengaruhi oleh sel limfosit T CD4+. AIDS kini telah meluas menjadi pandemi dan masalah internasional. Pertambahan kasus yang cepat di kalangan penduduk (bukan homoseksual) dan internasional. Pertambahan kasus yang cepat di kalangan penduduk (bukan homoseksual) dan  penyeba

 penyebaran ke ran ke semakisemakin n banyak negara banyak negara serta belum adanya serta belum adanya obat dan obat dan vaksin yang vaksin yang efektif terhadapefektif terhadap AIDS telah menimbulkan keresahan dan keprihatinan di seluruh dunia.

(2)

BAB

BAB II. II. LAPORAN LAPORAN KASUSKASUS 2.1

2.1 Identitas Identitas penderitapenderita  Nama

 Nama : Ny. Y: Ny. Y U

Ummuurr : : 331 1 tthhnn Je

Jenis knis kelelamaminin : Pe: Pererempmpuauann A

Aggaammaa : : IIssllaamm S

Suukkuu : : JJaawwaa P

Peekkeerrjjaaaann : : IIbbu u rruummaah h ttaannggggaa P

Peennddiiddiikkaann : : SSMMAA A

Allaammaatt : : SSiiddoommuullyyo o SSeemmbboorroo Tang

Tanggal Mgal MRSRS : 03 M: 03 Marearet 201t 20122 T Taangngggal al KKRRSS ::  No. RM  No. RM : 22.54.52: 22.54.52 2.2 Anamnesis 2.2 Anamnesis Aut

Autoanaoanamnesmnesis is dan dan hetheteroaeroanamnnamnesiesis s dildilakukakukan an padpada a penpenderderita ita serserta ta kelkeluarguarga a penpenderderita ita padapada tanggal 03 Maret 2012 di RIP RSD dr. Soebandi Jember.

tanggal 03 Maret 2012 di RIP RSD dr. Soebandi Jember. A.

A. RiRiwawayat yat pepenyanyakitkit 1.

1. KeKeluluhahan n ututamamaa  Nyeri p

 Nyeri perut dan erut dan mulut tmulut terasa perasa pahitahit 2.

2. RiRiwawayat yat pepenyanyakit kit sesekarkarangang

Sejak 10 hari SMRS pasien mengeluhkan sakit perut dengan batuk kering dan mulut terasa Sejak 10 hari SMRS pasien mengeluhkan sakit perut dengan batuk kering dan mulut terasa  pahit.

 pahit. Nyeri Nyeri perut perut hilang hilang timbul timbul dan dan muncul muncul terutterutama ama saat saat batuk batuk dan dan menarimenarik k nafasnafas  panjang

 panjang. Nyeri juga muncul saat diberi makan dan . Nyeri juga muncul saat diberi makan dan tidak berkurang setetidak berkurang setelah makan maupunlah makan maupun istirahat. Nyeri tidak menjalar ke bagian punggung, bahu maupun lengan. Nyeri hanya istirahat. Nyeri tidak menjalar ke bagian punggung, bahu maupun lengan. Nyeri hanya  berada

 berada di di ulu ulu hati. hati. Nyeri Nyeri terasterasa a sepertseperti i ditusukditusuk-tusuk. -tusuk. Pasien Pasien juga juga tidak tidak sering sering makanmakan makanan yang berlemak. BAB normal, 1-2 hari sekali, konsistensi padat, warna kuning makanan yang berlemak. BAB normal, 1-2 hari sekali, konsistensi padat, warna kuning kecoklatan, tidak berlendir, tidak berdarah. Pasien tidak mengeluhakan nyeri dada, maupun kecoklatan, tidak berlendir, tidak berdarah. Pasien tidak mengeluhakan nyeri dada, maupun nyeri sendi.

nyeri sendi.

Pasien juga mengeluhkan makan maupun minum terasa pahit dan sulit menelan sejak 10 Pasien juga mengeluhkan makan maupun minum terasa pahit dan sulit menelan sejak 10 hari yang lalu. Pasien mengeluhkan mual namun tidak muntah. Pasien juga batuk hari yang lalu. Pasien mengeluhkan mual namun tidak muntah. Pasien juga batuk jarang- jarang,

 jarang, tanpa tanpa dahak dahak maupun maupun darah. darah. Saat Saat batuk, batuk, kepala kepala terasa terasa sakitsakit. . Pasien Pasien tidak tidak demam,demam, tidak mengalami penurunan kesadaran, tidak sesak. Pasien mengalami penurunan berat tidak mengalami penurunan kesadaran, tidak sesak. Pasien mengalami penurunan berat  badan 5 kg d

 badan 5 kg dalam 4 malam 4 minggu, keinggu, keluar kerluar keringat maingat malam (-)lam (-), demam , demam (-), pi(-), pilek (-)lek (-).. Ke

Kemudmudiaian n papasisien en beberorobat bat ke ke pupuskskesesmamas s tatanggnggul ul dedengangan n rarawawat t jaljalan, an, namnamun un titidak dak  membaik. Pasien kemudian rawat inap di puskesmas tanggul selama 5 hari dan tidak  membaik. Pasien kemudian rawat inap di puskesmas tanggul selama 5 hari dan tidak  membaik.

membaik.

2 2

(3)

Kemudian pasien pulang paksa beberapa hari dan kambuh lagi. Pasien kemudian rawat Kemudian pasien pulang paksa beberapa hari dan kambuh lagi. Pasien kemudian rawat inap di RS. Jatiroto dengan keluhan yang sama. Pasien terdiagnosa tifoid dan gastritis. inap di RS. Jatiroto dengan keluhan yang sama. Pasien terdiagnosa tifoid dan gastritis. Kemudian pasien diperiksakan ke RSD. dr. Soebandi dengan hasil VCT (+).

Kemudian pasien diperiksakan ke RSD. dr. Soebandi dengan hasil VCT (+).

3.

3. RiRiwawayat yat pepenyanyakit kit dadahulhulu.u.

Pasien pernah diare 2 hari selama di rawat inap di RS. Jatiroto. Pasien pernah diare 2 hari selama di rawat inap di RS. Jatiroto.

Sejak 2 bulan yang lalu pasien mengeluhkan batuk kering, jarang-jarang, dahak (-), darah Sejak 2 bulan yang lalu pasien mengeluhkan batuk kering, jarang-jarang, dahak (-), darah (-), sesak (-) keringat malam (-), dan lidah terasa pahit serta memberat saat ini. Saat batuk  (-), sesak (-) keringat malam (-), dan lidah terasa pahit serta memberat saat ini. Saat batuk   pasien

 pasien juga mejuga mengeluhkan pngeluhkan pusing.using.

Pasien juga sering mengeluh demam subfebris hilang timbul sejak 1 tahun yang lalu. Pasien juga sering mengeluh demam subfebris hilang timbul sejak 1 tahun yang lalu. Riwayat pemberian obat ARV (+)

Riwayat pemberian obat ARV (+) Riwayat hipertensi (-)

Riwayat hipertensi (-)

Riwayat diabetes mellitus (-) Riwayat diabetes mellitus (-) Riwayat tranfusi darah (-) Riwayat tranfusi darah (-) Riwayat batuk lama (+) Riwayat batuk lama (+)

4.

4. RiRiwawayat yat pepenyanyakit kit kekeluluararga.ga.

Tidak ada keluarga yang memiliki gejala yang serupa. Tidak ada keluarga yang memiliki gejala yang serupa.

5.

5. Riwayat pengobatanRiwayat pengobatan

Pasien menerima pengobatan selama dirawat di puskesmas tanggul dan RS. Jatiroto. Pasien menerima pengobatan selama dirawat di puskesmas tanggul dan RS. Jatiroto.

Riwayat pribadi Riwayat pribadi A.

A. Riwayat sosial dan ekonomi.Riwayat sosial dan ekonomi.

Pasien tinggal bersama suami dan seorang putra. Pasien bekerja sebagai ibu rumah tangga. Pasien tinggal bersama suami dan seorang putra. Pasien bekerja sebagai ibu rumah tangga. Pendapatan yang diperoleh suaminya tidak tentu. Jika dirata-rata penghasilan yang

Pendapatan yang diperoleh suaminya tidak tentu. Jika dirata-rata penghasilan yang

didapatkan sekitar Rp.600.000,- hingga Rp.900.000,- per bulan. Penghasilannya digunakan didapatkan sekitar Rp.600.000,- hingga Rp.900.000,- per bulan. Penghasilannya digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah

untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, dan sekolah putranya. tangga, dan sekolah putranya. Pasien dikenal baik danPasien dikenal baik dan ramah oleh keluarga, kerabat dan tetangganya. Sejak terdiagnosis penyakit tersebut, hanya ramah oleh keluarga, kerabat dan tetangganya. Sejak terdiagnosis penyakit tersebut, hanya istrinya saja yang mengetahui. Sedangkan keluarga pasien lainnya termasuk putranya tidak  istrinya saja yang mengetahui. Sedangkan keluarga pasien lainnya termasuk putranya tidak  tahu.

tahu. Kesan :

Kesan :riwayat sosial baik, riwayat ekonomi kurang.riwayat sosial baik, riwayat ekonomi kurang.

B.

B. Riwayat sanitasi lingkungan.Riwayat sanitasi lingkungan.

Pasien tinggal di dalam rumah berukuran 15x6 meter, dengan 3 kamar tidur, 1 ruang tamu, Pasien tinggal di dalam rumah berukuran 15x6 meter, dengan 3 kamar tidur, 1 ruang tamu, dapur dan 1 kamar mandi yang dilengkapi jamban. Dinding rumah terbuat dari batu bata, dapur dan 1 kamar mandi yang dilengkapi jamban. Dinding rumah terbuat dari batu bata, dan berlantaikan ubin, sedangkan bagian belakang rumah yaitu

dan berlantaikan ubin, sedangkan bagian belakang rumah yaitu dapur berdindidapur berdinding anyamanng anyaman  bambu be

 bambu berlantai rlantai semen.semen.

Ventilasi rumah berasal dari 2 jendela ruang tamu, 1 jendela ruang tengah dan belakang, Ventilasi rumah berasal dari 2 jendela ruang tamu, 1 jendela ruang tengah dan belakang, dan 1 jendela di tiap kamar yang memiliki luas rata-rata sekitar 40 x 60 cm. Cahaya dan 1 jendela di tiap kamar yang memiliki luas rata-rata sekitar 40 x 60 cm. Cahaya

(4)

matahari tidak dapat masuk ke setiap ruangan rumag sehingga rumah pasien memakai matahari tidak dapat masuk ke setiap ruangan rumag sehingga rumah pasien memakai genteng kaca di tengah-tengah ruangan untuk menerangi ruangan dalam rumah. Pasien genteng kaca di tengah-tengah ruangan untuk menerangi ruangan dalam rumah. Pasien menggunakan sumur untuk kebutuhan sehari-hari seperti mandi, minum, memasak, dan menggunakan sumur untuk kebutuhan sehari-hari seperti mandi, minum, memasak, dan mencuci. Jarak antara sumur dan

mencuci. Jarak antara sumur dan septic  septic tank tank sekitar 6 meter.sekitar 6 meter.

