• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bahan Ajar Bahasa Ibrani

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Bahan Ajar Bahasa Ibrani"

Copied!
41
0
0

Teks penuh

(1)

BAHAN AJAR

BAHASA IBRANI

Dosen Pengampu Arief Ma'nawi

Program Studi Sastra Arab

Jurusan Sastra Asia Barat Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada

Yogyakarta 2013

(2)

BAB I

Huruf Bahasa Ibrani. 1. Pendahuluan

Bahasa Ibrani adalah sebuah bahasa Semitik, dari cabang rumpun bahasa Afro-Asia, yang merupakan bahasa resmi Israel dan dituturkan sebagian orang Yahudi di seluruh dunia. Selama 2.500 tahun, bahasa Ibrani hanya dipakai untuk mempelajari Alkitab dan Mishnah saja, ritual, dan doa-doa. Bisa dikatakan bahasa ini merupakan bahasa liturgis saja, mungkin bahkan sebuah bahasa mati. Tetapi pada akhir abad ke-19 dan permulaan abad ke-20, bahasa ini lahir kembali menjadi sebuah bahasa sejati dengan para penuturnya. Bahasa ini lalu menggantikan bahasa Arab, bahasa Ladino, bahasa Yiddish dan lain sebagainya sebagai bahasa utama kaum Yahudi sedunia dan di negara Israel kemudian hari.

Bahasa Ibrani adalah bahasa yang dipakai oleh orang Yahudi di Israel Sekarang. Negara Israel terletak di wilayah Palestina bagian barat yang secara politis diduduki Israel setelah dibentuk pada tahun 1949. Bahasa Ibrani termasuk rumpun bahasa Semit seperti bahasa Arab. Ciri bahasa yang termasuk rumpun bahasa Semit adalah cara menulis dari arah kanan ke sebelah kiri, memiliki konjugasi kata-kata yang derivatif, dan memiliki kesamaan gramatika. Sesuatu yang menjadikan penting bagi bahasa Ibrani adalah bahasa Ibrani digunakan sebagai penulisan kitab Taurat yang sekarang terkumpul dalam Bibel atau Kitab Perjanjian Lama (Old Testament). Bahasa Ibrani yang digunakan

untuk penulisan Bibel adalah bahasa Ibrani klasik dengan ciri khas arkhaik dan kosa kata yang kuno. Berbeda dengan bahasa Ibrani modern yang sekarang dipakai sebagai bahasa negara Israel sudah memiliki kosa kata modern yang mengikuti perkembangan istilah zaman sekarang. Selain itu digunakan untuk bahasa resmi pemerintahan dan media massa cetak dan elektronik.

Mulai tahun 1881 bahasa Ibrani dipergunakan dalam beberapa daerah di Palestina. Pada tahun 1948 menjadi bahasa resmi dalam negara Israel. Bahasa Ibrani modern ini pada dasarnya serupa dengan bahasa Al-Kitab, tetapi tata bahasanya dan pengucapannya disederhanakan dan banyak kata baru dibentuk ataupun dipinjam dari bahasa lain. Misalnya kafe=kopi, te=teh diambil dari bahasa Prancis. Bentukan baru bit

(3)

kafe ‘rumah kopi’=kedai kopi.

Pembahasan berikut akan difokuskan bahasa Ibrani yang klasik dengan mengambil beberapa contoh dalam kitab Bibel. Pembahasan akan dimulai dari abjad dan tanda baca yang digunakan.

Bahasa Ibrani merupakan salah satu dari dua bahasa resmi Israel. Bahasa resmi lainnya adalah bahasa Arab. Dalam bahasa Ibrani sendiri, bahasa ini disebut

תירבע

, atau I'vrit (lafaz: [ivr\it] atau [ibr\it]). Bahasa Ibrani mirip sekali dengan bahasa Aram dan juga masih mirip dengan bahasa Arab. Bahkan kosakata Ibrani modern, banyak pula meminjam dari bahasa Arab.

Sejarah

Sebagai warganegara Ibrani merujuk kepada Bani Israel purba, tetapi sebagai bahasa Ibrani merujuk kepada salah satu dari beberapa dialek bahasa Kanaan. “Bahasa Ibrani adalah cabang dari bahasa Kanaan dan Amorit, atau lebih tepat Kanaan dan Amorit adalah dialek-dialek nenek moyang yang melalui percampuran keduanya pertumbuhan bahasa Ibrani dapat dijelaskan.” (Interpreter’s Dictionary of the Bible, vol.2, 552)”. Ibrani (Israel) dan Moabit (Yordan) bisa disebut dialek Kanaan Selatan sedangkan Fenisia (Libanon) bisa disebut dialek Kanaan Utara. Bahasa Kanaan dekat berhubungan dengan Aram dan juga dengan bahasa Arab Selatan-Tengah dalam kadar lebih sedikit. Manakala dialek Kanaan lain telah punah, bahasa Ibrani terus hidup. Ibrani berkembang sebagai bahasa tuturan di Israel dari abad ke-10 SM hingga masa sebelum Zaman Bizantium pada abad ke-3 atau ke-4 Masehi. Selepas itu bahasa Ibrani diteruskan sebagai bahasa kesusasteraan hingga Era Moden sebagai bahasa tuturan pada abad ke-19.

Bahasa Ibrani mengalami lima tahap perkembangan yang utama, yaitu: 1. Ibrani Kuno (sebelum 500 SM)

Ibrani Kitab Suci (~500-200 SM; mis. di kitab Ezra, Nehemia, Ester) Ibrani Mishnah (~200 SM - 600 M; mis. gulungan naskah Qumran) Ibrani Para Rabi (~600-1800 M)

(4)

3.

H

URUF

-

HURUF

I

BRANI

Huruf dalam abjad bahasa Ibrani

Untuk mengetahui abjad dan bentuk hurufnya perlu dipadankan dengan bahasa yang serumpun. Acuan bahasa yang serumpun yang digunakan dalam mempelajari bahasa Ibrani di sini adalah bahasa Arab sekaligus menjadi padanannya dalam bentuk huruf dan gramatikanya.

No. urut Bentuk khusus Bentuk utama Bentuk akhir Padanan dg. Huruf Arab Nama huruf Transliterasi

1

.

א

Alep ,

2

.

ב

Bet B,bh

3

.

ג

Gimel G,gh

4

.

ד

Dalet D,dh

5

.

ה

ـﻫ

He H

6

.

ו

Waw W

7

.

ז

Zayin Z

8

.

ח

Het H\{

9

.

ט

Tet T{

10

.

י

Yod Y

11

.

כ

ך

Kap K,kh

12

.

ל

Lamed L

13

.

מ

ם

Mem M

14

.

נ

ן

Nun N

15

.

ס

ﺱ ﺙ

Samek S

16

.

ע

`Ayin ‘

17

.

פ

ף

Pe P,ph

18

.

צ

ץ

Sade S{

19

.

ק

Qop, Kop Q,k

(5)

20

.

ר

Res R

21

.

ש

Sin S

22

.

ת

Taw T,th

23

.

Abjad Ibrani terdiri dari 22 huruf. Abjad Ibrani pada bagan di atas hanya terdiri dari konsonan saja (juga termasuk huruf alef dan ayin). Karena teks Ibrani kuno hanya ditulis dalam bentuk konsonan saja (tanpa vokal), maka pelafalannya didasarkan pada tradisi lisan yang turun-temurun dari generasi ke generasi. Sistem penulisan vokal baru muncul sekitar tahun 500 M sampai 1000 M. Sistem penulisan vokal ini diadakan dengan tujuan untuk melestarikan tradisi lisan tersebut. Teks Ibrani kuno yang tanpa vokal tersebut disebut 'teks tanpa titik'. Gulungan-gulungan yang terdapat di sinagoge-sinagoge dewasa ini ditulis dengan tidak membubuhkan vokal sebagaimana kebanyakan buku-buku, majalah-majalah dan surat-kabar-surat-kabar yang dicetak dalam huruf Ibrani modern. Penulisan yang dibubuhi vokal sangat besar manfaatnya bagi para pemula yang belajar bahasa Ibrani.

Dari tabel tersebut dapat diketahui bahwa sebagian besar huruf bahasa Ibrani mempunyai padanan dengan bahasa Arab. Keduanya mempunyai bentuk utama dan bentuk akhir, tetapi huruf Ibrani tidak dapat disambung sebagaimana bahasa Arab. Dalam bahasa Ibrani Modern sebagaimana bahasa Arab penggunaannya tanpa tanda baca yang menurut sebagian orang untuk huruf Arab disebut dengan tulisan Arab Gundul. Hal ini dapat dilihat pada surat kabar di Israel misalnya surat kabar Ha-Arets.

