• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. HASIL-HASIL PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. HASIL-HASIL PENELITIAN"

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)

commit to user

34 BAB III

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. HASIL-HASIL PENELITIAN

Berdasarkan data yang diperoleh dari bagian Pemerintahan Desa Sekretariat Daerah Kabupaten Karanganyar terkait dengan pengangkatan sekretaris desa menjadi PNS yaitu sekretaris desa yang memenuhi syarat diangkat menjadi PNS di Kabupaten Karanganyar berjumlah 73 orang dan yang tidak memenuhi syarat berjumlah 89 orang. Pada waktu proses pengangkatan ternyata dari 73 orang yang memenuhi syarat diangkat menjadi PNS tersebut 1 orang sekretaris desa meninggal dunia, sehingga sekretaris desa yang diangkat menjadi PNS di Kabupaten Karanganyar berjumlah 72 orang. Adapun daftar nominatif sekretaris desa yang diangkat menjadi PNS dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Tabel 1: Daftar nominatif sekretaris desa yang diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil di Kabupaten Karanganyar

No Nama Desa Kecamatan Keterangan

1 Suwardi Karangrejo Kerjo

2 Suwarno Beruk Jatiyoso

3 Suparno Giriwondo Jumapolo

4 Suharno Tunggulrejo Jumantono 5 Ries Sugiyoso Ngargoyoso Ngargoyoso 6 Sumanto Malanggaten Kebakkramat 7 Suwarto Wukirsawit Jatiyoso 8 Ali Mursidi Bulurejo Gondangrejo

9 Sujadi Blulukan Colomadu

10 Sugiman Botok Kerjo

11 Suryo Supeno Jatiyoso Jatiyoso

(2)

commit to user

13 Karyadi Dalman Dayu Gondangrejo

14 Suwarno Kuto Kerjo

15 Sukamto Munggur Mojogedang

16 Suyoto Jumantoro Jumapolo

17 Sugiyanto Tengklik Tawangmangu

18 Suyahman Kebak Kebakkramat

19 Daryono Jati Jaten

20 Sutarjo Trengguli Jenawi

21 Surono Buran Tasikmadu

22 Kamsianto Jatirejo Ngargoyoso 23 Sugiyanto Nangsari Kebakkramat 24 Slamet Jatimulyo Jatipuro 25 Hari Supriyatmo Karangmojo Tasikmadu 26 Siswo Santoso Tamansari Kerjo

27 Sugino Kemuning Ngargoyoso

28 Suharsono Pendem Mojogedang

29 Suyono Paulan Colomadu

30 Sriyono Jaten Jaten

31 Susilo Kaliwuluh Kebakkramat

32 Bambang Widodo Ngadiluwih Matesih 33 Edi Sunarto Kragan Gondangrejo 34 Bambang Budi

Hartana

Malangjiwan Colomadu

35 Sarjono Wonorejo Gondangrejo

36 Untung Ngemplak Karangpandan

37 Sulardi Berjo Ngargoyoso

38 Nanik Suparni Plosorejo Kerjo

39 Jayadi Sroyo Jaten

40 Winarso Ngringo Jaten

(3)

commit to user

42 Suyanto Tugu Jumantono

43 Joko Santoso Girimulyo Ngargoyoso 44 Joko Widodo Dawung Matesih

45 Bejo Sepanjang Tawangmangu

46 Sutejo Pojok Mojogedang

47 Heru Sukarono Kalijirak Tasikmadu

48 Mardoko Menjing Jenawi

49 Parwoto Matesih Matesih

50 Mulyani Karangturi Gondangrejo

51 Sutardi Kadipiro Jumapolo

52 Ngadi Sukosari Jumantono

53 Nano Harjunanto Brujul Jaten Meninggal Dunia (3 Juni 2008)

54 Sunardi Ngijo Tasikmadu

55 Eko Tedy Harianto Doplang Karangpandan

56 Daryanto Gedongan Colomadu

57 Margono Dukuh Ngargoyoso

58 Anang Nugroho Plosorejo Matesih 59 Sriyatno Wonokeling Jatiyoso 60 Totok Suharto Dayu Karangpandan 61 Wagimin Jeruksawit Gondangrejo 62 Haidar Affandy Suruh Kalang Jaten

63 Warso Sringin Jumantono

64 Drajad Teguh Santoso

Ngasem Colomadu

65 Sutarno Anggras Manis Jenawi 66 Irawan Teguh

Santoso

Gajahan Colomadu

67 Indarjo Kedungkeruk Mojogedang 68 Jaka Maryanto Dagen Jaten

(4)

commit to user

69 Endroko Buntar Mojogedang

70 Sunarno Lempong Jenawi

71 Agus Teguh Maryamto

Ngunut Jumantono

72 Tri Waluyo Sedayu Jumantono 73 Tri Winarno Tohkuning Karangpandan

Sumber: Pemerintahan Desa Sekretariat Daerah Kabupaten Karanganyar

Sedangkan pada tanggal 3 Juni 2014, berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Karanganyar terkait dengan kebijakan pengangkatan sekretaris desa menjaddi PNS di Kabupaten Karanganyar bahwa jumlah sekretaris desa di Kabupaten Karanganyar yang diisi oleh PNS berjumlah 89 orang, jumlah tersebut berasal dari sekretaris desa yang diangkat menjadi PNS dan dari PNS murni di lingkungan Kabupaten Karanganyar yang menjadi sekretaris desa. Adapun daftar sekretaris desa yang diisi oleh PNS di Kabupaten Karanganyar pada tanggal 3 Juni 2014 adalah sebagai berikut.

Tabel 2: Daftar sekretaris desa yang diisi oleh PNS di Kabupaten Karanganyar pada tanggal 3 Juni 2014

No Nama Desa Kecamatan

1 Sri Wuryani Rahayu Tohudan Colomadu

2 Suyono Paulan Colomadu

3 Haryadi Gawanan Colomadu

4 Bambang Budi Hartana Malangjiwan Colomadu

5 Subari Klodran Colomadu

6 Drajad Teguh Santoso Ngasem Colomadu

7 Daryanto Gedongan Colomadu

8 Hidayah Nur Handayaningsih Tuban Gondangrejo 9 Sri Kusumahati Trisilawati Selokaton Gondangrejo

10 Mulyani Karangturi Gondangrejo

(5)

commit to user

12 Daliman Dayu Gondangrejo

13 Suparmin Rejosari Gondangrejo

14 Wagimin Jeruksawit Gondangrejo

15 Sunarto Kragan Gondangrejo

16 Winarso Ngringo Jaten

17 Jayadi Sroyo Jaten

18 Anjar Tri Putranto, S.Sos.,M.M Brujul Jaten

19 Jaka Maryanto Dagen Jaten

20 Sriyono Jaten Jaten

21 Triyanto,S.E Jetis Jaten

22 Daryono Jati Jaten

23 Haidar Affandi Suruhkalang Jaten

24 Karmin,S.T Jatikuwung Jatipuro

25 Slamet Jatimulyo Jatipuro

26 Marsono,S.E Jatiroyo Jatipuro

27 Sriyatno Wonokeling Jatiyoso

28 Sunarno Lempon Jenawi

29 Sumardi Seloromo Jenawi

30 Mardoko Menjing Jenawi

31 Sutarno Anggrasmanis Jenawi

32 Sutarjo Trengguli Jenawi

33 Ngadi Sukosari Jumantono

34 Sutarno Gemantar Jumantono

35 Suparmi Tunggul Rejo Jumantono

36 Agus Teguh Maryamto Ngunut Jumantono

37 Tri Waluyo Sedayu Jumantono

38 Suyanto Tugu Jumantono

39 Warso Sringin Jumantono

40 Mariyo, S.Sos Ploso Jumapolo

(6)

