Modul
Modul Pelatihan
Pelatihan T
Tenaga
enaga K
Keseha
esehatan
tan di
di
Pusk
Puskemas tentan
emas tentang Kesehatan Jiwa
g Kesehatan Jiwa
GANGGU
GANGGU
AN
AN
PERKEMBANGAN
PERKEMBANGAN
DAN GANGGUAN PERILAKU
DAN GANGGUAN PERILAKU
PADA ANAK
PADA ANAK
PELATIHAN KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA MASYARAKAT PELATIHAN KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA MASYARAKAT
DINAS
DINAS KESEHATKESEHATAN AN KABUPKABUPAATEN TEN LOMBOK LOMBOK TENGAHTENGAH PRA
GANGGUAN PERKEMBANGAN DAN
GANGGUAN PERKEMBANGAN DAN
GANGGUAN PERILAKU PADA ANAK
GANGGUAN PERILAKU PADA ANAK
Tujuan Pembelajaran Umum
Tujuan Pembelajaran Umum: Mampu
: Mampu
melakukan tatalaksana masalah anak dengan
melakukan tatalaksana masalah anak dengan
Gangguan
Gangguan Perkembangan
Perkembangan dan
dan Gangguan
Gangguan Perilaku
Perilaku
T
Tujuan
ujuan Pembelajaran
Pembelajaran Khusus:
Khusus:
1.
1.
Mampu Mengindentifkasi gangguan
Mampu Mengindentifkasi gangguan
perkembangan dan gangguan perilaku
perkembangan dan gangguan perilaku
2.
2.
Mampu Mendiagnosis gangguan perkembangan
Mampu Mendiagnosis gangguan perkembangan
dan gangguan perilaku
dan gangguan perilaku
3.
3.
Mampu Memberikan nter!ensi Psikososial
Mampu Memberikan nter!ensi Psikososial
".".
Mampu Memberikan inter!ensi #armakologis
Mampu Memberikan inter!ensi #armakologis
d
P&'()(
P&'()(
P)M*)+
P)M*)+
,J,&
,J,&
,-
,-No
No
P
Prrooggrraamm RRiinncciiaan n eeggiiaa!!aann ""aa!!uu
11.. PPeennddaahhuulluuaann MMeennjjeellaasskkaan n llaattaar r bbeellaakkaanng g mmhhGGAAP P ggaanngggguuaan n ppssiikkiiaattrri i aannaakk Berdiskusi tentang besarnya masalah kesehatan jiwa anak di Berdiskusi tentang besarnya masalah kesehatan jiwa anak di masyarakat melalui pengalaman peserta
masyarakat melalui pengalaman peserta
10 menit 10 menit
2.
2. PrPre-e-tetes s SSal al akakan an didisussusun un dadalalam m bebentntuk uk kakasusus s dedengngan an mmdedel l sasall kmbinasi antara
kmbinasi antara multiple !hi!e "uestin multiple !hi!e "uestin dan benar-salah. dan benar-salah. Sal akan dititikberatkan pada pengenalan gejala# diagnsis# Sal akan dititikberatkan pada pengenalan gejala# diagnsis# dan ren!ana tatalaksana psikssial
dan ren!ana tatalaksana psikssial
10 menit 10 menit $$.. PPeennjjeellaassaan mn maatteerrii %eri# &denti'ikasi %eri# &denti'ikasi dan (iagnsis dan (iagnsis Gangguan Gangguan Perkembangan Perkembangan Penyampaian Materi Penyampaian Materi 1.
1.Perkembangan nrmal anakPerkembangan nrmal anak 2.
2.Pengertian Gangguan PerkembanganPengertian Gangguan Perkembangan $.
$.Besaran MasalahBesaran Masalah ).
).*aktr-'aktr risik dan pelindung*aktr-'aktr risik dan pelindung +.
+.Gejala klinis dan diagnsis Gangguan PerkembanganGejala klinis dan diagnsis Gangguan Perkembangan
Per,asi' Per,asi'
.
.Gejala klinis dan diagnsis etardasi MentalGejala klinis dan diagnsis etardasi Mental /.
/.Masalah emsi dan perilaku yang terkait denganMasalah emsi dan perilaku yang terkait dengan
Gangguan Perkembangan Gangguan Perkembangan (iskusi dan %anya awab (iskusi dan %anya awab
)+ menit )+ menit
P&'()(
P)M*)+,J,&,-No
Program Rincian egia!an "a!u
). Penjelasan materi %atalaksana Gangguan Perkembangan
Penyampaian Materi 1.&nter,ensi psikssial
2.&nter,ensi pada masalah emsi dan perilaku yang menyertai Gangguan Perkembangan $.Melakukan rujukan kasus
(iskusi dan %anya awab
)+ menit
+. Penjelasan materi %eri# &denti'ikasi dan (iagnsis Gangguan Perilaku
Penyampaian Materi
1.Pengertian Gangguan Perilaku 2.Besaran Masalah
$.*aktr-'aktr risik dan pelindung
).Gejala klinis dan diagnsis Gangguan Pemusatan Perhatian dan iperakti'itas +.Gejala klinis dan diagnsis Gangguan Perilaku lainnya
.mrbiditas
(iskusi dan %anya awab
)+ menit . Penjelasan materi %atalaksana Gangguan Perilaku Penyampaian Materi 1.&nter,ensi psikssial
2.&nter,ensi pada masalah emsi dan perilaku yang menyertai Gangguan Perkembangan $.Melakukan rujukan kasus
(iskusi dan %anya awab
)+ menit
/. (iskusi asus ertas a. Peserta dibagi dalam kelmpk
b. (isediakan 2 kasus kertas tentang Gangguan Perkembangan dan 2 kasus kertas tentang Gangguan Perilaku
!. Pertanyaan diskusi3 identi'ikasi masalah 4medis# psiklgis# ssial5# kemungkinan diagnsis
d. Presentasi dari masing-masing kelmpk
P&'()(
P)M*)+,J,&,-No
Program Rincian egia!an "a!u
6. .le play 1. Peserta dibagi dalam kelmpk yang terdiri dari )-+ rang. 2. (i dalam kelmpk ke!il minta 1 rang peserta bermain
sebagai keluarga pasien yang membawa anaknya