Sebelas huruf Ibrani mempunyai ciri khas pengucapan, yaitu:

Huruf Ibrani transliterasi pengucapan Nama huruf

א

‘ Penghentian suara sebelum vokal,

seperti dalam kata ke-ada-an Alef (aleph)

ע

` Bunyi hamzah, seperti “k” dalam

kata “rakyat” Ayin

ח

Kh Bunyi [kh] Khet

ב

B, v =b ; =v Bet

כ

K, kh =k ; =kh Kaf

פ

P, f =p ; =f Pe

(6)

ס

s Bunyi [s] biasa Samekh

צ

ts Bunyi [s] yang dikeraskan, seperti

[ts] dalam kata “nats”

Tsade

ש

S, sy =bunyi [s] syin biasa

=bunyi [sy] sperti dalam kata “syarat”

Syin

ט

t Bunyi [t] Tet

ת

t Bunyi [t] Taw

Pada zaman dahulu, orang Yahudi Ibrani membedakan pengucapan huruf

ח

dengan

כ

, tetapi pembedaan itu sudah hilang dan kedua-duanya sekarang diucapkan dengan [kh]. Demikian juga sekarang huruf

ס

dan

ש

diucapkan [s],

ט

dan

ת

diucapkan sama dengan yaitu [t]. Sebelas huruf Ibrani yang lain diucapkan hampir sama dengan huruf yang sejajar dalam abjad latin (Romawia), yaitu: g, d, h, w, z, y, l, m, n, q, dan r.

Bentuk yang mirip

Sesuatu yang harus diperhatikan dalam membaca kalimat bahasa Ibrani adalah huruf-huruf yang bentuknya mirip. Berikut bentuk-bentuk yang harus diperhatikan.

ב

Bed

כ

kap

ר

ד

res, dalet

ך

kap

ה

He

ח

het

י

ו

yod, wau

ן

nun

ג

Gimel

נ

nun

ם

ס

mim, samek

ט

Tet

מ

mim

ע

צ

ayn, sade

ץ

sade

Huruf tenggorokan

Empat huruf disebut dengan “huruf tenggorokan” (gutterals) karena diucapkan di dalam tenggorokan, yaitu:

- Alef (‘)

א

- He (h)

ה

- Khet (kh)

ח

- Ayin (`)

ע

Sering huruf res juga dimasukkan ke dalam huruf tenggorokan dan kelima huruf

tersebut dapat dihafal dengan rumus he-‘a-kh-re-a`.

Huruf alef dan ayin sering dihilangkan apabila tulisan Ibrani disalin ke dalam tulisan latin karena tidak dapat dilambangkan dengan huruf yang sejajar dalam abjad latin. Sebenarnya kedua bunyi tersebut tidak lagi diucapkan dengan jelas kecuali kalau terdapat di antara dua vokal. Pada awal dan akhir kata kedua huruf itu tidak dibunyikan.

(7)

BAB II

Tanda Baca Bahasa Ibrani

Tanda baca bahasa Ibrani mempunyai beberapa jenis. Ada yang digunakan untuk mengucapkan vokal, ada yang digunakan untuk mengucapkan nada dan tone, dan ada yang khusus digunakan untuk membaca kitab Bible, tetapi diabaikan dalam teks lain. Tanda baca utama untuk bahasa Ibrani adalah sebagai berikut.

Harakat-harakat (penanda vokal)

1. qamats (

ָ

), patah (

ַ

), hataf patah (

ֲ

) dibaca a.

2. tserey (

ֵ

), segol (

ֶ

), hataf segol (

ֱ

), syewa (

ְ

), rafe (

ֿ

) dibaca e. 3. hiriq (

ִ

) dibaca i.

4. holam (

ֹ

), hataf qamats (

ֳ

), meteg (

ֽ

) dibaca o. 5. syureq (

ּ

), qubbuts (

ֻ

) dibaca u.

6. dagesy (

ּ

) khusus huruf bet (

ב

), jika diberi tanda dagesy, maka lafalnya v mendekati

b-.

Tanda-tanda vokal bahasa Ibrani diciptakan sekitar abad ke-8 M oleh para ahli Yahudi supaya para pembaca dapat mengucapkannya dengan jelas. Hal ini setelah bahasa Ibrani tidak dipakai lagi sebagai bahasa pengantar yang ternyata mengalami kesulitan untuk membaca tulisan yang kurang sempurna itu. Kekurangsempurnaan itu adalah sebagian vokal dilambangkan dengan huruf matid dan sebagian lagi tidak dilambangkan sama sekali.

Huruf vokal

Tiga huruf

ה

ו

י

digunakan sebagai vokal panjang

ה

A maka

המ

dibaca [ma]

י

I dan e

ימ

[mi] atau [me]

ו

U dan o

ומ

[mu] atau [mo]

Dalam keadaan mati dan hidup, huruf

ו

dan

י

dapat dibedakan sebagai berikut. Pertama sebagai huruf mati selalu disertai vokal kecuali pada akhir kata. Kedua sebagai huruf hidup dibubuhi dengan vokal khasnya dan tidak disertai vokal lainnya.

(8)

1. Suku kata terbuka dan suku kata tertutup

Suku kata terbuka adalah suku kata yang diakhiri dengan vokal, suku kata tertutup suku kata yang diakhiri dengan konsonan

ל ַט ָק

Qa-tal

ָק

[qa] terbuka

ל

ַט

[tal] tertutup 2. metheg

strip vertikal pendek yang ditempatkan di bawah vokal akibatnya pembaca menekannya sesudah vokal itu.

ם ָדאַ ָה

םי ִר ָע ֶה

3. milra’ dan mil’el

ר ָב ָד

dabar, tekanan diakhir

עַר ְל ִמ

dari bawah suku terakhir

ד ֶס ֶח ַה

ha hesed

לי ֵע ְל ִמ

dari atas suku sebelum terakhir.

4. Sewa [

אָו ְש

]

Bunyi vokal rendah atau pepet ditandai dengan a. simple sewa

1.

מ ְש

[semo]

םי ִר ְמ

ש

[somerim] vokal sewa

רמ ְשִי

[yismor]

די ִק ְפאַ

[ap-qid] silent sewa

2. jika sewa di tengah setelah vokal panjang adalah vokal

םי ִר ְמ

ש

[so me rim] setelah vokal pendek lemah

רמ ְשִי

[yismor]

3. ketika muncul bersama di tengah

ר ְמ ְשִי

[yu meru] yang di depan

menutup belakang –lemah, yang kedua memulai suku berikutnya

ה ָל ְט ְק

ֶא

4. dages forte pada huruf menunjukkan pendobelan

ל ְט ִק

[qit-telu]

b. Komposite shewa (syewa majemuk)

Tanda syewa majemuk ini biasanya digunakan sebagai tanda baca dalam huruf tenggorokan.

c. (

ֲ

) :Hatep pathah d. (

ֱ

) : Hatep seghol e. (

ֳ

) : Hatep qamesh

ר ַב ָע

’Dia lewat’

ר ַבֲע

‘lewatlah’

םי ִמ ָכֲח

[Hakamim].

Bila dua shewa singkat muncul bersama di awal kata yang pertama menjadi vokal

(9)

Tanda-tanda lain yang khusus

Selain tanda-tanda vokal, ada beberapa tanda khusus yang dibubuhkan pada huruf Ibrani. Antara lain:

- tanda huruf yang tidak bervokal (

ְ

) - titik pengeras (

ּ

)

- titik penduakalian (.)

- titik pengeras pada huruf h (.) - tanda hubung (-)

- tanda-tanda baca.

a. tanda huruf yang tidak bervokal

kalau sebuah huruf mati tidak memakai vokal, maka hal itu sering ditandai dengan tanda syewa (

ְ

). Hal ini sesuai dengan perasaan para ahli Yahudi zaman dahulu bahwa suatu huruf mati kurang sempurna apabila tidak diertai tanda vokal. Tanda ini tidak dibunyikan dan tidak perlu ditulis apabila suatu kata Ibrani disalin ke huruf latin. Contoh:

yisra’el ‘Israel’ (bukan [yisera’el])

ל ֵאָר ְשִי

targil ‘latihan’ (bukan [taregil])

לי ִג ְר ַת

sebenarnya kata [yisra’el] mempunyai dua huruf yang tidak bervokal, yaitu huruf /s/ dan /l/, tetapi hanya huruf /s/ yang mendapat tanda syewa. Biasanya huruf akhir dari

suatu kata tidak mendapat tanda tersebut, kecuali huruf /k/ akhir yang sering dibubuhi dengan tanda syewa, misalnya

ְך ֶל ֶמ

[melekh].

Untuk membedakan syewa yang dibunyikan dengan syewa yang hanya menandai huruf yang tidak bervokal perlu diperhatikan ciri masing-masing.

Pada umumnya syewa dibunyikan pepet pendek yang lokasinya sebagai berikut. - pada awal kata

תי ִר ְב

- pada kata yang mempunyai dua syewa berturut-turut, syewa yang pertama menandai huruf yang tidak bervokal dan yang kedua dibunyikan.

כ ְל ְמִי

- Antara dua huruf mati yang sama

י ִנ ְנ ִה

- Pada huruf yang diduakalikan (dobel/tasydid) - Perpendekan vokal lengkap.

(10)

b. titik pengeras (dagesh)

Dalam tatabahasa Ibrani biasanya ada huruf yang dibaca keras (kuat) yaitu enam huruf berikut: bet, gimel, dalet, kap, pe, dan taw.

תפכגב

(begedkefet). Keenam huruf tersebut dibaca lembut bila tanpa titik di tengah dan dibaca keras bila ditambah titik di tengah. Dalam perkembangannya bunyi lembut mulai memudar dan tinggal tiga bunyi yang tersisa lembut yaitu bet, kap, dan pe.