commit to user

42 Teguh Widodo Giriwondo Jumapolo

43 Suratna Paseban Jumapolo

44 Joko Supriyono Bakalan Jumapolo

45 Sutardi Kadipiro Jumapolo

46 Suyoto Jumantoro Jumapolo

47 Untung Ngemplak Karangpandan

48 Wagiyono Harjosari Karangpandan

49 Tri Winarno Tohkuning Karangpandan

50 Eko Tedy Harianto Doplang Karangpandan

51 Totok Suharto Dayu Karangpandan

52 Sugiyanto Nangsri Kebakkramat

53 Siyardi Pulosari Kebakkramat

54 Suyahman Kebak Kebakkramat

55 Susilo Kaliwuluh Kebakkramat

56 Nanik Suparni Plosorejo Kerjo

57 Suwarno Kuto Kerjo

58 Siswo Santoso Tamansari Kerjo

59 Bambang Widada Ngadiluwih Matesih

60 Parwoto Matesih Matesih

61 Sukono, S.Sos Koripan Matesih

62 Dwi Riyanto, A.Md Gantiwarno Matesih

63 Joko Widodo Dawung Matesih

64 Anang Nugroho Plosorejo Matesih

65 Endroko Buntar Mojogedang

66 Sumarlan Kaliboto Mojogedang

67 Diddik Suranto Sewurejo Mojogedang

68 Sukamto, S.H Munggur Mojogedang

69 Taryo Mojoroto Mojogedang

70 Sutaryo Ngadirejo Mojogedang

(7)

commit to user

72 Sutejo Pojok Mojogedang

73 Indarjo Kedungjeruk Mojogedang

74 Suharsono Pendem Mojogedang

75 Ries Sugiyoso Ngargoyoso Ngargoyoso

76 Widodo Nglegok Ngargoyoso

77 Kamsianto Jatirejo Ngargoyoso

78 Joko Santoso Girimulyo Ngargoyoso

79 Sulardi Berjo Ngargoyoso

80 Sugino Kemuning Ngargoyoso

81 Margono Dukuh Ngargoyoso

82 Surono Buran Tasikmadu

83 Heru Sukarono Kalijirak Tasikmadu

84 Sunardi Ngijo Tasikmadu

85 Hari Supriyatmo Karangmojo Tasikmadu

86 Joko Muryanto Nglebak Tawangmangu

87 Sugiyanto Tengklik Tawangmangu

88 Tri Joko Gondosuli Tawangmangu

89 Bejo Sepanjang Tawangmangu

(Sumber: Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Karanganyar)

Terkait dengan kebijakan pengangkatan sekretaris desa menjadi PNS di Kabupaten Karanganyar, penulis telah melakukan wawancara dengan Dwi Wahyuningsih, S.H, Kasubbag Perangkat dan Lembaga Desa dan Kalurahan, bagian Pemerintahan Desa Sekretariat Daerah Kabupaten Karanganyar,dan diperoleh penjelasan sebagai berikut. Kebijakan pengangkatan sekretaris desa menjadi PNS termuat pada pasal 202 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintah Daerah, Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2007 Tentang Persyaratan Dan Tata Cara Pengangkatan Sekretaris Desa Menjadi Pegawai Negeri Sipil, Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 50 Tahun 2007 Tentang Ketentuan Pelaksanaan Dari Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2007.

(8)

commit to user

Pengangkatan sekretaris desa menjadi PNS dilakukan dengan 3 tahapan, pembagian tiap tahapan ini berdasarkan umur dan formasi yang tersedia. Jadi umur yang lebih tua didahulukan terlebih dahulu untuk diangkat menjadi PNS, 3 tahapan tersebut yaitu:

a. Tahap Pertama

Tahap pertama dilakukan pada tahun 2007, sekretaris desa yang di usulkan menjadi PNS berjumlah 50 orang. Sekretaris desa yang diusulkan tersebut telah mendapatkan SK pengangkatan menjadi PNS melalui Surat Keputusan Bupati Nomor 813.1.2/110/2008 tanggal 1 Desember 2008.

b. Tahap Kedua

Tahap kedua dilakukan pada tahun 2008, sekretaris desa yang di usulkan menjadi PNS berjumlah 15 orang. Sekretaris desa yang diusulkan tersebut telah mendapatkan SK pengangkatan menjadi PNS melalui Surat Keputusan Bupati Nomor 821.1./149/2009 tanggal 1 Desember 2009.

c. Tahap Ketiga

Tahap kedua dilakukan pada tahun 2009, sekretaris desa yang di usulkan menjadi PNS berjumlah 7 orang. Sekretaris desa yang diusulkan tersebut telah mendapatkan SK pengangkatan menjadi PNS melalui Surat Keputusan Bupati Nomor 821.1./016/2010 tanggal 13 April 2010

Sekretaris desa di Kabupaten Karanganyar yang telah diangkat menjadi PNS, selain mendapatkan gaji pokok tiap bulannya juga mendapatkan tunjangan kinerja yang diatur dalam Surat Edaran Bupati Karanganyar Nomor 141/740: Februari 2010 yang berbunyi sekretaris desa berstatus PNS dapat diberikan tunjangan kinerja berupa penghasilan dari pengelolaan tanah bekas bengkok sekretaris desa setinggi-tingginya 20 persen.

Sedangkan sekretaris desa yang tidak diangkat menjadi PNS sesuai Pasal 10 PP Nomor 45 Tahun 2007 Tentang Persyaratan Dan Tata Cara Pengangkatan Sekretaris Desa Menjadi Pegawai Negeri Sipil mengamanatkan sekretaris desa yang tidak diangkat menjadi PNS diberhentikan dari jabatan sekretaris desa oleh bupati/walikota disertai dengan diberikannya tunjangan kompensasi. Tetapi di

(9)

commit to user

Kabupaten Karanganyar sekretaris desa yang tidak memenuhi syarat menjadi PNS tidak diberhentikan dari jabatan sekretaris desa. Hal ini dikarenakan tidak adanya dana APBD Kabupaten Karanganyar untuk memberikan tunjangan kompensasi sekretaris desa yang akan diberhentikan. Pemerintah Kabupaten Karanganyar dengan adanya permasalahsan tersebut lalu mengirimkan Surat Pemberitahuan ke Menteri Dalam Negeri, dengan Nomor Surat 141/0012.1. Kementrian Dalam Negeri untuk menjawab permasalahan mengeluarkan Surat Edaran ke seluruh Indonesia Nomor 141/947/PMD tertanggal 11 Maret 2009 perihal pemberian kompensasi bagi sekretaris desa yang ditandatangani oleh Ayip Muflich (Direktur Jenderal Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa) yang tembusannya dari Menteri Dalam Negeri.

