Analisis strategi bersaing cv madu apiari mutiara di industri madu
Teks penuh
(2) 2 dapat memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri. Hal tersebut mengindikasikan bahwa produksi madu kita masih sangat rendah, sementara potensi pasar dalam negeri sangat besar. Dengan total jumlah penduduk sekitar 250 juta jiwa dan asumsi konsumsi perkapita madu di Indonesia sebesar 30 gr /tahun paling tidak kita membutuhkan madu sebesar 7.500 ton per tahun untuk memenuhi kebutuhan madu domestik. Sementara permintaan madu kita dari tahun ke tahun terus meningkat, sehingga tidak mengherankan jika Indonesia mengimpor madu dari negara lain untuk memenuhi permintaan pasar dalam negeri, hal ini dapat dilihat pada Tabel 2. Peluang pasar seperti ini seharusnya bisa dioptimalkan oleh para produsen madu terutama di provinsi Jawa Tengah sebagai pemasok madu terbanyak, agar para produsen tersebut mampu memproduksi madu dengan kualitas yang baik dan harga yang bersaing. Tabel 2 Impor Madu Indonesia 2013-2016 No 1. 2. 3. 4.. Tahun 2013 2014 2015 2016. Jumlah Impor (liter) 277.845 2.412.476 2.761.245 3.849.342. Sumber: Badan Pusat Statistik 2016. Berdasarkan hal tersebut industri madu memiliki pangsa pasar yang luas dan sangat prospektif sehingga banyak para peternak dan pengusaha madu berkompetisi dalam persaingan dibidang usaha madu (Suherman 2017). Pada saat ini banyak para pelaku usaha merasa optimis bahwa industri madu selalu mengalami perkembangan. Hal ini disebabkan oleh besarnya potensi wilayah Indonesia yang belum termanfaatkan secara optimal untuk perlebahan, keyakinan akan meningkatnya konsumsi produk madu oleh perseorangan maupun perusahaan, dan semakin dikenalnya khasiat produk lebah madu dan pola hidup masyarakat yang back to nature. Tabel 3 menunjukkan bahwa pangsa pasar madu Indonesia ditempati oleh perusahaan-perusahaan berskala besar yang sudah terlebih dahulu menjual dan memasarkan produknya dalam skala besar. Tiga pangsa pasar tertinggi ditempati oleh Madurasa, Madu TJ, dan Nusantara. Tabel 3 Pangsa Pasar Madu Indonesia No. 1. 2. 3. 4. 5.. Merek Madurasa Madu TJ Nusantara Tresnojoyo Lain-lain. Pangsa Pasar (%) 56.3 27.4 6.7 2.2 7.4. Sumber : http://www.topbrand-award.com. Pangsa pasar yang tersisa dengan jumlah 7.4% tersebut mewakili para produsen madu yang belum memiliki pangsa pasar yang kuat di Indonesia. Pangsa pasar yang cukup kecil tersebut ditempati oleh produsen-produsen madu berskala kecil dan menengah yang sedang mengembangkan usahanya diseluruh Indonesia. Hal ini mengindikasikan bahwa banyak produsen madu yang berskala kecil dan.