פ

כ

ב

.

c. titik penduakalian (tasydid)

Pendobelan bunyi bahasa Ibrani juga dengan titik di tengah. Semua huruf Ibrani dapat didobelkan (di-tasydid) kecuali huruf tenggorokan serta

ו

wau dan

ר

resy. Pendobelan

hanya terjadi bila bunyi tersebut diawali oleh bunyi vokal.

ד ַמ ִל

ד ַמ ָל

d. titik pengeras pada huruf /h/

Huruf /h/ dapat berfungsi sebagai huruf hidup dan huruf mati. Dibaca dalam huruf mati muncul pada awal dan tengah kata. Sedangkan dibaca huruf hidup pada akhir kata. Apabila huruf mati di akhir kata biasanya ditandai dengan mappiq (titik pengeras).

ה ָכ ְל ַמ

ָכ ְל ַמ

e. tanda hubung

Tanda hubung (maqef) dalam bahasa Ibrani kuno ditulis lebih tinggi dari tanda huruf

latin. Apabila terdapat tanda hubung di antara dua kata Ibrani maka dibaca sebagai satu kata. Dalam bahasa Ibrani modern tanda hubung itu terletak di tengah seperti dalam huruf bahasa latin.

ר

םי ִהלֱא־ה

f. Tanda baca Masora

Sebagaimana pada bahasa Arab, bahasa Ibrani pada mulanya tidak terdapat tanda baca. Tanda baca mulai diperkenalkan ahli Yahudi pada abad 8 SM. Sejak saat itu terdapat sekitar 50 tanda baca pada bahasa Ibrani. Tanda baca yang paling penting adalah tanda akhir kalimat, tanda pertengahan kalimat, dan tanda perhentian kecil.

(11)

Ketiga tanda tersebut gunanya sama dengan tanda titik (.), titik koma (;), dan koma (,) dalam tulisan modern. Perhatikan kutipan teks berikut.

-1

ץֶראָ ָה

ת ֵא ְו

םִי ַמ ָש ַה

ת ֵא

םי ִהלֱא

אָר ָב

תי ִשאֵר ְב

-2

-ַע

ְך ֵשח ְו

והבָו

והת

ה ָתְי ָה

ץֶראָ ָה ְו

יֵנ ְפ־ל ַע

ת ֶפ ֶהַר ְמ

םי ִהלֱא

ַחורְו

םוה ְת

יֵנ ְפ־ל

םִי ָמ ַה

Kutipan nomor 1 dapat diuraikan sebagai berikut:

kata pertama:

תי ִשׁאֵר ְבּ

ְבּ

= huruf bet (

ב

) ada tanda sheva (

ְ

) yaitu e dan tanda dagesh (

ּ

) yaitu penekanan ('), maka dibacanya be' (e yang ditekan menjadi è atau seperti beruk)..

ֵר

= huruf resh (

ר

) ada tanda tsere (

ֵ

) yaitu e, maka dibacanya re.. •

א

= huruf alef tanpa tanda, mati..

ִשׁ

= huruf shin (

ש

) ada tanda titik khusus shin (

ׁ

) dan tanda hiriq (

ִ

) yaitu i, maka dibacanya sy'i...

י

= huruf yod, maka dibaca y -disambung sy'i, maka menjadi syi'y).. •

ת

= huruf tav, maka dibaca t -disambung sy'iy, maka menjadi sy'iyt-.. jadi:

תי ִשׁאֵר ְבּ

dibaca "be'resy'iyt"..

kata kedua:

אָרָבּ

ָבּ

= huruf bet (

ב

) ada tanda dagesh yaitu penekanan (') dan tanda qamats (

ָ

) yaitu a, maka dibaca b'a..

ָר

= huruf resh (

ר

) ada tanda qamats (

ָ

) yaitu a, maka dibaca ra.. •

א

= huruf alef tanpa tanda, mati..

jadi:

אָר ָבּ

dibaca "b'ara".. kata ketiga:

םי

ִהֹלֱא

ֱא

= huruf alef (

א

) ada tanda hataf segol (

ֱ

) yaitu e, maka dibaca e.. •

ֹל

= huruf lamed (

ל

) ada tanda holam (

ֹ

) yaitu o, maka dibaca lo.. •

ִה

= huruf he (

ה

) ada tanda hiriq (

ִ

) yaitu i, maka dibaca hi.. •

י

= huruf yod, maka dibaca y -disambung hi, maka dibaca hiy-..

(12)

jadi:

םי ִהֹלֱא

dibaca "elohiym".. kata keempat:

ת ֵא

ֵא

= huruf alef (

א

) ada tanda tsere (

ֵ

) yaitu e, maka dibaca e.. •

ת

= huruf tav dibaca t -disambung e, maka dibaca et-.. jadi:

ת ֵא

dibaca "et"..

kata kelima:

םִי ַמ ָשּׁ ַה

ַה

= huruf he (

ה

) ada tanda patah (

ַ

) yaitu a, maka dibaca ha..

ָשּׁ

= huruf shin (

ש

) ada 3 tanda, tanda titik khusus shin (

ׁ

), tanda dagesh (

ּ

) yaitu penekanan (') dan tanda qamats (

ָ

) yaitu a, maka dibaca sy'-a (bacanya double koma atas -benar-benar ditekan-)..

ַמ

= huruf mem (

מ

) ada tanda patah (

ַ

) yaitu a, maka dibaca ma.. •

ִי

= huruf yod (

י

) ada tanda hiriq (

ִ

) yaitu i, maka dibaca yi..

ם

= huruf akhiran mem, maka dibaca m -disambung yi, maka menjadi yim-.. jadi:

םִי ַמ ָשּׁ ַה

dibaca "ha sy'a-mayim"..

huruf keenam:

ת ֵאְו

ְו

= huruf vav (

ו

) ada tanda sheva (

ְ

) yaitu e, maka dibaca be (ditulis latinnya ve).. •

ֵא

= huruf alef (

א

) ada tanda tsere (

ֵ

) yaitu e, maka dibaca e..

ת

= huruf tav dibaca t -disambung e, maka dibaca et-.. jadi:

ת ֵאְו

dibaca "b'et" (ditulis v'et)..

huruf ketujuh:

ץֶראָ ָה

ָה

= huruf he (

ה

) ada tanda qamats (

ָ

) yaitu a, maka dibaca ha..

= huruf alef (

א

) ada tanda qamats (

ָ

) yaitu a, maka dibaca a (dalam penulisan Ibrani ke latin, tidak ada double huruf vokal, maka harus dipisah dengan tanda strip (-), jadi ha'a..

ֶר

= huruf resh (

ר

) ada tanda segol (

ֶ

) yaitu e, maka dibaca re..

ץ

= huruf akhiran tsadi, maka dibaca ts -disambung re, maka dibaca rets-.. jadi:

ץֶראָ ָה

dibaca "ha'arets"

(13)

Secara keseluruhan dibaca:

"be'resy'iyt b'ara elohiym ha sy'a-mayim b'et ha'arets

Kalimat pada ayat 1 kitab Kejadian (Genesis) tersebut secara leksikal dapat diterjemahkan sebagai berikut.

BERE'SYIT (pada mulanya) BARA' (Dia menciptakan) 'ELOHIM (Allah) 'ET (tanda obyek langsung, tidak diterjemahkan) HASYAMAYIM (langit itu) VE'ET (dan) HA'ARETS (bumi itu).

Untuk ayat 2-4 dapat diterjemahkan sebagai berikut.

ְ

ת ֶפ ֶחַר ְמ

םי ִהֹלֱא

ַחוּרְו

םוֹה ְת

יֵנ ְפּ־ל ַע

ְך ֶשֹׁחְו

וּהֹבָו

וּהֹת

ה ָתְי ָה

ץֶראָ ָה

׃םִי ָמּ ַה

יֵנ ְפּ־ל ַע

Translit Interlinear, VEHA'ARETS (dan bumi itu) HAYETAH (ia menjadi) TOHU (tidak berbentuk) VAVOHU (dan kosong) VEKHOSYEKH (dan kegelapan) 'AL-PENEY (di atas permukaan, wajah) TEHOM (samudra) VERUAKH (dan roh) 'ELOHIM (Allah) MERAKHEFET (ia bergerak) 'AL-PENEY (di atas permukaan, wajah) HAMAYIM (air itu).

׃רוֹא־י ִהְיַו

רוֹא

י ִהְי

םי ִהֹלֱא

ר ֶמאֹיַּו

Translit Interlinear, VAYO'MER (dan Dia berfirman) 'ELOHIM (Allah) YEHI

(hendaklah ia menjadi/ada) 'OR (terang) VAYHI-'OR (dan ia menjadi/ada terang).

׃ ְך ֶשֹׁח ַה

ןי ֵבוּ

רוֹא ָה

ןי ֵבּ

םי ִהֹלֱא

ל ֵדּ ְבַיַּו

בוֹט־י ִכּ

רוֹא ָה־ת ֶא

םי ִהֹלֱא

א ְרַיַּו

Translit Interlinear, VAYAR' (dan Dia melihat) 'ELOHIM (Allah) 'ET-HA'OR (terang itu) KI-TOV (bahwa baik) VAYAVDEL (dan Dia memisahkan) 'ELOHIM (Allah) BEYN (antara) HA'OR (terang itu) UVEYN (dan antara) HAKHOSYEKH (kegelapan itu).

