• Tidak ada hasil yang ditemukan

Solution-Focused Brief Therapy (SFBT) untuk meningkatkan motivasi membaca Murid Disleksia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Solution-Focused Brief Therapy (SFBT) untuk meningkatkan motivasi membaca Murid Disleksia"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 1. Kerangka Konseptual Penelitian SFBT Sesi Intervensi Pre Sesi  Tujuan Intervensi Miracle Questions Scaling Questions Constructuring Solution Coping Questions  Homework Assignment
Tabel 1. Rencana Intervensi  TAHAP   (100 Menit)  KEGIATAN  SESI TRANSISI  Membina Hubungan  1
Tabel 4. Hasil Analisis Deskriptif Perbedaan Skor MRP Pre dan Pos Tes Subjek Kelompok
Tabel 6. Hasil Analisis Deskriptif Perbedaan Nilai rata-rata Motivasi Membaca (MRP) Pre dan
+2

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan motivasi membaca melalui metode story reading pada kelompok B di Taman Kanak-kanak Aisyiyah Keprabon Surakarta

Hasil penelitian menyatakan bahwa kemampuan membaca puisi siswa mengalami peningkatan, Pada siklus I pertemuan I rata-rata kemampuan membaca puisi siswa memperoleh

2.Hasil pembelajaran membaca permulaan ada peningkatan ,dari data sebelum dilakukan penelitian skor rata-rata siswa membaca permulaan 4,5.Setelah dilakukan penelitian

Peningkatan hasil motivasi belajar siswa melalui hasil angket sebesar 17%, sedangkan motivasi belajar siswa melalui hasil observasi menunjukkan adanya peningkatan sebesar

Saran penelitian untuk: (1) konselor; konseling kelompok singkat berfokus solusi dapat digunakan oleh konselor sekolah sebagai salah satu pendekatan konseling kelompok untuk

Oleh karena itu, dalam tulisan ini penulis sengaja mengangkat hal-hal yang berkaitan dengan jenis-jenis motivasi yang sesuai untuk memotivasi siswa membaca, usaha- usaha

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan skor motivasi berprestasi antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen setelah diberikan teknik cognitive behavioral

Hal ini dapat dilihat berdasarkan skor rata-rata motivasi belajar siswa pada siklus I hanya sebesar 29,90 dengan standar deviasi sebesar 4,29 (kualifikasi cukup), sedangkan skor