• Tidak ada hasil yang ditemukan

BADAN STANDARDISASI NASIONAL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BADAN STANDARDISASI NASIONAL"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

I BADAN

STANDARDISASI NASIONAL

KEPUTUSAN KERALA BADAN STANDARDISASI NASIONAL NOMOR 7/KEP/BSN/2/2021

TENTANG

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PERHITUNGAN DAN PEMBAYARAN TUNJANGAN IGNERJA

KEPALA BADAN STANDARDISASI NASIONAL,

a. bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 4 ayat

(1) Peraturan Badan Standardisasi Nasional Noraor

15 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua atas

Peraturan Badan Standardisasi Nasional Nomor 12 Tahun 2019 tentang Tata Cara Pemberian Tunjangan Kinerja Pegawai di Lingkungan Badan

Standardisasi Nasional, perlu ditetapkan standar

operasional prosedur;

b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan

Keputusan Kepala Badan Standardisasi Nasional

tentang Standar Operasional Prosedur Perhitungan dan Pembayaran Tunjangan Kinerja;

1. Peraturan Presiden Nomor 165 Tahun 2015 tentang Tunjangan Kinerja Pegawai di Lingkungan Badan Standardisasi Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 392);

2. Peraturan Presiden Nomor 4 Tahun 2018 tentang Badan Standardisasi Nasional (Lembaran Negara

Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 10);

3. Peraturan Badan Standardisasi Nasional Nomor 12 Tahun 2019 tentang Tata Cara Pemberian

(2)

BADAN

STANDARDISASl NASiONAL

-2-Tunjangan Kineija Pegawai di Lingkungan Badan Standardisasi Nasional (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 838) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengaii

Peraturan Badan Standardisasi Nasional Nomor 15 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Badan Standardisasi Nasional Nomor 12 Tahun 2019 tentang Tata Cara Pemberian

Tunjangan Kinerja Pegawai di Lingkungan Badan

Standardisasi Nasional (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 1672);

MEMUTUSKAN;

Menetapkan

KESATU

KEDUA

KEPUTUSAN KEPALA BADAN STANDARDISASI NASIONAL TENTANG STANDAR OPERASIONAL

PROSEDUR PERHITUNGAN DAN PEMBAYARAN

TUNJANGAN KINERJA.

Menetapkan Standar Operasional Prosedur Perhitungan

dan Pembayarsin Tunjangan Kinerja sebagaimana

tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian

yang tidak terpisahkan dari Keputusan Kepala Badan ini.

Keputusan Kepala Badan ini mulai berlaku pada

tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Jakarta

pada tanggal 8 Februari 2021

KEPAyi BADAN STANDARDISASI NASIONAL

(3)

, BADAN

STANDARDISASI NASIONAL

LAMPIRAN

KEPUTUSAN KEPALA BADAN STANDARDISASI

NASIONAL NOMOR TENTANG

7/KEP/BSN/2/2021

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PERHITUNGAN

DAN PEMBAYARAN TUNJANGAN KINERJA

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PERHITUNGAN DAN PEMBAYARAN TUNJANGAN KINERJA

1. PENGANTAR

Standar Operasional Prosedur (SOP) mcrupakan panduan dalam

mclaksanakan pcrhitungan dan pembayaran tunjangan kineija bagi pegawai di lingkungan BSN, yang memuat alur pelaksanaan, simulasi, serta ketentuan lain.

