• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jurnal INOBIS Vol. 3 No. 2 Hal Maret 2020 ISSN (Online)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Jurnal INOBIS Vol. 3 No. 2 Hal Maret 2020 ISSN (Online)"

Copied!
155
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

INOBIS:

Jurnal Inovasi Bisnis dan Manajemen Indonesia

ISSN.2614-0462 (Online)

(3)

ISSN.2614-0462 (Online)

153 - 161

Tri Siwi Agustina

Pengaruh Perilaku Inovatif pada Keberhasilan Womenpreneur

Etnis Madura sebagai Pegadang Pakaian Jadi

162 - 177

Dedi Rianto Rahadi, Yosua Stevanus

Persepsi Dan Pengambilan Keputusan Milenial Terhadap

Instumen Investasi Masa Depan : Studi Literatur

178 - 186

A.A Ngurah Yoga Indra Pratama, I Wayan Sujana, Ni Nyoman Ari Novarini

Pengaruh Servant Leadership dan Empowerment terhadap

Organizational Citizenship Behaviour pada PT. Samaja Bali Villa

187 - 197

Heru Saputra, Ahmad Soleh, Ida Ayu Made Er Meytha Gayatri

Ibnu Lukman Pratama, Bambang Sugito, Laili Salsabila

Didit Herlianto, Luthfi Hafizh

Faaza Naima, Ambang Aries Yudanto

Chandra Hotpartua, Ekayana Sangkasari Paranita

Pengaruh Perencanaan Sumber Daya Manusia, Rekrutmen dan

Penempatan Terhadap Kinerja Karyawan Kantor Perwakilan

Bank Indonesia Provinsi Bengkulu

198 - 210

Penempatan Ulang Material dan Perancangan Sistem Informasi

Pengambilan Material Return Berbasis Web di Gudang PT ABC

Unit Pembangkit X

211 - 229

Pengaruh Indeks Dow Jones, Nikkei 225, Shanghai Stock

Exchange, Dan Straits Times Index Singapore Terhadap Indeks

Harga Saham Gabungan (IHSG) Di Bursa Efek Indonesia (BEI)

230 - 248

Analisis Struktur Modal Optimal dalam rangka Pelaksanaan

Proyek Strategis Nasional (Studi Kasus PT Wijaya Karya

Tahun 2016 s.d. 2019)

249 - 262

Analisis Komparatif Tingkat Kesehatan Bank BUMN

Di Indonesia Dengan Metode RGEC

Mahir Pradana, Benny Kurnia, Tri Indra Wijaksana, Fajar Ari Rachdian, Diki Wahyu Nugraha

Diah Ayu Shoviana Ranti, Damayanti

Rinawati Zailani, Choirun Nisaa

263 - 272

Alumni Satisfaction Analysis with UnivQual Theory:

Case of Telkom University Class of 2010-2014

273 - 291

Pengaruh Current Ratio, Debt to Equity Ratio, Return on Asset

dan Asset Growth terhadap Beta Saham pada Perusahaan

Real Estate dan Property di Bursa Efek Indonesia

292 - 301

Analisis Pengaruh Penciptaan Pengetahuan terhadap Kinerja

Organisasi di Kalangan Usaha Kecil Menengah

(4)

INOBIS:

Jurnal Inovasi Bisnis dan Manajemen Indonesia

ISSN.2614-0462 (Online)

(5)

153

Pengaruh Perilaku Inovatif pada Keberhasilan Womenpreneur Etnis

Madura sebagai Pegadang Pakaian Jadi

Tri Siwi Agustina

Universitas Airlangga E-Mail : [email protected]

Abstrak

Perdagangan seringkali dianggap sebagai sesuatu yang menjanjikan untuk mendatangkan kekayaan. Salah satu faktor yang menyebabkan keberhasilan pedagang adalah karena perilaku inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perilaku inovatif terhadap keberhasilan wanita beretnis Madura di ITC Mega Grosir Surabaya. Variabel penelitian ini terdiri dari perilaku inovatif terdiri dari opportunity exploration, generativity, formative investigation, championing, dan application . Sampel penelitian ini adalah 95 wanita pedagang beretnis Madura Pengujian hipotesis mengunakan metode analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan variabel opportunity exploration, generativity dan formative investigation tidak menunjukkan pengaruh pada keberhasilan sedangkan variabel championing

dan application terbukti berpengaruh pada keberhasilan womenpreneur etnis Madura yang berdagang pakaian jadi di ITC Mega Grosir Surabaya.

Kata kunci : perilaku inovatif, keberhasilan usaha, wanita pedagang etnis Madura Pendahuluan

Berdagang merupakan salah satu cara seseorang untuk mencapai kesuksesan dan kemakmuran hidup sehingga akhirnya banyak orang yang mencoba terjun ke dunia perdagangan. Salah satu hal yang menyebabkan keberhasilan seorang wirausaha/ pedagang diantaranya adalah perilaku inovatif.

Saat ini dunia usaha, khususnya perdagangan tidak hanya dimonopoli oleh kaum pria, kaum wanita juga telah terjun ke dunia ini. Keterlibatan kaum wanita di dunia bisnis memberikan warna tersendiri serta semakin diperhitungkan dalam dunia perdagangan di Indonesia. Ketertarikan tersebut lebih didasarkan pada apa yang melatarbelakangi keberadaan mereka serta nilai-nilai budaya yang melatarbelakanginya. Selain itu, tanggung jawab wanita dalam menjalankan bisnis sekaligus tanggung jawabnya sebagai pribadi yang tidak terlepas dari peran domestik menyebabkan terganggunya konsentrasi dan semakin terbatasnya waktu untuk melakukan kegiatan inovasi (Tambunan, 2009).

Di ITC Mega Grosir Surabaya terdapat berbagai macam etnis yang melatarbelakangi wanita pedagang yang ada disana. Salah satu etnis dari wanita pedagang yang cukup banyak di ITC Mega Grosir Surabaya adalah etnis Madura. Seperti pada umumnya orang etnis Madura yang dikenal sebagai pekerja keras, ulet, tekun, sederhana serta tidak menyia-nyiakan kesempatan (Sutarto, 2006), wanita Madura dengan latar belakang sosial ekonomi tinggi atau rendah, berpendidikan tinggi atau rendah, yang tinggal di Madura ataupun telah bermigrasi ke pulau lain adalah pekerja keras baik untuk pekerjaan rumah tangga maupun pencari nafkah. Etos kerja yang tinggi pada wanita Madura didorong dengan keyakinan bahwa kerja adalah

(6)

INOBIS: Jurnal Inovasi Bisnis dan Manajemen Indonesia Volume 03, Nomor 02, Maret 2020

Tri Siwi Agustina

154 ibadah, amal serta sebagai bentuk perjuangan meraih pengakuan atas kemampuan dirinya (Sukesi, Wisaptiningsih dan Nurhadi, 2008). Berdasarkan latar belakang tersebut maka dirumuskan masalah sebagai berikut : (1) Apakah perilaku inovatif yang terdiri dari eksplorasi peluang, menghasilkan ide, uji coba, mental juara, dan pengaplikasian secara simultan berpengaruh terhadap keberhasilan womenpreneur etnis Madura etnis Madura; (2) Apakah perilaku inovatif yang terdiri dari eksplorasi peluang, menghasilkan ide, uji coba, mental juara, dan pengaplikasian secara parsial berpengaruh terhadap keberhasilan keberhasilan womenpreneur etnis Madura .

Landasan Teori dan Pengembangan Hipotesis

Wanita pedagang/wirausaha diartikan sebagai wanita dalam dunia bisnis yang mengambil peluang dan memulai, membangun dan menumbuhkan bisnis yang sukses. Meningkatkatnya partisipasi wanita dalam angkatan kerja menunjukkan bahwa nilai-nilai tradisional yang memandang wanita sebagai unsur domestik dan pria sebagai unsur publik kini semakin samar. Perempuan cenderung lebih menonjol dalam pergaulan (people oriented) dibanding laki-laki, menurut Stain (1989).

Pengertian perilaku inovatif menurut dalam De Jong & Kemp (2003) adalah semua perilaku individu yang diarahkan untuk menghasilkan, memperkenalkan, dan mengaplikasikan hal-hal ‘baru’, yang bermanfaat dalam berbagai level organisasi. Perilaku inovatif sarat dengan berbagai tantangan dan proses menjalankannya tidak mudah. Beberapa peneliti menyebutnya sebagai shop-floor innovation dalam De Jong & Den Hartog, 2003. Kleysen dan Street (2001) menguraikan aspek-aspek perilaku inovatif serta merangkum dari penelitian-penelitian sebelumnya aktivitas yang menyertai masing-masing aspek, sebagai berikut:

1) Eksplorasi Peluang/Opportunity Exploration diukur dengan indikator berikut : memberi perhatian pada sumber peluang (paying attention to opportunity sources); mengenali peluang (recognizing opportunities) dan berbagi informasi yang berkaitan dengan peluang (gathering information about opportunities

2) Menghasilkan ide/Generativity diukur dengan indikator : munculnya ide yang memiliki peluang (generating ideas and solutions to opportunities) ; membuat gambaran tentang gagasan serta mengelompokkannya (generating representations and categories of opportunities) dan menggabungkan gagasan dengan informasi (generating associations and combinations of ideas and informations)

3) Uji Coba/Formative Investigation diukur dengan indikator berikut: melakukan uji coba ide dan pemecahan masalah (experimenting with ideas and solutions), keaslian ide (originality of ideas), mengevaluasi ide dan pemecahan masalah (evaluating ideas and solutions).

