• Tidak ada hasil yang ditemukan

351002465-Makalah-Pltu-PT-telpP (1)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "351002465-Makalah-Pltu-PT-telpP (1)"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I BAB I

PENDAHULUAN PENDAHULUAN

I.I

I.I LATAR LATAR BELAKANGBELAKANG

Kebutuhan energi terus mengalami peningkatan seiring dengan meningkatnya Kebutuhan energi terus mengalami peningkatan seiring dengan meningkatnya kegiatan pembangunan ekonomi suatu negara. Indonesia merupakan salah satu negara kegiatan pembangunan ekonomi suatu negara. Indonesia merupakan salah satu negara ekonomi berkembang yang terus melakukan kegiatan pembangunan di sektor industri. ekonomi berkembang yang terus melakukan kegiatan pembangunan di sektor industri. Keberlangsungan suatu industri sangat tergantung oleh energi yang tersedia. Keberlangsungan suatu industri sangat tergantung oleh energi yang tersedia. Berdasarkan data dari

Berdasarkan data dari blueprintblueprint Pengelolaan Energi Nasional tahun 2006, IndonesiaPengelolaan Energi Nasional tahun 2006, Indonesia merupakan salah satu negara dengan persediaan sumber energi terbesar, namun dalam merupakan salah satu negara dengan persediaan sumber energi terbesar, namun dalam hal pemanfaatannya, Indonesia merupakan negara dengan pemanfaatan terendah. Hal hal pemanfaatannya, Indonesia merupakan negara dengan pemanfaatan terendah. Hal ini menunjukkan, bahwa Indonesia merupakan negara yang tidak efisien dalam ini menunjukkan, bahwa Indonesia merupakan negara yang tidak efisien dalam  pemanfaatan

 pemanfaatan sumber sumber energi. energi. Seiring Seiring dengan dengan hal hal tersebut, tersebut, maka maka pemanfaatan pemanfaatan sumbersumber energi seefisien mungkin perlu dilakukan.

energi seefisien mungkin perlu dilakukan.

Dengan melakukan analisis eksergi secara menyeluruh dan analisis pada tiap Dengan melakukan analisis eksergi secara menyeluruh dan analisis pada tiap komponen/subsistem pada sistem pembangkit serta melakukan pengoptimalan, maka komponen/subsistem pada sistem pembangkit serta melakukan pengoptimalan, maka efisiensi sistem pembangkit akan meningkat. Metode

efisiensi sistem pembangkit akan meningkat. Metode

analisis eksergi ini sesuai dengan tujuan yang lebih jauh dalam kaitan pengelolaan analisis eksergi ini sesuai dengan tujuan yang lebih jauh dalam kaitan pengelolaan sumber daya yang efisien, karena cara ini mampu mengidentifikasi lokasi, jenis serta sumber daya yang efisien, karena cara ini mampu mengidentifikasi lokasi, jenis serta  besarnya

 besarnya kerugian. kerugian. Informasi Informasi ini ini dapat dapat dimanfaatkan dimanfaatkan pada pada perancangan perancangan sistem sistem termaltermal dan menuntun usaha mengurangi sumber pemborosan energi dalam sistem yang sudah dan menuntun usaha mengurangi sumber pemborosan energi dalam sistem yang sudah ada, dan eva

ada, dan evaluasi sistem ekonomi luasi sistem ekonomi analisis eksergi sanganalisis eksergi sangat berguna dalam meningat berguna dalam meningkatkankatkan efisiensi sistem dan proses.