Isi Surat Edaran dari Kementrian Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 141/947/PMD tertanggal 11 Maret 2009 tersebut berisi mengenai:

1. Sekretaris Desa yang tidak memenuhi persyaratan untuk diangkat menjadi PNS diberhentikan oleh Bupati/Walikota karena:

a. Habis masa jabatannya, b. Mengundurkan diri, dan c. Meniggal dunia.

Kepada yang bersangkutan diberikan kompensasi sebagaimana diatur dalam Pasal 10 dan Pasal 11 Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2007 tentang Persyaratan Dan Tata Cara Pengangkatan Sekretaris Desa Menjadi Pegawai Negeri Sipil;

2. Pemberian kompensasi dilaksanakan pada saat yang bersangkutan diberhentikan dan diberikan sekaligus;

3. Sekretaris Desa yang tidak memenuhi persyaratan untuk diangkat menjadi PNS tetapi melakukan tindak pidana dan telah mempunyai kekuatan hukum tetap dari pengadilan negeri, diberhentikan oleh Bupati/Walikota dan kepada yang bersangkutan tidak diberikan kompensasi.

(10)

commit to user

4. Sekretaris Desa yang akan dan/atau telah diangkat menjadi PNS tetapi meninggal dunia, diberhentikan oleh Bupati/Walikota dan kepada keluarga almarhum diberikan uang duka sesuai kebijakan daerah setempat;

5. Sekretaris Desa yang akan dan/atau telah diangkat menjadi PNS tetapi mengundurkan diri, diberhentikan oleh Bupati/Walikota dan kepada yang bersangkutan dapat diberikan penghargaan atau bentuk lainnya sesuai kebijakan daerah setempat.

Hambatan-hambatan yang timbul dalam pengangkatan sekretaris desa menjadi PNS di Kabupaten Karanganyar adalah hambatan yang bersifat administratif, yaitu sekretaris desa dalam memenuhi persyaratan sesuai dalam PP Nomor 45 Tahun 2007 ada yang mengalami kesulitan. Selain itu hambatan yang timbul adalah sekretaris desa yang tidak memenuhi persyaratan maka tidak diangkat menjadi PNS dan diberhentikan statusnya menjadi sekretaris desa dengan diberikannya tunjangan kompensasi bagi sekretaris desa yang diberhentikan. Akan tetapi hal tersebut implementasinya tidak sesuai dengan PP Nomor 45 Tahun 2007 dikarenakan Pemerintah Kabupaten Karanganyar tidak adanya dana APBD untuk memberikan tunjangan kompensasi kepada sekretaris desa yang diberhentikan.

Dari hasil wawancara dengan Bapak Heru Wasesa, S.,H, Kabid Pengembangan dan Pengangkatan Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Karanganayar terkait dengan kebijakan pengangkatan sekretaris desa menjadi PNS di Kabupaten Karanganyar diperoleh penjelasan sebagai berikut. Sekretaris desa yang telah diangkat dan berstatus sebagai PNS sebelum dikeluarkannya Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara diatur oleh Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 Tentang Pokok-Pokok Kepegawaian.

Di Kabupaten Karanganyar kebanyakan sekretaris desa yang tidak diangkat menjadi PNS dikarenakan sudah berumur lebih dari 51 tahun terhitung pada 15 Oktober 2006. Persyaratan tersebut penjelasannya adalah ketika pada tanggal 15

(11)

commit to user

Oktober 2006 usia sekretaris desa tersebut 51 tahun lebih 10 hari maka sekretaris desa tersebut tidak memenuhi persyaratan untuk diangkat menjadi PNS.

Pada saat sekretaris desa diangkat menjadi PNS, sekretaris desa yang mempunyai ijazah/STTB SMA/SLTA, Sarjana, Magister,atau yang lebih tinggi maka yang dipakai adalah ijazah SMA/SLTA dan diangkat dalam golongan ruang II/a. Sedangkan jika sekretaris desa memiliki ijazah/STTB SMP/SLTP maka diangkat dalam golongan I/c, dan jika sekretaris desa tersebut memiliki ijazah/SSTB SD maka diangkat dalam golongan I/a. Kenaikan golongan sekretaris desa yang diangkat menjadi PNS termasuk kedalam keniakan pangkat reguler,yaitu kenaikan pangkat setiap 4 tahun sekali. Masa kerja sebagai Sekdes dihitung penuh sebagai masa kerja golongan dan masa kerja pensiun sesuai dengan peraturan Perundang-Undangan.

Ketika sekretaris desa telah diangkat menjadi PNS maka sekretaris desa harus siap di mutasi sesuai Pasal 14 PP Nomor 45 Tahun 2007, penjelasan dari pasal tersebut adalah sekretaris desa yang berstatus menjadi PNS setelah 6 tahun masa jabatannya dapat dimutasikan ke tempat lain, penetapan 6 tahun ini disesuaikan dengan masa jabatan dari Kepala Desa.

Sedangkan hambatan yang timbul dalam pengangkatan sekretaris desa menjadi PNS di Kabupaten Karanganyar adalah hambatan administratif, selain itu juga dalam pengisian kekosongan sekretaris desa yang seharusnya diisi dari PNS. Permasalahan tersebut terjadi karena PNS di Kabupaten Karanganyar banyak yang tidak berminat menjadi sekretaris desa, maka dari itu masih banyak desa yang sekretaris desanya masih belum di isi dari PNS.

Selanjutnya berdasarkan wawancara dengan Winarso, S.H, Sekretaris Desa Ngringo mengenai kebijakan pengangkatan sekretaris desa menjadi PNS di Kabupaten Karanganyar diperoleh penjelasan sebagai berikut. Bahwa sekretaris desa di Kabupaten Karanganyar banyak yang tidak diangkat menjadi PNS karena umurnya lebih dari 51 tahun terhitung 15 Oktober 2006. Menurutnya persyaratan umur sekretaris desa yang dapat diangkat menjadi PNS paling tinggi 51 tahun terhitung pada 15 Oktober 2006 sesuai dalam Pasal 3 ayat (1) huruf f PP Nomor

(12)

commit to user

45 Tahun 2007 adalah sudah tepat, dikarenakan umur manusia mempengaruhi terhadap produktifitas terhadap kinerjanya. Jadi persyaratan itu mengamanatkan bahwa sekretaris desa yang diangkat menjadi PNS tetap produktif dan tidak ada alasan jika kinerjanya menurun setelah diangkat menjadi PNS.

Sedangkan dalam hal penggolongan ruang, kebijakan tersebut merugikan dan tidak memihak sekretaris desa yang memiliki ijazah diatas SMA/SLTA seperti yang dialaminya. Oleh karena itu kebijakan pengangkatan sekretaris desa menjadi PNS tersebut memaksa dirinya masuk ke dalam golongan ruang II/a.

Pasal 14 PP Nomor 45 Tahun 2007 menjelaskan bahwa “Sekretaris Desa yang diangkat menjadi PNS berdasarkan Peraturan Pemerintah ini dapat dimutasikan setelah menjalani masa jabatan Sekretaris Desa sekurang-kurangnya 6 (enam) tahun”. Pada saat sekretaris desa diangkat menjadi PNS maka sekretaris desa melakukan sumpah jabatan, maka dar itu setuju saja jika akan dimutasikan keluar dari Desa Ngringo. Akan tetapi yang harus diperhatikan adalah pada dasarnya sekretaris desa itu dipilih dari masyarakat dan melekat di masyarakat setempat. Jadi pada saat sekretaris desa tersebut dimutasikan, maka akan berdampak beban moril bagi sekretaris desa itu sendiri kepada masyarakat setempat.

