• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Sementara Mrp Iin

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Laporan Sementara Mrp Iin"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN SEMENTARA

LAPORAN SEMENTARA

PRAKTIKUM PERANCANGAN TEKNIK

PRAKTIKUM PERANCANGAN TEKNIK INDUSTRI

INDUSTRI

MAT

(2)

BAB I BAB I PENDAHULUAN PENDAHULUAN

1.1

1.1 Latar BelakangLatar Belakang

Manajemen Persediaan yang baik merupakan salah satu faktor Manajemen Persediaan yang baik merupakan salah satu faktor keberhasilan suatu perusahaan manufacturing untuk melayani kebutuhan keberhasilan suatu perusahaan manufacturing untuk melayani kebutuhan pabrik dan konsumen dalam menghasilkan suatu produk yang berkualitas dan pabrik dan konsumen dalam menghasilkan suatu produk yang berkualitas dan tepat waktu. Permasalahan tidak tepatnya waktu kedatangan bahan baku tepat waktu. Permasalahan tidak tepatnya waktu kedatangan bahan baku yang telah dijadwalkan perusahaan dapat membuat kepanikan apabila stock yang telah dijadwalkan perusahaan dapat membuat kepanikan apabila stock persediaan bahan baku habis, sementara order telah harus dipenuhi. persediaan bahan baku habis, sementara order telah harus dipenuhi. Sebaiknya kelebihan persediaan menimbulkan biaya tambahan seperti biaya Sebaiknya kelebihan persediaan menimbulkan biaya tambahan seperti biaya keamanan, biaya gudang, resiko penyusutan, yang kerap kali perusahaan keamanan, biaya gudang, resiko penyusutan, yang kerap kali perusahaan kurang

kurang mempertimbangkannyamempertimbangkannya..

Di dalam manajemen industri modern, dimana proses industri Di dalam manajemen industri modern, dimana proses industri dipandang sebagai suatu process continous improvement, permasalahan diatas dipandang sebagai suatu process continous improvement, permasalahan diatas dipecahkan dengan salah satu sistem yang disebut sistem

dipecahkan dengan salah satu sistem yang disebut sistem ManufacturingManufacturing Resourcess Planning

Resourcess Planning (MRP II). Profesionalisme dalam mengendalikan(MRP II). Profesionalisme dalam mengendalikan persediaan dirancang dengan menggunakan

persediaan dirancang dengan menggunakan Master Production ScheduleMaster Production Schedule (MPS)(MPS) dan secara terperinci menjadwalkan kebutuhan pemakaian bahan baku dan secara terperinci menjadwalkan kebutuhan pemakaian bahan baku dengan memperhitungkan waktu tunggu

(3)

2. Memahami prosedur penyusunan MRP. 3. Memahami konsep MRP matriks.

1.3 Manfaat

Manfaat yang didapat dari praktikum ini yaitu :

1. Mengerti dan memahami konsep Material Requirement Planning. 2. Mengerti dan memahami Model Persediaan Dependen

3. Mengerti dan memahami Manajemen MRP. 4. Mengerti dan Memahami Tehnik Lot-sizing. 5. Mengerti dan memahami konsep Perluasan MRP

1.4 Rumusan masalah

Rumusan masalah dari praktikum ini adalah : Bagaimana merencanakan Sumber Daya Material sehingga kegiatan produksi bisa lancar?

(4)

BAB II

MASTER REQUIREMENT PLANNING 

2.1 Landasan Teori

Perencanaan Sumber Daya Material adalah kegiatan dalam sebuah sistem manufaktur yang bertujuan untuk merencanakan kebutuhan sumber daya material dalam melakukan kegiatan produksi. Teknik perencanaan sumber daya material ini dikenal dengan nama Material Requirement Planning atau MRP. MRP adalah prosedur logis, aturan keputusan dan teknik pencatatan terkomputerisasi yang dirancang untuk menterjemahkan Jadwal Induk Produksi (Master Production Schedule atau MPS) menjadi kebutuhan bersih (Net Requirement) material untuk semua item komponen produk.

