• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kanker Payudara Journal

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Kanker Payudara Journal"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

PEMAKAIAN KONTRASEPSI HORMONAL DAN USIA

PEMAKAIAN KONTRASEPSI HORMONAL DAN USIA MENARCHE 

 MENARCHE 

 Breast Cancer Risk Analysis by the Use of Horm

 Breast Cancer Risk Analysis by the Use of Hormonal Contraceptives and Age of Menarcheonal Contraceptives and Age of Menarche

Gusti Ayu Triara Dewi

Gusti Ayu Triara Dewi11, Luia Y!"ita He#$rati, Luia Y!"ita He#$rati%% 1

1

FKM UA,

FKM UA, gekaradewi@[email protected] 2

2

Departeme

Departemen n Epidemiologi FKM Epidemiologi FKM UA, [email protected], [email protected]

Alamat Korepondeni! Departemen Epidemiologi Fakulta Keehatan Mayarakat, Uni"erita Airlangga, Alamat Korepondeni! Departemen Epidemiologi Fakulta Keehatan Mayarakat, Uni"erita Airlangga,

#ura$aya, %awa &imur, 'ndoneia #ura$aya, %awa &imur, 'ndoneia

ABSTRAK  ABSTRAK 

Ke(adian kanker payudara teru mengalami peningkatan dan merupakan maalah keehatan yang cukup eriu di dunia, Ke(adian kanker payudara teru mengalami peningkatan dan merupakan maalah keehatan yang cukup eriu di dunia, termauk (uga di 'ndoneia. Kanker payudara aat ini merupakan (eni kanker yang paling mendominai di 'ndoneia. )aparan termauk (uga di 'ndoneia. Kanker payudara aat ini merupakan (eni kanker yang paling mendominai di 'ndoneia. )aparan etr

etrogen ogen yanyang g tingtinggi gi merumerupakpakan an alaalah h atu atu *akt*aktor or yanyang g dapadapat t menimeningkangkatkatkan n riiriiko ko kankanker ker paypayudarudara a pada perempupada perempuan.an. )enelitian ini dilakukan untuk mengetahui hu$ungan paparan etrogen melalui pemakaian alat kontraepi hormonal dan uia )enelitian ini dilakukan untuk mengetahui hu$ungan paparan etrogen melalui pemakaian alat kontraepi hormonal dan uia menarche

menarche dengan ke(adian kanker payudara pada dengan ke(adian kanker payudara pada perempuperempuan. %eni an. %eni penelitipenelitian an yang dilakukan adalah o$er"aional analitik yang dilakukan adalah o$er"aional analitik  dan menggunakan deain penelitian kau kontrol. )opulai kau dalam penelitian ini adalah eluruh paien perempuan yang dan menggunakan deain penelitian kau kontrol. )opulai kau dalam penelitian ini adalah eluruh paien perempuan yang didiagno

didiagnoi menderita kanker payudara oleh dokter i menderita kanker payudara oleh dokter di +#UD Dr di +#UD Dr #oetomo tahun 21-. )opulai kontrol dalam penelitian ini#oetomo tahun 21-. )opulai kontrol dalam penelitian ini adalah eluruh paien perempuan yang melakukan pemerikaan payudara di +#UD Dr #oetomo pada tahun 21-, namun adalah eluruh paien perempuan yang melakukan pemerikaan payudara di +#UD Dr #oetomo pada tahun 21-, namun tida

tidak k didididiagnoagnoi i mendmenderiterita a kankkanker er paypayudarudara a oleoleh h doktdokterer. . %uml%umlah ah rerepondponden en daladalam m penepenelitilitian an ini ini adaadalah lah e$ae$anyanyak k  reponde

reponden yang ditarik dari n yang ditarik dari populai dengan menggpopulai dengan menggunakan metodeunakan metode  simple random  simple random samplinsampling g . /aria$el yang diteliti adalah. /aria$el yang diteliti adalah  pemakaia

 pemakaian alat n alat kontraekontraepi hormonal dan uiapi hormonal dan uia menarchemenarche. 0ail analii dengan menggunakan u(i regrei logitik ganda  3. 0ail analii dengan menggunakan u(i regrei logitik ganda  3 456 menun(ukkan $ahwa pemakaian alat kontraepi hormonal p 3 ,278 9+ 3 -,2::6 dan uia

456 menun(ukkan $ahwa pemakaian alat kontraepi hormonal p 3 ,278 9+ 3 -,2::6 dan uia menarchemenarche p 3 ,-18 9+ 3 p 3 ,-18 9+ 3 -,;26 mempunyai hu$ungan yang igni*ikan terhadap ke(adian kanker payudara pada perempuan di +#UD Dr #oetomo -,;26 mempunyai hu$ungan yang igni*ikan terhadap ke(adian kanker payudara pada perempuan di +#UD Dr #oetomo tahun 21-. Diharapkan mayarakat dapat le$ih

tahun 21-. Diharapkan mayarakat dapat le$ih cermat dalam cermat dalam menentukmenentukan durai an durai pemakaian alat kontraepi hormonal ertapemakaian alat kontraepi hormonal erta menghindari pola hidup yang dapat mempercepat ter(adinya

menghindari pola hidup yang dapat mempercepat ter(adinya menarchemenarche.. Kata &u#i'

Kata &u#i' kanker payudara, *aktor riiko, kontraepi hormonal, uiakanker payudara, *aktor riiko, kontraepi hormonal, uia menarche,menarche, etrogenetrogen  ABSRAC 

 ABSRAC  The number of

The number of cases of breast cancer is cases of breast cancer is increasing every year and it’increasing every year and it’s a serious s a serious health problem in the world, including health problem in the world, including  in Indonesia. Breast cancer is type of cancer that is most dominant in Indonesia. High estrogen exposure is one of  in Indonesia. Breast cancer is type of cancer that is most dominant in Indonesia. High estrogen exposure is one of   factor that can

 factor that can increase the risk of increase the risk of breast cancer in women. breast cancer in women. This study was conducted This study was conducted to determine the to determine the relationship of relationship of  estrogen exposure through the use of hormonal contraceptives and age of menarche with breast cancer incidence in estrogen exposure through the use of hormonal contraceptives and age of menarche with breast cancer incidence in women. T

women. Type of this study is ype of this study is observational analytic and use case control design. ll of women breast cancer patients of observational analytic and use case control design. ll of women breast cancer patients of   !r

 !r. "oetomo . "oetomo Hospital in Hospital in #$%& were the #$%& were the population of population of case. ll of case. ll of woman non woman non breast cancer patients breast cancer patients who done who done breast breast  examination at !r "oetomo Hospital in #$%& were the population of control. The number of respondents in this study examination at !r "oetomo Hospital in #$%& were the population of control. The number of respondents in this study were '$ respondents were drawn from population using simple random sampling method. The variables studied were were '$ respondents were drawn from population using simple random sampling method. The variables studied were the use of hormonal contraceptives and age of menarche. The results of the analysis used binary logistic regression () the use of hormonal contraceptives and age of menarche. The results of the analysis used binary logistic regression () * +- indicated that the use of hormonal contraceptives (p * $,$#/ 01 * &,#22- and age of menarche (p * $,$&%/ 01 * +- indicated that the use of hormonal contraceptives (p * $,$#/ 01 * &,#22- and age of menarche (p * $,$&%/ 01 * &,3'#- has

* &,3'#- has an significant correlation with incidence of breast cancer in an significant correlation with incidence of breast cancer in women at !rwomen at !r. "oetomo Hospital in . "oetomo Hospital in #$%&. It is#$%&. It is expected that the community can be more accurate in determining the duration of hormonal contraception usage and  expected that the community can be more accurate in determining the duration of hormonal contraception usage and  avoid lifestyle can accelerate the

avoid lifestyle can accelerate the occurrence of menarche.occurrence of menarche.  !ey"ords#

 !ey"ords# breast cancer, risk factor, hormonal contraceptives, age of menarche, estrogenbreast cancer, risk factor, hormonal contraceptives, age of menarche, estrogen

PENDAHULUAN PENDAHULUAN

'ndoneia telah mengalami tranii epidemiologi 'ndoneia telah mengalami tranii epidemiologi dan (uga menghadapi $e$an maalah ganda 

dan (uga menghadapi $e$an maalah ganda  doubledouble bordens

bordens6. 6. 0a0al l teterre$e$ut ut diditatandndai ai dedengngan an adadananyaya ke(adian penyakit menular erta tidak menular ecara ke(adian penyakit menular erta tidak menular ecara  $eramaan dalam may

 $eramaan dalam mayarakat. &rarakat. &raniianii

epi

epidedemiomiologlogi i tertere$e$ut ut ditditanandai dai dedengangan n adaadanyanya  pergeeran

 pergeeran pola penyakit pola penyakit erta pola e$aerta pola e$a$ kematian$ kematian da

dalalam m mamayyararakakatat, , yayaititu u memenunururunnnnya ya anangkgkaa k

kee((aaddiiaan n ppeennyyaakkiit t meenm nuullaar r tteerrtteennttu u ddaann me

meniningngkakatntnya ya anangkgka a keke(a(adidian an $e$er$r$agagai ai (e(enini  penyakit tidak

 penyakit tidak menular <oormenular <oor, 276., 276.