berknsultasi# 1 rang sebagai tenaga kesehatan# dan 2-$ rang lainnya sebagai pengamat
$. (isiapkan 2 situasi3
a. Gangguan Perkembangan b. Gangguan Perilaku
1. Memberikan umpan balik setiap kali selesai 1 skenari
)+ menit
7. Pst test dan umpan balik
Menggunakan materi yang sama dengan pre test 10 menit
10. Pembahasan sal pst test dan penutup
T,,P/T,,P
P)&K)M*,-G,-,-,K
Perkembangan motorik kasar
#enis $erembangan Umur
Tengkurap " bulan
Terlentang dan tengkurap 0 bulan
uduk ditopang 0 bulan
uduk tanpa ditopang bulan
Meraap 4 bulan
uduk sendiri 5 bulan
Merangkak 5 bulan
&ambatan 6 bulan
*er7alan 12 bulan
*er7alan mundur 1" bulan
*erlari 1 bulan
*er7alan naik tangga 28 bulan
Perkembangan motorik halus
#enis $erembangan Umur
Telapak tangan terbuka 3 bulan
Menatukan kedua tangan " bulan Memindahkan benda antara kedua tangan 0 bulan
Meraih unilateral bulan
Mengambil benda ke9il dengan 7ari 6/11 bulan Minum dari gelas sendirimenggunakan
sendok
12 bulan
Men9oret 12 bulan
Meniru membuat garis 10 bulan
Menusun 2 kubus 10 bulan
Menusun 3 kubus 1 bulan
Membuat garis spontan 15 bulan
Membuat garis horisontal dan !ertikal 20/24 bulan Meniru membuat lingkaran 38 bulan
Perkembangan berbahasa
Kemam$uan berbahasa umur &eaksi terhadap suara 8;0 bulan (enum sosial 0 minggu Mengeluarkan suara <aguu/aguu..= 2 bulan Menggumam bulan Mengu9apkan <dada/dada..= 5 bulan Kata pertama ang benar 11 bulan Kata kedua ang benar 12 bulan Kata baru "/ kata 12/10 bulan Menguasai 4/28 kata 1/14 bulan Menguasai 08 kata; kalimat pertama $2 kata% 15/38 bulan Kalimat terdiri dari 3 kata 2/3 tahun Perbendaharaan sampai 1"888 kata; menebut 3
kata si#at; kegunaan benda; bi9ara
sebagianseluruhna dimengerti; menebut " warna; menebut 7enis kegiatan
3/0 tahun
Pengertian bahasa ang lebih kompleks; u9apan dan nada sudah lebih 7elas dan bulat
Perkembangan Kogniti#
Prinsip dasar :
ntelegensi sebagai kemampuan khusus
adaptasi biologis organisme terhadap
lingkungan:
kemampuan bela7ar dari pengalaman
menesuaikan diri dengan situasi baru
memperlakukan konsep2 abstrak
Perkembangan Kogniti#
Usia
Taha$
Kara!eris!i
8/2
tahun
sensorim
otor
Ke9erdasan diperoleh dari akti!itas motorik
dan sensorik
2/4
tahun
Pre/
operasio
nal
Mulai mampu memahami simbol;
melakukan akti!itas mental tetapi belum
terorganisir; tidak sistematik; tidak
beraturan; sering tidak logis
>ontoh: seekor an7ing memiliki " kaki dan
kuda memiliki " kaki; maka an7ing adalah
kuda $kesimpulan transdukti#%
4/11
tahun
Konkret/
operasio
nal
Mampu menelesaikan masalah dengan
pengalaman ang si#atna konkret.
11
tahun
ke atas
?ormal/
operasio
nal
Mampu berpikir abstrak; sistematis; menarik
kesimpulan dari hipotesis
P)&K)M*,-G,-• Perkembangan terlambat: lambat dalam bela7ar
dibandingkan anak/anak seusiana dalam akti!itas seperti tersenum; duduk; berdiri; ber7alan;
bi9arakomunikasi; dan area perkembangan lainna seperti memba9a dan menulis
• Ketidaknormalan dalam komunikasi serta
perilaku ang terbatas dan berulang
• Kesulitan dalam melaksanakan akti!itas sehari/
hari ang sesuai dengan usiana
GANGGUAN PERKEMBANGAN
%ana&remaja'
• Gangguan dalam atensi ang berat dan tidak mampu
untuk #okus; berhenti menger7akan tugas se9ara berulang/ulang sebelum menelesaikanna dan pindah menger7akan tugas lainna
• ,kti!itas berlebihan ang berat: lari/lari berputar
ang tidak bisa dikontrol; sulit untuk dapat duduk diam; bi9ara terus atau bergerak terus
•mpulsi!itas ang berlebihan: melakukan sesuatu
tanpa berpikir terlebih dahulu
• Perilaku berulang dan mengganggu ang lain
$temper tantrums ang sering dan berat; perilaku ang ke7am; tidak patuh ang berat; men9uri%
GANGGUAN PERILAKU (anak-remaja)
GANGGUAN
GANGGUAN
PERKEMBANGAN
PERKEMBANGAN
•
Perkembangan terlambat: lambat dalam
bela7ar dibandingkan anak/anak seusiana
dalam akti!itas seperti tersenum; duduk;
berdiri; ber7alan; bi9arakomunikasi; dan area
perkembangan lainna seperti memba9a dan
menulis
•
Ketidaknormalan dalam komunikasi serta
perilaku ang terbatas dan berulang
•
Kesulitan dalam melaksanakan akti!itas
G,-GG@,-
P)&K)M*,-G,-
Gangguan perkembangan merupakan
terminologi paung ang meliputi:
Gangguan/gangguan seperti disabilitas
intelektualretardasi mental
Gangguan perkembangan per!asi# $menetap%
D sa
!as
In!ele!ual(Re!ar)asi Men!al
isabilitas intelektual ditandai dengan gangguan
pada keterampilan pada beberapa area
perkembangan $seperti kogniti#; bahasa; motorik;
dan sosial% selama periode perkembangan.
ntelegensi rendah menurunkan kemampuan
untuk beradaptasi terhadap tuntutan/tuntutan
hidup.
