• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengembangan Sistem Katalog Magang Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pengembangan Sistem Katalog Magang Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

Fakultas Ilmu Komputer

Universitas Brawijaya

6731

Pengembangan Sistem Katalog Magang Fakultas Ilmu Komputer

Universitas Brawijaya

Robi Dwi Setiawan1, Adam Hendra Brata2, Fitra Abdurrachman Bachtiar3 Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Email: 1[email protected], 2[email protected], 3[email protected]

Abstrak

Praktek Kerja Lapang (PKL) merupakan salah satu aktivitas akademik yang wajib dilaksanakan sebagai syarat dari kelulusan mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya. Setiap tahunnya kurang lebih terdapat 100 mahasiswa yang melaksanakan program PKL ini. Melihat dari banyaknya jumlah mahasiswa tersebut tidak selaras dengan banyaknya data tempat PKL yang tersedia untuk dihubungi dan pihak FILKOM yang tidak menyediakan informasi terpusat berisi tempat PKL agar bisa dijadikan referensi. Berdasarkan permasalahan tersebut maka dikembangkan aplikasi bernama katalog magang berisi informasi tempat PKL. Pengembangan aplikasi ini menggunakan pendekatan evolutionary prototype agar dapat membantu stakeholder dan developer dalam menggali kebutuhan serta mengurangi terjadinya kesalahpahaman dalam proses pengembangan. Aplikasi ini dikembangkan berbasis android dengan menggunakan fitur location based service yang berguna memberikan lokasi yang tepat dari tempat PKL yang dibagikan oleh mahasiswa. Selain aplikasi mobile untuk mahasiswa terdapat juga berbasis website yang digunakan oleh FILKOM untuk memberikan informasi tempat PKL yang bekerjasama. Aplikasi berbasis android ini dikembangkan dengan menggunakan IDE android studio, website beserta APInya dikembangkan dengan framework laravel, dan MySQL sebagai database-nya. Pengujian aplikasi menggunakan pengujian unit, integrasi, validasi, dan usability. Berdasarkan hasil pengujian tersebut menghasilkan status valid disetiap kebutuhan fungsionalnya dan aplikasi mendapatkan score 80.83 atau termasuk dalam kategori “Acceptable”.

Kata kunci: Praktek kerja lapang (PKL), evolutionary prototype, location based service, system

usability scale (SUS)

Abstract

On the Job Training is one of academic activities that must be carried as condition of graduation from the faculty of computer science at university of brawijaya. Each year there are about one hundred students who do this PKL program. Seeing from the number of student is not aligned with the amount of data PKL is available to be contacted and FILKOM does not provide centralized information containing data on places of PKL to be used as a references. Therefore, developed the mobile application with the name katalog magang contains information on places of PKL. Development of this application using approach evolutionary prototype to help stakeholders and developer to explore needs and reduce the occurrence of misunderstandings in the development process. This app developed based on android by using location based services feature that are useful to provide the exact location on place of PKL shared by students. In addition to the mobile application for student there is also a website based used by FILKOM to provide information on places of PKL that cooperate. This android based application is developed using android studi IDE, website with API developed using laravel framework, and MySQL as the database. Testing application using unit testing, integration testing, validation testing, and usability testing. Based on the results of the test resulted in a valid status in every functional and application get a score of 80.83 or included in category “Acceptable”.

Keywords: On the Job Training, evolutionary prototype, location based service, system usability

(2)

1. PENDAHULUAN

Katalog merupakan daftar koleksi berbagai macam pustaka yang dimiliki oleh suatu perpustakaan yang tersusun secara sistematis (Strout, 1957). Keberadaan katalog memang sangat vital pada suatu instansi, perusahaan, maupun lainnya untuk menginformasikan suatu data yang dimiliki mengingat fungsinya mampu menunjang kegiatan dan pelaksanaan suatu pekerjaan.

