• Tidak ada hasil yang ditemukan

Magister Pendidikan Bahasa Indonesia NOSI Volume 4, Nomor 2, Agustus 2016

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Magister Pendidikan Bahasa Indonesia NOSI Volume 4, Nomor 2, Agustus 2016"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

REPRESENTASI NILAI-NILAI DALAM NOVELHUJANKARYA TERE LIYE DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA

INDONESIA

BAYU ARDIANTORO

Mahasiswa Magister Pendidikan Bahasa Indonesia

Abstrak: Karya sastra merupakan refleksi permasalahan kehidupan yang diungkapkan kembali oleh pengarang melalui tokoh-tokoh cerita dan menggunakan bahasa sebagai media pemaparannya. Novel sebagai salah satu bentuk karya sastra yang dapat dengan bebas berbicara tentang kehidupan yang dialami oleh manusia dengan berbagai peraturan dan nilai-nilai dalam interaksinya dengan lingkungan masyarakat, sehingga dalam novel terdapat makna tertentu tentang kehidupan. Penelitian ini meneliti nilai-nilai kehidupan dalam karya sastra dalam novel Hujan karya Tere Liye. Novel ini merupakan novel terbaru karya Tere Liye, di dalamnya banyak memuat nilai-nilai kehidupan seperti nilai sosial dan nilai kepribadian. Novel Hujan juga memiliki esensi yang mampu memberikan representasi nilai-nilai kehidupan. Nilai-nilai kehidupan dalam karya sastra tersebut juga dapat digunakan dalam pembelajaran bahasa Indonesia.

Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan nilai sosial yang meliputi; kebersamaan atau gotong-royong dan kepedulian sosial, (2) mendeskripsikan nilai kepribadian yang meliputi; kerja keras, motivasi, dan kesederhanaan, dan (3) mendeskripsikan implementasi pembelajaran nilai-nilai kehidupan dalam karya sastra pada pembelajaran bahasa Indonesia siswa kelas XI MA Miftahul Ulum Sitiaji kabupaten Bojonegoro. Bertolak dari temuan-temuan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa dalam novel Hujan karya Tere Liye merepresentasikan nilai sosial yang meliputi nilai kebersamaan atau gotong-royong dan nilai kepedulian sosial. Novel Hujan juga merepresentasikan nilai kepribadian yang meliputi nilai kerja keras, nilai motivasi, dan nilai kesederhanaan. Selain itu dalam pembelajaran nilai-nilai dalam karya sastra pada siswa kelas XI MA Miftahul Ulum Sitiaji kebupaten Bojonegoro, terbagi dalam 3 (tiga) tahap, (1) tahap perencanaan pembelajaran, (2) tahap pelaksanaan pembelajaran, dan (3) tahap penilaian (evaluasi) pembelajaran.

Kata-kata kunci : Nilai-nilai, sosial, kepribadian, pembelajaran bahasa indonesia

PENDAHULUAN

Sastra adalah suatu bentuk dan hasil pekerjaan seni kreatif yang

(2)

mediumnya. Sebagai seni kreatif yang menggunakan manusia dan segala macam kehidupannya, maka sastra tidak saja merupakan suatu media untuk menyampaikan ide, teori atau sistem berpikir tetapi juga merupakan media untuk menampung ide, teori, serta sistem berpikir manusia.

Karya sastra merupakan rekonstruksi yang harus dipahami dengan memanfaatkan mediasi. Karya sastra membangun dunia melalui energi kata-kata melalui kualitas hubungan paradigmatik sistem tanda dan sistem simbol, kata-kata menunjukkan sesuatu yang lain di luar dirinya. Bahasa mengikat keseluruhan aspek kehidupan untuk kemudian disajikan dengan cara yang khas dan unik agar peristiwa yang sesungguhnya dipahami secara lebih bermakna, lebih intens dan dengan sendirinya lebih luas dan lebih mendalam (Ratna, 2005:16).

