PEMBUATAN KEBIJAKAN KESEHATAN
PEMBUATAN KEBIJAKAN KESEHATAN
DENGAN
DENGAN
PENDEKATAN RISET OPERASIONAL :
PENDEKATAN RISET OPERASIONAL :
STUDI KASUS
STUDI KASUS
REGULASI PELAYANAN KESEHATAN SWASTA
REGULASI PELAYANAN KESEHATAN SWASTA
DI KABUPATEN BANDUNG
DI KABUPATEN BANDUNG
TAHUN 2007
TAHUN 2007
Oleh Oleh Drh. Wiku Adisasmito, MSc, PhD Drh. Wiku Adisasmito, MSc, PhD Departemen Administrasi & Kebijakan Kesehatan FKM UI Departemen Administrasi & Kebijakan Kesehatan FKM UI& & Drg. Hestining Rahayu Drg. Hestining Rahayu Mahasiswa S
Mahasiswa S--2 IKM UI, Staf Dinas Kesehatan Kab Bandung2 IKM UI, Staf Dinas Kesehatan Kab Bandung
LATAR BELAKANG YANKES
FILOSOFI HAK ASASI MANUSIA
YURIDIS AMANDEMEN UUD 45 PS 28, huruf h SOSIOLOGIS EQUITY (YANKES YG MERATA BERKEADILAN) • LAHIRNYA PER-UU-AN PASCA OTONOMI DAERAH:
• UUPK NO. 29/2004, • UU OTDA NO.32/2004
• BELUM ADA PENGATURAN TENTANG SARANA PENYELENGGARAAN PELAYANAN KESEHATAN SWASTA DI TINGKAT DAERAH
KEPMENKES=> SBG KEBIJAKAN OPERASIONAL
DIBUTUHKAN KEBIJAKAN SRATEGIS DAN OPERASIONAL DIBUTUHKAN KEBIJAKAN SRATEGIS DAN OPERASIONAL DIBUTUHKAN KEBIJAKAN SRATEGIS DAN OPERASIONAL DIBUTUHKAN KEBIJAKAN SRATEGIS DAN OPERASIONAL
DI TK DAERAH DI TK DAERAH DI TK DAERAH DI TK DAERAH
GUNA MENJAWAB PERMASALAHAN KESEHATAN YANG DIHADAPI : - PENYEBARAN SPKS BELUM MERATA
- BELUM MENJANGKAU SELURUH MASYARAKAT - PENGAWASAN SPKS LEMAH
@ Oleh karena belum diketahui sejauh mana peraturan daerah tentang penyelenggaraan pelayanan swasta,
penelitian ini menganalisa dan mengembangkan
kebijakan regulasi pemerintah Kabupaten Bandung
terhadap
penyelenggaraan pelayanan kesehatan swasta
dalam menerapkan prinsip-prinsip
Akses (accessible), terjangkau (affordable), dan
merata berkeadilan (equity).
Rumusan Masalah
@ KONTRIBUSI SWASTA TERHADAP PELAYANAN KESEHATAN
@ Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 mengatur kewenangan pemerintah daerah sebagai regulator
Pertanyaan Penelitian
1. Bagaimana regulasi penyelenggaraan pelayanan kesehatan
swasta saat ini?
2. Bagaimanakah Pemda menyusun regulasi penyelenggaraan
pelayanan kesehatan swasta yang akan datang?
3. Faktor-faktor yang berperan dalam kebijakan regulasi
terhadap penyelanggaraan pelayanan kesehatan swasta
4. Bagaimana peran Dinas Kesehatan dalam menyusun
regulasi
5. Bagaimana Kab. Bandung mengakomodasi prinsip-prinsip
pemerataan (equity), akses (accessible), dan
keterjangkauan (affordable) pelayanan dalam kebijakan
regulasi?
6. Bagaimana bentuk kebijakan regulasi pelayanan kesehatan
swasta yang dibuat Pemerintah Daerah Kabupaten
Bandung?