(2)

I.2 RUMUSAN MASALAH

1. Pengertian energi, eksergi, dan eksergi losses

2. Menjelaskan proses PLTU ( Pembangkit Listrik Tenaga Uap) di PT. Tanjung Enim Lestari Pulp and Paper 

3. Menghitung Energi, Eksergi, dan Eksergi losses

I.3 TUJUAN

1. Mengetahui pengertian energi, eksergi, dan eksergi losses

2. Mengetahui proses PLTU ( Pembangkit Listrik Tenaga Uap) di PT. Tanjung Enim Lestari Pulp and Paper 

(3)

BAB II PEMBAHASAN

Energi merupakan konsep dasar termodinamika dan merupakan salah satu aspek  penting dalam analisis teknik. Analisis energi dilakukan berdasarkan pada hukum  pertama termodinamika. Degradasi energi tidak dihitung jika menggunakan hukum  pertama. Sebagai contoh penurunan kualitas energi termal yang dipindahkan dari temperatur tinggi menjadi temperatur rendah tidak kelihatan bila dinyatakan dalam analisis energi. Sedangkan analisis eksergi dilakukan berdasarkan hukum kedua

termodinamika, yaitu proses termodinamika selalu tidak ideal sehingga terjadi  penurunan kualitas energi.

Eksergi didefinisikan sebagai potensi kerja maksimum dalam bentuk materi atau energi dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Potensi kerja ini diperoleh melalui  proses reversibel. Eksergi dapat ditransfer di antara sistem dan dapat dihancurkan oleh

ireversibilitas di dalam sistem

komposisi energi, eksergi dan anergi

Analisis eksergi bisa diterapkan di banyak bidang, terkhusus pada industri yang bekerja dengan pemanfaatan energi termal. Analisis eksergi terbukti sangat bermanfaat dalam menilai kinerja suatu sistem. Di dunia industri, analisis eksergi sudah dilakukan.

(4)

Analisis eksergi pada industri  pulp and paper yang dilakukan memperlihatkan  perbedaan antara analisis energi dengan analisis eksergi.

E xergy L osses

Eksergi tidak kekal dan bisa dimusnahkan. Istilah ini sering disebut ireversibilitas (irreversibility). Eksergi yang keluar merupakan eksergi yang termanfaatkan, yaitu eksergi produk   , dan eksergi yang tidak termanfaatkan, yaitu eksergi yang terbuang    . Sangat penting untuk membedakan antara eksergi yang dimusnahkan karena ireversibilitas dengan eksergi yang terbuang karena tidak termanfaatkan.

Efisiensi

Efisiensi didefinisikan sebagai perbandingan antara eksergi masuk sebagai eksergi yang digunakan dengan eksergi keluar sebagai eksergi yang termanfaatkan. Efisiensi

eksergi  dapat ditulis

Penelitian ini dilakukan dengan melakukan analisis termodinamika pada tiap komponen  pada sistem pembangkit listrik tenaga uap. Dalam penelitian ini sistem disederhanakan

ke dalam sebuah volume kontrol dengan membedakan antara aliran masuk komponen dan aliran keluar komponen. Sistem juga diasumsikan dalam kondisi  steady. Analisis dilakukan untuk mengidentifikasi lokasi, jenis dan besar kerugian (energy losses)akibat gesekan dan pembakaran tidak sempurna pada ruang bakar, dll. Data temperatur, tekanan dan laju aliran massa digunakan untuk mencari entalpi dan entropi pada tabel termodinamika, sehingga bisa dihitung energi dan eksergi tiap  state. Setelah mendapatkan energi dan eksergi di tiap  state maka analisis di tiap komponen bisa dilakukan dengan menggunakan neraca energi dan eksergi. Maka dapat diketahui komponen mana yang paling tidak efisien atau yang mengalami ireversibilitas terbesar.

(5)

Analisis tiap komponen akan memudahkan analisis sistem pembangkit secara keseluruhan.

Adapun batasan penelitian ini antara lain, penelitian diarahkan kepada analisis termodinamika untuk mengetahui performansi dengan menggunakan analisis energi dan eksergi pada tiap komponen, Penelitian ini mempertimbangkan kondisi setiap masuk komponen dan keluar komponen. Proses analisis dimulai dari tiap komponen sehingga  bisa dilakukan analisis secara keseluruhan. Sistem diasumsikan dalam sistem terbuka kondisi steady  dan kondisi lingkungan PT. Tanjung Enim Lestari  Pulp and Paper dijadikan referensi. Dalam hal ini parameter-parameter yang akan dihitung meliputi: nilai eksergi , energi, laju eksergi, laju energi di tiap titik dan ireversibel serta efisiensi energi dan eksergi pada tiap komponen serta membatasi komponen yang akan dianalisis sehingga bisa menjadi satu siklus pembangkit listrik tenaga uap. Dalam hal ini komponen meliputi :  power boiler, recovery boiler , turbin, kondensor, condensate  pump, deaerator dan feed water pump.