Dalam MRP dikenal adanya Independent Demand dan Dependent Demand : 1. Independent Demand : tidak ada hubungan yang nyata antara

permintaan

suatu item dengan item yang lain, misal pada item terakhir

2. Dependent Demand : berhubungan langsung dengan permintaan item yang

(5)

Dengan MRP, jadwal produksi diharapkan dapat dipenuhi sesuai dengan rencana, sehingga komitmen terhadap pengiriman barang dapat dilakukan secara lebih realistis. Hal ini dapat mendorong meningkatnya kepuasan dan kepercayaan pelanggan.

3. Meningkatkan efisiensi

Efisiensi penentuan jumlah persediaan, waktu produksi, dan waktu pengiriman barang dapat ditingkatkan sesuai dengan jadwal produksi (MPS).

Sistem MRP dikembangkan untuk merencanakan dan mengendalikan pesanan (produksi atau pembelian) dan persediaan untuk item-item dependent Demand, dimana permintaan cenderung discontinuous dan lumpy (tidak halus atau tidak rata). Contoh item-item yang termasuk dalam dependent Demand adalah bahan baku ( raw material), parts, subassemblies dan assemblies.

PRASYARAT DAN ASUMSI PADA MRP

Sebelum memanfaatkan teknik MRP perlu diperhatikan beberapa prasyarat dan asumsi yang mendasar agar MRP dapat diterapkan secara efektif. Syarat pendahuluan yang harus diperhatikan tersebut, yaitu :

(6)

INPUT MRP

Berdasarkan gambar struktur sistem MRP tersebut di atas maka input MRP adalah sebagai berikut :

a. Master Production Schedule (MPS)

Merupakan suatu pernyataan definitif tentang produk akhir (termasuk parts pengganti dan suku cadang), apa yang direncanakan untuk diproduksi, berapa kuantitas yang dibutuhkan, pada waktu kapan dibutuhkan dan kapan produk itu akan diproduksi.

(7)

pengaman, kriteria lot sizing, toleransi untuk scrap atau hasil, dan berbagai informasi penting lainnya yang berkaitan dengan suatu item.

d. Orders (Pesanan-pesanan)

Orders berfungsi memberitahukan tentang jumlah dari setiap item yang akan diperoleh sehingga akan meningkatkan stock-on-hand di masa mendatang.

e. Requirements (Kebutuhan-kebutuhan)

Requirements berfungsi untuk memberitahukan tentang berapa banyak masing-masing item dibutuhkan, sehingga akan mengurangi stock-on-hand di masa mendatang.

OUTPUT MRP

Berdasarkan gambar struktur sistem MRP di atas, maka output dari MRP adalah sebagai berikut :

a. MRP Primary (Orders) Report

Laporan utama MRP biasanya menggunakan salah satu format horizontal dengan waktu dalam buckets (paket), yang biasanya dalam periode mingguan, atau format vertikal dengan waktu dalam tanggal (bucketless format). Laporan utama MRP menyajikan informasi sebagai

(8)

TERMINOLOGI DALAM MRP

Terminologi-terminologi yang sering digunakan dalam MRP adalah sebagai berikut :

a) Lead time, merupakan jangka waktu yang dibutuhkan sejak MRP menyarankan suatu pesanan sampai item yang dipesan datang dan siap untuk digunakan.

b) On Hand, merupakan inventory on-hand yang menunjukkan kuantitas dari item yang secara fisik ada dalam warehouse.

c) Lot Size, merupakan kuantitas pesanan (order quantity) dari item yang diberitahukan pada sistem MRP, serta teknik lot-sizing apa yang digunakan.

d) Safety Stock, merupakan stock pengaman yang ditetapkan perencana untuk mengatasi fluktuasi dalam permintaan dan atau penawaran.

e) Schedulle Receipt, merupakan sejumlah produk pesanan yang akan selesai diproduksi dan tersimpan di warehouse pada periode tertentu f) Allocation, merupakan kuantitas On Hand yang dialokasikan untuk

penggunaan yang spesifik.

g) Scrap Factor, merupakan faktor prosentase dalam struktur produk yang digunakan dalam perhitungan MRP untuk mengantisipasi kehilangan

(9)

l) Projected On-Hand = On-Hand pada awal periode + Scheduled Receipts – Gross Requirements.

m) Projected Available, merupakan kuantitas yang diharapkan ada dalam inventory pada akhir periode, dan tersedia untuk penggunaan dalam periode selanjutnya.