Tujuan
Tujuan Umum :
Terlaksananya pembuatan kebijakan dalam regulasi pelayanan kesehatan swasta yang memenuhi prinsip-prinsip pemerataan (equity), akses (accessible), dan pelayanan yang terjangkau (affordable) di Kabupaten Bandung
Tujuan khusus :
1. Gambaran kebijakan regulasi Pemerintah Daerah pelayanan kesehatan swasta yang dilaksanakan saat ini.
2. Gambaran regulasi penyelenggaraan pelayanan kesehatan swasta yang akan dilaksanakan.
3. Faktor-faktor yang berperan dalam penyusunan regulasi 4. Informasi peran Dinas Kesehatan dalam penyusunan regulasi 5. Mengetahui bahwa prinsip-prinsip pemerataan (equity), akses
(accessible) dan pelayanan yang terjangkau (affordable), menjadi acuan dan diakomodasikan dalam kebijakan yang akan datang. 6. Pembuatan draf Rancangan Peraturan Daerah sebagai produk
kebijakan pemerintah daerah dalam regulasi penyelenggaraan pelayanan kesehatan swasta
Manfaat Penelitian
Manfaat Penelitian
Manfaat Penelitian
Manfaat Penelitian
Penelitian ini secara aplikatif bermanfaat kepada :
Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung sebagai NASKAH AKADEMIK Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung sebagai bahan penyusunan
regulasi
Penyelenggara pelayanan kesehatan swasta dalam prinsip pelayanan Masyarakat yang memanfaatkan yan kes swasta.
Ruang Lingkup
Kebijakan regulasi pemerintah daerah, dilakukan di •Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung, • sarana pelayanan kesehatan swasta • kelompok masyarakat
Penelitian dilaksanakan Maret 2007 sampai Mei 2007
Metode penelitian adalah riset operasional dg pendekatan kualitatif Hasil akhir penelitian berupa
Hasil akhir penelitian berupa Hasil akhir penelitian berupa
Hasil akhir penelitian berupa Dokumen kebijakan kesehatan Dokumen kebijakan kesehatan Dokumen kebijakan kesehatan Dokumen kebijakan kesehatan bentuk Naskah Akademik dan
bentuk Naskah Akademik dan bentuk Naskah Akademik dan
bentuk Naskah Akademik dan Draf Rancangan PeraturanDraf Rancangan PeraturanDraf Rancangan Peraturan Daerah Draf Rancangan PeraturanDaerah Daerah Daerah yang memuat rumusan regulasi terhadap
yang memuat rumusan regulasi terhadap yang memuat rumusan regulasi terhadap yang memuat rumusan regulasi terhadap
Sarana Pelayanan Kesehatan Swasta Sarana Pelayanan Kesehatan Swasta Sarana Pelayanan Kesehatan Swasta Sarana Pelayanan Kesehatan Swasta
TINJAUAN PUSTAKA
KEBIJAKAN KESEHATAN
Thomas R. Dye mendefinisikan kebijakan publik sebagai segala sesuatu yang dikerjakan pemerintah, maupun yang tidak dilakukan pemerintah
Dwidjowijoto (2003) Kebijakan diekspresikan sebagai rangkaian tindakan-tindakan, pernyataan-pernyataan, peraturan-peraturan, hukum yang menghasilkan keputusan-keputusan untuk menjalankan sesuatu. SANKRI (2004) Sistem kebijakan interaksi antar empat faktor dinamik :
Lingkungan kebijakan, Pembuat dan pelaksana kebijakan, Isi kebijakan, Sasaran kebijakan
