• Tidak ada hasil yang ditemukan

KARYA TULIS ILMIAH Dalam Memenuhi Tugas

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "KARYA TULIS ILMIAH Dalam Memenuhi Tugas"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

KARYA TULIS ILMIAH

Dalam Memenuhi Tugas Teknik Membaca dan Menulis Kritis

disusun Oleh:

Lalu Gilang Faisal Sani 401150007 Rayhan Raka Putra 1401150021

Roid Sadad 1401150035

Adrian Willie Rakasiwi 1401150049

Anandha Martias 1401150063

Chandra Rifki Habibullah 1401150077

Woro Wirasmi 1401150301

Dita Rahayu Utami 1401150315

MB-39-07

(2)

KARYA TULIS ILMIAH

1. Konsep Dasar Karya Tulis Ilmiah

1.1 Pengertian dari Karya Tulis

Karya tulis terdiri dari dua kata yaitu karya dan tulis. Karya menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah pekerjaan, hasil perbuatan, buatan, ciptaan (terutama hasil karangan). Sedangkan kata Tulis dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah huruf atau angka yang dibuat dengan pena (pensil, cat, dan sebagainya), bersurat (yang sudah disetujui), yang ada tulisannya. Dari pegertian KBBI dapat disimpulkan bahwa karya tulis merupakan hasil karangan dalam bentuk tulisan atau karangan yang mengetengahkan hasil pikiran, hasil pengamatan, tinjauan dalam bidang tertentu yang disusun secara sistematis. Karya tulis juga dapat dikatakan tulisan yang membahas masalah tertentu berdasarkan pengamatan secara sistematis dan terarah. Ada yang mengatakan karya tulis itu sebagai gagasan seseorang yang dituangkan dalam bentuk tulisan (Suherli, 2010:2). Dari berbagai pengertian yang ada pada dasarnya mempunyai arti yang sama namun dapat disimpulkan bahwa karya tulis merupakan hasil karya seseorang yang dituangkan dalam bentuk tulisan.

1.2 Jenis- Karya Tulis

Karya tulis terbagi menjadi tiga jenis diantaranya adalah : 1.2.1 Karya Tulis Ilmiah

(3)

Dapat disimpulkan Karya tulis ilmiah merupakan tulisan yang membahas ilmu pengetahuan yang disusun secara sistematis dengan menggunakan bahasa yang benar.

1.2.2 Karya Tulis Nonilmiah

Karya tulis nonilmiah merupakan karangan yang menyajikan fakta pribadi tentang pengetahuan dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari, bersifat subyektif, tidak didukung fakta umum, dan biasanya menggunakan gaya bahasa yang popular atau biasa digunakan (tidak terlalu formal).

1.2.3 Karya Tulis Ilmiah Popular

Karya tulis ilmiah populer merupakan suatu karya yang ditulis dengan menggunakan bahasa yang populer sehingga mudah dipahami oleh masyarakat dan menarik untuk dibaca. Untuk dapat mengerti pengertian karya tulis ilmiah populer, ada baiknya kita mengkajinya dari kata-kata pembentuknya yaitu tulisan, ilmiah, dan populer.

Syarat minimal dalam sebuah karya ilmiah: 1. Menggunakan bahasa tulis sebagai media 2. Membahas konsep ilmu pengetahuan 3. Disusun secara sistematis

4. Dituangkan dengan menggunakan bahasa yang benar

1.3 Karakterisitik Karya Tulis Ilmiah 1.3.1 Mengacu kepada teori

Artinya karangan ilmiah wajib memiliki teori yang dijadikan sebagai landasan berpikir/kerangka pemikiran/acuan dalam pembahasa masalah.

Fungsi teori:

 Tolak ukur pembahasan dan penjawaban persoalan

 Dijadikan data sekunder/data penunjang (data utama;fakta)

(4)

 Digunakan untuk mendukung dan memperkuat pendapat penulis.

1.3.2 Berdasarkan fakta

Artinya setiap informasi dalam kerangka ilmiah selalu apa adanya, sebenarnya dan konkret.

1.3.3 Logis

Artinya setiap keterangan dalam kerangka ilmiah selalu dapat ditelusuri, diselidiki dan diusut alasan-alasannya, rasional dan dapat diterima akal.

