I. Bab I Orang Beriman Menanggapi Karya Keselamatan Allah
Bab ini membahas respons manusia terhadap karya keselamatan Allah. Diawali dengan pemahaman bahwa Allah adalah sumber keselamatan sejati, bukan harta benda, kekuatan gaib, atau teknologi. Kemudian, dibahas bagaimana manusia merespons karya keselamatan Allah melalui agama dan iman. Teks tersebut menekankan pentingnya menyadari ketergantungan mutlak pada Allah. Bab ini juga menyoroti peran Yesus Kristus sebagai pusat keselamatan dalam iman Kristiani serta pentingnya kebersamaan dalam jemaat dan teladan hidup Bunda Maria.
1.1 Allah adalah Sumber Keselamatan yang Sejati
Bagian ini menjelaskan bahwa kerinduan akan keselamatan berakar pada iman kepada Allah. Diilustrasikan dengan cerita 'Kerinduan' dan gambar-gambar yang menunjukkan pencarian keselamatan melalui cara-cara yang keliru. Diskusi diarahkan pada pemahaman kebutuhan manusia akan Allah sebagai kebutuhan utama, seperti kebutuhan akan udara untuk bernapas. Kutipan Kisah Para Rasul 17:16-34 digunakan untuk membandingkan pemahaman orang Atena tentang keselamatan dengan pemahaman Paulus, yang menekankan Allah sebagai satu-satunya sumber keselamatan. Refleksi diri mendorong siswa untuk merenungkan kedekatan mereka dengan Allah.
1.2 Beragama sebagai Tanggapan atas Karya Keselamatan Allah
Bagian ini mendefinisikan agama sebagai sistem kepercayaan dan praktik keagamaan yang merespons kegelisahan eksistensial manusia. Diulas berbagai alasan manusia menganut agama, diilustrasikan dengan gambar-gambar yang menampilkan berbagai praktik keagamaan. Injil Lukas 18:9-14 tentang perumpamaan orang Farisi dan pemungut cukai digunakan untuk menjelaskan penghayatan agama yang benar, yang menekankan kerendahan hati dan tindakan nyata, bukan sekadar ritualisme. Cerita 'Iman Harus Dihayati' menggarisbawahi pentingnya penerapan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari.
1.3 Beriman sebagai Tanggapan atas Karya Keselamatan Allah
Bagian ini membahas iman sebagai respons pribadi terhadap karya keselamatan Allah. Cerita 'Makna Beriman' menggambarkan iman sebagai pembimbing dalam perjalanan hidup. Teks Kitab Yakobus 2:14-26 menekankan bahwa iman tanpa perbuatan adalah mati, dan menuntut penghayatan iman dalam tindakan nyata. Diskusi diarahkan pada pemahaman iman yang benar dan perwujudannya dalam kehidupan sehari-hari. Refleksi diri mendorong siswa untuk merenungkan bagaimana mereka mewujudkan iman mereka.
1.4 Beriman Kristiani
Bagian ini menjelaskan iman Kristiani dengan menekankan inkarnasi Allah dalam diri Yesus Kristus sebagai puncak karya keselamatan. Cerita 'Memberi Diri' menggambarkan Allah yang rela berkorban bagi manusia. Dokumen Gaudium et Spes art. 14 dan Matius 7:21-24 digunakan untuk membahas makna hidup beriman Kristiani, menekankan pentingnya keanggotaan Gereja dan pelaksanaan kehendak Allah. Refleksi diri mengarahkan siswa untuk merenungkan keaslian iman Kristiani mereka.
1.5 Iman dan Kebersamaan dalam Jemaat
Bagian ini membahas aspek personal dan sosial dari iman. Gambar-gambar berbagai kegiatan keagamaan di keluarga dan jemaat digunakan untuk menggambarkan peran orang lain dalam pengembangan iman. Kisah Para Rasul 2:41-47 menggambarkan contoh jemaat perdana dalam mengembangkan iman melalui kebersamaan. Diskusi diarahkan pada pentingnya kebersamaan dalam jemaat untuk pertumbuhan iman. Refleksi diri mendorong siswa untuk merenungkan pengalaman dan rencana mereka dalam mengembangkan iman bersama jemaat.
1.6 Maria Teladan Hidup Beriman
Bagian ini (yang tampaknya terpotong dalam teks yang diberikan) kemungkinan besar membahas Bunda Maria sebagai teladan hidup beriman. Ia akan menjadi contoh konkret bagaimana merespons karya keselamatan Allah dan hidup dalam iman Kristiani. Sebagai penutup, bagian ini mungkin berisi ajakan untuk meneladani hidup Bunda Maria dalam kesetiaan dan penyerahan diri kepada Allah.
II. Bab II Orang Beriman Hidup di Tengah Masyarakat
Bab ini (tidak ada konten lengkap dalam teks yang diberikan) akan membahas peran dan tanggung jawab orang beriman dalam masyarakat, kemungkinan besar membahas hak dan kewajiban sebagai anggota Gereja dan masyarakat luas. Topik ini akan mengeksplorasi bagaimana iman diwujudkan dalam interaksi sosial dan tanggung jawab sosial orang beriman.
III. Bab III Orang Beriman Menghargai Martabat Manusia
Bab ini (tidak ada konten lengkap dalam teks yang diberikan) mungkin membahas tentang martabat manusia sebagai ciptaan Allah, kemuliaan manusia, dan pentingnya mengembangkan budaya kehidupan yang adil dan jujur. Kemungkinan akan membahas pentingnya menghormati hak asasi manusia dan keadilan sosial.
IV. Bab IV Orang Beriman Menjaga Keutuhan Alam Ciptaan Allah
Bab ini (tidak ada konten lengkap dalam teks yang diberikan) kemungkinan membahas tentang tanggung jawab umat manusia untuk menjaga dan melestarikan lingkungan sebagai ciptaan Allah. Ini akan menekankan hubungan antara iman dan lingkungan hidup.
V. Bab V Orang Beriman Membangun Persaudaraan dengan Semua Orang
Bab ini (tidak ada konten lengkap dalam teks yang diberikan) kemungkinan besar membahas tentang pentingnya hidup rukun dan berdamai dengan semua orang, terlepas dari latar belakang agama dan kepercayaan. Ini akan membahas sikap Gereja Katolik terhadap agama dan kepercayaan lain serta membangun persaudaraan universal.
VI. Bab VI Orang Beriman Membangun Masa Depan
Bab ini (tidak ada konten lengkap dalam teks yang diberikan) kemungkinan akan membahas tentang peran orang beriman dalam membangun masa depan, khususnya membahas tentang perencanaan masa depan, sakramen perkawinan, dan sakramen tahbisan sebagai sarana untuk membangun kehidupan yang lebih baik.