Kebijakan pengangkatan sekretaris desa menjadi PNS menurutnya sudah tepat dikarenakan tanah bengkok 2 hektar yang diterimanya sewaktu masih belum PNS kurang produktif, sehingga dengan diangkat menjadi PNS kesejahteraanya menjadi meningkat dan ada tabungan dihari tua dari uang pensiunan yang diterimanya. Selain itu sesuai Surat Edaran Bupati Karanganyar Nomor 141/740: Februari 2010, sekretaris desa yang diangkat menjadi PNS juga mendapatkan tunjangan kinerja yaitu sebesar 20 persen dari tanah bekas bengkoknya. Dari surat edaran bupati tersebut tunjangan kinerja yang diterimanya adalah 20 persen dari 2 hektar tanah bekas bengkoknya atau sebesar 4000 meter.

Sedangkan hambatan yang timbul dalam pengangkatan sekretaris desa menjadi PNS di Kabupaten Karanganyar tidak ada. Pada saat dirinya memenuhi persyaratan untuk diangkat menjadi PNS dan di waktu pengangkatanya tidak merasa ada hambatan sama sekali.

(13)

commit to user B. PEMBAHASAN

1. Implementasi Kebijakan Pengangkatan Sekretaris Desa Menjadi Pegawai Negeri Sipil Di Kabupaten Karanganyar

Kebijakan pengangkatan sekretaris desa menjadi PNS diatur di Pasal 202 Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintah Daerah, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 Tentang Pokok-Pokok Kepegawaian sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999, Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2007 Tentang Persyaratan Dan Tata Cara Pengangkatan Sekretaris Desa Menjadi Pegawai Negeri Sipil, Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 Tentang Desa, Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 jo. Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2003 Tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil, Peraturan Pemerintah Nomor 98 Tahun 2000 jo. Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2002 Tentang Pengadaan Pegawai Negeri Sipil, dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 50 Tahun 2007 Tentang Ketentuan Pelaksanaan Dari Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2007.

Implementasi kebijakan dipandang dalam pengertian luas, merupakan alat administrasi hukum di mana berbagai aktor, organisasi, prosedur, dan teknik yang bekerja bersama-sama untuk menjalankan kebijakan guna meraih dampak atau tujuan yang diinginkan. Implementasi pada sisi yang lain merupakan fenomena yang kompleks yang mungkin dapat dipahami sebagai proses, keluaran (output) maupun sebagai hasil. Sementara itu, Van Meter dan Van Horn membatasi implementasi kebijakan sebagai tindakan-tindakan yang dilakukan oleh individu-individu (atau kelompok-kelompok) pemerintah maupun swasta yang diarahkan untuk mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan dalam keputusan-keputusan kebijakan sebelumnya. Tindakan-tindakan ini mencakup usaha-usaha untuk mengubah keputusan-keputusan menjadi tindakan-tindakan operasional dalam kurun waktu tertentu maupun dalam rangka melanjutkan usaha-usaha untuk mencapai perubahan-perubahan besar dan kecil yang ditetapkan oleh keputusan-keputusan kebijakan.yang perlu ditekankan adalah bahwa tahap implementasi

(14)

commit to user

kebijakan tidak akan dimulai sebelum tujuan-tujuan dan saran-saran ditetapkan atau diintinfikasi oleh keputusan-keputusan kebijakan. Dengan demikian , tahap implementasi terjadi hanya setelah Undang-Undang ditetapkan dan dana disediakan untuk membiayai implementasi kebijakan tersebut (Budi Winarno, 2005 : 101-102).

Untuk lebih jelas dan supaya lebih mudah memahami mengenai implementasi kebijakan pengangkatan sekretaris desa menjadi pegawai negeri sipil di Kabupaten Karanganyar dapat dilihat gambar dibawah ini.

73 Sekretaris Desa memenuhi syarat diangkat

menjadi PNS dan yang tidak memenuhi syarat diangakat menjadi PNS 89 Sekretaris Desa 3 Tahapan pengangkatan 72 Sekretaris Desa menjadi PNS, sedangkan pada tanggal 3 Juni 2014 Sekretaris Desa yang diisi dari PNS 89 Orang Sekretaris desa di Kabupaten Karanganyar hidupnya menjadi sejahtera

Sekretaris desa yang tidak memenuhi syarat tetap menjadi Sekretaris Desa

Gambar 2: Diagram pembahasan implementasi kebijakan pengangkatan sekretaris desa menjadi pegawai negeri sipil di Kabupaten Karanganyar

Kebijakan pengangkatan sekretaris desa menjadi PNS di Kabupaten Karanganyar merupakan usaha dari pemerintah pusat untuk meningkatkan taraf hidup para sekretaris desa, karena sekretaris desa merupakan perangkat desa yang bertugas membantu Kepala Desa dalam bidang tertib administrasi pemerintahan dan pembangunan serta pelayanan dan pemberdayaan masyarakat atau juga dalam penyelenggaraan pemerintahan desa. Setelah perjuangan panjang dari sekretaris desa, akhirnya Pemerintah secara resmi membuat kebijakan dengan menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 45 tahun 2007 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pengangkatan Sekretaris Desa Menjadi Pegawai Negeri Sipil.

Setiap Peraturan Perundang-undangan yang dibuat harus mampu mewujudkan tujuan pengaturan itu sendiri, antara lain (http://ditjenpp.kemenkumham.go.id/htn-dan-puu/244-simplifikasi-dan-reformasi-regulasi-di-era-otonomi-daerah.html diakses pada tanggal 23 April 2014 pukul 20.18 WIB):

(15)

commit to user a. menciptakan kepastian hukum;

b. mewujudkan keadilan;

c. memberikan kemanfataan sosial.

Untuk mewujudkan tujuan pengaturan tersebut di atas, Peraturan Perundang-undangan harus dapat berfungsi sebagai (http://ditjenpp.kemenkumham.go.id/htn-dan-puu/244-simplifikasi-dan-reformasi-regulasi-di-era-otonomi-daerah.html diakses pada tanggal 23 April 2014 pukul 20.22 WIB):

a. alat kontrol sosial; b. alat rekayasa sosial; c. mekanisme integrasi; d. alat pemberdayaan sosial.

Menurut Pasal 202 ayat (3) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintah Daerah, sekretaris desa diisi dari pegawai negeri sipil yang memenuhi persyaratan. Sedangkan sekretaris desa menurut Pasal 48 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa menyatakan bahwa sekretaris desa termasuk kedalam perangkat desa. Perangkat Desa diberi tugas untuk membantu Kepala Desa dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya. Pasal 25 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 Tentang Desa berbunyi “ Sekretaris desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat (2) diisi dari Pegawai Negeri Sipil yang memenuhi persyaratan, yaitu:

a. Berpendidikan paling rendah lulusan SMU atau sederajat; b. Mempunyai pengetahuan tentang teknis pemerintahan; c. Mempunyai pengetahuan dibidang administrasi perkantoran;

d. Mempunyai pengetahuan dibidang administrasi keuangan dan dibidang perencanaan;

e. Memahami sosial budaya masyarakat setempat; dan f. Bersedia tinggal di desa bersangkutan.”