Sistem PLTU PT.Telpp

Skema PLTU di PT. Tanjung Enim Lestari Pulp and Paper

(6)

Pada PLTU PT. Tanjung Enim Lestari Pulp and Paper , daya listrik maksimum yang  bisa dihasilkan adalah 75 MW. Turbin digerakkan oleh  steam yang dihasilkan dari  power boiler dan recovery boiler . Power boiler  menggunakan bahan bakar kulit kayu (bark ). Air dialirkan ke atas melalui pipa yang ada pada dinding boiler , air tersebut akan dipanaskan hingga menjadi uap kering. Uap kemudian masuk ke high pressure headeryang merupakan tempat bertemu uap dari power boiler dan recovery boiler. Uap dengan tekanan dan suhu yang tinggi inilah yang menjadi sumber tenaga untuk menggerakkan turbin yang dihubungkan ke generator. Uap yang keluar dari turbin sebagian besar diekstrak ke medium pressure (MP) steam dan low pressure (LP) steam untuk keperluan mill process, dan sisanya dialirkan ke kondensor. Di condensate tank uap panas didingingkan dengan menggunakan air pendingin cooling tower . Kemudian air dipompa menuju deaerator   dan masuk ke feed water tank dan dipanaskan dengan menggunakan uap panas dari  LP steam. Air kemudian dipompa dengan  feed water  pump  untuk dipanaskan lebih lanjut di boiler dengan terlebih dahulu masuk ke economizeryang dilanjutkan ke steam drum. Siklus ini terus berlangsung selama proses terjadi. Sedangkan pada recovery boiler , proses steam yang terjadi sama dengan yang terjadi di power boiler , hanya saja bahan bakar yang digunakan adalah  Heavy Black  Liquor (HBL).

SISTEM AIR KONDENSAT

Sistem air kondensat adalah sumber pasokan utama untuk sistem air pengisi. Ruang lingkup sistem air kondensat adalah mulai dari hotwell sampai ke Dearator. Air kondensat berasal dari proses kondensasi uap bekas didalam kondensor. Di dalam sistem air kondensat, air mengalami 3 proses utama yaitu mengalami pemanasan, pemurnian dandeaerasi.

Pemanasan

Pada saat melintasi sistem air kondensat, air mengalami pemanasan pada berbagai komponen antara lain di gland steam condensor dan dibeberapa pemanas awal air  pengisi tekanan rendah/ LPH ( Low Pressure Heater ). Tujuannya untuk meningkatkan

(7)

efisiensi siklus serta menghemat pemakaian bahan bakar. Bila air kondensat tidak dipanaskan, berarti membutuhkan lebih banyak bahan bakar untuk menaikkan temperatur air didalam ketel/Boiler.

Selain itu, air kondensat juga mengalami proses pemurnian untuk mengurangi  pencemar-pencemar padat dan cair yang terkandung dalam air kondensat.

Pemurnian

Pemurnian air yang dilakukan didalam sistem air kondensat termasuk sistem pemurnian didalam siklus ( Internal Treatment ), pemurnian dilakukan dengan cara mengalirkan air kondensat melintasi penukar ion (Condensate Polishing   ) dan injeksi kimia, agar  pencemar yang dapat mengakibatkan deposit maupun korosi pada

komponen-komponen ketel dapat dihilangkan sehingga kualitas air kondensat menjadi lebih baik. Terjadinya deposit di ketel yang disebabkan oleh kualitas air yang buruk, dapat mengakibatkan terhambatnya proses perpindahan panas didalam ketel dan pada kondisi ekstrim dapat mengakibatkan bocornya pipa-pipa ketel akibat over heating.