1.3.4 Objektif

Artinya dalam kerangka ilmiah semua keterangan yang diungkapkan tidak pernah subjektif, senantiasa faktual dan apa adanya, serta tidak diintervensi oleh kepentingan baik pribadi maupun golongan.

1.3.5 Sistematis

Baik penulisan/penyajian maupun pembahasan dalam karangan ilmiah disajikan secara rutin, teratur, kronologis, sesuai dengan prosedur dan system yang berlaku, terurut, dan tertib.

1.3.6 Sahih/Valid

Artinya baik bentuk maupun isi karangan ilmiah sudah sah dan benar rmenurut aturan ilmiah yang berlaku.

1.3.5 Jelas

Artinya setiap informasi dalam karangan ilmiah diungkapkan sejernih-jernihya, gamblang, dan sejelas-jelasnya sehingga tidak menimbulkan pertanyaan dan keraguan dalam benak pembaca.

1.3.6 Seksama

Baik penyajian maupun pembahaasn dalam karangan ilmiah dilakukan secara cermat, teliti, dan penuh kehati-hatian agar tidak mengandung kesalahan betapapun kecilnya.

(5)

Pembahasan dalam karangan ilmiah harus sampai ke akarnya. Jadi, agar karangan tuntas, pokok masalah harus dibatasi tidak boleh terlalu luas.

1.3.8 Bahasanya baku

Bahasa dalam kerangka ilmiah harus baku artinya harus sesuai dengan bahasa yang dijadikan tolak ukur/standar bagi betul tidaknya penggunaan bahasa.

1.3.9 Penulisan sesuai dengan aturan standar (nasional/internasional)

Akan tetapi, tata cara penulisan laporan penelitian yang berlaku di lembaga tempat penulis bernaung tetap harus diperhatikan.

Karya tulis ilmiah merupakan kajian atas sebuah masalah tertentu yang tujuan pembahasannya harus mampu memberikan alternatif penyelesaian masalah tersebut.

Karya ilmiah yang tidak mampu memberikan manfaat baik secara teoretis maupun secara praktis tidak bisa dikategorikan karya ilmiah yang baik.

1.4 Jenis Karya Tulis Ilmiah

Makalah

Merupakan karya ilmiah yang berisi ide berdasarkan pada studi pustaka atau kajian lapangan, sebagai syarat penyelesaian tugas pada salah satu mata kuliah sehingga cukup dengan membaca beberapa buku yang berkenaan dengan mata kuliah tersebut, kemudian menyusun laporan tertulisnya.

Laporan Penelitian

Merupakan karya ilmiah yang biasanyadisusun dengan tujuan untuk menyajikan/melaporkan kegiatan penelitian yang telah dilaksanakan.

Skripsi

(6)

ilmiah ini ditulis untuk meraih gelar sarjana. Sarjana Langsung (Observasi Lapangan)

Tidak langsung (Studi Kepustakaan)

Tesis

Tesis adalah karya tulis ilmiah yang mengungkapkan pengetahuan baru dengan melakukan pengujian terhadap suatu hipotesis. Tesis ini sifatnya lebih mendalam dari skripsi (karya ilmiah S-2). Karya ilmiah ini ditulis untuk meraih gelar magister.

Disertasi

Merupakan karya ilmiah yang memiliki karakteristik:

(a) Berfokus pada penemuan sesuatu yang baru dalam disiplin ilmu tertentu

(b) Berfokus pada pengembangan prinsip-prinsip teori yang telah ada, dan

(c) Berisi pengembangan model-model baru yang diuji dilapangan. (syarat S-3)

Karya Ilmiah Popular

Biasanya ditulis dengan teknik penulisan yang menarik agar mudah dimengerti pembacanya namun tetap mempertahankan kebenaran lmiah/objektif.

Kertas Kerja

Merupakan salah satu jenis karya ilmiah yang disusun dengan tujuan untuk melaporkan satu kegiatan tertentu yang telah dilaksanakan oleh penulisnya (laporan kegiatan atau laporan kerja, misalnya KKN, PKL, kerja laboratorium). Sistematika dan teknik penulis kertas kerja biasanya akan sangat bergantung pada lembaga terkait.

