PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Manusia adalah makhluk Tuhan yang Maha Esa yang diciptakan dengan sangat sempurna. Manusia memiliki panca indera seperti mata, hidung ,mulut, telinga dan kulit, alat gerak yang terdiri dari kaki dan tangan yang menjadikan manusia itu sendiri sebagai karya seni yang indah dan juga dapat menilai dan menghargai seni karena manusia memilki sense
of art yang berarti manusia dapat merasakan sebuah rasa yang dapat menginterpretasikan
sebuah karya seni.
Arsitektur adalah disiplin ilmu yang menggabungkan antara teknologi dan seni. Dalam dunia arsitektur, kesenian memegang peranan penting. Hal ini dibuktikan bahwa manusia menerapkan seni dalam bangunan tempat ia bernaung , seperti seni dalam menata ruang yang dibuktikan dengan adanya tulisan dan gambar-gambar yang ada pada dinding-dinding piramida yang dikenal dengan Hieroglif.
Seiring dengan berjalannya waktu, manusia kian hari semakin modern, termasuk dalam menata ruang. Manusia selalu menginginkan kenyamanan dan identitas ruang yang ditempatinya. Dalam dunia arsitektur, seni dalam menata ruang dikenal sebagai desain Interior.
Desain Interior adalah adalah merencanakan, menata, dan merancang ruang-ruang interior dalam bangunan1
1 Ching,Dai Kam,Interior Design Illustrated.International Thompson Publishing inc.
. Seiring dengan kemajuan ilmu arsitektur, desain interior yang semula merupakan kebutuhan tertier, menjadi kebutuhan primer yang yang sangat penting dalam memvisualisasikan keinginan, emosi dan perasaan pengguna ruang dengan ruangan yang ia tempati. Sehingga desain interior menjadi sesuatu yang sangat diperlukan saat ini. Indonesia adalah negara berkembang yang saat ini sedang membangun. Salah satu kota yang sedang membangun adalah kota Medan yang merupakan kota terbesar ke-3 setelah Jakarta dan Surabaya dengan luas wilayah sebesar 265,10 km².
Pembangunan yang sedang digalakkan di kota Medan adalah bangunan hunian seperti Cambridge, Hotel Marriott, Deli Grand City, pusat perbelanjaan seperti Plaza Medan Fair,
Sun Plaza, grand Palladium, dan juga banyak perumahan yang dibangun di Kota Medan seperti Green Tasbeh, Cemara Asri, Cemara Hijau , Tasbi 2, dll yang tentu saja pembangunan bangunan ini berkaitan dengan pengolahan ruang, baik ruang luar maupun ruang dalam. Apabila kita hubungkan, kebutuhan akan desain interior akan berbanding lurus dengan pertumbuhan sarana dan prasarana tadi. Karena semakin banyak pembangunan yang berlangsung, semakin banyak pula permintaan akan pengelolaan ruang pada bangunan tersebut.
TAHUN JUMLAH PRIA JUMLAH WANITA TOTAL
1996 942.427 952.888 1.895.315 1997 943.594 953.395 1.899.028 1998 944.379 955.688 1.901.067 1999 944.891 957.609 1.902.500 2000 945.847 958.426 1.904.273 2001 960.477 966.043 1.926.520 2002 979.106 984.776 1.963.882 2003 990.216 1.003.386 1.993.602 2004 995.968 1.010.174 2.006.142 2005 1.012.040 1.024.145 2.036.185 2006 1.027.607 1.039.681 2.067.288 2007 1.034.696 1.048.460 2.083.156
Dari tabel di atas dapat kita lihat, bahwa Pertumbuhan penduduk semakin meningkat. Sehingga kebutuhan akan tempat tinggal semakin meningkat dan tentu saja kebutuhan akan desain interior juga meningkat. Hal ini juga didukung dengan pernyataan bahwa prospek
Tabel 1.1: Kepadatan Penduduk Berdasarkan Kecamatan
investasi properti di Sumatera Utara sangat bagus dan di atas rata-rata nasional (5,6 % pada tahun 2004) dan juga daya beli masyarakat relative tinggi dan sifatnya stabil.2
Dengan besarnya tingkat pertumbuhan penduduk dan naiknya tingkat pembangunan sarana dan prasarana di kota Medan, maka dapat ditarik kesimpulan, bahwa desain interior sebagai gaya dan sikap hidup masyarakat kota Medan dapat memiliki nilai jual yang tinggi untuk saat ini dan masa yang akan datang..