12 12

(2)

Kanker merupakan alah atu (eni penyakit tidak menular yang angka ke(adiannya memiliki kecenderungan meningkat pada etiap tahunnya Dinke )ro"ini %awa &imur, 21-6. Data =09  pada tahun 21 menye$utkan $ahwa kanker 

menempati urutan nomor dua e$agai penye$a$ kematian ter$anyak, $erada di $awah penyakit kardio"akuler Depke +', 21-6. Kanker payudara menempati urutan pertama e$agai (eni kanker yang  paling umum diderita oleh perempuan di dunia.

Kanker payudara memiliki kontri$ui e$ear 245 dari total kau $aru kanker ecara keeluruhan yang terdiagnoi pada tahun 212 >lo$ocan, 21-6.

Data +iet Keehatan Daar +ikeda6 pada tahun 2? menye$utkan $ahwa kanker menempati urutan ke tu(uh e$agai penye$a$ kematian ter$ear  di 'ndoneia Depke +', 2116. Data +ikeda 2?  (uga menye$utkan $ahwa angka naional kanker 

adalah ;,- per 1 penduduk dengan angka ke(adian yang le$ih tinggi pada perempuan dari pada lakilaki, yaitu e$ear 4,? per 1 penduduk pada perempuan dan 2, per 1 penduduk pada lakilaki Depke +', 21-6.

Kanker payudara merupakan alah atu (eni kanker yang ering ter(adi pada perempuan di 'ndoneia. Kanker payudara memiliki kontri$ui e$ear -5 dan merupakan (eni kanker yang  paling mendominai di 'ndoneia, mengalahkan kanker leher rahim atau kanker er"ik yang  $erkontri$ui e$ear 2;5 Depke +', 21-6. )enderita kanker yang teru meningkat diperkirakan akan men(adi penye$a$ utama  peningkatan $e$an ekonomi karena $iaya yang

haru ditanggung cukup $ear Depke +', 21-6.

Data +ikeda 2? menye$utkan $ahwa angka  pre"aleni naional kanker adalah ;,- per 1  penduduk dan $ila angka tere$ut diproyekikan terhadap (umlah penduduk %awa &imur dengan  populai ekitar -7 (uta (iwa, maka diperkirakan terdapat ekitar 1:. penderita kanker di %awa &imur. Kanker payudara menempati urutan pertama e$agai (eni kanker yang paling $anyak diderita oleh  penduduk uia produkti* di %awa &imur dengan  perentae e$ear 1:,5 appeda %atim, 21-6.

Kanker payudara menempati urutan pertama  pada epuluh $ear penyakit kanker yang ditemukan dan dio$ati di #ura$aya pada tahun 211 dengan  perentae e$ear -:,25. Kanker payudara yang e$elumnya ering menyerang perempuan pada uia le$ih dari 4 tahun, aat ini telah mulai menyerang kelompok uia yang le$ih muda. Ke(adian kanker   payudara di #ura$aya pada tahun 211 didominai

oleh perempuan pada rentang uia -4 hingga ;; tahun, yaitu dengan ke(adian e$anyak ?4 kau Dinke Kota #ura$aya, 2116.

earnya permaalahan mengenai kanker   payudara tere$ut (uga terlihat dari (umlah kau

kanker payudara yang ditemukan di +#UD Dr  #oetomo. %umlah kau kanker payudara di +#UD Dr #oetomo ter$ilang cukup $anyak dengan angka ke(adian yang maih tinggi pada etiap tahunnya. %umlah kau kanker payudara di rumah akit puat ru(ukan untuk wilayah 'ndoneia $agian timur  tere$ut mengalami peningkatan pada dua tahun terakhir, yaitu e$anyak ;1 kau pada tahun 212 dan 4?; kau pada tahun 21- +#UD Dr  #oetomo, 21;6.

#el kanker dapat tim$ul apa$ila telah ter(adi mutai genetik e$agai aki$at dari adanya keruakan D<A pada el normal Damayanti, 21;6. Kanker merupakan pertum$uhan el yang tidak normal, menduplikaikan diri di luar kendali, dan $iaanya nama kanker didaarkan pada $agian tu$uh yang men(adi tempat pertama kali el kanker  tere$ut tum$uh )utri, 26. Kanker payudara adalah keganaan pada payudara yang $eraal dari el kelen(ar, aluran kelen(ar, erta (aringan  penun(ang payudara, namun tidak termauk kulit  payudara Depke +', 21;6.

#tadium dalam kanker merupakan dekripi mengenai kondii kanker agar dapat ditentukan cara pengo$atan yang tepat. )ada kanker payudara, dikenal tadium dini yang dimulai e$elum ter(adinya kanker hingga tadium '', erta tadium lan(ut yang terdiri dari tadium ''' dan tadium '/ #uryaningih dan #ukaca, 26. #tadium kanker   payudara ketika pertama kali ditemukan digunakan

untuk memperkirakan penanganan ecara tepat ehingga merupakan penentu ke$erhailan dari  pengo$atan kanker payudara tere$ut.

Deteki dini kanker payudara dapat dilakukan dengan $er$agai pemerikaan, mialnya dengan menggunakan proedur pemerikaan $erupa thermogra*i payudara, mamogra*i, $iopi payudara, duktogra*i, dan ultrasonography U#>6 payudara #uryaningih dan #ukaca, 26. &hermogra*i  payudara merupakan proedur diagnoi yang didaarkan pada le"el kimia dan akti"ita pem$uluh darah pada payudara dalam melakukan deteki ecara dini dari ke$eradaan el kanker payudara. &hermogra*i payudara angat eniti* dalam menggam$arkan peru$ahan temperatur dan  pem$uluh darah yang men(adi tanda ke$eradaan el

(3)

terdapat tumor, thermogra*i payudara tidak mampu menun(ukkan lokai tumor ehingga e$aiknya dilakukan ecara $erama dengan mamogra*i untuk  aling melengkapi hail pemerikaan. Mamogra*i merupakan metode pemerikaan payudara dengan menggunakan inar B kadar rendah dan umumnya dian(urkan pada perempuan yang telah $eruia le$ih dari empat puluh tahun #uryaningih dan #ukaca, 26.

Duktogra*i merupakan $agian dari pemerikaan mamogra*i yang dapat mem$antu memperlihatkan keadaan aluran uu pada payudara. )erempuan yang mengalami kelainan payudara $erupa puting yang mengeluarkan cairan tidak normal diarankan untuk melakukan pemerikaan ini. iopi merupakan e$uah proedur pemerikaan yang dilakukan dengan mengam$il e$agian kecil (aringan payudara untuk  mengetahui ada tidaknya el kanker pada payudara, erta tingkat keganaan dari el kanker tere$ut. )engam$ilan e$agian kecil (aringan pada payudara dilakukan dengan menggunakan (arum khuu yang dimaukan ke dalam payudara. #uryaningih dan #ukaca, 26. <ltrasonography U#>6 payudara umumnya digunakan untuk melakukan pemerikaan ata ketidaknormalan pada payudara, mialnya kita  payudara, erta $entuk kita tere$ut. )emerikaan U#> payudara e$aiknya dilakukan $erama dengan mamogra*i untuk mendapatkan diagnoi yang tepat  pada kelainan payudara +umah #akit Kanker 

Dharmai, 226.