Syarat dalam Pasal 25 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 Tentang Desa digantikan setelah dikeluarkannya Peraturan Pemerintah Nomor 45 tahun 2007 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pengangkatan Sekretaris Desa Menjadi Pegawai Negeri Sipil. Syarat-syarat sekretaris desa yang dapat diangkat

(16)

commit to user

menjadi PNS menurut Pasal 3 Peraturan Pemerintah Nomor 45 tahun 2007 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pengangkatan Sekretaris Desa Menjadi Pegawai Negeri Sipil (PP Nomor 45 Tahun 2007) yaitu:

a. bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;

b. setia kepada Pancasila sebagai Dasar Negara, Undang- Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia serta Pemerintah;

c. tidak sedang menjalani hukuman karena melakukan tindak pidana berdasarkan putusan pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum tetap

d. sehat jasmani dan rohani

e. memiliki ijazah paling rendah Sekolah Dasar atau yang sederajat; dan

f. berusia paling tinggi 51 (lima puluh satu) tahun terhitung pada 15 Oktober 2006.

Dengan adanya kebijakan pengangkatan sekretaris desa menjadi PNS maka diangkatlah sekretaris desa di Kabupaten Karanganyar menjadi PNS. Jumlah sekretaris desa yang diangkat menjadi PNS di Kabupaten Karanganyar berjumlah 72 orang sekretaris desa. Sedangkan pada tanggal 3 Juni 2014 jumlah sekretaris desa di Kabupaten Karanganyar yang diisi dari PNS berjumlah 89 orang, jumlah tersebut berasal dari sekretaris desa yang menjadi PNS dan PNS di lingkungan Kabupaten Karanganyar yang mengisi kekosongan sekretaris desa. Kekosongan itu tejadi dikarenakan semakin banyaknya sekretaris desa yang bukan dari PNS berhenti dari jabatan sekretaris desa akibat berumur lebih dari 65 tahun, maka harus diisi dari PNS.

Sekretaris Desa yang diangkat dengan sah sampai dengan 15 Oktober 2004 dan masih melaksanakan tugas sampai dengan berlakunya PP Nomor 45 Tahun 2007 diangkat langsung menjadi PNS apabila memenuhi persyaratan sesuai dalam Pasal 2 PP Nomor 45 Tahun 2007. Ketentuan tersebut bertujuan agar penyelenggaraan administrasi pemerintahan desa terlaksana lebih baik dengan diangkatnya sekretaris desa yang memenuhi persyaratan, selain itu pengangkatan tersebut hanya kepada para sekretaris desa yang mempuinyai SK

(17)

commit to user

pengangkatan sampai dengan tanggal 15 Oktober 2004, setelah tanggal tersebut maka pengangkatan tidak dapat dilakukan, hal ini sesuai dengan Pasal 2 PP Nomor 45 Tahun 2007. Selain itu ketentuan ini menjelaskan meskipun seorang sekretaris desa telah diangkat dengan sah sampai dengan 15 Oktober 2004 namun setelah diangkat tidak melaksanakan tugas, fungsi dan kewajibannya sebagai sekretaris desa secara otomatis tidak dapat diangkat menjadi PNS.

Menurut Pasal 3 ayat (1) huruf f PP Nomor 45 Tahun 2007, syarat sekretaris desa yang diangkat menjadi PNS berusia paling tinggi 51 tahun terhitung pada 15 Oktober 2006. Dengan membaca pasal tersebut dan mempertimbangkan usia pensiun PNS pada saat dibuatnya kebijakan yaitu berumur 56 tahun sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1979 Tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil, walaupun sekarang Peraturan Pemerintah tersebut telah digantikan oleh Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara yang mengatur bahwa usia pensiun PNS pejabat administrasi yaitu 58 tahun diperoleh penjelasan bahwa kebijakan pengangkatan sekretaris desa menjadi PNS dengan adanya batasan usia terlihat seperti mengandung unsur politik yang memungkinkan agar sekretaris desa diisi oleh PNS. Karena jarak batas usia didalam persyaratan pengangangkatan sekretaris desa menjadi PNS dengan usia pensiun PNS pada waktu dibuatnya kebijakan adalah 5 tahun.

Sekretaris Desa yang memenuhi persyaratan akan diangkat sebagai PNS dalam pangkat Pengatur Muda golongan ruang II/a. Sekretaris Desa yang memiliki ijazah lebih tinggi dari Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) diangkat sebagai PNS dalam pangkat/golongan ruang sesuai dengan ijasah SLTA. Sekretaris Desa yang memiliki ijazah lebih rendah dari STTB SLTA diangkat sebagai PNS dalam pangkat/golongan ruang sesuai dengan ijasah yang dimiliki. Penggolongan sekretaris desa menjadi PNS tersebut merugikan sekretaris desa yang mempunyai ijazah/STTB lebih dari SMA, Pemerintah seharusnya dalam membuat kebijakan harus menyesuaikan dengan pendidikan terakhir dari sekretaris desa itu sendiri untuk menciptakan suatu pemerintahan yang baik. Penggolongan tersebut sangat berpengaruh kedalam

(18)

commit to user

kesejahteraan sekretaris desa yang diangkat menjadi PNS sekarang atau kedepannya, karena disetiap tingkatan penggolongan menentukan besaran gaji yang diterima setiap bulannya ataupun uang pensiun kedepan.

Sedangkan mekanisme pengangkatan sekretaris desa menjadi PNS di Kabupaten Karanganyar yang diatur Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 50 Tahun 2007 Tentang Ketentuan Pelaksanaan Dari Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2007 diawali dari Bupati/Walikota menyusun daftar usulan pengangkatan Sekretaris Desa yang memenuhi syarat menjadi PNS di wilayahnya. Selanjutnya daftar usulan tersebut di atas dilengkapi dengan berkas-berkas persyaratan pengangkatan PNS sesuai ketentuan yang telah ditetapkan dalam Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 32 Tahun 2007 tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2007 tentang Persyaratan dan Tata cara Pengangkatan Sekretaris Desa Menjadi Pegawai Negeri Sipil. Daftar usulan pengangkatan sekretaris desa yang memenuhi syarat menjadi PNS harus dilengkapi dengan daftar normatif sekretaris desa yang meliputi elemen data yang berupa nama, tempat dan tanggal lahir, masa kerja khusus untuk sekretaris desa yang diangkat sebelum umur 18 (delapan belas) tahun maka masa kerja dihitung setelah yang bersangkutan berusia 18 (delapan belas) tahun, pendidikan dan wilayah kerja. Elemen data tersebut akan digunakan sebagai data base oleh Badan Kepegawaian Daerah maupun oleh Data Kepegawaian Negara dalam rangka penataan dan investarisasi sekretaris desa diwilayah masing-masing. Setelah memenuhi ketentuan di atas Bupati/Walikota menyampaikan daftar usulan kepada Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur. Daftar usulan tersebut dimulai dengan urutan umur/usia tertinggi. Selanjutnya Gubernur menyampaikan daftar usulan sekretaris desa kepada Menteri Dalam Negeri. Menteri Dalam Negeri melakukan verifikasi dan validasi daftar usulan sekretaris desa lalu Menteri Dalam Negeri mengusulkan pengangkatan dan NIP sekretaris desa yang menjadi PNS sesuai dengan jumlah yang ditetapkan kepada Badan Kepegawaian Negara untuk mendapatkan persetujuan. Persetujuan Badan Kepegawaian Negara disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri kepada Bupati/Walikota melalui Gubernur. Setelah mendapatkan persetujuan Badan

(19)

commit to user

Kepegawaian Negara, Bupati/Walikota menetapkan Keputusan pengangkatan Sekretaris Desa menjadi PNS. Lalu Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota atas nama Bupati/Walikota menetapkan Keputusan pengangkatan PNS menjadi Sekretaris Desa.