Praktek Kerja Lapang atau biasa dikenal dengan PKL merupakan salah satu aktivitas akademik yang wajib dilaksanakan sebagai syarat dari kelulusan mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya. Terdapat beberapa masalah terkait dengan pencarian informasi tempat PKL. Setiap tahunnya kurang lebih terdapat 100 mahasiswa yang melaksanakan program PKL ini. Melihat dari banyaknya jumlah mahasiswa tersebut tidak selaras dengan banyaknya data tempat PKL yang tersedia untuk dihubungi, tidak sesuainya istilah-istilah bidang antara tempat PKL dengan profil program studi di FILKOM dan pihak FILKOM yang tidak menyediakan informasi terpusat berisi tempat PKL agar bisa dijadikan referensi yang membuat mahasiswa harus kerja ekstra untuk mendapatkan informasi tersebut. Sedangkan FILKOM mempunyai kerjasama dengan instansi/perusahaan terkait rekrutmen PKL yang harusnya diinformasikan kepada mahasiswanya. Pembagian informasi tempat PKL hanya diberikan oleh himpunan setiap program studi melalui laman website resmi atau sosial media resmi yang dimilikinya dengan berisikan data seadanya lalu ditampilkan dalam sebuah tabel atau dalam bentuk excel yang dapat diunduh sehingga semua informasi dijadikan satu membuat mahasiswa harus kerja ekstra untuk mendapatkan tempat PKL sesuai dengan bidang mereka sebelum mengurusi semua dokumen pendaftaran PKL yang dibutuhkan.

Pemilihan model pengembangan evolutionary prototype pada aplikasi katalog magang untuk mengetahui kebutuhan secara jelas, spefisik dan menghindari terjadinya kesalahpahaman antara stakeholder dan developer, dengan menggunakan model ini setiap kegiatan stakeholder dan developer saling berkomunikasi untuk mencapai kebutuhan yang sesuai dengan yang dibutuhkan (Gartzen, et al., 2016).

Aplikasi katalog magang ini dikembangkan dengan memilki 2 platform, platform yang digunakan oleh mahasiswa sebagai sarana berbagi informasi tempat PKL menggunakan aplikasi mobile berbasis android dengan fitur location based service untuk membantu mahasiwa menandakan lokasi tempat PKL secara tepat pada Google Maps API dan platform yang digunakan oleh FILKOM sebagai sarana untuk membagikan informasi tempat PKL serta info rekrutmen yang telah bekerjasama menggunakan berbasis website.

Besarnya keinginan mahasiswa untuk berbagi informasi dan adanya informasi tempat PKL beserta info rekrutmen yang harus dibagikan ke mahasiswa oleh pihak FILKOM membuat pengembangan aplikasi katalog magang ini menjadi salah satu solusi untuk memberikan wadah menampung dan menginformasikan informasi tersebut.

2. LANDASAN KEPUSTAKAAN 2.1. Praktek Kerja Lapang

Praktek kerja lapang atau biasa disebut PKL merupakan sebuah kegiatan yang dilaksanakan diluar kelas atau perkuliahan sebagai bentuk penerapan sistematis antara program pendidikan kampus ataupun di sekolah pada dunia kerja guna meningkatkan keahlian dan mendapatkan pengalaman. PKL ini bertujuan melakukan kerja praktek dalam bidang sesuai dengan pencampaian pembelajaran program studi dan dapat dimanfaatkan untuk memperoleh materi skripsi (Filkom, 2017).

2.2. Katalog

Katalog yang bermakna sebuah karya yang berisikan susunan yang disusun secara masuk akal, yang berbentuk simpanan rencana atau berdasarkan kata demi kata yang telah diolah (Strout, 1957). Umumnya katalog memudahkan orang untuk melihat daftar beberapa informasi yang disajikan.