Walt and Gilson (2005) segitiga analisa kebijakan mengenai faktor-faktor yang saling berinteraksi dan mempengaruhi kebijakan kesehatan yaitu konteks (context), isi (content), proses (Process) dan pelaku (actors)
PERATURAN PERUNDANGAN DESENTRALISASI
UU No 32 tahun 2004 pengganti UU No. 22 tahun 1999 tentang Otonomi Daerah PP No. 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Pemerintah Provinsi sebagai Daerah Otonom
PERAN DAERAH DALAM DESENTRALISASI
Pengarah (stewardship atau oversight) Sebagai pelaksana regulasi (regulator) Pelaksana kegiatan pelayanan (yang diregulasi) Dalam Utarini dan Jasri (2005, 20)
SARANA PELAYANAN KESEHATAN SWASTA
UU 23/1992 : Sarana pelayanan kesehatan adalah tempat yang digunakan untuk menyelenggarakan pelayanan kesehatan PerMenKes Nomor 920/Menkes/per/XII/86
Upaya Pelayanan Kesehatan Swasta di Bidang Medik Pelayanan kesehatan swasta menjadi medik dasar dan spesialistik
LINGKUNGAN STRATEGIS
Kebijakan memperhatikan konsep dasar ketahanan nasional serta pengaruh lingkungan strategis menurut Usman (1997) meliputi delapan aspek (asta gatra) terdiri dari tiga aspek alamiah (tri gatra) yakni : geografi, sumberdaya alam, sumber daya manusia, lima aspek yang lain (panca gatra) adalah : IPOLEKSOSBUDHANKAM
INDIKATOR UPAYA PELAYANAN
Tujuan upaya kesehatan adalah terselenggaranya upaya kesehatan yang tercapai (accessible), terjangkau (affordable), bermutu (quality) dan merata berkeadilan (equity) untuk menjamin terselenggaranya pembangunan kesehatan guna meningkatkan derajat kesehatan yang setinggi- tingginya. SKN (2004)
No Change
Problem
Policy (Solution)
No Change
No Change
Politics
Kingdon’s - 3 Stream model
ACTION
Context
•Situational factors
• Structural factors
• Cultural factors
• Global factors
Actors
•The state
• The market
• Civil society
Content
•
Objectives & aims
• Assumptions
• Values
• Distributional impact
•
Why do issues reach the
agenda?
• Who formulates policy?
• How is policy implemented?
• What makes policies change?
Process
Gill Walt Model
Gill Walt Model
The policy process – a struggle to
change
Policy process about
change
Change involves a
struggle
Policy process
inherently political
Policy analysis
framework focuses on
How? Who? And Why?
– not What
Gambar. KERANGKA KONSEP PENELITIAN INPUT : ASPEK REGULASI Kebijakan SPKS Kebijakan Pendukung Regulator SDM Data Metode Perumusan Kelompok Sasaran (SPKS) ASPEK LINGKUNGAN Desentralisasi Kesehatan Kelompok Masyarakat ASPEK PRINSIP PELAYANAN Pemerataan (Equity) Akses (accessible) Keterjangkauan (affordable)PROSES : Analisis dan sintesis perumusan regulasi Sarana Pelayanan Kesehatan Swasta Analisis Lingkungan Strategis Ideologi, Politik, Ekonomi Sosial Dan Budaya, Hankam
OUTPUT : 1. Dokumen naskah akademik
yang memuat rumusan regulasi terhadap Sarana Pelayanan Kesehatan Swasta
2. Draf Pasal Raperda Penyelenggaraan pelayanan kesehatan swasta REGULASI DAERAH PERDA Sarana Pelayanan Kesehatan Swasta AREA PENELITIAN FAKTOR-FAKTOR LAIN YANG MEMPENGARUHI U m p a n b a l i k
METODE PENELITIAN METODE PENELITIAN METODE PENELITIAN METODE PENELITIAN
