• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN TRANSPORTASI MASSAL (SURVEY STATIS)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LAPORAN TRANSPORTASI MASSAL (SURVEY STATIS)"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

KATA PENGANTAR

KATA PENGANTAR

Puji syukur ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat

Puji syukur ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta hidayahnya kepadaserta hidayahnya kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan laporan “Evaluasi Kinerja Angkutan Umum Trayek kami sehingga kami dapat menyelesaikan laporan “Evaluasi Kinerja Angkutan Umum Trayek Terminal Bratang – Terminal Joyoboyo” untuk memenuhi syarat kelulusan mata kuliah Terminal Bratang – Terminal Joyoboyo” untuk memenuhi syarat kelulusan mata kuliah Transportasi Massal

Transportasi Massal Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya. Adapun tujuan serta maksud diadakannya Survey Transpo

Adapun tujuan serta maksud diadakannya Survey Transportasi Massal rtasi Massal ini adalah agar paraini adalah agar para mahasiswa dapat mempraktekkan secara langsung bagaimana cara menghitung jumlah mahasiswa dapat mempraktekkan secara langsung bagaimana cara menghitung jumlah  pergerakan

 pergerakan moda moda transportasi transportasi dalam dalam satu satu rute rute dalam dalam waktu waktu tertentu, tertentu, sebagai sebagai penerapan penerapan teoriteori yang telah diterima dibangku kuliah. Mengingat terbatasnya waktu survey serta banyaknya yang telah diterima dibangku kuliah. Mengingat terbatasnya waktu survey serta banyaknya materi kuliah, maka tidak semua teori dalam kuliah dapat diterapkan tetapi yang digunakan materi kuliah, maka tidak semua teori dalam kuliah dapat diterapkan tetapi yang digunakan hanya yang bersifat pokok saja.

hanya yang bersifat pokok saja.

Kami mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing Ibu Mutiara Firdausi, ST., Kami mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing Ibu Mutiara Firdausi, ST., MT. selaku Dosen Mata Kuliah Transportasi Massal yang telah membimbing kami dalam MT. selaku Dosen Mata Kuliah Transportasi Massal yang telah membimbing kami dalam menyelesaikan tugas ini. Ti

menyelesaikan tugas ini. Tidak lupa juga kepada teman-teman yang teladak lupa juga kepada teman-teman yang telah memberi sumbanganh memberi sumbangan  pemikiran dalam

 pemikiran dalam menyelesaikan tugmenyelesaikan tugas laporan as laporan ini. Kini. Kami menyami menyadari laporan adari laporan ini beluini belum sempum sempurnarna dan kami mengharapkan kritik maupun saran yang membangun. Atas perhatiannya kami dan kami mengharapkan kritik maupun saran yang membangun. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

ucapkan terima kasih.

Surabaya, 10 Juli 2018 Surabaya, 10 Juli 2018

Penyusun Penyusun

(2)

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI

HALAMAN

HALAMAN JUDUL JUDUL ... i... i KATAPE

KATAPENGANTAR NGANTAR ... ii... ii DAFTAR

DAFTAR ISI ISI ...iii...iii DAFTAR

DAFTAR GAMBAR GAMBAR ... ... iviv BAB

BAB 1 1 PENDAHUPENDAHULUAN ...LUAN ... 1... 1 1.1. LatarBelakang

1.1. LatarBelakang  ...1  ...1

1.2.

1.2. Maksud Maksud Dan TuDan Tujuan Pjuan Penelitian1enelitian1 ...2...2

1.3.

1.3. Target Target DataYang DataYang DiamatiDiamati ...2 ...2

BAB

BAB 2 2 STUDI STUDI PUSTAKA PUSTAKA ... ... 33 2.1.

2.1. Dasar Dasar TeoriTeori ...4...4

2.2.

2.2. Trayek Trayek dan Ldan Lintasan Pelayananintasan Pelayanan...4...4

2.3.