4) Mental Juara (Championing) diukur dengan indikator berikut: mobilisasi berbagai macam sumber daya (mobilizing resources), meyakinkan dan memengaruhi orang lain (persuasing and influencing), melakukan sesuatu yang menantang dan menghadapi resiko (challenging and risk taking)

5) Pengaplikasian/Application diukur dengan indikator berikut: penerapan ide perubahan ke arah yang lebih menguntungkan (implementing), memodifikasi ide-ide yang sudah diterapkan dalam mengaplikasikan ide baru (modifying), Melakukan rutinitasi inovasi untuk memperbaiki proses, teknologi, produk dan layanan dalam kegiatan sehari-hari (routinizing)

(7)

155 Walker dan Brown (2004) merumuskan keberhasilan usaha dari wanita pengusaha/pedagang meliputi dimensi sebagai berikut :

1. Kualitas Hidup (Quality of Life) yang terdiri dari : membantu perekonomian keluarga, mendapatkan kepuasan pemenuhan diri, termasuk pemenuhan tuntutan spiritual atau religius, dan peningkatan taraf hidup keluarga

2. Kebebasan (Autonomy) seperti : bebas dari segala aturan organisasi, Bebas mengatur waktu dan bebas mewujudkan ide-ide sendiri

3. Kepuasan Kerja (Job Satisfaction) yang terdiri dari : kepuasan pribadi lebih penting daripada menghasilkan banyak uang (citra diri), memberikan orang lain pekerjaan memberikan kepuasan pribadi dan berguna bagi orang lain, dan menaklukan tantangan

Teoh dan Chong (2008) menjelaskan bahwa jaringan kerja (networking) merupakan hal yang terpenting dalam menjamin keberlangsungan hidup dan usaha yang dibangun oleh wanita. 4. Jaringan Kerja (Networking) , yang terdiri dari : manfaat mengenal banyak orang bagi diri sendiri, manfaat mengenal banyak orang bagi pengembangan bisnis, keikutsertaan dalam perkumpulan formal dan informal, baik perkumpulan usaha sejenis ataupun tidak.

Walker dan Brown (2004) merumuskan keberhasilan usaha dari wanita pengusaha/pedagang meliputi dimensi sebagai berikut:

5. Kemampuan untuk seimbang dalam bekerja dan keluarga (The ability to balance work and family) dengan pengukuran sebagai berikut : menyadari adanya tuntutan peran antara pekerjaan-keluarga, mampu membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga (keseimbangan waktu) dan kewajiban pekerjaan yang sering merubah rencana bersama keuarga (keseimbangan tugas dan tanggung jawab)

Sandjaja dan Riyanti (2004) menyatakan bahwa perilaku inovatif memberi kontribusi yang signifikan pada keberhasilan usaha. Sebagaimana pendapat Drucker yang dikutip dalam Idris (2009) yang menyebutkan bahwa keterampilan inovasi merupakan salah satu atribut kritis dalam membentuk keberhasilan wirausaha.

Berdasarkan pernyataan tersebut diatas maka dirumuskan hipotesis sebagai berikut : H1 : Perilaku Inovatif yang terdiri dari eksplorasi peluang, menghasilkan ide, uji coba,

mental juara, dan pengaplikasian secara simultan berpengaruh signifikan terhadap keberhasilan womenpreneur etnis Madura.

H2 : Perilaku Inovatif yang terdiri dari eksplorasi peluang, menghasilkan ide, uji coba, mental juara, dan pengaplikasian secara parsial berpengaruh signifikan terhadap keberhasilan womenpreneur etnis Madura

(8)

INOBIS: Jurnal Inovasi Bisnis dan Manajemen Indonesia Volume 03, Nomor 02, Maret 2020

Tri Siwi Agustina

156

Perilaku Inovatif

Kerangka Berpikir

Metode Penelitian

Pendekatan yang dilakukan pada penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dimana variabel-variabel yang diamati dapat diidentifikasikan dan hubungan antar variabel dapat diukur. Data yang dikumpulkan adalah data primer dan sekunder melalui penyebaran kuisioner dan riset kepustakaan sesuai dengan kebutuhan dalam penelitian ini. Penentuan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik snowball sampling, yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Dalam penelitian jumlah sampel sebanyak 95 womenpreneur yang berdagang pakaian jadi di ITC Mega Grosir Surabaya. Pemilihan tentang womenpreneur yang berdagang pakaian jadi karena jumlah pedagang lebih banyak dan jenis perdagangan ini relatif lebih stabil dibandingkan dengan jenis perdagangan makanan dan minuman di ITC Mega Grosir Surabaya. Lebih stabil yang dimaksudkan dipandang dari sudut komitmen pedagang untuk membuka tokonya, karena berdagang pakaian membutuhkan biaya yang lebih besar dibandingkan dengan berjualan makanan dan minuman, sehingga keinginan untuk selalu membuka toko setiap hari didasari motivasi agar barang dagangannya cepat laku. Motivasi tersebut tentunya tidak sama dengan penjual makanan dan minuman terutama pada etnis Madura yang sangat kental memegang tradisi dan agama sehingga apabila ada libur atau tanggal merah yang terkait dengan hari besar agama dan juga perasaan tradisi mereka rela untuk tidak berjualan dalam jangka waktu yang lama. Untuk menguji pengaruh secara simultan dan parsial dilakukan uji statistik regresi liner berganda dengan sebelumnya juga melakukan uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, uji multikolinieritas dan uji heterokesdastis.

Pembahasan

Responden penelitian ini adalah 95 orang womenpreneur etnis Madura yang berdagang pakaian di ITC Mega Grosir Surabaya dengan karakteristik sebagai berikut : Pendidikan : SMA sederajat (65%), D3 / sederajat (20%) , Sarjana (15%); Lama usaha : lebih dari 10 tahun (55%), antara 5 hingga mendekati 10 tahun (30%) , kurang dari 5 tahun (15%) ; Status Usaha : Melanjutkan usaha orang tua (60%) , usaha sendiri (40%) ; Status perkawinan : Sudah menikah

Eksplorasi Peluang Uji Coba Mental Juara Pengaplikasian Menghasilkan Ide Keberhasilan Womenpreneur Etnis Madura

(9)

157 (100%) ; Pasangan memiliki pekerjaan lain : Ya (70%) dan Tidak (30%) ; Memiliki usaha lain selain di ITC Mega Grosir : Tidak (90%) ; Ya (10%)

Uji validitas dilakukan untuk menguji ketepatan item-item pertanyaan kuesioner dalam mengukur variabel penelitian. Teknik yang digunakan adalah korelasi product moment pearson. Suatu item pertanyaan dinyatakan valid jika korelasi product moment pearson menghasilkan koefisien korelasi > 0,3. Perhitungan terhadap variabel perilaku inovatif menghasilkan bahwa semua item pertanyaan pada variabel bebas eksplorasi peluang, menghasilkan ide, uji coba, mental juara dan pengaplikasian memiliki koefisien korelasi > 0,3. Berdasarkan hasil ini semua item pertanyaan yang mengukur perilaku inovatif sebagai variabel bebas dinyatakan valid dan diikutkan dalam proses analisis selanjutnya.

Sementaa itu pada Pada variabel terikat atau variabel keberhasilan womenpreneur (Y) saat dilakukan putaran pertama pengujian validitas terhadap 15 item pertanyaan, terdapat 1 item yang tidak valid yaitu item pertanyaan Y15 . Setelah pertanyaan Y15 dihilangkan, semua item pertanyaan pada variabel terikat keberhasilan womenpreneur telah memiliki koefisien korelasi > 0,3 sehingga dinyatakan valid. Dengan demikian 14 item pertanyaan yang mengukur variabel terikat digunakan dalam proses analisis selanjutnya.

Uji reliabilitas menunjukkan bahwa variabel bebas eksplorasi peluang, menghasilkan ide, uji coba, mental juara dan pengaplikasian, maupun variabel terikat keberhasilan womenpreneur etnis Madura memiliki nilai alpha cronbach > 0,6. Berdasarkan hasil ini item-item pertanyaan yang mengukur variabel bebas maupun variabel terikat dinyatakan reliabel.

Uji Normalitas mendapatkan hasil bahwa besarnya nilai signifikan uji kolmogorov smirnov adalah 0,676 > 0,05, maka disimpulkan bahwa residual model regresi berdistribusi normal, dengan demikian asumsi normalitas residual telah terpenuhi.

Uji Multikolinieritas mendapatkan hasil bahwa nilai tolerance kelima variabel bebas > 0,10, demikian pula nilai VIF kelimanya < 10, sehingga dapat disimpulkan model regresi bebas dari multikolinieritas, dengan demikian asumsi tidak ada multikolinieritas telah terpenuhi.

Uji Heteroskesdatis mendapatkan hasil bahwa nilai signifikansi korelasi rank spearman dari kelima variabel bebas > 0,05, maka disimpulkan dalam model regresi tidak terjadi heteroskedastisitas, dengan demikian asumsi tidak ada heteroskedastisitas telah terpenuhi.

Hasil uji hipotesis melalui analisis regresi linier berganda adalah sebagai berikut :

Tabel 1

Hasil Pengolahan Analisis Regresi Berganda

Model B Beta t Sig. t

Konstanta 1,768 Eksplorasi Peluang (X1) 0,080 0,149 0,962 0,342 Menghasilkan Ide (X2) 0,006 0,009 0,063 0,950 Uji Coba (X3) 0,044 0,069 0,487 0,629 Mental Juara (X4) 0,214 0,330 2,031 0,049 Pengaplikasian (X5) 0,270 0,349 2,379 0,022 R = 0,716 R Square = 0,513 F = 8,225 Sig. F = 0,000

Variabel terikat : Keberhasilan (Y) Sumber: Hasil perhitungan

(10)

INOBIS: Jurnal Inovasi Bisnis dan Manajemen Indonesia Volume 03, Nomor 02, Maret 2020

Tri Siwi Agustina

158 Nilai unstandardized coefficient (B) pada Tabel 4.1 diperoleh persamaan regresi sebagai berikut:

Y = 1,768 + 0,080 X1 + 0,006 X2 + 0,044 X3 + 0,214 X4 + 0,270 X5

Nilai korelasi (R) yang diperoleh sebesar 0,716 menunjukkan bahwa hubungan perilaku inovatif yang terdiri dari eksplorasi peluang, menghasilkan ide, uji coba, mental juara, dan pengaplikasian dengan keberhasilan womenpreneur etnis Madura tergolong cukup kuat.

