LIPIDS
LIPIDS
ELIZA HABNA LANA
ELIZA HABNA LANA
ILHAM MAULANA
ILHAM MAULANA
IRFAN FAISAL PANE
IRFAN FAISAL PANE
Putty Ekadewi
Putty Ekadewi
SALSABILLA ZAHRA ADI
PRESENTATION OUTLINE
PRESENTATION OUTLINE
STRUKTUR LIPID STRUKTUR LIPID DETEKSI LIPID DETEKSI LIPID FUNGSI LIPID FUNGSI LIPID BIOSINTESIS LIPID BIOSINTESIS LIPID APLIKASI LIPID APLIKASI LIPIDSTRUKTUR LIPID
definisi
definisi
Lipid adalah senyawa yang bersifat
Lipid adalah senyawa yang bersifat
water-insoluble
water-insoluble
(nonpolar) yang dapat
(nonpolar) yang dapat
diekstrak dari sel dan jaringan oleh pelarut
diekstrak dari sel dan jaringan oleh pelarut
nonpolar seperti kloroform, benzol atau
nonpolar seperti kloroform, benzol atau
eter. Lipid disimpan didalam tubuh dalam
eter. Lipid disimpan didalam tubuh dalam
b e n t u k t r i g l i s e r i d a . S t r u k t u r l i p i d
b e n t u k t r i g l i s e r i d a . S t r u k t u r l i p i d
molekulnya kaya akan rantai unsur
molekulnya kaya akan rantai unsur
karbon(-CH2-CH2-CH2-) sehingga lemak
karbon(-CH2-CH2-CH2-) sehingga lemak
mempunyai sifat hydrophob.
Lipid Bilayer Membrane
Lipid Bilayer Membrane Struktur Kimia LipidStruktur Kimia Lipid
struktur lipid
Mengandung 15 – 60 atom C
Mengandung 15 – 60 atom C
Bersifat non polar
Bersifat non polar
Titik leleh rendah
Titik leleh rendah
Tidak
Tidak
larut
larut
dalam air
dalam air
,
,
larut dalam
larut dalam
pelarut organik
pelarut organik
Lemak murni tidak berwarna, tidak
Lemak murni tidak berwarna, tidak
berbau, tidak berasa
berbau, tidak berasa
sifat fisika sifat fisika
Hidrolisis
Hidrolisis
Lemak dapat dihidrolisis menjadi
Lemak dapat dihidrolisis menjadi
asam lemak &
asam lemak &
gliserol
gliserol
Hidrolisis dapat berlangsung baik secara enzimatik
Hidrolisis dapat berlangsung baik secara enzimatik
maupun katalik anorganik
maupun katalik anorganik
Hidrolisis enzimatik bersifat selektif, artinya hanya
Hidrolisis enzimatik bersifat selektif, artinya hanya
posisi tertentu saja yang diserang
posisi tertentu saja yang diserang
Hidrolisis triasilgliserol dg
Hidrolisis triasilgliserol dg
katalisator
katalisator
asam
asam
banyak
banyak
dilakukan utk mendapatkan AL
dilakukan utk mendapatkan AL
dan gliserol
dan gliserol
sifat kimia sifat kimia
Bila hidrolisis triasilgliserol dilakukan dengan
Bila hidrolisis triasilgliserol dilakukan dengan
basa,
basa, akan menghasilkan
akan menghasilkan
gliserol dan garam alkali dari asam lemaknya, yang disebut
gliserol dan garam alkali dari asam lemaknya, yang disebut
SABUN.
SABUN.
Karena menghasilkan sabun, maka hidrolisis dgn cara
Karena menghasilkan sabun, maka hidrolisis dgn cara ini disebut
ini disebut
REAKSI
REAKSI
PENYABUNAN (SAPONIFIKASI)
PENYABUNAN (SAPONIFIKASI)
saponifikasi
saponifikasi
Basa yang biasa digunakan:
Basa yang biasa digunakan:
NaOH atau KOH
NaOH atau KOH
T
T
erjadi pada
erjadi pada
ikatan rangkap
ikatan rangkap
pada asam
pada asam
lemak
lemak
Reaksi adisi
Reaksi adisi
hidrogenasi
Terjadi pada ikatan tak
Terjadi pada ikatan tak
jenuh pada asam lemak
jenuh pada asam lemak
esterifikasi
esterifikasi
oksidasi
oksidasi
Reaksi pembentukan asam
Reaksi pembentukan asam
lemak
lemak
Asam lemak (as. Karboksilat) +
Asam lemak (as. Karboksilat) +
Alkohol
Asam lemak merupakan senyawa alifatik dengan gugus karboksil.
Asam lemak merupakan senyawa alifatik dengan gugus karboksil.
Asam lemak terdiri dari unsur karbon, hidrogen dan oksigen yang
Asam lemak terdiri dari unsur karbon, hidrogen dan oksigen yang
diatur sebagai kerangka rantai karbon. Asam lemak mempunyai gugus
diatur sebagai kerangka rantai karbon. Asam lemak mempunyai gugus
karboksil (-COOH) pada salah satu ujungnya.
karboksil (-COOH) pada salah satu ujungnya.
Tata cara penamaan asam lemak:
Tata cara penamaan asam lemak:
penamaan asam lemak
penamaan asam lemak
N
N
a
a
m
m
a
a
t
t
r
r
i
i
v
v
i
i
a
a
l
l
N
N
o
o
m
m
e
e
n
n
k
k
l
l
a
a
t
t
u
u
r
r
!!x xNama sistematik
Nama sistematik
Nomenklatur n-x
Nomenklatur n-x
Bilangan lipid
Bilangan lipid
nama trivial nama trivial
Nama trivial adalah penamaan
Nama trivial adalah penamaan
non-sistematik yang paling sering
non-sistematik yang paling sering
digunakan. Nama trivial tidak
digunakan. Nama trivial tidak
mengikuti suatu pola tertentu
mengikuti suatu pola tertentu
namun penyebutannya konsisten
namun penyebutannya konsisten
untuk masing – masing jenis
untuk masing – masing jenis
senyawa.
Pemberian nama asam lemak
Pemberian nama asam lemak
dilakukan dengan mengganti
dilakukan dengan mengganti
akhir –a pada nama alkana
akhir –a pada nama alkana
dengan –oat.
dengan –oat.
Penentuan rantai utama (rantai
Penentuan rantai utama (rantai
dengan jumlah atom karbon
dengan jumlah atom karbon
p
p
a l
a l
i
i
n g
n g
p a
p a
n j
n j
a n
a n
g
g
y
y
a n
a n
g
g
mengandung gugus karboksil)
mengandung gugus karboksil)
nama sistematik (iupac)
nama sistematik (iupac)
Penentuan subtituen yang terikat
Penentuan subtituen yang terikat
dalam rantai utama dan
dalam rantai utama dan
penomoran
penomoran
subtituen dari C gugus karboksil.
subtituen dari C gugus karboksil.
Jika senyawa mempunyai 2 gugus
Jika senyawa mempunyai 2 gugus
karboksil maka rantai utama diberi
karboksil maka rantai utama diberi
akhiran –dioat.
akhiran –dioat.