)enye$a$ tim$ulnya kanker payudara $elum diketahui ecara pati, namun $eri*at multi*aktorial atau $anyak *aktor. e$erapa hal yang dapat men(adi  penye$a$ kanker payudara, yaitu adanya kelemahan genetik pada el tu$uh ehingga mempermudah tim$ulnya el kanker, iritai dan in*lamai kroni yang elan(utnya dapat $erkem$ang men(adi kanker, radiai inar matahari dan inarB, enyawa kimia, eperti afl  atoxin  1, a$eto, nikel, aren, arang, tarr, aap rokok, kontraepi oral, dan e$againya, erta makanan yang $eri*at karinogenik, mialnya makanan kaya kar$ohidrat yang diolah dengan digoreng, ikan ain, dan e$againya #uryaningih dan #ukaca, 26.

Adapun *aktor riiko ter(adinya kanker   payudara, yaitu uia C 4 tahun, adanya riwayat

kanker payudara pada keluarga, o$eita, ke$iaaan merokok, konumi alkohol, pemakaian alat kontraepi hormonal dalam (angka waktu yang lama, paparan radiai, tidak pernah melahirkan atau melahirkan pertama kali pada uia le$ih dari -4 tahun, erta tidak menyuui. Menopaue yang

terlam$at, yaitu pada uia C 4 tahun, dan menarche dini, yaitu uia pertama kali mengalami mentruai

<12 tahun (uga merupakan *aktor riiko dari kanker payudara Depke +', 21;6.

>e(ala umum kanker payudara menurut #uryaningih dan #ukaca 26 adalah adanya  $en(olan pada payudara yang dapat dira$a dan  $iaanya emakin mengera, tidak $eraturan, erta terkadang menim$ulkan nyeri. >e(ala lain yang tampak, mialnya peru$ahan $entuk dan ukuran, kerutan pada kulit payudara ehingga tampak  menyerupai kulit (eruk, adanya cairan tidak normal  $erupa nanah, darah, cairan encer, atau air uu pada i$u tidak hamil atau tidak edang menyuui yang keluar dari puting uu. >e(ala kanker payudara umumnya (uga tampak dari adanya pem$engkakan di alah atu payudara, tarikan pada puting uu atau  puting uu teraa gatal, erta nyeri. )ada kanker   payudara tadium lan(ut, dapat tim$ul nyeri tulang,  pem$engkakan lengan, ulerai kulit, atau penurunan  $erat $adan #uryaningih dan #ukaca, 26.

)ertum$uhan (aringan payudara dipengaruhi oleh $e$erapa hormon, yaitu hormon prolaktin, hormon pertum$uhan, hormon progeteron, erta hormon etrogen #uryaningih dan #ukaca, 26. )aparan hormon etrogen ecara $erle$ihan dapat memicu pertum$uhan el ecara tidak normal pada  $agian tertentu Dinke )ro"ini #umatera arat,

21;6.

Mekanime ter(adinya kanker payudara oleh  paparan etrogen maih men(adi kontro"eri karena ter(adinya kanker payudara oleh paparan etrogen  $elum diketahui ecara pati die$a$kan karena timulai etrogen terhadap pem$elahan el epitel atau karena die$a$kan oleh etrogen dan meta$olitnya yang ecara langung $ertindak e$agai mutagen #andra, 2116. &ingginya paparan etrogen dapat die$a$kan oleh $e$erapa keadaan, yaitu tidak   pernah melahirkan atau melahirkan pertama kali pada

uia le$ih dari -4 tahun, tidak menyuui, menopaue  pada uia C 4 tahun, pemakaian kontraepi

hormonal dalam (angka waktu yang lama, erta menarche pada uia  12 tahun.

erdaarkan data yang telah di(elakan e$elumnya, penuli tertarik untuk meneliti *aktor  riiko kanker payudara. Faktor riiko yang diteliti terutama yang $erhu$ungan dengan pengaruh  paparan hormon etrogen pada tu$uh terhadap ke(adian kanker payudara. )enuli memilih $e$erapa "aria$el yang $erkaitan dengan paparan hormon etrogen dalam tu$uh, yaitu riwayat pemakaian kontraepi hormonal dan uia menarche.

(4)

&u(uan dari penelitian ini adalah untuk  menganalii riiko dari $e$erapa *aktor yang  $erhu$ungan dengan paparan hormon etrogen, yaitu riwayat pemakaian kontraepi hormonal dan uia menarche terhadap ke(adian kanker payudara  pada perempuan di +#UD Dr #oetomo pada tahun

21-.

METODE

)enelitian mengenai riiko kanker payudara ini merupakan penelitian o$er"aional karena peneliti hanya melakukan pengamatan, tanpa mem$erikan  perlakuan tertentu terhadap u$yek dari penelitian ini. &ipe penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik karena penelitian ini $ertu(uan menganalii riiko ke(adian kanker payudara $erdaarkan riwayat  pemakaian kontraepi hormonal dan uia menarche.

+ancang $angun yang digunakan adalah kau kontrol karena penelitian ini $erangkat dari tatu  penyakit, yaitu kanker payudara, elan(utnya dilihat riwayat pemakaian kontraepi hormonal dan uia menarche pada u$yek penelitian.

)enelitian diawali dengan melakukan pem$agian kelompok men(adi dua, yaitu kelompok kau dan kelompok kontrol. Kelompok kau adalah kelompok  yang akit atau yang terkena kanker payudara, edangkan kelompok kontrol merupakan kelompok   $ukan penderita kanker payudara. &u(uan dari  pem$entukan kelompok kontrol adalah untuk 

memperkuat atau mengetahui ada tidaknya hu$ungan e$a$ aki$at dalam penelitian. Dilakukan  per$andingan riwayat terpa(an oleh *aktor riiko antara kelompok kau dan kelompok kontrol dalam  penelitian kau kontrol dan hail perhitungan odds

ratio  pada penelitian kau kontrol digunakan untuk  menggam$arkan $earnya riiko relati*.

)opulai kau dalam penelitian ini adalah eluruh paien perempuan yang didiagnoi menderita kanker payudara oleh dokter di +#UD Dr #oetomo tahun 21-, erta telah menikah dan memiliki alamat tempat tinggal di #ura$aya. )opulai kontrol dalam penelitian ini adalah eluruh paien perempuan yang melakukan  pemerikaan payudara di +#UD Dr #oetomo pada tahun 21-, namun tidak didiagnoi menderita kanker payudara oleh dokter, erta telah menikah dan memiliki alamat tempat tinggal di #ura$aya.

)opulai kau dan populai kontrol ditarik   $e$erapa untuk di(adikan ampel dalam penelitian.

#ampel dalam penelitian ini (uga terdiri dari dua

kelompok, yaitu kelompok kau dan kelompok  kontrol. Kelompok kau dalam penelitian ini adalah  paien perempuan yang didiagnoi menderita kanker   payudara oleh dokter di +#UD Dr #oetomo tahun

21-, erta telah menikah dan memiliki alamat tempat tinggal di #ura$aya. Kelompok kontrol dalam  penelitian ini adalah paien perempuan yang

melakukan pemerikaan payudara di +#UD Dr  #oetomo pada tahun 21-, namun tidak didiagnoi menderita kanker payudara oleh dokter, erta telah menikah dan memiliki alamat tempat tinggal di #ura$aya. #ampel dalam penelitian ini e$anyak  reponden yang terdiri dari ;4 reponden dari kelompok kau dan ;4 reponden dari kelompok  kontrol.

#ampel pada kelompok kau dan kelompok  kontrol ditarik dari populai ecara acak dengan menggunakan teknik  simple random sampling. &eknik  simple random sampling   tere$ut digunakan karena populai pada kelompok kau maupun kelompok kontrol relati* homogen. Adanya data eluruh unit ecara lengkap memungkinkan dapat di$uatnya kerangka ampling penelitian. #ampel  pada kedua kelompok diam$il dari populai dengan  $antuan program Microo*t EBcel.

/aria$el dalam penelitian ini terdiri dari "aria$el  $e$a dan "aria$el terikat. /aria$el terikat dalam  penelitian ini adalah ke(adian kanker payudara. /aria$el $e$a dalam penelitian ini adalah riwayat  pemakaian kontraepi hormonal dan uia menarche.

)enelitian dilakanakan pada $ulan <o"em$er 21-hingga %uli 21;, edangkan waktu pengumpulan data dilakanakan pada $ulan Mei 21; hingga %uni 21;. )engumpulan data dilakukan melalui pengiian kueioner yang dilakukan dengan melakukan wawancara langung kepada reponden mengenai riwayat pemakaian kontraepi hormonal dan uia menarche. Diagnoi kanker payudara pada reponden diketahui melalui data ekunder yang  $eraal dari rekam medi paien perempuan di +#UD

Dr #oetomo tahun 21-.