Desain Penelitian Desain PenelitianDesain Penelitian Desain Penelitian Jenis penelitian => Jenis penelitian => Jenis penelitian =>
Jenis penelitian => riset operasional (research riset operasional (research riset operasional (research riset operasional (research operational) dengan pendekatan kualitatif operational) dengan pendekatan kualitatifoperational) dengan pendekatan kualitatif operational) dengan pendekatan kualitatif Tehnik pengumpulan data : metode Wawancara Mendalam, Tehnik pengumpulan data : metode Wawancara Mendalam,Tehnik pengumpulan data : metode Wawancara Mendalam, Tehnik pengumpulan data : metode Wawancara Mendalam,
FGD, dan FGD, dan FGD, dan
FGD, dan check list check list check list check list data sekunderdata sekunderdata sekunderdata sekunder Lokasi Dan Waktu Penelitian
Lokasi Dan Waktu PenelitianLokasi Dan Waktu Penelitian Lokasi Dan Waktu Penelitian
Lokasi : Dinas Kesehatan, Kantor Pemda, Kec Cililin dan Kec Lembang
Sarana Pelayanan Kesehatan Swasta
Waktu : bulan Maret sampai Juni 2007. Sumber Informasi dan Metode Sumber Informasi dan MetodeSumber Informasi dan Metode Sumber Informasi dan Metode
Panduan FGD FGD 2 Kelompok pengguna Masyarakat Panduan WMD WMD 6 SPKS Pengelola Yankes Swasta Panduan WMD WMD 1 DPRD II Unsur Legislatif Panduan WMD WMD 1 Bagian organisasi Panduan WMD WMD 1 Bagian Hukum Pemda
Panduan WMD WMD 1 Dinas Kesehatan Unsur Pemerintah Instrumen Metode Jumlah Institusi Informan
Pengolahan Data dan Analisis Data.
Pengolahan Data dan Analisis Data.
Pengolahan Data dan Analisis Data.
Pengolahan Data dan Analisis Data.
Pengolahan DataPengolahan DataPengolahan Data Pengolahan Data
Pembuatan Transkrip, Pengkodean, Peringkasan Data Analisa Data
Analisa Data Analisa Data Analisa Data
Analisis data primer dilakukan dengan analisis isianalisis isianalisis isianalisis isi Validasi Data =>
Validasi Data => Validasi Data =>
Validasi Data => metode Triangulasi : Triangulasi Sumber Triangulasi Metode, Triangulasi Data
√ √ √ Perumusan Draf Rancangan Perda 15
√ -√ Penyusunan Naskah Akademik 14 √ √ √ Lingkungan Strategis 13 √ √ √ Aspek Prinsip Pelayanan
12 √ √ √ Keterlibatan stakeholder 11 √ √ √ Proses Kebijakan Kabupaten 10 √ √ √ Mekanisme Penyusunan 9. √ √ √ Kelompok Sarana Yankes Swasta 8.
√ √ √ Masyarakat Pengguna Sarana Swasta 7.
√ √ √ Pelaksanaan Desentralisasi Kesehatan 6. √ √ √ Data. 5. √ -√ Sumber Daya Pembuatan Kebijakan 4.
√ √ √ Pelaksanaan Kebijakan saat ini 3.
√ √ √ Pengolahan dan analisa data
2. √ √ √ Pengumpulan data 1. Triangulsi Data Triangulsi metode Triangulsi Sumber Hal No.
GAMBARAN UMUM KABUPATEN BANDUNG
Gambaran Umum Wilayah 45 kec, 440 desa ,8 kelurahan. Lingkungan Strategis
Ideologi : Rasa keberagaman tercermin dalam kehidupan religi Politik : Suasana demokratis dalam kehidupan berpolitik Ekonomi => Pengeluaran Rp. 244.350 per kapita
biaya kesehatan sebesar Rp. 6.202 (2,54 %). Sosial dan Budaya : Sunda
Hankam : terdapat instansi militer dan kepolisian, baik pusat pendidikan maupun kesatuan.