2.3. PermasalahanAngkutanUmum PermasalahanAngkutanUmum PerkotaanPerkotaan... ... ...4...4

2.4.

2.4. Standar PStandar Penilaian Indenilaian IndikatorKinerja PikatorKinerja Pelayanan Aelayanan Angkutan ngkutan UmumUmum... ...4...4

2.5 Kinerja Operasional Pelayanan Angkutan Umum

2.5 Kinerja Operasional Pelayanan Angkutan Umum ...6 ...6

BAB

BAB 3 3 METODOLOGIPMETODOLOGIPENELITIAN ENELITIAN ... ... 88 3.1.

3.1. LokLokasi dan asi dan Objek PObjek Penelitianenelitian ...8 ...8

3.2. SumberData 3.2. SumberData  ...8  ...8 3.3. Persiapan 3.3. Persiapan ...8 ...8 3.4. Pelaksanaan 3.4. Pelaksanaan  ...8  ...8 3.5. AnalisaData 3.5. AnalisaData  ...9  ...9 BAB

BAB 4 4 HASIL HASIL DAN DAN PEMBAHASAN ...PEMBAHASAN ... ... 1010 4.1.

4.1. Hasil Hasil AnalisaAnalisa ... 10... 10

1.Load Factor

(3)

7.Waktu Pelayanan ... ... 11

4.2. Kinerja berdasarkan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat... 11

4.3. Hasil Survey Wawancara ... ... ... 12

4.4. Foto Dokumentasi ... 13 BAB 5 PENUTUP ... 16 5.1. Kesimpulan... ... ... ... 16 5.2. Saran... ... ... ... ... 16 DAFTARPUSTAKA ... 17 LAMPIRAN ... 18

(4)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Survey statis adalah survey yang dilakukan dari luar kendaraan dengan mengamati/ menghitung/ mencatat informasi dari setiap kendaraan penumpang umum yang melintas di ruas jalan pada setiap arah lalu lintas, serta di pintu masuk dan pintu keluar terminal.

1.2. Maksud Dan Tujuan Penelitian

Maksud pelaksanaan survey statis adalah untuk mengumpulkan data yang berkaitan dengan gambaran pelayanan angkutan umum, meliputi:

1. Jumlah Armada Operasi adalah jumlah kendaraan penumpang umum dalam tiap trayek yang beroperasi selama waktu pelayanan.

2. Kepenuhsesakan (Overcrowding) adalah indikator yang mengambarkan tingkat muatan angkutan. Bila indikatornya tinggi berarti penawaran tidak dapat memenuhi  permintaan, sebaliknya bila indikator rendah berarti ada kemungkinan penawaran

melebihi permintaan.

3. Frekuensi Pelayanan adalah banyaknya kendaraan penumpang umum per satuan waktu. Besarannya dapat dinyatakan dalam kendaraan/jam atau kendaraan/hari.

4. Waktu Pelayanan adalah waktu yang diberikan oleh setiap trayek untuk melayani rute tertentu dalam satu hari.

Tujuan pelaksanaan survey statis adalah untuk dipergunakan dalam:

1. Menilai dan menganalisis kinerja yang sesungguhnya dari setiap pelayanan angkutan umum dengan rute tetap dalam wilayah penelitian;

2. Menilai apakah jumlah armada yang beroperasi sesuai dengan jumlah yang diizinkan;

(5)

1.3. Target Data Yang Diamati

Data yang akan diamati dan dikumpulkan serta dicatat melalui formulir survey statis di luar bus, mencakup:

1. Nomor trayek kendaraan 2. Kapasitas Kendaraan 3. Tanda Nomor Kendaraan

4. Jam kedatangan dan jam keberangkatan

(6)

BAB II

STUDI PUSTAKA

2.1. Dasar Teori

Pengertian sistem transportasi menurut Munawar (2011) memiliki suatu kesatuan definisi yang terdiri atas: sistem, yakni bentuk keterikatan dan keterkaitan antara satu variabel den gan variabel lain dalam tatanan yang terstruktur, serta transportasi yakni kegiatan pemindahan  penumpang dan barang dari satu tempat ke tempat lain. Dari dua pengertian di atas sistem transportasi dapat diartikan sebagai bentuk keterkaitan dan keterikatan yang integral anatara  berbagai variabel dalam suatu kegiatan pemindahan penumpang dan barang dari satu tempat

ke tempat lain.

