• Tidak ada hasil yang ditemukan

Unduh BRS Ini

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Unduh BRS Ini"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

No. 35/06/16/Th.XVII, 1 Juni 2015

P

ERKEMBANGAN

N

ILAI

T

UKAR

P

ETANI

D

AN

I

NFLASI

/

D

EFLASI

P

EDESAAN

A.

PERKEMBANGAN

NILAI

TUKAR

PETANI

*)

*) Nilai Tukar Petani (NTP) adalah angka perbandingan antara indeks harga yang diterima petani dengan indeks harga yang dibayar petani yang dinyatakan dalam persentase.

1. Nilai Tukar Petani (NTP)*Sumatera Selatan pada bulan Mei 2015 sebesar 97,42 persen, menunjukkan bahwa secara umum daya beli petani pada bulan Mei 2015 mengalami penurunan dibandingkan tahun dasar 2012. Sementara itu, bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya, NTP Mei 2015 turun sebesar 0,43 persen yang disebabkan karena adanya kenaikan indeks harga yang diterima petani lebih kecil dari kenaikan indeks harga yang dibayar petani secara umum.

2. Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) Sumatera Selatan pada bulan Mei 2015 sebesar 102,21 persen, menunjukkan bahwa secara umum daya beli petani pada bulan Mei 2015 lebih baik dibandingkan tahun dasar 2012. Bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya, NTUP Mei 2015 turun sebesar 0,09 persen.

3. NTP Tanpa Sektor Perikanan Sumatera Selatan pada bulan Mei 2015 sebesar 97,36 persen, menunjukkan bahwa secara umum daya beli petani pada bulan Mei 2015 menurun dibandingkan tahun dasar 2012. Demikian pula bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya, NTP tanpa perikanan Mei 2015 turun sebesar 0,46 persen.

4. NTUP Tanpa Sektor Perikanan Sumatera Selatan pada bulan Mei 2015 sebesar 102,21 persen, menunjukkan bahwa secara umum daya beli petani pada bulan Mei 2015 lebih baik dibandingkan tahun dasar 2012. Namun bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya, NTUP Mei 2015 juga turun sebesar 0,12 persen.

5. Berdasarkan NTP dan NTUP sub sektor, pada bulan Mei 2015 hampir semua sub sektor mengalami peningkatan dibandingkan bulan April 2015 kecuali sub sektor tanaman pangan. NTP dan NTUP yang mengalami peningkatan secara berurut terjadi pada sub sektor hortikultura yaitu masing-masing naik 0,45 persen dan 0,79 persen, sub sektor perikanan masing-masing naik 0,26 dan 0,54 persen, sub sektor perkebunan masing-masing naik 0,16 dan 0,50 persen, dan terakhir sub sektor peternakan naik masing-masing sebesar 0,16 dan 0,32 persen sedangkan sub sektor tanaman pangan turun masing-masing sebesar 2,19 dan 1,77 persen.

6. Inflasi/deflasi pedesaan ditunjukkan oleh perubahan indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi rumahtangga

petani. Pada bulan Mei 2015 wilayah pedesaan di Sumatera Selatan mengalami inflasi sebesar 0,66 persen. Inflasi tertinggi terjadi di kelompok bahan makanan yaitu sebesar 1,16 persen.

(2)

1. Nilai Tukar Petani (NTP) Penurunan NTP dan NTUP bulan Mei 2015 terjadi pada sub sektor tanaman pangan sedangkan sub sektor lainnya mengalami peningkatan.

NTP berasal dari perbandingan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) terhadap Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib). Sedangkan NTUP diperoleh dari perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks yang dibayar petani (Ib), dimana kelompok Ib hanya terdiri dari biaya produksi dan penambahan barang modal (BPPBM).

Tabel 1

Indeks Harga Yang Diterima, Indeks Harga Yang Dibayar, Nilai Tukar Petani dan Nilai Tukar Usaha Pertanian di Sumatera Selatan April–Mei2015

serta Persentase Perubahannya (2012=100)

Sektor, Kelompok dan Sub Kelompok April'2015 Mei'2015 thd April’15% Mei’15

(1) (2) (3) (4)

1. Indeks Harga yang Diterima Petani 113,60 113,70 0,09

2. Indeks Harga yang Dibayar Petani 116,11 116,72 0,53

2.1. Konsumsi Rumah Tangga 118,63 119,41 0,66

2.1.1. Bahan Makanan 123,35 124,77 1,16

2.1.2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau 116,40 116,79 0,34

2.1.3. Perumahan 113,53 113,93 0,35

2.1.4. Sandang 113,35 113,68 0,29

2.1.5. Kesehatan 110,66 110,74 0,07

2.1.6. Pendidikan, Rekreasi, dan Olah Raga 109,79 109,84 0,05

2.1.7. Transportasi dan Komunikasi 118,11 118,13 0,01

2.2. Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal 111,03 111,24 0,19

2.2.1. Bibit 112,06 112,18 0,10

2.2.2. Pupuk, Obat-obatan, dan Pakan 109,35 109,57 0,21

2.2.3. Biaya Sewa dan Pengeluaran Lain 105,36 105,36 0,00

2.2.4. Transportasi 126,99 127,38 0,31

2.2.5. Penambahan Barang Modal 107,48 107,67 0,18

2.2.6. Upah Buruh 110,35 110,49 0,13

(3)

Penurunan nilai NTP bulan Mei 2015 tersebut terjadi karena kenaikan It secara umum lebih rendah

bila dibandingkan kenaikan Ib. It secara umum pada bulan Mei 2015 sebesar 113,70 persen atau naik

0,09 persen sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) pada bulan Mei 2015 juga mengalami

kenaikan sebesar 0,53 persen. Kenaikan Ib terjadi baik pada kelompok konsumsi rumahtangga maupun

pada kelompok BPPBM.