(14)

BAB III

Jenis Kata Bahasa Ibrani

Sebagaimana bahasa Arab bahasa Ibrani mengenal adanya tiga jenis kata. Namun kata-kata tersebut namanya tidak selalu sama sebutannya, yaitu:

a. Kata sebut (termasuk di dalamnya kata benda, kata sifat, kata bilangan, kata nama, kata ganti)

b. Kata kerja

c. Kata tugas (termasuk di dalamnya kata depan, kata keterangan, kata penghubung, kata deru dan lain-lain)

a. Kata sebut

Kata yang paling sering dijumpai dalam bahasa Ibrani adalah kata sebut (syem

םש

);

nomen alam bahasa latin. Yang termasuk golongan ini adalah 1. kata benda misalnya

Allah /elohim/

םי ִהלֱא

Tangan /yad/

דָי

Langit /syamayim/

םִי ַמ ָש

Bumi, negeri /erets/

ץֶר ֶא

2. Kata sifat misalnya

Baik, kebaikan /tov/

ב

ט

Bijaksana, orang bijaksana /chakham/

ם ָכ ַח

3. Kata bilangan mislanya

Satu /ehad/

ד ָח ֶא

4. kata nama misalnya

Israel /yisra`el/

ל ֵאָר ְשִי

Musa /mosye/

ה ֶשמ

5. Kata ganti misalnya

Engkau /atta/

ה ָתאַ

Siapa /mi/

י ִמ

Ini /ze/

הֶז

Kata-kata yang lain misalnya sebagai berikut. • Kurma

ר ָמ ָתּ

(15)

• Desember

ר ֶבּ ְמ ֶצ ֶדּ

• Telinga

ןֶזֹא

• Delapan

הֶנוֹמ ְשׁ

• Mata

ןִי ַע

• Wajah

םיִנ ָפּ

• Jari-jari

ע ַבּ ְצ ֶא

• Kaki

לֶגֶר

b. kata kerja

ל ַעפ

Kata kerja bahasa Ibrani mempunyai ciri yang mirip dengan bahasa Arab, yaitu mempunyai akar kata tiga huruf dan mempunyai bunyi vokal tertentu, yaitu sebagian besar bervokal suku kata [a]. Misalnya

Cipta /b r ‘/

ארב

mencipta /bara/

אָר ָב

Ada, jadi /h y h/

היה

ada, menjadi /haya/

הָי ָה

Kata /‘ m r/

רמא

berkata /amar/

ר ַמאָ

Pelihara /sy m r/

רמש

memelihara /syamar/

ר ַמ ָש

Secara umum kata kerja digunakan untuk mengungkapkan perbuatan yang dilakukan oleh pelaku atau sesuatu yang terjadi padanya. Namun ada beberapa kata yang masuk kata kerja statif yaitu yang melukiskan keadaan sehingga fungsinya seperti kata sifat dalam bahasa Indonesia. Misalnya ‘kudus’

ש ַד ָק

Beberapa kata kerja yang lain misalnya sebagai berikut. Menerima [qabal]

ָל ָבּ ַק

Menulis [Katab]

בתכּ

Berkata [dabar]

רבּ ַדּ

Mendengar [sama’]

ע ַמ ָשׁ

Menrjemah [Targam]

םגּ ְר ַת

c. kata tugas (milla

ה ָל ִמ

)

dikatakan sebagai kata tugas karena mempunyai tugas tertentu dalam suatu kalimat. Misalnya menerangkan dan menghubungkan kata sebut dan kata kerja. Yang termasuk kata tugas antara lain

(16)

1. kata depan atas /al/

ל ַע

2. kata negasi tidak, bukan /lo/

אל

3. kata penghubung bahwa, karena /ki/

י ִכ

Kata benda dan jenis kata (noun) dan (gender)

Sebagaimana telah disebutkan dalam materi terdahulu, pembagian kata bahasa Ibrani seperti dalam gramatika bahasa Arab dibagi menjadi tiga golongan yaitu, kata sebut, kata kerja, dan kata tugas. Dalam kata sebut, yang di dalamnya termasuk kata benda, berdasarkan jenisnya juga seperti dalam bahasa Arab dikelompokkan menjadi jenis maskula dan femina. Jenis kata benda dalam bahasa Ibrani dapat diketahui dengan penanda kata tersebut.

Suatu kata benda dikatakan sebagai kelompok femina bila kata tersebut ditandai dengan akhiran

הָ

[a]. Namun demikian tidak selalu kata benda femina ditandai dengan akhiran tersebut. Kata benda jenis maskula dapat dibentuk menjadi femina dengan ditambahi penanda femina

הָ

[a] di belakangnya. Contoh:

Nabiah [nevi’a]

אי ִבָנ

+

ה

=

האָי ִב ְנ

Orang (perempuan) [isysya]

שי ִא

+

ה

=

ה ָש ִא

Ratu [malka]

ְכ ֶל ֶמ

+

ה

=

ה ָכ ְל ַמ

Kata sifat juga dapat ditambahi dengan akhiran

הָ

[a] untuk menyesuaikan bentuknya dengan kata benda yang berjenis femina. Misalnya:

Hari besar [yom gadol]

ל

דָג

ם

י

Kota besar [ir gedola]

ה ָל

ד ְג

רי ִע

Akhiran

הָ

[a] ini selalu mendapat tekanan pengucapan sesuai dengan kebiasaan bahasa Ibrani bahwa suku kata terakhir ditekankan pengucapannya. Jadi kata tersebut diucapkan [nevi’a, isysya, malka] dan sebagainya.

(17)

BAB IV

Kata Ganti Persona dan Beberapa Kata Tugas 1. Kata Ganti Persona

Kata ganti orang dalam bahasa Ibrani penentuannya mencakup beberapa aspek yaitu: a. persona: orang pertama, kedua, atau ketiga

b. jenis bilangan: tunggal atau jamak c. jenis kelamin: maskula atau femina

Tunggal

I. saya/aku Ani

יִנֲא

atau anokhi

י

ִכנאָ

II. engkau (m)

Engkau (f) AttaAtt

ה ָתאַ

ְתאַ

III. dia (m)

Dia (f) HuHi

א

אי ִה

ה

Jamak

I. Kami/kita Anakhnu

נ ְחַנֲא

II. Kalian (m)

Kalian (f) AttemAtten

ם ֶתאַ

ן ֶתאַ

III. Mereka (m)

Mereka (f) HemmaHenna

ה ָמ ֵה

הָנ ֵה

atau atau henhem

ם ֵה

ן ֵה

Kata ganti orang sering berfungsi sebagai pelaku dalam kalimat sederhana tanpa kata kerja. Contoh:

Aku Tuhan

הָוהְי

יִנֲא

Dia (M) di sana

ם ָש

א

ה

Siapa dia?

אי ִה

י ִמ

Ketika kata ganti persona menjadi objek bagi suatu kata kerja, maka dia berupa kata tertentu (definite). Kata ganti tersebut dalam keadaan seperti ini sering diawali

dengan bentuk

ת ֵא

sebagai penunjuk objek. 2. Kata penunjuk (Demonstrative)

Kata penunjuk selalu ditemukan dalam berbagai bahasa. Dalam bahasa Ibrani, kata penunjuk yang ditemukan adalah penunjuk tunggal maskula, tunggal femina, dan jamak. Kata tersebut adalah

ה ֶל ֵא

תאז

הֶז

yang artinya ‘ini’ atau ‘inilah’.

(18)

Contoh:

Hari ini [hayyom hazze]

הֶז ַה

ם

י ַה

Ini perjanjian’ zot habberit

תי ִר ְב ַה

תאז

Kata-kata ini haddevarim ha’elle

ה ֶל ֵא ַה

םי ִר ָב ְד ַה

Kata ganti orang ketiga dapat dan sering digunakan sebagai kata penunjuk dengan pengertian ‘itu’ atau ‘itulah’. Kata ganti tersebut adalah

א

ה

אי ִה

ם ֵה

ן ֵה

Contoh:

Orang itu

א

ה ַה

שי ִא ָה

Bandingkan dengan pemakaian sebagai kata ganti Dia berkata

ר ַמאָ

א

ה

3. Kata penghubung (Relative)

Kata penghubung dalam bahasa Ibrani yang sering digunakan hanya ada satu yaitu

רשא

.

ק ָמ ַה

ם ָש

ב ַשָי

ר ֶשֲא

ם

Tempat di mana dia tinggal

ק ָמ ַה

ם ָש ִמ

א ָב

ר ֶשֲא

ם

Tempat ketika dia datang

ק ָמ ַה

ה ָמ ָש

ְך ַל ָה

ר ֶשֲא

ם

Tempat ke mana dia pergi

ר ְפ ִס

־ת ֶא

י ִת ְח ַק ָל

ר ֶשֲא

שי ִא ָה

Orang yang bukunya saya ambil

ַתָנ

ר ֶשֲא

שי ִא ָה

ל

י ִת

ר ֶפ ֵס

Orang yang kepadanya aku memberi buku

נ ֶמ ִמ

י ִת ְח ַק ָל

ר ֶשֲא

שי ִא ָה

ר ֶפ ֵס

Orang yang saya mengambil buku darinya

מ ָכ

הָי ָה

ר ֶשֲא

שי ִא ָה

ה

Orang yang dia mirip dengannya 4. Kata Tanya (interogativepronoun)

kata ganti tanya sering dipakai dengan kata ‘apa’ dan ‘siapa’. Dalam bahasa Ibrani ada kata yang menunjukkan hal itu, yaitu:

ה ַמ

י ִמ

untuk menanyakan objek adalah diuangkapkan dengan ‘kepada / bagi siapa’ diungkapkan dengan

י ִמ ְל

‘dari siapa’ diungkapkan dengan

י ִמ ִמ

(19)

ada beberapa perubahan yang perlu diperhatikan dalam bunyi, dan sering tampak dalam tulisan. Misalnya:

‘apakah saya?’