Angkutan dapat didefinisikan sebagai pemindahan orang dan atau barang dari satu tempat ke tempat lain dengan menggunakan kendaraan, sementara kendaraan umum adalah setiap kendaraan bermotor yang disediakan untuk digunakan oleh umum dengan dipungut bayaran. Kendaraan umum dapat berupa mobil penumpang, bus kecil, bus sedang, dan bus besar.

Tujuan pelayanan angkutan umum adalah memberikan pelayanan yang aman, cepat, nyaman, dan murah pada masyarakat yang mobilitasnya semakin meningkat, terutama bagi  para pekerja dalam menjalankan kegiatannya. Dalam perencanaan wilayah ataupun  perencanaan kota, masalah transportasi kota tidak dapat diabaikan karena memiliki peran yang  penting, yaitu: melayani kepentingan mobilitas masyarakat, pengendalian lalu lintas,  penghematan energi, dan pengembangan wilayah. Jenis angkutan umum ditinjau dari segi kualitas, misalnya: bus umum, bus patas, bus patas AC, bus cepat dan bus eksekutif. Sedangkan, jenis angkutan umum ditinjau dari segi kapasitas, misalnya : mikrolet , bus sedang , bus besar, bus tingkat , dan bus gandeng.

(7)

2.2. Trayek dan Lintasan Pelayanan

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1993 tentang Angkutan Jalan, trayek  pelayanan jasa angkutan umum dibagi lima kelompok, yaitu :

1. Trayek antar kota antar propinsi 2. Trayek antar kota dalam propinsi

3. Trayek kota, diklasifikasikan atas empat macam yaitu : trayek langsung, trayek utama,trayek cabang, dan trayek ranting.

4. Trayek pedesaan,

5. Trayek lintas batas negara

2.3. Permasalahan Angkutan Umum Perkotaan

Pada saat ini sebagian besar pemakai angkutan umum masih mengalami beberapa aspek negatif sistem angkutan umum jalan raya, yaitu (Tamin, 2000): tidak adanya jadwal yang tetap; pola rute yang memaksa terjadinya transfer; kelebihan penumpang pada saat jam sibuk; cara mengemudikan kendaraan yang sembarangan dan membahayakan keselamatan; dan kondisi internal dan eksternal yang buruk.

2.4. Standar Penilaian Indikator Kinerja Pelayanan Angkutan Umum

Pemerintah melalui Departemen Perhubungan telah menetapkan standar pelayanan untuk angkutan umum sebagai berikut (Supriyadi, 2003) :

1. Ruang lingkup.

Ruang lingkup evaluasi pengoperasian angkutan umum terhadap standar pelayanan yang ada, meliputi :

a. Penentuan indikator unjuk kinerja pelayanan  b. Penentuan standar pelayanan

c. Penerapan standar pelayanan menurut ukuran kota dan jenis trayek berdasarkan  perhitungan dan pembobotan standar pelayanan.

(8)

2. Pembobotan

Pembobotan yang dilakukan terhadap performansi pelayanan/ pengoperasian angkutan umum adalah sebagai berikut :

a. Nilai bobot 1 untuk standar pelayanan dengan kriteria kurang.  b. Nilai bobot 2 untuk standar pelayanan dengan kriteria sedang.

c. Nilai bobot 3 untuk standar pelayanan dengan kriteria baik.