Koefisien determinasi (R Square) yang diperoleh sebesar 0,513 menunjukkan bahwa kemampuan perilaku inovatif yang terdiri dari eksplorasi peluang, menghasilkan ide, uji coba, mental juara, dan pengaplikasian dalam menjelaskan variasi perubahan keberhasilan womenpreneur etnis Madura adalah sebesar 51,3% dan sisanya 48,7% dijelaskan oleh faktor lain. Dengan kata lain, keberhasilan womenpreneur etnis Madura dipengaruhi oleh eksplorasi peluang, menghasilkan ide, uji coba, mental juara, dan pengaplikasian sebesar 51,3%, sedangkan sisanya 48,7% dipengaruhi oleh faktor lain.

Nilai signifikansi uji F sebesar 0,000 < 0,05 (α=5%), maka H0 ditolak dan H1 diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa perilaku inovatif yang terdiri dari eksplorasi peluang, menghasilkan ide, uji coba, mental juara, dan pengaplikasian secara simultan berpengaruh signifikan terhadap keberhasilan womenpreneur etnis Madura. Berdasarkan hasil ini hipotesis pertama penelitian yang menduga perilaku inovatif secara simultan berpengaruh terhadap keberhasilan womenpreneur etnis Madura telah terbukti. Berdasarkan karakteristik responden dapat diketahui bahwa bisnis perdagangan pakaian jadi di ITC Mega Grosir Surabaya merupakan satu-satunya bisnis yang para womenpreneur dapat lakukan untuk turut berperan serta pada pemenuhan kebutuhan keluarga tanpa harus meninggalkan tanggung jawabnya pada pengasuhan anak. Eksistensi mereka dalam berbisnis juga tidak terlepas dari pendidikan menengah hingga tinggi yang mereka tempuh, dimana dengan pendidian yang mereka tempuh mereka dapat melakukan inovasi untuk memperbaiki proses, teknologi, produk dan layanan dalam kegiatan perdagangan sehari-hari. Pernyataan ini sejalan dengan pernyataan Riyanti (2007), bahwa semakin tinggi jenjang pendidikan, maka semakin tinggi pula perilaku inovasi mereka meskipun nantinya pada hipotesis kedua atau uji secara parsial didapatkan hasil yang lebih spesifik dari pengaruh perilaku inovatif pada keberhasilan womenpreneur di ITC Mega Grosir Surabaya.

Nilai signifikansi uji t variabel mental juara (X4) dan pengaplikasian (X5) masing-masing sebesar 0,049 dan 0,022 < 0,05 (α=5%), maka H0 ditolak dan H2 diterima, sehingga disimpulkan perilaku inovatif dari segi mental juara dan pengaplikasian secara parsial berpengaruh signifikan terhadap keberhasilan womenpreneur etnis Madura. Akan tetapi hasil uji regresi menghasilkan nilai signifikansi uji t variabel eksplorasi peluang (X1), menghasilkan ide (X2) dan uji coba (X3) masing-masing sebesar 0,342, 0,950 dan 0,629 > 0,05 (α=5%), maka H0 diterima dan H2 ditolak, sehingga disimpulkan perilaku inovatif dari segi eksplorasi peluang, menghasilkan ide dan uji secara parsial berpengaruh tidak signifikan terhadap keberhasilan womenpreneur etnis Madura.

Berdasarkan hasil uji hipotesis kedua penelitian yang menduga perilaku inovatif secara parsial berpengaruh terhadap keberhasilan womenpreneur etnis Madura, hanya terbukti pada mental juara dan pengaplikasian, sedangkan pada eksplorasi peluang, menghasilkan ide dan uji coba tidak terbukti. Apabila dibandingkan dengan aktivitas produksi pakaian jadi, ktivitas perdagangan pakaian tidak menuntut para womenpreneur di ITC Mega Grosir Surabaya untuk melakukan aktivitas eksplorasi peluang, menghasilkan ide dan uji coba seperti halnya usaha kuliner, karena para pedagang tidak terlibat dari proses perancangan model baju yang sedang digemari masyarakat hingga penjahitan, mereka hanya melakukan kegiatan jual beli

(11)

159 saja.Wirausaha etnis Madura memang mengabaikan aspek studi kelayakan bisnis, karena mereka tidak terbiasa untuk melakukan hal itu, sehingga hitung – hitungan sederhana lebih penting asalkan tidak rugi. Bagi mereka yang terpenting adalah peluang pemasaran dan ketersediaan barang dagangan, karena buat apa memiliki usaha kalau tidak ada yang membeli (Agustina,2014)

Jika dilihat dari faktor jenjang pendidikan yang mayoritas SMA, maka kegiatan eksplorasi peluang ini tidak maksimal dapat berjalan. Pernyataan ini juga sekaligus menjelaskan bahwa kegiatan berdagang tidak harus menuntut pendidikan tinggi, namun apabila dikaitkan dengan perilaku inovasi tentunya jenjang pendidikan ini akan berpengaruh, seperti yang dinyatakan oleh Hammond, et al (2011) bahwa . individu yang memperoleh pengetahuan dan pengalaman, lebih akan membangun dan mengintegrasikan gagasan, fakta, dan peluang sehingga menghasilkan ide yang kreatif terhadap permasalahan.

Selain itu keterbatasan mobilitas karena harus menjalankan peran sebagai womenpreneur sekaligus ibu rumah tangga juga menjadi kendala yang mereka temui untuk melakukan eksplorasi peluang lebih jauh. Hal itu senada dengan pernyataan Hendratni dan Ermalina (2017) bahwa perempuan pengusaha mikro seringkali terbatasi oleh mobilitas fisik dan kultur komunitasnya.

Sedangkan pengaruh parsial aktivitas mentalitas juara dan pengaplikasian terhadap keberhasilan womenpreneur etnis Madura di ITC Mega Grosir Surabaya dapat dikaitkan dengan karakteristik responden yang menjalankan peran sebagai istri sekaligus ibu rumah tangga yang berkeinginan untuk membantu suami dalam hal pemenuhan kebutuhan finansial keluarga. Hasil ini mendukung temuan penelitian Madjid, F, dan Handayani (2012) bahwa keputusan wanita yang sudah menikah dimotivasi karena ingin berkontribusi pada perekonomian rumah tangga.

Selain itu usaha perdagangan yang mereka lakukan adalah meneruskan usaha yang sudah dirintis oleh orang tua mereka didukung pula tidak ada usaha lain yang dijalankan selain berdagang di ITC Mega Grosir Surabaya mendorong mereka untuk dapat mempertahankan eksistensi usaha mereka. Pernyataan tersebut sejalan dengan pemdapat penelitian Sukesi, Wisaptiningsih dan Nurhadi, (2008) yang menyatakan bahwa etos kerja yang tinggi pada wanita Madura didorong dengan keyakinan bahwa kerja adalah ibadah, amal serta sebagai bentuk perjuangan meraih pengakuan atas kemampuan dirinya.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil uji statistik dan analisis yang telah dilakukan dirumuskan simpulan pada penelitian ini adalah sebagai berikut : Perilaku inovatif secara simultan terbukti berpengaruh terhadap keberhasilan womenpreneur etnis Madura

Secara parsial, mental juara dan pengaplikasian sebagai dimensi dari perilaku inovatif berpengaruh pada keberhasilan womenpreneur etnis Madura. Sedangkan eksplorasi peluang, menghasilkan ide dan uji coba terbukti tidak berpengaruh pada keberhasilan womenpreneur etnis Madura.

Saran yang diberikan pada penelitian ini adalah : sebaiknya mompreneur etnis Madura dalam berdagang pakaian jadi di ITC Megagrosir Surabaya dapat lebih meningkatkan perilaku inovatif yang dimilikinya terutama dari sisi eksplorasi peluang, menghasilkan ide, uji coba. Selain itu mereka dapat lebih memaksimalkan networking yang mereka miliki untuk mengatasi kendala-kendala mobilitas yang womenpreneur temui sehingga dapat bermanfaat untuk menunjang keberhasilan usaha mereka Dengan kata lain segala aspek perilaku inovatif

(12)

INOBIS: Jurnal Inovasi Bisnis dan Manajemen Indonesia Volume 03, Nomor 02, Maret 2020

Tri Siwi Agustina

160 seharusnya diterapkan secara rutin untuk mencapai dan meningkatkan keberhasilan usaha secara nyata.

Daftar Pustaka

Agustina, TS., 2014, Mengungkap Perilaku Inovatif 3 etnis wanita pedagang di Surabaya, Jurnal Manajemen Teori dan Terapan Tahun 7. No. 1, April 2014. https://e-journal.unair.ac.id/JMTT/article/download/2683/1949

Cowerman, S. 1989. ‘Role overload, role conflict, and stress: Addressing consequences of multiple role demands, Social Forces, 67(4) 965-82

De Jong, J. P. J. and Kemp, R., 2003, "Determinants of co-workers' innovative behaviour: an investigation into knowledge intensive services." International Journal of Innovation Management, Vol. 7 No. 2, pp. 189-212.

De Jong, J & Hartog, D D. 2003. Leadership as a determinant of innovative behaviour. A Conceptual framework. http://www.eim.net/pdf-ez/H200303.pdf. 21 April 2006 Druker, Peter F. 1991. “The Discipline of Innovation”, dalam Innovation, A Harvard Bussiness

Review No. 90072. New York. President and Fellows of Harvard College.

Hammond, M., Neff, N.L., Farr, J.L., Schwall, A.R., & Zhao, X. (2011). Predictors of individuallevel innovation at work: A meta-analysis. Psychology of Aesthetics, Creativity, and the Arts, 5, 90. Doi: 10.1037/a0018556

Hendratni TW dan Ermalina, 2017, Womanpreneur, Peranan Dan Kendalanya Dalam Kegiatan Dunia Wirausaha, http://ojs.itb-ad.ac.id/index.php/LQ/article/view/119, DOI https://doi.org/10.32546/lq.v2i2.119

Idris, A., 2008, Cultivating Innovation through Female Leadership: The Malaysian Perspective, Asian Social Science, Vol.4, No. 6.