Penambahan kata asam pada awal
Penambahan kata asam pada awal
nama senyawa.
contoh penamaan contoh penamaan
Pada nomenklatur
Pada nomenklatur
!!xx(delta-x), masing – masing ikatan rangkap ditulis
(delta-x), masing – masing ikatan rangkap ditulis
dengan
dengan
!!xxdimana x
dimana x
merupakan nomor atom karbon yang terdapat ikatan rangkap.
merupakan nomor atom karbon yang terdapat ikatan rangkap.
Asam cis
Asam cis – – !!99 – oktadekenoat (asam oleat) – oktadekenoat (asam oleat) Asam 12 – hidroksi –Asam 12 – hidroksi –!!99 – oktadekenoat – oktadekenoat
1 1 9 9 10 10 18 18 nomenklatur nomenklatur !!xx
Pada nomenklatur n-x atau biasa disebut
Pada nomenklatur n-x atau biasa disebut
""-x (omega-x), x
-x (omega-x), x
menyatakan nomor atom karbon letak ikatan rangkap dihitung dari
menyatakan nomor atom karbon letak ikatan rangkap dihitung dari
ujung (atom C gugus
ujung (atom C gugus
metil)
metil)
Asam cis –
Asam cis –!!99 – oktadekenoat, – oktadekenoat,
asam oleat,
asam oleat, ""-9-9
Asam 12 – hidroksi –
Asam 12 – hidroksi –!!99 – oktadekenoat, – oktadekenoat,
asam risinoleat,
asam risinoleat, ""-7, OH-12-7, OH-12
1 1 9 9 10 10 18 18 nomenklatur n-x nomenklatur n-x
Bilangan lipid dinyatakan dalam bentuk
Bilangan lipid dinyatakan dalam bentuk
C:D
C:D, dimana C
, dimana C
merupakan jumlah atom karbon yang terdapat pada suatu
merupakan jumlah atom karbon yang terdapat pada suatu
senyawa asam lemak dan D merupakan jumlah ikatan rangkap
senyawa asam lemak dan D merupakan jumlah ikatan rangkap
yang ada pada asam lemak tersebut.
yang ada pada asam lemak tersebut.
Asam
Asam!!9,12,159,12,15 – oktadekatrienoat, – oktadekatrienoat,
Asam-Asam-##-linolenat,-linolenat,
" "-3-3""-6-6 ""-9,-9, C18:3 C18:3 bilangan lipid bilangan lipid
Lipid atau sering disebut triacylglycerol atau triglyceride adalah
Lipid atau sering disebut triacylglycerol atau triglyceride adalah
glycerol yang terhubung dengan tiga asam lemak
glycerol yang terhubung dengan tiga asam lemak
lemak dan asam lemak
Saturated
Saturated
Fatty Acid
Fatty Acid
Non esensial
Non esensial
Dapat disintesis tubuh
Dapat disintesis tubuh
Tidak ada ikatan rangkap
Tidak ada ikatan rangkap
Unsaturated
Unsaturated
Fatty Acid
Fatty Acid
Esensial
Esensial
Tidak dapat diproduksi tubuh
Tidak dapat diproduksi tubuh
Ada ikatan rangkapnya
Ada ikatan rangkapnya
Asam Lemak dapat dibedakan berdasarkan panjang rantai atom
Asam Lemak dapat dibedakan berdasarkan panjang rantai atom
C nya
C nya
asam lemak jenuh dan
asam lemak jenuh dan tatakk
jenuh
M e r u p a k a n l i p i d d i m a n a
M e r u p a k a n l i p i d d i m a n a
terbentuk ikatan esters dengan
terbentuk ikatan esters dengan
asam fosfat. Molekul fosfolipid
asam fosfat. Molekul fosfolipid
terbentuk dari asam lemak
terbentuk dari asam lemak
rantai panjang (C14 – C24),
rantai panjang (C14 – C24),
gliserol, dan asam fosfat.
gliserol, dan asam fosfat.
fosfolipid
fosfolipid
Merupakan molekul lipid yang
Merupakan molekul lipid yang
m e
m e
n g
n g
a
a
n d
n d
u n
u n
g
g
u n
u n
i
i
t
t
g u
g u
l
l
a
a
(karbohidrat). Galaktosa dan
(karbohidrat). Galaktosa dan
glukosa (gula sederhana) yang
glukosa (gula sederhana) yang
paling umum ditemukan.
paling umum ditemukan.
glikolipid
Merupakan kelompok lipid yang mengandung senyawa inti
Merupakan kelompok lipid yang mengandung senyawa inti
steroid, bernama
steroid, bernama
perhidroksiklopentanofenantren.
perhidroksiklopentanofenantren.
Struktur inti
Struktur inti
tersebut terdiri atas 3 cincin sikloheksana dan 1 cincin
tersebut terdiri atas 3 cincin sikloheksana dan 1 cincin
siklopentana. Tidak dapat dihidrolisis dalam media basa,
siklopentana. Tidak dapat dihidrolisis dalam media basa,
sehingga berbeda dari lipid kompleks atau trigliserida.
sehingga berbeda dari lipid kompleks atau trigliserida.
steroid
wax/ lilin
wax/ lilin
Merupakan ester dari alkohol rantai panjang dengan asam
Merupakan ester dari alkohol rantai panjang dengan asam
lemak rantai panjang. (C10 – C30). Alkohol pada lilin
lemak rantai panjang. (C10 – C30). Alkohol pada lilin
berupa alkohol mohidrat.
FUNGSI SIMPANAN, STRUKTURAL, DAN FUNGSIONAL FUNGSI SIMPANAN, STRUKTURAL, DAN FUNGSIONAL
DETEKSI LIPID
HIDROLISIS SPESIFIK
HIDROLISIS SPESIFIK
UJI KE
UJI KE
LARUT
LARUT
AN
AN
UJI ACROLEIN
UJI ACROLEIN
UJI KOLESTEROL
UJI KOLESTEROL
UJI KETENGIKAN
UJI KETENGIKAN
deteksi qualitatif deteksi qualitatifMemanfaatkan enzim yang untuk determinasi struktur, contoh:
Memanfaatkan enzim yang untuk determinasi struktur, contoh:
Phospholipa
Phospholipase A, C, dan D
se A, C, dan D memutus ikatan tertentu.
memutus ikatan tertentu.
Dilakukan pada lipid dengan menggunakan pelarut polar dan
Dilakukan pada lipid dengan menggunakan pelarut polar dan
non-polar untuk melihat solubilitas lipid pada
non-polar untuk melihat solubilitas lipid pada pelarut tersebut.
pelarut tersebut.
Pengujian glyerin pada lipid. Dilakukan dengan menggunakan
Pengujian glyerin pada lipid. Dilakukan dengan menggunakan
kalium sulfat. Acrolein terbentuk apabila terdapat glycerin.
kalium sulfat. Acrolein terbentuk apabila terdapat glycerin.