2.3. Evolutionary Prototype

Prototype merupakan sistem versi awal yang dikembangkan guna mendemontrasikan konsep, penggalian masalah suatu permasalahan untuk menemukan solusi dari permasalahan tersebut. Pendekatan prototype

(3)

dengan evolusioner merupakan pendekatan awal yang kemudian diperhalus pengembangannya melalui sejumlah tahapan hingga sistem akhir (Sommerville, 2000).

2.4. Location Based Service

Location based service merupakan layanan yang bereaksi aktif pada entitas posisi sehingga dapat melacak keberadaan letak geografis suatu objek dan dapat menginformasikan layanan tentang objek tersebut layanan berbasis lokasi digunakan bertujuan untuk mengetahui posisi letak pasti dari pengguna menggunakan GPS yang telah tertanam pada smartphone dan setelah itu memakai informasi lokasi pengguna tersebut untuk menyediakan sebuah layanan jasa maupun aplikasi personal (H.Mahmoud, 2014).

2.5. System Usability Scale (SUS)

System usability scale (SUS) merupakan pengujian yang dilakukan untuk memberikan sebuah ukuran penilaian dari sebuah product dengan pendekatan tingkat kepuasannya atau usability (Brooke, 2013). SUS menggunakan metode dengan memberikan kuesioner berisi pernyataan-pernyataan kepada pengguna yang menjadi target dari product-nya, item pernyataan yang terdapat pada kuesioner ini terdiri dari 10 pernyataan. Setiap pernyataan ini memiliki 5 skala likert berupa angka 1 – 5. 1. Perhitungan

a. Setiap item positif yang memiliki nomer ganjil perhitungannya menggunakan skala jawaban dari pengguna dikurangi 1. b. Setiap item negatif yang memiliki nomer

genap perhitungannnya menggunakan 5 dikurangi skala jawaban dari pengguna. 2. Penjumlahan

Setiap hasil dari perhitungan item dijumlahkan dan kemudian dikalikan dengan 2.5 yang menghasilkan nilai yang disebut score akhir SUS

Dari score yang didapat berdasarkan penjumlahan dan hasil bagi dengan 2.5 maka dapat dilihat apakah sistem telah memasuki kategori yang bagaimana. Untuk score 0-50 masuk dalam kategori “Not Acceptable” atau “Tidak dapat diterima”, score 51-70 masuk dalam kategori “Marginal” atau “Dapat diterima sebagian”, dan score 71-100 masuk dalam kategori “Acceptable” atau “Dapat Diterima” oleh penggunanya.

3. METODOLOGI

Pada metodologi menjelaskan mengenai metode yang digunakan dalam pengembangan aplikasi katalog tempat magang mahasiswa/i fakultas ilmu komputer universitas brawijaya. Aplikasi ini menggunakan metodologi dengan langkah-langkah dan proses secara implementatif dengan memiliki alur yang digambarkan seperti pada Gambar 1 dibawah ini.

Gambar 1. Tahapan Metodologi Penelitian

3.1. Identifikasi Masalah

Identifikasi Masalah adalah tahap dilakukannya pencarian masalah yang berfokus pada instansi pendidikan yaitu fakultas ilmu komputer universitas brawijaya. Permasalahan yang didapat digunakan untuk menunjang judul penelitian ini. Pencarian permasalahan terkait penelitian ini dilakukan dengan menggunakan 2 teknik sebagai berikut:

1. Survei

Survei dilakukan dalam bentuk kuesioner yang bertujuan menyaring aspirasi untuk mengetahui permasalahan yang terjadi dalam proses pencarian PKL. Survei diberikan kepada mahasiswa/i fakultas ilmu komputer universitas brawijaya dari berbagai angkatan dan jurusan.

2. Wawancara

Wawancara dilakukan dengan menyaring permasalahan yang dialami oleh pihak Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya sebagai pelaksanaan kegiatan

(4)

PKL.