Pembuangan sampah dilakukan dengan menggunakan lubang di halaman belakang rumah, Pembuangan sampah dilakukan dengan menggunakan lubang di halaman belakang rumah, yang berukuran 2x1 meter. Sampah ditumpuk yang kemudian dibakar. Jarak dengan rumah yang berukuran 2x1 meter. Sampah ditumpuk yang kemudian dibakar. Jarak dengan rumah sekitar 10 meter. Pasien tidak memiliki hewan peliharaan di belakang rumah. Halaman sekitar 10 meter. Pasien tidak memiliki hewan peliharaan di belakang rumah. Halaman dep

depan an maumaupun pun belbelakanakang g rumrumah, ah, tidtidak ak memmemiliiliki ki temtembok bok pagpagar ar ataatau u temtembok bok pempembatabatass halaman.

halaman. Kesan

Kesan: riwayat sanitasi lingkungan cukup baik.: riwayat sanitasi lingkungan cukup baik.

Riwayat gizi Riwayat gizi

Pasien makan 2-3 kali dalam sehari, dan tiap porsi habis. Menu yang dikonsumsi Pasien makan 2-3 kali dalam sehari, dan tiap porsi habis. Menu yang dikonsumsi adal

adalah ah nasnasi, i, tahutahu, , temtempe, pe, ikaikan, n, saysayur, ur, dan dan buabuah. h. PasPasien ien jarajarang ng menmengkongkonsumsumsi si ayamayam,, maupun daging sapi atau kambing.

maupun daging sapi atau kambing. Kesan

Kesan: riwayat gizi kurang: riwayat gizi kurang

Anamnesis sistem Anamnesis sistem •

• SisteSistem serm serebrospiebrospinalnal : com: composmeposmentis, ntis, cephalgcephalgia (-), ia (-), kejang kejang (-), p(-), penurunaenurunan n kesadarkesadaranan (-), parese (-).

(-), parese (-). •

• sistem kardiovaskular : hipertensi (-), sistem kardiovaskular : hipertensi (-), nyeri dada (-), palpitasi nyeri dada (-), palpitasi (-), dispnea (-), (-), dispnea (-), bengkak bengkak  di kaki (-), sesak saat aktifitas (-).

di kaki (-), sesak saat aktifitas (-). •

• sistem sistem pernafasan pernafasan : : sesak sesak nafas nafas (-), (-), batuk batuk (+) (+) dahak dahak (-) (-) darah darah (-), (-), pilek pilek (-), (-), asma asma (-);(-); batuk lama (+), dahak (-), darah (-), riwayat kontak (-), keringat batuk lama (+), dahak (-), darah (-), riwayat kontak (-), keringat malam berlebihan (-), penurunan BB (+).

malam berlebihan (-), penurunan BB (+). •

• sistem gastrointestinal: disfagia (+), odinofagia (-), mual (-), muntah (-), nyeri perutsistem gastrointestinal: disfagia (+), odinofagia (-), mual (-), muntah (-), nyeri perut (+) saat telat makan dan saat menghirup nafas panjang, BAB (+) saat telat makan dan saat menghirup nafas panjang, BAB cair (-) lendir (-) darah (-), hematochezia (-), melena (-). cair (-) lendir (-) darah (-), hematochezia (-), melena (-). •

• sisiststem em ururogogenenititalal : he: hemamatuturi (ri (-)-), ny, nyereri Bi BAK AK (-(-), ), popoliliururi (i (-)-).. •

• sisiststem iem intentegumgumenen : turg: turgor kuor kulilit nort normalmal, pt, ptecechie (hie (-)-), pu, purprpurura (-a (-), e), ekimkimososis (is (-)-),, sarkoma kaposi (-), scrofuloderma (-).

sarkoma kaposi (-), scrofuloderma (-). •

• sistesistem muskulosm muskuloskeletalkeletal : nyeri sendi (-), nyer: nyeri sendi (-), nyeri otot (-), nyeri tulang (-).i otot (-), nyeri tulang (-). Kesan

Kesan: terdapat batuk kering tanpa dahak maupun darah disertai penurunan berat badan.: terdapat batuk kering tanpa dahak maupun darah disertai penurunan berat badan.

2.3

2.3 Pemeriksaan Pemeriksaan fisik fisik  2.3.1

2.3.1 Pemeriksaan umum Pemeriksaan umum (Jum’at, 10 (Jum’at, 10 Desember 2010)Desember 2010) •

• keakeadaadaan umn umumum : l: lememahah •

• kkeessaaddaarraann : : ccoommppoossmmeennttiiss •

• vviittaal l ssiiggnn : t: teekk. . ddaarraahh : : 8800/ / 660 0 mmmmHHgg nadi

nadi : : 84 84 x/ x/ menitmenit

4 4

(5)

RR

RR : : 24 24 x/menitx/menit Suhu

Suhu : 36: 36ooCC

• kkululitit : : ttuurrggoor r kkululiit t nonorrmmalal, , ikiktteerrus us ((--)), , pptteecchihie e ((--)), , ppuurrppurura a ((--), ), eekkimimoossis is ((--)) •

• kelenjar limfekelenjar limfe : t: tidak didak ditemukaitemukan pen pembesarmbesaran paan pada lda limfonodimfonodi sui submandibbmandibula, lula, leher,eher, maupun aksila.

maupun aksila. •

• OOttoott : : ttoonnuus s oottoot t ddaallaam m bbaattaas s nnoorrmmaall, , aattrrooffi i ((--)).. •

• TTuullaanngg : : ddeeffoorrmmiittaas s ((--)) kesan

kesan: hipotensi: hipotensi 2.3.2

2.3.2 Pemeriksaan Pemeriksaan khususkhusus 1.

1. KeKepapalla da dan an leleheher r  a.

a. KKeeppalalaa •

• BBeennttuukk : : bbuullaat t lloonnjjoonngg, , ssiimmeettrriiss •

• RRaammbbuutt : : hhiittaamm, , bbeerrggeelloommbbaanngg, , ttiiddaak k mmuuddaah h ddiiccaabbuutt •

• MataMata o

o SkSklelerara : ik: ikteterurus (-s (-/-/-), h), hipipererememia (ia (-/-/-)-) o

o KKoonnjjuunnggttiivvaa : : aanneemmiis s ((++//++)) o

o OedeOedem palm palpebpebrara : (-/: (-/-)-) o

o Pupil Pupil : : refleks refleks pupil pupil (+/+), (+/+), D D 2/2 2/2 mm, mm, leukokoria leukokoria (-/-)(-/-) •

• HHiidduunngg : : sseekkrreet t ((--//--)), , bbaau u ((--)), , ppeerrddaarraahhaan n ((--//--)), , ppeerrnnaaffaassaan n ccuuppiinngg hidung (-/-), odem (-/-).

hidung (-/-), odem (-/-). •

• Telinga Telinga : : sekret sekret (-/-), (-/-), bau bau (-/-), (-/-), perdarahan perdarahan (-/-), (-/-), odem odem (-/-)(-/-) •

• MMuulluutt : : ssiiaannoossiis s ((--)), , bbaau u ((--)); ; LLiiddaah h : : kkaannddiiddiiaassiis s oorraal l ((++)); ; FFaarriinngg:: hiperemi; tonsila palatina (T1 hiperemi/ T1 hiperemi). hiperemi; tonsila palatina (T1 hiperemi/ T1 hiperemi).  b.

 b. Leher Leher  •

• KeKelelenjanjar limr limfefe : pe: pembmbesesararan (-an (-/-/-)) •

• TTiirrooiidd : : ppeemmbbeessaarraan n ((--//--)) •

• KKaakku u kkuudduukk : : ((--)) •

• JJVVPP : : 7 7 ccm m ((nnoorrmmaall)) •

• IInntteegguummeenn : : ssccrrooffuullooddeerrmma a ((--)) 2

2.. TThhoorraaxx a.

a. JJananttuungng

-- Inspeksi Inspeksi : : ictus ictus cordis cordis tidak tidak nampak nampak  -- PPaallppaassii : i: iccttuus cs coorrddiis ts tididak ak teterraababa

-- PePerkrkusiusi : r: rededup Iup ICS ICS II-I-IIIII PSI PSL deL dextxtra hra hingingga Iga ICS ICS IIIII-V -V MCMCL siL sinisnistrtraa -- AuAuskskulultatasisi : : SS11SS22tunggal, reguler, murmur (-), gallop (-), extra systole (-)tunggal, reguler, murmur (-), gallop (-), extra systole (-)  b.

 b. ParuParu V

(6)

Inspeksi Inspeksi B

Beennttuuk k : : bbaarrrreel l cchheesstt, , ssiimmeettrriiss BBeennttuuk k : : bbaarrrreel l cchheesstt, , ssiimmeettrriiss R

Reettrraakkssi i : : ((--)) RReettrraakkssi i : : ((--)) G

Geerraakkaan n nnaaffaas s tteerrttiinnggggaal l ((--)) GGeerraakkaan n nnaaffaas s tteerrttiinnggggaal l ((--)) P

Peelleebbaarraan n IICCS S ((++)) PPeelleebbaarraan n IICCS S ((++)) Palpasi

Palpasi

((ddeexxttrraa)) ((ssiinniissttrraa)) ((ddeexxttrraa)) ((ssiinniissttrraa))  Fremit

 Fremitus rabaus raba FremitFremitus rabaus raba  N  N NN NN NN  N  N NN NN NN  N  N NN NN NN N N NN NN NN NN NN NN NN  N  N NN N N NN  Nyeri t

 Nyeri tekan (-)ekan (-), krepi, krepitasi (-tasi (-)) Nyeri tNyeri tekan (-)ekan (-), krepi, krepitasi (-tasi (-)) Perkusi Perkusi S S SS SS SS S S SS SS SS S S SS SS SS S S SS SS SS SS SS SS SS S S SS SS SS SS SS Auskultasi Auskultasi S

Suuaarra a ddaassaarr SuSuaarra a ddaassaar  r   V V VV VV VV V V VV VV VV B BVV BBVV BBVV BBVV V V VV VV VV VV VV VV VV V V VV VV VV VV VV  Ronkhi

 Ronkhi RonkhiRonkhi

-- -- ---- ---- ---- ---- -- -- -- -- -- -- -- -- -- -- -- -- --W Whheeeezziinngg WWhheeeezziinngg    -- -- ---- ---- ---- ---- -- -- -- -- -- -- -- -- -- -- -- -- --3 3.. AAbbddoommeenn a.

a. InInspspekeksisi : d: datatarar, t, tururgogor kr kululit it nonormrmalal

6 6

(7)

b.

b. AuskulAuskultasitasi : bis: bising using usus (us (+) 15+) 15x/menitx/menit c.

c. PePerrkukusisi : t: timimppanani di di si seelulururuh ah abdbdoomemenn d.

d. PalPalpaspasii : so: soepepelel, nye, nyeri tri tekekan (-an (-), he), hepapar tir tidak tdak tererababa, lia, lien ten tidaidak tek teraraba, gba, ginjinjalal tidak teraba.

tidak teraba.