2. SIMULASI PERHITUNGAN TUNJANGAN KINERJA A. Urutan potongan tunjangan kinerja diperoleh dari:

1. Persentase pemotongan penilaian kinerja (kontrak keija, rencana aksi, realisasi triwulan dan logbook)

2. Persentase potongan presensi

3. Persentase potongan hukuman disiplin selain karena presensi Contoh;

Fina adalah seorang staf grade 7 dengan besar tunjangan

Rp2.928.000,00 pada bulan September, Fina tidak membuat laporan realisasi rencana aksi dan tidak hadir tanpa keterangan

selama 2 hari, dan dijatuhi hukuman disiplin ringan-teguran

lisan karena pelanggaran kode etik maka perhitungan tunjangan kinerja bulan September adalali sebagai berikut;

(4)

I BADAN

STANDARDJSASI NASIONAL

Tunjangan Kinerja Oktober yg diberikan di November Rp 2.928.000 Potongan Kinerja Tw III (20% x Rp 2.928.000) Rp 585.600

Rp 2.342.400

Potongan Presensi September (2 hari x 5% x Rp 2.342.400) Rp 234.240

Rp 2.108.160

Potongan Hukuman DisipUn ringan - teguran lisan ( 15% x Rp

2.108.160) Rp 316.224

Juxnlah Tunjangan Kinerja yg diterisna Fina pada bulan

November Rp 1.791.936

B. Ketentuan waktu dan lamanya pemotongan kinerja pada

tunjangan kinerja:

1. Pemotongan tunjangan kinerja 100% dikenakan kepada pegawai yang tidak membuat kontrak keija beserta rencana aksi pada bulan Januari, dan berlaku sampai dengan pegawai tersebut membuat kontrak kerja dan rencana aksi dengan syarat penyelesaian pembuatan kontrak kerja dilakukan paling lambat tanggal 15 bulan berjalan (Februari, dst). Apabila penyelesaian kontrak setelah tanggal 15 bulan berjalan maka tunjangan Idnerja bulan berjalan (yang dibayarkan bulan berikutnya) masih dipotong 100%.

Contoh kasus 1:

Arya tidak membuat kontrak kinerja dan rencana aksi 2021 maka sejak bulan februari 2021, tunjangan kinerja Arya

dikenakan pemotongan 100%. Contoh kasus 2:

Arya membuat kontrak kinerja tahun 2021, tetapi yang bersangkutan tidak membuat rencana aksi maka maka

sejak bulan februari 2021 tunjangan kineija pegawai A tetap

dikenakan pemotongan 100%. Contoh kasus 3:

Pada bulan Januari, Arya tidak membuat kontrak kinerja dan rencana aksi 2021, maka tunjangan kinerja bulan Februari dikenakan pemotongan 100%, kemudian pada bulan Februari Arya mulai membuat dan menyelesaikan

(5)

, BADAN

STANDARDISASI NASIONAL

kontrak kinerja dan rencana aksi, maka pada bulan maret, Arya tidaklagi dikenakan pemotongan 100%.

2. Pemotongan tunjangan kineija 20% dikenakan kepada

pegawai tidak membuat realisasi rencana aksi triwulan

selama 3 bulan dimulai sejak 1 bulan berikutnya.

Cotttoli kasus:

Pada bulan Maret, Arya membuat realisasi triwulan melewati

tanggal deadline yang telah ditentukan, sehingga pada saat

penarikan data, Arya tercatat tidak membuat realisasi

rencana aksi, maka tunjangan kinerja Arya pada bulan April akan dipotong 20% selama 3 bulan sampai dengan bulan

Juni.

3. Pemotongan tunjangan kineija 20% berlaku apabila capaian nilai kinerja di bawah 70 selama 3 bulan dimulai sejak

bulan berikutnya. Contoh kasus:

Pada bulan Maret, Arya membuat realisasi rencana aksi dengan nilai self declare sebesar 78, ketika dikirim ke

atasan, atasan menilai kinerja Arya hanya sebesar 69 karena ada beberapa target kinerja yang tidak dilaksanakan. Atas penilaian tcrsebut, tunjangan kinerja Arya akan dipotong sebesar 20% mulai bulan April sampai dengan bulan Juni. 4. Pemotongan tunjangan kinerja 10% berlaku apabila pegaweii

tidak membuat logbook bulanan dan tidak disetujui/ditolak

oleh atasan, dan berlaku pada bulan berikutnya. Co&toh kasus:

Pada bulan Januari, Rama membuat logbook dan

mengirimkannya ke atasan, Ketika atasan menilai logbook Rama, ada beberapa poin yang ditolak oleh atasan. Karena

penolakan tersebut tunjangan kinerja Rama pada bulan Februari akan dipotong sebesar 10% selama 1 bulan.