Ditambah lagi, kota Medan belum memiliki Design Interior Center yang cukup kompleks yang dapat melayani dan memenuhi kebutuhan masyarakat dalam hal interior seperti perabotan dan material-material yang berkaitan dengan interior dan eksterior ruangan, sekaligus melakukan konsultasi secara langsung dengan tenaga konsultaan interior. Sebagai tambahan juga, desain interior sudah berkembang pesat di kota Medan dan cukup dikenal sekalipun oleh mayarakat awam baik dari media tulisan maupun media elektronik seperti tayangan televisi yang berkaitan dengan interior ruangan. Sehingga dalam hal ini kota Medan harus menambah bangunan dimana masyarakat kota Medan dapat memenuhi kebutuhan akan interior ruangan baik fisik seperti perabot maupun nonfisik seperti konsultasi menata ruangan (desain Interior).
I.2 TUJUAN PERENCANAAN
Tujuan dibangunnya Medan Interior Center adalah :
Menciptakan tempat bagi masyarakat kota Medan dalam memenuhi kebutuhan interior baik yang bersifat fisik seperti perabot, maupun non fisik berupa konsultasi. Sebagai tempat untuk menginformasikan kepada masyarakat beberapa perabotan
rumah tangga yang up to date dan sesuai dengan konsep ruang yang dikehendaki konsumen, khususnya masyarakat kota Medan.
I.3 LINGKUP PERMASALAHAN
Masalah yang diperkirakan muncul pada proyek Medan Interior Center adalah :
2www.thionghoa-net,
Bangunan harus sesuai dengan peraturan daerah setempat dalam membangun bangunan seperti KDB, GSB, KLB yang sesuai dengan daerah di sekitarnya.
Mengkoneksikan keberadaan bangunan Medan Interior Center sebagai pusat fasilitas interior dan konsultasi dengan keadaaan iklim serta lingkungan sekitar dengan tema yang akan diangkat, yaitu Green Architecture.
Bagaimana mengatur ruang ruang dan penzoningan dalam bangunan yang di -dalamnya terdapat kegiatan jual beli, pameran, dan pusat konsultasi sehingga ruang-ruang dengan fungsi tersebut saling mendukung sebagai fungsi bangunan komersial. Memilih struktur yang sesuai dengan fungsi bangunan, menerapkan standar- standar
bangunan komersial ke dalam bangunan.
I.4 METODE PEDEKATAN
Metode yang digunakan dalam mendesain bangunan Medan Interior Center adalah : Survei dan pengamatan langsung ke bangunan dengan proyek sejenis .
Pendekatan literatur baik media tulisan maupun elektronik yang sesuai dengan fungsi dan tema bangunan.
Wawancara dan konsultasi dengan pihak tertentu yang berkaitan dengan proyek.
I.5 LINGKUP DAN BATASAN PROYEK
Mendesain suatu bangunan, pastinya memiliki lingkup dan batasan tertentu. Adapun Lingkup dan batasan Proyek Medan Interior Center adalah bagaimana membangun bangunan komersial yang berfungsi sebagai penyedia kebutuhan interior baik perabot ,konsultasi, pameran, fasilitas lainnya dan hal- hal yang berkaitan dengan interior bagi masyarakat kota Medan yang sesuai dengan RUTRK kota Medan dengan konsep Green
Architecture.
1.7 SISTEMATIKA PENULISAN LAPORAN `Bab I. PENDAHULUAN TUJUAN IDENTIFIKASI MASALAH LATAR BELAKANG PENGUMPULAN DATA ANALISA KONSEP PERANCANGAN SKEMATIK DESAIN DESAIN AKHIR Feed back Feed back
Berisi pembahasan mengenai hal-hal yang melatarbelakangi perancangan,tujuan dan manfaat perancangan, masalah perancangan, metode pendekatan, lingkup dan batasan proyek, kerangka berpikir proyek yang akan diambil.
Bab II. DESKRIPSI PROYEK
Berisi tentang pengertian dan tinjauan tentang kasus proyek serta deskripsi umum tentang proyek, meliputi satus, kepemilikan, pemilihan lokasi, program kegiatan pada proyek, kebutuhan ruang, standar-standar perancangan dilengkapi dengan studi banding proyek sejenis.
Bab III. ELABORASI TEMA
Berisi tentang berbagai pengertian tentang tema, batasan tema, interpretasi tema serta, kaitan tema dengan judul serta studi banding dengan tema sejenis.
Bab IV. ANALISA
Berisi analisa permasalahan yang telah diuraikan pada bab-bab sebelumnya secara terperinci berdaarkan fakta-fakta serta standar-standar yang ada, dimulai dengan lingkungan hingga ke masalah tapak dan bangunan.
Bab V. KONSEP PERANCANGAN
Berisi konsep yang diambil dari berbagai analisa pada bab sebelumnya meliputi rencana tapak dan bangunan, perancanganbangunan, perancangan utilitas,
Bab VI. PERANCANGAN ARSITEKTUR Berisi gambar hasil perancangan.