1.5 Sikap Ilmiah

Insan akademik harus memiliki ciri antara lain:

(7)

 Memiliki rasa ingin tahu

 Memiliki sifat terbuka atas kritik dan saran terhadap karya yang telah disusunnya

 Memiliki sifat berani dan jujur dalam mengungkapkan kebenaran

 Memiliki sikap objektif dalam memberikan penilaian terhadap masalah yang dikajinya

 Memiliki pandangan maju, artinya karya ilmiah yang disusunnya harus memberikan manfaat.

Manfaat Penyusunan Karya Ilmiah

Manfaat penyusunan karyai lmiah bagi penulis adalah berikut:

 Melatih untuk mengembangkan keterampilan membaca yang efektif

 Melatih untuk menggabungkan hasil bacaan dari berbagai

sumber

 Mengenalkan dengan kegiatan kepustakaan

 Meningkatkan pengorganisasian fakta/data secara jelas dan sistematis

 Memperoleh kepuasan intelektual

 Memperluas cakrawala ilmu pengetahuan.

2. Bahasa Karya Tulis Ilmiah

Bahasa yang digunakan dalam karya ilmiah adalah bahasa baku yang tercermin dari pilihan kata/istilah, dan kalimat-kalimat yang efektif dengan struktur yang baku.

 Syarat bahasa karya tulis ilmiah:

(8)

Ragam bahasa ilmu harus mengikuti kaidah-kaidah bahasa baku, yaitu dalam ragam tulis menggunakan ejaan yang baku dan dalam ragam lisan menggunakan kata yang baku, struktur frasa, dan kalimat yang baku.

Contoh:

Dikarenakan kekurangan dana, modal, tenaga ahli, dan lain sebagainya, maka proyek pembangunan sarana telekomunikasi di Indonesia bagian timur kita terpaksa serahkan kepada pengusaha asing. (tidak baku)

Perbaikan:

Karena kekurangan modal, tenaga, dan lain-lain, maka proyek pembangunan sarana telekomunikasi di Indonesia timur terpaksa diserahkan kepada pengusaha asing. (baku)

Contoh bahaya yang layak dalam karya ilmiah

Kata/bahasa yang layak Kata/bahasa yang tidak layak

Menggangu ketenangan Menyantroni ketenanganku

Tidak acuh Acuh

Konkrit Konkret

Sistim Sistem

Mengubah Merubah

Diberitahu Dikasih tau

Membereskan Beres-beres

Pada saat Disaat

Beramai-ramai Rame-rame

2.2 Denotatif

Kata-kata dan istilah yang digunakan haruslah bermakna lugas, bukan konotatif dan tidak bermakna ganda.

(9)

Maksud kalimat diatas tidak jelas karena kata penerangan

mengandung makna ganda, yaitu informasi atau listrik. Perbaikan:

Makalah ini bertujuan untuk memberikan informasi yang memadai bagi masyarakat Indonesia. (lugas)

Atau:

Makalah ini bertujuan untuk memberikan listrik yang memadai bagi masyarakat Indonesia. (lugas)

2.3 Berkomunikasi dengan pikiran daripada perasaan

Ragam bahasa ilmu lebih bersifat tenang, jelas, tidak berlebih-lebihan atau hemat, dan tidak emosional.

Contoh:

Responden tidak diambil dari komunitas pasar, stasiun, terminal, atau tempat-tempat ramai lain-lainnya, tetapi dari komunitas pegawai perusahaan sebab jika diambil dari komunitas pasar, stasiun, terminal, atau tempat-tempat ramai lain-lainnya maka hasil yang diperoleh tidak sesuai dengan tujuan yang diharapkan (tidak efisien)

Perbaikan:

Responden diambil dari komunitas pegawai perusahaan agar hasil yang diperoleh sesuai dengan tujuan yang diharapkan.(efisien) 2.4 Kohesif

Agar tercipta hubungan gramatik antara unsur-unsur, baik dalam kalimat maupun dalam alinea, dan juga hubungan antara alinea yang satu dengan alinea yang lain bersifat padu maka digunakan alat penghubung, seperti kata penunjuk, dan kata penghubung

2.5 Koheren

Semua unsur pembentuk kalimat atau alinea mendukung satu makna atau ide pokok.