4.

4. EEksksttrreemmititasas a.

a. SuSupeperirioror : ak: akraral hal hangngat +at +/+/+, oe, oededema -ma -/-/-.. b.

b. Inferior Inferior : : akral akral hangat hangat +/+, +/+, oedema oedema -/-.-/-. Kesan

Kesan: dalam batas normal: dalam batas normal

5.

5. InteguIntegumen : tidak temen : tidak terdapat perdapat penyakit kulinyakit kulit sepert seperti jamurti jamur, dermat, dermatitis, maupitis, maupun sarkoun sarkoma kaposma kaposii

6.

6. StStatatus pus psisikikiatatri ri sisingkngkatat 1)

1) Kesan Kesan umum umum : : berpakberpakaian aian rapi, rapi, bersibersih, h, sopan, sopan, sesuai sesuai gender gender dan dan usia.usia. 2)

2) KKoonnttaakk : : vveerrbbaal l ((++)), , mmaatta a ((++)) 3)

3) KesKesadaradaran an : : kuakualitlitatif atif : : non-non-psipsikotkotik ik  Kuantitatif : GCS : 4-5-6 Kuantitatif : GCS : 4-5-6 4

4)) AAffeek k eemmoossii : : aaddeekkuuaatt 5)

5) Proses Proses berfikir : berfikir : bentuk : bentuk : realistik realistik 

Arus : koheren Arus : koheren Isi : waham (-) Isi : waham (-) 6

6)) PPeerrsseeppssii : : ddaallaam m bbaattaas s nnoorrmmaall 7

7)) KKeemmaauuaann : : ddaallaam m bbaattaas s nnoorrmmaall 8)

8) PsiPsikomkomotor otor : : daldalam am batabatas s normnormalal 9

9)) IInntteelleeggeennssii : : ddaallaam m bbaattaas s nnoorrmmaall

7.

7. StStatatus us neuneurorologlogi si siningkagkatt 1

1)) KKeessaadadarraann •

• KuKualalititatatifif : c: comompopos ms menentitiss •

• Kuantitatif : GCS 4-5-6Kuantitatif : GCS 4-5-6 2)

2) MeMeniningngeaeal l sisigngn •

• KKaakku u kkuudduukk : : ttiiddaak k aaddaa •

• KKeerrnniigg : : ttiiddaak k aaddaa •

• BBrruuddzziinnsskki i II : : ttiiddaak k aaddaa •

• BBrruuddzziinnsskki i IIII : : ttiiddaak k aaddaa 3)

3) NerNervus vus cracranialnialis is : : daldalam am batabatas s nornormalmal 4

4)) MMoottoorriikk : : ddaallaam m bbaattaas s nnoorrmmaall •

• Kekuatan ototKekuatan otot o

o EEkkssttrreemmiittaas s ssuuppeerriioorr : : 555555//555555 o

(8)

• Tonus ototTonus otot o

o EEkkssttrreemmiittaas s ssuuppeerriioorr : : 555555//555555 o

o EEkkssttrreemmiittaas s iinnffeerriioorr : : 555555//555555 5

5)) SSeennssoorriikk : : ddaallaam m bbaattaas s nnoorrmmaall 6)

6) AuAutotononomm : BA: BAB (+B (+) 1 ka) 1 kalili/h/harari, ki, kununining, pg, padadatat, le, lendndir ir (-(-), d), dararah (ah (-) -) BABAK (+K (+) 3-) 3-44 kali/hari, bening.

kali/hari, bening. 7)

7) CoColulumna mna vevertrtebebrara : d: dalalam am batbatas as nornormamall 8.

8. SSttatatus us ggiizzii BMI = BMI = = = = 22,038 = 22,038

Kesan : berat badan dalam batas normal Kesan : berat badan dalam batas normal 2.4

2.4 PemPemerieriksaksaan an pepenununjanjangng 2.4.1

2.4.1 Pemeriksaan laboratorium (10 Desember 2010)Pemeriksaan laboratorium (10 Desember 2010)

JJeenniis s ppeemmeerriikkssaaaann HaassiillH NNiillaai i rruujjuukkaann  Hem

 Hematologi atologi  H

Heemmoogglloobbiinn 88,,88 1133,,4 4 – – 1177,,77 L

Leekkoossiitt 66,,88 44,,33 ––1100,,33

H

Heemmaattookkrriit t 2266,,00 338 8 – – 442 2 %% T

Trroommbboossiit t 226622 11550 0 – – 445500 Faal hati 

Faal hati  B

Biilliirruubbiin n ddiirreecctt 00,,1144 00,,2 2 – – 00,,44 B

Biilliirruubbiin n ttoottaall 00,,3355 < < 11,,22 S SGGOOTT 7700 1100–– 3355 S SGGPPTT 4400 99 ––4433 A Allbbuummiinn 22,,55 33,,44–– 44,,88 Faal ginjal  Faal ginjal  K

Krreeaattiinniin n sseerruumm 11,,22 00,,6 6 – – 11,,33 B BUUNN 1177 66-- 2200 8 8 Berat badan (kg) Berat badan (kg) Tinggi Badan (m) Tinggi Badan (m)22 60 60 (1,65) (1,65)22

(9)

U

Urreeaa 3377 1100–– 5500

A

Assaammuurraatt 22,,88 33,,44–– 77  Kada

 Kadar gula darahr gula darah S

Seewwaakkttuu 8811 <<220000  Elekt  Elektrolit rolit   Natri  Natriumum 132,9132,9 135 – 155135 – 155 K Kaalliiuumm 33,,9977 33,,55–– 55,,00 C

Chhlloorriiddee 9999,,66 9900–– 111100 C

Caallssiiuumm 11,,7755 2,,12 155–– 22,,5577 Kesan :

Kesan :

Hemoglobin, dan hematokrit menurun, hipoalbumin, kalsium menurun. Hemoglobin, dan hematokrit menurun, hipoalbumin, kalsium menurun. 2.

2.4.4.22 PePememerrikiksasaan an VVCCTT

Hasil pemeriksaan VCT 25 November 2010 : positif reaktif. Hasil pemeriksaan VCT 25 November 2010 : positif reaktif. 2

2..55 RReessuummee

Pasien mengeluhkan epigastric pain dan disfagia sejak 10 hari yang lalu dengan hasil Pasien mengeluhkan epigastric pain dan disfagia sejak 10 hari yang lalu dengan hasil VCT positif reaktif.

VCT positif reaktif.

RPD: Hipertensi (-), diabetes mellitus (-), batuk lama (-), tranfusi darah (-) RPD: Hipertensi (-), diabetes mellitus (-), batuk lama (-), tranfusi darah (-) RPK: (-)

RPK: (-)

RPO: terapi selama di puskesmas tanggul dan RS. Jatiroto RPO: terapi selama di puskesmas tanggul dan RS. Jatiroto Pemeriksaan fisik ditemukan:

Pemeriksaan fisik ditemukan: o

o KeKeadadaan aan umumumum : : lelemamahh o

o KKeessaaddaarraann : : ccoommppoossmmeennttiiss o

o VVitital al ssigignn : t: tekek. d. dararah: ah: 8080/ 6/ 60 m0 mmmHHgg nadi

nadi : : 84 84 x/ x/ menitmenit RR

RR : : 24 24 x/menitx/menit Suhu

Suhu : : 3636ooCC o

o KeKepapala lla leheherer : an: anememisis, ka, kandndididiaiasisis ors oralal, dan r, dan radadanang tog tonsnsilil o

o ThorThoraxax : barr: barrel cheel chest, pest, pemermeriksaiksaan laian lainnya dannya dalam balam batas notas normarmall o

o AAbbddoommeenn : : ddaallaam m bbaattaas s nnoorrmmaall o

o EEkkssttrreemmiittaass : : ddaallaam m bbaattaas s nnoorrmmaall S

Sttaattuus s ggiizzii : : bbaaiik  k   Pem

Pemerieriksaaksaan n penpenunjaunjangng : anemia: anemia, , hiphipoaloalbumbumineminemia.ia. 2.6

2.6 DiaDiagnognosis ksis kerja erja dan dan diagdiagnosinosis bas bandinndingg Di

Diagagnosnosis keis kerjrjaa : AI: AIDS sDS statadiudium II kam II katetegorgori B dengi B dengan epan epigigasastrtrium pium paiain dan cn dan candandidiidiasasisis oral.

oral. Diagnos

Diagnosis banis bandingding : candi: candidiasis diasis esofageesofageal, ulkus al, ulkus peptipeptikum, Tkum, TB paru.B paru. 2

2.7.7 PPllaannnniinngg 2.

(10)

•Pemeriksaan foto rontgen thorax PAPemeriksaan foto rontgen thorax PA

Gambar foto thorax PA (11 Desember 2010) Gambar foto thorax PA (11 Desember 2010)

Gambaran radiologik: Gambaran radiologik: •

•Marker dan identitas jelasMarker dan identitas jelas •

•Teknis foto posisi PA, inspirasi cukupTeknis foto posisi PA, inspirasi cukup •

•Soft tissue: dalam batas normalSoft tissue: dalam batas normal •

•Bone: scapula terbuka kurang lebar, tidak nampak fraktur Bone: scapula terbuka kurang lebar, tidak nampak fraktur  •

•Airway: trachea di tengah, tidak ada deviasiAirway: trachea di tengah, tidak ada deviasi •

•Cartilago: tidak nampak gambaran kalsifikasi/ sklerotik Cartilago: tidak nampak gambaran kalsifikasi/ sklerotik 

• •Cor:Cor: 10 10 1,3 + 5,3 1,3 + 5,3 28,6 28,6

(11)

o

o CTR: CTR: x x 100 100 % % = = 23,07 23,07 %%

o

o Sudut cardiofrenikus dextra dan sinistra tajamSudut cardiofrenikus dextra dan sinistra tajam o

o Aortic knob tidak melebar Aortic knob tidak melebar  o

o Pinggang jantung dalam batas normalPinggang jantung dalam batas normal •

•PulmoPulmo o

o Sinus costofrenicus dextra et sinistra tajamSinus costofrenicus dextra et sinistra tajam o

o Paru pada hemithorax dextra terdapat peningkatan corakan bronkovaskuler Paru pada hemithorax dextra terdapat peningkatan corakan bronkovaskuler  terutama di bagian hilus. Sedangkan hemithorax sinistra tidak.

terutama di bagian hilus. Sedangkan hemithorax sinistra tidak. o

o Tidak ditemukan pelebaran hilusTidak ditemukan pelebaran hilus o

o Terdapat pelebaran inter-costa-space (ICS) pada hemithorax dextra maupunTerdapat pelebaran inter-costa-space (ICS) pada hemithorax dextra maupun sinistra.

sinistra. o

o Diafragma dalam batas normalDiafragma dalam batas normal Kesan

Kesan:: o

o Cor : dalam batas normalCor : dalam batas normal o

o Pulmo : terdapat proses peradangan brokus maupun bronkiolus respiratorik padaPulmo : terdapat proses peradangan brokus maupun bronkiolus respiratorik pada hemithorax dextra lobus inferior dan sebagian lobus medius.

hemithorax dextra lobus inferior dan sebagian lobus medius. 2.