(3) 3 menengah berkembang dengan cepat namun belum memiliki daya saing yang baik. Produsen madu berskala kecil dan menengah tersebut memiliki skala produksi dan jumlah penjualan yang masih rendah, serta pemasaran yang dilakukan belum meluas. Banyaknya produsen madu yang tumbuh pada saat ini mengakibatkan tingkat persaingan antar kompetitor semakin meningkat. Tingkat persaingan tersebut dapat dilihat dari sejauh mana produsen tersebut memproduksi berbagai produk turunan, pemasaran produk dan peningkatan jumlah penjualannya. Tabel 4 dibawah ini menyebutkan beberapa produsen madu skala kecil dan menengah dan memiliki merek dagang sendiri. Tabel 4 Daftar produsen berdasarkan tingkat persaingan No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11.. Nama Dagang Madu Pramuka Gudang Madu Madu Tawon Floramadu Madu Perhutani Madu Alam Sumbawa Madu Alam Madu Multisari Madu Mutiara Tugu Ibu Madu Kuat Royal Honey Madu HQ. Produsen PT. Madu Pramuka PT. Gudang Madu CV. Ibu Jaya CV. Ciubras Perum Perhutani PT. Suba Alam Muda UD. Bangka Indah PT. Multisari Idaman CV. Madu Apiari Mutiara UD. Meditrika Agung UD. Radja Madu. Sumber : http://www.indonetwork.co.id/. Salah satu pelaku bisnis yang optimis terhadap persaingan antar kompetitor dan perkembangan industri perlebahan pada saat ini adalah CV. Madu Apiari Mutiara. CV Madu Apiari Mutiara merupakan satu-satunya IKM yang bergerak dalam bidang usaha madu di Kota Depok dan sebagian besar produknya terdistribusi di Kota Depok. Industri yang bergerak di bidang produk perlebahan ini didirikan pada tahun 2010 dan berpusat di Depok, Jawa Barat. Berbagai macam jenis produk yang dihasilkan oleh perusahaan yaitu berupa madu botol dan berbagai macam produk madu lainnya. Pada awal proses produksi CV. Madu Apiari Mutiara melakukan ternak lebah madu sendiri untuk mencukupi kebutuhan produksinya, namun jumlah produksi madu yang dihasilkan tidak dapat memenuhi kebutuhan produksi maka perusahaan melakukan kemitraan dengan beberapa pemasok. Pemasok madu tersebut berasal dari mitra peternak lebah madu di Subang dan Pati atau mengambil madu hutan di Sumatera (Riau, Jambi, Palembang dan Padang), Dalam sehari perusahaan dapat menghasilkan 100-200kg madu atau sekitar 1000-1500 pieces botol madu dengan beberapa varian ukuran untuk memenuhi permintaan konsumen. Pada usaha madu biaya pembelian bahan baku madu merupakan pengeluaran yang terbesar. Besarnya porsi pengeluaran terhadap bahan baku madu membuat harga madu menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Harga bahan baku madu perkilogram memiliki harga terendah Rp 65.000 dan yang tertinggi Rp 80.000, jika harga bahan baku terus mengalami peningkatan maka akan sangat berpengaruh terhadap margin perusahaan yang berubah-ubah..
(4) 4 Selain itu perusahaan juga mengalami kesulitan dalam memperoleh input bahan baku yang sesuai dengan kualitas yang telah ditentukan perusahaan. Bahan baku yang diperlukan dalam perusahaan ini adalah madu ternak dan madu hutan. Madu hutan yang diperlukan yaitu madu hutan Palembang dan madu hutan Riau. Berkurangnya lahan hutan dan sering terjadinya kebakaran hutan mengakibatkan berkurangnya jumlah pasokan madu. Selain itu, adanya kebakaran hutan juga mengakibatkan kontaminasi madu terhadap senyawa-senyawa yang dihasilkan dari asap pembakaran hutan, yaitu Pb (Timbal). Padahal untuk mendapatkan sertifikasi dari BPOM maka madu harus bebas dari kontaminasi senyawa tersebut. Produk madu yang dijual kepada pihak serambi botani merupakan produk relabelling, sehingga produk madu CV. Madu Apiari Mutiara yang dijual di serambi botani menggunakan merek dagang “serambi botani”. Produk yang diberi label perusahaan hanya dijual di dua outlet perusahaan, minimarket Al-Amin dan beberapa apotek. Produk yang diberi label perusahaan merupakan produk madu formula dengan beberapa varian yang memiliki manfaat yang berbeda-beda. Lemahnya branding terhadap merek sendiri membuat produk madu CV Madu Apiari Mutiara belum banyak dikenal oleh konsumen sehingga sulit untuk bersaing dengan pesaing sejenisnya. Perusahaan juga melakukan penjualan madu dalam bentuk curah kepada pabrik kosmetik berskala kecil. Penjualan madu curah ini belum meluas kepada produsen makanan atau minuman yang membutuhkan bahan baku madu, maka dari itu perlu adanya perluasan pemasaran terhadap produk madu botol dan madu curah yang harus dilakukan oleh manajer