• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dana Pinjaman

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Dana Pinjaman"

Copied!
47
0
0

Teks penuh

(1)

DANA PINJAMAN

DANA PINJAMAN

HUTANG LUAR NEGERI

HUTANG LUAR NEGERI

OBLIGASI

(2)

Dasar Hukum

Dasar Hukum

• UU UU Nomor 17 Nomor 17 TTahun 2003 ahun 2003 tentang Keutentang Keuangan Negarangan Negara;a; •

• UU UU Nomor 1 Nomor 1 TTahun 2004 ahun 2004 tentang Ptentang Perbendaharaan Negara;erbendaharaan Negara; •

• UU UU Nomor 25 Nomor 25 TTahun 2004 ahun 2004 tentang Sistetentang Sistem Pm Perencanaan Pembangunan Nasional;erencanaan Pembangunan Nasional; •

• UU UU Nomor 32 Nomor 32 TTahun 2004 ahun 2004 tentang Ptentang Pemerintahan Daerah;emerintahan Daerah; •

• UU Nomor UU Nomor 33 T33 Tahun 2004 tahun 2004 tentang Perimbangan Keuentang Perimbangan Keuangan Antara angan Antara PemerintahPemerintah

Pusat dan Pemerintahan Daerah; Pusat dan Pemerintahan Daerah;

• PP PP Nomor 10 Nomor 10 TTahun 2011 tahun 2011 tentang Tentang Tata Carata Cara Pengadaan Pinjaman Luar Nega Pengadaan Pinjaman Luar Negeri daneri dan

Penerimaan Hibah Penerimaan Hibah

• PP PP Nomor 30 Nomor 30 TTahun 2011 ahun 2011 tentang Pinjaman tentang Pinjaman Daerah;Daerah; •

• PerPeraturan aturan Menteri Menteri Negara Negara PerencPerencanaan Pembangunan anaan Pembangunan Nasional/KepalNasional/Kepala a BappenasBappenas

No. 005/M.PPN/06/2006 tentang Tatacara Perencanaan dan Pengajuan Usulan No. 005/M.PPN/06/2006 tentang Tatacara Perencanaan dan Pengajuan Usulan serta Penilaian Kegiatan yang Dibiayai dari Pinjaman dan/atau Hibah Luar Negeri; serta Penilaian Kegiatan yang Dibiayai dari Pinjaman dan/atau Hibah Luar Negeri;

• PerPeraturan aturan Menteri Menteri Keuangan Nomor Keuangan Nomor 45/PMK.02/2006 tentang 45/PMK.02/2006 tentang PedomanPedoman

Pelaksanaan dan Mekanisme Pemantauan Defisit Anggaran Pendapatan dan Pelaksanaan dan Mekanisme Pemantauan Defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan Pinjaman Daerah;

Belanja Daerah dan Pinjaman Daerah;

• PerPeraturan Menaturan Menteri Keuangan teri Keuangan Nomor 147/PMK.07/2006 tNomor 147/PMK.07/2006 tentang Tentang Tatacaraatacara

Penerbitan, Pertanggungjawaban, dan Publikasi Informasi Obligasi Daerah. Penerbitan, Pertanggungjawaban, dan Publikasi Informasi Obligasi Daerah.

(3)

Dasar Hukum

Dasar Hukum

• UU UU Nomor 17 Nomor 17 TTahun 2003 ahun 2003 tentang Keutentang Keuangan Negarangan Negara;a; •

• UU UU Nomor 1 Nomor 1 TTahun 2004 ahun 2004 tentang Ptentang Perbendaharaan Negara;erbendaharaan Negara; •

• UU UU Nomor 25 Nomor 25 TTahun 2004 ahun 2004 tentang Sistetentang Sistem Pm Perencanaan Pembangunan Nasional;erencanaan Pembangunan Nasional; •

• UU UU Nomor 32 Nomor 32 TTahun 2004 ahun 2004 tentang Ptentang Pemerintahan Daerah;emerintahan Daerah; •

• UU Nomor UU Nomor 33 T33 Tahun 2004 tahun 2004 tentang Perimbangan Keuentang Perimbangan Keuangan Antara angan Antara PemerintahPemerintah