Uji utama
Uji utama kolesterol disebut uji
kolesterol disebut uji Liberman-Bu
Liberman-Burchard. Dilakukan
rchard. Dilakukan
dengan cara mengamati perubahan warna pada larutan akibat
dengan cara mengamati perubahan warna pada larutan akibat
sulfonasi, metilasi, dan pengaturan ulang molekul kolesterol.
sulfonasi, metilasi, dan pengaturan ulang molekul kolesterol.
Dilakukan untuk mengetahui stabilitas lemak. Bilangan
Dilakukan untuk mengetahui stabilitas lemak. Bilangan
peroksida merupakan indikator dari stabilitas lemak.
peroksida merupakan indikator dari stabilitas lemak.
UJI BILANGAN
UJI BILANGAN
REICHERT-MEISSL,
REICHERT-MEISSL,
POLENSKE, DAN
POLENSKE, DAN
KIRSCHNER
KIRSCHNER
deteksi quantitatif deteksi quantitatifMenggunakan NaOH untuk menetralisir uap volatil
Menggunakan NaOH untuk menetralisir uap volatil
dari asam lemak. Teknik dasar ketiga uji terbilang
dari asam lemak. Teknik dasar ketiga uji terbilang
mirip. Perbedaan antara ketiga
mirip. Perbedaan antara ketiga bilangan terdapat
bilangan terdapat
pada jenis asam lemak
tahapan dasar
tahapan dasar
identifikasi lipid
intrument
intrumentasi asi analisisanalisis
Gas chromatography
Gas chromatography
High Performance
High Performance
Liquid Chromatography
Liquid Chromatography
Thin-layer chromatoraphy
Thin-layer chromatoraphy
Adsorption chromatography
Adsorption chromatography
Mass spectrometry
Mass spectrometry
GC dan LPHC berfokus pada separasi
GC dan LPHC berfokus pada separasi
komponen-komponen dari campuran berdasarkan tendensi relatif
komponen dari campuran berdasarkan tendensi relatif
mereka terhadap material pengisi kolom.
mereka terhadap material pengisi kolom.
Dengan menggunakan teknik ini campuran asam lemak
Dengan menggunakan teknik ini campuran asam lemak
dengan berbagai panjang ekor hidrokarbon dan
dengan berbagai panjang ekor hidrokarbon dan
berbagai derajat kejenuhan dapat dipisahkan/
berbagai derajat kejenuhan dapat dipisahkan/
diidentifikasi diidentifikasi A d s o A d s or p t ir p t io n o n c h r o mc h r o ma t o g ra t o g r a p h ya p h y m e m i s a h k a n l i p i d b e r d a s a r k a n m e m i s a h k a n l i p i d b e r d a s a r k a n
polaritas. Campuran kompleks seperti
polaritas. Campuran kompleks seperti
lemak pada jaringan dapat difraksionasi
lemak pada jaringan dapat difraksionasi
o l e h k r o m a t o g r a fi b e r d a s a r k a n
o l e h k r o m a t o g r a fi b e r d a s a r k a n
polaritasnya.
polaritasnya.
Untuk TLC, prinsip yang digunakan mirip dengan
Untuk TLC, prinsip yang digunakan mirip dengan
adsorption chromatography. Tambahan pada metode ini
adsorption chromatography. Tambahan pada metode ini
adalah bantuan pewarna sebagai indikator lipid yang
adalah bantuan pewarna sebagai indikator lipid yang
terpisah berdasarkan polaritasnya pada membran tipis
terpisah berdasarkan polaritasnya pada membran tipis
kromatografi.
kromatografi.
Penggunaan instrumentasi MS terutama untuk
Penggunaan instrumentasi MS terutama untuk
mengetahui struktur lipid keseluruhan. MS diketahui
mengetahui struktur lipid keseluruhan. MS diketahui
memiliki ketelitian tinggi, oleh karena itu sering
memiliki ketelitian tinggi, oleh karena itu sering
digunakan untuk mendapatkan secara pasti data
digunakan untuk mendapatkan secara pasti data
mengenai panjang rantai hidrokarbon ataupun posisi
mengenai panjang rantai hidrokarbon ataupun posisi
ikatan rangkap ganda.
FUNGSI SIMPANAN, STRUKTURAL, DAN FUNGSIONAL FUNGSI SIMPANAN, STRUKTURAL, DAN FUNGSIONAL
FUNGSI LIPID
Semua energi dalam tubuh manusia
Semua energi dalam tubuh manusia
disediakan oleh oksidasi karbohidrat
disediakan oleh oksidasi karbohidrat
dan lipid.
dan lipid.
Lipid adalah salah satu nutrien yang
Lipid adalah salah satu nutrien yang
kaya akan energi.
kaya akan energi.
fungsi simpanan
fungsi simpanan
••
Triasilgliserida
Triasilgliserida
Terbentuk dari gliserol dan tiga
Terbentuk dari gliserol dan tiga
asam lemak, terletak pada jaringan
asam lemak, terletak pada jaringan
adipose. Merupakan zat energi
adipose. Merupakan zat energi
••
Waxes
Waxes
Terbentuk dari asam lemak dan
Terbentuk dari asam lemak dan
alcohol, tidak larut pada air dan
alcohol, tidak larut pada air dan
sulit untuk dihidrolisis
sulit untuk dihidrolisis
contoh
contoh
LIPID SEBAGAI
LIPID SEBAGAI
STRUKTUR PENYUSUN
STRUKTUR PENYUSUN
MEMBRAN
MEMBRAN
Komponen penyusun membran sel
Komponen penyusun membran sel
terdiri dari
terdiri dari
komponen lipid, protein dan karbohidrat. Rasio
komponen lipid, protein dan karbohidrat. Rasio
komposisi setiap komponen berbeda pada setiap
komposisi setiap komponen berbeda pada setiap
membran sel karena tergantung dari tipe selnya
membran sel karena tergantung dari tipe selnya
juga spesiesnya. Umumn
juga spesiesnya. Umumn
ya, kandungan lipid pada
ya, kandungan lipid pada
membran sel berkisar 40%, protein 40%,
membran sel berkisar 40%, protein 40%,
karbohidrat 1-10% dan air 20%.
karbohidrat 1-10% dan air 20%.
fungsi struktural
•
•
Lipid pada membran sel memiliki dua
Lipid pada membran sel memiliki dua
lapisan dimana satu lapisan
lapisan dimana satu lapisan
terorientasi ke arah luar dan lapisan
terorientasi ke arah luar dan lapisan
yang lain terorientasi ke arah
yang lain terorientasi ke arah
sitoplasma Setiap molekul lipid
sitoplasma Setiap molekul lipid
bersifat amfifatik. Lipid amfifatik
bersifat amfifatik. Lipid amfifatik
mengandung komponen ekor yang
mengandung komponen ekor yang
bersifat hidrofobik (tidak suka air) dan
bersifat hidrofobik (tidak suka air) dan
komponen kepala yang bersifat
komponen kepala yang bersifat
hidrofilik (suka air).
hidrofilik (suka air).