2.7.7.22 PlPlanannining ng teterarapipi

Infus RL : D5% = 2 : 1 (20 tpm) Infus RL : D5% = 2 : 1 (20 tpm) In

Inj. j. CeCefofotataxixime me 1 g1 grr 3 d3 dd I d I (i(iv)v) IInnjj. . AAnnttrraaiin n aammpp 3 3 ddd d I I ((iivv)) IInnjj. . RRaanniittiiddiin n aammpp 3 3 ddd d I I ((iivv)) 2.

2.7.7.33 PlPlanannining ng momoninitotoriringng •

•Evaluasi tanda-tanda vitalEvaluasi tanda-tanda vital

•Evaluasi komplikasi (TB paru, meningitis TB, diare, dehidrasi)Evaluasi komplikasi (TB paru, meningitis TB, diare, dehidrasi)

2.

2.7.7.44 PlPlanannining ng ededukukasasii •

•Menjelaskan pada pasien mengenai penyakitnya, penularan, komplikasi dan menghindariMenjelaskan pada pasien mengenai penyakitnya, penularan, komplikasi dan menghindari faktor-faktor yang dapat memperberat kondisinya.

faktor-faktor yang dapat memperberat kondisinya. •

•Menjelaskan pada pasien mengenai pentingnya kontrol, dan berobat.Menjelaskan pada pasien mengenai pentingnya kontrol, dan berobat. •

(12)

2 2.8.8 FFoolllloow w uupp  Kondisi   Kondisi   pasien  pasien 1 100//1122//2200111 1 1111//1122//22001111 Ke

Kelluuhahann DeDemmam am (-(-) b) batatuk uk (+(+) d) dahahak ak (-(-) d) dararah ah (-(-)),,  pilek (-), sesak (-), mual (+) muntah (-),n  pilek (-), sesak (-), mual (+) muntah (-),nyeriyeri  perut epigastrium (+), BAB 1x, padat

 perut epigastrium (+), BAB 1x, padat,, kuning, lendir(-), darah (-). BAK 3x,

kuning, lendir(-), darah (-). BAK 3x, kuning,kuning, @1/2 gelas aqua.

@1/2 gelas aqua.

Dada sakit seperti

Dada sakit seperti ditusuk-tusditusuk-tusuk sebelahuk sebelah kiri bawah; perut masih sakit melilit, batuk  kiri bawah; perut masih sakit melilit, batuk  (+) kering, susah menelan dan lidah terasa (+) kering, susah menelan dan lidah terasa  pahit. Tidak BAB dan BAK dal

 pahit. Tidak BAB dan BAK dalam batasam batas normal normal T Teekk. . ddaarraah h 8855//660 0 mmmmHHgg 9900//6600mmmmHHgg  Nadi  Nadi 8484 6868 R RRR 2424 2200 S Suuhhuuttuubbuuhh 3366,,55 3366,,44 Kepala/ Kepala/ leher  leher  a/i/c/d : +/-/-/-; pembesaran KGB (-); a/i/c/d : +/-/-/-; pembesaran KGB (-);  pernafasan cuping hidun

 pernafasan cuping hidung (-), candidiasisg (-), candidiasis oral (+)

oral (+)

a/i/c/d : -/-/-/-; pembesaran KGB (-); a/i/c/d : -/-/-/-; pembesaran KGB (-);  pernafasan cuping hidu

 pernafasan cuping hidung (-), candidiasisng (-), candidiasis oral (+) oral (+) Thorax: Thorax: Cor : Cor :

II IIc c ttaak k nnaammppaakk IIc c ttaak k nnaammppaak  k   P

P IIc c ttaak k tteerraabbaa IIc c ttaak k tteerraabbaa P

P RReedduup p IICCS S IIII--IIIII I PPSSL L ddeexxttrraa; ; hhiinngggga a IICCS S IIIIII--V MCL sinistra.

V MCL sinistra.

Redup ICS II-III PSL dextra; hingga ICS Redup ICS II-III PSL dextra; hingga ICS III-V MCL sinistra.

III-V MCL sinistra. A

A SS11SS2 2 ttuunnggggaall, , rreegguulleerr, , ggaalllloop p ((--)), , eexxttrraa systole (-), murmur (-).

systole (-), murmur (-).

S1S2 tunggal, reguler, gallop (-), extra S1S2 tunggal, reguler, gallop (-), extra systole (-), murmur (-).

systole (-), murmur (-). Pulmo :

Pulmo :

II SSiimmeettrriiss, , kkeettiinnggggaallaan n ggeerraak k ((--)), , rreettrraakkssi i ((--)).. SSiimmeettrriiss, , kkeettiinnggggaallaan n ggeerraak k ((--)), , rreettrraakkssi i ((--)).. P

P FFrreemmiittuus s rraabba a NN//NN FFrreemmiittuus s rraabba a NN//NN P

P SSoonnoorr++//++ SSoonnoorr++//++ A

A VVeessiikkuulleer (r (++//++)), w, whheeeezziinng (g (--//--)), r, rhhoonnkki (i (--//--)) VVeessiikkuulleer (r (++//++)), w, whheeeezziinng (g (--//--)), r, rhhoonnkki (i (--//--)) Abdomen

Abdomen

II DDaattaarr DDaattaarr   

A

A BBU U ((++) ) nnoorrmmaal l 1155xx//mmeenniitt BBU U ((++) ) nnoorrmmaal l 1133xx//mmeenniitt P

P TTiimmppaannii, , sshhiiffttiinng g dduullllnneesss s ((--)) TTiimmppaannii, , sshhiiffttiinng g dduullllnneesss s ((--)) P

P SSooeeppeell, , nnyyeerri i tteekkaan n ((--)).. SSooeeppeell, , nnyyeerri i tteekkaan n ((--)).. Ekstremitas

Ekstremitas Akral Akral hangat hangat +/++/+ Oedem Oedem -/-Akral hangat +/+ Akral hangat +/+ Oedem Oedem -/-D

Diiaaggnnoossiiss B2B20 0 ddeennggan an ssuussp. p. TTBB  paru,disfagia,candidiasi  paru,disfagia,candidiasis orals oral

B20 dengan susp. TB B20 dengan susp. TB  paru,disfagia,candidias  paru,disfagia,candidiasis oralis oral

12 12

(13)

T

Teerraappii IInnffuus s RRL L : : DD55% % = = 2 2 : : 1 1 ((220 0 ttppmm)) In

Inj. j. CeCefofottaxaximime 1 e 1 grgr 3 d3 dd d I (I (iviv)) IInnjj. . AAnnttrraaiin n aammpp 3 3 ddd d I I ((iivv)) IInnjj. . RRaanniittiiddiin n aammpp 3 3 ddd d I I ((iivv))

Infus RL : D5% = 2 : 1 (20 tpm) Infus RL : D5% = 2 : 1 (20 tpm) Inj. cotrimoxazole 1 gr 3 dd I (iv) Inj. cotrimoxazole 1 gr 3 dd I (iv) IInnjj. . AAnnttrraaiin n aammpp 3 3 ddd d I I ((iivv)) IInnjj. . RRaanniittiiddiin n aammpp 3 3 ddd d I I ((iivv)) Fluconazole 2 dd II

Fluconazole 2 dd II Gentian violet Gentian violet

Konsul paru dan klinik VCT Konsul paru dan klinik VCT

 Kondis  Kondisi i   pasien  pasien 1 122//1122//2200111 1 1133//1122//22001111 Ke

Keluluhahann TiTidadak k pupusisingng, , titidadak k nynyereri i dadadada, , lilidadah h teterarasasa  pahit sudah ber

 pahit sudah berkurang, perut tidak melilitkurang, perut tidak melilit.. BAB 2x dalam batas normal, BAK 4x BAB 2x dalam batas normal, BAK 4x dalam batas normal

dalam batas normal

Tidak pusing, tidak nyeri dada, lidah terasa Tidak pusing, tidak nyeri dada, lidah terasa  pahit sudah berkur

 pahit sudah berkurang, perut tidak melilit.ang, perut tidak melilit. BAB 1x dalam batas normal, BAK 3x BAB 1x dalam batas normal, BAK 3x dalam batas normal

dalam batas normal T Teekk. . ddaarraah h 9900//6600mmmmHHgg 8800//6600mmmmHHgg  Nadi  Nadi 7676 8080 R RRR 2244 2200 S Suuhhuuttuubbuuhh 3366,,55 3366,,44 Kepala/ Kepala/ leher  leher  a/i/c/d : -/-/-/-; pembesaran KGB (-); a/i/c/d : -/-/-/-; pembesaran KGB (-);  pernafasan cuping hi

 pernafasan cuping hidung (-), candidiasisdung (-), candidiasis oral (+)

oral (+)

a/i/c/d : -/-/-/-; pembesaran KGB (-); a/i/c/d : -/-/-/-; pembesaran KGB (-);  pernafasan cuping hidun

 pernafasan cuping hidung (-), candidiasisg (-), candidiasis oral (+) oral (+) Thorax: Thorax: Cor : Cor :

II IIc c ttaak k nnaammppaakk IIc c ttaak k nnaammppaak  k   P

P IIc c ttaak k tteerraabbaa IIc c ttaak k tteerraabbaa P

P RReedduup p IICCS S IIII--IIIII I PPSSL L ddeexxttrraa; ; hhiinngggga a IICCSS III-V MCL sinistra.

III-V MCL sinistra.

Redup ICS II-III PSL dextra; hingga ICS Redup ICS II-III PSL dextra; hingga ICS III-V MCL sinistra.

III-V MCL sinistra. A

A SS11SS2 2 ttuunnggggaall, , rreegguulleerr, , ggaalllloop p ((--)), , eexxttrraa systole (-), murmur (-).

systole (-), murmur (-).

