• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEPUTUSAN MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA TENTANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KEPUTUSAN MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA TENTANG"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

KEPUTUSAN MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 149/HUK/2013

TENTANG

PEMBERIAN PIAGAM KESETIAKAWANAN SOSIAL

DALAM PENYELENGGARAAN PEMBANGUNAN KESEJAHTERAAN SOSIAL TAHUN 2013

MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA, Menimbang :

Mengingat :

a. bahwa untuk mengapresiasi keterlibatan, dukungan, dan pemberian sumbangan pemikiran sebagai

bentuk partisipasi masyarakat dalam

penyelenggaraan pembangunan kesejahteraan sosial, perlu memberikan penghargaan berupa piagam kesetiakawanan sosial;

b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan Keputusan Menteri Sosial tentang Pemberian Piagam Kesetiakawanan Sosial Dalam Penyelenggaraan Pembangunan Kesejahteraan Sosial Tahun 2013; 1. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2009 tentang

Kesejahteraan Sosial (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 12, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4967); 2. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2011 tentang

Penanganan Fakir Miskin (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 83, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5235);

3. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 116, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5430);

4. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5294);

(2)

5. Peraturan Pemerintah Nomor 63 Tahun 2013 tentang Pelaksanaan Upaya Penanganan Fakir Miskin Melalui Pendekatan Wilayah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 157 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5449);

6. Keputusan Menteri Sosial Nomor 15/HUK/1989 tentang Pemberian Tanda Penghargaan Bagi Anggota Masyarakat Yang Berjasa di Bidang Usaha Kesejahteraan Sosial;

7. Keputusan Menteri Sosial Nomor 33/HUK/1998

tentang Pembinaan Peran Masyarakat Dalam Pembangunan Bidang Kesejahteraan Sosial;

8. Peraturan Menteri Sosial Nomor 77/HUK/2010

tentang Pedoman Dasar Karang Taruna;

9. Peraturan Menteri Sosial Nomor 86/HUK/2010

tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Sosial;

10. Peraturan Menteri Sosial Nomor 184 Tahun 2011 tentang Lembaga Kesejahteraan Sosial (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 913); 11. Peraturan Menteri Sosial Nomor 01 Tahun 2012

tentang Pekerja Sosial Masyarakat (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 101);

12. Peraturan Menteri Sosial Nomor 08 Tahun 2012 tentang Pedoman Pendataan dan Pengelolaan Data Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial dan Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 567); 13. Peraturan Menteri Sosial Nomor 09 Tahun 2012

tentang Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 579);

14. Peraturan Menteri Sosial Nomor 03 Tahun 2013 tentang Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 374);

(3)

MEMUTUSKAN :

Menetapkan : KEPUTUSAN MENTERI SOSIAL TENTANG PEMBERIAN

PIAGAM KESETIAKAWANAN SOSIAL DALAM

PENYELENGGARAAN PEMBANGUNAN KESEJAHTERAAN SOSIAL TAHUN 2013.

KESATU : Memberikan Piagam Kesetiakawanan Sosial Dalam

Penyelenggaraan Pembangunan Kesejahteraan Sosial Tahun 2013 kepada mereka yang namanya sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Keputusan ini.

KEDUA : Piagam Kesetiakawanan Sosial sebagaimana dimaksud

dalam Diktum KESATU diberikan kepada :

1. Perorangan yang telah memberikan sumbangan

pemikiran bagi penyelenggaraan pembangunan

kesejahteraan sosial;

2. Kepala daerah yang mempunyai komitmen dalam rangka mengembangkan pelayanan sosial terpadu; 3. Dunia usaha yang peduli komunitas adat terpencil;

4. Lembaga kesejahteraan sosial yang memiliki

kepedulian besar terhadap sosial kemanusiaan; 5. Lembaga kesejahteraan sosial terakreditasi; dan

6. Media massa yang menyajikan berita penyelenggaraan pembangunan kesejahteraan sosial.

KETIGA : Piagam sebagaimana dimaksud dalam Diktum KESATU,

diberikan sebagai bentuk apresiasi pemerintah atas keterlibatan dan dukungan serta pemberian sumbangan pemikiran kepada Kementerian Sosial sehubungan dengan penyelenggaraan pembangunan kesejahteraan sosial.