יִנֱא־ה ַמ

‘apakah dia?’

א

ה־ה ַמ

‘apakah yang telah dikerjakan?’

ה ָש ָע־ה ֶמ

(20)

BAB V

Awalan Penentu dan Awalan Tanya

Bahasa Ibrani mempunyai awalan penentu (pembentuk definite) berupa kata sandang untuk kata benda. Kata benda yang diawali awalan tersebut bercirikan makna definit ‘itu’, ‘ini’, ‘yang’, atau ‘-nya’, dan kadang-kadang tidak perlu diartikan dalam bahasa Indonesia. Ada perkiraan bahwa awalan penentu tersebut berbunyi hal-. Dalam

perkembangannya bahasa-bahasa semit mengalami perubahan, misalnya dalam bahasa Arab menjadi al-, sedangkan dalam bahasa Ibrani menjadi ha-. Huruf l- pada awalan

tersebut berasimilasi dengan bunyi yang mengikutinya sehingga huruf pertama didobelkan (tasydid).

Contoh:

י ַה

ם

ם

י

ל ַה

Hayyom yom + hal

Huruf tenggorokan dan res tidak dapat didobelkan bunyinya sehingga yang terjadi adalah perubahan pada vokal awalan tersebut.

‘kepala itu’ harosy

שאר ָה

=

שאר

+

ַה

‘yang bijaksana’ hekhakham

ם ָכ ָח ֶה

=

ם ָכ ָח

+

ַה

Dalam beberapa hal perubahan bunyi akibat penambahan awalan penentu tidak dapat diduga misalnya:

‘gunung itu’ hahar

ר ָה ָה

=

ר ַה

+

ַה

‘negeri itu’ ha’arets

ץֶראָ ָה

=

ץֶר ֶא

+

ַה

Kata sifat dan kata kata ganti penunjuk yang menerangkan kata benda berawalan penentu juga mendapat awalan penentu. Apabila kata sifat/ kata ganti penunjuk

mendahului kata bendanya tidak diperlukan awalan penentu. ‘baik pegunungan itu’

ר ָה ָה

ב

ט

‘ini orangnya’

שי ִא ָה

הֶז

Bedakan dengan bentuk berikut.

‘pegunungan yang baik’

ב

טה

ר ָה ָה

‘orang ini’

הֶזה

שי ִא ָה

(21)

penanda objek

Dalam suatu kalimat sering terdapat objek, walaupun kalimat tidak selalu mempunyai objek. Kata benda yang definit bila menjadi objek sering diawali dengan suatu kata penanda objek sedangkan kata tidak tertentu (indefinit) tidak diawali dengan penanda objek ini. Kata ini dalam bahasa Indonesia tidak perlu diterjemahkan. Kata penanda objek tersebut adalah [et]. Contoh dalam kutipan berikut.

םי ִהֹלֱא

אָר ָבּ

ת ֵא

םִי ַמ ָשּׁ ַה

BARA' 'ELOHIM 'ET (tanda obyek langsung, tidak diterjemahkan) HASYAMAYIM

(Dia (Allah) menciptakan langit itu)

Awalan yang mirip dengan awalan penentu adalah awalan tanya (harf istifham- B. Arab) yaitu ha-. Bedanya dengan awlan penentu adalah vokalnya lebih pendek dari

awalan penentu, dan huruf pertama pada kata yang mengikutinya tidak didobelkan. Contoh:

‘bukankah engkau laki-laki?

ה ָתאַ

שי ִא

־אלֲה

‘selamatkah, apa kabar?’

ם

ל ָשֲה

Kalau terjadi bunyi yang sama antara keduanya maka untuk membedakannya adalah dengan mengamati hal ini:

1. awalan tanya tidak diikuti dengan huruf yang didobelkan

2. konteks kalimatnya jelas apakah awalan penentu ataukah awalan tanya. 3. awalan tanya jarang ditemukan sedangkan awalan penentu sering ditemukan.

(22)

BAB VI Kata Depan Ada empat kata depan dalam bahasa Ibrani 1. di, dalam, pada, dengan :

ְב

2. seperti, menurut :

ְכ

3. Ke, pada, akan, untuk :

ְל

4. dari :

ן ִמ

Kata 1,2,3 hampir sama dengan

ְו

we diucapkan dengan bunyi syewa [e].

Selain berbunyi syewa, kata depan tersebut mengikuti juga bunyi awal kata berikutnya. Sehingga bunyi harus disesuaikan dengan bunyi sesudahnya. Ada pula yang mengubah tekanan bunyi awal kata berikutnya setelah diawali dengan kata depan.

ְב

+

ל ֵאָר ְשִי

=

ל ֵאָר ְשִי ְב

[beyisra’el] ‘di Israel’

ְב

+

ל ָש

ם

=

ל ָש ְב

ם

[besyalom] ‘dengan selamat’

ְב

+

רְי

ִם ַל ָש

=

רי ִב

ִם ַל ָש

[birusyalayim] ‘di Yerusalim’

ְל

+

ה ָמ

=

ָל

ה

.

ה ָמ ָל

[lamma/lama] ‘untuk apa, mengapa

םי ִה

לֹ

א ֵכ

=

םי ִה

לֹ

ֱא

+

ְכ

[kelohim] ‘seperti Allah’

ְב

+

ַה

=

ַחכ ְב

[bekhoakh] ‘dengan kekuatan’

ְכ

+

ד ִו

=

דִו ָד ְכ

[kedawid] ‘seperti Daud’ Kata depan + penanda definit

Apabila salah satu kata depan

ְל

ְכ

ְב

diikuti dengan penanda definit maka terjadi asimilasi sehingga bunyi kata depan berubah menjadi bervokal [a].

Contoh:

Kepada raja itu

:

ְך ֶל

ֶמ ַל

=

ְך ֶל ֶמ ַה

+

ְל

Seperti orang itu

:

שי ִא ָכ

=

שי ִא ָה

+

ְכ

Kepada yang berhikmah

:

ם ָכ ָח ֶל

=

ם ָכ ָח ֶה

+

ְל

Penanda definit

Dages (pendobelan) tetap dipertahankan dalam kata untuk membedakan antara kata

yang definit dan yang indefinit. Contoh:

Di rumah

:

תִי ַב ַב

Di rumah itu

:

תִי

ַב

(23)

Kata depan

ן ִמ

Kadang-kadang kata tersebut dihubungkan dengan kata berikutnya dengan ditambah tanda hubung (-).

שי ִא ָה

ـ

ן ִמ

Sesuatu yang paling sering dijumpai adalah kata tersebut disingkat dengan menghi-langkan bunyi [n] dan digabung dengan kata berikutnya.

Contoh: dari raja=

ְך ֶל ֶמ ִמ

=

ְך ֶל ֶמ

+

ן ִמ

Apabila kata yang mengikutinya dimulai dengan huruf tenggorokan atau huruf

ר

(r), maka huruf tersebut tidak didobelkan. Dalam hal ini biasanya kata

ן ִמ

tidak menjadi

ִמ

[mi], melainkan

ֵמ

[me].

Contoh: dari orang

שי ִא ֵמ

=

שי ִא

+

ן ִמ

dari negeri

ץֶר ֶא ֵמ

=

ץֶר ֶא

+

ן ִמ

Kata depan [

] adalah bentuk yang paling sering ditempeli oleh imbuhan akhir, sedangkan [

ן ִמ

] selalu disisipi dengan [

מ

].

יִנ ֶמ ִמ

‘dariku’

מ ָכ

יִנ

‘sepertiku’

ָך ְמ ִמ

‘dari anda (m)’

מ ָכ

ָך

‘sepertimu (m)’

ְך ֵמ ִמ

‘dari anda (f)’

מ ָכ

ְך

‘sepertimu (f)’

נ ֶמ ִמ

‘darinya (m)’

מ ָכ

ה

‘’sepertinya (m)’

הָנ ֶמ ִמ

‘darinya (f)’

מ ָכ

ָה

‘sepertinya (f)’

נ ֶמ ִמ

‘dari kita’

מ ָכ

נ

‘seperti kita’

ם ֶכ ִמ

‘dari kalian (m)’

ם ֶכ ָכ

‘seperti kalian (m)’

ן ֶכ ִמ

‘dari kalian (f)’

ן ֶכ ָכ

‘seperti kalian (f)’

ה ָמ ֵה ֵמ

ם ֶה ֶמ

‘dari mereka (m)’

ם ֵה ָכ

‘seperti mereka (m)’

הָנ ֵה ֵמ

ן ֶה ֵמ

‘dari mereka (m)’

הָנ ֵה ָכ

ן ֵה ָכ

‘seperti mereka (f)’

1. Sufiks (imbuhan) untuk orang I adalah [

י ִנ

]

2. Dages (compensative) mengikuti [

ִמ

] kecuali untuk sufiks pers. III jamak

[

ֵמ

]

.