Tes ntelligen9e Auotient $A% dapat men7adi
petun7uk tingkat kemampuan seseorang; tetapi
sebaikna dipergunakan hana 7ika instrumen tes
telah di!alidasi untuk dipergunakan pada
Pra!elensi 1 /3 B dari populasi
)T'+'G :
Kon)isi
Pen*ebab
•
Prenatal
Gangguan gen atau
kromosom; in#eksi; radiasi;
trauma; alkohol atau Cat
psikoakti# lain; toksin; nutrisi
ibu hamil; kelainan bawaan
lain
•
Perinatal
Trauma lahir; prematuritas;
in#eksi
•
Postnatal
•
Penebab ang
tidak diketahui
n#eksi; toksin; masalah
psikososial; nutrisi
-ilai perkembangan anak sesuai dengan tahap/tahap perkembangan sosial;
motorik; bi9ara; kogniti# ang ada a!au dibandingkan dengan anak lain seusiana
Pada anak ang lebih besar: nilai kemampuan akademis di sekolah atau
kemampuan dalam tugas sehari/hari di rumah
-ilai adakah:
•Gangguan dalam berkomunikasi !erbal maupun non!erbal •Perilaku; minat; akti!itas ang terbatas dan berulang
•&iwaat per7alanan masalah
•ilangna kemampuan ang sebelumna sudah dimiliki anak •&iwaat keluarga dengan gangguan perkembangan
•Gangguan !isual atau pendengaran •)pilepsi ang menertai
•Gangguan motorik ang menertai atau pals serebral
,dakah masalah giCi termasuk defsiensi Cat giCi tertentu $odium%
,tau
,dakah penakit medis pada anak
Da
,nak mengalami keterlambatan
perkembanganE
Da
Tata laksana gangguan nutrisi atau penakit medis,nak mengalami keterlambatan perkembangan
karena kurangna stimulasi atau depresi pada ibuE
,pakah terdapat
gangguan mental;
neurologis atau
penggunaan CatE
Pikirkan adakah kemungkinan :
-)pilepsi -epresi -Gangguan perilaku
Da
Da
•Psikoedukasi keluarga • Tatalaksana depresi ibu Tatalaksana sesuai modul epilepsidepresi gangguan perilaku,pakah anak mengalami
masalah perilaku E
Da
Tatalaksanasesuai modul gangguan perilaku
50 B dari populasi pasien dengan &M
ampir sama dengan indi!idu ang tidak &M
Tampak lambat dan butuh bantuan dalam
menelesaikan masalah hidup dan tugas/tugas
*aru tampak ketika memasuki sekolah #ormal
*isa men9apai sekolah kelas F ( dan
beberapa hingga tamat (M,.
ewasa : beker7a; menikah; berkeluarga.
Jika dilakukan tes A; nilai: 00 48
18 B dari populasi pasien dengan &M
(udah dapat didiagnosis
pada usia pra
sekolah
?ungsi ke9erdasan di bawah anak seusiana
Kemampuan akademis na men9apai kelas /
(ering disertai masalah emosi dan perilaku
Memerlukan pelaanan pendidikan ang khusus
apat dilatih untuk melakukan hal/hal ang
bersi#at keterampilan
Jika dilakukan tes A; nilai: "8 00
3 "B dari populasi dengan retardasi mental
(ering memiliki lebih dari 1 gangguan organik
ang menebabkan keterlambatanna.
Masalah emosi; perilaku 9ukup besar.
Memerlukan super!isi ang ketat H pelaanan
khusus sepan7ang hidup.
*eberapa : bela7ar tugas ang sederhana
untuk bina diri dan melakukan peker7aan
keterampilan
Jika dilakukan tes A; nilai: 20 "8
1 2 B dari populasi dengan &M
Terdapat
gangguan #ungsi kogniti#; motorik dan
komunikasi ang berat
Masalah emosi dan perilaku berat
Mengalami gangguan #ungsi motorik dan sensorik
se7ak awal masa kanak
ndi!idu memerlukan latihan ang ekstensi#
untuk
melakukan bina diri ang sangat mendasar $makan;
*,* dan *,K%
Memerlukan super!isi total dan perawatan sepan7ang
hidupna
Jika dilakukakn tes A; nilai I 20
)pilepsi
Gangguan perilaku seperti: hiperakti!itas; impulsi!itas;
perilaku menakiti diri sendiri; agresi#; menentang
Gangguan mood : depresi
Gangguan 9emas: 9emas perpisahan; gangguan
obsesi# kompulsi#; gangguan panik; gangguan 9emas
meneluruh
Gangguan makan: menolak makan; pica ( memakan
bahan2 ang bukan makanan%
Gangguan mental organik oleh karena kondisi medis
umum
Gangguan psikotik
ang sering menertai
disabilitas intelektual:
Gangguan mood sering ditemukan pada
anak &M karena terdapat gangguan bela7ar;
kesulitan dalam bergaul dan berinteraksi
sosial dan keper9aaan diri ang kurang
Keluhan ang mun9ul dapat berupa :
mudah untuk menangis; mudah marah;
sulit tidur; agitasi; mood ang labil; sulit
bergaul dengan anak seusiana
Gangguan Perkembangan
Per!asi#
Gangguan perkembangan per!asi# termasuk
autisme
Gambaran:
Gangguan dalam perilaku sosial; komunikasi
dan bahasa
Memiliki rentang minat dan akti!itas ang
sempit dan unik untuk masing/masing indi!idu
dan dilakukan se9ara berulang/ulang
Gangguan/gangguan tersebut dimulai pada
masa bai atau kanak awal
*iasana; namun tidak selalu; terdapat
?aktor etiologi
(ampai saat ini penebab pasti gangguan
autisme masih belum diketahui. ?aktor ang
berperan:
Genetik
*iologis
munologis
Perinatal: in#eksi; komplikasi kehamilan dan
kelahiran
-euroanatomis
*iokimia
Gambaran linis )an cara
men)iagnosis ana au!is!i
+en)a*a uali!a!i, )alam in!erasi sosial
Gangguan omuniasi -erbal. non -erbal )an
bermain
A!i-i!as )an mina! *ang !erba!as
Perilaku stereotipik
Ketidakstabilan mood H a#ek
&espons berlebih terhadap beberapa stimuli sensorik
H respons kurang terhadap stimuli sensorik ang lain
Ge7ala2 perilaku g terkait $hiperhipo/kinesis; agresi;
tantrum; melukai/diri; perhatian pendek;
kemampuan #okus pada tugas g buruk; insomnia;
masalah makan; enuresis%
T,T, +,K(,-,
P)&K)M*,-G,-Psikoedukasi keluarga:
apat menerima anak apa adana dan memberikan perawatan dan
dukungan ang optimal bagi anak
Pela7ari apa ang membuat anak senang apa ang memi9u
timbulna perilaku bermasalah dan apa ang dapat men9egahna potensi apa ang dimiliki anak
Memahami bahwa anak dengan gangguan perkembangan sering
mengalami kesulitan dalam situasi baru
*uat 7adwal ang teratur untuk akti!itas harian seperti makan;
bermain; bela7ar dan tidur.