Indikator kinerja pelayanan adalah suatu bentuk konsep yang tepat yang merupakan suatu ukuran atau cara untuk mencapai tujuan, menyangkut aspek ekonomi dan teknik atau pengoperasian dari kinerja sistem. Untuk mengetahui apakah angkutan umum tersebut sudah berjalan dengan baik atau belum, dapat dievaluasi dengan memakai indikator pelayanan yang ditetapkan oleh pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat seperti pada Gambar 2 berikut (Rahmawati dan Novitasari, 2010):

Seluruh penilaian setiap kolom indikator kemudian dijumlahkan untuk diketahui total nilai bobot dan dinilai kualitas pelayanannya dengan menggunakan Tabel 3 berikut:

(9)

2.5 Kinerja Operasional Pelayanan Angkutan Umum 1. Faktor muat ( Load factor)

Dalam Pedoman Teknis Penyelenggaraan Angkutan Penumpang Umum di Wilayah Perkotaan Dalam Trayek Tetap dan Teratur (2002), mendefinisikan faktor muat (load factor) merupakan perbandingan antara kapasitas terjual dan kapasitas tersedia untuk satu perjalanan yang dinyatakan dalam persen (%). Untuk menentukan load factor  digunakan rumus di bawah:

  =  ℎ 

   100%

2. Waktu perjalanan

Waktu perjalanan adalah waktu yang dibutuhkan oleh kendaraan untuk melewati ruas jalan yang diamati, termasuk waktu berhenti untuk menaikkan dan menurunkan penumpang dan  perlambatan karena hambatan. Waktu perjalanan dirumuskan sebagai berikut (Panduan

Pengumpulan Data Angkutan Umum Perkotaan Dirjen Perhubungan Darat, 2001):  = 

  Dengan:

W = Waktu Perjalanan (menit/km) J = Jarak antar segmen (km)

T = Waktu tempuh angkutan umum (menit)

3. Kecepatan perjalanan

Dirjen Bina Marga dalam buku Panduan Survey dan Perhitungan Waktu Perjalanan Lalu Lintas (1990) mendefinisikan bahwa kecepatan adalah tingkat pergerakan lalu lintas atau kendaraan tertentu yang sering dinyatakan dalam kilometer per jam. Kecepatan perjalanan dirumuskan sebagai berikut :

 = 60 

Dimana:

K = Kecepatan perjalanan(km/jam) J = Panjang rute/seksi jalan (km) W = Waktu tempuh (menit)

(10)

4. Frekuensi pelayanan

Frekuensi pelayanan adalah banyaknya kendaraan penumpang umum per satuan waktu, yang besarannya dinyatakan dalam kendaraan/jam atau kendaraan/hari.

5. Waktu antara ( headway) dan waktu tunggu

Waktu antara (headway) merupakan interval waktu antara saat dimana bagian depan satu kendaraan melalui satu titik sampai saat bagian depan kendaraan berikut melalui titik yang sama (Morlok, 1995). Headway dapat ditentukan menggunakan rumus berikut (Perencanaan Sistem Pengelolaan Transportasi Untuk Kota Sedang dan Kota Kecil Direktorat Bina Sistem Transportasi Perkotaan, 2009):

=

60  Di mana: H = Waktu antara/headway (menit) F = Frekuensi

Waktu tunggu dihitung dengan rumus (Perencanaan Sistem Pengelolaan Transportasi Untuk Kota Sedang dan Kota Kecil Direktorat Bina Sistem Transportasi Perkotaan, 2009):

Waktu tunggu = ½ x Headway

6. Jumlah kendaraan yang beroperasi

Menurut Direktorat Jenderal Perhubungan Darat dalam buku Panduan Pengumpulan Data Angkutan Umum Perkotaan (2001), “jumlah armada operasi adalah jumlah kendaraan  penumpang umum dalam tiap trayek yang beroperasi selama waktu pelayanan” (p. 5).