(6)

, BADAN

STANDARDISASI NAS/ONAL

C. Pembayaran tunjangan kinerja

Tunjaiigan kinerja bulan beijalan (B) dibayarkan di bulan berikutnya (B+1) dengan memperhitunglcan (apabila ada) pemotongan kinerja dan presensi bulan sebelumnya (B-1).

Contoli:

Perhitungan tunjangan kinerja bulan Oktober diperoleh dari basil pemotongan kinerja (logbook dan Realisasi Triwulan III), kehadiran dan hukuman disiplin pegawai di bulan September. Pembayaran tunjangan kinerja bulan Oktober akan diterima

oleh pegawai pada bulan November.

JADWAL PEMROSESAN TUNJANGAN KINERJA

Dalam pemrosesan tunjangan kinerja melibatkan beberapa unit dan narahubung/PIC sebagaimana dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

NARAHUBUNG/PlC

Tabel 1

KETERANGAN WAKTU

kinerja

Men^nput surat izin, surat tugas, Minggu pertania

dll di awal bulan

penilaian Menarik data potongan kinerja dan Minggu pertama

melaporkan kepada PIC tunjangan kinerja

PIC tunjangan Mengkompilasi dan memverifikasi Minggu Kedua kinerja data tunjangan kinerja dan data

pendukungnya

PIC tunjangan Menghitung komponen-koraponen Minggu ketiga kinerja potongan kineija,

PIC tunJangaiT Mengirimkan laporan tunjangan Minggu keti^

kinerja kinerja kepada Kepala Biro SDMOH, apabila disetujui PIC tunjangan kinerja mengirimkan laporan

(7)

Bagian Keuangan

BADAN

STANDARDISASl NASIONAL

tunjangan kinetja ke bagian keuangan

Mengirimkan laporan jumlah Minggu keempat tunjangan kineija ke K.PPN dan

membuat rencana penarikan kas

Pembuatan SPP dan SP2D setelah Minggu pertama rencana penarikan kas disetujui bulan berikutnya

4. KETENTUAN LAIN

a. Tim OSIP: Anggota Tim terdiri dari perwakilan unit kerja

terkait, dengan penunjukan dari pimpinan unit kerja masing-masing, setiap pegawai yang ditunjuk untuk menjadi petugas OSIP diminta untuk menandatangani

pakta integritas sebagai bukti uji kelayakan. Bagi petugas

OSIP dan PIC tunjangan kinerja di Biro SDMOH, pakta

integritas bisa menggunakan yang sudah pemah ditandatangani, karena sesuai dengan tugas dan fungsinya.

b. SK pegawai dimaksud di atas merupakan SK yang

berhubungan dengan perhitungan tunjangan kinerja

seperti: SK PLT/PLH, SK Tugas Belajar, SK pengaktifan

kembali setelah tugas belajar, SK Pensiun, SK Promosi dan

Mutasi jabatan.

c. Bagi Pegawai yang akan menjalankan tugas belajar

terhitung mulai tanggal 1, pemotongan tunjangan kinerja

dimulai pada bulan yang sama.

d. Bagi Pegawai tugas belajar yang aktif kembali setelah selesai menjalankan tugas belajar terhitung mulai tanggal 1, pembayaran tunjangan kinerja penuh dimulai pada

bulan ygang sama.