•
•
Lipid membran terdiri dari
Lipid membran terdiri dari
• • FosfolipidFosfolipid • • GlikospingolipidGlikospingolipid • • SterolSterol fungsi struktural fungsi struktural
Transduksi sinyal merupakan proses
Transduksi sinyal merupakan proses
penyampaian pesan. Pesan dari luar
penyampaian pesan. Pesan dari luar
sel diteruskan ke membran hingga
sel diteruskan ke membran hingga
reseptor memberikan tanggapan dari
reseptor memberikan tanggapan dari
dalam sel.
dalam sel.
Pada gambar, stimulus dari luar sel
Pada gambar, stimulus dari luar sel
berupa ligand. Kemudian terjadi ikatan
berupa ligand. Kemudian terjadi ikatan
antara ligan tersebut dengan reseptor
antara ligan tersebut dengan reseptor
yg ada di membran sel. Lalu, suatu
yg ada di membran sel. Lalu, suatu
mekanisme penyampaian pesan akan
mekanisme penyampaian pesan akan
menyebabkan perubahan ekspresi
menyebabkan perubahan ekspresi
gen.
gen.
fungsional: lipid sebagai
fungsional: lipid sebagai
pemberi sinyal
1. Sintesis
1. Sintesis
2. Pelepasan molekul signaling (ligand) oleh
2. Pelepasan molekul signaling (ligand) oleh
sel signaling
sel signaling
3.
3. TransporTransport signaling t signaling ke sel ke sel targettarget
4. T
4. Terjadi ikatan erjadi ikatan antara signaling tadi antara signaling tadi dengandengan
reseptor membentuk kompleks
reseptor membentuk kompleks
ligand-reseptor.
reseptor.
5. Reseptor yg teraktivasi akan
5. Reseptor yg teraktivasi akan
menyebabkan satu atau lebih
menyebabkan satu atau lebih transduksitransduksi
sinyal intraselular
sinyal intraselular
6. Perubahan spesifik pada fungsi,
6. Perubahan spesifik pada fungsi,
metabolisme dan perkembangan sel
metabolisme dan perkembangan sel
7.
7. Mencabut Mencabut kembali kembali sinyalsinyal
tahapan signaling
•
• Diasilgliserol (DAG)Diasilgliserol (DAG)
Diasilgliserol (DAG) dan fosfat phosphatidylinositol (PIPs), yang
Diasilgliserol (DAG) dan fosfat phosphatidylinositol (PIPs), yang terlibat dalam kalsium-dimediasiterlibat dalam kalsium-dimediasi
aktivasi protein kinase C.
aktivasi protein kinase C.
•
• ProstaglandinProstaglandin
Prostaglandin yang merupakan salah satu jenis
Prostaglandin yang merupakan salah satu jenis lemak-asam eicosanoid diturunkan terlibatlemak-asam eicosanoid diturunkan terlibat
dalam peradangan dan imunitas.
dalam peradangan dan imunitas.
•
• Ceramide sphingolipidCeramide sphingolipid
Ceramide sphingol
Ceramide sphingolipid ipid yang merupakan molekuyang merupakan molekul kurir potensial yang terlil kurir potensial yang terlibat dalam mengaturbat dalam mengatur
mobilisasi kalsium, pertumbuhan sel, dan
mobilisasi kalsium, pertumbuhan sel, dan apoptosis.apoptosis.
•
• Asam ArachidonatAsam Arachidonat
Asam Arachidonat merupakan suatu jenis asam lemak yang
Asam Arachidonat merupakan suatu jenis asam lemak yang berfungsi sebagai substrat dalamberfungsi sebagai substrat dalam
memproduksi Prostaglandin.
memproduksi Prostaglandin.
lipid pada signaling
lipid pada signaling
pathway
•
•
Insulator
Insulator
Insulator berfungsi untuk menghambat
Insulator berfungsi untuk menghambat
terjadinya proses perpindahan panas. Pada
terjadinya proses perpindahan panas. Pada
kasus ini, lipid dapat dimanfaatkan sebagai
kasus ini, lipid dapat dimanfaatkan sebagai
insulator alami bagi tubuh pada saat suhu
insulator alami bagi tubuh pada saat suhu
lingkungan sedang sangat ekstrim.
lingkungan sedang sangat ekstrim.
•
•
Termogenesis
Termogenesis
Thermogenesis adalah suatu proses dimana
Thermogenesis adalah suatu proses dimana
lipid dapat memproduksi panas di dalam tubuh.
lipid dapat memproduksi panas di dalam tubuh.
fungsional: lipid sebagai
fungsional: lipid sebagai
pemelihara suhu tubuh
pemelihara suhu tubuh
Brown fat berfungsi untuk menjaga suhu tubuh
Brown fat berfungsi untuk menjaga suhu tubuh
(thermogenenin) yang terjadi pada mitokondria dari
(thermogenenin) yang terjadi pada mitokondria dari
brown fat.
brown fat.
White fat berfungsi untuk memproduksi hormon dan
Asam lemak esensial (essential fatty acid)
Asam lemak esensial (essential fatty acid)
merupakan sebutan bagi asam
merupakan sebutan bagi asam
lemak yang tidak dapat dibuat sendiri oleh suatu spesies hewan (termasuk
lemak yang tidak dapat dibuat sendiri oleh suatu spesies hewan (termasuk
manusia), atau dapat dibuat
manusia), atau dapat dibuat
tetapi tidak mencukupi kebutuhan minimal
tetapi tidak mencukupi kebutuhan minimal
yang diperlukan untuk memenuhi fungsi fisiologinya.
yang diperlukan untuk memenuhi fungsi fisiologinya.
Contoh:
Contoh:
Asam Linoleat
Asam Linoleat
Asam Linolenat
Asam Linolenat
fungsional: lipid sebagai
fungsional: lipid sebagai
penyuplai lemak esensial
Fungsi dari lipid berikutnya adalah
Fungsi dari lipid berikutnya adalah
sebagai pelarut vitamin. Namun, tidak
sebagai pelarut vitamin. Namun, tidak
semua vitamin dapat larut di lipid
semua vitamin dapat larut di lipid
melainkan hanya vitamin A, D, E, dan
melainkan hanya vitamin A, D, E, dan
K. Vitamin ini dapat larut
K. Vitamin ini dapat larut
di lipid
di lipid
dikarenakan keduanya memiliki bentuk
dikarenakan keduanya memiliki bentuk
struktural yang hampir sama antara
struktural yang hampir sama antara
lipid dan keempat vitamin tersebut.
lipid dan keempat vitamin tersebut.
fungsional: lipid sebagai
fungsional: lipid sebagai
pelarut vitamin
Steroid adalah zat lipid yang sangat
Steroid adalah zat lipid yang sangat
penting dan tersebar luas dalam tubuh
penting dan tersebar luas dalam tubuh
hewan.Steroid meliputi sterol, asam
hewan.Steroid meliputi sterol, asam
empedu, hormon adrenal, dan hormon
empedu, hormon adrenal, dan hormon
sex. Dalam tubuh manusia steroid
sex. Dalam tubuh manusia steroid
berfungsi sebagai hormon.Beberapa
berfungsi sebagai hormon.Beberapa
hormon reproduktif merupakan steroid,
hormon reproduktif merupakan steroid,
misalnya testosteron dan progesterone
misalnya testosteron dan progesterone
dan estrogen
dan estrogen
fungsional: lipid sebagai
fungsional: lipid sebagai
prekursor hormon
•
•
Pada umumnya kulit terdiri atas
Pada umumnya kulit terdiri atas
beberapa lapisan salah satunya
beberapa lapisan salah satunya
dermis. Lapisan dermis tersusun atas
dermis. Lapisan dermis tersusun atas
lemak, kolagen dan air
lemak, kolagen dan air
•
•
Lemak yang terdapat pada lapisan
Lemak yang terdapat pada lapisan
dermis ini membantu kulit mencegah
dermis ini membantu kulit mencegah
terjadinya kekeringan.
terjadinya kekeringan.
