• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN HUKUM PERDATA ISLAM DI INDONESIA (Aspek Perkawinan dan Kewarisan )

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERKEMBANGAN HUKUM PERDATA ISLAM DI INDONESIA (Aspek Perkawinan dan Kewarisan )"

Copied!
27
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

mengenai pembagian waris dengan konsep shulh ini, Kompilasi Hukum Islam (KHI) mengakomodasi konsep tersebut dalam pasal 183 yang menyatakan bahwa “Para ahli waris dapat

Menimbang bahwa, yang dimaksud ahli waris pengganti berdasarkan Pasal 185 ayat (1) Kompilasi Hukum Islam adalah ahli waris lebih dahulu meninggal dari pada sipewaris, sehingga

Ahli waris pengganti dalam hukum kewarisan untuk melengkapi hukum-hukum yang telah ada yang bertujuan untuk mencari rasa keadilan bagi ahli waris..Ahli waris pengganti

Penggunaan asas “Bilateral” pula dapat ditemukan dalam ketentuan Pasal 185 KHI yang mengatur tentang ahli waris pengganti, sehingga cucu dari anak perempuan,

1) Di dalam kitab undang-undang hukum perdata anak angkat disamakan statusnya dengan anak kandung, sedangkan di dalam kompilasi hukum Islam secara tegas membedakannya. Hal

Skripsi yang berjudul “PEMIKIRAN HABIBURRAHMAN TENTANG AHLI WARIS PENGGANTI PADA PASAL 185 KOMPILASI HUKUM ISLAM”, ditulis oleh MUHAMMAD CHOLIL , telah diujikan

105 dimana dalam butir Pasal 185 Kompilasi Hukum Islam menyatakan bahwa (1) Ahli waris yang meninggal lebih dahulu dari pada sipewaris maka kedudukannya dapat digantikan oleh

Konsep ahli waris pengganti atau pergantian kedudukan ahli waris yang dalam Ilmu Hukum dikenal dengan Plaatsvervulling yang termuat dalam pasal 185 Kompilasi Hukum Islam berbunyi :