3.2. Studi Literatur

Studi literatur merupakan salah satu tahap dari metodologi penelitian yang digunakan dalam mendapatkan teori pendukung guna menunjang skripsi ini. Penelurusan literatur dapat dilakukan dengan berbagai cara dari mulai membaca sumber buku, jurnal, maupun artikel yang terdapat di internet.

3.3. Prototype System Menggunakan Evoluationary Prototype

Prototype dibuat untuk menggambarkan sistem awal dengan bermodalkan identifikasi pada iterasi pertama yang dikembangkan supaya mendapatkan feedback pengguna untuk nantinya dikembangkan pada diiterasi selanjutnya. Berikut tahapannya:

1. Analisis Kebutuhan

Tahapan dilakukannya identifikasi semua kebutuhan diimplementasikan pada sistem. Kembali dilakukannya tahapan ini ketika terdapat perubahan atau penambahan pada pangembangan sistem prototype.

2. Perancangan

Tahapan ini menggambakan secara jelas dan lengkap tentang sistem agar dapat membantu pada tahap implementasi nantinya. Kembali dilakukannya tahapan ini ketika terdapatnya perubahan atau penambahan kebutuhan.

3. Implementasi

Tahapan ini mengimplementasikan hasil dari yang didapatkan tahap perancangan. Kembali dilakukannya tahapan ini ketika terdapat perubahan atau penambahan pada tahap perancangan.

4. Pengujian dan analisis hasil

Tahapan ini menguji dan menganalisis hasil dari pengujian yang dilakukan. Kembali dilakukannya tahapan ini ketika terdapat perubahan atau penambahan pada tahap implementasi.

Prototype system selesai, waktunya ditunjukkan kepada pengguna untuk dilakukan proses evaluasi bersama developer terkait dengan ada tidaknya perubahan atau penambahan yang dibutuhkan, karena ketika tidak ada lagi perubahan atau penambahan maka yang disebut dengan prototype system layak dikatakan sebagai system.

4. ANALISIS KEBUTUHAN

Penelitian ini memiliki iterasi sebanyak 2 kali. Dilakukannya identifikasi masalah menggunakan penyebaran kuesioner online dan wawancara ke beberapa pihak pelaksana PKL menghasilkan kebutuhan yang terindentifikasi dan dijadikan sebagai kebutuhan dalam pengembangan pada iterasi pertama yang terdiri dari kebutuhan fungsional sebanyak 42 dengan 3 aktor yaitu mahasiswa, penanggung jawab, admin akademik, dan 19 struktur data yang dibutuhkan. Setiap kebutuhan fungsional dimodelkan menggunakan use case diagram dan dijelaskan secara secara detail pada use case scenario.

Pada iterasi kedua, terdapat perubahan dan penambahan kebutuhan fungsional menjadi 66 dan 22 stuktur data yang dibutuhkan, dengan salah satu perubahannya dapat menjadi kontributor dari data tempat PKL dan penambahan untuk dapat memanajemen kerjasama dalam bidang PKL. Selain itu terdapat penambahan dari kebutuhan non-fungsional sebanyak 1 yaitu usability untuk mengukur seberapa mudah sistem digunakan.

Gambar 2. Use case diagram permintaan kontribusi sistem aplikasi mobile iterasi 2

Pemodelan dari salah satu kebutuhan menggunakan use case diagram pada platform aplikasi mobile pada Gambar 2. Berikut penjelasan detail dari use case permintaan kontributor pada Tabel 1.