Deaerasi

Deaerasi adalah proses pembuangan pencemar gas dari dalam air kondensat seperti oksigen (O2), carbondioksida (CO2) dan non condensable gas lainnya. Pencemar gas dapat menyebabkan korosi pada saluran dan komponen-komponen yang dilaui air kondensat.

SISTEM AIR PENAMBAH ( MAKE UP WATE R )

Secara teoritis, air di dalam siklus PLTU akan terus bersirkulasi tanpa terjadi  pengurangan massa air sehingga tidak memerlukan penambah dari luar siklus. Tetapi  pada prakteknya, banyak terjadi kehilangan massa air yang antara lain disebabkan oleh

adanya kebocoran-kebocoran di dalam sistem, spray ( Tempering  ) dan pembuangan gas yang masih mengandung air oleh karena itu harus ada tambahan air

Sistem air penambah berfungsi untuk memenuhi kebutuhan akan tambahan fluida kerja tersebut. Mengingat bahwa kualitas air penambah harus sama baiknya dengan kualitas air yang telah berada dalam siklus tersebut, maka sistem air penambah

(8)

dilengkapi dengan unit pengolahan air (demineralizer plant) yang berfungsi untuk mengolah air sumber (raw water) menjadi air penambah (make up water).

Air condensate atau demin dari condensate storage tank (CST) ditransfer ke kondensor hotwell menggunakan condensate transfer pump. Sistem pengoperasian dari condensate transfer pump hanya digunakan pada saat awal pengoperasian.

Aliran air penambah yang masuk ke hotwell diatur oleh katup air penambah (make up valve). Pembukaan katup dikendalikan oleh level Transmitter (LT) yang menggunakan Parameter Level Hotwell sebagai set point, karena variasi level hotwell merepresentasikan kebutuhan air penambah. Bila level hotwell turun menjadi lebih rendah dari semestinya, maka katup air penambah akan membuka sehingga air  penambah dari tangki air penambah (Condensate Storage Tank) akan mengalir kedalam hotwell menggunakan CTP ( pada saat awal start unit) dan vaccum line (normal operasi). Hal yang perlu diperhatikan oleh operator adalah bahwa jangan biarkan level tangki air penambah terlalu rendah. Bila level hotwell tinggi, maka hotwell level transmitter (LT) akan memerintahkan katup pelimpah (Spill Valve) untuk membuka dan sebagian air hotwell akan mengalir melalui pompa kondensat dan kembali ke tangki air penambah/Condensate Storage Tank  menggunakan Condensate Pump.

KOMPONEN UTAMA DAN FUNGSINYA

SISTEM AIR KONDENSAT

 Hotwell Kondensor

Sebagai penampung air hasil kondensasi uap bekas turbin

 Condensate Pump

Berfungsi untuk mengalirkan air kondensat dari hotwell melintasi sistem air kondensat menuju ke deaerator. Sistem kondensat memiliki 2 buah pompa kondensat yaitu 1 untuk cadangan (stand by) dan satu lagi beroperasi. Jenis  pompa yang banyak dipakai adalah pompa sentrifugal bertingkat (multy stage). Hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa sisi hisap pompa kondensat

(9)

 berhubungan dengan hotwell yang vakum. Untuk menjamin kontinuitas aliran air ke sisi hisap (suction) pompa, maka tekanan pada sisi hisap pompa paling tidak harus sama dengan tekanan kondensor. Berkaitan dengan hal tersebut, maka sisi hisap pompa dilengkapi dengan saluran penyeimbang tekanan (Equalizing / Balancing Line) agar tekanan pada sisi hisap pompa selalu sama dengan tekanan kondensor. Faktor yang perlu diperhatikan oleh operator adalah  bahwa katup isolating (manual valve) pada saluran penyeimbang ini harus selalu

terbuka selama pompa beroperasi. Kavitasi ini juga dapat timbul bila temperatur air kondensat didalam hotwell terlalu tinggi. Pompa kondensat juga dilengkapi oleh saringan (strainer) pada sisi hisapnya.