Bagi para sekretaris desa yang yang memenuhi persyaratan akan diangkat menjadi PNS dan dapat dimutasikan setelah menjalani masa jabatan sekretaris desa sekurang-kurangnya 6 (enam) tahun. Pasal yang mengatur tentang mutasi sekretaris desa yang berstatus PNS berada dalam Pasal 9 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 50 Tahun 2007 Tentang Ketentuan Pelaksanaan Dari Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2007, Pasal 14 Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2007 Tentang Persyaratan Dan Tata Cara Pengangkatan Sekretaris Desa Menjadi Pegawai Negeri Sipil, dan Pasal 73 ayat (1) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara. Pemutasian menurut Pasal 73 ayat (1) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara berbunyi setiap PNS dapat dimutasi tugas dan/atau lokasi dalam 1 (satu) Instansi Pusat, antar-Instansi Pusat, 1 (satu) Instansi Daerah, antar-Instansi Daerah, antar-Instansi Pusat dan Instansi Daerah, dan ke perwakilan Negara Kesatuan Republik Indonesia di luar negeri. Bunyi dari pasal tersebut menjelaskan bahwa sekretaris desa yang menjadi PNS di Kabupaten Karanganyar dapat di mutasikan tidak hanya dalam lingkungan Kabupaten Karanganyar saja, tetapi bisa keluar lokasi Kabupaten Karanganyar,

Pegawai Negeri Sipil setelah diberlakukannya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara adalah warga negara Indonesia yang memenuhi syarat tertentu, diangkat sebagai Pegawai ASN secara tetap oleh pejabat pembina kepegawaian untuk menduduki jabatan pemerintahan. Sekretaris desa yang telah diangkat menjadi PNS sebelum dikeluarkannya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara sekretaris desa tersebut tunduk dalam Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 Tentang Pokok-Pokok Kepegawaian (UU Pokok-Pokok Kepegawaian). Kewajiban sekretaris desa yang yang diangkat

(20)

commit to user

menjadi PNS sebelum tanggal 15 Januari 2014 sesuai UU Pokok-Pokok Kepegawaian yaitu:

a. Setiap pegawai negeri wajib setia dan taat kepada Pancasila, Undang- Undang Dasar 1945, Negara, dan Pemerintah, serta wajib menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (Pasal 4 UU Pokok-Pokok Kepegawaian);

b. Setiap pegawai negeri wajib mentaati segala peraturan perUndang-Undangan yang berlaku dan melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan kepadanya dengan penuh pengabdian, kesadaran dan tanggung jawab (Pasal 5 UU Pokok-Pokok Kepegawaian); dan

c. Setiap pegawai negeri wajib menyimpan rahasia jabatan, dan pegawai negeri hanya dapat mengemukakan rahasia jabatan kepada dan atas perintah pejabat yang berwajib atas kuasa Undang-Undang.(Pasal 6 UU Pokok-Pokok Kepegawaian)

Sedangkan hak sekretaris desa yang yang diangkat menjadi PNS sebelum tanggal 15 Januari 2014 sesuai UU Pokok-Pokok Kepegawaian yaitu:

a. Setiap Pegawai Negeri berhak memperoleh gaji yang adil dan layak sesuai dengan beban pekerjaan dan tanggung jawabnya (Pasal 7 UU Pokok-Pokok Kepegawaian);

b. Setiap pegawai negeri berhak atas cuti (Pasal 8 UU Pokok-Pokok Kepegawaian);

c. Setiap pegawai negeri yang ditimpa oleh sesuatu kecelakaan dalam dan karena menjalankan tugas kewajibannya, berhak memperoleh perawatan. Setiap pegawai negeri yang menderita cacat jasmani atau cacat rohani dalam dan karena menjalankan tugas kewajibannya yang mengakibatkan tidak dapat bekerja lagi dalam jabatan apapun juga, berhak memperoleh tunjangan. Setiap pegawai negeri yang tewas, keluarganya berhak memperoleh uang duka. (Pasal 9 UU Pokok-Pokok Kepegawaian); dan

d. Setiap pegawai negeri yang telah memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan, berhak atas pensiun (Pasal 10 UU Pokok-Pokok Kepegawaian).

(21)

commit to user

PNS merupakan bagian dari Aparatur Sipil Negara (ASN) maka PNS memiliki tugas, hak dan kewajiban sesuai yang dimaksud dalam Undang Undang Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara. Tugas dari ASN terdapat dalam Pasal 11, yaitu:

a. melaksanakan kebijakan publik yang dibuat oleh Pejabat Pembina Kepegawaian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;

b. memberikan pelayanan publik yang profesional dan berkualitas; dan c. mempererat persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pegawai negeri sipil sesuai dalam Pasal 21 Undang Undang Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara berhak memperoleh:

a. gaji, tunjangan, dan fasilitas; b. cuti;

c. jaminan pensiun dan jaminan hari tua; d. perlindungan; dan

e. pengembangan kompetensi.

Sedangkan kewajiban pegawai negeri sipil tercantum dalam Pasal 23 Undang Undang Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara, yaitu:

a. setia dan taat pada Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan pemerintah yang sah;

b. menjaga persatuan dan kesatuan bangsa;

c. melaksanakan kebijakan yang dirumuskan pejabat pemerintah yang berwenang;

d. menaati ketentuan peraturan perundang-undangan;

e. melaksanakan tugas kedinasan dengan penuh pengabdian, kejujuran, kesadaran, dan tanggung jawab;

f. menunjukkan integritas dan keteladanan dalam sikap, perilaku, ucapan dan tindakan kepada setiap orang, baik di dalam maupun di luar kedinasan;

(22)

commit to user

g. menyimpan rahasia jabatan dan hanya dapat mengemukakan rahasia jabatan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; dan

h. bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sekretaris desa yang diangkat menjadi PNS dapat dikatakan kesejahteraanya meningkat karena didalam pasal 9 PP Nomor 45 Tahun 2007 diberikan hak pensiun sesuai dengan peraturan perundang-undangan setelah sekretaris desa tersebut pensiun. Selain itu menurut Pasal 66 ayat (3) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa menyebutkan bahwa selain penghasilan tetap, Kepala Desa dan perangkat Desa menerima tunjangan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa. Sedangkan di ayat (4) menerangkan Kepala Desa dan perangkat Desa juga memperoleh jaminan kesehatan dan dapat memperoleh penerimaan lainnya yang sah.