Pusat dan Pemerintahan Daerah; Pusat dan Pemerintahan Daerah;

• PP PP Nomor 10 Nomor 10 TTahun 2011 tahun 2011 tentang Tentang Tata Carata Cara Pengadaan Pinjaman Luar Nega Pengadaan Pinjaman Luar Negeri daneri dan

Penerimaan Hibah Penerimaan Hibah

• PP PP Nomor 30 Nomor 30 TTahun 2011 ahun 2011 tentang Pinjaman tentang Pinjaman Daerah;Daerah; •

• PerPeraturan aturan Menteri Menteri Negara Negara PerencPerencanaan Pembangunan anaan Pembangunan Nasional/KepalNasional/Kepala a BappenasBappenas

No. 005/M.PPN/06/2006 tentang Tatacara Perencanaan dan Pengajuan Usulan No. 005/M.PPN/06/2006 tentang Tatacara Perencanaan dan Pengajuan Usulan serta Penilaian Kegiatan yang Dibiayai dari Pinjaman dan/atau Hibah Luar Negeri; serta Penilaian Kegiatan yang Dibiayai dari Pinjaman dan/atau Hibah Luar Negeri;

• PerPeraturan aturan Menteri Menteri Keuangan Nomor Keuangan Nomor 45/PMK.02/2006 tentang 45/PMK.02/2006 tentang PedomanPedoman

Pelaksanaan dan Mekanisme Pemantauan Defisit Anggaran Pendapatan dan Pelaksanaan dan Mekanisme Pemantauan Defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan Pinjaman Daerah;

Belanja Daerah dan Pinjaman Daerah;

• PerPeraturan Menaturan Menteri Keuangan teri Keuangan Nomor 147/PMK.07/2006 tNomor 147/PMK.07/2006 tentang Tentang Tatacaraatacara

Penerbitan, Pertanggungjawaban, dan Publikasi Informasi Obligasi Daerah. Penerbitan, Pertanggungjawaban, dan Publikasi Informasi Obligasi Daerah.

(4)

Prinsip Pinjaman

Prinsip Pinjaman Daer

Daerah

ah

Luar Luar Negeri Negeri Swasta Swasta Masyarakat Masyarakat 1.

1. Inisiatif Inisiatif PemPemda da untuuntuk k urusanurusan kewenangan Pemda

kewenangan Pemda 2.

2. BerdBerdasar asar kesekesepakatpakatanan 3.

3. SebagSebagai ai sumbesumber r APBDAPBD, , penupenutuptup defisit anggaran

defisit anggaran  perjanjianperjanjian

X

X

Tidak boleh langsung Tidak boleh langsung Pihak lain Pihak lain Pemerintah Pemerintah daerah daerah Aset Aset P PADAD RESOURCES RESOURCES

X

X

Tid

Tidakak bisbisaa digu

digunaknakanan sebagsebagai ai   jaminan

 jaminan

X

(5)

Persyaratan Peminjaman (1)

Persyaratan Peminjaman (1)

Sisa Peminjaman Sisa Peminjaman Daerah Daerah

+

+

Pinjaman Pinjaman yang yang akan akan ditarik ditarik

<

<

   PenerimaanPenerimaan APBD tahun APBD tahun sebelumnya sebelumnya

75%

75%

 x

 x

PAD Keseluruhan

PAD Keseluruhan

 –

 –

 (DAK + Dana Darurat + Dana

 (DAK + Dana Darurat + Dana

Pinjaman Lama + Penerimaan Lain dengan penggunaan

Pinjaman Lama + Penerimaan Lain dengan penggunaan

terbatas)

terbatas)

60%

60%

xx

   PDRBPDRB atau atau

Ditentukan Mentri Keuangan Ditentukan Mentri Keuangan

(paling lambat Agustus) (paling lambat Agustus) Jangka Panjang

(6)

Persyaratan Peminjaman (2)

Rasio kemampuan pengembalian hutang (Debt Services Coverage Ratio)

DCSR

(PAD + (DBH - DBHDR) + DAU)

 – 

BW

2,5

Dana Bagi Hasil

Dana Bagi Hasil Dana Reboisasi

Dana Alokasi Umum

Belanja Wajib Angsuran pokok pinjaman + bunga + biaya lain

(7)