Pelayanan Kesehatan
1 puskesmas melayani 46.461 rata-rata 1: 22.215 tertinggi 1: 62.790 BP rata-rata 1: 2.647 penduduk, rasio tertinggi 35.146 terendah 1: 855 Pelayanan Keluarga Miskin JPKM sebanyak 277. 499, cakupan pelayanan kesehatan keluarga miskin sebanyak 38.883
HASIL PENELITIAN dan PEMBAHASAN
Diskripsi Informan
WMD => Unsur Pemerintah Daerah dan DPRD WMD =>Unsur Sarana Pelayanan Kesehatan Swasta FGD =>Unsur Masyarakat Pedesaan & semi perkotaan
Sistem Kebijakan Di Kabupaten Bandung
< Persepsi dan Pelaksanaan Kebijakan pelayanan saat ini < Sumber Daya Pembuatan Kebijakan Regulasi < Lingkungan Kebijakan di Kabupaten Bandung
Desentralisasi Kesehatan.
Masyarakat Pengguna Sarana Pelayanan KesehatanSwasta < Kelompok Sarana Pelayanan Kesehatan Swasta
Proses Kebijakan Di Kabupaten Bandung
Mekanisme Penyusunan
Formulasi Kebijakan Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Swasta Keterlibatan stakeholder dalam lokakarya
Aspek Prinsip Pelayanan • Pemerataan • Akses • Keterjangkauan Lingkungan Strategis o Ideologi o Politik o Ekonomi o Sosial dan Budaya o Keamanan
Naskah Akademik
Tidak ada draf kajian akademik pada Perda yang ada. Pengumpulkan data dan informasi dalam menyusun kajian akademik sebagai kelengkapan produk hukum Rancangan peraturan daerah.
Draf Rancangan Peraturan Daerah
tentang Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Swasta di Kabupaten Bandung.
Keterbatasan Keterbatasan Keterbatasan
Keterbatasan PenelitianPenelitianPenelitianPenelitian
Kurangnya pengalaman, cenderung mengalami bias, Obyek penelitian menjawab normatif,Keterbatasan waktu
GAMBARAN PROSES FORMULASI RAPERDA
PERUMUSAN : JALUR EKSEKUTIF
PERUMUSAN : JALUR EKSEKUTIF
PERUMUSAN : JALUR EKSEKUTIF
PERUMUSAN : JALUR EKSEKUTIF
KAJIAN AKADEMIK &
DRAF PASAL RAPERDA
LS, LSM PAKAR, PROFESI, ASOSIASI PENYERAHAN KE TIM ASISTENSI/PEMDA PEMBAHASAN DAN PEMBAHASAN DAN PEMBAHASAN DAN PEMBAHASAN DAN SIDANG DPRD II SIDANG DPRD II SIDANG DPRD II SIDANG DPRD II PENGESAHAN/ PENANDATANGANAN PENGUNDANGAN PENGUNDANGANPENGUNDANGAN PENGUNDANGAN PENYERAHAN KE DPRD
PELAKSANAAN
TIM TIMTIM TIM PENYUSUN PENYUSUN PENYUSUN PENYUSUN L O K A K A R Y A P R O S E S P R O S E S P R O S E S P R O S E S P E N Y U S U N A NP E N Y U S U N A NP E N Y U S U N A NP E N Y U S U N A N TIM DINKES ORGANISASI PROFESI ORGANISASI PROFESIORGANISASI PROFESI ORGANISASI PROFESI IDI IBI PPNI PDGI ISFI, PAFI,PPGI,PATELKI HAKLI, PERSAGI YAYASAN PBF,IBAKESMAS L I N T A S S E K T O R L I N T A S S E K T O R L I N T A S S E K T O R L I N T A S S E K T O R KEC, DISPERINDAG L S M L O K A K A R Y A L O K A K A R Y A L O K A K A R Y A L O K A K A R Y A 23 MEI 07 23 M23 MEI 07EI 07 23 MEI 07 1. INFORMASI, MASUKAN & SOSIALISASI RAPERDA RUMUSAN HASIL 25 MEI 07 BAG HUKUM PAKAR * PEMBENTUKAN TIM 13 DES 06 * PENGUMPULAN DATA 18 S/D 22 DES-DRAF RAPERDADRAF RAPERDADRAF RAPERDADRAF RAPERDA -PENGKAJIANPENGKAJIANPENGKAJIANPENGKAJIAN -TATA NASKAHTATA NASKAHTATA NASKAHTATA NASKAH -23 DES S/D 20 MEI 23 DES S/D 20 MEI 23 DES S/D 20 MEI 23 DES S/D 20 MEI