#tatitik dekripti* digunakan untuk  men(elakan ditri$ui *rekueni uia, tingkat  pendidikan, erta peker(aan dari reponden  penelitian. Analii pengaruh riwayat pemakaian kontraepi hormonal dan uia menarche terhadap ke(adian kanker payudara dilakukan dengan menggunakan u(i regrei logitik ganda. )engaruh erta $ear riiko diketahui dengan mem$andingkan dengan p "alue erta melakukan  perhitungan odds ratio dengan '! 45.

(5)

HASIL

+umah #akit Umum Daerah +#UD6 Dr  #oetomo merupakan rumah akit ru(ukan untuk  wilayah 'ndoneia $agian timur ehingga (umlah kau kanker payudara di +#UD Dr #oetomo cukup tinggi pada etiap tahunnya. %umlah kau kanker payudara di +#UD Dr #oetomo pada tahun 211 hingga 21- dapat digam$arkan dalam gra*ik   pada gam$ar 1.

%umlah kau kanker payudara di +#UD Dr  #oetomo pada tahun 211 adalah e$anyak 47 kau. %umlah kau mengalami penurunan pada tahun 212, yaitu men(adi ;1 kau. )ada tahun 21-, kau kanker payudara di +#UD Dr  #oetomo kem$ali mengalami peningkatan, yaitu e$anyak 4?; kau +#UD Dr #oetomo, 21;6.

Data mengenai riwayat pemakaian kontraepi hormonal diperoleh dengan melakukan wawancara ecara langung kepada reponden penelitian. )ertanyaan yang dia(ukan terkait dengan pernah tidaknya reponden penelitian memakai alat kontaepi hormonal. Kontraepi hormonal yang dimakud adalah kontraepi $erupa pil, untik, maupun implant. +eponden penelitian yang pernah memakai alat kontraepi hormonal tere$ut elan(utnya di$eri pertanyaan lan(utan mengenai  (angka waktu pemakaian $er$agai alat kontraepi

hormonal tere$ut untuk diakumulaikan.

Ga*+ar 1 %umlah Kau Kanker )ayudara +#UD Dr #oetomo tahun 211 hingga

21-Ditri$ui reponden penelitian $erdaarkan uia dapat didekripikan $ahwa uia reponden  penelitian pada kelompok kau $erkiar antara 2-tahun hingga 74 2-tahun. +atarata uia reponden  penelitian pada kelompok kau adalah ;,72 tahun dengan tandar de"iai 11,::. Uia reponden penelitian pada kelompok kontrol  $erkiar antara 1? tahun hingga :1 tahun. +atarata uia reponden penelitian pada kelompok kontrol adalah -,-1 tahun dengan tandar de"iai 11,2?.

Ditri$ui reponden penelitian $erdaarkan tingkat pendidikan pada kelompok kau dan kelompok kontrol di$edakan men(adi 4 katagori tingkat pendidikan, yaitu perguruan tinggi, #MA atau edera(at, #M) atau edera(at, #D atau edera(at, dan tidak tamat #D. Ditri$ui reponden  penelitian $erdaarkan tingkat pendidikan dapat

dilihat pada ta$el 1.

&a$el 1 menun(ukkan $ahwa reponden  penelitian dari kelompok kau paling $anyak 

memiliki tingkat pendidikan #MA atau edera(at, demikian (uga pada reponden penelitian dari kelompok kontrol. +eponden penelitian dari kelompok kau paling edikit memiliki tingkat  pendidikan tidak tamat #D, demikian (uga pada

reponden penelitian dari kelompok kontrol.

Ditri$ui reponden penelitian $erdaarkan  peker(aan pada kelompok kau dan kelompok 

kontrol di$edakan men(adi ; katagori peker(aan, yaitu pegawai negeri ipil, pegawai wata,

Ta+e- 1Ditri$ui +eponden )enelitian erdaarkan &ingkat )endidikan

Ti#.&at Kasus

K!#tr!-Pe#$i$i&a# / 0 / 0

)erguruan tinggi ; 7, 11 2;,;

#MA atau edera(at 1: -4,: 22 ;7,

#M) atau edera(at 1; -1,1 :

1-,-#D atau edera(at  2, ; 7,

&idak tamat #D 2 ;,; 2 ;,;

%umlah ;4 1, ;4 1,

Ta+e- % Ditri$ui +eponden )enelitian erdaarkan )eker(aan

Pe&eraa# Kasus

K!#tr!-/ 0 / 0

)egawai <egeri #ipil 2 ;,; ; 7,

)egawai wata 4 11,1 1- 27,

=irawata ; 7, 4 11,1

'$u rumah tangga -; ?4,: 2- 41,1

(6)

wirawata, dan i$u rumah tangga. Ditri$ui reponden penelitian $erdaarkan peker(aan dapat dilihat pada ta$el 2.

&a$el 2 menun(ukkan $ahwa reponden  penelitian dari kelompok kau paling $anyak   $eker(a e$agai i$u rumah tangga, demikian (uga  pada reponden penelitian dari kelompok kontrol. +eponden penelitian dari kelompok kau paling edikit $eker(a e$agai pegawai negeri ipil, demikian (uga pada reponden penelitian dari kelompok kontrol.

/aria$el $e$a yang diteliti dalam penelitian ini alah atunya adalah riwayat pemakaian kontraepi hormonal. +iwayat pemakaian kontraepi hormonal yang dimakud adalah akumulai lama pemakaian  pil, untik, maupun implant yang pernah digunakan oleh reponden penelitian. )emakaian kontraepi hormonal dikelompokkan men(adi 2 katagori, yaitu  pemakaian kontraepi hormonal elama  4 tahun

dan  4 tahun.

erdaarkan wawancara yang dilakukan pada  reponden, diketahui $ahwa e$agian $ear  reponden dari kelompok kau pernah memakai kontraepi hormonal elama  4 tahun, yaitu e$ear  41,15. #e$agian $ear reponden dari kelompok  kontrol (uga pernah memakai kontraepi hormonal elama  4 tahun, yaitu e$ear ??,75. <amun $ila di$andingkan antara kelompok kau dan kelompok  kontrol, perentae reponden yang pernah memakai kontraepi hormonal elama

< 4 tahun pada kelompok kau le$ih rendah $ila di$andingkan dengan kelompok kontrol.

+iiko ke(adian kanker payudara endiri dikaitkan dengan pemakaian kontraepi hormonal dalam (angka waktu lama, yaitu  4 tahun. erdaarkan wawancara yang dilakukan pada  reponden, diketahui $ahwa perentae pemakaian kontraepi hormonal  4 tahun pada kelompok  kau le$ih tinggi dari pada kelompok kontrol. )erentae pemakaian kontraepi hormonal  4 tahun pada kelompok kau adalah e$ear ;7,5, edangkan pada kelompok kontrol adalah e$ear  22,25.

Ta+e- ( Ditri$ui +eponden erdaarkan +iwayat

)emakaian Kontraepi 0ormonal

K!#trase3si Kasus K!#tr!- 3

H!r*!#a- / 0 / 0

 4 tahun 22 ;7, 1, 22,2 ,27

 4 tahun 2- 41,1 -4 ??,7

%umlah ;4 1, ;4 1,

0ail analii menun(ukkan nilai p  ,4 p 3 ,276 yang $erarti terdapat hu$ungan yang  $ermakna antara pemakaian kontraepi hormonal dengan ke(adian kanker payudara pada perempuan di +#UD Dr #oetomo tahun 21. &a$el -menun(ukkan nilai odds ratio e$ear -,2:: ' 458 1,1-:G,-6 yang $erarti $ahwa perempuan yang memakai alat kontraepi hormonal elama ≥ 4 tahun $eriiko terkena kanker payudara -,2:: kali le$ih $ear di$andingkan dengan perempuan yang memakai alat kontraepi hormonal elama  4 tahun.