pemasaran agar produk perusahaan dapat tersebar luas dan bersaing dengan madu lainnya. Pemasaran produk madu yang dilakukan CV. Madu Apiari Mutiara hanya melalui dua outlet yang berada di Depok Town Square, ITC Depok dan beberapa apotek di wilayah Depok. Pemasaran produk madu relabelling di 14 gerai serambi botani yang tersebar di wilayah seperti Jakarta, Bekasi, Bogor, Surabaya, Jogja, Pekanbaru, Palembang, penjualan juga dilakukan secara online melalui website. Pemasaran produk perusahaan belum meluas yaitu hanya di wilayah jabodetabek. Pemasaran produk terbanyak hanya pada wilayah Depok dan Bogor, hal ini membuat persaingan produk-produk madu perusahaan menjadi lemah dibandingkan dengan produk madu dari produsen lain. Perusahaan tidak menjual produknya diluar jabodetabek karena belum dapat bersaing dengan produsenprodusen madu didaerah seperti jawa tengah dan jawa timur. Penjualan perusahaan dalam setahun terakhir ini fluktuatif terkadang mengalami peningkatan yang siginifikan dan penurunan yang drastis. Selain itu peningkatan harga bahan baku yang tidak stabil juga tidak diimbangi dengan peningkatan penjualan perusahaan. Ketika bahan baku mengalami kenaikan harga dan penjualan mengalami penurunan maka pendapatan perusahaan sangat minim. Hal ini terjadi pada bulan mei, juli, dan september, pada bulan tersebut pendapatan perusahaan mengalami penurunan yang sangat drastis. Setelah penurunan pada bulan mei dan juli maka pada penjualan selanjutnya terjadi peningkatan yang signifikan. Namun pada bulan september kenaikan yang terjadi tidak signifikan dan kembali mengalami penurunan pada bulan desember. Kenaikan dan penurunan penjualan madu CV Madu Apiari Mutiara dapat dilihat pada Gambar 1..
(5) 5 350.000.000 300.000.000 250.000.000 200.000.000 150.000.000 100.000.000 50.000.000 0. Sumber : Data Perusahaan, diolah (2016). Gambar 1 Penjualan Madu CV Madu Apiari Mutiara dalam Rupiah Bertambahnya perusahaan didalam industri madu, mengakibatkan persaingan di dalam industri madu semakin meningkat. Kondisi persaingan yang semakin meningkat, mengharuskkan perusahaan-perusahaan dalam industri madu tersebut merumuskan suatu strategi agar mampu mengembangkan usahanya, hal tersebut juga dirasakan oleh CV Madu Apiari Mutiara. Bertambahnya pesaing baru membuat manajemen CV Madu Apiari Mutiara sadar akan lingkungan usaha yang terus berubah dan bergerak dinamis. Perubahan lingkungan bisnis tersebut dimulai dari lingkungan internal perusahaan yang terdiri dari keuangan, sumber daya manusia, pemasaran, operasional dan manajemen, lingkungan eksternal (persaingan industri madu, hambatan masuk industri yang bergerak dinamis, masuknya pendatang baru dan ancaman produk subtitusi serta lingkungan aspek Politik, Ekonomi, Sosial Budaya dan Teknologi (PEST). Oleh sebab itu, sebagai konsekuensi masa depan perusahaan perlu dilakukan perencanaan strategi untuk mencari solusi yang terintegrasi (termasuk membangun kompetensi baru) yang terkait kondisi hambatan dan tantangan bisnis saat ini, lingkungan bisnis yang terus berubah, serta strategi yang lebih lanjut mengenai bagaimana menghadapi persaingan tersebut, sekaligus meningkatkan daya saing perusahaan, memetakan potensi yang dimiliki, kondisi lingkungan yang mendukung, hambatan yang ada, mempertajam tujuan perusahaan dan implementasi perencanaan tersebut. Pemecahan masalah perusahaan, baik dalam jangka menengah dan jangka panjang. Arsitektur strategi perusahan merupakan salah satu cara pendekatan manejemen strategik yang digunakan dalam menyusun suatu alternatif solusi terpadu bagi perusahaan, dengan arsitektur strategik yang merupakan cetak biru untuk menggerakkan fungsionalitas-fungsionalitas baru akuisisi kompetensikompetensi baru saat ini dan menyusun ulang interaksi dengan konsumen yang bertujuan untuk mendominasi pasar masa depan. Melalui arsitektur strategik yang menjadi peta jalan bagi perusahaan menuju masa depan yang diinginkan sekaligus menjadi jembatan masa kini dan masa depan (Hamel dan Prahalad 2000) serta perusahaan diharapkan dapat membuka wawasan terhadap perkembangan bisnis yang berlaku di masa depan dan melakukan transformasi menuju arah baru yang lebih baik. Dalam menjalankan usaha, manajemen CV Madu Apiari Mutiara memiliki kelincahan dan kejelian, hal ini dibutuhkan untuk mencari pemecahan masalah yang dihadapi atas hambatan dan tantangan yang sedang dihadapi saat.
