• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pola Penggunaan Antibakteri pada Penderita Anak Bronchopneumonia di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Umum Dr.Iskak Tulungagung Se Periode Bulan Januari 2005 Sampai dengan Agustus 2005 - Ubaya Repository

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pola Penggunaan Antibakteri pada Penderita Anak Bronchopneumonia di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Umum Dr.Iskak Tulungagung Se Periode Bulan Januari 2005 Sampai dengan Agustus 2005 - Ubaya Repository"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa profil peresepan antibakteri oral/jenis jenis antibakteri oral yang paling banyak diresepkan yaitu amoksisilin 34,32%,

Variabel yang digunakan dalam penelitian meliputi golongan dan jenis antibiotik, jenis pengobatan (tunggal/Kombinasi), rute pemberian, lama penggunaan antibiotik, lama

Jenis terapi antimikroba yang terbanyak digunakan pada penderita demam tifoid adalah terapi pengobatan tunggal (66,99%) Jenis antimikroba tunggal yang sering diberikan

Golongan dan jenis obat yang paling ban yak digunakan adalah golongan analgesik-antipiretik adalah parasetamol (99,00%), golongan vitamins adalah vitamin Bcomplek

Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa: Golongan obat yang paling banyak digunakan adalah cairan rehidrasi dan elektrolit (100,00%) dengan jenis terbanyak Ringer

Pada pra operasi apendisitis, analgesik yang paling sering diberikan adalah Ketorolac (golongan Non Steroidal Anti Inflamatory Drugs/NSAID) 30 mg/ml; 3x1; selama 1-2 hari; 90 mg

Tujuan utama penelitian adalah untuk mengetahui (1) ketepatan penggunaanjenis antibiotik, (2) jenis pengobatan (tunggal, majemuk dan kombinasi) yang terbanyak, (3) lama

Telah dilakukan suatu penelitian non-eksperimental dengan rancangan deskriptif- retrospektif mengenai pola penggunaan obat antidiabetes dan antibakteri pada penderita rawat inap