29 MEI 07
P R O S E S P E M B A H A S A N
P R O S E S P E M B A H A S A N
P R O S E S P E M B A H A S A N
P R O S E S P E M B A H A S A N
2. 2. 2.2. PERSETUJUANPERSETUJUAN & PENGUNDANGAN PERDAPERSETUJUANPERSETUJUAN& PENGUNDANGAN PERDA& PENGUNDANGAN PERDA& PENGUNDANGAN PERDA
ADVOKASI DPRD KAB BANDUNG •SIDANG •RISALAH SIDANG RAPERDA DISETUJUI TIM ASISTENSI PENGESAHAN BUPATI PENGESAHAN BUPATI PENGESAHAN BUPATI PENGESAHAN BUPATI P E R D A YANKES SWASTA SOSIALISASI • SASARAN R A P E R D A
Kabupaten Bandung melaksanakan kebijakan regulasi terhadap Kabupaten Bandung melaksanakan kebijakan regulasi terhadap Kabupaten Bandung melaksanakan kebijakan regulasi terhadap Kabupaten Bandung melaksanakan kebijakan regulasi terhadap sarana pelayanan kesehatan swasta dalam bentuk Rancangan sarana pelayanan kesehatan swasta dalam bentuk Rancangan sarana pelayanan kesehatan swasta dalam bentuk Rancangan sarana pelayanan kesehatan swasta dalam bentuk Rancangan Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan pelayanan Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan pelayanan Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan pelayanan Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan pelayanan kesehatan swasta di Kabupaten Bandung atas usulan kesehatan swasta di Kabupaten Bandung atas usulan kesehatan swasta di Kabupaten Bandung atas usulan kesehatan swasta di Kabupaten Bandung atas usulan pemerintah daerah berdasarkan rumusan Dinas Kesehatan pemerintah daerah berdasarkan rumusan Dinas Kesehatan pemerintah daerah berdasarkan rumusan Dinas Kesehatan pemerintah daerah berdasarkan rumusan Dinas Kesehatan Faktor
Faktor Faktor
Faktor----faktor yang menunjang dalam penyusunan Peraturan faktor yang menunjang dalam penyusunan Peraturan faktor yang menunjang dalam penyusunan Peraturan faktor yang menunjang dalam penyusunan Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan pelayanan kesehatan swasta Daerah tentang Penyelenggaraan pelayanan kesehatan swasta Daerah tentang Penyelenggaraan pelayanan kesehatan swasta Daerah tentang Penyelenggaraan pelayanan kesehatan swasta adalah desentralisasi
adalah desentralisasi adalah desentralisasi
adalah desentralisasi, , , , peranperanperan sertaperansertaserta masyarakatsertamasyarakatmasyarakat danmasyarakatdandandan kesediaan swasta untuk bermitra
kesediaan swasta untuk bermitra kesediaan swasta untuk bermitra kesediaan swasta untuk bermitra
Rancangan Peraturan Daerah mengakomodasi prinsip pelayanan Rancangan Peraturan Daerah mengakomodasi prinsip pelayanan Rancangan Peraturan Daerah mengakomodasi prinsip pelayanan Rancangan Peraturan Daerah mengakomodasi prinsip pelayanan