Tabel 1. Use case untuk permintaan kontributor

Use Case untuk Permintaan Kontributor

Code KF-01-028

Objective

Use case ini menjelaskan bagaimana aktor dapat mengirim permintaan untuk menjadi salah satu kontributor di data tempat PKL tersebut

Actor Mahasiswa

Pre-condition

Aktor berada di halaman “Detail Tempat PKL”

Main Flow

1. Aktor menekan tombol kontributor

2. Sistem menampilkan daftar

kontributor dari tempat PKL

3. Aktor menekan tombol “Jadi

Kontributor”

4. Sistem menampilkan popup berisi “Jadi Kontributor?”

(5)

5. Aktor menekan tombol “OK”

6. Sistem menampilkan pesan

“Permintaan Telah Dikirim” dan sistem mengganti label tombol menjadi “permintaan dikirim”

Alternatif Flow

Jika aktor sedang menjadi kontributor di tempat tersebut label tombol akan berubah menjadi “Berhenti Kontribusi”

Post-condition

Aktor berhasil mengirimkan permintaan untuk menjadi kontributor di tempat tersebut

5. PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI 5.1. Perancangan Sistem

Perancangan berisikan gambar rancangan secara jelas dan lengkap tentang sistem. tahapan ini dilakukan oleh sistem iterasi pertama dan iterasi kedua. Berikut salah satu rancangan sistem yang terdiri dari sequence diagram dan class diagram terdapat pada iterasi kedua.

Gambar 3. Sequence diagram request Kontribusi

Gambar 4. Class diagram request Kontribusi Selain perancangan diatas terdapat pemodelan hasil analisis data dan antarmuka seperti terkait dengan use case permintaan kontributor.

Gambar 5. Detail Entitas TempatKontribusi

Gambar 6. Perancangan Antarmuka Halaman Kontribusi Aplikasi Mobile

Gambar 7. Perancangan Antarmuka Halaman Detail Tempat Website

5.2. Implementasi Sistem

Implementasi yang digunakan iterasi pertama berdasarkan analisis dan perancangan yang diperoleh dari tahapan sebelumnya. kemudian pada iterasi kedua pengguna menginginkan adanya perubahan dan penambahan kontributor disetiap data tempat PKL agar tidak hanya pengguna yang membagikannya saja yang dapat mengolahnya. Maka dari itu kemudian terdapat fungsional pemintaan kontributor supaya pengguna lainnya dapat mengirimkan permintaan menjadi kontributor pada tempat PKL tersebut. Berikut potongan implementasi kode program permintaan menjadi kontributor pada Tabel 2.

Tabel 2. Kode program pengiriman permintaan kontributor No Kode Program 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

private void reqKontribusi(){ KontribusiService

kontribusiService = new

KontribusiService(this); kontribusiService.reqKontribusi(

idTempat, idUser, new

Callback(){ @Override

(6)

11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49

public void onResponse(Call

call, Response response) {

BaseResponse baseResponse = (BaseResponse) response.body(); if (baseResponse != null){ if (!baseResponse.isError()){ getKontribusi(); Toast.makeText(ContributesTempat Activity.this, baseResponse.getMessage() , Toast.LENGTH_LONG).show(); }else { Toast.makeText(ContributesTempat Activity.this, baseResponse.getMessage() , Toast.LENGTH_LONG).show(); } }else { Toast.makeText(ContributesTempat Activity.this, R.string.failure_message, Toast.LENGTH_LONG).show(); } } @Override

public void onFailure(Call

call, Throwable t) { Toast.makeText(ContributesTempat Activity.this, R.string.failure_message, Toast.LENGTH_LONG).show(); } }); }

Implementasi antarmuka pada proses permintaan kontributor untuk media pengguna dalam melakukan permintaan dan menjalankan kode program tersebut. Berikut antarmuka untuk mengirimkan permintaan menjadi kontributor yang digunakan oleh pengguna dapat dilihat pada Gambar 8 dan antarmuka detail tempat PKL pada Gambar 9.

Gambar 8. Implementasi Antarmuka Halaman Kontribusi Aplikasi Mobile

Gambar 9. Implementasi Antarmuka Halaman Detail Tempat Website

6. PENGUJIAN DAN ANALISIS HASIL Pengujian dilakukan disetiap kebutuhan fungsional yang telah diimplementasi ditahapan sebelumnya. Pada masing-masing iterasi dilakukan pengujian yang terdiri dari pengujian unit, pengujian integrasi, dan pengujian validasi. Namun terdapat tambahan untuk iterasi kedua dengan menambahkan pengujian usability untuk mengetahui kemudahan dalam penggunaan sistem yang telah layak digunakan oleh pengguna. Analisis Hasil tahapan menganalisis hasil dari pengujian yang telah dilakukan.