S1S2 tunggal, reguler, gallop (-), extra S1S2 tunggal, reguler, gallop (-), extra systole (-), murmur (-).

systole (-), murmur (-). Pulmo :

Pulmo :

II SSiimmeettrriiss, k, keettiinnggggaallaan gn geerraak (k (--)), r, reettrraakkssi i ((--)).. SSiimmeettrriiss, k, keettiinnggggaallaan gn geerraak (k (--)), r, reettrraakkssi (i (--)).. P

P FFrreemmiittuus s rraabba a NN//NN FFrreemmiittuus s rraabba a NN//NN P

P SSoonnoorr++//++ SSoonnoorr++//++ A

A VVeessiikkuulleer (r (++//++)), w, whheeeezziinng (g (--//--)), r, rhhoonnkki (i (--//--)) VVeessiikkuulleer (r (++//++)), w, whheeeezziinng (g (--//--)), r, rhhoonnkki (i (--//--)) Abdomen

Abdomen

II DDaattaarr DDaattaarr   

A

A BBU U ((++) ) nnoorrmmaal l 2200xx//mmeenniitt BBU U ((++) ) nnoorrmmaal l 1111xx//mmeenniitt P

P TTiimmppaannii, , sshhiiffttiinng g dduullllnneesss s ((--)) TTiimmppaannii, , sshhiiffttiinng g dduullllnneesss s ((--)) P

P SSooeeppeell, , nnyyeerri i tteekkaan n ((--)).. SSooeeppeell, , nnyyeerri i tteekkaan n ((--)).. Ekstremitas

Ekstremitas Akral Akral hangat hangat +/++/+ Oedem Oedem -/-Akral hangat +/+ Akral hangat +/+ Oedem Oedem -/-D

Diiaaggnnoossiiss BB220 0 ddeennggaan n ddiissffaaggiiaa,c,caannddiiddiiaassiis s oorraall B2B20 0 ddeennggan an ddiissfafaggiiaa,c,caannddiiddiiaassiis s oorraall T

Teerraappii IInnffuus s RRL L : : DD55% % = = 2 2 : : 1 1 ((220 0 ttppmm)) Inj. cotrimoxazole 1 gr 3 dd I (iv) Inj. cotrimoxazole 1 gr 3 dd I (iv) IInnjj. . AAnnttrraaiin n aammpp 3 3 ddd d I I ((iivv)) IInnjj. . RRaanniittiiddiin n aammpp 3 3 ddd d I I ((iivv))

Infus RL : D5% = 2 : 1 (20 tpm) Infus RL : D5% = 2 : 1 (20 tpm) Inj. cotrimoxazole 1 gr 3 dd I (iv) Inj. cotrimoxazole 1 gr 3 dd I (iv) IInnjj. . AAnnttrraaiin n aammpp 3 3 ddd d I I ((iivv)) IInnjj. . RRaanniittiiddiin n aammpp 3 3 ddd d I I ((iivv))

(14)

Fluconazole 2 dd II Fluconazole 2 dd II Gentian violet Gentian violet Fluconazole 2 dd II Fluconazole 2 dd II Gentian violet Gentian violet 14 14

(15)

 Kondis  Kondisi i   pasien  pasien 14/12/2011 14/12/2011 Ke

Keluluhahann TiTidadak puk pusisingng, ti, tidadak nyk nyereri dai dadada, li, lidadah teh terarasa psa pahahit sit sududah bah bererkukurarangng, pe, perurut tit tidadak mek melilililit.t. BAB 2x dalam batas normal, BAK 4x dalam batas normal

BAB 2x dalam batas normal, BAK 4x dalam batas normal Tek.

Tek. darah darah 80/60mmHg80/60mmHg  Nadi  Nadi 8080 R RRR 2200 S Suuhhu u ttuubbuuhh 3366,,66 Kepal

Kepala/ lehea/ leherr a/i/ca/i/c/d : -/-/-/d : -/-/-/-; pemb/-; pembesaran Kesaran KGB (-); pernGB (-); pernafasan cuafasan cuping hping hidunidung (-), candg (-), candidiasidiasis oral (+)is oral (+) Thorax:

Thorax: Cor : Cor :

II IIc c ttaak k nnaammppaak  k   P

P IIc c ttaak k tteerraabbaa P

P RReedduup p IICCS S IIII--IIIII I PPSSL L ddeexxttrraa; ; hhiinngggga a IICCS S IIIIII--V V MMCCL L ssiinniissttrraa.. A

A SS11SS2 2 ttuunnggggaall, , rreegguulleerr, , ggaalllloop p ((--)), , eexxttrra a ssyyssttoolle e ((--)), , mmuurrmmuur r ((--)).. Pulmo :

Pulmo :

II SSiimmeettrriiss, , kkeettiinnggggaallaan n ggeerraak k ((--)), , rreettrraakkssi i ((--)).. P

P FFrreemmiittuus s rraabba a NN//NN P

P SSoonnoor r ++//++ A

A VVeessiikkuulleer r ((++//++)), , wwhheeeezziinng g ((--//--)), , rrhhoonnkki i ((--//--)) Abdomen

Abdomen

II DDaattaarr    A

A BBU U ((++) ) nnoorrmmaal l 2200xx//mmeenniitt P

P TTiimmppaannii, , sshhiiffttiinng g dduullllnneesss s ((--)) P

P SSooeeppeell, , nnyyeerri i tteekkaan n ((--)).. Ekstremitas

Ekstremitas Akral Akral hangat hangat +/++/+ Oedem

Oedem -/-Di

Diagagnonosisiss B2B20 0 dedenngagan n ,d,disisfafagigia,a,cacandndididiaiasisis s ororalal T

Teerraappii IInnffuus s RRL L : : DD55% % = = 2 2 : : 1 1 ((220 0 ttppmm)) Inj. cotrimox

Inj. cotrimoxazole 1 gr azole 1 gr 3 dd I 3 dd I (iv)(iv) IInnjj. . AAnnttrraaiin n aammpp 3 3 ddd d I I ((iivv)) IInnjj. . RRaanniittiiddiin n aammpp 3 3 ddd d I I ((iivv)) Fluconazole 2 dd II

Fluconazole 2 dd II Gentian violet Gentian violet 2.

2.99 PPrrogognonossiiss •

•Dubia ad malamDubia ad malam

2.10

2.10 EvalEvaluasiuasi a.

a. Usulan : endoscopy abdomen, konsul dokter spesialis paru (susp.TB paru), cek CD4 danUsulan : endoscopy abdomen, konsul dokter spesialis paru (susp.TB paru), cek CD4 dan klinik VCT: pertimbangan memulai pemberian ARV

klinik VCT: pertimbangan memulai pemberian ARV  b.

 b. Hasil :Hasil :

-- PaParu : tru : tididak adak ada tea teraprapi khui khusus sus (ha(hasisil fol foto neto negagatitif)f)

(16)

-- Pemeriksaan endoskopi dan hitung CD4 tidak dilakukan.Pemeriksaan endoskopi dan hitung CD4 tidak dilakukan.

16 16

(17)

BAB

BAB III. III. PEMBAHASANPEMBAHASAN 1

1.. AAIIDDSS a.

a. TTininjajauauan pn pusustatakaka A

AIDIDS S (( Acquired Immun Acquired Immunodeficiodeficiency ency SyndromSyndromee) mer) merupaupakan kan seksekumpumpulaulan n gejagejalala  penyakit

 penyakit yg yg menunjumenunjukkan kkan kelemakelemahan/kerushan/kerusakan akan yg yg didapat didapat dari dari faktor faktor luar luar & & bukanbukan  bawaan

 bawaan yang yang sejak sejak lahir lahir atau atau kumpulkumpulan an gejala-ggejala-gejala ejala penyakipenyakit t infeksi infeksi atau atau keganasakeganasann te

tertrtententu u yayang ng titimbmbul ul sesebagbagai ai akiakibat bat memenurnurunnunnya ya dadaya ya tatahahan n tutubuh buh atatau au kekekebkebalalanan  penderi

 penderita.ta.

Penyebab AIDS adalah suatu retrovirus yang sejak tahun 1986 disebut

Penyebab AIDS adalah suatu retrovirus yang sejak tahun 1986 disebut Human Human  Immuno

 Immunodeficiendeficiency cy VirusVirus (H(HIVIV) ) atatas as rerekomkomenendasdasi i dadariri  Internat International ional CommiCommittee ttee onon Toxonomy of Viruses.

Toxonomy of Viruses. HIV termasuk dalam golongan Retrovirus berinti RNA (sebagianHIV termasuk dalam golongan Retrovirus berinti RNA (sebagian  besar virus

 besar virus lain lain adalah DNA) adalah DNA) dan dan mempmempunyai enzim unyai enzim bemamabemamareverse reverse transcritranscriptaseptase yangyang mampu mengubah kode genetik dari DNA ke RNA.Virus ini terdiri dari inti (

mampu mengubah kode genetik dari DNA ke RNA.Virus ini terdiri dari inti (corecore)) dengandengan lapisan luar bernama amplop (

lapisan luar bernama amplop (envelopeenvelope)) (Gambar 1).(Gambar 1).

Gambar 1

Gambar 1. Struktur anatomi HIV . Struktur anatomi HIV (Fauci, 2001).(Fauci, 2001).

 Envelope

 Envelope HIV berfungsi sebagai alat penting untuk menempelkan virus tersebutHIV berfungsi sebagai alat penting untuk menempelkan virus tersebut  pada

 pada sel sel induk induk (sel (sel hidup hidup yang yang diseradiserang, ng, biasanybiasanya a selsel T helper),T helper), kemudian melubangikemudian melubangi dinding sel induk tersebut.

dinding sel induk tersebut. EnvelopeEnvelope terdiri dari banyak komponen glikoprotein dan diterdiri dari banyak komponen glikoprotein dan di antaranya yang penting adalah gp 160, gp 140, gp 120. Pemberian nama masing-masing antaranya yang penting adalah gp 160, gp 140, gp 120. Pemberian nama masing-masing glikoprotein tersebut sesuai dengan berat molekulnya yang diukur menurut kiloDalton. glikoprotein tersebut sesuai dengan berat molekulnya yang diukur menurut kiloDalton.