n) Projected Available = On-Hand awal periode (atau Projected Available periode sebelumnya) + Scheduled Receipts periode sekarang + Planned Order Receipts periode sekarang – Gross Requirement periode sekarang. o) Net Requirements, merupakan kekurangan material yang diproyeksikan

untuk periode ini, sehingga perlu diambil tindakan ke dalam perhitungan planned order receipts agar menutupi kekurangan material pada periode itu.

p) Planned Order Receipts, merupakan kuantitas pesanan pengisian kembali (Purcahase order and or manufacturing orders) yang telah direncanakan oleh MRP untuk diterima pada periode tertentu guna memenuhi net requirement (kebutuhan bersih).

q) Planned Order Releases, merupakan kuantitas planned orders yang ditempatkan atau dikeluarkan dalam periode tertentu, agar item yang dipesan tersedia pada saat dibutuhkan.

(10)

Merupakan proses yang bertujuan untuk menentukan saat yang tepat untuk melakukan rencana pemesanan dalam rangka memenuhi kebutuhan bersih, dengan memperhatikan lead time kesiapan material. 4. Explosion atau Exploding

Merupakan proses perhitungan kebutuhan kotor untuk item level yang lebih bawah yang didasarkan atas planned order release.

FAKTOR SCRAP AND YIELD DALAM PROSES MRP

Scrap factor (synonym : scrap rate) merupakan faktor prosentase dalam struktur produk yang digunakan dalam perhitungan MRP untuk mengantisipasi kehilangan material karena kegagalan dalam proses manufakturing.

Perhitungan MRP dengan memasukkan faktor scrap atau yield diterapkan pada planned order release, bukan pada gross requirements, sebab scrap memperkirakan kehilangan material selama proses manufakturing ( planned order), dan bukan kehilangan material dalam warehouse.

2.2 Langkah Software

Langkah software dari praktikum Material Requirement Planning ini adalah :

(11)

BAB III

PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

3.1 Input Data

1. Jadwal induk produksi (Master Production Schedule / MPS)

Tabel MPS Item

Data Produk Dalam Unit

Periode 1 2 3 4 5 6 Kursi Kuliah 5750 5850 5550 6000 6500 5500 Kursi Tunggu 5500 6000 5450 6000 5500 4700 Kursi Hajatan 5500 5125 5500 5000 5250 5300

2. Bill of Material dari 3 produk adalah

(12)

B(1) R(1) S(3) R3(2) R2(3) R1(2) 1 1 6 C (1) W1(2) W2(3) W3(2) 1 1

(13)
(14)
(15)
(16)
(17)
(18)
(19)
(20)
(21)
(22)

BAB V

(23)
(24)
(25)
(26)

Referensi

Dokumen terkait

Pemakaian pupuk kimia yang berlebihan juga dapat menggurangi unsur hara yang ada di tanah sehingga muncul permasalahan seperti penurunan kualitas (degradasi). Dari

(1) Peresmian anggota Badan Permusyawaratan Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20 ayat (1) ditetapkan dengan Keputusan Bupati paling lama 30 (tiga puluh) Hari sejak

Berdasarkan hasil pengamatan dan pengolahan data mengenai pengaruh kadar fly ash terhadap flowability dan workability beton segar, kuat tekan dan modulus

Di dalam penelitian ini, peribahasa Sunda digunakan untuk menyatakan suatu maksud (informasi) dan hasil aktivitas manusia dengan nilai yang baik atau tidak baik

Pembiayaan konsumtif digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dan akan habis dipakai untuk memenuhi kebutuhan tersebut, seperti pembiayaan hunian syariah (pembelian

sumbatan sebum dengan komedo ekstrator.Sebum yang menyumbat folikel tampak sebagai massa padat seperti lilin atau massa lebih lunak bagai nasi yang ujungnya kadang berwarna hitam.

Bab ini berisi kesimpulan dari analisis dan perancangan aplikasi basis data keorganisasian Peradah Indonesia serta saran yang digunakan untuk perbaikan sistem yang

Dari data hasil belajar matematika peserta didik yang meningkat pada siklus II dapat dinyatakan bahwa pembelajaran jarak jauh tipe luring dengan menggunakan model