Sekretaris desa yang diangkat menjadi PNS diharapkan bisa bekerja secara maksimal untuk memperbaiki seluruh penataan kebijakan untuk kesejahteraan masyarakat desa. Saat ini yang telah disejahterakan perangkat desa secara kongkrit baru sekretaris desa. Masyarakat desa tentu akan menunggu langkah nyata perubahan-perubahan yang ada di desa, khususnya yang menyangkut kepentingan masyarakat desa. Karena, kesejahteraan masyarakat yang utama dari perubahan-perubahan kebijakan tentang desa, termasuk pengangkatan sekretaris desa menjadi PNS.

Perubahan cara pandang masyarakat desa terhadap sekretaris desa yang PNS, termasuk tata nilai yang mengatur hubungan antara masyarakat dengan sekretaris desa yang selama ini sebagai salah satu perangkat desa. Karena, para perangkat desa selama ini dipersepsikan oleh masyarakat sebagai pamong desa yang diharapkan sebagai pelindung dan pengayom warga masyarakat. Para pamong desa dalam hubungan sosial di desa dianggap dituakan, ditokohkan dan dipercaya oleh warga masyarakat untuk mengelola kehidupan publik maupun privat warga desa. Warga dan pamong desa mempunyai hubungan kedekatan secara personal yang mungkin diikat dengan tali kekerabatan maupun

(23)

commit to user

ketetanggaan, sehingga kedua unsur itu saling menyentuh secara personal dalam wilayah yang lebih privat ketimbang publik.

Akan tetapi diangkatnya sekretaris desa menjadi PNS juga ditakutkan akan timbul kesenjangan sosial antara sekretaris desa yang berstatus PNS dengan aparat desa yang lain. Kesenjangan yang begitu nyata terlihat adalah tentang perbedaan insentif yang akan diterima sekretaris desa berstatus PNS dengan aparat desa yang lain. Sekretaris desa yang diangkat PNS akan menerima insentif setiap bulan melalui sistem penggajian dan tunjangan, yang besarnya sudah dapat dipastikan. Selain itu sekretaris desa juga mendapat santunan apabila mendapat kecelakaan yang disebabkan oleh pekerjaan dan pensiun dihari tua yang jumlahnya dipastikan lebih besar dari pensiun yang diberikan kepada aparat desa yang lain yang diambil hanya dari sebagian bengkok yang ketika masa kerja didapatkannya. Sedangkan aparat desa yang lain tetap pada kondisi sebelumnya, menerima insentif yang besarnya tidak menentu tegantung pada hasil bengkok yang diberikan, tidak mendapat tunjangan dan pensiun tetap menggantungkan sedikit dari hasil bengkok yang terkadang hasilnya sangat minim sekali.

Sesuai Pasal 1 Nomor 11 Peraturan Daerah Kabupaten Karanganyar Nomor 25 Tahun 2006 Tentang Organisasi Dan Tata Kerja Pemerintah Desa Dan Badan Permusyawaratan Desa bahwa “ Perangkat Desa adalah unsur staf yang membantu Kepala Desa dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya yang terdiri dari sekretaris desa dan perangkat desa lainnya.” Oleh karena itu sekretaris desa sebagai perangkat desa maka harus membantu kepala desa dalam penyelenggaraan pemerintahan desa berdasarkan asas-asas yang termuat dalam Pasal 24 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa, yaitu;

a. kepastian hukum;

Yang dimaksud dengan kepastian hukum adalah asas dalam negara hukum yang mengutamakan landasan peraturan perundang-undangan, kepatutan, dan keadilan dalam setiap kebijakan penyelenggaraan Pemerintahan Desa.

(24)

commit to user

Yang dimaksud dengan tertib penyelenggara pemerintahan adalah asas yang menjadi landasan keteraturan, keserasian, dan keseimbangan dalam pengendalian penyelenggara Pemerintahan Desa.

c. tertib kepentingan umum;

Yang dimaksud dengan tertib kepentingan umum adalah asas yang mendahulukan kesejahteraan umum dengan cara yang aspiratif, akomodatif, dan selektif.

d. keterbukaan;

Yang dimaksud dengan keterbukaan adalah asas yang membuka diri terhadap hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang benar, jujur, dan tidak diskriminatif tentang penyelenggaraan Pemerintahan Desa dengan tetap memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan.

e. proporsionalitas;

Yang dimaksud dengan proporsionalitas adalah asas yang mengutamakan keseimbangan antara hak dan kewajiban penyelenggaraan Pemerintahan Desa. f. profesionalitas;

Yang dimaksud dengan profesionalitas adalah asas yang mengutamakan keahlian yang berlandaskan kode etik dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

g. akuntabilitas;

Yang dimaksud dengan akuntabilitas adalah asas yang menentukan bahwa setiap kegiatan dan hasil akhir kegiatan penyelenggaraan Pemerintahan Desa harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat Desa sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

h. efektivitas dan efisiensi;

Yang dimaksud dengan efektivitas adalah asas yang menentukan bahwa setiap kegiatan yang dilaksanakan harus berhasil mencapai tujuan yang diinginkan masyarakat Desa. Sedangkan yang dimaksud dengan efisiensi adalah asas yang menentukan bahwa setiap kegiatan yang dilaksanakan harus tepat sesuai dengan rencana dan tujuan.

(25)

commit to user

Yang dimaksud dengan kearifan lokal adalah asas yang menegaskan bahwa di dalam penetapan kebijakan harus memperhatikan kebutuhan dan kepentingan masyarakat Desa.

j. keberagaman;

Yang dimaksud dengan keberagaman adalah penyelenggaraan Pemerintahan Desa yang tidak boleh mendiskriminasi kelompok masyarakat tertentu.

k. partisipatif.

Yang dimaksud dengan partisipatif adalah penyelenggaraan Pemerintahan Desa yang mengikutsertakan kelembagaan Desa dan unsur masyarakat Desa.

Menurut PP Nomor 45 Tahun 2007 jabatan sekretaris desa yang kosong akibat diberhentikannya sekretaris desa yang tidak memenuhi persyaratan menjadi PNS akan diisi oleh PNS yang memenuhi persyaratan. Dari ketentuan ini terlihat bahwa, adanya pembagian formasi sekretaris desa untuk mengisi kekosongan sekretaris desa. Sementara itu sekretaris desa yang tidak diangkat sebagai pegawai negeri sipil akan diberikan tunjangan kompensasi yang dihitung berdasarkan masa kerja selama yang bersangkutan menjadi Sekretaris Desa. Besaran tunjangan kompensasi bagi sekretaris desa yang memiliki masa kerja 1 (satu) sampai dengan 5 (lima) tahun ditetapkan sebesar Rp5.000.000,00 (lima juta rupiah), masa kerja lebih dari 5 (lima) tahun dihitung sebesar Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah) pertahun, dengan ketentuan secara kumulatif paling tinggi Rp20.000.000,00 (dua puluh juta rupiah).

Akan tetapi di Kabupaten Karanganyar sekretaris desa yang tidak diangkat menjadi PNS tetap menjadi sekretaris desa sampai berakhir masa jabatannya 65 tahun. Hal ini bertentangan dengan Pasal 10 ayat (1) PP Nomor 45 Tahun 2007 bahwa sekretaris desa yang tidak diangkat menjadi PNS diberhentikan dari jabatan sekretaris desa oleh Bupati/ Walikota. Sekretaris desa yang diberhentikan tersebut sesuai dengan Pasal 10 ayat (2) PP Nomor 45 Tahun 2007 diberikan tunjangan kompensasi yang dihitung berdasarkan masa kerja selama yang bersangkutan menjadi sekretaris desa.