KEEMPAT : Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan,

dengan ketentuan apabila dikemudian hari terdapat

kekeliruan dalam penetapannya akan diperbaiki

sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di Jakarta

pada tanggal 18 Desember 2013 MENTERI SOSIAL

REPUBLIK INDONESIA, ttd.

SALIM SEGAF AL JUFRI

(4)

SALINAN, Keputusan ini disampaikan kepada Yth : 1. Presiden Republik Indonesia.

2. Menteri Dalam Negeri RI.

3. Para Pejabat Eselon I di lingkungan Kementerian Sosial RI.

4. Para Pejabat Eselon II di lingkungan Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan, Kementerian Sosial RI.

5. Yang bersangkutan untuk diketahui dan dilaksanakan.

(5)

LAMPIRAN KEPUTUSAN MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA

NOMOR : 149/HUK/2013 TANGGAL : 18 DESEMBER 2013

TENTANG : PEMBERIAN PIAGAM KESETIAKAWANAN SOSIAL DALAM PENYELENGGARAAN PEMBANGUNAN KESEJAHTERAAN SOSIAL TAHUN 2013. UNSUR KELEMBAGAAN SOSIAL NO. NAMA PERORANGAN / KELEMBAGAAN BIDANG PENYELENGGARAAN KESEJAHTERAAN SOSIAL PROVINSI 01 02 03 04 05 Perorangan yang telah memberikan sumbangan pemikiran bagi penyelenggaraan pembangunan kesejahteraan sosial 1 DR. Anhar Gonggong Pemberdayaan Nilai Kepahlawanan, Keperintisan dan Kesetiakawanan Sosial DKI Jakarta

2 Mayjen TNI (Purn) Soekotjo Tjokroatmodjo Pemberdayaan Nilai Kepahlawanan, Keperintisan dan Kesetiakawanan Sosial DKI Jakarta 3 Drs. Ishak Ngeljaratan Perumus Piagam Makassar Untuk Kesetiakawanan Sosial Sulawesi Selatan

4 Prof. DR. Tahir Kasnawi SU

Perumus Piagam Makassar Untuk Kesetiakawanan Sosial Sulawesi Selatan 5 Prof. DR. Hasnawi Haris, M.Hum Perumus Piagam Makassar Untuk Kesetiakawanan Sosial Sulawesi Selatan 6 Prof. DR. Achmad Abubakar, M.Ag Perumus Piagam Makassar Untuk Kesetiakawanan Sosial Sulawesi Selatan

7 Prof. DR. Ima Kusuma M.Pd

Perumus Piagam Makassar Untuk Kesetiakawanan Sosial Sulawesi Selatan

SALINAN

(6)

01 02 03 04 05 8 Prof. DR. Supriadi Hamdat, MA

Perumus Piagam Makassar Untuk Kesetiakawanan Sosial Sulawesi Selatan

9 DR. Imam Mujahidin, M.Toev

Perumus Piagam Makassar Untuk Kesetiakawanan Sosial Sulawesi Selatan

10 DR. Aswar Hasan M.Si

Perumus Piagam Makassar Untuk Kesetiakawanan Sosial Sulawesi Selatan

11 DR. Adi Suryadi Culla MA

Perumus Piagam Makassar Untuk Kesetiakawanan Sosial Sulawesi Selatan

12 DR. Alwy Rahman, M.Toefl

Perumus Piagam Makassar Untuk Kesetiakawanan Sosial Sulawesi Selatan

13 Kolonel. Inf. Pranito Dwinarwan Perumus Piagam Makassar Untuk Kesetiakawanan Sosial Sulawesi Selatan

14 AKBP Nasrun Fahmi SH.MSi

Perumus Piagam Makassar Untuk Kesetiakawanan Sosial Sulawesi Selatan

15 DR. Ronawati Anasiru, M.Si

Perumus Piagam Makassar Untuk Kesetiakawanan Sosial Sulawesi Selatan 16 Prof. Dr. S. Budhisantoso, M.A. Pemberdayaan Komunitas Adat

Terpencil DKI Jakarta

17 Prof. Dr. Meutia Farida Swasono, M.A.

Pemberdayaan Komunitas Adat

Terpencil DKI Jakarta

18 Prof. Dr. Sjafri Sairin, M.A. Pemberdayaan Komunitas Adat

Terpencil Jogjakarta

19 Drs. Tarman Azzam, M.Sc. Pemberdayaan Komunitas Adat

Terpencil DKI Jakarta

20 Prof. Dr. Eddy Sedyawati, M.A. Pemberdayaan Komunitas Adat

Terpencil DKI Jakarta

(7)

01 02 03 04 05 21 Prof. Dr. Judhistira K.