(6) 6 ini, menagkap setiap peluang yang ada atas tren masa depan, merencanakan serta menyusunnya dalam kerangka arsitektur strategik terpadu, kemudian merubahnya menjadi bagian dari operasional bisnis, serta mengambil keuntungan dari potensi tersebut sehingga perusahaan dapat terus berkembang. Perumusan Masalah Banyaknya produsen madu yang tumbuh dan berkembang pada saat ini membuat tingkat persaingan semakin tinggi. Para pesaing tersebut memiliki citra produk dan kualitas produk yang lebih baik. Produk yang pesaing hasilkan memiliki kemasan dan merek yang menarik sehingga dapat menarik minat konsumen untuk membelinya. CV. Madu Apiari Mutiara merupakan produsen madu yang memiliki positioning “madu murni berkualitas internasional”. Positioning tersebut dibuat karena kualitas madu yang dihasilkan memiliki kadar air 18% sehingga sama dengan kualitas madu internasional. Untuk menghasilkan madu berskala internasional perusahaan memerlukan pasokan bahan baku yang tetap dan stabil untuk berkelanjutan proses produksinya. Kelangkaan terjadi pada pasokan madu hutan dan madu ternak. Kelangkaan dan kurangnya pasokan madu hutan dikarenakan kebakaran hutan sehingga membuat kualitas madu menjadi menurun. CV. Madu Apiari Mutiara memiliki berbagai jenis produk turunan berbahan dasar madu seperti madu botol, madu curah, sabun madu, dan shampo madu. Beberapa produk tersebut dijual dengan merek dagang “madu apiari mutiara” akan tetapi sebagian besar produknya dijual dengan relabeling dengan pihak lain contohnya pihak serambi botani yang relabeling dengan merek “serambi botani”. Produk madu dan turunannya yang di relabeling tersebut tidak mampu bersaing dengan kompetitor sejenisnya karena banyak konsumen yang tidak mengetahui merek dagang asli dari CV. Madu Apiari Mutiara. Pemasaran yang dilakukan oleh perusahaan masih tergolong pasif karena pemasaran hanya diwilayah jabodetabek dan penjualan secara online. Perusahaan belum berani melakukan pemasaran keluar jabodetabek karena masih belum mampu bersaing dengan pesaing madu lainnya. Pemasaran madu curah juga harus ditingkatkan kepada para produsen makanan atau minuman yang membutuhkan bahan baku madu, jika berhasil hal ini dapat menambah keuntungan perusahaan. Maka dari itu manajer produksi dan manajer pemasaran CV. Madu Apiari Mutiara memiliki peranan yang sangat penting dalam menghadapi persaingan bisnis madu yang ada pada saat ini sehingga perusahaan dapat bersaing dengan kompetitor sejenis dan dapat mendistribusikan produknya keluar jabodetabek Beberapa permasalahan yang telah disebutkan diatas merupakan bentuk dari permasalahan internal perusahaan dan perubahan situasi bisnis yang dinamis. Permasaahan dan perubahan yang terjadi pada bidang produksi hingga pemasaran ini tentunya akan mempengaruhi kinerja perusahaan. Apabila hal ini terus terjadi maka dikhawatirkan akan mengganggu kestabilan dan tingkat persaingan perusahaan. Dengan adanya permasalahan dan perubahan yang terjadi di industri madu, maka CV. Madu Apiari Mutiara perlu merumuskan strategi yang tepat agar dapat bersaing dan terus berkembang menghadapi persaingan dan kondisi industri yang senantiasa berubah. Selain itu diperlukan industry foresight dengan menggunakan arsitektur strategik untuk meningkatkan tingkat persaingan antar.