Karya sasrta merupakan salah satu sarana pembelajaran untuk mengembangkan jiwa, memanusiakan manusia, dan mengapresisasi seluruh sisi kehidupan secara luas dan mendalam. Karya sastra memiliki berbagai macam bentuk, salah satunya novel. Novel meruapakan suatu cerita yang mengisahkan lika-liku manusia, suka dan dukanya yang diikuti oleh perubahan nasib tokoh-tokohnya. Novel yang berjudul Hujan ini memiliki banyak nilai yang terkandung di dalamnya, seperti nilai sosial dan kepribadian, yang mana jika nilai-nilai ini diterapkan dalam pembelajaran akan memberi adil besar dalam membentuk karakter siswa.

Sistem pengajaran sastra memerlukan pembenahan besar dengan kepentingan untuk pencapaian proses dan hasil maksimal. Sistem itu mengacu pada kurikulum dan strategi guru dalam pengajaran sastra. Suwardi Endraswara (2002) dalam sekian tulisan mengenai pengajaran sastra di Indonesia kerap mempersoalkan kebobrokan dan kelemahan atau dalam istilah yang keren disebut “terkena infeksi”, “terjangkit virus kronis”, dan “suram”. Kondisi-kondisi itu menjadi sebab pengajaran sastra bisa membuat “perut mual” dan “influenza berat”. Istilah-istilah yang digunakan Suwardi Endraswara itu mempresentasikan kondisi pengajaran sastra di Indonesia yang masih bermasalah dan belum menemukan jalan pencerahan. Novel, atau yang sering disebut sebagai roman, adalah suatu cerita prosa yang fiktif dalam panjang tertentu, yang melukiskan para tokoh, gerak, serta adegan nyata yang representatif dalam suatu alur atau suatu keadaan yang agak kacau atau kusut (Tarigan, 1991: 164). Jika dikaitkan dengan bidang sastra, representasi dalam karya sastra merupakan penggambaran karya sastra terhadap suatu fenomena sosial. Penggambaran ini tentu saja melalui pengarang sebagai kreator. Representasi dalam sastra muncul sehubungan dengan adanya pandangan atau keyakinan bahwa karya sastra sebetulnya hanyalah merupakan cermin, gambaran, bayangan, atau tiruan kenyataan

(3)

makna atau memberi makna karya sastra, pastilah diperlukan cara-cara yang sesuai dengan sifat hakikat karya sastra. Karya sastra adalah suatu karya yang bermedium bahasa. Bahasa sebagai medium tidaklah netral, dalam arti, sebelum menjadi unsur sastra, bahasa sudah mempunyai arti sendiri. Dalam karya sastra arti bahasa ditingkatkan menjadi makna (significance) sebagai sistem tanda tingkat kedua (Preminger dalam Pradopo, 2003:107). Menurut Sugihastuti (2011:24), makna adalah arti teks yang dihubungkan dengan suatu konteks, memang suatu konteks, dibalik konteks itu sendiri.

Berdasarkan teori tersebut, dapat disimpulkan bahwa nilai dalam karya sastra merupakan suatu proses pencarian arti pada karya sastra berdasarkan representasinya. Pengarang maupun pembaca turut andil dalam memahami suatu karya sastra karena karya sastra memiliki pesan dan nilai-nilai yang ada di dalamnya. Berkaitan dengan uraian di atas, maka penulis termotivasi untuk mengadakan penelitian terhadap karya sastra yang berjudul Representasi Nilai-nilai dalam Novel Hujan karya Tere Liye dan

Implementasinya dalam

Pembelajaran Bahasa Indonesia. Masalah utama yang dibahas dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut.

1) Bagaimana representasi nilai sosial yang terkandung dalam novel Hujankarya Tere Liye?

2) Bagaimana representasi nilai kepribadian yang terkandung dalam novel Hujan karya Tere Liye?

3) Bagaimana implementasi nilai-nilai dalam novel novel Hujan karya Tere Liye pada pembelajaran bahasa Indonesia pada siswa kelas XI MA Miftahul Ulum Sitiaji Kabupaten Bojonegoro?