 Condensate Polishing

Condensate Polishing berfungsi untuk memurnikan air menggunakan bahan kimia, agar pencemar yang terkandung di air kondensat serta dapat mengakibatkan korosi pada komponen-komponen boiler dapat dihilangkan, sehingga kualitas air kondensat menjadi lebih baik.

Terdiri dari :

 Ion exchanger

Sebagai Wadah resin tempat pertukaran ion terjadi

 Resin trap

Berfungsi Sebagai penyaring resin agar tidak terbawa sistem

 Anion regeneration dan sparation vessel

Sebagai tempat terjadinya regenerasi resin (kation)

 Kation regeneration dan separation vessel

Sebagai tempat terjadinya regenerasi resin (anion)

 Deaerator Level Control

Deaerator Level Control terdiri dari dua buah Control Valve (Big dan Small) dan satu buah isolating valve pada satu line Bypass. Berfungsi sebagai pengatur level air di Deaerator, apabila level air di deaerator levelnya rendah, maka Small control valve akan membuka dan membantu Big untuk mengisi air pada

(10)

deaerator hingga pada level yang dibutuhkan. Setelah level air pada deaerator telah normal maka small control valve ini akan menutup.

Minimum Flow

Minimum Flow berfungsi untuk menjamin aliran/pressure air kondensate agar tetap stabil/normal. Dengan minimum flow ini, jika air kondensat pressurenya rendah akan di kembalikan kembali ke hotwell (resirkulasi).

 LOW PRESSURE HEATER 

Berfungsi untuk pemanas air kondensat, menggunakan Excause Steam dari Low  Pressure Turbin. Tujuannya untuk efisiensi siklus dan menghemat bahan bakar.

 DEAERATOR 

Berfungsi membuang gas-gas yang tidak dibutuhkan dari dalam air kondensat seperti oksigen (O2), carbondioksida (CO2) dan non condensable gas lainnya

 Kondensor

Berfungsi untuk merubah uap bekas turbin menjadi air kondensat dengan media  pendinginnya air laut. Uap bekas expansi turbin dikondensasikan di ruangan

kondensor yang vaccum dan berkontraksi langsung dengan tube-tube berisi air, Sehingga terjadi pertukaran panas antara uap dan air.

(11)

PERHITUNGAN

Dari perhitungan

Didapatkan nilai availibility (a) Dengan Rumus

TITIK (h - ho) - To (s - so)

1a 54,984938 1b 55,850438 2a 1257,950858 2b 1238,807158 3 1261,733738 4 106,836198 a = (h - ho)- To (s - so)

(12)

5 622,279838 6 865,646518 7 632,277818 8 20,052698 9 21,187378 10 33,160298 11 0,286764 12 0,541858 13 4,982112 14 5,557748 15 0,55686 16 46,057418 17 54,029078 18 0,134126 19 801,490278 20 5,557748 21 4,67554 22 5,10039

Menghitung energi, eksergi, dan energi loss

 Energi

 Eksergi

 Eksergi loss

Energy = entalpi x flow rate = h x G

Exergy = availibility x flow rate = a x G

(13)