2.6 Mengutamakan kalimat pasif Contoh:

(10)

Perbaikan:

Penelitian ini dilakukan di laboratorium. 2.7 Konsisten

Konsisten dalam segala hal, misalnya dalam penggunaan istilah, singkatan, tanda-tanda, dan juga penggunaan kata ganti diri.

2.8 Logis

Ide atau pesan yang disampaikan melalui bahasa Indonesia ragam ilmiah dapat diterima akal.

Contoh:

Untuk menghemat waktu, analisis dilakukan secara serentak oleh tim peneliti. (tidak logis)

Perbaikan:

Untuk mengefektifkan waktu, analisis dilakukan secara serentak oleh tim peneliti. (logis)

2.9 Efektif

Ide yang diungkapkan sesuai dengan ide yang dimaksudkan baik oleh penutur atau oleh penulis, maupun oleh penyimak atau pembaca.

2.10 Kuantitatif

Keterangan yang dikemukakan pada kalimat dapat diukur secara pasti.

Contoh: Dalam pengumpulan data diperlukan responden yang cukup banyak.

Perbaikan:

Dalam pengumpulan data diperlukan responden seratus orang. (kuantitaf)

3. Sistematika Karya Tulis Ilmiah

3.1 Definisi

(11)

Ruang Lingkup

Ruang lingkup sistematika karya ilmiah terbagi atas tiga hal yaitu sebagai barikut.

 Bagian Pembuka

Bagian pembuka meliputi kulit luar (jilid), halaman judul, halaman pengesahan, halaman persembahan, abstrak (dalam Bahasa Indonesia dan B a h a s a Inggris), prakata, daftar isi, daftar tabel dan grafik, daftar singkatan dan lambang, dan daftar lampiran.

 Bagian Isi

Bagian isi adalah bagian inti dalam karya ilmiah yang meliputi bab pendahuluan, bab landasan teori, bab objek penelitian, pembahasan (analisis data), dan bab penutup. Dengan kata lain, bagian isi merupakan penelitian penulis.

 Bagian Penutup

Bagian penutup adalah bagian akhir dari karya ilmiah yang meliputi daftar pustaka, daftar riwayat hidup, indeks, dan lampiran.

3.2 Ruang Lingkup

3.2.1 Bagian Pembuka

3.2.1.1 Judul Karangan (Kulit Luar)

(12)

a. Judul karangan

Catatan: Syarat-syarat judul dapat dilihat pada pemilihan topik dan penentuan judul.

Contoh:

PENINGKATAN INDUSTRI BAJA DI KRAKATAU STEEL CILEGON: TINJAUAN KUALITAS DAN KUANTITAS

b. Nama Karangan Ilmiah

Mencantumkan jenis karangan lmiah, apakah Laporan Praktik Kerja, Skripsi, Tesis, Disertasi dll. Ditulis dengan huruf capital dan cetak tebal.

c. Tujuan penulisan

Tujuan penulisan ditulis dengan memakai huruf kecil kecuali nama mata kuliah, kegiatan, dan nama jurusan (ditulis di tengah-tengah).

Contoh:

disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Ilmu Politik pada Program Studi Ilmu Administrasi Negara

d. Dilengkapi Dengan Nama Dosen Pembina

Dosen Pembina:

Bambang Soelistiyono,S.H.,M.M. e. Nama Penyusun

Dicantumkan nama penyusun dan NPM dengan didahului kata Oleh: atau Disusun oleh:

Oleh:

Tubagus Ahmad Soebagja 0299007

(13)

K1B99034

a) Penulisan nama ditulis lengkap dan tidak dibenarkan disingkat

Tb. Ahmad S.

b) Penulisan nama tidak dibenarkan memakai huruf kapital semua RADEN RINDU ASMARAWATI. c) Kata oleh diawali dengan huruf capital dan diakhiri

dengan tanda titik dua, Oleh: f. Logo

Logo lembaga pendidikan dengan diameter 4 cm disimpan di tengah.

g. Dicantumkan nama fakultas, universitas atau sekolah tinggi, nama kota, dan tahun penyusunan (ukuran huruf 14).