3. [

נ ֶמ ִמ

] ‘darinya (m)’ dan [

הָנ ֶמ ִמ

] ‘darinya (f)’ adalah bentukan dari [

הְנ ֶמ ִמ

] dan [

ָהְנ ֶמ ִמ

] sisipan [

נ

] dibuat dari [

ן ִמ ְנ ִמ

] yang dihilangkan.

(24)

4. Bantuk

נ ֶמ ִמ

]

untuk ‘darinya (m)’ dan ‘dari kita’ dibedakan dalam konteks kalimat.

5. Sufiks untuk pers III tunggal [

] dan [

הָ

] bentuk asalnya adalah [

ה

] dan [

ָה

] 6. Bunyi antara [

מ

] hilang ketika sufiks [

ן ֶכ

], [

ם ֶכ

], dan sejenisnya digabungkan.

(25)

BAB VII Kata Bilangan

Ruang lingkup kata bilangan mencakup beberapa hal. Pertama bilangan itu sendiri, kedua benda yang dibilang, dan ketiga jenis serta aturan pembilangan. Kata bilangan bahasa Ibrani juga sangat mirip dengan kata bilangan bahasa Arab. Urutan bilangan dan jenisnya dapat dilihat dalam tabel berikut ini.

Bilangan femina (F) Bilangan maskula (M) 1. 2.

ת ַחאַ

םִי ַת ְש

ד ָח ֶא

ם

ִיַנ ְש

א

ב

3 4 5 6 7 8 9 10

של ָש

ע ַב ְראַ

ש ֵמ ַח

ש ֵש

ע ַב ְש

הֶנמ ְש

ע ַש ֵת

ר ֶש ֶע

ה ָשל ְש

ה ָע ָב ְראַ

ה ָש ִמֲח

ה ָש ִש

ה ָע ְב ִש

הָנמ ְש

ה ָע ְש ִת

הָר ָשֲע

ג

ד

ה

ו

ז

ח

ט

י

11 12 20 21

הֵר ְש ֶע־ת ַחאַ

הֵר ְש ֶע־םי ֵת ְש

םי ִרש ֶע

ת ַחאַ ְו

םי ִר ְש ֶע

ר ָש ָע־ד ַחאַ

ר ָש ָע־םיֵנ ְש

םי ִר ְש ֶע

ִרש ֶע

ד ָח ֶא ְו

םי

אי

בי

כ

אכ

30 40 50 100 200 300 400 1000 2000 3000 10000

םי ִשל ְש

םי ִע ָב ְראַ

םי ִש ִמֲח

האָ ֵמ

םִי ַתא ָמ

א ֵמ

של ְש

ת

ע ֵמ־ע ַב ְראַ

ת

ף ֶל ֶא

םִי ַפ ְלאַ

םי ִפ ָלֲא

ת ֶשל ְש

ִר

ל

מ

נ

ק

ר

ש

ת

ב

΄

ג

΄

י

΄

Dalam hal hitungan atau bilangan, bahasa pada umumnya mempunyai kata bilangan yang diikuti dengan kata benda (nomina) yang dijamakkan. Demikian pula pada bahasa Semit yang dibicarakan di sini, seperti pada bahasa Arab dan Ibrani, setelah kata

(26)

bilangan diikuti dengan benda atau sifat yang dibilang. Biasanya kata benda yang mengikuti bilangan itu berbentuk jamak. Yang menjadi perhatian di sini adalah bahasa Arab dan Ibrani yang mempunyai bentuk jamak bermacam-macam dan harus disesuaikan dengan jenis gendernya.

Pada bahasa Ibrani, penjamakan benda hanya mengikuti jenis saja yaitu maskula dan femina. Apabila benda berjenis maskula kata tersebut didahului dengan bilangan maskula dan apabila benda tersebut femina kata itu didahului dengan bilngan femina. Dalam bahasa Ibrani penghitungan benda hanya berdasar benda tunggal dan jamak, tidak ada benda dual (musanna) kecuali benda yang berpasangan, seperti dalam bahasa Arab.

Bila kata benda atau sifat hendak dijamakkan maka akhiran kata tersebut dilekati dengan afiks penanda jamak. Akhiran penanda jamak tersebut adalah sebagai berikut.

Akhiran-akhiran penjamakan Maskula lengkap

Maskula perpendekan Femina Rangkap (berpasangan)

םיִ

יֵ

ת

םִיַ

Penjamakan kata benda maskula

Bentuk jamak perpendekan Bentuk jamak lengkap Bentuk tunggal ‘kata-kata salam’

ם

ל ָש

יֵר ְב ִד

‘raja-raja Israel’

ל ֵאָר ְשִי

י ֵכ ְל ַמ

‘anak-anak raja’

ְך ֶל ֶמ ַה

יֵנ ְב

‘Kota-kota negeri itu’

יֵר ָע

ץֶראָ ָה

‘kata-kata’

םי ִר ָב ְד

‘Raja-raja’

םי ִכ ָל ְמ

‘Anak-anak’

םיִנ ָב

‘kota-kota’

םי ִר ָע

‘kata’

ר ָב ָד

‘raja’

ְך ֶל ֶמ

‘anak’

ן ֵב

‘kota’

רי ִע

Akhiran [

םיִ

] mendapat tekanan suara dalam kata benda jamak. Akibatnya sering terjadi perpendekan suku kata pertama pada kata tersebut dan bunyi vokalnya menjadi syewa.

Tekanan dalam bentuk perpendekan

[

םיִ

]

juga mengakibatkan perubahan bunyi vokal dalam kata yang pertama. Contoh [

םי ִר ָב ְד

]

[

ר ָב ָד

].

Penjamakan kata benda femina

(27)

femina itu berakhiran [

הָ

], akhiran tersebut harus dihilangkan dulu baru kemudian diganti dengan akhira [

ת

].

Bentuk jamak Bentuk tunggal

‘Negeri-negeri’

ת

צָרֲא

‘hukum-hukum,

ת

ר

ת

Pengajaran-pengajaran’ ‘negeri’

ץֶר ֶא

‘hukum,

הָר

ת

Pengajaran’ Bentuk rangkap

Selain bentuk tunggal dan bentuk jamak, beberapa kata benda mempunyai bentuk rangkap untuk menyebut sepasang benda.

Bentuk jamak Bentuk sepasang Bentuk tunggal ‘(beberapa) tangan’

דָי

ת

‘(beberapa) tahun’

םיִנ ָש

Sepasang tangan

םִי ַדָי

Dua tahun

םִי ַתָנ ְש

‘(sebelah) tangan’

דָי

Satu tahun’

הָנ ָש

Ada beberapa kata benda yang selalu berbentuk rangkap, misalnya [

םִי ַמ

], [

םִי ַמ ָש

]. Kata benda tersebut tidak mempunyai bentuk tunggal ataupun jamak. Nama [

םִיַר ְצ ִמ

] juga rangkap sesuai dengan penyebutna orang Mesir sendiri dengan menyebut “Dua Tanah” yaitu Mesir hulu dan Mesir Hilir.

Penjamakan khusus

Sesuai dengan jenisnya kata benda juga dijamakkan sesuai dengan jenisnya. Kata benda maskula dijamakkan dengan jamak maskula. Kata benda femina dijamakkan dengan jamak femina. Akan tetapi, ada beberapa benda yang dijamakkan secara tidak teratur (tidak mengikuti aturan penjamakan benda). Hal ini dapat dianggap sebagai perkecualian. Beberapa benda maskula dijamakkan dengan jamak femina atau akhiran [

ת

].

Misalnya: ‘bapak-bapak’ [

ת

באָ

] ‘bapak’ [

באַ

]

Sebaliknya ada kata benda jenis femina dijamakkan dengan jamak maskula atau dengan akhiran [

םיִ

].

Misalnya: ‘tahun-tahun’ [

םיִנ ָש

] ‘tahun’ [

הָנ ָש

]

(28)

Misalnya:

Bentuk jamak Bentuk tunggal

‘(beberapa) orang (M)’

םי ִשָנֲא

‘(beberapa) orang (F)’

םי ִשָנ

‘umat-umat, bangsa-bangsa’

םי ִמ ַע

‘orang (M)’

שי ִא

‘orang (F)’

ה ַש ִא

‘umat, bangsa'

ם ַע

Penjamakan kata sifat

Persis sama seperti yang terjadi pada bahasa Arab, kata sifat dalam bahasa Ibrani harus selalu sesuai bilangannya dengan kata benda yang diterangkan oleh kata sifat tersebut. Oleh karena itu, kata sifat tunggal dapat dibubuhi akhiran yang sama dengan akhiran yang dilekatkan pada kata benda.

