• Tidak ada hasil yang ditemukan

FISIOLOGI SISTEM SYARAF.ppt

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "FISIOLOGI SISTEM SYARAF.ppt"

Copied!
70
0
0

Teks penuh

  • Pengajar:
    • Dr. Intan Widayati
  • Sekolah: Universitas
  • Mata Pelajaran: Fisiologi
  • Topik: Fisiologi Sistem Saraf
  • Tipe: Materi Ajar

I. Fisiologi Sel Saraf dan Potensial Aksi

Bagian ini membahas dasar-dasar fisiologi sel saraf, termasuk struktur neuron dan mekanisme potensial aksi. Neuron merupakan unit fungsional sistem saraf yang tidak dapat mengalami mitosis. Pemahaman tentang eksitabilitas dan konduktivitas neuron sangat penting untuk memahami bagaimana impuls saraf dikirimkan. Konsep ini relevan dalam pendidikan biologi dan kedokteran, karena memberikan landasan untuk memahami gangguan neurologis dan pengobatannya.

II. Fisiologi Susunan Saraf Pusat

Fisiologi susunan saraf pusat mencakup berbagai aspek seperti struktur otak, medula spinalis, dan sirkulasi otak. Penjelasan tentang bagian-bagian otak seperti cerebrum, cerebellum, dan batang otak membantu mahasiswa memahami bagaimana informasi diproses dan disampaikan. Materi ini penting untuk mencapai tujuan pendidikan dalam memahami fungsi otak dan implikasinya terhadap perilaku manusia.

III. Fisiologi Susunan Saraf Otonom

Susunan saraf otonom mengatur fungsi tubuh yang tidak disadari, seperti detak jantung dan pencernaan. Pembahasan ini menekankan perbedaan antara sistem saraf simpatik dan parasimpatik, serta perannya dalam homeostasis. Pengetahuan ini sangat berguna dalam pendidikan kedokteran untuk memahami bagaimana stres dan relaksasi mempengaruhi kesehatan.

IV. Sinaps dan Transmisi Fungsional

Sinaps adalah titik pertemuan antara neuron yang memungkinkan transmisi impuls. Bagian ini menjelaskan mekanisme kerja neurotransmitter dan jenis-jenis sinapsis. Memahami proses ini sangat penting dalam konteks psikologi dan neurologi, terutama dalam mengembangkan terapi untuk gangguan mental dan neurologis.

V. Reseptor dan Modalitas Sensori

Pembahasan tentang alat indera dan reseptor memberikan wawasan tentang bagaimana manusia merasakan dan merespons rangsangan dari lingkungan. Ini mencakup berbagai jenis reseptor dan bagaimana informasi sensori diproses oleh sistem saraf. Materi ini penting untuk pendidikan di bidang psikologi dan fisiologi, serta aplikasinya dalam terapi rehabilitasi.

VI. Refleks dan Respon

Refleks adalah respon cepat terhadap rangsangan yang tidak memerlukan keterlibatan otak. Penjelasan tentang jalur refleks dan mekanisme kerjanya membantu mahasiswa memahami pentingnya respon otomatis dalam menjaga keselamatan. Ini juga relevan dalam pendidikan kedokteran untuk memahami kondisi darurat dan penanganannya.

VII. Struktur dan Fungsi Sumsum Tulang Belakang

Sumsum tulang belakang berfungsi sebagai pusat penghubung antara otak dan tubuh. Penjelasan mengenai struktur dan fungsinya, termasuk jalur sensorik dan motorik, sangat penting untuk memahami gangguan neurologis. Materi ini memberikan dasar bagi mahasiswa untuk memahami diagnosis dan pengobatan penyakit saraf.

VIII. Sistem Saraf Perifer

Sistem saraf perifer terdiri dari saraf-saraf yang menghubungkan sistem saraf pusat dengan organ tubuh. Pembahasan ini mencakup saraf somatik dan otonom, serta perannya dalam mengatur aktivitas tubuh. Pengetahuan ini penting untuk pendidikan di bidang fisioterapi dan rehabilitasi, serta untuk memahami dampak cedera pada sistem saraf.

Referensi

Dokumen terkait

bergetar, ujung saraf pun terangsang, diteruskan ke urat saraf pendengaran untuk diteruskan saraf sensorik menuju otak, di saraf pusat data-data tersebut diolah, dilanjutkan

Sistem saraf manusia terbagi menjadi dua yaitu sistem saraf pusat yang terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang serta sistem saraf tepi yang terdiri dari saraf somatic dan

Sistem saraf adalah serangkaian organ yang kompleks dan bersambungan serta terdiri dari jaringan saraf yang.. mengkoordinasi

Bertugas menghantarkan rangsang dari organ penerima rangsang ( reseptor ) kepada sistem saraf pusat ( otak dan sumsum tulang belakang ). Kumpulan badan sel saraf

Sistem saraf pusat (SSP). Terdiri dari otak dan medulla spinalis yang dilindungi tulang kranium dan kanal vertebral. Sistem saraf perifer meliputi seluruh jaringan saraf lain

Pada gerak refleks, impuls dari reseptor penerima rangsang, diteruskan oleh saraf aferen ke susunan saraf pusat di bawah serebrum, dengan atau tanpa memerlukan saraf

mene-ruskan impuls dari reseptor ke sistem saraf pusat, dan meneruskan impuls dari sistem saraf pusat ke semua otot kerangka tubuh. Sistem saraf sadar terdiri atas 12

Sistem saraf tak sadar disebut juga saraf otonom adalah sistem saraf yang bekerja tanpa diperintah oleh sistem saraf pusat dan terletak khusus pada sumsum tulang belakang. Sistem