•
•
Asam lemak tak jenuh tunggal juga
Asam lemak tak jenuh tunggal juga
melindungi
melindungi
kulit
kulit
dari ke
dari ke
rusakan
rusakan
oleh
oleh
radikal bebas, misalnya pada minyak
radikal bebas, misalnya pada minyak
zaitun, sehingga dapat mencegah
zaitun, sehingga dapat mencegah
kekeringan.
kekeringan.
fungsional: lipid sebagai
fungsional: lipid sebagai
pencegah kekeringan kulit
Lipis bertindak sebagai Shock
Lipis bertindak sebagai Shock
absorber untuk melindungi
absorber untuk melindungi
organ-organ vital. Pada lipid atau lemak yang
organ vital. Pada lipid atau lemak yang
bertindak sebagai Shock absorber
bertindak sebagai Shock absorber
adalah jaringan subkutan pada kulit.
adalah jaringan subkutan pada kulit.
Jaringan subkutan membantu kulit
Jaringan subkutan membantu kulit
terhadap goncangan
terhadap goncangan
fungsional: lipid sebagai
fungsional: lipid sebagai
pelindung organ vital
BIOSINTESIS LIPID
Karena atom karbon asam lemak diturunkan dari Asetil KoA, maka pada perkiraan Karena atom karbon asam lemak diturunkan dari Asetil KoA, maka pada perkiraan Pertama tampaknya sintesis dari biomolekul lemak
Pertama tampaknya sintesis dari biomolekul lemak ini terjadi melalui reversi ini terjadi melalui reversi daridari
Oksidasi Beta yang mendegradasi asam lemak menjadi asetil KoA. Namun sementara Oksidasi Beta yang mendegradasi asam lemak menjadi asetil KoA. Namun sementara Oksidasi beta bertempat di
Oksidasi beta bertempat di mitokondria, sintesis asam lemak terjadi mitokondria, sintesis asam lemak terjadi dalam membrandalam membran retikulum
retikulum endoplasmendoplasmaa
Setelah terbentuk asetil KoA untuk melakukan sintesis asam lemak yang menghasilkan Setelah terbentuk asetil KoA untuk melakukan sintesis asam lemak yang menghasilkan asam Palmitat diperlukan malonil KoA agar terbentuk asetoasetil ACP yang akan
asam Palmitat diperlukan malonil KoA agar terbentuk asetoasetil ACP yang akan disintesis dalam Beberapa tahap yaitu tahap
disintesis dalam Beberapa tahap yaitu tahap kondensasi, reduksi pertama dehidrasi,kondensasi, reduksi pertama dehidrasi, reduksi kedua, pemanjangan rantai dan tahap pengulangan dengan penambahan reduksi kedua, pemanjangan rantai dan tahap pengulangan dengan penambahan malonil KoA .
malonil KoA .
biosintesis asam lemak
biosintesis asam lemak
biosintesis asam lemak
biosintesis asam lemak
https://www.youtube.com/watch?v=sTk3DLGG3Fo
Setelah terbentuk butiril ACP selanjutnya malonil ACP bergabung dengan 4 karbon butiril Setelah terbentuk butiril ACP selanjutnya malonil ACP bergabung dengan 4 karbon butiril Untuk membenttuk 6 karbon ACP. Rantai karbon diperpanjang oleh dua karbon setiap Untuk membenttuk 6 karbon ACP. Rantai karbon diperpanjang oleh dua karbon setiap Siklus sintesis asam
Siklus sintesis asam lemak selesai ketika lemak selesai ketika palmitoil Acp bereaksi dengan air (hidrolisis)palmitoil Acp bereaksi dengan air (hidrolisis) membentuk Asam Palmitat.
membentuk Asam Palmitat.
biosintesis asam lemak
••
Esterifikasi asam
Esterifikas
i asam lemak dengan gliserol.
lemak dengan gliserol.
••
Gliserol-3P untuk esterifikasi :
Gliserol-3P untuk esterifikasi :
DHAP + NADH + H
DHAP + NADH + H++ L-gliserol-L-gliserol-3P 3P + + NADNAD++
Gliserol
Gliserol + + AATP TP Gliserol-3P Gliserol-3P + + ADPADP
biosintesis trigliserida
Esterifikasi
Esterifikasi
HO HO OH OH OP OP Gliserol-3P Gliserol-3P R-CO-S-CoA R-CO-S-CoA R-CO-S-CoA R-CO-S-CoA Diasilgliserol-3P Diasilgliserol-3P (asam fos(asam fosfatidfatidat)at)
R R OO O O OP OP C C O O C C R R O O H H22OO R R OO O O OH OH C C O O C R C R O O 1,2-Diasilgliserol 1,2-Diasilgliserol + + PiPi R-CO-S-CoA R-CO-S-CoA R R OO O O O O C C O O C C R R O O R R O O C C + + CoASH CoASH Triasilgliserol Triasilgliserol biosintesis trigliserida biosintesis trigliserida
Sintesis fosfolipid dimulai dengan penambahan asetil KoA yang biasanya saturated Sintesis fosfolipid dimulai dengan penambahan asetil KoA yang biasanya saturated hingga menghasilkan gliserol 3
hingga menghasilkan gliserol 3 fosfat dalam posisi sn-1 fosfat dalam posisi sn-1 untuk memproduksi asamuntuk memproduksi asam lisofosfatidi
lisofosfatidik yang k yang dikatalisis oleh gliserol 3 fosfat dikatalisis oleh gliserol 3 fosfat asiltranferase. Ada asiltranferase. Ada dua bentukdua bentuk dari enzim ini yang pertama dapat ditemukan di membran luar mitokondria dan dari enzim ini yang pertama dapat ditemukan di membran luar mitokondria dan yang satu lagi ditemukan di
yang satu lagi ditemukan di retikulum endoplasma. Asam lemak retikulum endoplasma. Asam lemak asil KoA asil KoA yang lebihyang lebih sering dalam bentuk unsaturated ditambahkan ke asam lisofosfatidik dalam posisi sn-2 sering dalam bentuk unsaturated ditambahkan ke asam lisofosfatidik dalam posisi sn-2 oleh asilgliserol 3 fosfat untuk membentuk asam fosfatidik yang terjadi di retikulum oleh asilgliserol 3 fosfat untuk membentuk asam fosfatidik yang terjadi di retikulum Endoplasma.
Endoplasma.