Tunggal (M) Tunggal (F) Jamak (M) Jamak (F) ‘hari baik’

‘tahun baik’ ‘kata-kata baik’ ‘hukum-hukum baik’

ה

םי

ת

י

ט

ם

ב

ט

הָנ ָש

ָב

םי ִר ָב ְד

ט

ִב

ת

ר

ט

ת

ב

Aturan membentuk frase bilangan

Kata-kata bilangan juga dilekati akhiran-akhiran yang berhubungan dengan jenis kelamin dan bilangan, tetapi gunanya berbeda dengan kegunaan yang biasanya dan ini mirip juga dengan aturan yang ada pada frase bilangan dalam bahasa Arab.

Kata bilangan 3-10 mempunyai dua bentuk, pertama bentuk sederhana digunakan dengan kata benda berjenis femina. Sedangkan kata bilangan berbentuk femina digunakan dengan kata benda berjenis maskula.

Contoh

(M) ‘lima tangan’ /khamesy yadot/ [

ת

דָי

ש ֵמ ָח

] (F) ‘lima hari’ /khamisy-sya yamim/ [

םי ִמָי

ה ָש ִמֲח

]

Kata bilangan selalu berbentuk tunggal meskipun kata bendanya jamak. Akhiran penanda jamak yang dilekatkan pada kata bilangan 3-9 berarti bilangan tersebut adalah puluhan. Bilangan yang dilekati akhiran tersebut digunakan sama antara jenis maskula dan femina. Hal ini perlu diperhatikan lagi pada tabel bilangan.

(29)

BAB VIII

KATA KERJA BERATURAN

Verba atau kata kerja bahasa Ibrani dibentuk oleh tiga buah huruf dasar. Tiga huruf dasar itu secara derivatif akan diubah sesuai dengan maksudnya. Sebagai bentuk dasar adalah kata kerja perfek untuk orang ke-III maskula tunggal.

Misalnya:

רמש

Perubahan derivatif yang dapat dilakukan adalah perubahan menyesuaikan dengan pelaku perbuatan yang berbeda jumlah dan jenisnya, yaitu dengan menambah akhiran penunjuk kata ganti di belakangnya.

„

ר ַמ ָש

„

רמ ְש

„

ָת ְר ַמ ָש

„

רמ ְש ִת

Perubahan derivatif juga dapat dilakukan dengan menyesuaikan kala (waktunya), biasanya dengan perubahan dari kala lampau (perfek) ke kala sekarang (imperfek) dan perintah (Imperatif), pertisip aktif, partisip pasif dan infinitif, serta untuk tujuan tertentu sesuai maksudnya.

Bentuk dasar kata kerja secara gramatikal dapat diubah menjadi tujuh bentukan baru yaitu:

„ simple active disebut qal

ל ַק

„ simple passive disebut niph`al

ל ַע ְפ ִנ

„ intensive active disebut pi`el

ל ֵע ִפ

„ intensive passive disebut pu`al

ל ַעֻפ

„ causative active disebut hiph`il

לי ִע ְפ ִה

„ causative passive disebut hoph`al

ל ַע ְפ ָה

„ reflexive disebut hitpha`el

ל ֵע ַפ ְת ִה

Masing-masing bentukan kata kerja tidak selalu mempunyai bentuk derifasi yang sama karena harus menyesuaikan makna dari kata kerja tersebut.

(30)

perfect imperfect cohortativeimperative Jussive participle infinitive niph`al V V V V - V V pi`el V V V V - V V pu`al V V V - - V V hiph`il V V V v v V V hoph`al V V - - - V V hitpha`el V V V V - V V Verba perfect

Bahasa Ibrani mempunyai ciri kata kerja seperti bahasa Arab. Penggunaan kala tidak seperti bahasa Eropa terutama Inggris, yang menyebutkan adanya bentuk past, present, dan future tense. Penyebutannya seperti dalam bahasa Arab yaitu madi (perfect)

dan hadir atau mustaqbal (imperfect). Bentuk perfect menunjukkan kala masa lampau,

sedangkan hadir lebih banyak digunakan dalam bentuk participle. Bentuk yang

menyatakan mustaqbal digunakan imperfect.

Sebagaimana dalam bahasa Arab, bahasa ibrani menggunakan kata kerja dengan kata ganti orang ketiga tunggal. Alasannya bentuk ini adalah bentuk yang paling sederhana dan menjadi dasar pembentukan perubahan kata-kata berikutnya. Pembentukan kata kerja adalah dengan melekatkan kata ganti setelah akar kata. Semua kata kerja akan berubah sesuai dengan personanya, jenis kata gantinya, dan jumlah kata gantinya.

ָת ְר ַמ ָש

ְת ְר ַמ ָש

ם ֶת ְר ַמ ָש

ן ֶת ְר ַמ ָש

נ ְר ַמ ָש

Verba imperfect

Untuk kata kerja imperfect, bahasa Ibrani juga ditandai dengan kata ganti yang

melekat pada kata dasarnya. Kata ganti tersebut menempati awal kata kerja dengan salah satu dari huruf

נתיא

digabung menjadi

ן ָתי ֵא

.

(31)

Untuk bentuk jamak diikuti dengan penanda khusus, yaitu

untuk maskula dan

הָנ

untuk femina. •

רֹמ ְשִי

רמ ְש ִת

רמ ְש ִת

י ִר ְמ ְש ִת

רמ ְש ֶא

ר ְמ ְשִי

הָנ ְרמ ְש ִת

ר ְמ ְש ִת

הָנ ְרמ ְש ִת

רמ ְש ִנ

Verba Imperative (perintah). Bentuk perintah dalam bahasa Ibrani ditandai dengan

bentuk pendek dari kata kerja infleksi imperfect. Sehingga kata kerja perintah tanpa

prefiks. •

רמ ְש

י ִר ְמ ִש

ר ְמ ִש

הָנ ְרמ ְש

Verba Prohibition (larangan). Bentuk larangan ditandai dengan bentuk negatif +

imperfect

Dalam bahasa Ibrani tidak pernah dijumpai larangan (negatif) digabung perintah. •

רמ ְש ִת

אל

(32)

pers jns perfect imperfect imperatif Tnggl 3 M

ל ַט ָק

לט ְקִי

3 F

ה ָל ְט ָק

לט ְק ִת

2 M

ָת ְל ַט ָק

לט ְק ִת

לט ְק

2 F

ְת ְל ַט ָק

י ִל ְט ְק ִת

י ִל ְט ִק

1 C

י ִת ְל ַט ָק

לט ְק ִא

Jamak 3 M

לט ְקִי

3 F

ל ְט ָק

הָנ ְלט ְק ִת

2 M

ם ֶת ְל ַט ְק

ל ְט ְק ִת

ל ְט ִק

2 F

ן ֶת ְל ַט ְק

הָנ ְלט ְק ִת

הָנ ְלט ְק

1 C

נ ְל ַט ָק

לט ְק ִנ

Ketentuan yang perlu diketahui 1. Jenis-jenis kata dasar

Jenis kata dasar contoh Ciri khas Biasa

statif

רַמ ָש

שַדָק

Vokal kedua dalm b. Imperfek= o Vokal kedua dalam b. Imperfek = a Huruf awal

א

החע

י

נ

רַמאָ

דַבאָ

ב ַשָי

שַגָנ

Huruf

א

dalam b. Imperfek = huruf hidup (o)

Vokal awalan dalam b. Imperfek = a atau e

Huruf

י

hilang atau menjadi vokal dalam b. Imperfek

Huruf

נ

hilang atau melebur dengan

huruf berikut dalam b. imperfek Huruf tengah

האחרע

ְךַרֵב

Huruf tengah tidak dapat didobelkan Huruf akhir

ה

(=huruf hidup) Huruf akhir

א

הָאָָר

אָצָמ

ַל ָש

ח

Huruf

ה

sering hilang atau menjadi

ת

Vokal kedua dalam b. Imperfek = a (

ָ

) atau e

(33)

Huruf akhir

חע

Vokal kedua dalam b. Imperfek = a (

ַ

) Huruf tengah = huruf

akhir

בַבָט

Huruf akhir sering hilang atau melebur dengan huruf tengah Bersuku satu (huruf

tengah=huruf hidup)

ם

ק

Vokal dalam b. Perfek = a atau e, berbeda dengan kata dasarnya 2. penghilangan huruf pertama kata dasar

Bentuk imperfek Kata dasar

‘kita pergi/hidup’

ְךֵלֵנ

ְךַלְהִנ

ְךַלָה

‘kita tinggal’

ב ְשֵת

ב ְשיִת

ב ַשָי

‘dia keluar’

אֵצֵי

אֵציִי

אָצָי

‘dia tahu’

עַדֵי

עַדיִי

עַדָי

‘saya memberi’

ןֵתֶא

ןֶתְנֶא

ןַתָנ

‘engkau mengambil’

חַקִת

חַקְלִת

חַקָל

Apabila kata dasar dimulai dengan huruf

א

maka huruf tersebut tidak dibunyikan dalam bentuk imperfek, tetapi berfungsi sebagai huruf hidup dengan vokal /o/.

Dia berkata

רַמאי

---

(

רַמֲאִי

)

----

רַמאָ

4. kata dasar yang bersuku satu

Bentuk imperfek Bentuk perfek Kata dasar Dia datang/masuk

א

בָי

אבָי

אָב

א

ב

Dia bangkit

ם

קָי

םֻקָי

םַק

ם

ק

Dia menempatkan

םי ִשָי

ם ִשָי

ם ָש

םי ִש

Kata dasar ini tidak dipergunakan secara langsung untuk menyebut bentuk perfek orang ketiga tunggal maskula, tetapi mempunyai bentuk tersendiri.