Persyaratan Peminjaman (3)

Khusus jangka pendek: telah dianggarkan, mendesak

Persetujuan dari DPRD

Bebas tunggakan untuk peminjaman ke pemerintah

(8)

Pinjaman menurut Jangka Waktu dan

Pemanfaatannya

 paling lama 1 (satu) tahun anggaran

 harus dilunasi dalam tahun anggaran yang

berkenaan

Pendek

 jangka waktu lebih dari satu tahun anggaran harus dilunasi dalam kurun waktu yang tidak

melebihi sisa masa jabatan kepala daerah yang bersangkutan

Menengah

 harus dilunasi pada tahun anggaran berikutnya

sesuai dengan persyaratan perjanjian pinjaman yang bersangkutan

Panjang

hanya untuk menutup kekurangan arus kas pelayanan publik (tidak menghasilkan penerimaan) investasi prasarana dan/atau sarana dalam penyediaan pelayanan publik

(9)

Khusus Pinjaman Jangka Panjang

kegiatan investasi prasarana dan/atau sarana pelayanan

publik yang menghasilkan penerimaan bagi APBD

(diperoleh dari pungutan atas penggunaan prasarana

dan/atau sarana tersebut)

Sarana-Prasarana

 yang dibiayai:

 menghasilkan penerimaan langsung,

 menghasilkan penerimaan tidak

langsung,

memberikan manfaat ekonomi dan

sosial

KHUSUS OBLIGASI

JANGKA PANJANG

(10)

Prosedur Pengajuan Pinjaman Daerah (1)

Pinjaman dari dana Pemerintah

Kepala Daerah Mentri Keuangan Mentri Dalam Negeri

Usulan Pinjaman

Dana Penerusan Pinjaman Dalam Negeri

Dana Penerusan Pinjaman Luar Negeri

Daftar Kegiatan Prioritas yang dapat dibiayai

Pertimbangan

Penilaian

Persetujuan

Kontrak

Daftar Rencana Pinjaman LN jangka menengah 1. Lap. Keuangan 3 thn 2. APBD tahun berjalan 3. DCSR 4. Rencana Pinjaman 5. Surat Persetujuan DPRD

(11)

Prosedur Pengajuan Pinjaman Daerah (2)

Dana selain dana Pemerintah

Pemda Mentri Keuangan Mentri D. Negeri Kreditur

Usulan Penilaian Pengajuan syarat Pemilihan persyaratan Kontrak Persetujuan Laporan Rencana Pinjaman Jangka Menengah/panjang Pertimbangan Usulan Penilaian Pengajuan syarat Kontrak Pemilihan persyaratan Persetujuan Jangka Pendek Jangka Panjang 1. Lap. Keuangan 3 thn 2. APBD 3. DCSR

(12)

Prinsip Pelaporan Pinjaman

Mentri Keuangan / Mendagri Pemerintah Daerah Pencatatan dalam APBD

(13)

Pinjaman Luar Negeri

 Pinjaman LN: setiap penerimaan negara baik

dalam bentuk devisa dan atau devisa yang

dirupiahkan maupun dalam bentuk barang dan

atau dalam bentuk jasa yang diperoleh dari

pemberi pinjaman luar negeri yang harus dibayar

kembali dengan persyaratan tertentu

  Hibah: setiap penerimaan negara baik dalam

bentuk devisa dan atau devisa yang dirupiahkan

maupun dalam bentuk barang dan atau dalam

bentuk jasa termasuk tenaga ahli dan pelatihan

yang diperoleh dari pemberi hibah luar negeri

yang tidak perlu dibayar kembali

(14)

 Kemanfaatan Hutang Luar Negeri:

 –

 membiayai defisit APBN

 –

 membiayai kegiatan prioritas

Kementerian/Lembaga

 –

 mengelola portofolio utang

 –

 diteruspinjamkan kepada Pemerintah Daerah /

BUMD

 –

 diteruspinjamkan kepada BUMN

 –

 dihibahkan kepada Pemerintah Daerah / BUMD.