+ibatkan anak dalam kegiatan sederhana sehari/hari
@paakan sedapat mungkin agar anak dapat tetap bersekolah Pantau kebersihan diri dan latih anak untuk dapat melakukanna *eri penghargaanhadiah untuk setiap perilaku baik ang dilakukan
anak dan tidak memberikan penghargaanhadiah untuk perilaku ang bermasalah
+indungi anak dari kemungkinan perilaku kekerasan
*erkomunikasi dan berbagi in#ormasi dengan orang tua lain ang
Kontak pihak sekolah dengan persetu7uan anak
tersebut dan orang tua; kemudian berikan
saran sederhana seperti:
Minta agar anak dapat duduk di barisan depan
kelas
*eri anak waktu tambahan dalam memahami dan
menger7akan tugas
Membagi tugas ang pan7ang dan kompleks
men7adi beberapa bagian ang lebih sederhana
Memantau adana kemungkinan perilaku ang
tidak wa7ar atau kekerasan dari teman sebaa
dan ambil langkah ang sesuai untuk
Tata laksana
*erikan dukungan untuk mengantisipasi
situasi sulit dalam hidup.
?asilitasi dan berkolaborasi dengan
laanan rehabilitasi berbasis komunitas.
*antu untuk melindungi hak asasi anak
dan keluarga
*erikan dukungan pada pelaku rawat
&u7uk ke spesialis; 7ika tersedia; untuk
pemeriksaan lebih lan7ut.
P)-,-G,-,- P(K'('(,+ ,-,K
)-G,-)?(T P)&,,T,- & ,K*,T
&)T,&,( M)-T,+ ,-
G,-GG@,-
P)&K)M*,-G,-Pengka7ian
+akukan pengka7ian awal terkait dengan
kemampuan sel# 9are anak; meliputi:
Kemampuan kebersihan diri
Kemampuan berpakaian
Kemampuan eliminasi
Kemampuan makan dan minum
Pengka7ian keluarga:
*agaimana keluarga memandang masalah pasien
Masalah ang dihadapi oleh keluarga
arapan dari keluarga tentang masa depan anak
@paa ang telah dilakukan keluarga untuk
(P 1 Pasien: Melatih kebersihan
diri: mandi
*ina hubungan saling per9aa:
Perkenalkan diri
Jelaskan tu7uan inter!ensi tenaga kesehatan
)mpati dengan kondisi pasien
Jelaskan pentingna kebersihan diri
Jelaskan 9ara kebersihan diri
*antu lakukan kebersihan diri: mandi
*uat 7adwal kebersihan diri: mandi
(P2 pasien: melatih kebersihan
diri: menggosok gigi
)!aluasi kemampuan kebersihan diri:
mandi
+atih pasien kebersihan diri: menggosok
gigi
Memasukkan kegiatan mandi; gosok gigi
(P 3 pasien: melatih kebersihan
diri: keramas
)!aluasi kemampuan mandi dan gosok
gigi.
+atih pasien keramas
(P " pasien: melatih
berpakaian
)!aluasi kemampuan mandi; gosok gigi;
keramas.
+atih untuk berpakaian:
Memilih dan meniapkan pakaian
Menimpan pakaian kotor habis pakai
Memakai pakaian bersih tahap demi tahap
Masukkan 7adwal berpakaian dalam 7adwal
pas en: me a
9ara
buang air besar dan buang
air ke9il $*,* dan *,K% ang
tertib
•
)!aluasi kemampuan kebersihan diri dan
berpakaian
•
+atih pasien *,* dab *,K ang baik:
–
Jelaskan dan orientasi tempat *,* dan *,K
–
Jelaskan 9ara dan latih menggunakan alat ang ada
–Jelaskan 9ara dan latih membersihkan diri
•
Masukkan 7adwal *,* dan *,K dalam 7adwal
(P pasien: melatih makan dan
minum ang tertib
)!aluasi kemampuan kebersihan diri;
berpakaian; dan *,* *,K
+atih pasien makan minum dengan tertib
>ara meniapkan makanan dan minuman
Tata 9ara makan dan minum ang tertib
Tata 9ara membereskan alat makan dan
minum
Memasukkan makan minum dalam 7adwal
(p 4 pasien
)!aluasi kemampuan kebersihan diri;
berdandan; eliminasi; makan dan minum.
*eri penghargaan
ukung dan kuatkan sampai membudaa:
Pantau kemandirian
*eri pu7ian hal positi#
(P keluarga: melatih keluarga
merawat pasien
•
Jelaskan kebutuhan dukungan perawatan diri
pasien
•
Jelaskan proses ter7adina masalah perawatan diri
•Jelaskan dukungan keluarga untuk perawatan diri:
–
Peralatan
–Kesempatan
–Penghargaan
•
+atih keluarga mendukung di setiap tahap latihan
P)-,-G,-,- P(K'('(,+
,-,K )-G,-
G,-GG@,-K'M@-K,(
P,, &)T,&,( M)-T,+;
,@T(M)
Kurangna kontak mata dan ekspresi wa7ah
Membatasi perkataan atau membisu
)nggan melakukan kontak fsik
Menggunakan kata ganti g bertentangan;
latah $ekolalia%; atau neologisme
Tdk mampu mengidentifkasi obek
Karakteristik gangguan
komunikasi anak
+uangkan waktu untuk mengorientasikan
klien
Mempertahankan konsistensi sta#
@ngkapkan se9ara !erbal segela ekspresi
non !erbal melalui perilaku dan tindakan
(P 1 P,()-: pendekatan umum
pada gangguan komunikasi anak
(P 2 pasien dst...