Kleysen, R.F., & Street, C.T., 2001. Toward a multi-dimensional measure of individual innovative behavior. Journal of Intellectual Capital. Vol. 2, No. 3, 1469-1930. Diunduh tanggal 24 Juli 2013

Madjid, F, dan Handayani., 2012, Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Perempuan Berstatus Menikah Untuk Bekerja (Studi Kasus Kota Semarang), Diponegoro Journal of Economics, Vol 1 (1),

Moeliono, A, 1989. Kamus Besar Bahasa Indonesia, Kementrian Pendidikan Nasional RI, Jakarta.

Nurhadi, I, dkk. 2008. Indigenous Knowledge Tentang Spirit Dan Energi Sosial Potensial Perempuan Madura Dalam Konteks Perubahan Sosial Di Indonesia : Laporan Penelitian. Malang: PDII

Sandjaja, U.P & Riyanti., B. P. D., 2004. Pengembangan Model Perilaku Berwirausaha yang Inovatif pada Perusahaan-Perusahaan kecil, Lembaga Penelitian, Unika Atmajaya Sutarto, Ayu. 2006. Bende Media Informasi Seni dan Budaya. Surabaya. Pemerintah Provinsi

Jawa Timur Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Taman Budaya.

Stain, HB.,1989. The Female Entrepreneur Multi-attributional Casuality. Lexington. MA. Lexington Books

Tambunan, Tulus T.H.. 2009. UMKM di Indonesia. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Teoh, WMY dan Chong SC, 2008 , Improving Women Entrepreneurs in Small and Medium Enterprises in Malaysia: Policy Recommendations,

https://www.researchgate.net/publication/45258172_Improving_Women_Entrepreneu rs_in_Small_and_Medium_Enterprises_in_Malaysia_Policy_Recommendations

(13)

161 Walker, E & Brown, 2004, What Success Factors are Important to Small Business Owners?.

(14)

INOBIS: Jurnal Inovasi Bisnis dan Manajemen Indonesia Volume 03, Nomor 02, Maret 2020

Dedi Rianto Rahadi, Yosua Stevanus

162

Persepsi Dan Pengambilan Keputusan Milenial Terhadap Instumen

Investasi Masa Depan : Studi Literatur

Dedi Rianto Rahadi

Universitas President

Yosua Stevanus

Universitas President [email protected]

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi dan pengambilan keputusan yang diambil oleh kaum milenial dalam memilih instrument-intrumen yang digunakan dalam investasi untuk merencnakan keuangan di masa mendatang dan memberikan pemahaman serta penjelasan mengenai Instumen atau bentuk-bentuk dari investasi Saat ini yang lebih praktis untuk digunakan. teknologi dan pemikiran manusia semakin maju seiring dengan perkembangan zaman yang cepat dan dinamis banyak instumen investasi baru yang bermunculan yang lebih modern dan mengadopsi media digital pada penelitian ini menggunakan metode studi literatur Kualitatif dengan wawancara. Metode literatur yang berasal dari berbagai sumber seperti : buku, jurnal dan website, dari penelitian mendapatkan hasil bahwa banyak kaum milenial yang berinvestasi dengan media yang memiliki resiko yang rendah seperti : Emas, deposito, properti dan reksadana berikut ini presentase yang didapat dari penelitian menggunakan studi literatur kualitatif hasil dari responden yang diwawancarakan memiliki investasi berupa deposito sebesar 35 %, property 30%, reksadana 20%, dan saham sebesar 15%.

Kata Kunci: Persepsi, Milenial, Investasi Pendahuluan

Dengan adanya Era Modern saat ini banyak sekali Platform - platform yang ada saat ini yang dapat digunakan sebagai media Investasi baik jangka Panjang dan jangka pandek baik Minim resiko, moderat sampai dengan resiko yang paling tinggi, dengan merancang rencana investasi sejak masa dini milenial dapat meminimalisir resiko-resiko keuangan yang akan terjadi dimasa yang akan datang seperti krisis financial, kebutuhan akan dana yang besar dengan waktu yang singkat, sakit dll. Semakin pesatnya perkembangan teknologi ada banyak cara untuk berinvsetasi dengan baik secara Konvensiaonal dan Modern sekalipun baik resiko rendah sampai yang panling tinggi sekalipun bursa Efek Indonesia sebagai lembaga penyelengara perdagangan bursa efek di Indonesia menunjukkan bahwa indoensia memiliki hasil return paling tinggi dibandingkan bursa dikawasan Asia Tengara dan bursa besar yang ada didunia IDX.co.id (2016). Menurut McLuhan (1962) “inovasi dalam bidang teknologi informasi atau teknologi komunikasi memberi perubahan yang sangat besar terhadap kehidupan masyarakat”, hal yang mengkhawatirkan mengenai investasi saat ini seperti Fluktuasi Harga, gejolak nilai tukar valuta asing yang tidak stabil, serta oknum-oknum manager investasi (penyedia jasa Investasi atau Pialang) yang diatur dalam Pasal 1 angka 11 UU Pasar Modal (OJK) yang berbunyi “Manajer Investasi adalah pihak yang kegiatan usahanya mengelola portofolio efek untuk para nasabah atau mengelola portofolio investasi kolektif

(15)

163 untuk sekelompok nasabah, kecuali perusahaan asuransi, dana pensiun, dan bank yang melakukan sendiri kegiatan usahanya berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku”. Yang banyak disalah gunakan sejumlah pihak seperti Penasihat Investasi yang menjadi Manager Investasi yang ramai dibicarakan belakangan ini yang menyebabkan Klien nya merugi hal tersebut meyebabkan banyak kaum milenial takut atau bahkan menjauhkan investasi digital tersebut dan lebih memilih untuk mengalokasikan dana nya ke media investasi lainnya seperti Property, Frenchise (waralaba resmi), Deposito, membeli barang tersier atau Branded untuk investasi, atau lebih memilih menabungkan uang nya ke bank hal tersebut terjadi karena untuk meminimalisir kerugian dalam berinvestasi karena nilainya yang cenderung stabil dan meningkat dari tahun ketahun walau keuntungan yang didapat tidak sebesar investasi baik di saham atau trading Forex mengenai hal tersebut pemerintah melalui IDX (Bursa Efek Indonesia ) selaku badan penyedia Investasi serta Bank Inonesia dan OJK yang berbadan hukum selaku pihak yang melakuakan kegiatan pengawasan terhadap investasi yang terjadi di Indonesia dengan mengeluarkan Peratuan “Undang Undang NOMOR 8 TAHUN 1995” mengenai pasar modal dan pasal 3 mengenai fungsi pengawasan hal tersebut dapat meyakinkan persepsi dan ketertarikan kaum milenial pada Investasi yang handal, terpercaya serta terbuka/transparan untuk masa yang akan datang. Banyak persepsi yang terbentuk dibenak investor milenial megenai sektor sektor investasi yang ada menurut Alvara Research Center (2017), berdasarkan hasil riset terdahulu yang dilakukan pada kaum milenial menunjukkan bahwa kaum milenial Sebagian besar berinvestasi pada media investasi yaitu Emas sebesar 29.6%, Property 16.7% Asuransi 5.65%. Berdasarkan uraian diatas maka permasalahan yang di kemukakan, yaitu bagaimana persepsi dan resiko yang akan dihadapi milenial terhadap investasi masa depan dan apa saja kelebihan dan kekurangan atas jenis - jenis investasi dalam strategi investasi era milenial ? Menurut Kaidah (2015) hasil penelitian yang dilakukan di FEB Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung menunjukkan bahwa banyak faktor yang mempengaruhi minat untuk berinvestasi seperti umur, persepsi, status sosial,tingkat Pendidikan, tingkat kemapanan, trust level dan profesi. berdasarkan riset yang dilakukan Inside ID , Andreas Christian (2018) terhadap instrument investasi yang diminati di indonesia menunjukkan bahwa emas masih menjadi pilihan masyarakat sebab setangah dari responden yang dan memiliki investasi berupa emas. Investasi lain yang dimiliki masyarakat adalah deposito sebesar 37%, property 30%, reksadana 22%, dan saham sebesar 17%, hasil riset Indise ID menunjukkan bahwa kaum pria cenderung lebih besar dalam melakukan investasi dari pada kaum perempuan serta kelompok usia yang melakukan investasi berdasarkan hasil riset partisipasi pada investasi adalah 31-45 tahun. Alvara Research Center (2017), berdasarkan hasil riset yang dilakukan pada kaum milenial menunjukkan bahwa kaum milenial Sebagian besar berinvestasi pada media investasi yaitu Emas sebesar 29.6%, Property 16.7% Asuransi 5.65%. dari data atas penelitan dan analisis terdahulu dapat disumpulkan bahwa Sebagian besar milenial berinvestasi pada investasi yang memiliki resiko yang rendah serta nilainya yang cenderung stabil dan meningkat disetiap tahunnya.

Landasan Teori dan Pengembangan Hipotesis

1. Persepsi

Persepsi adalah pola pikir yang terbentuk akibat rangsangan yang diterima oleh panca indra baik itu melihat, merasakan, mencium, mendengar, dan mencucipi sebagai rangsangan akibat faktor lingkungan. “Secara sedarhana persepsi dapat dikatakan sebagai peristiwa yang pernah dialami dan saling berhubungan yang didapatkan dengan mengaitkan beberapa informasi dan menafsirkan pesan” Listiani (2018) “yang mendeskripsikan bahwa persepsi merupakan kesan yang diperoleh oleh individu melalui panca indera kemudian di analisa

(16)

INOBIS: Jurnal Inovasi Bisnis dan Manajemen Indonesia Volume 03, Nomor 02, Maret 2020

Dedi Rianto Rahadi, Yosua Stevanus

164 (diorganisir), diintepretasi dan kemudian dievaluasi, sehingga individu tersebut memperoleh makna.” Menurut Rahadi & Susilowati (2019) “Persepsi adalah proses dimana individu mengatur dan menafsirkan kesan indrawi mereka untuk memberi makna pada lingkungan mereka.”