(15)

Jenis Pinjaman di Indonesia

Berdasarkan

Penerima

 Public Debt

 Private Debt

Sumber

dananya

 Multilateral

 Bilateral

 Sindikasi

Persyaratan

 Concessional Loan

 Semi Concessional Loan

 Commercial Loan

(16)

Multilateral

(17)

Bilateral

(18)
(19)

Jenis Pinjaman Berdasarkan Kegunaan

 Berupa devisa/rupiah untuk menutup defisit

anggaran APBN dan pengelolaan portfolio utang

Pinjaman Tunai

 Pinjaman untuk membiayai kegiatan tertentu

Pinjaman

Kegiatan

Bentuk Praktisnya: pinjaman program, stand by loan, pembiayaan likuiditas jangka pendek, pembiayaan kontinjensi, pembiayaan untuk permodalan, dan lain-lain, yang pencairannya bersifat tunai

Bentuk Praktisnya: berupa pinjaman proyek, credit line, dan lain-lain, yang pencairannya terkait dengan kegiatan

(20)

Jenis pinjaman dan kegunaannya

Kegiatan

bagian dari program yang

dilaksanakan oleh satu atau lebih unit kerja pada

satuan kerja sebagai bagian dari pencapaian

sasaran terukur untuk menghasilkan keluaran

dalam bentuk barang/jasa

Pengelolaan

 Portfolio’

kegiatan dalam rangka

mencapai komposisi utang yang optimal baik dari

sisi instrumen, mata uang, tingkat bunga, jenis

suku bunga, sumber, dalam upaya untuk

meminimalkan biaya utang pada tingkat risiko

yang terkendali

(21)

Eligibilitas

Pinjaman

ELIGIBLE LOAN

Jangka Panjang, syarat ringan dan rasional Tidak disertai ikatan politik dan saling menguntungkan

Jumlah pinjaman dan persyaratannya sesuai

setimbang

Prosedur penggunaan dan penarikan tidak terlalu ketat

Kreditor bereputasi baik Diversifikasi

Untuk proyek

pengembangan industri dan lapangan kerja

Tidak memunculkan dominasi impor barang/sumber daya

(22)

Jalur Mendapatkan Bantuan Luar

Negeri oleh Daerah

PEMDA

Penerusan Pinjaman Luar Negeri Pemerintah

OBLIGASI

KREDITUR LN Mekanisme

(23)

Elemen Penentuan Batas Pinjaman LN

Daerah

Rencana Batas Maksimal Mentri Keuangan + (Gubernur BI) Kebutuhan Riil Pembiayaan Kemampuan Pembayaran Hutang Batas Maksimal Kumulatif hutang Kapasitas sumber pinjaman Resiko Hutang

Alat Pengendali

Pinjaman LN

(24)

Beban tertanggung selain nilai hutang

Bunga Pinjaman

, merupakan biaya bunga atas fasilitas pinjaman luar

negeri yang telah disediakan yang telah ditarik (disburshed loan). Besarnya

bunga pinjaman telah ditetapkan dalam perjanjian pinjaman (loan

agreement) tergantung pada jenis pinjaman, yaitu pinjaman lunak, semi

lunak, komersial.

Commitment Fee

, yaitu fee yang dibayarkan kepada pemberi pinjaman

(lender) atas komitmen pinjaman yang telah diberikan dan telah

dituangkan dalam loan agreement. Besarnya commitment fee dihitung

berdasarkan plafond pinjaman yang belum ditarik (undisburshed loan).

Administration Fee

,

Front End Fee

,

Agent Fee

, adalah fee yang dibayarkan kepada agen yang ditunjuk oleh

Pemerintah RI dalam rangka perolehan pinjaman sindikasi. Agen tersebut

berfungsi sebagai penghubung antara Pemerintah RI dengan seluruh

(25)

Restrukturisasi

Penyesuaian atau penyusunan kembali struktur hutang yang

mencerminkan kesempatan kepada debitur merencanakan

pemenuhan kewajiban keuangannya

Penyusunan kembali struktur hutang didasarkan pada

keputusan manajemen keuangan sukarela, misalnya untuk

mengubah hutang jangka pendek menjadi jangka panjang.