@langi akti!itas rutin harian
Tingkatkan akti!itas sel# 9are dg
komunikasi !erbal dan non !erbal
Penuhi kebutuhan klien sambil bi9ara
,nalisis dan interpretasikan kata ganti g
bertentangan; neologisme; dan tata bahasa
g tdk tepat
•
Ferbal dan non !erbal singkat dan langsung
•?okus kpd non !erbal; maknaE
•
Temukan makna neulogisme
•
Jangan menggunakan #rase abstrak atau
humor
•
@sahakan mengerti 7ika menggunakan kata
ganti g bertentangan
•
Jangan memulai dg sentuhan fsik
•
Kontak mata; ekspresi wa7ah; gerak tubuh
sederhana
(P 1 Keluarga: melatih keluarga
(P 1 Keluarga: melatih keluarga
merawat anak dengan
merawat anak dengan
gangguan
gangguan
k
k
omunikasi
omunikasi
iskusikan masalah gangguan komunikasi
iskusikan masalah gangguan komunikasi
ang ter7adi pada anak
ang ter7adi pada anak
iskusikan strategi komunikasi dengan anak
iskusikan strategi komunikasi dengan anak
+atih keluarga berk
+atih keluarga berkomunikasi e#ekti#
omunikasi e#ekti# dengan
dengan
anak
anak
(p2 Keluarga
(p2 Keluarga
iskusikan e#ekti!itas komunikasi keluarga
iskusikan e#ekti!itas komunikasi keluarga
dengan anak
dengan anak
iskusikan kendala dalam komunikasi
iskusikan kendala dalam komunikasi
isk
iskusikan solusi u
usikan solusi untuk meningkatkan
ntuk meningkatkan
e#ekti!itas komunikasi dengan anak
e#ekti!itas komunikasi dengan anak
G,-GG@,- P)&+,K@
Gangguan Perilau
Gangguan perilaku adalah terminologi
paung ang melibatkan gangguan/
gangguan ang lebih spesifk; seperti
gangguan hi$erine!i a!au gangguan
$emusa!an $erha!ian )an
hi$era!i-i!as %GPP+' atau gangguan
$erilau lainn*a
•
• Perkembangan terlambat: lambat dalam bela7arPerkembangan terlambat: lambat dalam bela7ar
dibandingkan anak/anak seusiana dalam akti!itas dibandingkan anak/anak seusiana dalam akti!itas seperti tersenum; duduk; berdiri; ber7alan;
seperti tersenum; duduk; berdiri; ber7alan; bi9arakomunikasi; dan area perkembangan bi9arakomunikasi; dan area perkembangan lainna seperti memba9a dan menulis
lainna seperti memba9a dan menulis
•
• Ketidaknormalan dalam komunikasi sertaKetidaknormalan dalam komunikasi serta
perilaku ang terbatas dan berulang perilaku ang terbatas dan berulang
•
• Kesulitan dalam melaksanakan akti!itas sehari/Kesulitan dalam melaksanakan akti!itas sehari/
hari ang sesuai dengan usiana hari ang sesuai dengan usiana
GANGGUAN GANGGUAN PERKEMBANGAN PERKEMBANGAN %ana&remaja' %ana&remaja' •
• Gangguan dalam atensi ang berat dan tidak mampuGangguan dalam atensi ang berat dan tidak mampu
untuk #okus; berhenti menger7akan tugas se9ara untuk #okus; berhenti menger7akan tugas se9ara berulang/ulang sebelum menelesaikanna dan berulang/ulang sebelum menelesaikanna dan pindah menger7akan tugas lainna
pindah menger7akan tugas lainna
•
• ,kti!itas berlebihan ang berat: lari/lari berputar,kti!itas berlebihan ang berat: lari/lari berputar
ang tidak bisa dikontrol; sulit untuk dapat duduk ang tidak bisa dikontrol; sulit untuk dapat duduk diam; bi9ara terus atau bergerak terus
diam; bi9ara terus atau bergerak terus
•
•mpulsi!itas ang berlebihan: melakukan sesuatumpulsi!itas ang berlebihan: melakukan sesuatu
tanpa berpikir terlebih dahulu tanpa berpikir terlebih dahulu
•
• Perilaku berulang dan mengganggu ang lainPerilaku berulang dan mengganggu ang lain
$temper tantrums ang sering dan berat; perilaku $temper tantrums ang sering dan berat; perilaku ang ke7am; tidak patuh ang berat; men9uri%
ang ke7am; tidak patuh ang berat; men9uri%
GANGGUAN GANGGUAN PERILAKU PERILAKU (anak-remaja) (anak-remaja)
Gangguan Pemusatan
Gangguan Pemusatan
Perhatian dan iperakti!itas
Perhatian dan iperakti!itas
•
•
Gangguan dalam atensi ang berat dan tidak mampu
Gangguan dalam atensi ang berat dan tidak mampu
untuk #okus; berhenti menger7akan tugas se9ara
untuk #okus; berhenti menger7akan tugas se9ara
berulang/ulang sebelum menelesaikanna dan pindah
berulang/ulang sebelum menelesaikanna dan pindah
menger7akan tugas lainna
menger7akan tugas lainna
•
•
,kti!itas berlebihan ang berat: lari/lari berputar ang
,kti!itas berlebihan ang berat: lari/lari berputar ang
tidak bisa dikontrol; sulit untuk dapat duduk diam; bi9ara
tidak bisa dikontrol; sulit untuk dapat duduk diam; bi9ara
terus atau bergerak terus
terus atau bergerak terus
•
•
mpulsi!itas ang berlebihan: melakukan sesuatu tanpa
mpulsi!itas ang berlebihan: melakukan sesuatu tanpa
berpikir terlebih dahulu
berpikir terlebih dahulu
•
•
Perilak
Perilaku berulang dan mengganggu ang lain
u berulang dan mengganggu ang lain $temper
$temper
tantrums ang sering dan
tantrums ang sering dan berat; peril
berat; perilaku ang k
aku ang ke7am;
e7am;
tidak patuh ang berat; men9uri%
tidak patuh ang berat; men9uri%
•
•
Perubahan ang tiba/tiba dalam peri
Perubahan ang tiba/tiba dalam perilaku atau hubungan
laku atau hubungan
dengan teman sebaa t
dengan teman sebaa termasuk kemarahan dan
ermasuk kemarahan dan
penarikan diri
Gangguan
Gangguan
P
P
emusatan
emusatan
P
P
erhatian
erhatian
dan iperakti!itas
dan iperakti!itas
Ge7ala/ge7ala GPP ini pada umumna telah
Ge7ala/ge7ala GPP ini pada umumna telah
timbul sebelum anak berusia 4 tahun.
timbul sebelum anak berusia 4 tahun.
alaupun demikian; biasana orang tua dari
alaupun demikian; biasana orang tua dari
anak dengan GPP baru membawa anakna ke
anak dengan GPP baru membawa anakna ke
ruang konsultasi saat anak mulai bersekolah
ruang konsultasi saat anak mulai bersekolah
se9ara #ormal; oleh
se9ara #ormal; oleh kar
karena pada
ena pada saat ini
saat ini mere
mereka
ka
dituntut untuk mampu mengontrol perilaku
dituntut untuk mampu mengontrol perilaku
merek
mereka dan
a dan mengikuti peraturan ang
mengikuti peraturan ang berlaku di
berlaku di
sekolah.
sekolah.
