Kedudukan Al-Shulhu dalam kewarisan menurut fiqh dan hukum islam di Indonesia
Teks penuh
Dokumen terkait
Kesimpulan dari hasil pembahasan mengenai kedudukan dan pembagian waris bagi ahli waris dzawil arham, dalam hukum waris Islam dzawil arham adalah kerabat pewaris
”KEDUDUKAN AHLI WARIS YANG BEDA AGAMA DENGAN PEWARIS TERHADAP PEMBAGIAN HARTA WARIS MENURUT KOMPILASI HUKUM. ISLAM” adalah benar-benar hasil karya sendiri, kecuali
Mengenai pewarisan anak luar nikah juga di atur dalam buku ke-2 bagian 2 KUHPerdata, Hukum waris adat dan pasal 186 kompilasi hukum islam (KHI), di dalam aturan
Mahkamah Agung Republik Indonesia telah mendukung ketentuan yang tercantum dalam Pasal 96 dan Pasal 97 Kompilasi Hukum Islam tentang pembagian harta bersama serta
105 dimana dalam butir Pasal 185 Kompilasi Hukum Islam menyatakan bahwa (1) Ahli waris yang meninggal lebih dahulu dari pada sipewaris maka kedudukannya dapat digantikan oleh
Cara untuk mengidentifikasi seseorang ahli waris beragama Islam yaitu dalam Kompilasi Hukum Islam pasal 172 menyatakan ahli waris dipandang beragama Islam apabila diketahui
Namun dilihat dari segi keumuman dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI), lebih mengutamakan pendapat Utsman bin Affan yang menyatakan bahwa radd dapat diberikan kepada semua ahli
2, 2017, Indah Sari, Pengaturan Pembagian Hak Kewarisan Kepada Ahli Waris Dalam Hukum Waris Islam Berdasarkan Kompilasi Hukum Islam KHI.. Jurnal Ilmu Hukum, Fakultas Hukum Universitas