• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bahan Ajar HI konsiliasi1

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Bahan Ajar HI konsiliasi1"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

BAHAN KULIAH ALTERNATIF PENYELESAIAN SENGKETA DAGANG Week VIII

KONSILIASI

A. Pengertian dan Karakteristik Konsiliasi

Bangsa yang pertama-tama mengenal konsiliasi adalah Jepang. Konsiliasi di Jepang disebut “chotei”. Dalam sejarah Jepang, konsiliasi digunakan untuk menyelesaikan sengketa secara informal.

Konsiliasi sebagai suatu bentuk alternative penyelesaian sengketa di luar pengadilan adalah suatu tindakan atau proses untuk mencapai permufakatan atau perdamaian di luar pengadilan. Konsiliasi berasal dari bahasa Inggris, “conciliation”, yang berarti permufakatan. Dalam kamus besar Bahasa Indonesia konsiliasi diartikan sebagai usaha mempertemukan keinginan pihak yang berselisih untuk mencapai persetujuan dan menyelesaikan perselisihan. Menurut Oppenheim, konsiliasi adalah proses penyelesaian sengketa dengan menyerahkannya kepada suatu komisi orang-orang yang bertugas untuk menguraikan/menjelaskan fakta-fakta dan (biasanya setelah mendengar para pihak dan mengupayakan agar mereka mencapai suatu kesepakatan), membuat usulan-usulan untuk suatu penyelesaian, namun keputusan tersebut tidak mengikat.

Dalam penyelesaian sengketa internasional, istilah konsiliasi diartikan sebagai suatu upaya untuk menyelesaikan sengketa internasional mengenai keadaan apapun dimana suatu komisi yag dibentuk oleh pihak-pihak, baik yang bersifat tetap atau ad hoc untuk menangani suatu sengketa, berada pada tahap pemeriksaan yang tidak memihak atas sengketa tersebut dan berusaha untuk menentukan batas-batas penyelesaian yang dapat diterima oleh pihak-pihak atau memberi pihak-pihak pandangan untuk penyelesaiannya, seperti bantuan yang mereka minta.

Pada dasarnya konsiliasi memiliki karakteristik yang hamper sama dengan mediasi, hanya saja peran konsiliator lebih aktif daripada mediator, yaitu:

1. konsiliasi adalah proses penyelesaian sengketa di luar pengadilan secara kooperatif. 2. konsiliator adalah pihak ketiga yang netral yang terlibat dan diterima oleh para pihak

yang bersengketa di dalam perundingan.

3. Konsiliator bertugas membantu para pihak yang bersengketa untuk mencari penyelesaian.

4. konsiliator bersifat aktif dan mempunyai kewenangan mengusulkan pendapat dan merancang syarat-syarat kesepakatan di antara para pihak.

5. Konsiliator tidak mempunyai kewenangan membuat keputusan selama perundingan berlangsung.

6. Tujuan konsiliasi adalah untuk mencapai atau menghasilkan kesepakatan yang dapat diterima pihak-pihak yang bersengketa guna mengakhiri sengketa.

B. Syarat-syarat Keberhasilan Konsiliasi

Gary Goodpaster mengemukakan, agar konsiliasi berjalan optimal maka: 1. Para pihak mempunyai kekuatan tawar menawar yang sebanding. 2. Para pihak menaruh perhatian terhadap hubungan di masa depan.

3. Terdapat persoalan yang memungkinkan terjadinya pertukaran (trade offs). 4. Terdapat urgensi atau batas waktu untuk menyelesaikan

5. Para pihak tidak memiliki permusuhan yang berlangsung lama dan mendalam

(2)

7. Menetapkan preseden atau mempertahankan suatu hak tidak lebih penting dibandingkan menyelesaikan persoalan yang mendesak.

8. Jika para pihak berada dalam proses litigasi, kepentingan-kepentingan pelaku lainnya, seperti pengacara dan penjamin tidak akan diperlakukan lebih baik dibandingkan mediasi.

C. Prosedur Konsiliasi

Pada dasarnya tata cara dan prosedur konsiliasi hampir sama tahapan-tahapannya sebagaimana dilakukan dalam mediasi.

Referensi

Dokumen terkait

(1) Upaya penyelesaian Sengketa Informasi Publik diajukan kepada Komisi Informasi Pusat dan/atau Komisi Informasi provinsi dan/atau Komisi Informasi kabupaten/kota

“HEI TERDIRI DARI KAIDAH-KAIDAH HI DAN HUKUM NASIONAL YANG OBJEKNYA MERUPAKAN HUBUNGAN, TRANSAKSI DAN PERSOLAN-PERSOALAN

Secara politik, Indonesia sebagai anggota OKI dalam berbagai forum internasional termasuk dalam forum OKI telah memberi dukungan politik yang cukup signifikan

Di mata HI suatu ngr baru lahir bila telah diakui oleh ngr lain.. Suatu ngr belum lahir jk tdk ada

memandang suku, bhsa, agama & kebudayaan yg hidup dlm suatu masy dan terikat dlm suatu ngr melalui hub yuridik & politik yg diwujudkan dlm bentuk “kewarganegaraan”2. 

(1) Upaya penyelesaian Sengketa Informasi Publik diajukan kepada Komisi Informasi Pusat dan/atau Komisi Informasi provinsi dan/atau Komisi Informasi

(1) Upaya penyelesaian Sengketa Informasi Publik diajukan kepada Komisi Informasi Pusat dan/atau Komisi Informasi provinsi dan/atau Komisi Informasi kabupaten/kota

Mediasi dapat juga diartikan sebagai suatu upaya penyelesaian sengketa dengan melibatkan pihak ketiga yang netral, yang tidak memiliki kewenangan mengambil