2. Pengambilan Keputusan

Pengambilan Keputusan adalah suatu menentukan pilihan yang harus diambil dalam suatu masalah atau pristiwa yang ada . Menurut Rahadi & Susilowati (2019) “pengambilan keputusan atau decision making adalah kegiatan untuk menilai atau menentukan pilihan yang daimbil dari beberapa perhitungan dan alternatif yang ada”.

3. Milenial

Milenial adalah generasi yang lahir andata rentang tahun 1980 – 2000 atau disebut juga dengan generasi Y (Gen-Y) yang aktif pada media sosial dan digital masa kini. Menurut Yoris (2016) dalam bukunya yang berjudul “Generasi Langgas Millenials Indonesia”milenials di Indonesia dapat terbagi menjadi 3 kelompok besar yakni : “Pertama : The Students Millenials yang lahir pada tahun 1993 hingga 2000, Kedua : The Working Millenials yang lahir pada 1987 sampai 1993. Pada tahun 2015 kelompok ini berusia 22 sampai 28 tahun. Dan yang ketiga : The Family Millenials, yaitu mereka yang sudah mulai berkeluarga atau mulai memikirkan ke arah tersebut.”

4. Investasi

Tandio, Widanaputra (2016) Investasi sebenarnya adalah semua kegiatan memanfaatkan waktu, uang atau tenaga dengan harapan mendapatkan keuntungan dan manfaat di masa kemudian hari. Invsetasi adalah kegiatan membeli saat ini dengan mengharapkan nilai yang tinggi di masa mendatang selisih antara harga pembelian awal dan penjaulan dapat dijawaikan keuntungan. Investasi juga ada banyak bentuk dan jenis berikut ini bentuk – bentuk investasi terkini

1. Investasi Emas (Logam Mulia)

Menurut Fauziah, Surya (2016) Logam Mulia Adalah salah satu contoh investasi yang cenderung konsisten meningkat dari tahun ketahun sehingga dapat memberikan keuntungan bagi pemilik dalam investasi ini terdapat 2 jenis yang pertama Emas Fisik yang kita dapat memakai benda tersebut seperti cincin, kalung dll yang cenderung turun jika dijual dari harga pembelian awal dikarenakan kadar emas yang terkandung dapat berkurang, serta kita juga harus menyediakan tempat yang aman untuk menyimpannya kedua yakni Emas Online atau masyarakat lebih familiar dengan emas Antam (Aneka tambang Tbk) atau emas Pegadaian keuntungan dari media ini adalah transaksi yang mudah karena hanya melalui handphone pemilik, alokasi dana yang mudah, tersimpan aman tanpa safe deposit box.

2. Investasi Pasar Modal (Saham)

Menurut Hidayat, Muktiadji, Supriadi (2019) Saham adalah jenis investasi berupa investasi digital dan berbentuk portfolio perusahaan yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan, saham biasanya telah terdaftar di bursa efek indonesia sehingga siapapun dapat membeli saham tersebut dengan miniamal pembelian 1LOT atau 100 lembar saham dengan syarat mempunyai rekening bank skuritas serta wajib ada NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak), dengan berinvestasi saham kita mengharapkan keuntungan dari fluktuasi harga saham atau kenaikan harga saham (Capital Gain) dan

(17)

165 memiliki peluang untuk mendapatkan deviden yang dibagikan kepada pemegang saham perushaan jika perusahaan mendapatkan laba pada periode tersebut.

3. Investasi Obligasi (Pemerintah/Korporasi)

Dewi, Purbawangsa, Abundanti (2016) Obligasi adalah investasi berbentuk surat utang baik surat yakni berisikan penjanjian untuk melunasi pokok utang pada waktu yang telah ditentukan dan disepakati serta membayar imbalan berupa kupon/bunga kepada penerbit efek obligasi atau surat utang dibagi menjadi 2 bentuk yaitu surat utang korporasi/perusahaan Contoh :IDX (2020) “Bank BRI Obligasi Berkelanjutan III Bank BRI Tahap I Tahun 2019 Seri A dengan kode Emiten BBRI dan tanggal jatuh tempo 17 November 2020” Rating idAAA maupun surat berharga pemerintah/negara Contoh :IDX (2020) “Obligasi Negara Th.2006 Seri FR0034 dengan nilai yang bersedar sebesar 15.729.400.000.000 dan tanggal jatuh tempo pada 15 Juni 2021” yang dapat diperjual belikan, obligasi juga memiliki jangka waktu yakni jangka menengah atau jangka Panjang, investasi ini merupakan salah satu dalam elemen media investasi dengan resiko moderat atau menengah tapi dengan bunga yang lebih besar dari pada Pasar Uang dan Deposito bank namun lebih kecil dari pendapatan deviden yang diterima pemegang saham.

4. Investasi Properti

Munawaroh, Utomo (2017) Investasi properti merupakan investasi idaman semua orang termasuk kaum milenial yang belum berkeluarga maupun sudeh berkeluarga, investasi dalam bentuk ini biasaya memiliki jangka waktu yang Panjang dan memiliki fisik dan nilainya pertahun cenderung meningkat dan stabil serta investasi ini juga dapat dijadikan pasif income bagi pemilik property seperti Sewa kontrakan, Kos-kosan, dan sewa lahan, investasi dalam bentuk ini bisa berupa : Rumah/Hunian, Gudang, Ruko, Apartement, Tanah, Sawah, Perkebunan, Dll akan tetapi untuk property berupa apartemen pemilik hanya berhak atas bangunan karena sesuai dengan peraturan pemerintah .

5. Investasi Forex Online Tranding

Merupakan salah satu media investasi yang bergerak secara dinamis dan cepat serta dengan fluktuasi kurva yang dapat naik serta turun setiap saat, pada dasarnya forex merupakan investasi mata uang asing (Valas) atau lebih dikenal dengan nama Foreign Exchange (Forex) atau spot FX dan merupakan pasar keuangan terbesar yang ada di dunia dengan volume perdagangan perharinya mencapai 19.500 triliun rupiah. Zaenal, Silvia (2018). Orang yang melakukan tranding disebut juga Treader, investasi jenis ini tergolong ber-resiko tinggi tetapi memiliki keuntunagn yang tinggi juga jika dapat membaca kurva pasar valuta asing secara professional.

Berikut ini merupakan keuntungan pada investasi pasar valuta asing

o Convenience : memudahkan untuk mengatur waktu dalam bertransaksi karena perdagangan dapat berjalan selama 24 Jam sehari

o Likuiditas : keuntungan hasil transaksi dapat dicairkan dengan cepat

o Leverage : dapat memungkinkan seorang trader yang memiliki margin deposit kecil untuk melakukan aktivitas transaksi dengan jumlah yang besar.

(18)

INOBIS: Jurnal Inovasi Bisnis dan Manajemen Indonesia Volume 03, Nomor 02, Maret 2020

Dedi Rianto Rahadi, Yosua Stevanus

166 6. Investasi Mata Uang Digital (Cryptocurrency)

Adalah teknologi dengan dasar Blockchain yang digunakan sebagai mata unag digital, mata uang ini tidak memiliki bentuk fisik dan berbasis block data serta diikat oleh hash sebagai validasinya serta tidak memiliki Underlaying assets serta tidak adanya kontrol dari Lembaga resmi seperti ojk salah satu mata uang yang terbesar nominal di Cryptocurrency adalah Bitcoin yaitu 1 bitcoin setara dengan Rp 172,888,582;

7. Investasi Reksadana

Asriwahyuni (2017) Reksadana adalah salah satu bentuk asset keuangan yang terdiversifikasi investasi dan merupakan masa kini yang mulai booming pada beberapa tahun kebalakang dikarenakan mudah karena hanya handel dari smartphone, dapat dimulai dari 10.000, tidak ribet karena diproses otomatis via developer apliaksi reksadana yang dipilih dan terpercaya karena telah diawasi oleh OJK, BAPEPAM & LK “Badan pengawas pasar modal dan keuangan” dan APERD “ Agen penjual Reksa Dana” contohnya : Bibit, Tokopedia, Bukalapak. Dengan investasi reksadana nasabah tidak perlu khawatir terhadap kehilangan uang karena pada reksadana keuangan klien itu diletakan di Bank Kustodian sehingga jika penjual reksadana tutup maka nasabah dapat mengambil dananya di Bank Kustodian dan Bank penamupung yang ditunjuk pengelolah reksadana serta asset reksadana juga dikelola oleh manager investasi yang ditunjuk oleh pengelola reksadana tersebut, keuntungan dalam reksadana ini adalah memperoleh NAV (Net Asset Value) yang diperoleh dari pergerakan harga reksadana dari hari ke hari sehingga menghasilkan selisih dari harga awal dan harga akhir reksadana tersebut yang dapat dijadikan keuntungan dalam reksadana disarankan untuk berinvestasi secara rutin setiap bulannya agar dapat mendapatkan nilai rata-rata baik turun maupun naik investasi jenis reksadana disarankan untuk jangka Panjang agar hasil keuntungan yang didapat diharapkan lebih baik . Dalam investasi reksadana terdapat 4 jenis produk yang dapat dibeli yaitu

1. Reksa Saham : Menurut Hati, Harefa (2019) yakni investasi reksadana berbentuk kumpulan-kumpulan saham yang dipilih pengelola reksadana berbeda dengan saham hanya dapat membeli 1 jenis saham saja Contoh saham Kimia Farma Tbk (KAEF) namun pada reksadana terdapat gabungan 30 saham korporate terbuka dalam 1 paket reksadana investasi jenis ini memiliki resiko yang tinggi karena fluktuasi harga yang dapat terjadi setiap saat namun juga memiliki potensi return atau keuntungan yang tinggi juga .

2. Reksa Obligasi : Asriwahyuni (2017) investasi dalam reksadana yang berbentuk kumpulan Obligasi (Surat Utang) baik Korporate dan Negara investasi ini tergolong memiliki resiko moderat atau menengah dan memiliki return atau keuntungan yang berasal dari tingkat inflasi yang terjadi dan bunga deposito. 3. Reksa Pasar Uang : yakni investasi reksadana dalam bentuk campuran berupa

gabungan beberapa obligasi jangka pendek (kurang dari 1 tahun saat jaduh tempo), sertifikat bank Indonesia dan Deposito bank yang dipilih oleh manager investasi reksadana tersebut.