Kata kerja dalam bahasa Ibrani sering juga ditemukan tanpa akhiran ataupun awalan yang menunjukkan pelakunya. Dalam keadaan seperti ini terdapat pada:

a. perintah b. partisip aktif c. partisip pasif

bentuk perintah (imperative) dalam bahasa Ibrani terdiri dari bentuk imperfek

(34)

Bentuk perintah Bentuk imperfek ‘dengar’

עַמ ְש

‘ambil’

חַק

‘pergi’

ְךֵל

‘kembali’

ב

ש

‘engkau mendengar’

עֵמ ְשִת

‘engkau mengambil’

חַקִת

‘engkau pergi’

ְךֵלֵת

‘engkau kembali’

ב

שָת

Bentuk perintah Bentuk imperfek

‘pelihara!’ ‘pelihara!’

י

רמ ְש

ִרְמ ִש

רמ ְשִת

יִרְמ ְשִת

‘pelihara (kalian – m)!’ ‘pelihara (kalian-f)!’

הָנ

רְמ ִש

ְרמ ְש

רְמ ְשת

הָנְרמ ְשִת

Apabila kata dasar jadian nifal, hifil, dan hofal ditemukan dalam bentuk imperfek

(berawalan), maka hilanglah awalan atau sebelum mendapat awalan pelaku.

Ciri khas Bentuk imperfek Kata dasar jadian

Pendobelan huruf pertama kata dasar (

נ

+

ש

=

ש

) Sisipan

-

י

Vokal u+a Dia didengar

עַמ ָשִי

‘dia memberitahukan’

דיִגַי

‘dia dibunuh’

תַמ

י

‘didengar’

עַמ ְשִנ

‘memberitahukan’

דיִגִה

‘Dibunuh’

תַמ

ה

Bentuk perintah dari kata nifal dibentuk biasa dengan menghilangkan awalan bentuk imperfek. Bentuk yang dihasilkan didobelkan dan supaya dapat dibunyikan ditambah

ה

untuk menyempurnakan bentuk tersebut.

Bentuk perintah Bentuk imperfek Kata dasar nifal ‘awas, hati-hati

רֵמ ָשִה

א ְשָנִה

‘engkau dijaga, berjaga-jaga’

רֵמ ָשִת

‘kamu diangkat, berdiri tegak’

א ְשָנִת

‘dijaga, berawas-awas’

רַמ ְשִנ

‘diangkat, berdiri tegak’

א ָשִנ

Bentuk perintah dari kata hifil dengan cara yang khas. Dalam bentuk imperfek awalan

hilang dan diganti dengan awalan pelaku (bentuk singkat kata ganti persona pelaku). Dalam bentuk impeatif awalan pelaku itu (penanda kata ganti persona) dibuang dan

(35)

diganti kembali dengan awalan .

Bentuk perintah Bentuk imperfek Kata dasar nifal ‘beritahukan!’

דיִגָה

‘pergarkan!’

עיִמ ְשַה

‘engkau memberitahukan

דיִגָת

‘kamu memperdengarkan’

עיִמ ְשַת

‘memberitahukan’

דיִגִה

‘memperdengarkan’

ַעיִמ ְשִה

Ada tiga bentuk kata kerja jadian yang bermakna intensif. Bentuk ini sering menyatakan suatu perbuatan intensif daripada kata dasar sederhana (akar). Ciri khas kata kerja bentuk ini adalah pendobelan huruf tengah kata dasarnya (doubled stem).

Pola-pola utama

1. Bentuk qal (kata dasar)

ל ַק

Dapat mempunyai arti transitif atau intransitif, juga ada bentuk denominativa

(pembentukan kata kerja dari nomen).

Misalnya:

ד ַכ ָל

‘menangkap’

קזח

‘kuat’

בקע

‘memegang tumit’ 2. Bentuk niph`al:

ל

ַע ְפִנ

1. Arti reflexif dari qal

ר ַמ ְש ִנ

---

ר ַמ ַש

syamar ‘menjaga’ nisymar ‘menjaga diri’ 2. Arti medial

לאַ ְש ִנ

---

לאַ ַש

sa`al ‘memohon’; nis`al ‘memohon untuk dirinya sendiri’ 3. Arti toleratif dari qal

שַר ְד ִנ

---

שַר ָד

daras ‘bertanya’; nidras ‘membiarkan ditanyai, 4. Arti resiprok dari qal

ט ַפ ְש ִנ

---

ט ַפ ַש

syapat ‘menghadiri’; nisypat ‘saling menghadiri’ 5. Arti pasif dari qal

אַר ְק ִנ

---

אַר ָק

qara ‘memanggil’; niqra ‘dipanggil’ 2. Bentuk phi`el:

לעפ

1. Arti intensif

ר ֵב ִש

----

ר ַב ָש

syabar ‘memutuskan’; syiber ‘mematahkan’ 2. Arti itteratif bentuk qal

ר ֵב ִק

----

ר ַב ָק

(36)

3. Arti kausatif

ד ֵמ ִל

----

ד ַמ ַל

lamad ‘belajar’; limed ‘mengajar’ 4. Arti deklaratif

ש ֵד ִק

----

ש ַד ַק

qadasy ‘suci’; qidesy ‘menganggap seseorang suci’ 5. Arti bentuk denominatif dari nomen

ן ֵה ִכ

---

ן ֵהכ

kohen ‘imam’; kihen ‘memenuhi tugas imam’ 3. Bentuk phu`al

ל ַעֻפ

Bentuk ini adalah bentuk pasif dari phi`el

Misalnya

ר ֵפ ִס

siper ‘menceritakan’;

ר ַפֻס

supar ‘diceritakan’ 5. Bentuk hitpha`il

ל ֵע ַפ ְת ִה

1. Makna refleksif dari bentuk phi`el

ש ֵד ַק ְת ִה

---

ש ֵד ִק

qidesy ‘menyucikan’; hitqadesy ‘menyucikan diri’ 2. Makna medial dari bentuk qal dan phi`el

ך ֵל ַה ְת ִה

---

ך ַל ַה

halak ‘pergi’; hithalek ‘berjalan-jalan’ 3. Makna initiatif

א ִבַנ ְת ִה

---

א ִבַנ

nabi ‘nabi’; hitnabi ‘mengaku nabi’ 4. Makna resiprok dari qal

האָר ְת ִה

---

האר

ra’a ‘melihat’; hitra’a ‘saling melihat/mengukur’ 5. Kadang-kadang mempunyai arti pasif dari phi`el

ל ֵל ִה

---ל ֵ---ל ַה ְת ִה

hillel ‘memuja’; hithalel ‘dipuja’ 6. Bentuk hiph`il

לי ִע ְפ ִה

1. Makna kausatif

ךי ִל ְמ ִה

---

ְך ַל ָמ

malak ‘menjadi raja’; himlik ‘menjadikan raja 2. Makna deklaratif dari qal

עי ִש ְר ִה

---

ע ַשַר

rasya` ‘tidak bertuhan’; hirsyik ‘menyatakan diri tidak bertuhan’

3. Makna denominatif dari hiph`il

שי ִר ְש ִה

---

שַר ָש

syaras ‘akar; hisyris ‘membuat akar’ 7. Hoph`al

ל ַע ְפ ָה

Bentuk pasif dari phi`el Dibentuk dari pola hiph`il

Misalnya:

ם ַל ְכ ָה

---

םי ִל ְכ ִה

hiklim ‘malu’; hoklam ‘dibuat malu’

Referensi

Dokumen terkait

guru memotivasi siswa untuk selalu berinteraksi dengan bahasa Arab dengan cara mempelajari, membaca, dan menggunakan bahasa Arab lebih maksimal. Kesulitan dalam

Tujuan dari penelitian untuk mengetahui kemampuan dasar yang harus dimiliki mahasiswa baru yang menjadi tuntutan kurikulum Prodi Pendidikan Bahasa Arab Universitas

Tulisan diatas yang telah diberikan tanda-tanda baca dapat dengan mudah kita pahami isinya.tulisan itu dpat kita dapat pahami karana sudah mempunyai tanda

2) Selain bahasa Yunani, Latin, Ibrani, dan Arab, bahasa-bahasa Eropa lainnya juga mendapat perhatian dalam bentuk pembahasan, penyusunan tata bahasa dan malah juga perbandingan.

Dengan demikian wujud akulturasi dalam seni sastra tersebut terlihat dari tulisan/ aksara yang dipergunakan yaitu menggunakan huruf Arab Melayu (Arab Gundul) dan isi ceritanya juga

Nilai: 1: Kurang 2: Cukup 3: Baik 4: Sangat Baik Tabel Instrumen Penilaian untuk Kemampuan Lainnya Sko r Kosa kata Struktur Bahasa Tanda Baca Pemahaman Bacaan 1 Sedikit atau belum

Allah Maha Pengasih arti dari Ar-..... tanda baca huruf Arab

Pengembangan bahan ajar bahasa Arab di Indonesia memiliki latar belakang yang kompleks dan saat ini masih terbatas serta kurang