Garna, M.A.

Pemberdayaan Komunitas Adat

Terpencil Jawa Barat

22 Prof. Dr. Haryo S. Martodirdjo, M.A. Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil

Jawa Barat 23 Prof. Dr. Robert M.Z. Lawang

Pemberdayaan Komunitas Adat

Terpencil DKI Jakarta

24 Prof. Dr. Rusmin Tumanggor, M.A. Pemberdayaan Komunitas Adat

Terpencil DKI Jakarta

25 Prof. Dr. Herman Soesangobeng, M.A.

Pemberdayaan Komunitas Adat

Terpencil DKI Jakarta

26 Prof. Dr. Ibnu Hamad, M.Si.

Pemberdayaan Komunitas Adat

Terpencil DKI Jakarta

27 Dr. Johari Lubis, M.Sc. Pemberdayaan Komunitas Adat

Terpencil DKI Jakarta

28 Paulus Ola Atu

Pendamping Sosial Komunitas Adat Terpencil Nusa Tenggara Timur 29 Wallem Romahsoal Pendamping Sosial Komunitas Adat

Terpencil Maluku

30 Suparto Pendamping Sosial Komunitas Adat

Terpencil

Kalimantan Tengah

31 Drs. Joko Sujono Pemberdayaan Keluarga dan

Kelembagaan Sosial DKI Jakarta

32 Wardah Hafidz Penanggulangan Kemiskinan

Perkotaan DKI Jakarta

33 Wagiyem Pekerja Sosial Teladan Jawa Barat

34 Sri Musfiah Pekerja Sosial Teladan DKI Jakarta

35 Winarni, AKS Pekerja Sosial Teladan Jawa Tengah

36 Drs. Sarsito W. Sarwono Pemberdayaan Organisasi Sosial DKI Jakarta

37 Dra. Sapartinah Markus Pemberdayaan Organisasi Sosial DKI Jakarta

(8)

01 02 03 04 05

38 Raita Kurnia Dewi Pekerja Sosial (Sakti Peksos) terbaik Jawa Barat

39 Jesi Dian Suryani Pekerja Sosial (Sakti Peksos) terbaik Jawa Barat

40 Evi Mulyati Pekerja Sosial (Sakti Peksos) terbaik Jogjakarta

41 Betty Sefriatin Pekerja Sosial (Sakti Peksos) terbaik Sulawesi Selatan 42 Hilmawan Zakiyah Shodikin Pekerja Sosial (Sakti Peksos) terbaik Jawa Barat 43 Wulandari Indah Kusumadewi Pekerja Sosial (Sakti Peksos) terbaik DKI Jakarta

44 Arini Rahmah Pekerja Sosial (Sakti Peksos) terbaik Banten

45 Dwi Fany Herdiantony Pekerja Sosial (Sakti Peksos) terbaik Jawa Timur 46 Aprillia Puspitasari Pekerja Sosial (Sakti Peksos) terbaik Jawa Barat

47 Hildan Mawardi Pekerja Sosial (Sakti Peksos) terbaik Aceh

Kepala daerah yang mempunyai komitmen dalam rangka mengembangkan pelayanan sosial terpadu

48 Walikota Payakumbuh Keterpaduan Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial Sumatera Barat 49 Walikota Sukabumi Keterpaduan Penyelenggaraan

Kesejahteraan Sosial Jawa Barat

50 Bupati Sragen

Keterpaduan Penyelenggaraan

Kesejahteraan Sosial Jawa Tengah

51 Bupati Berau Keterpaduan Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial Kalimantan Timur 52 Bupati Bantaeng Keterpaduan Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial Sulawesi Selatan 53 Gubernur Provinsi Kalimantan Timur

Sharing APBD PKH Tertinggi untuk tingkat Provinsi Provinsi Kalimantan Timur 54 Bupati Karimun Sharing APBD PKH Tertinggi untuk tingkat Kabupaten/ Kota Provinsi Kepulauan Riau