(26)

commit to user

Alasan Pemerintah Kabupaten Karanganyar tidak memberhentikan sekretaris desa yang tidak memenuhi persyaratan untuk diangkat menjadi PNS adalah dikeluarkannya Surat Edaran dari Kementrian Dalam Negeri Nomor 141/947/PMD tetap menjadi sekretaris desa di desanya masing-masing/ tidak diberhentikan menjadi sekretaris desa, walaupun tidak diangkat menjadi PNS. Karena sekretaris desa yang tidak memenuhi persyaratan untuk diangkat menjadi PNS tidak ada yang habis masa jabatannya, mengundurkan diri ataupun meninggal dunia.

Sekretaris Desa yang tidak berstatus PNS di Kabupaten Karanganyar tetap diatur oleh Peraturan Daerah Kabupaten Karanganyar Nomor 24 Tahun 2006 Tentang Kepala Desa dan Perangkat Desa, dan Peraturan Daerah Kabupaten Karanganyar Nomor 25 Tahun 2006 Tentang Organisasi Dan Tata Kerja Pemerintah Desa Dan Badan Permusyawaratan Desa. Sekretaris Desa selain diatur oleh kedua Perda tersebut juga diatur oleh Peraturan Daerah Kabupaten Karanganyar Nomor 9 Tahun 2009 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Kabupaten Karanganyar Nomor 24 Tahun 2006 tentang Kepala Desa dan Perangkat Desa, dan Peraturan Bupati Karanganyar Nomor 20 Tahun 2012 Tentang Kepala Desa Dan Perangkat Desa.

Menurut penulis bahwa implementasi kebijakan pengangkatan sekretaris desa menjadi Pegawai Negeri Sipil di Kabupaten Karanganyar sudah efektif dan sesuai dengan Undang-undang yang berlaku, akan tetapi didalam proses pengangkatannya masih ditemukan hambatan dan persoalan di dalam melaksanakan kebijakan tersebut.

2. Hambatan-hambatan yang timbul dalam pengangkatan Sekretaris Desa menjadi Pegawai Negeri Sipil di Kabupaten Karanganyar

Menurut Dwi Wahyuningsih, S.H (Kasubbag Perangkat dan Lembaga Desa dan Kelurahan, Bagian Pemerintahan Desa Sekretariat Daerah Kabupaten Karanganyar) hambatan-hambatan yang timbul dalam pengangkatan sekretaris desa menjadi PNS di Kabupaten Karanganyar adalah hambatan yang bersifat

(27)

commit to user

administratif, yaitu sekretaris desa dalam memenuhi persyaratan sesuai dalam PP Nomor 45 Tahun 2007 ada yang mengalami kesulitan. Kesulitan yang dimaksud adalah adalah ada sekretaris desa yang lupa menaruh ijazahnya, sehingga sekretaris desa tersebut mengumpulkan berkas seadanya dahulu dan sekretaris desa tersebut diberi waktu untuk melengkapinya. Selain itu hambatan pengangkatan sekretaris desa menjadi PNS adalah sekretaris desa yang tidak memenuhi persyaratan maka tidak diangkat menjadi PNS dan diberhentikan statusnya menjadi sekretaris desa dengan diberikan tunjangan kompensasi bagi sekretaris desa yang diberhentikan. Akan tetapi hal tersebut implementasinya tidak sesuai dengan PP Nomor 45 Tahun 2007, ataupun Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 50 Tahun 2007 Tentang Ketentuan Pelaksanaan Dari Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2007 dikarenakan Pemerintah Kabupaten Karanganyar tidak adanya dana APBD untuk memberikan tunjangan kompensasi kepada sekretaris desa yang diberhentikan.

Adanya hambatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Karanganyar mengirim Surat kepada Menteri Dalam Negeri dengan Nomor Surat 141/0012.1. Kementrian Dalam Negeri lalu mengeluarkan Surat Edaran Nomor 141/947/PMD tertanggal 11 Maret 2009, dengan adanya Surat Edaran tersebut sekretaris desa yang tidak memenuhi persyaratan untuk diangkat menjadi PNS tidak diberhentikan menjadi sekretaris desa oleh Bupati/Walikota.

Heru Wasesa, S.H (Kabid Pengembangan dan Pengangkatan Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Karanganyar) menyatakan bahwa hambatan yang timbul dalam pengangkatan sekretaris desa menjadi PNS di Kabupaten Karanganyar adalah hambatan administratif, selain itu juga dalam pengisian kekosongan sekretaris desa yang seharusnya diisi dari PNS. Permasalahan tersebut terjadi karena PNS di Kabupaten Karanganyar banyak yang tidak berminat menjadi sekretaris desa, maka dari itu masih banyak desa yang sekretaris desanya masih belum di isi dari PNS.

Menurut Winarso, S.H (Sekretaris Desa Ngringo, Kecamatan Jaten) bahwa hambatan yang timbul dalam pengangkatan sekretaris desa menjadi PNS di

(28)

commit to user

Kabupaten Karanganyar tidak ada. Pada saat dirinya memenuhi persyaratan untuk diangkat menjadi PNS dan di waktu pengangkatanya tidak merasa ada hambatan sama sekali.

Gambar

Tabel 1: Daftar nominatif sekretaris desa yang diangkat menjadi Pegawai Negeri  Sipil di Kabupaten Karanganyar
Tabel 2: Daftar sekretaris desa yang diisi oleh PNS di Kabupaten Karanganyar  pada tanggal 3 Juni 2014
Gambar 2: Diagram pembahasan implementasi kebijakan pengangkatan sekretaris  desa menjadi pegawai negeri sipil di Kabupaten Karanganyar

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian Tindakan Kelas bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan keaktifan siswa dan hasil belajar peserta didik kelas VI SD Negeri Keputon 01 Kecamatan Blado Kabupaten

Dengan kepercayaan diri peserta didik diharapkan mampu berkembang dan bersaing untuk mendapatkan yang terbaik (keberhasilan). Karena dengan percaya diri peserta didik

Konsep penataan massa pada tapak yaitu bagaimana caranya pengguna dapat terintegrasi antara satu moda dengan moda lain dengan efisiensi waktu, energy, perpindahan

diharapkan menjadi acuan dengan beberapa hal yang menjadi kabijakan sbb.: 9 Buku murah 9 Perbaikan infrastruktur 9 Kelaanjutan pelaksanan BOS dengan perluasan sasaran 9

Pedoman Pendidikan FISIP UB juga dievaluasi tiap tahun oleh tim yang terdiri dari pimpinan Fakultas, Pimpinan Jurusan/Program Studi, Wakil Dosen serta jajaran unsur

Berdasarkan gejala di atas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul: “Layanan Konseling Individu Dalam Mengembangkan Kemampuan Pengendalian Emosi

Campur kode yang sering dilakukan oleh guru dan siswa yaitu campur kode dengan penyisipan unsur berupa kata, sedangkan faktor yang paling sering menyebabkan guru

Setiap lampu memiliki kelebihan dan kelemahan baik itu lampu pijar, lampu flouresen dan lampu discharge tekanan tinggi (merkuri, natrium dan metal halida) yang dapat dilihat