(18)

Ide

Identifntifikasikasi i labolaboratratoriorik k terterhadahadap p proprofit fit gliglikoprkoproteotein in ini ini sangsangat at menmenunjaunjang ng diadiagnosgnosisis keberadaan

keberadaanenvelopeenvelope virus dalam tubuh manusia..virus dalam tubuh manusia.. Bagian inti (

Bagian inti (corecore)) HIV berfungsi penting untuk replikasi virus di dalam sel induk,HIV berfungsi penting untuk replikasi virus di dalam sel induk, terdiri dari beberapa komponen protein dan yang paling penting adalah p24, p16, p15 dan terdiri dari beberapa komponen protein dan yang paling penting adalah p24, p16, p15 dan enzim

enzim reverse reverse transcritranscriptase.ptase. Menurut Kuby J.Menurut Kuby J. (1996)(1996) Partikel HIV terdiri atasPartikel HIV terdiri atas inner coreinner core yang mengandung 2 untai DNA identik yang dikelilingi oleh selubung fosfolipid. Genon yang mengandung 2 untai DNA identik yang dikelilingi oleh selubung fosfolipid. Genon HIV mengandung gen

HIV mengandung gen envenvyang mengkode selubung glikoprotein, genyang mengkode selubung glikoprotein, gen gag  gag yang mengkodeyang mengkode  prote

 proteinin corecore yang terdiri dari protein p17 (BM 17.000) dan p24 (BM 24.000), dan genyang terdiri dari protein p17 (BM 17.000) dan p24 (BM 24.000), dan gen pol  pol  yang mengkode beberapa enzim yaitu :

yang mengkode beberapa enzim yaitu : reverse transcriptase,reverse transcriptase, integraseintegrase dandan proteas proteasee.. Enzim-enzim tersebut dibutuhkan dalam proses replikasi. Bagian paling infeksius dari HIV Enzim-enzim tersebut dibutuhkan dalam proses replikasi. Bagian paling infeksius dari HIV adal

adalah ah selselubunubung g gliglikoprkoproteotein in gp gp 120 (BM 120 (BM 120120.00.000) 0) dan dan gp gp 41 41 (BM 41.00(BM 41.000). Kedua0). Kedua glikoprotein tersebut sangat berperan pada perlekatan virus HIV dengan sel hospes pada glikoprotein tersebut sangat berperan pada perlekatan virus HIV dengan sel hospes pada  prose

 proses infekss infeksi.i.

 b.

 b. PatofisPatofisiologiiologi Vi

Virurus s AIAIDS DS (H(HIVIV) ) dapdapat at memengnghinhindar dar babahkahkan n mamampmpu u memelulumpmpuhkuhkan an sisiststemem kekebalan tubuh

kekebalan tubuh (immune system),(immune system), yaitu sistem pertahanan tubuh yang selalu timbul bilayaitu sistem pertahanan tubuh yang selalu timbul bila tubu

tubuh h dimdimasuasuki ki bendbenda a asiasing. ng. TargTarget et sel sel HIHIV V terterutamutama a adaladalah ah limlimfosfositit T helper,T helper, yangyang dikenal sebagai sel pemberi komando awal untuk memulai suatu rantai reaksi kekebalan dikenal sebagai sel pemberi komando awal untuk memulai suatu rantai reaksi kekebalan tubuh. Jika sel

T-tubuh. Jika sel T-helper helper ini lumpuh akibat infeksi HIV, maka sistem kekebalan tubuhpunini lumpuh akibat infeksi HIV, maka sistem kekebalan tubuhpun tidak melakukan reaksi imun dalam keadaan defisiensi. Akibatnya, penderita AIDS mudah tidak melakukan reaksi imun dalam keadaan defisiensi. Akibatnya, penderita AIDS mudah mendapat infeksi

mendapat infeksi oportuoportunistik nistik (misal(misalnyanya  Pneumo Pneumocystis cystis cariniicarinii,,  jamur) atau  jamur) atau bertambertambahbah  beratnya su

 beratnya suatu penyakiatu penyakit yang semult yang semula hanya ringan saja hanya ringan saja. Sehingga pada. Sehingga pada permula permulaan penyakiaan penyakitt  penderi

 penderita ta AIDS AIDS sulit sulit didiagndidiagnosis osis secara secara klinis, klinis, bahkan bahkan dapat dapat meninggmeninggal al tanpa tanpa diketadiketahuihui  penyakit

 penyakitnya. nya. PatogenePatogenesis sis HIV HIV dimuladimulai i pada pada saat saat virus virus masuk masuk ke ke dalam dalam suatu suatu sel sel induk induk  (limfosit

(limfosit T helper T helper )).. RNA dari

RNA dari HIV mulai HIV mulai memmembentbentuk uk DNA dalam DNA dalam strstruktuuktur r yang belum yang belum semsempurpurna,na, disebut proviral DNA, yang akan berintegrasi dengan

disebut proviral DNA, yang akan berintegrasi dengan genome genomesel induk secara laten (lama).sel induk secara laten (lama). Kar

Karena ena DNDNA A dardari i HIHIV V berbergabugabung/ing/intentegragrasi si dengdenganan genom genomee sel sel induknya (limfositinduknya (limfosit T T  helper)

helper) maka setiamaka setiapkalpkali i sel sel induinduk k berberkemkembang biak, bang biak, genogenom m HIV terseHIV tersebut but selselalu alu ikutikut memperbanyak diri dan akan tetap dibawa oleh sel induk ke generasi berikutnya. Oleh memperbanyak diri dan akan tetap dibawa oleh sel induk ke generasi berikutnya. Oleh

18 18

(19)

karena itu

karena itu dapat dianggap bahwa sekali mendapat infeksi virus AIDS maka dapat dianggap bahwa sekali mendapat infeksi virus AIDS maka orang tersebutorang tersebut selama hidupnya akan terus terinfeksi virus, sampai suatu saat mampu membuat kode dari selama hidupnya akan terus terinfeksi virus, sampai suatu saat mampu membuat kode dari messeng

messenger er RNARNA (ce(cetakatakan n pempembuat buat gengen) ) dan dan mulmulai ai menmenjaljalankaankan n proproses ses pengpengembembanganganan  partik

 partikel virus AIDel virus AIDS generasi barS generasi baru yang mampu ke lu yang mampu ke luar dan sel induk dauar dan sel induk dan mulai menyen mulai menyerangrang sel tubuh lainnya untuk menimbulkan gejala umum penyakit AIDS

sel tubuh lainnya untuk menimbulkan gejala umum penyakit AIDS..

Setelah HIV masuk ke dalam tubuh, perjalanan penyakit AIDS dimulai dengan Setelah HIV masuk ke dalam tubuh, perjalanan penyakit AIDS dimulai dengan masa induksi (

masa induksi (window period window period )) , , yaitu penderita masih tampak sehat, dan hasil pemeriksaanyaitu penderita masih tampak sehat, dan hasil pemeriksaan darah juga masih negatif, Setelah 2–3 bulan,perjalanan penyakit dilanjutkan dengan masa darah juga masih negatif, Setelah 2–3 bulan,perjalanan penyakit dilanjutkan dengan masa inku

inkubasibasi, , yaityaitu u pendpenderierita ta masmasih ih tamtampak sehatpak sehat, , setsetapi kalau darah api kalau darah penpenderderita kebetuita kebetulanlan diperiksa (test ELISA dan

diperiksa (test ELISA dan Western Blot)Western Blot) maka hasilnya sudah positif. Lama masa inkubasimaka hasilnya sudah positif. Lama masa inkubasi  bisa

 bisa 5–10 5–10 tahun tahun tergatergantung ntung umur umur (bayi (bayi lebih lebih cepat) cepat) dan dan cara cara penularpenularan an penyakit penyakit (lewat(lewat transfusi atau hubungan seks). Kemudian penderita masuk ke masa gejala klinik berupa transfusi atau hubungan seks). Kemudian penderita masuk ke masa gejala klinik berupa ARC

ARC (AIDS Related (AIDS Related CompComplex)lex) sepseperterti i mismisalnalnya ya : : penpenuruurunan nan berberat at badbadan, an, diadiare) re) dandan akhirnya dilanjutkan dengan gejala AIDS berupa infeksi oportunistik seperti TBC, jamur, akhirnya dilanjutkan dengan gejala AIDS berupa infeksi oportunistik seperti TBC, jamur, kanker kulit, gangguan saraf dan lain-lain sampai meninggal.

kanker kulit, gangguan saraf dan lain-lain sampai meninggal. Pe

Perjrjalalananan an pepenynyakakit it AIAIDS DS bebelulum m didikeketatahuhui i dedengngan an papaststi. i. MMasasa a ininkukubabasisi diperkirakan 5 tahun atau lebih. Diperkirakan bahwa sekitar 25% dari orang yang terinfeksi diperkirakan 5 tahun atau lebih. Diperkirakan bahwa sekitar 25% dari orang yang terinfeksi akan menunjukkan gejala AIDS dalarn 5 tahun pertama. Sekitar 50% dari yang terinfeksi akan menunjukkan gejala AIDS dalarn 5 tahun pertama. Sekitar 50% dari yang terinfeksi dal

dalam am 10 10 tatahun hun pepertrtamama a akakan an memendandapat pat AIAIDSDS. . FaFaktoktor-r-fafaktktor or yayang ng memempmpenengagaruruhihi terjadinya AIDS pada orang yang seropositif belum diketahui dengan jelas. Menurunnya terjadinya AIDS pada orang yang seropositif belum diketahui dengan jelas. Menurunnya limfosit T4 di bawah 200 per ml. berarti prognosis.yang buruk. Diperkirakan bahwa infeksi limfosit T4 di bawah 200 per ml. berarti prognosis.yang buruk. Diperkirakan bahwa infeksi HIV

HIV yang yang berberulanulang g dan dan pempemapaaparan ran terterhadahadap p infinfekseksi-ii-infeknfeksi si lailain n memmempunpunyai yai perperanananan  penting.

 penting. MortaMortalitas litas pada pada penderpenderita ita AIDS AIDS yang yang sudah sudah sakit sakit lebih lebih dari dari 5 5 tahun tahun mendekmendekatiati 100%. Survival

100%. Survival pender penderita AIDita AIDS rata-rS rata-rata ialaata ialah 1– 2 tahun.h 1– 2 tahun.

cc.. DDiiaaggnnoossiiss

Diagnosis ditegakkan berdasarkan manifestasi klinis dan pemeriksaan laboratoris. Diagnosis ditegakkan berdasarkan manifestasi klinis dan pemeriksaan laboratoris. Untu

Untuk k menmenententukan ukan adaadanya nya infeinfeksi ksi HIHIV V sebsebelum menjadelum menjadi i AIDAIDS S tidatidak k mudmudah ah karkarenaena individu yang terpapar masih asimtomatik, yang secara klinis tidak mudah dikenali.

individu yang terpapar masih asimtomatik, yang secara klinis tidak mudah dikenali.

Diagnosis pasti ditegakkan dengan melakukan pemeriksaan laboratorium mulai dari Diagnosis pasti ditegakkan dengan melakukan pemeriksaan laboratorium mulai dari uji penapisan dengan penentuan adanya antibodi anti-HIV, misalnya dengan ELISA yang uji penapisan dengan penentuan adanya antibodi anti-HIV, misalnya dengan ELISA yang

(20)

kemudian dilanjutkan dengan uji kepastian dengan pemeriksaan lebih spesifik yaitu dengan kemudian dilanjutkan dengan uji kepastian dengan pemeriksaan lebih spesifik yaitu dengan Wes

Westertern n blotblot. . Uji Uji weswestertern n bloblot t leblebih ih spespesifsifik ik karkarena ena mammampu pu menmendetdetekseksi i komkomponeponen- n-ko

kompmponeonen n yanyang g teterkrkandandung ung papada da HIHIV, V, antantarara a lalain in gpgp120120, , gpgp4141, , p2p24. 4. UnUntutuk k negnegararaa  berkemb

 berkembang ang seperseperti ti IndonesIndonesia ia mengingmengingat at uji Western blot uji Western blot belum merata belum merata dilakudilakukan kan secarasecara rut

rutin, in, makmaka a WHWHO O mengmenganjuanjurkarkan n pempemerieriksaaksaan n lablaboratoratoriuorium m dengdengan an tigtiga a metmetode ode yangyang  berbeda.

 berbeda. DikataDikatakan kan terinfeterinfeksi ksi HIV HIV apabilapabila a ketiga ketiga pemepemeriksaan riksaan laboratlaboratorium orium dari dari metodemetode yang berbeda-beda tersebut semuanya menunjukkan reaktif.

yang berbeda-beda tersebut semuanya menunjukkan reaktif.