Ada dua mekanisme yang berbeda dalam sintesis asam fosfatidik, yaitu yang pertama Ada dua mekanisme yang berbeda dalam sintesis asam fosfatidik, yaitu yang pertama melibatkan
melibatkan hidrolisis dari gugus hidrolisis dari gugus asam fosfat asam fosfat yang menghasilkan yang menghasilkan diasilgliseroldiasilgliserol. Hal . Hal iniini dicapai melalui asam fosfatidit fosfatase di sitosol (juga dikenal sebagai lipin) dengan dicapai melalui asam fosfatidit fosfatase di sitosol (juga dikenal sebagai lipin) dengan asam fosfatidat dalam membran retikulum endoplasma. Diasilgliserol digunakan dalam asam fosfatidat dalam membran retikulum endoplasma. Diasilgliserol digunakan dalam jalur
jalur biosinbiosintesis tesis berikuberikutnya tnya untuk untuk fosfatfosfatidilidilkolin kolin dan dan phosphaphosphatidyletidylethanolthanolamine.amine. Diasilgliserol juga prekursor bentuk penyimpanan energi utama, triasilgliserol
Diasilgliserol juga prekursor bentuk penyimpanan energi utama, triasilgliserol
biosintesis fosfolipid
Metode kedua dimana asam fosfatidat digunakan untuk
Metode kedua dimana asam fosfatidat digunakan untuk mensintesismensintesis fosfolipid tambahan menggunakan cytidine trifosfat (CTP)
fosfolipid tambahan menggunakan cytidine trifosfat (CTP) sebagaisebagai sumber energi dan menciptakan molekul CDP-diasilgliserol. Secara sumber energi dan menciptakan molekul CDP-diasilgliserol. Secara keseluruhan, mekanisme ini memungkinkan untuk penggantian gugus keseluruhan, mekanisme ini memungkinkan untuk penggantian gugus fosfat dari asam fosfatidat oleh kelompok fungsional lainnya fosfat untuk fosfat dari asam fosfatidat oleh kelompok fungsional lainnya fosfat untuk membentuk phosphatidylin
membentuk phosphatidylinositol, fosfatidilgliserol dan ositol, fosfatidilgliserol dan cardiolipin (jugacardiolipin (juga dikenal sebagai
dikenal sebagai fosfatidilgliserofosfatidilgliserol)l)
Senyawa fosfogliserida utama yang merupakan komponen membrane Senyawa fosfogliserida utama yang merupakan komponen membrane sel dan
sel dan lipoprotein adalah fosfatidiletanolamlipoprotein adalah fosfatidiletanolamin, fosfatidilkolin,in, fosfatidilkolin, fosfatidilserin,
fosfatidilserin, fosfatidilnositol, fosfatidilnositol, dan dan kardiolipin. kardiolipin. ..
biosintesis fosfolipid
Dimulai dengan proses fosforilasi etanolamin oleh ATP
Dimulai dengan proses fosforilasi etanolamin oleh ATP
menghasilkan fosfoetanolam
menghasilkan fosfoetanolamin. Reaksi
in. Reaksi ini dikatalisis oleh
ini dikatalisis oleh
enzim etanolamin kinase.
enzim etanolamin kinase. Selanjutnya fosfoetanolamin
Selanjutnya fosfoetanolamin
bereaksi dengan sitidin trifosfat (CTP) mengahsilkan sitidin
bereaksi dengan sitidin trifosfat (CTP) mengahsilkan sitidin
difosfoetanolam
difosfoetanolamin (cp-ethanolamin), dikatalisis
in (cp-ethanolamin), dikatalisis oleh enzim
oleh enzim
fosfoetanolam
fosfoetanolamin
in sitidil transferase.
sitidil transferase.
Pada akhir tahap
Pada akhir tahap biosintesis fosfatidiletanolam
biosintesis fosfatidiletanolamin, bagian
in, bagian
sitidin monofosfat (CMP) dari
sitidin monofosfat (CMP) dari CDP-ethanolam
CDP-ethanolamine
ine
dilepaskan, sedangkan bagian
dilepaskan, sedangkan bagian fosfoetanolam
fosfoetanolaminnya
innya
dipindahkan ke molekul diasilgliserol. Reaksi ini
dipindahkan ke molekul diasilgliserol. Reaksi ini dikatalisis
dikatalisis
oleh enzim fosfoetanolamin transferase yang terdapat di
oleh enzim fosfoetanolamin transferase yang terdapat di
dalam membrane reticulum endoplasma
dalam membrane reticulum endoplasma
jalur biosintesis
jalur biosintesis
fosfatidiletanolamin
!""#$%&'(&)*+, ./0 $(1'*)2'3&*$
!""#$%&'(&)*+, ./0 $(1'*)2'3&*$ 4&*'+$5 .64&*'+$5 .60 768,91)+91)$(1'*)2'3&*$0 768,91)+91)$(1'*)2'3&*$ :;(&<;2;2(#'*+=$#'+$5 .860 7>8?$(1'*)2'3&*$,@0A?<&':;2B;2:$#)2
:;(&<;2;2(#'*+=$#'+$5 .860 7>8?$(1'*)2'3&*$,@0A?<&':;2B;2:$#)2
$(1'*)2'3&*$91)+91)(#'*+=$'+$5 8C>0 91)+91'(&<;2+$#&*$ <$:'#")D;2'+$5 $(*0 $(1'*)2'3&*$91)+91)(#'*+=$'+$5 8C>0 91)+91'(&<;2+$#&*$ <$:'#")D;2'+$5 $(*0 $(1'*)2'3&*$5 8?$(*0 91)+91)$(1'*)2'3&*$5 7>8?$(*0 :;(&<&*$ <&91)+91'($? $(1'*)2'3&*$5 8?$(*0 91)+91)$(1'*)2'3&*$5 7>8?$(*0 :;(&<&*$ <&91)+91'($? $(1'*)2'3&*$5 EFF0 )G($# 3&():1)*<#&'2 3$3"#'*$5 HFF0 &**$#
$(1'*)2'3&*$5 EFF0 )G($# 3&():1)*<#&'2 3$3"#'*$5 HFF0 &**$# 3&():1)*<#&'23&():1)*<#&'2 3$3"#'*$I 3$3"#'*$I jalur biosintesis jalur biosintesis fosfatidiletanolamin fosfatidiletanolamin
••
Pembentukan fosfatidilkolin di dalam jaringan hewan dapat
Pembentukan fosfatidilkolin di dalam jaringan hewan dapat
berlangsung dengan dua macam:
berlangsung dengan dua macam:
••
Proses metilasi gugus amino dari fosfatidiletanolamin
Proses metilasi gugus amino dari fosfatidiletanolamin
dengan S-adenosil metionin sebagai donor gugus metal
dengan S-adenosil metionin sebagai donor gugus metal
yang dikatalisis oleh enim fosfatidiletanolamin
yang dikatalisis oleh enim fosfatidiletanolamin
metiltransferase.
metiltransferase.