Secara teoritis, hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan tambahan kajian dalam penelitian mengenai “Representasi Nilai-Nilai dalam Novel Hujan Karya Tere Liye dan Implemetasinya dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia” selain itu juga akan menambah wawasan pengetahuan, apresiasi dan pengembangan disiplin ilmu yang berhubungan dengan kesusastraan. Seperti yang di ungkapkan Tuloli (1990: 902) penelitian sastra memiliki peran penting dalam berbagai aspek kehidupan manusia di samping juga berpengaruh positif terhadap pembinaan dan pengembangan sastra itu sendiri.

(4)

METODE PENELITIAN

Penelitian ini merupakan suatu cara untuk mendeskripsikan atau menggambarkan suatu masalah dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Dalam menganalisis isi ada beberapa hal yang harus diperhatikan di antaranya yaitu, cara ilmiah, data, tujuan, dan kegunaan. Cara ilmiah yaitu kegiatan penelitian yang berdasarkan pada ciri-ciri keilmuan, rasional, empiris, dan sistematis. Rasional berarti kegiatan penelitian dilakukan dengan cara-cara yang masuk akal, sehingga terjangkau oleh penalaran manusia. Empiris berarti cara-cara yang dilakukan dapat diamati oleh indra manusia, sehingga orang lain dapat mengamati dan mengetahui cara-cara yang digunakan. Sistematis artinya proses yang dalam penelitian dengan menggunakan langkah-langkah tertentu yang bersifat logis. Menurut Moleong (1987:16-17) penggunaan metode deskriptif kualitatif ini didasarkan pada (1) penyajian metode kualitatif menyajikan secara langsung hakekat penelitian dan objek penelitian, (2) metode deskriptif kualitatif masih dimungkinkan data kualitatif yang berfungsi sebagai pelengkap, (4) metode kualitatif bersifat deskriptif, (5) metode kualitatif dengan aturan (mengutamakan kealamiahan sumber data), (6) cara kerja yang dipakai induktif, dan (7) analisis unsur intrinsik merupakan fokus.

Data adalah bagian yang penting dalam bentuk penelitian. Oleh karena itu, berbagai hal yang merupakan bagian dari keseluruhan proses pengumpulan data harus benar-benar dipahami oleh setiap peneliti. Adapun data dalam

penelitian ini berupa data lunak (soft data) yang berwujud kata, kalimat, dan paragraf yang terdapat dari kutipan Novel Hujan karya Tere Liye dan hasil dari observasi pada pembelajaran berupa RPP dan LKS siswa

Sumber data penelitian ini adalah novel yang berjudul Hujan karya Tere Liye Novel ini diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2016. Novel yang digunakan dalam penelitian ini merupakan novel cetakan pertama. Data penelitian ini yaitu berupa kutipan teks novel Hujan karya Tere Liye yang terdiri dari 32 bab (tiga puluh dua). Seluruh bab dijadikan sumber data penelitian dengan jumlah 318 halaman (tiga ratus delapan belas halaman).

Dalam penelitian ini yang menjadi instrumen sebagai penganalisis data dalam kajian ini adalah peneliti sendiri yang bertindak sebagai pelaksana penelitian sekaligus melakukan deskripsi tentang nilai-nilai yang ada dalam novel Hujan karya Tere Liye. Selain peneliti berfungsi sebagai instrumen utama penelitian, peneliti juga menggunakan instrumen tabel penjaringan data (tabel korpus data).

Teknik pengolahan data merupakan upaya untuk mencari dan menata secara sistematis catatan hasil analisis sehingga dapat menghasilkan pemahaman yang tepat terhadap data tersebut. Dalam penelitian ini teknik pengolahan data meliputi (1) Identifikasi, (2) Klasifikasi, (3) Deskripsi, (4) Penafsiran

(5)

masing-masing tahap terdapat beberapa kegiatan yang dilakukan

HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian tentang nilai-nilai dalam novel Hujan karya Tere Liye dideskripsikan secara berurutan sesuai dangan rumusan masalah dan tujuan penelitian ini. Nilai-nilai tersebut meliputi (1) nilai sosial dan (2) nilai kepribadian.