(19)

167 Asriwahyudi (2017) Terdapat 4 unsur penting dalam pengertian Reksadana yaitu :

 Reksadana merupakan Humpunan dana dari pemilik yang akan berinvestasi  Diinvestasikan pada Instumen investasi yang terdapat pada efek,

 Reksadana memiliki instrument investasi jangka pendek dan Panjang. 8. Deposito Bank

Deposito Bank atau tabungan berjangka merupakan salah satu jenis investasi dengan cara menabung dibank tapi memiliki perbedaan dengan tabungan pada umumnya yakni uang yang ditabung pada deposito bank dapat diambil sesuai jatuh tempo yang telah disepakati biasanya setiap 1,3,6, atau 12 bulan kelebihan investasi jenis ini adalah Low Risk atau dengan resiko yang rendah dan dengan suku bunga yang lebih tinggi dari tabungan umumnya yakni mulai dari 2.50 - 6% pertahun bunga yang didapat tidak lah flat melainkan dapat berubah-ubah sesuai dengan( 7-day (Reverse) Repo Rate ) yang merupakan kebijakan dari bank Indonesia, jika menggunakan tabungan biasa hanya mendapatkan bunga maximal 1% pertahunnya syarat untuk membuka tabungan ini salah satunya harus memiliki NPWP serta rekening deposito. 9. Investasi Franchise (Waralaba)

(PH Collin), dalam Law Dictionary mendefinisikan Franchise sebagai "License to trade using a brand name and paying 'a royalty for it' : dan franchising sebagai ''Act of selling a license to tradeas a Francbisee" dari definisi tersebut dapat ditarik kesimpulan menegnai pentingnya suatu factor mengenai Brand atau nama dagang dalam usaha waralaba atau Imbalan Royalti. Banyak contoh menegnai waralaba di Indonesia mulai dari kuliner seperti Kopi Janji jiwa, Kenangan sampai Starbucks maupun dibilang retail seperti Transmart, Indomart, Alfamart. Dengan adanya bisnis model seperti ini banyak pemilik Brand dapat mengembangkan atau expansikan usahanya ketempat – tempat yang jangkauannya lebih luas.

Metode Penelitian

Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah metode studi literatur kualitatif, dengan mengadakan wawancara kepada responden. semua data yang didapat dan dikumpulkan berasal dari : buku, jurnal, website kredibel dan sumber lainnya. Sugiono (2018:291) Mengatakan studi kepustakaan berhubungan dengan kajian secara teori dengan referensi yang berkaitan dengan nilai, norma dan budaya yang terkait pada kondisi sosial yang sedang diteliti Zed (2014:3) Metode studi literatur adalah serangkaian kegiatan dengan cara mengumpulkan data Pustaka, membaca, mencatat dan memahami serta mengelola bahan penelitian. Sistem mengambil data yang bersumber dari buku-buku atau jurnal-jurnal yang dianalisis berdasarkan permasalahan yang ada Pendekatan dengan metode ini dapat memberikan ilmu terkait dengan persepsi dan pengambilan keputusan milenial terhadap investasi masa depan

(20)

INOBIS: Jurnal Inovasi Bisnis dan Manajemen Indonesia Volume 03, Nomor 02, Maret 2020

Dedi Rianto Rahadi, Yosua Stevanus

168

Pembahasan

1. Posisi Investasi

Posisi investasi (positioning invesment) adalah suatu acara untuk mengelompokkan atau mengklasifikasikan suatu hal agar lebih mudah dipahami dalam mengambil keputusan saat berinvestasi dalam posisi investasi berikut ini dikelompokkan berdasarkan 2 kriteria yaitu resiko dan penghasilan.

Tabel 1 : Posisi Investasi

High R etur n High Risk L ow re tur n

- Forex / Online Tranding - Saham

- Cryptocurrency/blokchain - Reksa Dana Saham - Properti - Emas - Barang Mewah/Antik - Frenchise/Waralaba - Obligasi - Deposito - Pasar uang Low Risk

dalam prinsip investasi secara umum semakin tinggi resiko suatu investasi maka semakin tinggi pula penghasilannya, pada dasarnya seluruh media investasi dapat menghasilkan uang dengan adanya kesabaran dan tidak terburu – buru dari ke 2 kriteria tersebut dapat mempengaruhi minat milenial terhadap investasi yang akan diambil menurut Pratiwi, Wahyudi, dan Siswantini (2020) keputusan berinvestasi sangat diepngaruhi oleh literasi keuangan dan pengetahuan invetasi yang dimiliki oleh seseorang dan keputusan berinvestasi tidak bergantung pada factor demografi akan tetapi kemampuan seseorang yang dapat melihat dan memaksimalkan peluang yang ada dengan baik maka keuntungan yang akan didapatkan akan menjadi lebih maksimal.

Berikut ini adalah analisis Kelebihan dan Kekurangan dalam berinvestasi :

Tabel 2 : Kelebihan dan kekurangan dalam berinvestasi

Jenis Investasi Kelebihan Kekurangan

Emas - Harga relative stabil dan meningkat setiap tahunnya. - Tersedia dalam bentuk digital

dan logam batangan. - Bebas Pajak

- Mudah untuk dicairkan atau dijual.

- Harus mencari tempat yang aman untuk menyimpan emas fisik - Rawan dengan resiko

(21)

169

- Dapat digadaikan - Harganya cenderung

melambat Ketika ekonomi stabil

-Saham - Dapat memiliki return atau keuntungan lebih dari 100% kurang dari 1 tahun contohnya saham Tesla, Amazon, Zoom, Kimia Farma.

- Dapat dijual dan dibeli dengan mudah melalui smartphone - Terdapat banyak saham yang

dapat dibeli di bursa efek - Minimal pembelian 1 Lot atau

100 Lembar saham.

- Telah diawasi oleh resmi pemerintah yaitu OJK.

- Harga saham setiap tahun cenderung meningkat untuk saham Blue Chip, IDX30.

- Fluktuasi harga saham yang cepat dan dinamis membuat beberapa investor frustasi.

- Dikenakan Pajak saat bertransaksi saham - Merupakan instumen

investasi untuk jangka Panjang.

- Hanya diperdagangkan diwaktu jam kerja atau waktu perdagangan setempat.

Obligasi - Harga obligasi cenderung stabil.

- Memiliki tingkat return lebih tinggi dari pada obligasi dan pasar uang.

- Tersedia obligasi jangka Panjang dan pendek

- Setiap transaksi dikenakan pajak.

Properti - Dapat dijadikan Pasif Income. - Harga properti pada umumnya

akan meningkat setiap tahun. - Dapat digunakan oleh pemilik.

- Membutukan biaya yang tidak sedikit.

- Membutuhkan biaya renovasi jika berbentuk bangunan.

Cryptocurency - Tidak ada pengawasan dari otoritas maupun pemerintah negara manapun karena berbasis Blokchain

- Dapat bertransaksi lintas negara dan benua dengan cepat tanpa biaya administrasi bank. - Semua transaksi tercatat

otomatis dan terbuka. - Perpeluang menjadi Minner - Jumlahnya terbatas sehingga

hukum permintaan berlaku. - Terdapat banyak macam

Crypto yang dapat dipilih.

- Fluktuasi harga sangat dinamis.

- Merupakan mata uang yang tidak resmi dalam suatu negara.

- Mengancam peredaran uang kartal.

- Tidak ada pengawasan khusus dari pemerintah.

(22)

INOBIS: Jurnal Inovasi Bisnis dan Manajemen Indonesia Volume 03, Nomor 02, Maret 2020

Dedi Rianto Rahadi, Yosua Stevanus

170 Pada musim pandemic saat ini banyak masyarakat dan kaum milenial yang menghemat pengeluarannya dan memilih untuk menabung (Safe Money) atau menginvestasikan uang nya ke instrument investasi yang ada seperti yang kita ketahui bahwa investasi dalam bentuk Emas dan Obligasi masih menjadi primadona bagi Sebagian milenial dikarenakan resiko yang rendah dan harga yang cenderung stabil serta emas sedang jaya jayanya pada saat pandemi ini, perlu diketahui bahwa pada saat pandemi ini merupakan momentum agar milenial dapat menginvestasikan uang nya kedalam saham karena hampir semua saham yang terdaftar dibursa efek menyentuh titik terdalamnya. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Politeknik Negeri Batam oleh Hati, dan Harefa (2019) menyimpulkan bahwa pengetahuan mengenai pasar modal, preferensi resiko dapat mempengaruhi minat berinvestasi. Berdasarkan data Kustodian Sentral

- Transaksi dapat dilakukan selama 24 Jam.

Tranding Forex

- Dapat memainkan momentum fluktuasi harga yang dinamis dalam mengambil untung - Dapat dilakukan 24 Jam - Dapat dijadikan Freelance

- Sulit membaca pasar karena fluktuasi yang dinamis.

- Banyak orang merugi karena adanya fluktuasi yang dinamis dan penipuan.

Reksadana - Dapat dibeli dengan mudah - Dapat memulai investasi dari

sepuluh ribu rupiah.

- Return yang ditawarkan cukup bervariasi sebanding dengan resiko yang dihadapi

- Telah diawasi oleh OJK - Dapat memilih instrument

investasi mulai dari resiko rendah, moderat sampai tinggi - Adanya Reksadana Syariah.

- Aktivitas dilakukan hanya pada jam kerja perdagangan.

Franchise - Margin yang mengiurkan - Tidak perlu membangun

branding.

- Tidak perlu membuat produk. - Tersedia paket franchise. - Dapat membeli usaha yang

sudah dikenal oleh masyarakat luas

- Memerlukan biaya yang besar untuk membeli Franchise.

- Terikat dengan pemilik merek.

- Tidak bisa merubah konsep usaha yang telah ada.