kesehatan swasta meliputi pemerataan, akses, kesehatan swasta meliputi pemerataan, akses, kesehatan swasta meliputi pemerataan, akses, kesehatan swasta meliputi pemerataan, akses, keterjangkauan dan mutu pelayanan kesehatan serta keterjangkauan dan mutu pelayanan kesehatan serta keterjangkauan dan mutu pelayanan kesehatan serta keterjangkauan dan mutu pelayanan kesehatan serta menjamin kesempatan yang sama dan berpihak pada menjamin kesempatan yang sama dan berpihak pada menjamin kesempatan yang sama dan berpihak pada menjamin kesempatan yang sama dan berpihak pada masyarakat rentan. masyarakat rentan. masyarakat rentan. masyarakat rentan. Pembuatan Pembuatan Pembuatan
Pembuatan kebijakankebijakankebijakankebijakan kesehatankesehatankesehatan dalamkesehatandalamdalamdalam bentukbentukbentukbentuk peraturanperaturanperaturanperaturan daerah
daerah daerah
daerah dapatdapatdapatdapat dijadikandijadikandijadikandijadikan model model model pembuatanmodel pembuatanpembuatanpembuatan kebijakankebijakankebijakankebijakan kesehatan
kesehatan kesehatan
kesehatan yang yang yang yang partisipatifpartisipatifpartisipatif dalampartisipatifdalamdalamdalam prosesprosesproses.proses...
KESIMPULAN DAN SARAN
KESIMPULAN DAN SARAN
KESIMPULAN DAN SARAN
KESIMPULAN DAN SARAN
Saran
Saran
Saran
Saran
Kepada Pemerintah Daerah
Kepada Pemerintah Daerah
Kepada Pemerintah Daerah
Kepada Pemerintah Daerah
Pembuatan Pembuatan Pembuatan
Pembuatan kebijakankebijakankebijakankebijakan kesehatankesehatankesehatan dalamkesehatandalamdalam bentukdalambentukbentukbentuk Rancangan Peraturan Daerah perlu dilengkapi naskah Rancangan Peraturan Daerah perlu dilengkapi naskah Rancangan Peraturan Daerah perlu dilengkapi naskah Rancangan Peraturan Daerah perlu dilengkapi naskah akademi
akademiakademi
akademikkkk sebagai kajian akademisebagai kajian akademisebagai kajian akademiksebagai kajian akademikkk mengenai mengenai mengenai mengenai substansi, rumusan, dan materi tentang substansi, rumusan, dan materi tentang substansi, rumusan, dan materi tentang substansi, rumusan, dan materi tentang Penyelenggaraan pelayanan kesehatan swasta. Penyelenggaraan pelayanan kesehatan swasta.Penyelenggaraan pelayanan kesehatan swasta. Penyelenggaraan pelayanan kesehatan swasta.
Kepada Lembaga Legislatif
Kepada Lembaga Legislatif
Kepada Lembaga Legislatif
Kepada Lembaga Legislatif
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah hendaknya Dewan Perwakilan Rakyat Daerah hendaknya Dewan Perwakilan Rakyat Daerah hendaknya Dewan Perwakilan Rakyat Daerah hendaknya
memproses memproses memproses
memproses lanjutlanjutlanjutlanjut usulan Rancangan usulan Rancangan usulan Rancangan usulan Rancangan Peraturan Daerah
Peraturan Daerah Peraturan Daerah
Peraturan Daerah untukuntukuntukuntuk diundangkandiundangkandiundangkandiundangkan dalamdalamdalamdalam rangka
rangka rangka
rangka menjaminmenjaminmenjamin penyelenggaramenjaminpenyelenggarapenyelenggarapenyelenggara dandandandan masyarakat
masyarakat masyarakat
masyarakat mendapatmendapatmendapatmendapat perlindunganperlindunganperlindungan danperlindungandandandan kepastian
kepastian kepastian