JURUSAN ILMU ADMINISTRASI NEGARA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS

PADJADJARAN BANDUNG

2006

a) Semua ditulis dengan huruf kapital dan dicetak tebal dengan ukuran huruf 14

b) Penulisan fakultas, lembaga pendidikan tidak boleh dipenggal

---JUDUL---:

- ---ANAK

--SKRIPSI—

---tujuan

penulisan---

(14)

Nama

NPM

---FAKULTAS---

---UNIVERSITAS---

---KOTA---

--TAHUN---3.2.1.2 Halaman Judul

Halaman judul sama (identik) dengan kulit luar (jilid), tetapi dituangkan dalam kertas A-4 atau kertas jeruk.

3.2.1.3 Halaman Pengesahan

Halaman pengesahan adalah halaman khusus dalam karya ilmiah yang berisikan judul karangan, nama penyusun, NPM, pembimbing utama, pembimbing anggota, diketahui ketua jurusan, dan disahkan oleh dekan.

3.2.1.4 Halaman Persembahan

Lembaran ini bersifat subjektif. Artinya, isinya bebas bergantung pada keinginan penulis. Biasanya berisikan ayat-ayat suci agama. Persembahan disajikan untuk orang-orang terdekat( ibu, bapak, kakak, adik, istri, suami, atau anak).

3.2.1.5 Abstrak

Abstrak mencerminkan seluruh isi karangan dengan mengungkapkan

 Judul karangan

 Metode penelitian

(15)

 Permasalahan, dan

 Hasil penelitian

Abstrak ini disajikan dengan jarak 1 spasi dan ditulis dalam dua bahasa yaitu bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Jumlah kata dalam abstrak yaitu sekitar 200-500 kata.

3.2.1.6 Kata Pengantar

Kata pengantar dalam karya ilmiah, misalnya, skripsi berisikan hal-hal berikut:

1. Puji syukur kepada Tuhan 2. Judul karangan

3. Ucapan terimakasih 4. Harapan-harapan penulis

5. Tanggung jawab ilmiah penulis, dan

6. Penulisan tempat, tanggal, dan nama penulis 3.2.1.7 Daftar Tabel

Karangan ilmiah yang lengkap, selain menganalisis data dengan saksama, juga mencantumkan table yang merupakan gambaran analisis data. Nama table diberikan nomor dengan angka Arab dan ditulis dengan memakai huruf kapital pada awal kata kecuali preposisi (di, ke, dari, dll) dan konjungsi (dalam, pada, untuk, dll).

Contoh:

Tabel 1 Jumlah Penduduk Kecamatan Majalaya……..………. 5

Tabel 2 Tingkat Pendapatan Masyarakat………... 16

Tabel 3 Jumlah Produksi Kaindi PT Kaha Grup……… 34

3.2.1.8 Daftar Gambar/Grafik/Bagan

(16)

3.2.1.9 Daftar Singkatan dan Lambang

Tidak ada aturan yang menetapkan bahwa penulisan lambing dan singkatan harus memakai huruf kapital atau tidak. Ketentuan mengenai bentuk singkatan atau lambing bergantung pada keinginan penulis.Namun, hal yang perlu dipahami dalam penulisan daftar singkatan itu harus konsisten.

Cara penulisan singkatan dan lambing adalah sebagai berikut:

Ditulis dalam bentuk lengkap terlebih dahulu, kemudian diikuti bentuk singkatannya contoh: Bahasa Indonesia (selanjutnya disingkat BI); disusun secara alfabetis.

3.2.1.10 Daftar Lampiran

Daftar lampiran memberikan informasi tentang kelengkapan penelitian seperti angket, kuesioner atau pedoman wawancara, foto-foto, peta lokasi, surati zin penelitian, dan daftar riwayat hidup.

3.2.2 Bagian Isi

Bagian isi ini dibagi menjadi empat atau lima bagian, yaitu sebagai berikut:

1. Pendahuluan 2. Kajian teori 3. Objek penelitian

4. Analisis data (pembahasan), dan 5. Penutup

3.2.2.1Pendahuluan

(17)

landasan kerja dan arahan dalam penyusunan karangan ilmiah.

A. Latar Belakang Masalah

Bagian ini merupakan landasan dan pendorong (motivator) bagi:

a) Peneliti = Untuk melakukan penelitian dan penulisan skripsi

b) Pembaca (orang lain) untuk membaca lebih lanjut. Oleh karena itu, latar belakang ini harus berisikan hal-hal yang menarik minat pembaca.