Berdasarkan hasil analisis terhadap novel Hujan karya Tere Liye, dapat dikatakan bahwa secara umum dalam novel tersebut ditemukan (1) nilai sosial yang meliputi: (a) nilai kebersamaan atau gotong-royong dan (b) kepedulian sosial. (2) nilai kepribadian yang meliputi (a) kerja keras (b) motivasi, (c) kesederhanaan.

Pada novel Hujan karya Tere Liye representasi nilai sosial yang meliputi nilai kebersamaan atau gotong-royong tampak dengan jelas oleh tindakan tokoh-tokoh di dalam novel dalam keseharian, begitu juga dengan nilai kepedulian sosial yang ditemukan tidak hanya pada tokoh utama dalam novel tapi juga pada tokoh lain. Nilai kepribadian yang tampak dalam novel ini meliputi nilai kerja keras yang tampak pada tokoh dalam mencapai cita-citanya, nilai motivasi yang memberikan dorongan untuk terus melakukan hal positif, nilai kesederhaan tampak oleh tindakan tokoh yang tidak berlebihan dalam menjalani kehidupan.

Pada pembelajaran bahasa indonesia implementasi nilai-nilai dalam novel Hujan karya Tere Liye terbagi menjadi 3 (tiga) tahap, pertama tahap perencanaan, kedua tahap pelaksanaan, dan ketiga tahap penilaian (evaluasi)

SIMPULAN

Berdasarkan analisis data yang dilakukan dan temuan data penelitian dapat disimpulkan bahwa dalam novel Hujan karya Tere Liye secara umum ditemukan pemaparan dan representasi nilai-nilai kehidupan. Selanjutnya representasi nilai-nilai tersebut sebagaimana dalam rumusan masalah diringkas sebagai berikut.

Pertama dalam novel Hujan karya Tere Liye, terdapat representasi nilai-nilai sosial yang meliputi (a) nilai kebersamaan atau gotong-royong dan (b) nilai kepedulian sosial. Data yang diperoleh dalam nilai sosial sebanyak 25 data. Nilai kebersamaan atau gotong royong terdapat sejumlah 10 data, dari jumlah data tersebut representasi nilai kebersamaan atau gotong-royong lebih sering muncul oleh tindakan tokoh yang menjadi relawan. Nilai kepedulian sosial sebanyak 15 data, dari sejumlah data tersebut representasi nilai kepedulian sosial sering muncul oleh tindakan tokoh dalam novel. Hubungan antara tokoh sering mereprsentasikan nilai kepedulian sosial, hal ini karena sikap rela berkoban dan empati yang sering terwujud oleh tindakan tokoh tersebut.

(6)

terdapat sebanyak 9 data, representasi nilai motivasi hampir disetiap tokoh memunculkan sikap yang memotivasi, baik itu dalam diri sendiri maupun berasal dari orang lain. Nilai kesederhanaan terdapat sejumlah 12 data, nilai kesederhanan diwujudkan dalam tindakan tokoh dalam kesehariannya, mulai dalam cara berpakaian dan berbicara, perwujudan nilai kesederhaan digambarkan oleh tokoh dalam novel Hujan ketika berbicara yang mudah dipahami dan dewasa.