Deposito - Memiliki bunga lebih besar dari pada tabungan biasa max 6% pertahun.

- Dapat dijadikan tabungan jangka panjang

- Resiko rendah - Diawasi oleh LPS

- Minimum Deposito yang ada dimulai dari sepuluh juta rupiah.

- Bunga berubah ubah - Hanya dapat ditarik

sesuai jangka waktu yang ditentukan (Tabungan Berjangka)

(23)

171 Efek Indonesia (KSEI) (2019) per 27 Desember 2019, jumlah single investor identification (SID) didominasi oleh milenial (di bawah 30 tahun) dengan komposisi 44,62 persen dan total aset Rp12,42 triliun dan berdasarkan data KSEI (2020) single investor identification (SID) masih didominasi oleh milenial dan tumbuh sebesar 44% YoY (Maret 2020) dan total asset tercatat turun sebesar -22%YoY serta persebaran investor domestik masih didominasi oleh DKI Jakarta dan pulau Jawa sebesar 71,46% diurutan pertama, diurutan kedua oleh pulau Sumatera sebesar 15,52%, pulau Kalimantan di posisi ketiga sebesar 4,93%, pulau Bali, NTT, dan NTB sebesar sebesar 3,21%, pulau Sulawesi sebesar 3,61%, dan pulau Maluku dan Papua sebesar 1,26%.

hasil penelitian, akan diuraikan karakter dari responden internal terhadap persepsi dan pengambilan keputusan dalam berinvestasi. Usia responden terbanyak (40 orang) pada usia 21-25 tahun dan dengan jenis kelamin terbanyak Pria (21-25 orang) dengan pekerjaan paling banyak sebagai karyawan swasta (18 orang). Adapun hasil temuan pada persepsi dan pengambilan keputusan milenial terhadap instumen investasi masa depan dapat dilihat sebagai berikut :

1. Jenis Kelamin

Menurut Ermawati, Khotimah dan Nindyasari (2019) dalam penelitiannya menunjukkan faktor jenis kelamin tidak mampu mempengaruhi keputusan berinvestasi namun baik laki-laki atau perempuan dalam memilih keputusan investasi itu berdasarkan atas pengalaman yang ada pada masing-masing orang, akan tetapi perempuan lebih bisa akurat dan berhati-hati dalam mengambil keputusan dibandingkan laki-laki.

Tabel 3 : Jenis Kelamin Responden

2. Usia

Tabel 4 : Usia Responden

Dalam berfikir dan melakukan pekerjaan secara fisik umur sangat berpengaruh terhadap kemampuan seseorang. Karena dari fakor fisik seseorang semakin tua maka semakin berkurang produktifitas kerjanya, begitu juga sebaliknya seseorang yang masih lebih muda fisiknya pun juga kuat untuk melakukan aktifitas bekerja secara fisik dan mental. Begitu juga dalam mengambil keputusan orang yang lebih tua pada dasarnya memiliki pengalaman lebih dan dapat mengambil keputusan akan

Deskripsi Keterangan Total Presentase

Pria 25 63%

Wanita 15 38%

40 100% Total

Jenis Kelamin

Deskripsi Keterangan Total Presentase

21-25 20 50% 26-30 15 38% 31-35 5 13% 40 100% Total Usia

(24)

INOBIS: Jurnal Inovasi Bisnis dan Manajemen Indonesia Volume 03, Nomor 02, Maret 2020

Dedi Rianto Rahadi, Yosua Stevanus

172 berinvestasi lebih matang, dapat dilihat dari table 4 diatas sebanyak 50% dari responden yang berumur 21-25 tahun (20 orang) dari total 40 responden yang ada. 3. Pendidikan terakhir

Tabel 5 : Pendidikan Terakhir Responden

Dalam peningkatan sumber daya manusia dan pengetahuan serta keahlian seseorang Pendidikan adalah hal yang sangat penting. Dengan jenjang Pendidikan yang cukup serta tinggi dapat menjadi bekal bagi seseorang agar dapat memperoleh kesuksesan serta dapat mengubah pola pikir dan hidup untuk menjadi lebih berkembang dan maju. Pada table 5 diatas menunjukkan Pendidikan terakhir yang dimiliki oleh responden terbanyak adalah sekolah menengah atas atau kejuruan(SMA/K) dengan 32 orang responden dan diikuti sarjana (S1/D3) sebanyak 8 orang responden. Hal itu menunjukan mereka sadar dengan pentingnya Pendidikan, semakin tinggi Pendidikan yang dimiliki seseorang maka semakin luas baik juga pola berfikir seseorang serta pengetahuan yang mempuni sehingga dapaat berpengaruh dalam proses pengambilan keputusan terhadap investasi yang akan dimiliki oleh seseorang.

4. Pekerjaan

Jenis pekerjaan responden dapat dilihat ditabel 6 berikut ini. Semakin bagus pekerjaan yang dimiliki seseorang maka semakin baik juga pendapatan yang akan diperolehnya dari table 6 dapat dilihat bahwa Sebagian besar responden bekerja sebagai karyawan swasta (18 orang) diikiti oleh wirausaha (10 orang), lainnya (7 orang) dan buruh (5 orang). Dengan semakin baiknya pendapatan yang diperoleh responden maka pada dasarnya responden dapat mengambil keputusan dengan menginvestasikan persentase gajinya untuk investasi jangka Panjang dengan harapan mendapatkan keuntungan dimasa mendatang.

Deskripsi Keterangan Total Presentase

SD 0% SMP 0% SMA/K 32 80% S1/D3 8 20% S2 0% Lainnya 0% 40 100% Total Pendidikan terakhir

(25)

173

Tabel 6 : Pendidikan Terakhir Responden

5. Penghasilan Perbulan

Tabel 7 penghasilan yang diperoleh responden perbulannya, sesuai dengan wawancara yang telah dilakukan yang menampilkan bahwa Sebagian besar responden (58% / 23 orang) memiliki penghasilan perbulan sebesar Rp. 3.100.000 – 5000.000 perbulannya. Dengan hal tersebut responden dapat mengambil keputusan dalam memberbesar nominal dana investasinya yang diharapkan memiliki peluang keuntungan yang lebih besar dimasa mendatang.

Tabel 7 : Penghasilan Perbulan Responden

Berikut ini adalah respon dari responden atas pertanyaan yang diberikan tentang persepsi dan pengambilan keputusan milenial terhadap instumen investasi masa depan :

1. Pengetahuan dan Pengalaman Investasi

Tabel 8 : Penghasilan Perbulan Responden

Dari data table 8 diatas dapat dilihat bahwa responden dominan (35 orang dari 40 total orang) memiliki bekal pengetahuan serta ilmu akan investasi karena sangat

Deskripsi Keterangan Total Presentase

Wirausaha 10 25% Karyawan Swasta 18 45% Buruh 5 13% Lainnya 7 18% 40 100% Total Pekerjaan

Deskripsi Keterangan Total Presentase 0 - 1000.000 4 10% 1.100.000-3.000.000 10 25% 3.100.000-5000.000 23 58% 5.100-10.000.000 3 8% >10.000.000 0% 40 100% Total

Penghasilan Per bulan

Deskripsi Keterangan Total Presentase

Ya 35 88%

Tidak 5 13%

40 100% Deskripsi Keterangan Total Presentase

Ya 25 63%

Tidak 15 38%

40 100% Total

Total Mengetahui tentang investasi dan

pasar modal

(26)

INOBIS: Jurnal Inovasi Bisnis dan Manajemen Indonesia Volume 03, Nomor 02, Maret 2020

Dedi Rianto Rahadi, Yosua Stevanus

174 berpengaruh dalam memilih keputusan dalam berinvestasi. Dengan pengetahuan dan literatur investasi yang baik diharapkan responden dapat mensortir investasi yang akan ditanamkan modal. Dapat dilihat juga pada table diatas menunjukkan bahwa responden telah memiliki pengalaman tersendiri dari investasi sehingga diharapkan dapat memutuskan pilihan berinvestasi dengan tepat pengalaman sangat penting bagi keputusan berinvestasi karena dengan pengalaman yang ada kita dapat menetahui mana investasi yang responsive dan menguntungkan serta sebalikinya.

2. Persepsi Responden terhadap investasi saat ini

Tabel 9 : Persepsi Responden terhadap investasi saat ini

Pada data table diatas menunjukkan bahwa responden dominan memilih media investasi berupa properti yang menurutnya paling menguntungkan saat ini sebesar 25% (10 orang) dan diikuti oleh Deposito 18% (7 orang) pada kedua media investasi ini memiliki sifat yang memiliki resiko yang rendah (Low Risk) dan bersifat jangka Panjang (Longterm) serta memiliki keuntungan yang stabil dan cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Pada dasarnya keputusan berinvestasi ditentukan dari masing-masing sikap dan pandangan indivindu terhadap media investasi yang ada.

3. Media investasi yang dimiliki

Tabel 10 : Media investasi yang dimiliki

Deskripsi Keterangan Total Presentase

Emas 5 13% Saham 5 13% Obligasi 0% Properti 10 25% Cryptocurency 0% Forex 2 5% Reksadana 6 15% Franchise 5 13% Deposito 7 18% 40 100% Total

Investasi yang menurut anda yang paling menguntungkan saat ini

Deskripsi Keterangan Total Presentase

Emas 0% Saham 6 15% Obligasi 0% Properti 12 30% Cryptocurency 0% Forex 0% Reksadana 8 20% Franchise 0% Deposito 14 35% 40 100% Investasi yang telah dimiliki

(27)

175 Pada tabel diatas menunjukkan data bahwa deposito menjadi investasi yang paling banyak dimiliki oleh responden (14 orang) diikuti properti (12 orang), reksadana (8 orang) dan saham sebanyak (6 orang) pada data diatas dapat diamati bahwa responden cenderung memiliki sifat berinvestasi yaitu low risk low return artinya memiliki resiko dan keuntungan yang relatif rendah.