7. Waktu pelayanan

Waktu pelayanan adalah waktu yang dibutuhkan angkutan penumpang umum untuk melayani rute tertentu dalam satu hari yang dihitung berdasarkan waktu awal dan waktu akhir dari pelayanan kendaraan penumpang umum tersebut.

(11)

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1. Lokasi dan Objek Penelitian

Penelitian dilakukan di Terminal Bratang Surabaya pada hari minggu tanggal 20 Mei 2018 . Objek penelitian yang ditinjau adalah angkutan umum jenis mikrolet jurusan Bratang -Joyoboyo.

3.2. Sumber Data

Pencatatan dilakukan kepada semua mikrolet jurusan Bratang-Joyoboyo yang keluar masuk terminal Bratang.

3.3. Persiapan

Untuk mengetahui keadaan di lapangan sebelum melakukan survei sebenarnya, maka dilakukan terlebih dahulu survei pendahuluan. Maksud survei ini adalah untuk mengetahui titik-titik yangpaling banyak menjadi tempat berhenti angkutan umum menaikan dan menurunkan penumpangserta melihat waktu sibuk dan tidak sibuk angkutan umum mengangkut penumpang. Selanjutnya menyiapkan formulir isian sebagaimana formulir AS-1, menentukan titik/lokasi pengamatan untuk rute yang telah ditentukan, baik pada pintu masuk maupun keluar terminal.

3.4. Pelaksanaan

Untuk menambil data pada penelitian ini digunakan dua teknik, yakni teknik survey dan teknik dokumentasi. Teknik survei melalui survei statis. Sedangkan teknik dokumentasi adalah teknik pengambilan data dengan mengambil teori- teori, rumus-rumus serta peraturan dan ketetapan yang menunjang penelitian ini. Penyigi mengambil posisi strategis pada lokasi/titik dalam terminal atau ruas jalan yang akan diamati. Mengisi data umum no 1-4. Mulai mengisi data formulir dari kolom 1 s/d 7.

(12)

3.5. Analisa Data

Data yang sudah diperoleh diolah dalam bentuk tabel. Hasil perhitungan menggunakan rumus-rumus yang menggambarkan indikator-indikator kinerja pelayanan angkutan yang dievaluasi berdasarkan indikator standar pelayanan angkutan umum menurut Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Kemudian dengan memperhatikan tabel standar kinerja  pelayanan angkutan umum berdasarkan total nilai bobot. Setelah penilaian kualitas kinerja  pelayanan angkutan umum dilakukan, dilanjutkan dengan menghitung kebutuhan armada

(13)

BAB IV

HASIL ANALISA

4.1 Hasil Analisa 1. Load Factor

Tabel rekapitulasi Load Factor.

Didapat nilai Load Factor rata – rata sebesar 13,06 % 2. Waktu Perjalanan

Tabel rekapitulasi waktu perjalanan

Didapat nilai Waktu Perjalanan rata – rata sebesar 11,26 menit/km

1 S L275E 12 4 33.33% 2 S L1154F 12 1 8.33% 3 S L1071UE 12 1 8.33% 4 S L1504UD 12 0 0.00% 5 S L1263UD 12 1 8.33% 6 S L1363UQ 12 2 16.67% 7 S L1241UE 12 2 16.67% 8 JBM L1201UA 12 1 8.33% 9 S L1067UE 12 0 0.00% 10 S L1127UA 12 2 16.67% 11 S L1027UA 12 1 8.33% 12 S L1063UD 12 2 16.67% 13 S L1127UD 12 5 41.67% 14 S L1572UF 12 2 16.67% 15 S L1235UA 12 1 8.33% 16 S L1052UD 12 0 0.00% 17 S L1287UD 12 2 16.67% 18 S L1063UD 12 0 0.00% 19 S L1165UN 12 1 8.33% 20 S L1153UE 12 0 0.00% 21 S L1241UE 12 0 0.00% 22 S L1291UA 12 5 41.67% 23 S L1572UF 12 0 0.00% 24 S L1136UB 12 1 8.33% 25 S L1532UF 12 2 16.67% 26 S L1275UF 12 2 16.67% 27 S L1172UH 12 0 0.00% 28 JBM L1201UA 12 1 8.33% 29 S L1504UD 12 7 58.33% 30 S L1071UE 12 1 8.33% 13.06% Load Factor