••
Dimulai dengan kolin sebagai senyawa pemulanya dan
Dimulai dengan kolin sebagai senyawa pemulanya dan
jalur reaksi pembentukan fosfatidilkolin berlangsun
jalur reaksi pembentukan fosfatidilkolin berlangsung
g
seperti untuk biosintesis fosfatidiletanolamin. Dalam hal ini
seperti untuk biosintesis fosfatidiletanolamin. Dalam hal ini
dilibatkan tiga macam enim, berturut-turut: kolin kinase,
dilibatkan tiga macam enim, berturut-turut: kolin kinase,
untuk pemben
untuk pembentukan fosfokolin d
tukan fosfokolin dari kolin dan A
ari kolin dan ATP ;
TP ;
fosfokolin sitidiltransferase, untuk pembentukan CDP-kolin
fosfokolin sitidiltransferase, untuk pembentukan CDP-kolin
dari fosfokolin dan CTP ;dan fosfokolin transferase, untuk
dari fosfokolin dan CTP ;dan fosfokolin transferase, untuk
pembentukn fosfatidilkolin dari CDP-kolin dan diasilgliserol
pembentukn fosfatidilkolin dari CDP-kolin dan diasilgliserol
jalur biosintesis
jalur biosintesis
fosfatidilkolin
Abbreviations: CK, choline kinase; CT, CTP:phosphocholine cytidylyltransferase; Abbreviations: CK, choline kinase; CT, CTP:phosphocholine cytidylyltransferase; CPT, CDP-choline:1,2-diacylgylcerol cholinephosphotransferase; PEMT,
CPT, CDP-choline:1,2-diacylgylcerol cholinephosphotransferase; PEMT, phosphatidylethanolamine
phosphatidylethanolamine N N -methyltransferase; P-choline, phosphocholine; CDP--methyltransferase; P-choline, phosphocholine;
CDP-jalur biosintesis
jalur biosintesis
fosfatidilkolin
•• Dalam jaringan hewan, fosfatidilserin terbentuk dari reaksi antaraDalam jaringan hewan, fosfatidilserin terbentuk dari reaksi antara fosfatidiletanolamin dengan serin :
fosfatidiletanolamin dengan serin :
•• FosfatidiletanFosfatidiletanolamin + olamin + serinserin bolak balik fosfatidilserin + etanolaminbolak balik fosfatidilserin + etanolamin Sebaliknya, fosfatidiletan
Sebaliknya, fosfatidiletanolamin dapat terbentuk olamin dapat terbentuk dari fosfatidilserin dengandari fosfatidilserin dengan proses dekarboksilasi :
proses dekarboksilasi : Fosfatidilseri
Fosfatidilserin n fosfatidiletfosfatidiletanolami + anolami + COCO22
•• Dalam sel bakteri, seperti bakteri Dalam sel bakteri, seperti bakteri Escheria coli, pembentukanEscheria coli, pembentukan fosfatidilserin berlang
fosfatidilserin berlangsung dengan jalur reaksi sung dengan jalur reaksi yang berbeda pada jarringanyang berbeda pada jarringan hewan. Jalur reaksi dimulai dengan pengaktifan asam fosfatidat oleh
hewan. Jalur reaksi dimulai dengan pengaktifan asam fosfatidat oleh CTPCTP menghasilkan sitidin difosfat diasilgliserol, dikatalisis oleh enzim
menghasilkan sitidin difosfat diasilgliserol, dikatalisis oleh enzim fosfatidatsitid
fosfatidatsitidintransferase. Pada intransferase. Pada tahap reaksi tahap reaksi berikutnya, CDP-diasilgliserolberikutnya, CDP-diasilgliserol bereaksi dengan serin, dikatalisis oleh enzim CDP-diasilgliserol serin bereaksi dengan serin, dikatalisis oleh enzim CDP-diasilgliserol serin O-fosfatidiltran
fosfatidiltransferase, menghasilkan fosfatidilserin dan sferase, menghasilkan fosfatidilserin dan sitidin monofosfat (CMP).sitidin monofosfat (CMP). jalur biosintesis
jalur biosintesis
fosfatidilserin
jalur biosintesis
jalur biosintesis
fosfatidilserin
Dalam jaringan hewan, CDP-diasilgliserol (yang terbentuk
Dalam jaringan hewan, CDP-diasilgliserol (yang terbentuk
dari asam fosfatidat) berperan sebagai senyawa sumber
dari asam fosfatidat) berperan sebagai senyawa sumber
untuk biosintesis fosfatidilinositol dan fosfatidilgliserol.
untuk biosintesis fosfatidilinositol dan fosfatidilgliserol.
Fosfatidilinositol terbentuk dari reaksi antara
Fosfatidilinositol terbentuk dari reaksi antara
diasilgliserol dan inositol, yang dikatalisis oleh enzim
diasilgliserol dan inositol, yang dikatalisis oleh enzim
CDP-diasilgliserol inositol transferase.
diasilgliserol inositol transferase. Di dalam jaringan otak
Di dalam jaringan otak
fosfatidilinositol dapat
fosfatidilinositol dapat difosforilasi oleh A
difosforilasi oleh ATP menghasilkan
TP menghasilkan
fosfatidilinositol-monofo
fosfatidilinositol-monofosfat, -difosfat
sfat, -difosfat dan seterusnya
dan seterusnya
mengahsilkan senyawa polifosfoinositida, yang
mengahsilkan senyawa polifosfoinositida, yang peranannya
peranannya
di dalam otak belum jelas
di dalam otak belum jelas
jalur biosintesis
jalur biosintesis
fosfatidilinositol
Fosfatidilgliserol terbentuk dari CDP-diasilgliserol. Jalur reaksi
Fosfatidilgliserol terbentuk dari CDP-diasilgliserol. Jalur reaksi dimulai
dimulai
dengan pembentukan 3-fosfatidil-1gliserol-3-fos
dengan pembentukan 3-fosfatidil-1gliserol-3-fosfat dari
fat dari CDP-
CDP-diasilgliserol dan gliserol-3-fosfat, dikatalisis oleh
diasilgliserol dan gliserol-3-fosfat, dikatalisis oleh enim gliserolfosfat
enim gliserolfosfat
fosfatidiltransferase.
fosfatidiltransferase. Fosfatidil gliserol yang terbentuk ini
Fosfatidil gliserol yang terbentuk ini merupakan
merupakan
pra zat untuk biosintesis difosfatidilgliserol, yang secara umum disebut
pra zat untuk biosintesis difosfatidilgliserol, yang secara umum disebut
kardiolipin. Dua puluh persen
kardiolipin. Dua puluh persen lipida yang terdapat dalam membrane
lipida yang terdapat dalam membrane
mitokondrion sel hewan merupakan kardiolipin.
mitokondrion sel hewan merupakan kardiolipin.
Di dalam sel
Di dalam sel bacteria pembentukan kardiolipin tidak menggunakan
bacteria pembentukan kardiolipin tidak menggunakan
CDP-diasilgliserr
CDP-diasilgliserrol, melainkan langsung
ol, melainkan langsung tertjadi dari reaksi
tertjadi dari reaksi kondensasi
kondensasi
dua molekul fosfatidilgliserol
dua molekul fosfatidilgliserol
jalur biosintesis
jalur biosintesis
kardiolipin
!