6.1. Pengujian 1. Pengujian Unit

Pengujian unit dilakukan pada setiap iterasi dengan mengambil unit sampel dari method utama dengan teknik basic path testing untuk mendapatkan independent path yang dilanjukan dengan cyclomatic complextity untuk mengetahui kerumitan kode yang diimplementasikan. Berikut pengujian unit yang dilakukan pada method untuk permintaan menjadi kontributor.

Gambar 10. Pseudocode method untuk permintaan kontributor

(7)

Gambar 11. Flow graph method untuk permintaan kontributor

Setelah mendapatkan flow graph, selanjutnya tentukan tentang cyclomatic complexity(V(G)) yang nantinya digunakan untuk membuat kasus uji.

V(G) = R(jumlah region) = 4

V(G) = E(jumlah edge) – N(jumlah node) +2 = 13-11+2

= 4

V(G) = P(jumlah predicate node) + 1 = 3 + 1

= 4

Berdasarkan hasil dari cyclomatic complexity yang dilakukan terdapat 4 jalur independent yaitu :

Jalur 1 : 1,2,3,4,5,12,13 Jalur 2 : 1,2,3,4,5,6,7,11,13 Jalur 3 : 1,2,3,4,5,6,7,8,10,13 Jalur 4 : 1,2,3,4,5,6,7,8,9,13

Tabel 3. Kasus uji jalur 4

Kasus Uji No Jalur 4 Prosedur Uji -idTempat = “KM000002” -idUser = “US2407AC”

-menekan tombol “Jadi Kontribusi”

Hasil yang diharapkan

Ketika response yang diberikan oleh server bertipe JSON dan object error = false maka akan menampilkan pesan data berhasil dipublikasikan, data berhasil te-record dalam database dan mahasiswa akan ke-direct ke halaman detail tempat

Hasil

Menampilkan pesan data berhasil dipublikasikan, data berhasil te-record dalam database dan mahasiswa akan ke-direct ke halaman detail tempat

Status valid

2. Pengujian Integrasi

Pengujian integrasi menggunakan metode bottom up untuk menguji komponen terendah.

Berikut pengujian integrasi pada sepasang method yang melakukan proses permintaan kontributor.

Tabel 4. Kasus uji pengujian integrasi

Nama Kelas ContributesTempatActivity

KontribusiService

Nama Metode reqKontribusi()

reqKontribusi()

Tujuan

Mengirimkan data permintaan jadi

kontributor pada API untuk

disimpan pada database

Tabel 5. Hasil pengujian integrasi

Input “idTempat” : “KM000001” “idUser” : “US2407AC” Method dari class ContributesTe mpatActivity reqKontribusi() Output “error” : false

“message” : “Permintaan berhasil dikirimkan” Method dari class KontribusiSer vice reqKontribusi() Expected Result

Data permintaan menjadi

kontributor tempat PKL berhasil ditambahkan pada database

Result

Data permintaan menjadi

kontributor tempat PKL berhasil ditambahkan pada database

Status valid

3. Pengujian Validasi

Pengujian guna memastikan setiap kebutuhan dari iterasi pertama dan iterasi kedua dapat berjalan sesuai analisis dan perancangan yang diharapkan. Berikut pengujian validasi kebutuhan permintaan menjadi kontribusi.