(Sumber:

http://id.shvoong.com/businessmanagement/accounting/219445

7-pengertian-restrukturisasi-hutang/#ixzz2hVvie28i)

(26)

OBLIGASI

Obligasi adalah surat utang dengan jangka waktu

tertentu dan suku bunga / bagi hasil tertentu

Obligasi dibagi ke dalam unit - unit, dimana

(27)

Bagian dari efek

 Efek adalah surat berharga, yaitu surat

pengakuan utang, surat berharga komersial ,

saham, obligasi, tanda bukti utang, unit

penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak

berjangka atas Efek, dan setiap derivatif dari

efek

(28)

Elemen Obligasi

Sumber pembayaran

Pembagian Unit dengan nilai nominal (par/ face value / principle amount / maturity value)

suku bunga yang tertera pada sertifikat obligasi dan harus dibayarkan oleh emiten obligasi

Jangka Waktu:

Biasanya 3 tahun masa berlaku perjanjian

(29)

Jenis OBLIGASI (1)

Adanya jaminan aset

tertentu

Secure

Bond

Tidak didukung dengan

adanya aset tertentu

Unsecure

Bond

(30)

Jenis OBLIGASI (2)

Berdasarkan tanggal jatuh tempo

 Satu tanggal jatuh tempo

Term Bond

Beberapa tanggal jatuh

tempo

Serial Bond

Bisa ditarik sebelum jatuh

tempo

Callable

Bond

(31)

Jenis OBLIGASI (3)

 Berdasarkan alat penukarnya

 Obligasi yang dapat ditukarkan dengan

produk securitas yang lain, mis: saham

Convertible

Bond

 Dapat dilunasi dengan komoditas

Commodity

Backed

 Obligasi yang tidak memberikan bunga

Deep discount

Bond

(32)

 Berdasarkan bunga yang dibayarkan

Jenis OBLIGASI (4)

Tidak memberikan bunga,

kecuali ada keuntungan

Income

Bond

Bunganya dibayarkan dari

sumber tertentu

Revenue

Bond

(33)

HARGA OBLIGASI

Harga obligasi adalah suatu harga apabila kita ingin

membeli atau menjual obligasi di pasar modal baik

melalui transaksi bursa.

Beberapa hal yang mempengaruhi harga obligasi

adalah :

 –

 Nominal, yaitu harga obligasi sebagaimana pada waktu

penerbitan.

 –

 Tingkat bunga, yaitu tingkat bunga yang umum berlaku

dalam masyarakat sebagai pembanding kupon (bunga)

obligasi.

 –

 Periode pembayaran bunga, yaitu periode waktu dimana

penerbit melakukan pembayaran kupo . Biasanya 3

bulanan atau 6 bulanan.

 –

 Jangka waktu jatuh tempo yaitu jangka waktu sejak

(34)

HARGA OBLIGASI

1. Par (nilai Pari

): Harga Obligasi sama dengan nilai nominal

Misal: Obligasi dengan nilai nominal Rp 50 juta dijual pada harga 100%, maka nilai

obligasi tersebut adalah 100% x Rp 50 juta = Rp 50 juta.

2.

at premium

(dengan Premi): Harga Obligasi lebih besar dari nilai nominal

Misal: Obligasi dengan nilai nominal RP 50 juta dijual dengan harga 102%, maka

nilai obligasi adalah 102% x Rp 50 juta = Rp 51 juta.

3.

at discount

(dengan Discount): Harga Obligasi lebih kecil dari nilai nominal

Misal: Obligasi dengan nilai nominal Rp 50 juta dijual dengan harga 98%, maka nilai

dari obligasi adalah 98% x Rp 50 juta = Rp 49 juta

(35)

Peringkat Obligasi

Peringkat Rating Institusi Penilai (Indonesia) Faktor Penentu AAA terbaik PT PEFINDO PT Kasnic Credit Rating

• Track record keuangan dan

 proyeksi kemampuan  pembayaran utang

• Kelayakan proyek untuk

dibiayai oleh Obligasi Daerah

• Usulan rencana

penjaminan

• Proses pengadaan

kontraktor dan pemasok AA A BBB BB Junk bond B CCC

(36)

Dasar hukum

• Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal;

• Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara

Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah;

• Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2005 tentang Pinjaman Daerah;

• Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah; • Peraturan Menteri Keuangan Nomor 147/PMK.07/2006 tentang Tata Cara