Tabel 2

Tabel 2. Tes diagnostik untuk infeksi HIV. Tes diagnostik untuk infeksi HIV S

Skkrriinniinngg EEnnzzyymmee--lliinnkkeed id immmmuunnooaassssaay (y (EEIIAA, E, ELLIISSAA) u) unnttuuk Hk HIIVV--11, H, HIIV V--2, atau keduanya aglutinasi Latek untuk HIV-1

2, atau keduanya aglutinasi Latek untuk HIV-1 Ko

Konfnfirirmmasasi i WWesestterern n blblot ot (W(WBB) ) ununtutuk k HHIVIV-1 -1 dadan n HHIVIV-2-2  Indirect  Indirect  imm

immunounofluofluoresrescenccence e antantiboibody dy assaassayy (I(IFAFA) ) uuntntuk uk HHIIVV-1-1  Radioi

 Radioimmunopmmunoprecipitarecipitation anttion antibody aibody assayssay(RIPA) untuk HIV-1(RIPA) untuk HIV-1 L

Laaiinn--llaaiinn EELLIISSA uA unnttuuk Hk HIIVV--1 p1 p224 a4 annttiiggeen Pn Poollyymmeerraasse Ce Chhaaiin Rn Reeaaccttiioonn (PCR) untuk HIV-1

(PCR) untuk HIV-1 Berdasarkan

Berdasarkan WHO WorkshopWHO Workshop yang diadakan di Bangui, Republik Afrika Tengah,yang diadakan di Bangui, Republik Afrika Tengah, 22–24 Oktober 1985 telah disusun suatu definisi klinik AIDS untuk digunakan oleh 22–24 Oktober 1985 telah disusun suatu definisi klinik AIDS untuk digunakan oleh negara-negara yang tidak mempunyai fasilitas diagnostik laboratorium. Ketentuan tersebut adalah negara yang tidak mempunyai fasilitas diagnostik laboratorium. Ketentuan tersebut adalah sebagai berikut :

sebagai berikut : 1)

1) AIAIDS dicDS dicururigigai pada oraai pada orang dewang dewasa bilsa bila a ada palada paling seing sedikdikit dua gejit dua gejala mayala mayor danor dan satu gejala minor dan tidak terdapat sebab-sebab imunosupresi yang diketahui seperti satu gejala minor dan tidak terdapat sebab-sebab imunosupresi yang diketahui seperti kanker, malnutrisi berat, atau etiologi lainnya.

kanker, malnutrisi berat, atau etiologi lainnya. Gejala mayor :

Gejala mayor :

aa.. PPeennuurruunnaan n bbeerraat t bbaaddaan n lleebbiih h ddaarri i 1100%%  b.

 b. Diare krDiare kronik lebonik lebih dari 1 ih dari 1 bulanbulan c.

c. DDememam am lelebibih dh darari 1 i 1 bubullan an (k(kononttininu u atatau au inintetermrmititeen)n).. Gejala minor :

Gejala minor :

aa.. BBaattuuk k lleebbiih h ddaarri i 1 1 bbuullaann  b.

 b. DermDermatitis pratitis pruritik uritik umumumum cc.. HHeerrppees s zzoosstteer r rreekkuurreennss

20 20

(21)

d

d.. CCaannddiiddiiaassiis s oorroo--ffaarriinngg ee.. LLiimmffaaddeennooppaatti i uummuumm f.

f. HHeerrppees ss simimpplleeks ks ddisiseemmiinanatta ya yaang ng krkrooninik pk prrooggrreessif if  2)

2) AIDAIDS dicurS dicurigaigai pada anak ( bili pada anak ( bila terdaa terdapat palpat paling seding sedikit duikit dua gejala gejala mayor dan dua gea mayor dan dua gejalajala minor dan tidak terdapat sebab imunosupresi yang diketahui seperti kanker, malnutrisi minor dan tidak terdapat sebab imunosupresi yang diketahui seperti kanker, malnutrisi  berat, at

 berat, atau etiolau etiologi lainnyaogi lainnya).). Gejala mayor :

Gejala mayor : a.

a. PePenunururunanan ben berrat bat badadan aan atatau peu pertrtumumbubuhahan ln lamambabat yt yanang ag abnbnorormamall  b.

 b. Diare krDiare kronik lebonik lebih dari 1 ih dari 1 bulanbulan cc.. DDeemmaam m lleebbiih h ddaarri i 1 1 bbuullaann Gejala minor :

Gejala minor :

aa.. LLiimmffaaddeennooppaatti i uummuumm  b.

 b. CandidiaCandidiasis orsis oro-fario-faringng c.

c. IInfnfekeksi si umumum um yayang ng beberrululanang (g (ototititisis, f, fararininggititisis, d, dsbsb).). d

d.. BBaattuuk k ppeerrssiisstteenn ee.. DDeerrmmaattiittiis s uummuumm ff.. IInnffeekkssi i HHIIV V mmaatteerrnnaall d.

d. KlaKlasifsifikasikasi dan manifei dan manifestastasi klinsi klinisis Menu

Menurut rut WHWHO O (20(2002) 02) manmanifesifestastasi i kliklinis nis pendpenderierita ta HIHIV/ V/ AIDAIDS S dewdewasa asa dibdibagiagi menjadi empat stadium, yaitu:

menjadi empat stadium, yaitu: Stadium I:

Stadium I: 1

1.. aassiimmttoommaattiik  k   2.

2. llimimffaadedenonoppaatti gi geenenerralaliissaatta pa peerrssisistteenn

Dengan penampilan klinis derajat 1: asimtomatik dan aktifitas normal. Dengan penampilan klinis derajat 1: asimtomatik dan aktifitas normal. Stadium II:

Stadium II: 1

1.. ppeennuurruunnaan n bbeerraat t bbaaddaan n < < 1100%% 2.

2. mamanifnifesestatasi si mumukokoututaneaneus mus minoinor (r (dedermrmatatititis is seseborborrereic, ic, prpruriurigogo, in, infefeksi ksi jajamumur r   pada kuku

 pada kuku, ulser, ulserasi pada asi pada mulut bmulut berulang, cerulang, cheilitiheilitis angulars angularis)is) 3.

3. HHeerrppees s zozosstteerr, , dadallam am 5 5 ttaahuhun n tteerraakkhihir r  4.

(22)

Dengan penampilan klinis derajat 2: simtomatik, aktivitas normal. Dengan penampilan klinis derajat 2: simtomatik, aktivitas normal. Stadium III:

Stadium III: 1

1.. PPeennuurruunnaan bn beerraat t bbaaddaan > n > 1100%% 2.

2. DiDiarare e krkrononik ik dedengngan an pepenynyebebab ab yayang ng titidadak k jejelalas s > > 1 1 bubulalann 3.

3. Demam tanpa penyebab yang jelas (Demam tanpa penyebab yang jelas (intermittent intermittent atau menetap) > 1 bulanatau menetap) > 1 bulan 4

4.. KKaannddiiddiiaassiis s oorraall 5.

5. TTububeerrkukulloossiis ps paarru du dalalam am 1 t1 taahuhun tn teerraakhkhiir r  6.

6. TeTeririnfnfekeksi si babaktktereri i beberarat t (p(pneneumumononiaia, , pipiomomioiosisititis)s)

Dengan atau penampilan klinis derajat 3: berbaring di tempat tidur < 50% sehari dalam Dengan atau penampilan klinis derajat 3: berbaring di tempat tidur < 50% sehari dalam satu bulan terakhir.

satu bulan terakhir. Stadium IV:

Stadium IV: 1.

1.  HIV wasting  HIV wasting syndromsyndromee 2.

2.  Pneumonia pneum Pneumonia pneumocystocystic cariniic cariniii 3

3.. IInnffeekkssi i ttookkssooppllaassmmoossiis s ddi i oottaak k  4.

4. DDiiaare re kakarreena na ccrryyppttososppoorriididiososiis > s > 1 b1 bululaann 5

5.. IInnffeekkssi i ssiittoommeeggaalloovviirruuss 6.

6. InInfefeksksi Hi Hererpepes ss simimplplekeks, s, mamaupupun un mumukokokukutataneneus us > 1 > 1 bubulalan.n. 7.

7. Infeksi mikosis (Infeksi mikosis (histoplasmosishistoplasmosis,,coccidioidomycosis))coccidioidomycosis 8.

8. KKanandidididiasasis eis esosofafaggusus, tr, trakakeaea, br, brononkukus ms mauaupupun pan paruru.. 9.

9. Infeksi mikobakteriosisInfeksi mikobakteriosisatypical atypical  1

100.. SSeeppssiiss 1

11.1. TTububeerrkukulloossiis eks ekssttrraappululmmononeer r  1

122.. LLiimmffoomma a mmaalliiggnnaa 1

133.. SSaarrkkoomma a kkaappoossii 1

144.. EEnnsseeppaallooppaatti i HHIIVV

Dengan penampilan klinis derajat 4: berada di tempat tidur, > 50% setiap hari bulan-bulan Dengan penampilan klinis derajat 4: berada di tempat tidur, > 50% setiap hari bulan-bulan terakhir.

terakhir. Sist

Sistem em klaklasifsifikasikasi i CDC pasieCDC pasien n dengdengan an infeinfeksi ksi HIV baik HIV baik padpada a remremaja aja maumaupunpun dewasa didasarkan pada kondisi klinis yang berhubungan dengan infeksi HIV dan jumlah dewasa didasarkan pada kondisi klinis yang berhubungan dengan infeksi HIV dan jumlah limfosit CD4+ T. Sistem berdasarkan pada 3 bagian menurut hitung CD4+ T limfosit dan limfosit CD4+ T. Sistem berdasarkan pada 3 bagian menurut hitung CD4+ T limfosit dan kategori klinis.

kategori klinis.

22 22

(23)

Tabel 3

Tabel 3. Klasifikasi CDC (1993) untuk penderita HIV/ AIDS.. Klasifikasi CDC (1993) untuk penderita HIV/ AIDS.