Tabel 6. Pengujian validasi permintaan kontribusi

Kode

Fungsional KF-01-028

Kasus Uji Permintaan Kontributor

Prosedur

1. menekan tombol kontributor

2. menekan tombol “Jadi

Kontributor”

3. menekan tombol “OK”

Expected Result

Sistem akan menampilkan pesan

“Permintaan Telah Dikirim” dan

sistem mengganti label tombol

menjadi “permintaan dikirim”

Result

Sistem menampilkan pesan

“Permintaan Telah Dikirim” dan

sistem mengganti label tombol

menjadi “permintaan dikirim”

(8)

4. Pengujian Usability

Pengujian yang hanya dilakukan pada iterasi kedua atau saat prototype sistem telah menjadi sistem yang dapat digunakan oleh pengguna. Pengujian ini mengukur kemudahan dalam penggunaan aplikasi katalog magang, dengan memberikan uji coba dengan memberikan kuesioner yang berisi 10 pernyataan kepada 1 dosen, 1 admin akademik, 10 mahasiswa yang masing-masing terdiri dari 2 perwakilan mahasiswa di prodi yang ada pada Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya. Berikut hasil pengujian tersebut.

Tabel 7. Hasil Perhitungan Respo nden Pernyataan score 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 4 3 3 4 3 3 3 3 3 4 82.5 2 3 3 3 1 3 1 3 1 2 1 52.5 3 4 4 4 3 3 4 3 3 4 3 87.5 4 3 3 3 4 3 4 4 4 2 4 85 5 4 4 4 2 4 3 2 4 4 3 85 6 4 2 4 3 4 4 3 4 3 3 85 7 4 3 3 3 5 3 2 3 3 3 80 8 3 4 3 4 5 3 3 3 3 1 80 9 4 3 4 3 4 3 3 3 3 2 80 10 4 4 4 3 3 3 3 4 4 3 87.5 11 3 3 4 4 3 2 3 4 3 3 80 12 3 3 3 4 3 3 4 4 4 3 80 Total SUS 970 Rata-Rata SUS 80.83 6.2. Analisis Hasil 1. Pengujian Unit

Berdasarkan dilakukannya pengujian unit diiterasi pertama dan iterasi kedua dengan total sampel pengujian masing-masing iterasinya 3 method menghasilkan semua kasus uji berstatus valid.

2. Pengujian Integrasi

Berdasarkan dilakukannya pengujian integrasi diiterasi pertama dan iterasi kedua dengan total sampel pengujian masing-masing iterasinya 3 pasang method menghasilkan semua kasus uji sesuai dengan tujuan yang ditentukan atau berstatus valid.

3. Pengujian Validasi

Berdasarkan dilakukannya pengujian validasi diiterasi pertama yang memiliki 41 kebutuhan fungsional dan pada iterasi kedua terdapat penambahan menjadi 64 kebutuhan fungsional menghasilkan semua kasus uji berstatus valid.

4. Pengujian Usability

Berdasarkan dilakukannya pengujian usability kepada 12 pengguna dengan menyebarkan kuesioner berisi pernyataan menghasilkan score 80.83 yang artinya masuk ke dalam kategoti “Dapat diterima” atau “Acceptable”.

7. KESIMPULAN DAN SARAN 7.1. Kesimpulan

Mengacu setiap tahapan dari analisis, perancangan, implementasi, dan pengujian telah dilewati maka dapat selanjutnya diurasikan dari analisis iterasi 1 yang dilakukan menghasilkan spesifikasi kebutuhan sebanyak 42 fungsional sistem, pada iterasi ke 2 terdapat beberapa perubahan dan penambahan sebanyak 23 fungsional. Dari perancangan iterasi 1 dan iterasi 2 yang dilakukan menghasilkan perancangan arsitektur yang terdiri dari sequence diagram dan class diagram, perancangan komponen, struktur data, dan wireframing. Kemudian dari implementasi masing-masing iterasi yang dilakukan menghasilkan spesifikasi komponen, implementasi kode program, implementasi basis data dengan mengacu pada tahap perancangan. Dari pengujian iterasi 1 yang dilakukan menghasilkan pengujian unit, pengujian integrasi, dan pengujian validasi yang dari setiap pengujiannya berstatus valid. Terakhir dari hasil pengujian usability yang dilakukan pada hasil akhir dari aplikasi katalog magang iterasi 2 dengan menggunakan teknik system usability scale (SUS) menghasilkan score 80.83 yang artinya masuk dalam kategori “Dapat diterima” atau “Acceptable” dengan ini maka aplikasi katalog magang dapat diterima oleh penggunanya.