Pada bagian ini, diuraikan tentang:

a. Masalah yang akan diteliti

b. Penjelasan tentang dipilihnya masalah ini bagi penulis atau bagi orang lain

c. Argumentasi yang logis antara data (realitas) dan teori (harapan) sehingga kesenjangan ini menimbulkan rumusan permasalahan.

B. Identifikasi Masalah

- Identifikasi masalah bertujuan untuk membatasi pokok permasalahan sehingga kajian atau pembahasannya tidak terlalu luas dan abstrak.

- Identifikasi m a s a l a h bisa memudahkan peneliti untuk melakukan penelitian karena pokok permasalahannya menjadi lebih sempit (fokus).

- Identifikasi masalah harus disajikan dalam bentuk pertanyaan. Jawaban pertanyaan tersebut akan disajikan dalam simpulan, sedangkan prosesnya disajikan dalam bentuk pembahasan pada bab IV.

(18)

Tujuan penelitian merupakan sasaran yang akan dicapai atau dihasilkan dalam penelitian ini, sedangkan kegunaan penelitian merupakan penegasan tentang manfaat yang akan dicapai baik secara teoretis maupun secara praktis.

D.Kerangka Pemikiran dan Hipotesis

Kerangka teori berisikan prinsip-prinsip teori yang memengaruhi dalam pembahasan. Prinsip-prinsip ini berguna untuk memberikan arahan dan langkah untuk membahas masalah yang akan diteliti. Kerangka teori ini harus menggambarkan tata kerja teori tersebut.

Contoh: Dalam teori ini, akan digunakan teori-teori yang relevan dengan masalah yang akan dikaji. Untuk mengkaji bentuk dan makna afiks verba, digunakan teori Badudu (1992), Tadjuddin (1993), Alwi dkk. (1993), Purwo (1998), dan Sudaryanto (1994). Untuk mengkaji verba, akan digunakan teori Chafe(1993), Sugono dan Indiyastini (1994).

E. Metode dan Teknik penelitian

Penelitian ilmiah harus mempergunakan metode dan teknik penelitian. Metode penelitian adalah seperangkat alat yang tersusun secara sistematis dan logis sedangkan teknik penelitian adalah tata cara melakukan setiap langkah-langkah metode penelitian.

Metode dibedakan atas dua jenis yaitu sebagai berikut. 1. Metode kepustakaan

Metode deskriptif adalah untuk menganalisis dan memaparkan data dengan apa adanya.

Metode komparatif adalah untuk membandingkan dua atau lebih sumber data yang akan diteliti.

(19)

Metode eksperimen Di Laboratorium

Metode sensus Angket

Metode survey Wawancara

Metosi studi kasus Sample atau perbandingan data

Teknik analisis meliputi: (1) analisis kuantitatif (2) analisis kualitatif

F. Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian ialah objek penelitian atau tempat penelitian dilaksanakan. Lamanya penelitian dapat dilakukan dengan membuat rencana atau jadwal kegiatan penelitian.

G. Sumber Data

Suatu penelitian ilmiah harus menyajikan sekaligus memaparkan sumber data. Sumber data ini merupakan bahan yang diteliti. Jika penelitian ini berasal dari buku. Misalnya, novel, majalah, surat kabar, tabloid, identitas sumber data tersebut harus dicantumkan. Jika sumber data itu banyak dan beragam, dapat digunakan sample dan populasi.

Dalam sampel dapat diambil satu contoh data untuk dijadikan bahan percobaan atau perhitungan, sedangkan populasi adalah kumpulan seluruh data yang akan diteliti.

3.2.2.2Kajian Teori

(20)

penulis dapat menolak, menerima, mempertanyakan, atau menguatkan teori yang sudah ada. Teori yang dijadikan acuan hendaknya kepustakaan atau hasil penelitian yang mutahir dengan berusia 5 tahun kebelakang, tetapi apabila teori lama masih relevan, pendapat tersebut masih bisa dipakai.

3.2.2.3Objek Penelitian

Dalam bab ini, dijelaskan keadaan lokasi penelitian atau objek penelitian secara singkat (bergantung pada kebutuhan penelitian).