Keluhan ang sering disampailkan adalah anak
Keluhan ang sering disampailkan adalah anak
nakal; tidak kenal takut; ber7alan/7alan di dalam
nakal; tidak kenal takut; ber7alan/7alan di dalam
kelas; seringk
kelas; seringkali berbi9ara
ali berbi9ara dengan kawanna
dengan kawanna
pada saat pela7aran berlangsung; dsb.
Gangguan Pemusatan Perhatian
dan iperakti!itas
Pada anak ang berusia kurang dari "
tahun; kondisi ini seringkali sulit dibedakan
apakah anak menderita gangguan ini atau
merupakan suatu hal ang wa7ar sesuai
dengan tingkat perkembanganna.
-amun pada anak dengan GPP; ge7ala
ang mun9ul tampak
lebih sering
dan
in!ensi!asn*a lebih bera!
7ika
dibandingkan dengan anak lain dengan
tara# perkembangan ang sama.
)pidemiologi
Pre!alensina di seluruh dunia diperkirakan
berkisar antara 2 6.0 B dari anak/anak
usia sekolah
,nak laki/laki dikatakan memiliki insidensi
ang lebih tinggi untuk mengalami
gangguan ini dibandingkan dengan anak
perempuan; dengan rasio 3/" : 1.
&ema7a dan dewasa lebih sedikit
E!iologi
(ampai saat ini belum ditemukan
penebab pasti dari GPP.
ari berbagai penelitian ang telah
dilakukan dikatakan adana keterlibatan
dari
#aktor genetik
struktur anatomi
neurokimia otak
Per7alanan klinis
Komorbiditas
,nak dengan GPP mempunai
kemungkinan ang lebih besar untuk
mengalami
gangguan bela7ar
gangguan 9emas
gangguan mood
gangguan penggunaan Cat
Gangguan Perilaku +ainna
Perilaku disosial; agresi#; atau menentang angberulang danmenetap; seperti:
*erkelahi atau mengganggu anak/anak lain ang berlebihan Ke7am terhadap binatang atau orang lain
Merusak barang/barang *ermain api
Men9uri
*erulang/ulang berbohong *olos dari sekolah
Kabur dari rumah
(ering mengalami temper tantrum ang berat Perilaku pro!okati# ang menimpang
Terus menerus tidak patuh atau menentang
@ntuk memutuskan adana gangguan perilaku lainna sebaikna
7uga memperhitungkan tingkat perkembangan anak atau rema7a dan durasi problem perilaku tersebut $sedikitna bulan%
Tanakan pada pengasuh atau amati pada anak adakah:
•Kesulitan berkonsentrasi
•Mudah teralih dalam menger7akan tugas •
Tidak mampu menelesaikan tugas
•(ering beralih dari satu akti!itas ke akti!itas lain
•,kti!itas berlebihan ang berat: lari/lari berputar ang tidak bisa
dikontrol; sulit untuk dapat duduk diam; bi9ara terus atau bergerak terus
•@sia mun9ulna masalah ini dan apakah 7uga ter7adi pada
lingkungan ang berbeda $di rumah dan di sekolah% sehingga membuat anak kesulitan dalam #ungsi sehari/hari
-ilai apakah ge7ala ini masih sesuai dengan tara# perkembangan anak seusianaE
Da
Ana memilii masalah )alam
onsen!rasi )an a!i-i!as *ang
berlebihan/
Da
Pikirkankemungkina n GPP
(ingkirkan kondisi medis umum atau kondisi mental ang dapat berpotensi menimbulkan gangguan perilaku; seperti hipertiroid; penggunaan alkohol atau Cat psikoakti#; depresi
Ge7ala terdapat pada beberapa lingkungan ang berbeda tidak sesuai dengan tara#
perkembangan anak seusiana mun9ul sebelum usia tahun berlangsung lebih dari bulan
Tanakan pada pengasuh atau amati pada anak adakah:
Perilaku disosial; agresi#; atau menentang angberulang dan menetap; seperti:
•*erkelahi atau mengganggu anak/anak lain ang berlebihan •Ke7am terhadap binatang atau orang lain
•Merusak barang/barang •*ermain api
•Men9uri
•*erulang/ulang berbohong •*olos dari sekolah
•Kabur dari rumah
•(ering mengalami temper tantrum ang berat •Perilaku pro!okati# ang menimpang
•
Terus menerus tidak patuh atau menentang
-ilai apakah ge7ala ini masih sesuai dengan tara# perkembangan anak seusianaE
Da
Ana mem$erliha!an a)an*a
gangguan $erilau/
Da
Pikirkan kemungkina n Gangguan perilaku lainna (ingkirkan kondisi medis umum atau kondisi mental ang dapat berpotensi menimbulkan gangguan perilaku; seperti hipertiroid; penggunaan alkohol atau Cat psikoakti#; depresiGe7ala lebih berat dari masalah ketidakpatuhan anak atau rema7a seusiana berlangsung lebih dari bulan tidak sesuai dengan tara#
)ksplorasi:
,pakah anak mendapatkan perilaku ang tidak sesuai di luar rumah ,pakah terdapat an9aman atau kekerasan di rumah
,pakah orang tua memiliki kondisi ang perlu mendapat perhatian
A$aah ana memilii
on)isi me)is a!au
men!al lain *ang $erlu
men)a$a! $erha!ian.
se$er!i:
-Gangguan perkembangan -epresi
-Penggunaan alkohol atau Cat psikoakti# -)pilepsi
-Psikosis
-Perilaku bunuh diri
Da
A$aah $erilau bermasalah *ang a)a
$a)a ana !erai! )engan reassi
!erha)a$ s!resor a!au !rauma/
Da
•Konsultasikan
dengan orang tua
•Psikoedukasi •
Tata laksana orang tua ang 7uga
membutuhkan laanan
kesehatan mental
T,T, +,K(,-,
Tata +aksana
Psikoedukasi keluarga
Pertimbangkan pelatihan keterampilan bagi
keluarga; bila tersedia
ubungi guru $7ika anak bersekolah dan
setelah mendapatkan persetu7uan dari anak
dan orangtua%; berikan saran dan
peren9anaan kebutuhan pendidikan khusus.
,ntisipasi adana perubahan kehidupan ang
besar $seperti pubertas; mulai bersekolah;
atau kelahiran saudara kandung% dan aturlah
dukungan personal dan sosial.