55 Bupati Bolaang Mongondow Timur Keberpihakan dan konsistensi dalam implementasi Program Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial Provinsi Sulawesi Utara

SALINAN

(9)

01 02 03 04 05

56 Gubernur Provinsi Sumatera Barat

Keberpihakan dan konsistensi dalam implementasi Program Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial Provinsi Sumatera Barat 57 Hj. Sutias Handayani Gatot Puji Nugroho Keberpihakan dan konsistensi dalam implementasi Program Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial Provinsi Sumatera Utara Dunia usaha yang peduli komunitas adat terpencil 58 Direktur Utama PT. Pos Indonesia (Persero) Penyaluran KPS, BLSM, PKH, JSLU

dan JSODK DKI Jakarta

59 Direktur Utama PT. BRI (Persero) Tbk Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil Jawa Barat 60 Direktur PT. Mitra Perdana Palangkaraya Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil Kalimantan Tengah

61 Direktur PT. Kayu Tribuana Raya

Pemberdayaan Komunitas Adat

Terpencil Kalimantan Tengah

62 Direktur PT. Pilar Wahana Persada

Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil

Kalimantan Tengah

63 Direktur PT. Bumi Mas

Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil

Kalimantan Tengah 64 Direktur PT. Sido Lumber

Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil

Kalimantan Tengah 65 Direktur Utama PT. Adhi Karya

Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil

Kalimantan Timur 66 Direktur Utama PT. Berau Coal

Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil Kalimantan Timur 67 BP MIGAS / SKK MIGAS Pemberdayaan Komunitas Adat

Terpencil DKI Jakarta

68 Direktur Utama PT. Sinar Mas

Pemberdayaan Komunitas Adat

Terpencil Jambi

(10)

01 02 03 04 05 69 Direktur PT. Malindo Jaya Mandiri Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil Kalimantan Barat 70 Direktur PT. Tanah Karya Subur Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil Aceh

71 Direktur Utama PT. Bank BNI 46 Bantuan Sosial dan Kemanusiaan DKI Jakarta Lembaga kesejahteraan sosial yang memiliki kepedulian besar terhadap sosial kemanusiaan 72 Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI)

Bantuan Sosial dan

Kemanusiaan DKI Jakarta

73 Aksi Cepat Tanggap (ACT) Bantuan Sosial dan Kemanusiaan DKI Jakarta

74

Yayasan Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU)

Bantuan Sosial dan

Kemanusiaan DKI Jakarta

75 Yayasan Rumah Zakat Bantuan Sosial dan Kemanusiaan DKI Jakarta

76 Dompet Dhuafa Bantuan Sosial dan Kemanusiaan DKI Jakarta

77 Yayasan Budha Tzu Chi Bantuan Sosial dan Kemanusiaan DKI Jakarta

78 Yayasan Amalillah Bantuan Sosial dan Kemanusiaan DKI Jakarta

79 Yayasan Bala Keselamatan Indonesia

Bantuan Sosial dan

Kemanusiaan Jawa Barat

80 Yayasan Surya Kebenaran Internasional (YSKI) Medan Pelayanan dan rehabilitasi sosial Penyandang Disabilitas / ODK Sumatera Utara 81 Yayasan Penuai Indonesia Kota Cianjur Pelayanan dan rehabilitasi sosial

Korban NAPZA Jawa Barat

82 Panti Asuhan Muhammadiyah Seyegen Pelayanan dan rehabilitasi sosial Korban NAPZA D.I. Yogyakarta

83 Yayasan Galilea KP NAPZA Kalimantan Tengah

84 Yayasan Ar-Rahman KP NAPZA Sumatera Selatan

(11)

01 02 03 04 05 85 Yayasan Kelompok Peduli Penyalahgunaan Narkotika dan Obat-obatan Terlarang (YKP2N) KP NAPZA Sulawesi Selatan

86 Sibolangit Center KP NAPZA Sumatera Utara

87 Yayasan Pelita Ilmu Jakarta Rehabilitasi Tuna Sosial Sosial DKI Jakarta

88

Yayasan Kenari

Jakarta Rehabilitasi Tuna Sosial Sosial DKI Jakarta

Lembaga kesejahteraan sosial

terakreditasi

89 PSAA Bayi Sehat LKSA Terakreditasi Berprestasi Jawa Barat

90 Yayasan Amanah Pendidik Insan Kamil (APIK) Bandar Lampung LKSA Terakreditasi Berprestasi Lampung 91 PSAA Putra Muhammadiyah Jogja LKSA Terakreditasi Berprestasi Jogjakarta