!
/)2$+($#)2 ($#<'9'( 9'<' +$3G' J'#&*B'* 1$K'* <'*
/)2$+($#)2 ($#<'9'( 9'<' +$3G' J'#&*B'* 1$K'* <'*
3'*G+&'
3'*G+&'
!!
L&)+&*($+&+ <&2'4G4'* <&
L&)+&*($+&+ <&2'4G4
'* <& , 1'(&0 4G2&(0
, 1'(&0 4G2&(0 B&*J'20 4$2$*J'#
B&*J'20 4$2$*J'#
4$2'3&*0
4$2'3&*0
J'#&*B'* 2$3'40 J
J'#&*B'* 2$3'40 J'#&*B'* )()( <'* )
'#&*B'* )()( <'* )('4
('4
!!
6'1'9 J'2G# "&)+&*($+&+ 4)2$+($#)2 '<' M "'B&'* ,
6'1'9 J'2G# "&)+&*($+&+ 4)2$+($#)2 '<' M "'B&'* ,
@I 9$3"$*(G4'* F.N!OEP!6 <'#& '+$('(
@I 9$3"$*(G4'* F.N!OEP!6 <'#& '+$('(
AI 9$3"$*(G4'* C/Q!O.P <'#& 3$%'2)*'(
AI 9$3"$*(G4'* C/Q!O.P <'#& 3$%'2)*'(
MI
MI 9$3"$*(G4'* /
9$3"$*(G4'* /EO.C6.REO
EO.C6.REO <'#& +4G'2$*
<'#& +4G'2$*
biosintesis kolesterol
@ @ AA M M S S biosintesis kolesterol biosintesis kolesterol
Ket:
Ket:
1. kondensasi
1. kondensasi
2. konversi
2. konversi
3. polimerisasi
3. polimerisasi
4. Siklisasi (membentuk 4
4. Siklisasi (membentuk 4
cincin inti steroid)
biosintesis kolesterol
biosintesis kolesterol
ENERGI, MAKANAN, DAN FARMASI ENERGI, MAKANAN, DAN FARMASI
APLIKASI LIPID
B
Biio
od
diie
es
se
ell
B
Biio
oa
ad
diittiiff
energi
energi: biodiesel
•• Minyak atsiri sebagai bio aditif pada bahan bakarMinyak atsiri sebagai bio aditif pada bahan bakar minyak (BBM) dimaksudkan untuk
minyak (BBM) dimaksudkan untuk meningkatkanmeningkatkan efisiensi proses pembakaran bahan bakar minyak efisiensi proses pembakaran bahan bakar minyak •• Minyak ini tersusun dari senyawa-senyawaMinyak ini tersusun dari senyawa-senyawa
organik hidrokarbon yang spesifik dan organik hidrokarbon yang spesifik dan hidrokarbon oksigenat.
hidrokarbon oksigenat.
•• Minyak seraiwangi dengan kandunganMinyak seraiwangi dengan kandungan
hidrokarbon yang diharapkan bisa dijadikan hidrokarbon yang diharapkan bisa dijadikan sebagai additif untuk bahan bakar minyak. sebagai additif untuk bahan bakar minyak.
•• Atas dasar itu minyak atsiri Atas dasar itu minyak atsiri dari seraiwangi telahdari seraiwangi telah diteliti dan diformulasikan menjadi aditif untuk diteliti dan diformulasikan menjadi aditif untuk meningkatkan kinerja bahan bakar minyak. meningkatkan kinerja bahan bakar minyak.
energi: bioaditif
M
Meenntteeggaa MMaarrggaarriinn EsEs krim
krim
Roti
Roti
Minyak Minyak goreng goreng Santan Santan InstanInstan CokelatCokelat
makanan
Kapsul Minyak Ikan
Kapsul Minyak Ikan
Lipid in
Lipid in trans-dermal application
trans-dermal applications
s
Lipid in oral drug delivery
Lipid in oral drug delivery
farmasi
Kapsul Minyak Ikan
Kapsul Minyak Ikan
••
Minyak Ikan mengandung asam lemak Omega-3 (asam
Minyak Ikan mengandung asam lemak Omega-3 (asam
eicosapentaeonic dan asam
eicosapentaeonic dan asam decosahexaenoic)
decosahexaenoic)
••
Omega 3 pada
Omega 3 pada minyak ikan dimanfaatkan untuk
minyak ikan dimanfaatkan untuk
mengurangi resiko penyakit jantung dan stroke, melarutkan
mengurangi resiko penyakit jantung dan stroke, melarutkan
kolesterol dalamdarah dan mempertahankan kinerja otak
kolesterol dalamdarah dan mempertahankan kinerja otak
dan sistem saraf
•
•
Lipid banyak digunakan dalam
Lipid banyak digunakan dalam
aplikasi pemberian obat secara
aplikasi pemberian obat secara
oral.
oral.
•
•
Pada dasarnya, obat-obatan
Pada dasarnya, obat-obatan
lipofil dapat ditingkatkan
lipofil dapat ditingkatkan
bioavailabilitasnya dengan cara
bioavailabilitasnya dengan cara
penambahan asam lemak
penambahan asam lemak
sehingga lebih banyak diserap
sehingga lebih banyak diserap
oleh sistem limfatik.
oleh sistem limfatik.
•
•
Penambahan gugus asam lemak
Penambahan gugus asam lemak
juga meningkatk
juga meningkatk
an permeabilitas
an permeabilitas
terhadap membran mukosa usus,
terhadap membran mukosa usus,
juga penghalang epit
juga penghalang epit
el lainnya.
el lainnya.
Lipid in Oral Drug Delivery
Lipid in Oral Drug Delivery
•• Penggunaan liposom telah banyakPenggunaan liposom telah banyak dilakukan untuk obat oles. Meskipun dilakukan untuk obat oles. Meskipun mekanismenya tidak secara lengkap mekanismenya tidak secara lengkap dijelaskan, namun telah disugestikan dijelaskan, namun telah disugestikan bahwa liposom secara utuh mampu bahwa liposom secara utuh mampu melewati lapisan terluar kulit yang melewati lapisan terluar kulit yang kaya lemak menuju dermis, dimana kaya lemak menuju dermis, dimana ia ditempatkan.Transfer ini dibantu ia ditempatkan.Transfer ini dibantu oleh jalur folikel
oleh jalur folikel
Ada beberapa keuntungan yang Ada beberapa keuntungan yang diperoleh dalam pengiriman obat diperoleh dalam pengiriman obat secara transdermal yaitu:
secara transdermal yaitu: 1.
1. Melewati metabolisme pencernaanMelewati metabolisme pencernaan dan hati
dan hati 2.
2. Potensi untuk meningkatkanPotensi untuk meningkatkan efektivitas
efektivitas 3.
3. EfEfek ek sasampmpining yg yanang lg lebebih ih rerendndahah 4.
4. Meningkatkan pemenuhan pasienMeningkatkan pemenuhan pasien akan obat karena mudahnya
akan obat karena mudahnya aplikasi dan rendahnya dosis aplikasi dan rendahnya dosis