Psikoedukasi keluarga
Menerima anak apa adana dan memberikan perawatan dan
dukungan ang optimal bagi anak
Konsisten dengan apa ang boleh dan tidak boleh dilakukan anak *eri penghargaan pada perilaku baik ang dilakukan anak dan
hindari kon#rontasi langsung dengan anak
Mulai modifkasi perilaku dengan ber#okus pada beberapa perilaku
bermasalah ang 7elas terlihat dan ang mungkin dilakukan anak
*eri instruksi ang singkat dan 7elas serta tekankan se9ara tegas
pada anak untuk melakukanna
Jangan pernah menggunakan kata/kata atau tindakan kekerasan
pada anak. +ebih banak menekankan pada penghargaan daripada hukuman; misalna tundatidak memberikan
penghargaan atau hadiah $9ontoh melakukan akti!itas ang
menenangkan bagi anak% setelah anak berperilaku tidak sesuai.
(ebagai pengganti hukuman; dapat menggunakan <time out=
ang singkat dan 7elas; aitu memisahkan sementara anak dari lingkungan ang menenangkan bagina sebagai bagian dari usaha memodifkasi perilaku
Kontak pihak sekolah dengan persetu7uan anak
tersebut dan orang tua; kemudian berikan saran
sederhana seperti:
Minta agar anak dapat duduk di barisan depan kelas
*eri anak waktu tambahan dalam memahami dan
menger7akan tugas
Membagi tugas ang pan7ang dan kompleks men7adi
beberapa bagian ang lebih sederhana
Memantau adana kemungkinan perilaku ang tidak
wa7ar atau kekerasan dari teman sebaa dan ambil
langkah ang sesuai untuk menghentikan hal tersebut.
*eri dukungan pada keluarga dan nilai dampak
Tata +aksana
Pertimbangkan inter!ensi psikososial seperti
terapi kogniti# perilaku dan pelatihan
keterampilan sosial sesuai dengan
ketersediaan.
-ilai dampak pada pelaku rawat akibat dari
gangguan perilaku dan tawarkan dukungan
terhadap kebutuhan personal; sosial; dan
kesehatan 7iwa.
Pertimbangkan pemberian methlphenidate
hana pada kondisi/kondisi ang sesuai
dengan gangguan hiperkinetik.
Tata laksana #armakologis
Konsultasikan ke spesialis untuk
kemungkinan penggunaan obat untuk
mengatasi gangguan perilaku
Penggunaan obat golongan
methlphenidate bagi anak dengan GPP
harus dengan super!isi spesialis $psikiater%
Gunakan obat hana sebagai bagian dari
ren9ana tatalaksana meneluruh ang
melibatkan inter!ensi psikologis; perilaku
dan edukasional
Methlphenidate
Penggunaanna dibatasi pada beberapa negara
(ebelum menggunakan methlphenidate; nilai:
?ungsi kardio!askular; karena metilphenidate
dikontraindikasikan pada anak dengan penakit
kardio!askular
*erat dan tinggi badan
&isiko penalahgunaan obat
Penakit medis ang menertai $misal
penggunaanna perlu berhati/hati pada anak
dengan epilepsi%
Gangguan mental ang lain $dapat menambah
ge7ala 9emasa dan kontra indikasi pada gangguan
psikosis%
Methlphenidate
(ediaan:
tablet immediate release :18 mg
tablet extended release 15 mg; 28 mg; 3 mg
osis :
,wal 0mg tablet immediate release $satu atau dua kali
sehari di pagi dan siang hari%
*isa ditingkatkan perlahan/lahan dalam "/ minggu osis maksimal 1mgkg**hari; dibagi dua dosis
Penggunaan tablet tablet extended release satu kali
sehari di pagi hari.
)#ek samping ang sering: insomnia; na#su makan
menurun; anLietas; perubahan mood
)#ek samping lain ang mungkin timbul; namun
7arang: neri perut; pusing; mual; muntah; ti9
Perlu konsultasikan ke spesialis untuk penggunaan
P)-,-G,-,- P(K'('(,+ P,, ,-,K
)-G,- P)&+,K@ K)K)&,(,- ,K*,T
G,-GG@,- P)&+,K@ ,- &)T,&,(
M)-T,+
Pengka7ian
Penebab perilaku kekerasan ang ter7adi
pada anak
Jenis perilaku kekerasan ang selama ini
pernah dilakukan oleh anak
Tanda dan ge7ala ang ter7adi saat perilaku
kekerasan ter7adi
,kibat perilaku kekerasan ang ter7adi baik
Penanganan ,nak dg PK
•
,nak mampu mengidentifkasi penebab; tanda
dan ge7ala PK; PK ang pernah dilakukan; akibat
PK; dan latihan mengontrol PK dengan na#as
dalam penaluran energi
•
,nak mampu mengungkapkan se9ara !erbal
kemarahanna
•
,nak mampu melakukan akti!itas ang
meredakan kemarahan
•
,nak patuh dengan program pengobatan $7ika
)dukasi Keluarga dari ,nak
PK
•
Keluarga memahami PK ang ter7adi pada anak
•Keluarga memahami 9ara menangani anak
dengan PK
•
Keluarga mampu melaksanakan penanganan
anak dengan PK
•
Keluarga mampu meman#aatkan sarana
(P 1 p: melatih anak mengenali
marah dan latihan ekpresi
marah se9ara fsik
•
*ina hubungan saling per9aa dengan anak:
–
Perkenalkan diri
–
)mpati dengan anak
–
engarkan ekspresi anak dengan penuh perhatian
–*uat kontrak asuhan
•
iskusikan rasa marah ang pernah dialami oleh
anak; bisa menggunakan simulasi bermain:
–
(ituasi g sering menebabkan marah
–Tanda dan ge7ala PK
–
PK ang selama ini pernah dilakukan
–,kibat PK
•
+atih mengendalikan marah: na#as dalam; pukul
(P2 pasien: latih anak
mengungkapkan marah se9ara
!erbal
iskusikan pengalaman mengendalikan
marah dengan na#as dalam atau latihan fsik
+atihan mengungkapkan marah se9ara
!erbal: bi9ara tentang kemarahan kepada
sumber marah.
(P3 pasien: melatih anak
mengendalikan marah dengan
9ara spiritual
iskusikan bagaimana nilai agama
menga7arkan tentang ekspresi marah.
,n7urkan menggunakan ritual agama untuk
mengendalikan marah:
udhu ... slam
oa .... Kristen
Doga ... indu; *udha
(emedi....