Contoh Kasus:

Ahmad melaksanakan tugas belajar per 1 September 2020 s.d 30 September 2022 malca pemotongan tunjangan

(8)

BSN

, BADAN

STANDARDISASI NASIONAL

kinerjanya dimulai sejak bulan September yang dibayarkan

di bulan Oktober 2020, pegawai ybs al<an mulai aktif 1 Oktober 2022 maka tunjangan kinerja mulai diberikan penuh tanpa pemotongan sejak bulan Oktober yang dibayarkan di bulan November 2022.

e. Bagi Pegawai yang akan menjalankan tugas belajar terhitung mulai tanggaJ 2 dan seterusnya, pemotongan tunjangan kinerja dimulai pada bulan berikutnya.

f. Bagi Pegawai tugas belajar yang aktif kembali setelah selesai menjalankan tugas belajar terhitung mulai tan^al 2 dan seterusnya, pembayaran tunjangan kinerja penuh dimulai pada bulan berikutnya.

Contoh kasus:

Surya melaksanakan tugas belajar per 15 September 2020 s.d 15 Oktober 2022 maka pemotongan tunjangan kinerjanya dimulai sejak bulan Oktober 2020 yang dibayarkan pada bulan November 2020. Ybs mulai aktif kembali pada 15 Oktober 2022, maka tunjangan kinerja mulai diberikan penuh tanpa pemotongan sejak bulan

(9)

-9-OUTPUT WAKTU TAHAPAN PELAKSANA SK PLT/PLH, SK Tugas Belajar, SK pengaktifan kembali setelah tugas belajar, SK Penslun, SK Promosi dan Mutasi jabatan SK Pegawai, Dokumen

Cuti, Hukuman Disiplin,

Dokumen Izin pegawai (Surat Tugas, Ijin, dll) Data Logbook, rencana aksi, dan realisasi rencana aksi

Nota dinas ke Unit kerja, Surat Keputusan Tim OSiP dan Pakta

Integritas

Kepala Biro SDMOH Shari

Operator Sistem

Informasi Presensi

(OSIP)

Bukti dukung kehadiran seperti (surat tugas, surat cuti, surat ijin

dan surat keterangan ketidakhadiran lainnya).

Shari

Analis Kepegawaian Pertama/ Analis Kinerja

RekapitulasI tunjangan kinerja

Analis Kepegawaian 5 hari

1. Pembentukan tim OSIP

2. Penginputan data ketidakhadiran pegawai di

aplikasi Simpeg

4.Kompilasi data presensi, kinerja, dan hukuman disiplin

seluruh pegawai

3. Penarikan Data

Potongan Logbook,

Rencana Aksi, dan

Realisasi Rencana

(10)

-10-PELAKSANA TAHAPAN WAiau OUTPUT

B.Analis Kepegawaian

6. Kepala Biro SDMOH

7. Analis Kepegawaian

8. Biro PKU

g.Biro PKU

Tidak

5. Verifikasi data perhitungan

Tunkin

B.Persetujuan

T.Penyampaian rekapitulasi laporan

Tunkin ke Biro PKU

f

8. Pemrosesan data untuk

pencairan Tunkin

1f

9. Pembayaran Tunkin

T

Rekapitulasi

4 hari Laporan tunjangan kinerja

1 hari Sure!

5 hari Rencana Penarikan Kas

2 hari Pembuatan SPP dan penerbitan

Referensi

Dokumen terkait

To develop an effective reading style for research papers, it can help to know two things: what you should get out of the paper, and where that information is located in the

[r]

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA dilakukannya mendapatkan bayaran besar dan ingin mengetahui dan mencoba tarian yang lebih menantang Faktor penghambat dalam menjalankan

[r]

Penelitian ini dilakukan pada kelas I SDN 01 Sungai Pinyuh pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan guru kolaborasi (Teman Sejawat). Penelitian ini dilaksanakan

Is One Nugroho. Analisis Perbandingan Nilai Profit Penggunaan Lahan Pertanian dan Pertambangan Pasir di Desa Pegiringan Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang. Skripsi,

[r]

With more than 8,000 part numbers available for automotive and heavy duty applications , we serve wide range of products than any other auto component company. With additional +