/aria$el $e$a lain dalam penelitian ini adalah uia menarche. Uia menarche  dikelompokkan men(adi dua katagori yaitu uia pertama kali mentruai  12 tahun dan uia pertama kali mentruai  12 tahun.

erdaarkan wawancara yang dilakukan pada  reponden, diketahui $ahwa e$agian $ear  reponden dari kelompok kau mengalami mentruai pertama kali menarche6 pada uia

≥ 12 tahun, yaitu e$ear 41,15. #e$agian $ear 

reponden dari kelompok kontrol (uga mengalami mentruai pertama kali menarche6 pada uia

≥ 12 tahun, yaitu e$ear 7,5. <amun $ila

di$andingkan antara kelompok kau dan kelompok  kontrol, perentae reponden yang mengalami mentruai pertama kali menarche6 pada uia

≥ 12 tahun pada kelompok kau le$ih rendah $ila di$andingkan dengan kelompok kontrol.

+iiko ke(adian kanker payudara endiri dikaitkan dengan uia menarche  12 tahun. erdaarkan wawancara yang dilakukan pada  reponden, diketahui $ahwa perentae uia menarche  12 tahun pada kelompok kau le$ih tinggi dari pada kelompok kontrol. )erentae uia menarche  12 tahun pada kelompok kau adalah e$ear ;7,5, edangkan pada kelompok kontrol adalah e$ear 2,5.

0ail analii menun(ukkan nilai p  ,4 p 3 ,-16 yang $erarti terdapat hu$ungan yang  $ermakna antara uia menarche  dengan ke(adian

kanker payudara pada perempuan di +#UD Dr  Ta+e- 4Ditri$ui +eponden erdaarkan Uia

 =enarche Usia Kasus K!#tr!- 3 Me#ar5e / 0 / 0  12 tahun 22 ;7, 2, ,-1  12 tahun 2- 41,1 -: 7, %umlah ;4 1, ;4 1, 9+ 3 -,2::8 ' 45 1,1-:G,-6 9+ 3 -,;28 ' 45 1,117G1,116

(7)

#oetomo tahun 21-. &a$el ; menun(ukkan nilai odds ratio e$ear -,;2 ' 458 1,1171,116 yang $erarti $ahwa perempuan yang mengalami mentruai pertama kali menarche6 pada uia  12 tahun $eriiko terkena kanker payudara -,;2 kali le$ih $ear di$andingkan dengan perempuan yang mengalami mentruai pertama kali menarche6  pada uia  12 tahun.

PEMBAHASAN

Riwayat Pe*a&aia# K!#trase3si

H!r*!#a-Kontraepi merupakan alah atu upaya yang dapat dipilih dalam rangka mencegah ter(adinya  pem$uahan dan kehamilan +ochmah dkk., 26. Metode kontraepi menurut +ochmah dkk. 26 dapat di$edakan men(adi metode rintangan dan metode ritme. Metode rintangan merupakan metode  pemakaian kontraepi dengan $antuan uatu alat, mialnya kondom pada lakilaki atau dia*ragma pada  perempuan, 'UD intra uterine device6, "aektomi  pada lakilaki atau tu$ektomi pada perempuan, pil  pengontrol kehamilan, dan e$againya. Metode ritme merupakan metode untuk mengontrol proe kehamilan yang ederhana dan alamiah, mialnya dengan tidak melakukan hu$ungan ekual pada aat maa u$ur.

%eni kontraepi dapat dikelompokkan menurut  pemakainya, metodenya, erta tu(uan pemakaiannya )upitaari, 276. erdaarkan pemakainya, kontraepi di$agi men(adi kontraepi untuk laki laki dan kontraepi untuk perempuan. Kontraepi untuk lakilaki, mialnya kondom dan "aektomi. Kontraepi untuk perempuan, mialnya dia*ragma, tu$ektomi, pil, untik, implant, 'UD  intra uterine device6, dan e$againya.

erdaarkan metodenya, kontraepi di$agi men(adi kontraepi ederhana dan kontraepi modern. Kontraepi ederhana die$ut (uga e$agai kontraepi alamiah atau tradiional. ontoh dari (eni kontraepi ederhana adalah metode kalender, metode uhu $aal, metode  pengamatan lendir er"ik, metode anggama

terputu, dan e$againya.

Metode kalender die$ut (uga e$agai metode  pantang $erkala. Metode ini dilakukan dengan melakukan perhitungan maa u$ur dan maa tidak  u$ur ehingga kurang cocok apa$ila digunakan pada  perempuan dengan iklu mentruai yang tidak 

teratur. Kele$ihan dari metode kalender adalah tanpa e*ek amping dan tidak memerlukan $iaya, namun mem$utuhkan ker(a ama yang $aik dengan

 paangan untuk tidak melakukan hu$ungan ekual  pada maa u$ur.

Metode uhu $aal dilakukan dengan melakukan pengukuran uhu tu$uh perempuan  pada pagi hari ketika $angun tidur untuk 

menentukan aat ter(adinya o"ulai. Kenaikan uhu menandakan $ahwa telah ter(adi o"ulai, namun hal tere$ut (uga perlu diperhatikan ecara cermat karena kenaikan uhu tu$uh (uga dapat die$a$kan karena adanya in*eki pada tu$uh. Metode uhu  $aal (uga mem$utuhkan ker(a ama yang $aik 

dengan paangan.

Metode pengamatan lendir er"ik dilakukan dengan melakukan pengamatan ata kepekatan lendir er"ik. Hendir er"ik yang pekat menun(ukkan $ahwa eorang perempuan $erada  pada maa tidak u$ur. Metode ini tentunya tidak 

menim$ulkan e*ek amping, namun mem$utuhkan kecermatan yang cukup $aik dalam melakukan  penilaian kepekatan lendir er"ik.

Metode anggama terputu dilakukan dengan mengeluarkan peni dari "agina e$elum ter(adinya e(akulai ehingga metode ini mem$utuhkan ker(a ama yang $aik dengan paangan. Metode ini memiliki keunggulan, yaitu dapat dilakukan kapan a(a tanpa haru memperhatikan maa u$ur atau maa tidak u$ur pada perempuan )upitaari, 276.

)roe laktai atau menyuui (uga dapat men(adi metode kontraepi ederhana karena dapat menurunkan keu$uran. 0iapan pada puting merangang pengeluaran hormon okitoin dan  prolaktin dari kelen(ar pituitari le$ih $anyak. 0al tere$ut akan mempercepat pengeluaran dan  pem$entukan air uu kem$ali. )engeluaran hormon prolaktin tere$ut mem$eri umpan $alik  ehingga kadar hormon etrogen dalam tu$uh men(adi le$ih rendah dan mengaki$atkan paparan tu$uh oleh hormon etrogen (uga dapat $erkurang ahiyatun, 276.

Kontraepi modern di$agi men(adi empat metode, yaitu metode mekani, hormonal, kimiawi, dan operati* )upitaari, 276. Metode mekani  $erupa pemakaian kondom pada lakilaki atau dia*ragma pada perempuan, 'UD intra uterine device6, dan kap er"ik. Metode hormonal $erupa  pemakaian pil, untik, maupun implant. Metode kimiawi $erupa pemakaian $ua atau (eli  pem$unuh perma, aerool, dan e$againya.

Berdasarkan tujuan pemakaiannya, kontrasepsi dibedakan menjadi kontrasepsi untuk menunda kehamilan, kontrasepsi untuk mengatur

(8)

kehamilan, dan kontraepi untuk mengakhiri keu$uran. Kontraepi untuk menunda kehamilan menggunakan metode atau alat kontraepi yang memiliki (aminan tinggi untuk kem$ali *ertil, mialnya dengan menggunakan kondom, pil, untik  yang diulang etiap $ulan, maupun metode ederhana yang dikom$inaikan dengan kondom, dia*ragma,  $ua ataupun (eli pem$unuh perma, atau pil. Kontraepi untuk mengatur kehamilan dapat $erupa  pemakaian 'UD intra uterine device6, untik yang

diulang etiap - $ulan, pil, atau implant.

Kontraepi untuk mengakhiri keu$uran $erupa tindakan medi operati*, yaitu "aektomi pada laki laki dan tu$ektomi pada perempuan. 0al tere$ut dapat dilakukan dengan pengikatan, pen(epitan, atau  pemotongan pada "a de*eren pada lakilaki ataupun

aluran telur pada perempuan.

)emakaian alat kontraepi hormonal dapat meningkatkan riiko terkena kanker payudara. Alat kontraepi hormonal tere$ut dapat $erupa pil, yaitu  pil K kom$inai dan pil K mini, untik, maupun implant atau norplan yang umumnya dikenal dengan itilah uuk K )upitaari, 276.