7.1. Saran

Saran yang dapat dipertimbangkan dalam pengembangan selanjutnya pada sistem katalog magang Fakultasi Ilmu Komputer Universitas

(9)

Brawijaya, menambahkan fungsi chat antar mahasiswa, pencarian kelompok PKL, penambahan notificaiton badge untuk menandakan adanya informasi atau chat yang masuk, terakhir penambahan pencarian berdasarkan beberapa kategori seperti, bidang studi, keminatan, lokasi, tipe tempat, salary, dan yang bekerjasama dengan FILKOM.

8. DAFTAR PUSTAKA

Brooke, J., 2013. SUS: A Retrospective. Journal of Usability Studies. pp. 29-40. Filkom, B. P., 2017. Buku Pedoman. In:

Pedoman Akademik Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya. Malang: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya.

Gartzen, T., Brambring, F. & Basse, F., 2016. Target-oriented prototyping in highly iterative product development. 3rd International Conference on Ramp-up Management (ICRM), p. 19 – 23 . H.Mahmoud, Q., 2014. J2ME and

Location-Based Services. [Online]

Tersedia di:

<https://www.oracle.com/technetwork/ systems/location-156846.html> [Diakses 22 Maret 2018].

Sommerville, I., 2000. Software Engineering. 6th edition Chapter 8 ed. Harlow: Addison-Wesley.

Strout, R., 1957. The development of the catalog and cataloging codes. Toward a Better Cataloging Code. Chicago : University of Cicago Press, pp. 4-25.

Gambar

Gambar 1. Tahapan Metodologi Penelitian
Gambar 3. Sequence diagram request Kontribusi
Gambar 9. Implementasi Antarmuka Halaman Detail  Tempat Website
Tabel 3. Kasus uji jalur 4  Kasus Uji  No Jalur  4  Prosedur  Uji  -idTempat = “KM000002” -idUser = “US2407AC”
+2

Referensi

Dokumen terkait

Setelah melakukan analisi dan perancangan sistem terhadap Aplikasi Bengkel yang akan dibangun, tahapan selanjutnya adalah implementasi dan pengujian, pada tahapan

Berdasarkan hasil implementasi dan pengujian maka dapat disimpulkan yaitu: (1) Dengan adanya Aplikasi ini, dapat membantu Prodi Teknik Informatika Fakultas Ilmu

Judul Laporan Kerja Praktek : Analisis Dan Perancangan Aplikasi Media Sosial (Medsos) dan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) Dengan Metode PIECES Pada Pusat Data Dan

• Satuan kredit semester (sks): takaran waktu kegiatan belajar yang di bebankan pada mahasiswa per minggu per semester dalam proses pembelajaran melalui berbagai bentuk

Analisis Sistem Berjalan Analisis Proses Bisnis Identifikasi Masalah Analisis Kebutuhan Perancangan UML Perancangan Basis Data Perancangan Antar Muka Perancangan Masukan

Dimana setiap pekerjaan dilakukan secara berulang-ulang, tahapan dalam melakukan metode iterasi ini melakukan tahap Perencanaan, Analisis, Perancangan, implementasi,

Rekayasa kebutuhan terdiri dari tahap mencari tahu, menganalisis, dan medokumentasikan kebutuhan dari pihak-pihak yang berkaitan dalam pelaksanaan praktikum di Fakultas

Kesimpulan dan Saran Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan penulis mengenai analisis, perancangan, implementasi, dan pengujian terhadap sistem informasi Gereja Santa Maria