Ketiga, dalam Implementasi nilai-nilai dalam novel Hujan Tere Liye pada pembelajaran Bahasa Indonesia pada siswa kelas XI MA Miftahul Ulum Sitiaji Kebupaten Bojonegoro, dilakukan dalam tiga tahap yaitu (1) tahap perencanaan pembelajaran, (2) tahap penerapan pembelajaran, dan (3) tahap penilaian (evaluasi). Pembelajaran nilai-nilai kehidupan dalam novel Hujan dimulai dari penyusunan RPP, silabus, dan lembar kerja siswa, pada proses pembelajaranya peneliti menggunakan media film sabagai pencermin gambaran tentang nilai yang akan diajarkan, dalam hal ini film yang dipilih adalah cuplikan film Sang Pemimpi yang dipotong pada beberapa bagian adegannya. Hasil analisis berdasarkan lembar kerja siswa menjadi ancuan dalam ketercapain tujuan pembelajaran nilai-nilai kehidupan dalam novel Hujan dan siswa kelas XI MA Miftahul Ulum Sitiaji mampu memahami tentang nilai-nilai kehidupan dalam karya sastra.

SARAN

Bagi guru bahasa Indonesia penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh

guru untuk memperluas wawasan apresiasi terhadap novel Indonesia. Wawasan tersebut dapat menjadi pertimbangan dalam memilih karya sastra yang sesuai dengan materi kurikulum, keduabagi peminat sastra penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh penikmat sastra dan pemerhati sastra sebagai masukan untuk menilai cipta sastra yang sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Pada intinya dapat menciptakan karya sastra yang indah dan bermutu yang berisi pencerahan bagi pembacanya, ketiga bagi peneliti selanjutnya Penelitian ini dapat digunakan oleh peneliti selanjutnya sebagai dasar atau referensi untuk melakukan penelitian selanjutnya

DAFTAR RUJUKAN

Aminudin. 2014.Pengantar Apresiasi Karya Sastra. Bandung:Sinar Baru Algensindo

Endraswara, Suwardi. 2013. Metodologi Penelitian Sastra. Yogyakarta:PT.Buku Seru Faruk. 2014. Pengantar Sosiologi

Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Hardiningtyas, Retno Puji. Implementasi Pengajaran Sastra Indonesia Di Sekolah. (Online) ( http://pujiretnohar diningtyas.blogspot.co.id/2008/

05/pengajaran-sastra-di-sekolah.html, diakses pada 25 April 2016)

Liye, Tere. 2016. Hujan. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama Machsunah. 2014. Representasi

(7)

diterbitkan. Malang. PPS Universitas Islam Malang. Muin, Idianto. 2006. Sosiologi.

Jakarta: Penerbit Erlangga Moleong, Lexy J. 2012. Metodologi

Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Mulyasa, E. 2010. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Nurgiyantoro, Burhan. 2010. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Pradopo, Rachmat Joko. 2011.

Beberapa Teori Sastra, Metode Kritik, dan Penerapannya Yogyakarta: Pustaka Pelajar Ofset.

Rafiek. 2012. TEORI SASTRA:Kajian Teori dan Praktik. Bandung: PT Refika Aditama

Ratna, Nyoman Kutha. 2010. Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Satra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sugiyarbini. 2012. Teori Psikologi Individu Adler. (Online) (http://sugithewae. Wordpress

Referensi

Dokumen terkait

Dengan ini memberitahukan bahwa setelah diadakan Penetapan oleh Pejabat Pengadaan barang/jasa Dinas Perikanan Kabupaten Pesawaran maka diberitahukan Pemenang

(1) Dalam hal Informasi atau Fakta Material sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 selain huruf d, huruf e, huruf f, huruf r, dan huruf s, terjadi pada perusahaan terkendali yang

[r]

[r]

2016 , mengundang Saudara untuk keperluan Pembuktian Kualifikasi terhadap semua data dan informasi yang ada dalam dokumen penawaran yang Saudara. sampaikan pada pekerjaan

Pasar Modal, dipandang perlu untuk mengubah Keputusan Ketua Bapepam Nomor 38/PM/1991 tentang Laporan Kepada Bapepam Oleh Akuntan dengan Keputusan Ketua Bapepam yang baru;.. Mengingat

[r]

Dengan ini memberitahukan bahwa setelah diadakan Penetapan oleh Pejabat Pengadaan barang/jasa Dinas Perikanan Kabupaten Pesawaran maka diberitahukan Pemenang