Hitung CD4 Hitung CD4 Kategori Kategori A A

infeksi HIV asimtomatis, infeksi HIV asimtomatis,

akut (primer), PGL akut (primer), PGL B B Kondisi klinis Kondisi klinis non A, non C non A, non C C C Indikator kondisi Indikator kondisi AIDS AIDS > > 550000sseell//mmmm33 AA11 BB11 CC11 200-500 200-500 sel/mm3 sel/mm3 AA22 BB22 CC22 < < 220000sseell//mmmm33 AA33 BB33 CC33 Tabel 4.

Tabel 4. Kategori klinis infeksi HIVKategori klinis infeksi HIV Kategori klinis infeksi HIV

Kategori klinis infeksi HIV

Kategori A

Kategori A:: terdiri dari satu atau lebih kondisi yang ada di daftar di bawah ini baik padaterdiri dari satu atau lebih kondisi yang ada di daftar di bawah ini baik pada dewasa maupun remaja dengan riwayat infeksi HIV. Tidak terdapat kondisi yang ada di dewasa maupun remaja dengan riwayat infeksi HIV. Tidak terdapat kondisi yang ada di kategori B maupun C.

kategori B maupun C. Infeksi HIV asimtomatis Infeksi HIV asimtomatis  Persist

 Persistent geneent generalized ralized lymphadelymphadenopathynopathy Infe

Infeksi ksi akut (primakut (primer) er) HIHIV V yang yang berbersamsamaan aan dengdengan an munmunculculnya nya penypenyakiakit t atau atau adanadanyaya riwayat infeksi HIV akut

riwayat infeksi HIV akut

Kategori B:

Kategori B: terdiri dari kondisi yang simtomatis pada pasien yang terinfeksi HIV baik terdiri dari kondisi yang simtomatis pada pasien yang terinfeksi HIV baik   pada remaja maupun dewasa yang

 pada remaja maupun dewasa yang tidak termasutidak termasuk k dalam kategori klinis C dan dalam kategori klinis C dan sedikitsedikitnyanya terdapat satu dari kriteria berikut:

terdapat satu dari kriteria berikut:

(1) kondisi yang berhubungan dengan infeksi HIV atau menunjukkan adanya kerusakan (1) kondisi yang berhubungan dengan infeksi HIV atau menunjukkan adanya kerusakan  pada

 pada imunitimunitas as yang yang diperadiperantarai ntarai sel sel ((cell-mecell-mediated diated immuniimmunityty); atau (2) kondisi yang); atau (2) kondisi yang dianggap oleh dokter memiliki rangkaian perjalanan klinis atau kebutuhan penanganan dianggap oleh dokter memiliki rangkaian perjalanan klinis atau kebutuhan penanganan komplikasi infeksi HIV. Berikut beberapa contoh yang terlibat, tetapi tidak terbatas pada komplikasi infeksi HIV. Berikut beberapa contoh yang terlibat, tetapi tidak terbatas pada hal-hal berikut:

hal-hal berikut:  Bacillary

 Bacillary angiomangiomatosisatosis,,

Candidiasis, oropharyngeal (thrush, Candidiasis, oropharyngeal (thrush, Candidiasis, vulvovaginal 

Candidiasis, vulvovaginal ; persisten, sering, atau tidak efektif pada terapi,; persisten, sering, atau tidak efektif pada terapi, Cervicaldysplasia

Cervicaldysplasia(sedang atau berat)/(sedang atau berat)/cervical carcinoma in situcervical carcinoma in situ Constitutional symptoms

Constitutional symptoms, seperti demam (38.5, seperti demam (38.5ooC) atau diare sedikitnya > 1 bulanC) atau diare sedikitnya > 1 bulan  Hairy leu

 Hairy leukoplakikoplakiaa, oral, oral  Herpes

 Herpes zostezoster r (( shingl shingleses), yang melibatkan sedikitnya dua episode yang jelas atau lebih), yang melibatkan sedikitnya dua episode yang jelas atau lebih dari satu daerah dermatom

dari satu daerah dermatom  Idiopa

 Idiopathic throthic thrombocytmbocytopenic popenic purpuraurpura  Listeri

 Listeriosisosis  Pelvic i

 Pelvic inflammnflammatory diatory diseasesease, terutama jika komplikasi dari tuboovarian, terutama jika komplikasi dari tuboovarian abscess

abscess  Periphera

 Peripheralneuropatlneuropathyhy

Kategori C

(24)

Candidiasis of bronchi, trachea

Candidiasis of bronchi, trachea, atau paru, atau paru Candidiasis, esophageal 

Candidiasis, esophageal  Cervical cancer, invasive Cervical cancer, invasive

Coccidioidomycosis, disseminated 

Coccidioidomycosis, disseminated atauatau extrapulmonaryextrapulmonary Cryptococcosis, extrapulmonary

Cryptococcosis, extrapulmonary Cryptosporidiosis

Cryptosporidiosis,,chronic intestinal chronic intestinal ( > 1 bulan durasi)( > 1 bulan durasi) Cytomegalovirus disease

Cytomegalovirus disease(selain hati, lien, maupun limfonodi)(selain hati, lien, maupun limfonodi) Cytomegalovirus retinitis

Cytomegalovirus retinitis (dengan gangguan visus)(dengan gangguan visus)  Encephal

 Encephalopathy, Hopathy, HIV-relatIV-related ed   Herpes

 Herpes simplesimplexx:: chrochronic nic ulceulcer r  (>(>1 1 bulbulan an durdurasasi)i); ; atatauau bronchitisbronchitis,,  pneumo pneumoniania, , atatauau esophagitis

esophagitis  Histo

 Histoplasmoplasmosis, dsis, dissemiisseminated nated atauatau extrapulmonaryextrapulmonary  Isosp

 Isosporiasioriasiss,,chronic intestinal chronic intestinal ( > 1 bulan durasi)( > 1 bulan durasi)  Kaposi

 Kaposi’s sarco’s sarcomama  Lympho

 Lymphoma, Burkima, Burkitt’stt’s  Lympho

 Lymphoma, primama, primaryry, pada otak , pada otak   Mycoba

 Mycobacterium acterium avium covium complexmplexatauatau M. kansa M. kansasiisii,,disseminated disseminated atauatauextrapulmonaryextrapulmonary  Mycoba

 Mycobacterium tcterium tuberculouberculosissis, (baik di dalam paru maupun, (baik di dalam paru maupunextrapulmonaryextrapulmonary))  Mycoba

 Mycobacteriumcterium, , spespesiesies s lailain n maumaupun pun spespesiesies s yang tidak yang tidak dikediketahutahui,i, disseminated disseminated  atauatau extrapulmonary

extrapulmonary  Pneumoc

 Pneumocystis ystis cariniicarinii pneumo pneumoniania  Pneumon

 Pneumonia, recurrenia, recurrent t   Progre

 Progressive mssive multifocultifocal leukoal leukoencephaloencephalopathypathy Salmonella septicemia, recurrent 

Salmonella septicemia, recurrent  Toxoplasmosis of brain

Toxoplasmosis of brain Wasting syndrome

Wasting syndrome oleh karena HIVoleh karena HIV  Pada kasu

 Pada kasus ini hanys ini hanya didapata didapatkan data skan data sebagai ebagai berikut:berikut:  Pasien

 Pasien mengalmengalami ami penurunan penurunan berat berat badan badan sekitar sekitar 7 7 %, %, dengan dengan keluhan keluhan sering sering  demam subfebris sejak 1 tahun yang lalu, terdapat infeksi saluran nafas berupa batuk  demam subfebris sejak 1 tahun yang lalu, terdapat infeksi saluran nafas berupa batuk  kering sejak 2 bulan yang lalu dengan hasil gambaran foto rontgen paru positif adanya kering sejak 2 bulan yang lalu dengan hasil gambaran foto rontgen paru positif adanya  proses

 proses inflaminflamasi asi di di bronkus bronkus dan dan negatif negatif untuk untuk TB TB paru. paru. Diare Diare tanpa tanpa sebab sebab yang yang jelasjelas hanya selama 2 hari dan sembuh. Pasien juga menderita candidiasis oral, sedangkan pada hanya selama 2 hari dan sembuh. Pasien juga menderita candidiasis oral, sedangkan pada integumen tidak ditemukan manifestasi dari penyakit jamur, herpes, gangguan perdarahan integumen tidak ditemukan manifestasi dari penyakit jamur, herpes, gangguan perdarahan maupun sarkoma kaposi. Pasien mengeluh nyeri perut di epigastrium tanpa penjalaran ke maupun sarkoma kaposi. Pasien mengeluh nyeri perut di epigastrium tanpa penjalaran ke bagian punggung sejak 10 hari yang lalu. Pemeriksaan perhitungan CD4 maupun ELISA bagian punggung sejak 10 hari yang lalu. Pemeriksaan perhitungan CD4 maupun ELISA tidak dilakukan, namun hanya pemeriksaan VCT dengan hasil positif. Aktivitas sehari-hari tidak dilakukan, namun hanya pemeriksaan VCT dengan hasil positif. Aktivitas sehari-hari tidak terganggu.

tidak terganggu.

Sehingga pada pasien ini hanya meliputi 1 gejala mayor dengan 2 gejala minor. Sehingga pada pasien ini hanya meliputi 1 gejala mayor dengan 2 gejala minor.  Berdasark

 Berdasarkan data yanan data yang didapag didapatkan, pasitkan, pasien masuk en masuk kriteria kriteria stadium stadium II, denII, dengan kateggan kategori B.ori B.

24 24

Gambar

Gambar foto thorax PA (11 Desember 2010)Gambar foto thorax PA (11 Desember 2010) Gambaran radiologik:

Referensi

Dokumen terkait

Humas atau public relations adalah sebuah fungsi manajemen yang dijalankan secara berkesinambungan dan berencana, dan melalui hal ini organisasi-organisasi dan lembaga, baik

Pengujian terhadap aktivitas antibakterial dari minyak atsiri kulit batang kayu manis terhadap pertumbuhan MRSA yang berasal dari susu sapi ini,

1 Tenaga kerja Balai Besar Riset Budidaya Laut dan Penyuluhan Perikanan Gondol, Bali ... 7 2 Fasilitas utama kegiatan pembenihan kerapu sunu

Lokasi Kegiatan : Sekretariat DPRD Kota Medan Keluaran : Tersedianya pakaian dinas beserta perlengkapannya Target : 200 Pasang Belanja Pegawai 5.000.000,00 4.01... 03

Hasil tangkapan yang lebih baik pada penggunaan sumber cahaya kombinasi antara lampu petromaks dan lampu listrik disebabkan intensitas cahaya yang lebih besar

Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh koordinasi antar instansi terhadap efektivitas pelayanan SAMSAT (Sistem Administrasi Manunggal Satu

Untuk selanjutnya, tujuan dari makalah ini adalah menganalisa data volume saham dengan cara yang sama yaitu data volume sebagai deret Fourier.. Akan tetapi pada

Tidak adanya pengaruh pemberian EDTA pada fertilitas telur yang dihasilkan dan perkembangan stadium pradewasanya mengindifikasikan bahwa aplikasi membran blood