Rata - Rata Load Factor No. Urut Kode Trayek Tanda Nomor Kendaraan Kapasitas Kendaraan (orang) Jumlah Penumpang (orang) Berangkat Tiba 1 S L 1063 UD 10:51 10:03 48 6.1 7.87 2 S L 1572 UF 11:22 10:31 51 6.1 8.36 3 S L 1071 UE 9:19 11:20 121 6.1 19.84 4 S L 1504 UD 9:26 11:20 114 6.1 18.69 5 S L 1241 UE 10:04 10:20 16 6.1 2.62 6 JBM L 1201 UA 10:14 11:16 62 6.1 10.16 11.26 Waktu (menit) Jarak (Km) Waktu Perjalanan (menit/Km)

Rata - Rata Waktu Perjalanan No. Urut Kode Trayek Tanda Nomor Kendaraan Jam

(14)

Berangkat Tiba 1 S L 1063 UD 10:51 10:03 48 6.1 7.63 2 S L 1572 UF 11:22 10:31 51 6.1 7.18 3 S L 1071 UE 9:19 11:20 121 6.1 3.02 4 S L 1504 UD 9:26 11:20 114 6.1 3.21 5 S L 1241 UE 10:04 10:20 16 6.1 22.88 6 JBM L 1201 UA 10:14 11:16 62 6.1 5.90 8.30 Kecepatan Perjalanan (Km/Jam)

Rata - Rata Kecepatan Perjalanan No. Urut Kode Trayek Tanda Nomor Kendaraan Jam Waktu (menit) Jarak (Km) 3. Kecepatan Perjalanan

Didapat nilai kecepatan perjalanan rata – rata sebesar 8,30 km/jam 4. Frekuensi Pelayanan

Didapat nilai frekuensi jumlah kendaraan rata – rata sebesar 6 armada 5. Waktu Antara ( Headway )

60  = 60 6 = 10 Jam Berangkat 1 S L275E 2 S L1154F 3 S L 1071 UE 4 S L 1504 UD 5 S L 1263 UD 6 S L 1363 UQ   7 S L 1241 UE 8 JBM L 1201 UA 9 S L 1067 UE 10 S L 1127 UA 11 S L 1027 UA 12 S L 1063 UD 13 S L 1127 UD 14 S L 1572 UF 15 S L 1235 UA 16 S L 1052 UD 17 S L 1287 UD 6 Rata - Rata Jumlah Kendaraan per Jam

09.00 - 10.00 10.00 - 11.00 11.00 - 12.00 Jumlah Kendaraan 6.00 6.00 5.00 No. Urut Kode Trayek Tanda Nomor Kendaraan

(15)

7. Waktu Pelayanan

Rata-rata awal dan akhir pelayanan angkutan umum trayek terminal Bratang – terminal Joyoboyo adalah antara jam 06.00 - 19.00 WIB. (13 Ja m)

4.2 Kinerja pelayanan angkutan umum berdasarkan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat

Berdasarkan pada hasil analisis, maka secara keseluruhan kinerja operasional pelayanan angkutan umum trayek Terminal Bratang –Terminal Joyoboyo PP dapat dilihat pada tabel  berikut ini.

Hasil analisis kinerja operasional pelayanan angkutan umum berdasarkan standar  pelayanan angkutan umum dari Dirjen Perhubungan Darat didapatkan total nilai bobot 13 untuk trayek Terminal Bratang -Terminal Bungurasih PP. Sehingga kinerja pelayanan angkutan umum pada trayek tersebut dikategorikan sedang.