)il K kom$inai mengandung hormon etrogen dan progeteron untuk mencegah ter(adinya o"ulai. 0ormon progeteron mengham$at ekrei F#0  follicle stimulating hormone 6 ehingga mengham$at  pematangan el telur. 0ormon etrogen mem$antu  pem$entukan endometrium atau mem$ran mukoa yang melapii dinding uteru. Endometrium tetap ter$entuk, namun tidak ada el telur yang matang ehingga kehamilan tidak dapat ter(adi.

)il K kom$inai memiliki $er$agai macam  (eni dan dikema dengan (umlah yang $er$eda pada tiap kemaan, yaitu 2 pil, 21 pil, atau 27 pil pada tiap kemaan. )il K kom$inai umumnya dikema untuk pemakaian elama 21 hari dan diminum oleh akeptor K etiap hari, dimulai dari hari ke4 ampai hari ke24, kemudian $erhenti diminum elama $e$erapa hari ampai mendapat mentruai. )emakaian pil K kom$inai yang dikonumi ecara teratur merupakan alat kontraepi yang angat e*ekti* dan mudah digunakan.

E*ek amping yang mungkin ter(adi e$agai aki$at dari pemakaian pil K kom$inai ini adalah akit kepala, (antung $erde$arde$ar, peningkatan  $erat $adan, peningkatan tekanan darah, raa mual, ter(adi pendarahan antar mentruai, penurunan  produki air uu, dan e$againya. )erempuan yang e$elumnya pernah mengalami erangan (antung,  pendarahan otak, nyeri dada, penyum$atan pem$uluh

darah, kanker payudara, erta gangguan *ungi hati

diarankan untuk tidak memilih pil K kom$inai e$agai alat kontraepi pilihan. )erempuan yang mendekati uia ; tahun (uga diarankan untuk  tidak memilih pil K kom$inai e$agai alat kontraepi pilihan karena dapat meningkatkan riiko penyakit kardio"akuler.

Ada pula $er$agai tanda $ahwa pemakaian pil K kom$inai tere$ut tidak cocok untuk tu$uh ehingga dapat menim$ulkan $ahaya apa$ila  pemakaiannya dilan(utkan. &anda tere$ut, antara lain adanya pem$engkakan atau nyeri pada kaki, kulit atau mata men(adi menguning, ter(adi nyeri  perut, dada, atau lengan, akit kepala, eak na*a,

atau ter(adi gangguan penglihatan.

)il K mini hanya mengandung hormon  progeteron dan tidak mengandung hormon etrogen eperti pada pil K kom$inai. 0ormon progeteron  pada pil K mini mengaki$atkan endometrium men(adi menipi dan lendir er"ik men(adi pekat ehingga ulit dilalui oleh permatoIoa. &idak adanya kandungan hormon etrogen pada pil K mini menye$a$kan e*ek amping yang umumnya ditim$ulkan oleh pil K kom$inai men(adi  $erkurang. E*ek amping dari pil K kom$inai yang dapat ditekan tere$ut, antara lain akit kepala, gangguan kardio"akuler, tekanan darah tinggi,  penurunan produki air uu, dan e$againya.

+iiko kehamilan pada pemakaian pil K mini le$ih tinggi $ila di$andingkan dengan pil K kom$inai. )emakaian pil K mini (uga meningkatkan riiko eorang perempuan untuk  mengalami kehamilan di luar kandungan erta le$ih ering menye$a$kan ketidakteraturan pada iklu mentruai. )il K mini tidak diarankan dikonumi oleh perempuan yang edang mengalami pendarahan a$normal dari uteru ataupun perempuan yang pernah mengalami kehamilan di luar kandungan. )il K mini e$aiknya hanya di$erikan pada perempuan yang edang men(alani maa laktai karena alat kontraepi ini tidak memiliki e*ek menurunkan  produki air uu eperti pada pil K kom$inai.

Alat kontraepi $erupa untik merupakan  pengin(ekian hormon progetin intetik ke dalam otot ehingga dapat menye$ar edikit demi edikit melalui aliran darah. Alat kontraepi $erupa untik   $er*ungi untuk mencegah ter(adinya kehamilan

dengan cara mengham$at ter(adinya o"ulai, mem$uat lendir er"ik men(adi le$ih pekat, erta mem$uat endometrium men(adi tipi. #untikan dapat diulang etiap $ulan atau etiap tiga $ulan ekali.

Alat kontraepi $erupa untik memiliki  $e$erapa kele$ihan, yaitu $eri*at e*ekti* dan

(9)

re*eri$el, tidak mengganggu proe laktai karena tidak menurunkan produki air uu, dan e$againya. Kekurangan dari alat kontraepi  $erupa untik adalah ter(adinya pendarahan yang  $anyak, gangguan mentruai, peningkatan $erat  $adan, raa mual, akit kepala, dan e$againya.

Alat kontraepi $erupa untik men(adi pilihan dalam $e$erapa keadaan. Alat kontraepi $erupa untik e$aiknya dipilih oleh eorang perempuan apa$ila pemakaian pil K meningkatkan riiko komplikai kardio"akuler. )erempuan yang meraa keulitan dalam menggunakan alat kontraepi ecara teratur etiap hari atau perempuan yang menganggap  $ahwa kem$alinya keu$uran tidak $egitu penting  (uga dapat diarankan untuk menggunakan alat

kontraepi $erupa untik.

)emakaian alat kontraepi $erupa untik tidak  diperkenankan pada perempuan yang diduga mengalami kehamilan atau pendarahan a$normal dari uteru yang $elum diketahui penye$a$nya. Alat kontraepi $erupa untik (uga e$aiknya tidak di$erikan pada perempuan dengan riwayat keganaan ataupun gangguan hati.

'mplant merupakan alat kontraepi yang ditanamkan pada $awah kulit lengan ata $agian dalam dan mengandung progetin le"onorgetreal. 'mplant terdiri dari dua atau enam $atang kapul dan etiap $atangnya mengandung o$at yang akan  $erdi*ui ecara teratur ke dalam peredaran darah. Hama pemakaian implant umumnya adalah lima tahun dan etelah itu kandungannya akan ha$i ehingga $atang implant haru dikeluarkan melalui operai kecil. ara ker(a implant dalam mencegah kehamilan hampir ama eperti cara ker(a alat kontraepi $erupa untik, yaitu dengan cara mengham$at ter(adinya o"ulai, mem$uat lendir  er"ik men(adi le$ih pekat, erta mem$uat endometrium men(adi tipi.

'mplant memiliki $e$erapa kele$ihan, yaitu  $eri*at e*ekti* dan re*eri$el, erta pemakaiannya tidak merepotkan karena hanya dipakai dalam lima tahun ekali. Kekurangan dari alat kontraepi  $erupa implant adalah diperlukannya proedur   pem$edahan dalam pemaangan dan pengam$ilan  $atang implant tere$ut ehingga terkadang  perempuan meraa enggan untuk menggunakan

alat kontraepi $erupa implant.

)emakaian implant dapat diarankan pada  perempuan yang tidak ingin memiliki anak lagi atau  pada perempuan yang mengalami keulitan untuk   pemakaian alat kontraepi ecara teratur etiap hari.

)erempuan yang tinggal di daerah yang (auh

dari tempat pelayanan keehatan (uga e$aiknya diarankan untuk menggunakan alat kontraepi  $erupa implant.

)emakaian alat kontraepi $erupa implant tidak  diperkenankan pada perempuan dengan $er$agai keadaan eperti pada kontraindikai pemakaian alat kontraepi $erupa untik. Keadaan tere$ut, antara lain adanya dugaan $ahwa perempuan tere$ut mengalami kehamilan atau pendarahan a$normal dari uteru yang $elum diketahui penye$a$nya. Alat kontraepi $erupa implant (uga e$aiknya tidak  di$erikan pada perempuan dengan riwayat keganaan ataupun gangguan kardio"akuler. Apa$ila ter(adi  pendarahan yang cukup $anyak atau in*eki pada tempat dimaukkannya implant, menandakan $ahwa  pemakaian implant tere$ut dapat mem$ahayakan ehingga e$aiknya egera pergi ke tempat pelayanan keehatan untuk mendapat penanganan ecara tepat )upitaari, 276.