(7) 7 kompetitor sehingga CV. Madu Apiari Mutiara memiliki keunggulan bersaing di industri madu 1. Faktor-faktor internal dan eksternal apa saja yang berpengaruh dalam pengembangan strategi bersaing CV. Madu Apiari Mutiara? 2. Bagaimana merumuskan alternatif strategi yang tepat dan prioritasnya untuk dilakukan dalam pengembangan strategi bersaing CV. Madu Apiari Mutiara? 3. Bagaimana pemetaan rekomendasi program dari alternatif strategi dalam pengembangan strategi bersaing CV. Madu Apiari Mutiara? Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah yang telah dikemukakan, maka tujuan penelitian adalah: 1. Menganalisis lingkungan internal dan eksternal CV. Madu Apiari Mutiara 2. Merumuskan alternatif strategi serta prioritasnya dalam pengembangan strategi bersaing CV. Madu Apiari Mutiara 3. Memetakan rekomendasi program dari alternatif strategi dalam pengembangan strategi bersaing CV. Madu Apiari Mutiara Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai masukan bagi manajemen CV. Madu Apiari Mutiara untuk melakukan perencanaan dan pengambilan keputusan yang tepat berkaitan dengan strategi bersaing di masa mendatang. Bagi penulis penelitian diharapkan dapat menambah pengetahuan ilmiah, sebagai sarana untuk mengaplikasikan ilmu dan penelitian ini dapat memberikan kontribusi yang berharga bagi perkembangan industri madu di Indonesia. Bagi akademisi sebagai bahan pustaka dan pembanding untuk penelitian selanjutnya Ruang Lingkup Penelitian Penelitian ini dilakukan pada CV. Madu Apiari Mutiara di CimanggisDepok. Komoditi yang menjadi obyek penelitian adalah madu. Ruang lingkup penelitian ini difokuskan pada penjualan perusahaan yang fluktuatif, kelangkaan memperoleh bahan baku, kenaikan harga bahan baku, pemasaran pasif, persaingan dalam industri madu, dan penurunan margin perusahaan. 2 TINJAUAN PUSTAKA Madu Madu merupakan bahan makanan yang sangat berguna bagi pemeliharaan kesehatan. zat-zat yang terkandung didalamnya mencakup 180 macam. Menurut ahli, bahwa susunan madu dipengaruhi oleh dua fakor yaitu nektar yang menjadi sumber madu asal dan faktor-faktor lain. Oleh sebab itu kualitas, warna dan aroma madu tidak bisa disama ratakan. Sesekali kita menjumpai madu berwana jernih kekuning-kuningan dengan aroma tertentu. Ada juga madu berwarna keruh atau.
(8) Untuk Selengkapnya Tersedia di Perpustakaan SB-IPB.
(9)
Gambar
Dokumen terkait
Berdasarkan Uji F terbukti bahwa secara simultan faktor kebudayaan, faktor sosial, faktor pribadi berpengaruh signifikan terhadap keputusan konsumen dalam mengkonsumsi kopi
Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa adanya perbedaan kekasaran sebelum dan sesudah penyikatan pada permukaan resin komposit dengan pasta gigi mengandung perlite dan tanpa
Perubahan yang dirasakan oleh kelompok ternak (mitra 1) dengan menurunnya tingkat kematian benih ikan nila memacu semangat kelompok dalam aktivitas pengelolaan
Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Inflasi, Nilai Tukar dan Tingkat Suku Bunga terhadap investasi di Indonesia, baik yang dilakukan
Dengan dukungan yang cukup besar dari Pemerintah untuk program magang mahasiswa ini, maka yang menjadi pertanyaan adalah apakah pelaksanaan PMMB ini memang lebih
Jumlah Variabel yang akan diubah adalah 1 (satu), yaitu kondisi.. baseline (A) kekondisi intervensi (B), variabel terikat atau
Kesadaran akan hal inilah mengapa perusahaan maju lebih konsen kepada perkembangan perusahaan bisnis perusahaan dari segala hal, termasuk penerapan
Tujuan kajian ini ialah untuk menilai sejauhmana tahap ciri- ciri usahawan di kaiangan pelatih IKM untuk menjadi seorang usahawan daripada lima aspek ciri-ciri usahawan iaitu