TITIK Laju Aliran massa Enthalpy a Energi exergi m ( Kg/s) h (KJ/Kg) (KJ/Kg) (KJ/s) (KJ/s) 1a 76,1111 522,243 54,984938 39748,4892 4184,96411 1b 24,7222 526,398 55,850438 13013,71664 1380,7457 2a 75,2778 3298,41 1257,950858 248297,0483 94695,7731 2b 24,7222 3262,88 1238,807158 80665,57194 30626,0383 3 100 3306,33 1261,733738 330633 126173,374 4 12,5 2585,98 106,836198 32324,75 1335,45248 5 57,2222 2773,41 622,279838 158700,6217 35608,2213 6 26,3889 2954,42 865,646518 77963,89394 22843,4594 7 8,8889 2798,76 632,277818 24877,89776 5620,2543 8 15,0627 377,163 20,052698 5681,09312 302,047774 9 43,125 381,731 21,187378 16462,14938 913,705676 10 37,9166 449,145 33,160298 17030,05131 1257,32576 11 1045 138,619 0,286764 144856,855 299,66838 12 1045 163,691 0,541858 171057,095 566,24161 13 96,1111 251,437 4,982112 24165,88665 478,836265 14 74,1667 251,919 5,557748 18684,0009 412,199829 15 28,8889 126,277 0,55686 3648,003625 16,0870729 16 104,7222 512,373 46,057418 53656,82778 4823,23414 17 104,7222 518,016 54,029078 54247,77516 5658,04391 18 12,5 196,797 0,134126 2459,9625 1,676575 19 2,2222 2992,48 801,490278 6649,889056 1781,0717 20 21,9444 251,919 5,557748 5528,211304 121,961445 21 96,1111 251,18 4,67554 24141,1861 449,371292 22 96,1111 251,536 5,10039 24175,40165 490,204093

(14)

Eksergi loss 1. Boiler a. Power boiler E in = 1 a + 17 = 4184,96411 KJ/s + 5658,04391 KJ/s = 9843,00802 KJ/s Eout = 2 a = 94695,7731KJ/s Eloss = Ein –  Eout

= 9843,00802 KJ/s - 94695,7731KJ/s = 84852,76508 KJ/s  b. Recovery Boiler Ein = 1 b + 17 = 1380,7457 KJ/s + 5658,04391 KJ/s = -7038,78961 KJ/s Eout = 2 b = 30626,0383 KJ/s Eloss = Ein –  Eout

= 7038,78961 KJ/s - 30626,0383 KJ/s = -23587,24869 KJ/s 2. Turbin Ein = 3 = 126173,374 KJ/s Eout = 4, 5, dan 6 = (1335,45248 + 35608,2213 + 22843,4594) KJ/s = 59787,13318 KJ/s

Eloss = Ein –  Eout

= 126173,374 KJ/s - 59787,13318 KJ/s = 66386,24082 KJ/s

(15)

3. Kondensor Ein = 4 + 11 = 1335,45248 KJ/s + 299,66838 KJ/s = 1635,12086 KJ/s Eout = 18 + 12 = 1,676575 KJ/s + 566,24161KJ/s = 567,91819 KJ/s

Eloss = Ein –  Eout

= 1635,12086 KJ/s - 567,91819 KJ/s = 1067,20267JK/s 4. Deaerator Ein = 14 + 15 + 7 + 19 = (412,199829 + 16,0870729 + 5620,2543 + 1781,0717) KJ/s = 7829,612902 KJ/s Eout = 16 = 4823,23414 KJ/s Eloss = Ein –  Eout

= 7829,612902 KJ/s - 4823,23414 KJ/s = 3006,378762 KJ/s 5. Condensat Pump 2 Ein = 13 = 478,836265 KJ/s Eout = 14 + 20 = 412,199829 KJ/s + 121,961445 KJ/s = 534,161274 KJ/s

Eloss = Ein –  Eout

= 478,836265 KJ/s - 534,161274 KJ/s = -55,325009 KJ/s

(16)

6. Condensat Pump 1

Ein = 21

= 449,371292 KJ/s Eout = 22

= 490,204093 KJ/s Eloss = Ein –  Eout

= 449,371292 KJ/s - 490,204093 KJ/s = -40,832801 KJ/s 7. Condensat Tank Ein = 8 + 9 +10 + 18 + 20 = (302,047774 + 913,705676 +1257,32576 + 1,676575 + 121,961445 ) KJ/s = 2596,71723 KJ/s Eout = 21 = 449,371292KJ/s Eloss = Ein –  Eout

= 2596,71723 KJ/s –  449,371292 KJ/s = 2147,34594 KJ/s

8. Feed Water Pump

Ein = 16

= 4823,23414 KJ/s Eout = 17

= 5658,04391KJ/s Eloss = Ein –  Eout

= 4823,23414 KJ/s - 5658,04391KJ/s = -834,80977 KJ/s

(17)

PENUTUP

3.1 KESIMPULAN

 Terdapat 2 jenis boiler yaitu power boiler dan Recovery boiler. Recovery Boiler

adalah sebuah unit yang sangat penting bagi sebuah perusahaan kertas. Boiler ini berfungsi untuk menghasilkan uap kering dengan temperature dan tekanan tinggi.