)emakaian kontaepi oral dalam (angka waktu yang lama menye$a$kan riiko terkena kanker   payudara men(adi emakin meningkat Depke +',

21;6. +iiko peningkatan kanker payudara tere$ut  (uga ter(adi pada perempuan yang menggunakan terapi hormon, eperti hormon ekogen. 0ormon ekogen tere$ut dapat menye$a$kan peningkatan riiko terkena kanker payudara )utri, 26.

erdaarkan hail penelitian yang telah dilakukan, diketahui $ahwa pemakaian alat kontraepi hormonal memiliki hu$ungan yang igni*ikan terhadap ke(adian kanker payudara pada  perempuan di +#UD Dr #oetomo pada tahun 21-. 0al ini tidak euai dengan penelitian yang dilakukan oleh <ani 26 yang menyatakan  $ahwa pemakaian kontraepi hormonal tidak 

memiliki hu$ungan yang igni*ikan terhadap ke(adian kanker payudara.

)emakaian kontraepi hormonal dapat menye$a$kan ter(adinya peningkatan paparan hormon etrogen pada tu$uh <ani, 26. Adanya  peningkatan paparan hormon etrogen tere$utlah yang dapat memicu pertum$uhan el ecara tidak  normal pada $agian tertentu, mialnya payudara. Usia Menarche

Sistem reproduksi perempuan dikendalikan oleh beberapa hormon. Hipotalamus menyekresikan hormon gonadotropin yang selanjutnya akan merangsang kelenjar pituitari untuk menghasilkan hormon SH !"o#hmah dkk., 200$%. &elenjar pituitari yang terletak di otak bagian ba'ah akan merangsang o(arium memproduksi hormon

(10)

etrogen ketika eorang perempuan telah iap untuk memauki maa pu$erta >ayatri, 2?6. 0ormon F#0 yang diekreikan oleh kelen(ar   pituitari tere$utlah yang merangang pematangan

*olikel di dalam o"arium ehingga merangang o"arium menyekreikan hormon etrogen. 0ormon etrogen dihailkan untuk pertama kalinya pada aat eorang perempuan telah iap memauki maa  pu$erta, yaitu pada uia ekitar 7 hingga 1- tahun

#uryaningih dan #ukaca, 26.

Mentruai merupakan iklu hidup normal yang akan dilalui oleh eorang perempuan. #iklu mentruai tere$ut $erlangung ekitar 27 hari  pada etiap $ulan. #ekitar 4 hari pertama pada *ae

mentruai, hormon etrogen dan progeteron mengalami penurunan ehingga el telur yang tidak  di$uahi pada lapian endometrium di uteru mengalami peluruhan $eramaan dengan ro$eknya endometrium melalui pendarahan, hal tere$ut mengaki$atkan dinding uteru men(adi angat tipi +ochmah dkk., 26.

 =enarche adalah itilah umum ketika eorang  perempuan mengalami pendarahan pertama kalinya yang $eraal dari uteru atau ering die$ut dengan mentruai pertama kali Anggraini, 21;6. #iklu mentruai umumnya dialami pertama kali oleh perempuan ketika $eruia 1 hingga 1: tahun. #iklu mentruai etelah eorang perempuan mengalami mentruai untuk pertama kali menarche6 mungkin $elum teratur elama atu hingga dua tahun, dan etelah itu akan men(adi teratur eiring dengan ter(adinya proe o"ulai yang teratur pula >ayatri, 2?6.

Uia menarche yang dini pada eorang  perempuan dapat die$a$kan oleh $er$agai hal, yaitu dipengaruhi oleh *aktor genetik, *aktor  lingkungan, dan *aktor gaya hidup yang dapat memicu ter(adinya menarche dini. #eorang  perempuan yang mengalami  m enarche dini kemungkinan akan memiliki anak  perempuan yang nantinya (uga akan mengalami menarche dini. )erempuan yang hidup di daerah  perkotaan (uga kemungkinan $eriiko mengalami menarche dini yang le$ih tinggi daripada perempuan yang hidup di daerah pedeaan karena adanya keadaan oial ekonomi yang komplek Anggraini, 21;6.

Kurangnya akti"ita *iik dan pola makan yang $erle$ihan ehingga menye$a$kan tu$uh men(adi gemuk (uga dapat meningkatkan riiko eorang perempuan untuk mengalami menarche

dini. )ola konumi makanan ecara $erle$ihan dapat meningkatkan ker(a dari $er$agai organ tu$uh e$agai uatu $entuk mekanime tu$uh dalam menetraliir keadaan agar keadaan tere$ut dapat kem$ali normal. Adanya peningkatan ker(a  pada $er$agai organ tere$ut dapat mem$eri  pengaruh pada organ ekual perempuan untuk   $eker(a ecara makimal. )engaruh pada $er$agai

organ tere$ut dapat $erupa peningkatan ekrei hormon progeteron, etrogen, H0, dan F#0 ehingga alah atu gangguan yang dapat ter(adi adalah datangnya iklu mentruai yang terlalu cepat #alirawati, 21;6.

erdaarkan hail penelitian yang telah dilakukan, diketahui $ahwa uia menarche  memiliki hu$ungan yang $ermakna terhadap ke(adian kanker   payudara pada perempuan di +#UD Dr #oetomo  pada tahun 21-. 0al ini tidak euai dengan  penelitian yang telah dilakukan oleh 9kta"iana dkk. 2126. )enelitian tere$ut menyatakan $ahwa uia menarche tidak memiliki hu$ungan yang $ermakna terhadap ke(adian kanker payudara. <amun hail  penelitian ini euai dengan hail penelitian yang dilakukan oleh +ianti dkk 2126, yang menyatakan  $ahwa uia menarche memiliki hu$ungan yang  $ermakna terhadap ke(adian kanker payudara.

Uia menarche yang terlalu dini pada  perempuan, yaitu kurang dari 12 tahun menye$a$kan  paparan hormon etrogen pada tu$uh men(adi le$ih cepat. 0ormon etrogen dapat memicu pertum$uhan el pada $agian tu$uh tertentu ecara tidak normal Dinke )ro"ini #umatera arat, 21;6. Mekanime ter(adinya kanker payudara oleh paparan etrogen maih $elum diketahui ecara pati die$a$kan karena timulai etrogen terhadap pem$elahan el epitel atau karena die$a$kan oleh etrogen dan meta$olitnya yang ecara langung $ertindak e$agai mutagen ehingga dapat menye$a$kan tim$ulnya el kanker pada payudara #andra, 2116.

Uia menarche yang dini (uga dapat menye$a$kan eorang perempuan mengalami maa menopaue yang le$ih dini pula. 0al ini menye$a$kan paparan hormon etrogen $erkurang  pada uia yang relati* maih muda, padahal hormon etrogen (uga $er*ungi untuk mencegah erangan (antung dan melindungi tulang ehingga hal tere$ut dapat mengaki$atkan peningkatan riiko eorang perempuan untuk mengalami gangguan (antung dan tulang #alirawati, 21;6.

(11)

SIMPULAN DAN SARAN Si*3u-a#

erdaarkan hail penelitian yang telah dilakukan, dapat diimpulkan $ahwa kedua "aria$el $e$a yang diteliti menun(ukkan adanya hu$ungan yang $ermakna dengan ke(adian kanker   payudara pada perempuan di +#UD Dr #oetomo  pada tahun 21-. /aria$el yang mempunyai hu$ungan yang $ermakna terhadap ke(adian kanker   payudara pada perempuan di +#UD Dr #oetomo  pada tahun 21- tere$ut, yaitu riwayat pemakaian kontraepi hormonal dan uia menarche. #elain itu, diimpulkan (uga $ahwa "aria$el yang memiliki hu$ungan $ermakna dan $eriiko paling  $ear terhadap ke(adian kanker payudara pada  perempuan di +#UD Dr #oetomo pada tahun 21-adalah uia menarche. Uia menarche yang terlalu dini, yaitu  12 tahun ter$ukti dapat meningkatkan riiko ter(adinya kanker payudara pada perempuan di +#UD Dr #oetomo pada tahun 21-.