Hal hal yang perlu dijelaskan dalam bab ini yaitu (a) sejarah objek penelitian, (b) struktruk organisasi, dan (c) kegiatan objek penelitian.

3.2.2.4 Pembahasan (Analisis Data)

Bab pembahasan data merupakan bab yang paling penting dalam penulisan karya ilmiah karena dalam bab ini dilakukan kegiatan analisis data, sintetis pembahasan, interpretasi penulis, pemecahan masalah, dan penemuan pendapat baru yang diformulakan (bila ada).

Bab ini juga merupakan analisis atas pembatasan masalah dan tujuan penelitian yang telah disebutkan pada bab pendahuluan. Oleh karena itu, pembahasan ini harus konsisten dan relevan dengan bagian sebelumnya.

3.2.2.5Penutup

Bab penutup meliputi dua bagian yaitu simpulan dan saran.

A. Simpulan

(21)

mutahir yang telah dilakukan pada bab analisis. Simpulan dapat pula dikatakan rangkuman atau analisis data. Simpulan ini pun merupakan jawaban atas pembatasan masalah dan tujuan penelitian.

B. Saran

Saran merupakan rekomendasi atas hasil penelitian untuk menindak lanjuti penelitian selanjutnya. Saran dapat ditujukan kepada penulis lain atau pembaca untuk mengambil kebijakan selanjutnya.

Catatan: Saran ini bukan merupakan saran peneliti atau penulis kepada objek penelitian atau instansi tertentu. Saran ini ditujukan untuk kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan. Jangan mengkritik objek penelitian karena hal ini bisa bersifat subjektif. Misalnya penulis mengkritik tindakan korupsi di lingkungan kantor pajak.

3.2.3 Bagian Akhir

Bagian akhir atau kelengkapan akhir meliputi daftar pustaka, daftar kamus, daftar riwayat hidup, dan lampiran.

3.2.3.1Daftar Pustaka

Salah satu yang harus ada (mutlak) dalam penulisan karangan Ilmiah adalah adanya sumber acuan dan daftar pustaka.Dengan adanya daftar pustaka, pembaca bisa mengetahui sumber acuan yang menjadi landasan dalam pengkajian.

Catatan: Teknik dan cara penulisan daftar pustaka akan dibahas pada pertemuan selanjutnya.

3.2.3.2Daftar Kamus

(22)

3.2.3.3Daftar Riwayat Hidup

Daftar riwayat hidup berisikan biodata penulis yang lengkap mulai nama sampai dengan pendidikan dan pengalaman kerja.

4. Tahapan Penulisan

4.1 Tahap Persiapan

Pada tahap persiapan, penulis suatu karya ilmiah harus mempersiapkan topik. Hal ini berarti penulis harus menentukan apa yang dibahas dalam tulisan. Kadang-kadang topik ditentukan oleh dosen, tetapi kadang pemilihan topik ditentukan oleh mahasiswa itu sendiri secara bebas. Topik dapat dipilih misalnya mengenai persoalan kemasyarakatan, pertanian, manajemen, sumber daya manusia, hukum, dan sebagainya. Tahap persiapan atau pra-penulisan adalah ketika penulis menyiapkan diri, mengumpulkan informasi, merumuskan masalah, menentukan fokus, mengolah informasi, menarik tafsiran terhadap realitas yang dihadapinya, berdiskusi, membaca, mengamati, dan lain-lain yang memperkaya masukan kognitif yang akan diproses selanjutnya. Dalam tahap persiapan dilakukan:

4.1.1 Pemilihan Topik

Cara memilih topik yang baik dalam karya ilmiah adalah sebagai berikut:

a) Topik itu sudah dikuasai

b) Topik itu paling menarik perhatian

c) Topik itu ruang lingkup nya terbatas d) Data itu objektif

(23)

f) Memiliki sumber acuan

4.1.2 Pembatasan Topik dan Penentuan Judul

- Pembatasan topik harus dilakukan sebelum penulisan karya ilmiah dilakukan

- Penentuan judul dapat dilakukan sebelum penulisan karya ilmiah atau setelah selesai penulisan karya ilmiah tersebut. - Penentuan judul karya ilmiah harus dapat menjawab dari

pertanyaan yang mengandung unsure 4W + 1H yakni what (apa), why (kenapa), who (siapa), where (dimana) dan how (bagaimana).