(P" pasien: penatalaksanaan
obat pada anak
Jika pasien diberikan obat
Jelaskan perluna obat
Jelaskan dampak obat; diskusikan man#aat
obat ang dirasakan; perbedaan 7ikalau tidak
menggunakan obat
Jelaskan prosedur penggunaan obat ang
benar $benar obat; benar orang; benar waktu;
benar 9ara; benar dosis%
(P 1 keluarga: penuluhan
kepada keluarga untuk
mengatasi PK pada anak
dengan 9ara fsik
iskusikan masalah perkembangan anak
dan proses ter7adina PK pada anak.
iskusikan 9ara menangani PK pada anak
+atih keluarga mendukung anak untuk
mengendalikan marah dengan 9ara na#as
dalam dan penaluran energi
keluarga mendukung anak
mengungkapkan marah
se9ara !erbal
•
iskusikan kema7uan anak dalam mengendalikan
marah
•
+atih keluarga untuk mendukung anak mengendalikan
marah dengan se9ara !erbal:
–
Mendengar dan menerima kemarahan anak g rasional
–Membantu anak mengidentifkasi penebab kemarahan
–Menun7ukkan se9ara !erbal dan non !erbal <menerima <
(P3 Keluarga: melatih keluarga
mendukung anak
mengendalikan marah se9ara
spiritual
iskusikan dengan keluarga kema7uan anak
dalam mengendalikan kemarahan dengan
9ara fsik dan !erbal
Melatih keluarga untuk mampu mendukung
anak mengendalikan marah dengan 9ara
spriritual sesuai agama dan keakinan
(P " Keluarga: penuluhan
pemberian obat kepada anak
Mendiskusikan kema7uan anak dalam mengatasi
PK.
Melatih keluarga mendukung anak dalam
melaksanakan program pengobatan sesuai
order:
Jelaskan pentingna obat
Jelaskan e#ek terapi dan e#ek samping
Jelaskan 0 benar obat
Ilus!rasi Kasus
*eni; " tahun datang berkonsultasi dibawa oleh orang tuana karena
belum lan9ar berbi9ara. a lebih banak mengeluarkan teriakan/ teriakan atau menggunakan kata ang aneh atau meniru kata/kata ang diu9apkan orang lain.
Jika menginginkan sesuatu; *eni akan berteriak/teriak atau menarik
tangan pengasuhna. (ering kali pula *eni marah/marah tanpa alasan ang 7elas.
'rang tua dan pengasuh *eni kesulitan karena tidak memahami apa
ang diinginkan *eni. *eni men7adi mudah #rustrasi dan memukul/ mukul kepalana sambil melompat/lompat atau berguling/guling di lantai.
'rang tua *eni 7uga mengeluh sulit sekali mengadakan kontak mata
dan emosi dengan *eni. (ehari/hari *eni lebih banak asik dengan dirina sendiri; ia tidak banak berinteraksi dengan teman/teman sebaana.
*eni menukai benda/benda ang berputar; seperti roda mobil/
mobilan ang terus diputar/putar dan kipas angin ang dipandangi terus menerus. (elain itu ia 7uga senang membariskan mobil/
mobilanna sambil diperhatikan dari dekat. *eni 7uga sering
mengepakkan tangan atau bertepuk/tepuk tangan se9ara berulang/ ulang tanpa tu7uan.
Ilus!rasi Kasus
+ista; 5 tahun dibawa oleh orang tuana karena kesulitan
mengikuti pela7aran di sekolahna. +ista saat ini duduk di kelas 1 ( dan tahun lalu ia tidak naik kelas.
-ilai/nilai +ista selalu buruk dibandingkan dengan teman/
teman di kelasna; ke9uali untuk pela7aran olah raga dan menggambar.
+ista sudah diberikan les tambahan dari guru di rumah tetapi
+ista masih kesulitan untuk mengikuti pela7aran di kelasna.
+ista saat ini belum lan9ar memba9a dan menulis. (ehari/
hari +ista dapat bergaul dengan baik; namun ia lebih senang bermain dengan anak/anak ang berusia lebih ke9il darina.
alam kegiatan sehari/hari +ista masih sering dibantu oleh
orang tuana; misalna mandi; berpakaian dan makan karena menurut orang tuana +ista melakukan kegiatan/ kegiatan tersebut dengan lambat.
'rang tua +ista sering memarahi +ista karena mendapat nilai
7elek; mengatakan +ista malas bela7ar serta menuntut agar +ista bisa mendapat nilai ang bagus.
Ilus!rasi Kasus
-iko; tahun dibawa berkonsultasi oleh orang tuana dengan
keluhan tidak bisa diam dan menulitkan orang/orang di
sekitarna. *aik di sekolah atau di rumah; pasien selalu bergerak berlebihan; tidak bisa diam; berlari/larian atau naik ke atas me7a dan tampak seperti tidak pernah merasa lelah.
-iko tidak bisa mengikuti pela7aran dengan baik di kelas; ia
senantiasa ber7alan/7alan di kelas; mengobrol; berbuat iseng pada teman/temanna atau kadang melamun saat guru menerangkan.
Tugas/tugas ang diberikan pada -iko tidak pernah selesai. -iko
7uga sering kelupaan membawa buku; selain itu alat tulisna
sering hilang tertinggal entah dimana. Guru/guru di sekolah 7uga kewalahan dengan perilaku -iko ang sering tiba/tiba memukul atau menusuk guru dengan pensil. a 7uga sering menginterupsi saat guru menerangkan di kelas.
*elakangan ini prestasi bela7ar -iko semakin menurun dan ia
semakin sering mendapat hukuman dari guru.
i rumah; -iko 7uga selalu menusahkan orang tua karena setiap
keinginanna harus segera dituruti; 7ika tidak ia akan mengambek dan marah/marah.
&@J@K,-
orld ealth 'rganiCation. mhG,P nter!ention Guide:
#or mental; neurologi9al and substan9e use disorders in
non/spe9ialiCed health settings. Gene!a: orld ealth
'rganiCation; 2818.
irektorat Jenderal *ina Pelaanan Medik; epartemen
Kesehatan &. Pedoman diagnosis dan penatalaksanaan
gangguan mental emosional anak usia tahun ke
bawah. Jakarta: epkes &; 2880.
irektorat *ina Pelaanan Kesehatan Jiwa; Kementerian
Kesehatan &. Pedoman Pelaanan Kesehatan Jiwa di
?asilitas Pelaanan Kesehatan asar Jakarta:
Kementerian Kesehatan &; 2811