92 Assakinah Kapur Majalengka

LKSA Terakreditasi

Berprestasi Jawa Barat

93 Bimomartani jogja LKSA Terakreditasi Berprestasi Jogjakarta

94 Hamba Jogja LKSA Terakreditasi Berprestasi Jogjakarta

95 Amanah Trimulyo LKSA Terakreditasi Berprestasi Jogjakarta

96 Yayasan Usaha Mulia

LKSA Terakreditasi

Berprestasi Cianjur, Jawa Barat

97 Panti Sosial Asuhan Anak Nugraha Bandung LKSA Terakreditasi Berprestasi Bandung, Jawa Barat 98 PSAA Ciumbuleuit LKSA Terakreditasi

Berprestasi Jawa Barat

(12)

01 02 03 04 05 Media massa yang menyajikan berita penyelenggaraan pembangunan kesejahteraan sosial

99 Direktur Utama MNC Group

Publikasi

penyelenggaraan

kesejahteraan sosial DKI Jakarta

100 Pemimpin Redaksi TV One

Publikasi penyelenggaraan kesejahteraan sosial DKI Jakarta 101 Pemimpin Redaksi Metro TV Publikasi penyelenggaraan

kesejahteraan sosial DKI Jakarta

102 Pemimpin Redaksi Kompas Group Publikasi penyelenggaraan

kesejahteraan sosial DKI Jakarta

103 Pemimpin Redaksi Indo Pos

Publikasi

penyelenggaraan

kesejahteraan sosial DKI Jakarta

104 Pemimpin Redaksi Republika Publikasi penyelenggaraan

kesejahteraan sosial DKI Jakarta

105 Direktur Utama LKBN Antara

Publikasi

penyelenggaraan

kesejahteraan sosial DKI Jakarta

106 Direktur Utama RRI

Publikasi penyelenggaraan kesejahteraan sosial DKI Jakarta 107 Pemimpin Redaksi Surya Group Publikasi penyelenggaraan

kesejahteraan sosial Jawa Timur

108 Pemimpin Redaksi Jurnal Nasional

Publikasi

penyelenggaraan

kesejahteraan sosial DKI Jakarta

109 Pemimpin Redaksi Rakyat Merdeka

Publikasi

penyelenggaraan

kesejahteraan sosial DKI Jakarta

110 Pemimpin Redaksi Koran Sindo

Publikasi

penyelenggaraan

kesejahteraan sosial DKI Jakarta

MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA, ttd.

SALIM SEGAF AL JUFRI

Referensi

Dokumen terkait

bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan Keputusan Menteri Sosial tentang Penetapan Nama-Nama Penerima Bantuan Usaha

Menetapkan : KEPUTUSAN MENTERI SOSIAL TENTANG PANITIA HARI LANJUT USIA NASIONAL TAHUN 2011.. PERTAMA : Panitia Hari Lanjut Usia Nasional Tahun 2011 dengan susunan

bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan Keputusan Menteri Sosial tentang Penetapan Nama-Nama Penerima Bantuan Usaha

dalam huruf a, perlu menetapkan Keputusan Menteri Sosial tentang Penetapan Nama-Nama Penerima Program Bantuan Pengembangan Usaha Mandiri dan Lembaga/Yayasan Penyalur

bahwa untuk melaksanakan dan mensukseskan peringatan sebagaimana dimaksud pada huruf a, perlu menetapkan Keputusan Menteri Sosial Republik Indonesia tentang Panitia Pusat

Pemberian penghargaan ini perlu dilakukan mengingat bahwa upaya peningkatan kesejahteraan sosial bagi penyandang disabilitas merupakan salah satu bentuk pemenuhan hak

Pendamping adalah petugas lapangan yang ditunjuk dinas/instansi sosial kabupaten/kota berdasarkan persyaratan yang telah ditetapkan oleh Kementerian Sosial untuk melaksanakan tugas

bahwa untuk menunjang pemenuhan hak dan perlindungan anak sebagaimana dimaksud pada huruf b, Pemerintah melalui Program Kesejahteraan Sosial Anak (PKSA) memberikan