4.1.3 Pengumpulan Pustaka

Pengumpulan pustaka bertujuan untuk memudahkan mencari informasi dasar yang berkaitan dengan topik/subjek dari karya ilmiah.

4.1.4 Penentuan Tujuan dan Manfaat Fungsi perumusan tujuan:

a. menjelaskan sesuatu kepada pembaca b. meyakinkan pembaca

c. mempengaruhi pembaca Fungsi manfaat:

menyampaikan harapan penulis kepada pihak terkait 4.1.5 Penyusunan Kerangka

Langkah membuat kerangka:

a. Merumuskan topik yang jelas

b. Inventarisasi topik-topik bawahan (tulis semua yang ada dalam pikiran)

c. Evaluasi semua topik yang telah tercatat pada langkah kedua

d. Langkah kedua dan ketiga dikerjakan berulang-ulang untuk menyusun topik-topik yang lebih rendah tingkatannya

(24)

4.2 Tahap Pengumpulan Data

Tahap pengumpulan data dapat ditempuh di antaranya dengan:

a. Studi pustaka atau membaca berbagai buku (sumber)

b. Melakukan penelitian yang dipersiapkan secara sistematis

c. Melakukan wawancara dengan narasumber yang layak

d. Observasi atau menyebarkan angket

4.3 Tahap Analisis Data

Hasil observasi dikaitkan dengan perolehan data dan pustaka lalu dikaji atau dianalisis secara ilmiah.

4.4 Tahap Penyusunan Draf Laporan

Kerangka tulisan yang dibuat sebelumnya pada tahap inimulai dikembangkan. Pengembangan ini dilakukan dengan menyajikan hasil studi pustaka, hasil pengumpulan data, hasil analisis data, dan kesimpulan yang diperoleh.Tahap penyusunan draf laporan mulai mengikuti format karya ilmiah yang ditentukan, contoh kerangka umum laporan:

LEMBAR PENGESAHAN KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

DAFTAR SINGKATAN DAN LAMBANG

DAFTAR TABEL

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

Pembatasan Masalah

Tujuan Penelitian Kerangka Teori

(25)

Sistematika Penulisan

BAB II LANDASAN TEORI

… …

BAB III METODE PENELITIAN DAN KAJIAN …

BAB IV ANALISIS DATA …

BAB V SIMPULAN DAN SARAN …

RAGANGAN SKRIPSI SEMENTARA DAFTAR PUSTAKA

DAFTAR KAMUS

LAMPIRAN DATA

4.5 Tahap Perbaikan dan Pengeditan

Perbaikan dan pengeditan dapat dilakukan melalui rahapan penerapan bahasa sebagai berikut:

1. Penyusunan paragraf 2. Penerapan kalimat baku 3. Kerangka teori

4. Sumber data

5. Sistematika Penulisan

4.6 Tahap Pelaporan

(26)

Referensi

Dokumen terkait

Immersion in the citric acid solution is proposed to prevent the damage of dried curcuma after the drying process, accelerate the drying time and reduce the degradation

Pekerjaan Pemeliharaan Periodik dan Rekonstruksi Perkerasan Pada Jalan Tol Jakarta- Cikampek Jalur A Tahun 2017, dengan ini kami mengundang Saudara untuk

Menu Pilih port berfungsi untuk memilih jumlah serial port yang akan digunakan, banyaknya jumlah port juga harus disesuaikan dengan yang ada pada

penelitian ini adalah 1 orang guru Fiqih. Informannya adalah 4 orang siswa. Objek penelitiannya adalah pelaksanaan strategi pembelajaran kooperatif pada mata pelajaran fiqih

Adapun teknik analisis yang digunakan adalah linier berganda dengan software bantuan SPSS 25 Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendapatan Asli Daerah, Dana

membantu Inspektur merumuskan bahan pembinaan dan pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah dan tugas pembantuan oleh Perangkat

Perbedaan pendapat tentang istihsan pada penggunaanya sebagai dalil sebenarnya prbedaan dalam memberi arti kepada istihsan itu dari banyak istilah yang

dalam Peningkatan Usaha Mikro Kecil (UMK) pada PT Bank Sumut Cabang. Simpang