• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perempuan dalam Dialog Agama di Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Perempuan dalam Dialog Agama di Indonesia"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

Perempuan dalam Dialog Agama di

Indonesia

Sebagai sebuah negara yang multikultural, Indonesia butuh wadah dialog antara penghuninya, termasuk didalamnya perempuan dalam Dialog Agama. Dimanakah perempuan berada tatkala upaya dialog ala Orde Baru itu dilakukan? Menurut Lies Marcoes Natsir, karena dialog agama dalam format Orde Baru adalah dialog yang bernuansa politik, berlangsung di ruang publik dan dilakukan pemuka agama, maka dalam format seperti itu, hanya sedikit sekali perempuan yang secara formal dianggap terlibat dan atau dianggap punya peran dalam dialog antar agama, untuk tidak menyatakan tidak ada sama sekali.

Sejauh ini, menurut Lies Marqoes, kalangan perempuan yang biasa disebut sebagai orang yang menekuni isu dialog antar iman adalah: Ibu Gedong Oka (Hindu Bali), Musda Mulia, Sinta Nuriyah dan Farha Ciciek (Islam), Marianne Kattopo, Sylvana, Lies Marantika dan Elga Sarapung (Protestan), Nunuk P Murniati (Katolik) dan Parwati Supangkat (Budha). Sebaliknya, dari pengalaman kaum perempuan yang bergabung dalam forum-forum dialog yang bersifat informal, dalam 10 tahun terakhir ini mereka bekerja melalui LSM Perempuan maupun organisasi perempuan berbasis keagamaan. Mereka dengan dimotori Komisi Nasional Hak Asasi Kaum Perempuan (KOMNAS Perempuan) menyelenggarakan berbagai workshop dan seminar tentang itu.

Bahkan ketika pelaksanaan dialog secara sepihak telah diokupasi negara melalui kegiatan Departemen Agama, menurut Lies Marcoes, beberapa forum dialog yang lebih genuine dan tanpa campur tangan negara telah diselenggarakan. Beberapa diantaranya bahkan kemudian membentuk lembaga, baik berupa forum atau LSM. Dua diantaranya adalah DIAN Interfide dan MADIA.

DIAN/Interfide didirikan di Yogyakarta tahun 1992. Motor dari lembaga ini adalah Th Sumarthana (Protestan), Farid Wajidi, Khairus Salim, Ahmad Suaedy (Islam), St Sunardi (Katolik). Dua perempuan yang danggap sebagai penggerak diskusi isu-isu perempuan dan agama di lembaga ini adalah Farha Ciciek (Islam) dan Elga Sarapung (Protestan).

(2)

Untuk itu mereka kemudian mengadakan forum-forum diskusi dengan terlebih dahulu membuat wadah secara formal, yaitu MADIA atau Masyarakat Dialog Antar Agama. Lembaga ini secara formal didirikan di Jakarta pada tahun 1994. Selain Amanda Soeharnoko—yang sampai saat ini merupakan pendiri sekaligus Ketua MADIA—beberapa kalangan muda dari latar belakang agama yang berbeda terlibat didalamnya, antara lain Budi Munawar Rahman, Djohan Effendi, Ulil Abshar Abdalla dan Lies Marcoes Natsir (Islam), Trisno Sutrisno, Sylvana, Martin Manurung (Protestan), Romo Ismantoro, Romo Muji Sutrisno (Katholik).

Salah satu cirri dari kelompok-kelompok ini adalah mereka bekerja secara non structural di luar lembaga negara atau lembaga bentukan negara. Sementara dialog dilakukan jauh dari formalitas dengan terlebih dahulu memahami atas adanya keberbedaan serta kesediaan saling membuka diri bukan hanya menyangkut pergaulan dan dialog social, melainkan juga menyangkut pengayaan pengalaman religiusitas yang sifatnya sangat subjective.

Namun sebegitu jauh, gagasan menggali pengalaman perempuan sebagai pelaku dialog baru benar-benar muncul ketika proses dialog yang selama ini diambil negara benar-benar macet. Seluruh bangunan dialog yang sebelumnya berdiri megah sekonyong-konyong ambruk karena sebenarnya ia dibangun di atas fondasi yang rapuh, dimana dialog tak pernah benar-benar terjadi.

Di level Nasional, menurut Lies Marcoes, patut dicatat sebagai momentum pendobrak kebekuan dialog antar agama yang dilakukan kalangan perempuan dimulai oleh kegiatan Seruni (Seruan Perempuan Antar Iman). Seruni muncul dengan mengambil momentum peringatan Hari Perempuan Internasional, 8 Oktober 1998. Kemudian muncul Gerakan Pita Hijau di tengah konflik Maluku untuk memperjuangkan perdamaian yang disponsori Laila Suad (Islam), Suster Brigitta (Katholik), Margareta Hendrik (Protestan). (lut)..

Sumber:

Referensi

Dokumen terkait

Masennuksesta toipumisen kertomuksia tutkimalla voi kuitenkin tuoda esille sitä, kuinka kertomukset heijastavat aikaa, jossa masennus on syntynyt ja jossa sen kanssa on eletty

Kepala madrasah MTs Al-Masruriyah Baturaden selalu mendorong kemajuan SDM yang ada di MTs Al-Masruriyah Baturaden dengan memotivasi dan memberikan solusi agar guru

Berdasarkan hasil penelitian, pemerintah, swasta dan masyarakat melakukan adaptasi lingkungan untuk menanggulangi abrasi seperti dengan melakukan penanaman mangrove,

Berdasarkan hasil penelitian pemasaran minyak nilam di Desa Karya Baru Kecamatan Poleang Utara Kabupaten Bombana dapat diambil kesimpulan bahwa Saluran pemasaran

Putusan pada tingkat pertama dan tingkat banding (tingkat judex factie) ini tidak adil bagi para pihak khususnya pihak pembeli lelang, jikapun dilihat Pasal 1365

Pemberian takaran pupuk organik kandang ayam sampai 10 ton ha -1 ternyata memberikan pertumbuhan tanaman wortel yang optimal selanjutnya lebih tinggi dari pada itu tidak

Berdasarkan penelusuran mandat dan misi serta analisis SWOT yang dilakukan, terdapat beberapa isu strategis, yaitu , (1) Pengembangan perencanaan pembangunan secara

Mengkaji beberapa permasalahan yang telah dikemukakan dalam latar belakang diatas, dapat disimpulkan bahwa tujuan dari penelitian ini adalah untuk membantu