Sara#

erdaarkan penelitian yang telah dilakukan, terdapat $e$erapa maukan kepada pihak yang terkait guna menurunkan riiko ter(adinya kanker payudara. #alah atu maukan yang di$erikan adalah dengan melakukan upaya pencegahan dalam mengurangi riiko ter(adinya menarche dini pada perempuan. Upaya tere$ut dapat dilakukan dengan men(aga pola makan, yaitu dengan menghindari konumi makanan  $erlemak maupun makanan cepat a(i ecara  $erle$ihan, erta mem$iaakan diri melakukan akti"ita *iik ecara teratur untuk mencegah ter(adinya o$eita yang dapat mempercepat ter(adinya menarche. )engawaan terhadap *aktor   pemicu lain, eperti pengetahuan ekual yang tidak  tepat euai uia anak (uga perlu dilakukan. )emakaian kontraepi hormonal (uga perlu dikonultaikan ecara le$ih cermat kepada dokter  atau $idan yang $erkompeten agar pemakaian kontraepi hormonal tidak terlalu lama ehingga riiko ter(adinya kanker payudara dapat ditekan.

RE/ERENSI

Anggorowati, H., 21-. Faktor +iiko Kanker  )ayudara =anita.  9urnal 4esehatan  =asyarakat , /ol. 7, <o. 2! 1217.

Anggraini, M.&,. 0u$ungan Antara Uia #aat &im$ulnya Menarche dengan Uia #aat &er(adinya Menopaue =anita di Kecamatan

Kartaura. http!JJdownload.portalgaruda.orgJ article.phparticle3;-41L"al3;2:Ltitle3

itai 1: %uli 21;6.

adan )erencanaan )em$angunan Daerah appeda6 %awa &imur. Kanker )enye$a$ Kematian <omor  &u(uh di 'ndoneia. http!JJ$appeda.(atimpro". go.idJ211J;J-Jkankerpenye$a$kematian nomortu(uhdiindoneiaJ itai ? Deem$er  21-6.

ahiyatun. 276 uku A(ar Auhan Ke$idanan  <i*a <ormal. %akarta! E>. itai 24 %uni

21;N. http!JJ$ook.google.co.idJ$ookid.

Damayanti, E. +eplikai D<A dan A$normalitanya  pada )ertum$uhan #el &umor. http!JJwww.

academia.eduJ47424Jmakalah.O+eplikaiO  D<A itai - %uli 21;6.

Depke +'. uku #aku )encegahan Kanker Heher  +ahim dan Kanker )ayudara. http!JJ doc.google.comJ*ileJdJwP7QAw-Rl

Uk<H$Dd#RkBRM=MJeditpli31 itai 24 %uni 21;6.

Depke +'. )enderita Kanker Diperkirakan Men(adi )enye$a$ Utama e$an Ekonomi &eru Meningkat. http!JJwww.depke.go.idJindeB. php "w32Lid31-? itai ? Deem$er 21-6.

Depke +'. +iet Keehatan Daar +ikeda6 2?. http!JJwww.k;health.orgJiteJde*aultJ*ileJ

laporan<aional52+ikeda522?.pd*  itai ? Deem$er 2116.

Dinke Kota #ura$aya, 211.  >aporan Tahunan  !inas 4esehatan 4ota "urabaya Tahun #$%%.

#ura$aya8 Dinke Kota #ura$aya.

Dinke )ro"ini %awa &imur. Kegiatan )engendalian Kanker di %awa &imur. http!JJdinke.(atimpro". go.idJcontentdetailJ11J-J14:JkegiatanO 

 pengendalianOkankerOdiO(awaOtimur.html itai 4 9kto$er 21-6.

Dinke )ro"ini #umatera arat. Kenali >e(ala Dini Kanker )ayudara. http!JJdinke.um$arpro".go.idJ  $erita1??pen(elaanlengkapkankerpayudara.

html itai 2: %uni 21;6.

>ayatri. 2?6 uku )intar ewek )intar. %akarta! >aga Media. itai 1: %uli 21;N. http!JJ$ook. google.co.idJ$ookid.

>lo$ocan. reat ancer Etimated 'ncidence, Mortality, and )re"alence =orldwide in 212. http!JJglo$ocan.iarc.*rJ)ageJ*actOheetOcancer. apB itai 17 Deem$er 21-6.

 <ani, D., 2. 0u$ungan Umur Awal Menopaue dan #tatu )enggunaan Kontraepi 0ormonal dengan Ke(adian Kanker )ayudara.  9urnal   4eperawatan "oedirman, /ol. ;, <o. -! 12 )106.

(12)

 <oor, <.<., 27. ?pidemiologi. +ineka ipta. %akarta! -427?.

9kta"iana, D.<., E. Damayanthi, dan Kardinah, 212. Faktor +iiko Kanker )ayudara pada )aien =anita di +umah #akit Kanker  SDharmaiT, %akarta.  Indonesian 9ournal of  @ancer , /ol. :, <o. -! 14111.

)upitaari, <., 27.  =etode 4ontrasepsi. Departemen iotatitika dan Kependudukan Fakulta Keehatan Mayarakat Uni"erita Airlangga. #ura$aya! 22.

)utri, <., 2.  !eteksi !ini 4anker 5ayudara. Aura Media. Qogyakarta! 1-;7.

+ianti, E., >.A. &irtawati, dan 0. <o"ita, 212. FaktorFaktor yang erhu$ungan dengan +iiko Kanker )ayudara =anita.  9ournal   Health Auality, /ol. -, <o. 1! 12-.

+ochmah, #.<., #. =idayati, dan M. Ari*. 26 iologi #MAJ MA Kela ' itai 1 %uli 21;N. http!JJdownload.$e.kemdik$ud.go.idJ *ull$ookJ2;;77.pd*.

+umah #akit Kanker Dharmai . 226 )enatalakanaan Kanker )ayudara &erkini. itai 2 %uni 21;N. http!JJ$ook.google.co.idJ  $ookid.

+umah #akit Umum Daerah +#UD6 Dr #oetomo, 21;. Data Kun(ungan aru )aien +awat %alan +#UD Dr #oetomo tahun 21- =ilayah #ura$aya. #ura$aya8 'ntani &eknologi 'n*ormai +#UD Dr #oetomo.

#alirawati, D., )engaruh )ola Konumi )angan &erhadap &er(adinya Mentruai Dini dan Keiapan Anak dalam Menghadapi Maa )u$erta.http!JJwww.google.co.idJurla3tLrct3  (LP3Lerc3Lource3we$Lcd31Lcad3r(aLua ct37L"ed3wRF(AALurl3http5-A52F52 Fta**.uny.ac.id52Fite52Fde*ault52F*ile52 FMentruai5242Dini5242K))O.docLei3I ')>U?c>dK/uA#c:'D;gLu. g3AFR(<0VV4U4='O*FDhrw*c:?A;U-A Lig23*:w$0i(c%=Q1goV=d(9RL$"m3$".? 112:?;2,d.c2E. itai 1: %uli 21;6.

#andra, Q., 211. Melatonin dan Kanker )ayudara.

 =aalah 4esehatan 5harma =edika, /ol. -, <o.

2! 27:21.

#uryaningih, E.K., dan .E. #ukaca, 2.  4upas Tuntas 4anker 5ayudara. )aradigma 'ndoneia. Qogyakarta! 11;:.

Referensi

Dokumen terkait

Artikel yang ditulis oleh Wiyana (2008), Perilaku caring tidak dapat terbentuk dalam waktu yang singkat karena perilaku merupakan interaksi dari pengetahuan,

Berikut ini adalah hasil desain tulangan longitudinal maupun tulangan geser pada kolom diperoleh data Dari concrete frame design SAP 2000 v.10.01, diambil contoh perhitungan

Ikterus obstruksi (post hepatika) adalah ikterus yang disebabkan oleh gangguan aliran empedu antara hati dan duodenum yang terjadi akibat adanya sumbatan (obstruksi) pada saluran

Tujuan dari penelitian ini adalah: menganalisis koneksi matematika siswa dalam mengenali, memahami, dan menerapkan konsep-konsep himpunan untuk menyelesaikan

Karena pada saat itu PSSI mendapatkan “intervensi” dari Kemenpora, maka tepat pada tanggal 10 April 2015 FIFA menyurati Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi untuk tidak

Fungsi garam empedu adalah menurunkan tegangan permukaan dari partikel lemak yang terdapat dalam makanan, sehingga partikel lemak yang besar dapat dipecah

Investasi dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo adalah aset keuangan non-derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan jatuh temponya telah ditetapkan, serta

1. Tidak ada satu media pun yang paling baik untuk semua tujuan. Suatu media hanya cocok untuk tujuan pembelajaran tertentu, mungkin tidak cocok untuk pembelajaran yang