Penerbitan,Pertanggungjawaban dan Publikasi Informasi Obligasi Daerah

• Paket Peraturan Ketua Bapepam dan LK terkait Penawaran Umum Obligasi Daerah,

yaitu:

 – a. Peraturan Nomor VIII.G.14 tentang Pedoman Penyajian Laporan Keuangan Daerah,  – b. Peraturan Nomor VIII.G.15 tentang Pedoman PenyusunanComfort Letter Dalam Rangka

Penawaran Umum Obligasi Daerah,

 – c. Peraturan Nomor VIII.G.16 tentang Pedoman Penyusunan Surat Pernyataan Kepala Daerah di

Bidang Akuntansi Dalam Rangka Penawaran Umum Obligasi Daerah,

 – d. Peraturan Nomor IX.C.12 tentang Pedoman Mengenai Bentuk dan Isi Pernyataan Pendaftaran

Dalam Rangka Penawaran Umum Obligasi Daerah,

 – e. Peraturan Nomor IX.C.13 tentang Pedoman Mengenai Bentuk dan Isi Prospektus Dalam Rangka

Penawaran Umum Obligasi Daerah, dan

 – f. Peraturan Nomor IX.C.14 tentang Pedoman Mengenai Bentuk dan Isi Prospektus

• Keputusan Direksi PT Bursa Efek Surabaya No. SK-010 /Dir/BES/V/2007 tentang

(37)

Latar Belakang trend OBLIGASI

Pemerintah di Indonesia

(38)

Total Utang Pemerintah

(39)
(40)

Khusus untuk Obligasi Pemerintah

OBLIGASI /GOVERNMENT BOND (5 tahun/rupiah)

Inisiatif proyek dan pembiayaan

Kreditur Debitur Proyek/BARANG JAMINAN

(41)

Yang boleh dibiayai dengan OBLIGASI

layanan air minum;

penanganan limbah dan persampahan;

  transportasi;

rumah sakit;

pasar tradisional;

tempat perbelanjaan;

pusat hiburan;

wilayah wisata dan pelestarian alam;

terminal dan sub terminal;

perumahan dan rumah susun;

pelabuhan lokal dan regional.

(42)
(43)
(44)

Dokumen Persyaratan

Studi Kelayakan Kegiatan yang telah dinilai oleh penilai

(

 Appraisal);

Kerangka Acuan Kegiatan (KAK);

Perda APBD tahun yang bersangkutan dan 3 tahun

sebelumnya;

Perhitungan tentang kemampuan keuangan daerah

dalam memenuhi kewajiban

pembayaran kembali obligasi daerah/ proyeksi

Debt

Service Coverage Ratio

  (DSCR)

(45)

penerbitan Obligasi Daerah dilakukan

melalui penetapan Peraturan

 Daerah”

 Diperlukan untuk mengatur:

 –

 ketentuan mengenai jumlah Obligasi Daerah

 –

 nilai nominal Obligasi Daerah

(46)
(47)

Referensi

Dokumen terkait

TANGERANG III K19 06466 APOTEK KIMIA FARMA 115 PAMULANG JL.PAMULANG PERMAI RAYA BLOK D II/IA PAMULANG TAMGERANG SELATAN TANGERANG III K19 06323 PUSKESMAS PONDOK AREN JL.PUSKESMAS

Unit Layanan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal ini merupakan Unit Kerja Non-Struktural dan ditempatkan pada Bagian Perekonomian

bahwa berdasarkan pasal 42 ayat (1) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 32 Tahun 2011 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 39 Tahun

Di sekolah tersebut prinsip-prinsip manajemen mutu keseluruhannya sudah diterapkan dan dilaksanakan sesuai dengan tujuan yang di rencanakan, walaupun masih ada yang harus

Berdasarkan rumusan masalah yang telah dikemukakan di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi temperatur preheating pada pengelasan

Dari gambar tersebut terlihat bahwa siswa masih belum memahami konsep logaritma karena belum mampu menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi matematis

Dalam Renstra Kecamatan Pracimantoro 2016-2021 telah ditetapkan rumusan pernyataan visi, misi, tujuan, sasaran, strategi, kebijakan, kegiatan Kecamatan

[r]