No. Indikator Pe nilaian Satuan Be saran Nilai Kategori

1 Load Factor statis % 13.06% 3 Baik 2 Waktu Perjalanan menit/km 11.26 2 Sedang 3 Frekuensi Kend./jam 6 2 Sedang 4 Waktu Antara (Headway) menit/km 10 2 Sedang 5 Waktu tunggu menit/km 5 2 Sedang 6 Waktu pelayanan jam 13 2 Sedang

13 Sedang Total Nilai

(16)

4.3. Hasil Survey Wawancara

Dari hasil survey wawancara dengan Bapak Junaedi selaku Sopir Mikrolet di Terminal Bratang Surabaya, didapat beberapa informasi diantaranya adalah:

1. Trayek Bratang-Joyoboyo

- Trayek Mikrolet S (warna Biru)

- Trayek Mikrolet JBM (Warna Biru) tujuan kenjeran 2. Tarif Penumpang dari Bratang ke Bungurasih : Rp 5.000 *

* Jauh/Dekat tarif sama

3. Jumlah Setoran Biasanya : Rp 60.000,00/Hari

*  Jika tidak memenuhi setoran target dalam sehari sisa yang belum dibayar dikumulatifkan pada hari selanjutnya.

4. Waktu perjalanan masih sering panjang akibat macet menambah biaya operasional 5. Kalau armada ada yang rusak tidak bisa beroperasi

(17)

4.4. Foto Dokumentasi

Gambar 4. Posisi Armada yang Antri dan Menunggu Penumpan g

(18)

Gambar 6. Kedatangan Mikrolet Dari Terminal Joyoboyo Tujuan Bratang

(19)

Gambar 8. Antrian Rapi Sesuai Trayek yang Dioperasikan

(20)

BAB V

PENUTUP

5.1. Kesimpulan

- Hasil analisis kinerja operasional pelayanan angkutan umum berdasarkan standar  pelayanan angkutan umum dari Dirjen Perhubungan Darat didapatkan total nilai bobot 13 untuk trayek Terminal Bratang - Terminal Bungurasih PP. Sehingga kinerja pelayanan angkutan umum pada trayek tersebut dikategorikan sedang.

- Setelah melakukan survey, mahasiswa dapat mempraktekkan secara langsung  bagaimana cara menghitung jumlah pergerakan moda transportasi dalam satu rute dalam

waktu tertentu.

5.2. Saran

Setelah melakukan survey, kami mempunyai saran dalam survey-survey selanjutnya agar survey selanjutnya berjalan dengan lancar. Diantaranya adalah :

1. Untuk kinerja pelayanan trayek terminal bratang – terminal joyo boyo masih sesuai dengan tarif yang dibayar oleh penumpang, kalau bisa armada yang sudah tidak layak  pakai diganti dengan yang baru atau dengan armada yang lebih layak.

2. Tim survey atau penyigi terlebih dahulu mengetahui tugas masing-masing serta mengetahui cara metode penlitian yang digunakan dengan membaca modul terlebih dahulu atau membaca referensi lain yang berkaitan dengan pelaksanaan survey. 3. Lebih teliti dan cermat ketika melakukan pengamatan survey.

4. Tim survey atau penyigi tidak pelu tergesa-gesa dalam pengambilan data karena akan mengurangi keakuratan data.

5. Tetap menjaga sopan dan santun selama proses survey atau pengamatan di lapangan  berlangsung.

(21)

DAFTAR PUSTAKA

• Departemen Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat,

“ PANDUAN PENGUMPULAN DATA ANGKUTAN UMUM PERKOTAAN ”, Direktorat Bina Sistem Lalu Lintas dan Angkutan Kota, 2001.

(22)

Referensi

Dokumen terkait