4. Tujuan Berinvestasi

Tabel 11 : Tujuan Berinvestasi

Dilihat dari data diatas menunjukkan bahwa tujuan investasi bagi responden Sebagian besar untuk mendapatkan keuntungan sebanyak 45% (18 orang) diikuti untuk tabungan masa depan (15 orang) dan dana darurat (7 orang). Tujuan dari investasi ini merasal dari masing-masing indivindu untuk mengarahkan fungsi dari dana investasi tersebut.

5. Hal yang penting dalam mendorong minat berinvestasi

Tabel 12 : Hal yang penting dalam mendorong minat berinvestasi

Dari data pada tabel 12 diatas dapat dilihat bahwa Sebagian besar responden berpendapat bahwa faktor keamanan (15 orang) menjadi prioritas dalam berinvestasi karena dengan adanya jaminan keamanan atas uang yang diinvestasikan dapat membuat investor percaya dan tertarik untuk berinvestasi. Menurut Triyanto (2018) “Keamanan dan kepastian hukum merupakan kunci utama dalam berinvestasi”. Kemudian faktor keuntungan (10 orang) yang merupakan harapan setiap investor dalam berinvestasi kemudian diikuti oleh faktor kepastian (8 orang) dan faktor kemudahan (7 orang)

Tabungan masa depan 15 38% mendapatkan

keuntungan 18 45%

Dana darurat 7 18%

Tujuan dari investasi

Deskripsi Keterangan Total Presentase

Keamanan 15 38% Kepastian 8 20% Kemudahan 7 18% Keuntungan 10 25% 40 100% Total

Hal yang penting dalam mendorong minat berinvestasi

(28)

INOBIS: Jurnal Inovasi Bisnis dan Manajemen Indonesia Volume 03, Nomor 02, Maret 2020

Dedi Rianto Rahadi, Yosua Stevanus

176 6. Pengaruh persepsi dan keputusan dalam berinvestasi

Tabel 13 : Pengaruh persepsi dan keputusan dalam berinvestasi

Pada tabel 13 data dari responden menunjukkan bahwa persepsi dan keputusan akan berinvestasi dominan dipengaruhi diri sendiri sebesar 45% (18 orang) kemudian Teman yang memberikan pengetahuan baru atau saran 25% (10 orang), keluarga atau kerabat yang memberikan masukan atau motivasi 20% (8 orang) serta lainnya 10% (4 orang). Dalam mengambil keputusan berinvestasi kita dapat mencari referensi dari orang orang disekitar kita baik yang pengalaman maupun yang belum agar kita mendapatkan wawasan dan pengetahuan dalam mempertimbangkan keputusan yang akan diambil

Kesimpulan

Berdasarkan hasil literatur kualitatif dengan wawancara diperoleh kesimpulan sebagai berikut: 1. Pengetahuan dan pengalaman tentang investasi berpengaruh terhadap keputusan

berinvestasi.

2. Sebagian besar responden menginvestasikan uang nya pada media investasi yang memiliki sifat jangka panjang dan reskio yang kecil.

3. Keamanan menjadi prioritas responden saat mengambil keputusan dalam berinvestasi.

4. Orang yang dapat mempengaruhi keputusan berinvestasi adalah motivasi dari diri sendiri

5. Secara bersamaan Pengetahuan, pengalaman, resiko investasi dan diri sendiri berpengaruh terhadap keputusan berinvestasi.

Daftar Pustaka

Tandio, T., Widanaputra. (2016). Pengaruh Pelatihan Pasar Modal, Return, Persepsi Risiko, Gender dan Kemajuan Teknologi Pada Minat Investasi Mahasiswa. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana, 16(3), 2316-2341

Rianto R.D., Etty, S. (2019). Perilaku Organisasi : Konsep Dan Implementasi. Jakarta : PT Filda Fikrindo.

Hidayat, L., Muktiadji, N., Supriadi, Y. (2019). Peluang Investasi Emas Jangka Panjang Melalui Produk Pembiayaan Bsm Cicil Emas (Studi Pada Bank Syariah Mandiri K.C. Purwokerto) Jurnal Analisis Sistem Pendidikan Tinggi, 3(2), 64-65

Fauziah, A., Surya, M,E. (2016). Pengaruh Pengetahuan Investasi Terhadap Minat Mahasiswa Berinvestasi di Galeri Investasi Perguruan Tinggi. Islamadina, 16(1), 56-59

Deskripsi Keterangan Total Presentase

Diri Sendiri 18 45% Keluarga 8 20% Teman 10 25% Lainnya 4 10% 40 100% Total

Siapa yang mempengaruhi presepsi dan keputusan anda dalam

(29)

177 Sebastian, Y., Dkk (2016). Generasi Langgas Millenials Indonesia. Jakarta : Gagas Media. Sanicola, L. (2017, Februari 13). What is FinTech? [News]. Diakses dari

https://www.huffpost.com/entry/what-is-fintech_b_58a20d80e4b0cd37efcfebaa pada tanggal 29 oktober 2020

Bisnis.com. (2017). “Hasil Riset: Generasi Milenial Paling Suka Investasi Emas”[News]. Diakses dari

https://gaya.tempo.co/read/1037759/hasil-riset-generasi-milenial-paling-suka-investasi-emas

pada tanggal 29 oktober 2020

Trisnatio, Y. A. (2017). Pengaruh Ekspektasi Return, Persepsi Terhadap Risiko dan Self Efficacy Terhadap Minat Investasi Saham Mahasiswa. Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta, (1), 6–15.

Tandelilin, E. (2012). Analisis Investasi dan Manajemen Portofolio. Teori dan Aplikasi. Yogyakarta: BPFE

Munawaroh, A., Utomo, C., (2017) Analisa Investasi The Akavia Indekost Residences Ngaliyan – Semarang. Jurnal Teknik ITS. 6(1), D68-69

Widjaja, G. (2002). Lisensi Atau Waralaba Suatu Panduan Praktis. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Sitohang, S. N. (2017). Pengaruh Pengetahuan Investasi Terhadap Minat Mahasiswa Berinvestasi di Pasar Modal (FEB Universitas Sumatera Utara).

Prayoga I,B,B. 2018. Teknologi Blockchain Cryptocurrency Di Era Revolusi Digital. Universitas Pendidikan Ganesha. 29(9): 173-177

Asriwahyudi I,G,A,P. (2017). Pengaruh Ukuran Dan Umur Pada Kinerja Reksa Dana Saham Di Indonesia. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana. 21(2), 1461-1469

Asep Z,A., Elsa S,N,A. 2018. Teknologi Blockchain Cryptocurrency Di Era Revolusi Digital. Universitas Pendidikan Ganesha. 17(1): 73-175

Aren, S., & Aydemir, S., D. (2015). The Moderation of Financial Literacy on the Relationship Between Individual Factors and Risky Investment Intention. International Business Research, 8(6), 17-28.

Hati, S,W., Harefa, W,S. (2019). “Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Berinvestasi Di Pasar Modal Bagi Generasi Milenial (Studi Pada Mahasiswi Jurusan Manajemen Bisnis Politeknik Negeri Batam)”. Journal of Business Administration 3(2), 294.

Nadia G, P., Wahyudi, T, S. (2020). Analisis Keputusan Investasi Pasar Modal pada Generasi Milennial Uniersitas Pembangunan Nasional veteran Jakarta, 563.

Sim, T, Mr. 2019. Mengapa Kita Harus Investasi Saham. Edisi Pertama. Jakarta: PT. Mirae Asset Sekuritas Indonesia.

KSEI. 2020. KSEI NEWS Edisi 1. Jakarta: PT. Kustodian Sentral Efek Indonesia, 9-11. Diakses dari :

https://www.ksei.co.id/files/uploads/fokuss_bulletins/fokuss_file/id-id/61_edisi_1_20200604102828.pdf pada tanggal 8 november 2020

Triyanto. 2018. Aspek Keamanan Alasan Utama Investor Untuk Berinvestasi. Diakses dari :

https://www.babelprov.go.id/content/aspek-keamanan-alasan-utama-investor-untuk-berinvestasi pada tanggal 8 november 2020

Ermawati, N., Khotimah, T.,Nindyasari, R. (2019). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Usaha Mikro Kecil Menengah (Umkm) Dalam Pengambilan Keputusan Investasi Studi Kasus Pada Umkm Batik Tulis Lasem. Universitas Muria Kudus. ISBN: 978-979-3649-99-3. Hal 551.

Gambar

Tabel 2  : Kelebihan dan kekurangan dalam berinvestasi
Tabel 3  : Jenis Kelamin Responden
Tabel 5  : Pendidikan Terakhir Responden
Tabel 9  : Persepsi Responden terhadap investasi saat ini
+7

Referensi

Dokumen terkait

Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Hubungan Pengetahuan Ibu Primigravida tentang Perubahan Fisiologi pada Masa Kehamilan Trimester I dengan Hiperemesis

Faktor yang menyebabkan terjadinya hubungan yang bersifat negatif pada analisis regresi persentase tehadap kepadatan populasi hama pada buah kopi berwarna hijau pada

Berdasarkan uraian di atas maka penulis tertarik untuk meneliti apakah pemberian pupuk kandang kambing sebagai sumber bahan organik dapat meningkatkan ketersediaan

Interaksi media tanam (subsoil ultisol + TKKS) dan pemberian pupuk hayati Biokom secara signifikan berpengaruh tidak nyata pada tinggi bibit, jumlah daun, diameter

Pemberian pupuk cair dari ampas kopi dan teh pada tanaman sawi lebih baik pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman sawi yaitu pada ketinggian batang, jumlah daun,

(2007) bahwa jumlah parasitoid yang diinokulasikan akan berpengaruh kepada persentase inang yang terparasit, sebaliknya persentase inang yang terparasit

Tujuan penelitian adalah untuk mempelajari pengaruh pemberian MVA (mikoriza vesicular arbuskular) terhadap pertumbuhan dan serapan hara bibit karet (Hevea brasiliensis

Budaya organisasi berpengaruh positip dan tidak signifikan terhadap kinerja pegawai di Universitas Nahdlatul Ulama Surakarta , hal ini dapat dilihat dari nilai