 Recovery Boiler melakukan daur ulang dari sisa chemical2 (Weak Black

Liquor) dari sebuah proses pemasakan kayu. Sisa liquor yang hanya terdiri dari 18% solid dan 82% Air akan diuapkan hingga komposisinya berbalik yaitu Solid nya menjadi 82% dan kadar air 18%.

 Eksergi loss dibeberapa titik terlalu besar Karena di setiap alat membutuhkan

eksergi input yang cukup besar untuk menghasilkan energi yang besar pula seperti boiler dan turbin. Besarnya eksergi loss disebabkan oleh kinerja alat yang tidak bisa memaksimalkan eksergi maupun energi yang masuk, selain itu eksergi loss yang dihasilkan pun disebabkan tidak adanya penerapan sistem kogenerasi yang memanfaatkan kembali sejumlah energi panas yang dihasilkan.

 Dibeberapa perhitungan terdapat eksergi bernilai negatif Pada dasarnya eksergi

tidak dapat bernilai negatif karena semua sistem yang tidak berada pada tingkat keadaan lingkungan dapat dengan spontan berubah ke tingkat keadaan sekeliling. Dalam hal ini terdapat kesalahan teknis dalam menghitung eksergi loss yang ada pada skema yang ada.

(18)

https://www.scribd.com/doc/219109087/Energy-and-Exergy-Analysis-PT-Telpp-Steam-Power-Plant#download

Anonim, Hingga 2030 Permintaan Energi Dunia Meningkat. Website www.esdm.go.id (diakses tanggal 17 September 2013).

Çamdali,Ü., Tunç, M., 2003. Exergy analysis and efficiency in an industrial AC ARC  furnace. Turkey : Applied Thermal Engineering 23 (2003) 2255 – 2267.

Utlu,Z., Sogut,Z., Hepbasli,A., Oktay,Z., 2006. Energy and exergy analyses of a raw mill in a cement production. Turkey : Applied Thermal Engineering 26 (2006) 2479 – 2489.

Referensi

Dokumen terkait

Bahan bakar untuk dapur tinggi harus bebas dari unsur yang menyebabkan besi menjadi rapuh dalam dingin dan rapuh dalam panas, unsur yang dimaksud adalah….8. Hasil dari dapur

Apakah faktor-faktor yang menentukan keberhasilan implementasi rencana aksi dalam kebijakan pengembangan industri hilir kelapa sawit di Indonesia2. Bagaimana strategi

Bagi yang ingin menikmati keindahan bawah laut tapi tidak bias menyelam, TWP Laut Banda menawarkan Miniatur Kepulauan Banda, terletak di Desa Dwiwarna tepatnya di Pantai Tita

Viskositas adalah tahanan yang dimiliki fluida yang dialirkan dalam pipa kapiler terhadap gaya gravitasi, biasanya dinyatakan dalam waktu yang diperlukan untuk mengalir pada jarak

Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi keputusan konsumen dalam membeli produk laptop merek Acer diantaranya adalah faktor produk, harga, merk dan lokasi toko, disusun tujuan

Berdasarkan analisis daya dukung lingkungan kelerengan lahan kondisi datar (0-8% s/d 15%) terutama di wilayah tengah dan timur layak untuk pemanfaatan kawasan wisata alam

Alhamdulillahirabbil’alamin segala puji Allah SWT yang telah melimpahkan berkah, rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah yang

Dengan demikian yang dimaksud dengan kesadaran konsumen atas pengonsumsian mi instan organik ialah keaktifan berpikir dan bertindak konsumen khususnya dari kalangan