Tabel 2

Indeks Harga Yang Diterima, Indeks Harga Yang Dibayar, Nilai Tukar Petani dan Nilai Tukar Usaha Pertanian Tanpa Sektor Perikanan di Sumatera Selatan

April-Mei2015, serta Persentase Perubahannya (2012=100)

Sektor, Kelompok dan Sub Kelompok April'2015 Mei'2015 thd April’15% Mei’15

(1) (2) (3) (4)

1. Indeks Harga yang Diterima Petani 113,56 113,64 0,07

2. Indeks Harga yang Dibayar Petani 116,10 116,72 0,53

2.1. Konsumsi Rumah Tangga 118,65 119,44 0,67

2.1.1. Bahan Makanan 123,49 124,93 1,17

2.1.2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau 116,41 116,80 0,34

2.1.3. Perumahan 113,48 113,87 0,35

2.1.4. Sandang 113,41 113,75 0,30

2.1.5. Kesehatan 110,57 110,65 0,07

2.1.6. Pendidikan, Rekreasi, dan Olah Raga 109,68 109,73 0,05

2.1.7. Transportasi dan Komunikasi 117,84 117,85 0,01

2.2. Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal 110,96 111,18 0,19

2.2.1. Bibit 112,21 112,32 0,10

2.2.2. Pupuk, Obat-obatan, dan Pakan 109,32 109,55 0,22

2.2.3. Biaya Sewa dan Pengeluaran Lain 105,37 105,37 0,00

2.2.4. Transportasi 126,90 127,30 0,32

2.2.5. Penambahan Barang Modal 107,39 107,58 0,18

2.2.6. Upah Buruh 110,40 110,55 0,13

Nilai Tukar Petani (NTP) 97,81 97,36 -0,46 Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) 102,34 102,21 -0,12

NTP Tanpa Sektor Perikanan di Sumatera Selatan pada bulan Mei 2015 sebesar 97,36 persen,

menunjukkan daya beli petani secara umum lebih rendah dibandingkan dengan daya beli pada tahun dasar

2012. Bila dibandingkan dengan bulan April 2015, NTP Tanpa Sektor Perikanan pada bulan Mei 2015

mengalami penurunan sebesar 0,46 persen. NTUP Tanpa Sektor Perikanan Provinsi Sumatera Selatan

pada bulan Mei 2015 juga turun sebesar 0,12 persen di mana pada bulan April 2015 sebesar 102,34

persen menjadi 102,21 persen pada bulan Mei 2015. Penurunan nilai NTP tanpa sektor perikanan bulan

Mei 2015 tersebut terjadi karena peningkatan It secara umum lebih rendah dibandingkan kenaikan Ib

(4)

It secara umum pada bulan Mei 2015 meningkat sebesar 0,07 persen yaitu dari 113,56 persen pada

bulan April 2015 menjadi 113,64 persen pada bulan Mei 2015. Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib)

pada bulan Mei 2015 juga mengalami peningkatan yaitu 0,53 persen. Kenaikan Ib secara umum terutama

dipengaruhi oleh kenaikan pada kelompok pengeluaran konsumsi rumahtangga yaitu 0,67 persen, dan

kelompok BPPBM naik 0,19 persen

2. Nilai Tukar Petani Tanaman Pangan

Nilai tukar petani tanaman pangan merupakan indikator untuk menunjukkan kemampuan daya beli

petani padi dan palawija. Perkembangan nilai tukar petani padi dan palawija cukup berfluktuasi, pada

bulan Mei 2015 kemampuan nilai tukarnya mengalami penurunan dibandingkan tahun dasar 2012. Hal

ini ditunjukkan dengan besaran nilai tukar petani padi dan palawija di bawah 100. Nilai tukar petani padi

dan palawija pada bulan Mei 2015 sebesar 97,96 persen. Nilai tukar petani padi dan palawija tersebut

berasal dari perbandingan antara indeks harga yang diterima petani padi dan palawija terhadap indeks

harga yang dibayar petani baik untuk konsumsi rumahtangga dan biaya produksinya.

Tabel 3

Indeks Harga Yang Diterima, Indeks Harga Yang Dibayar,Nilai Tukar Petani, dan Nilai Tukar Usaha Pertanian Tanaman Pangan April-Mei2015

serta Persentase Perubahannya (2012=100)

Sektor, Kelompok dan Sub Kelompok April'2015 Mei'2015 thd April’15% Mei’15

(1) (2) (3) (4)

1. Indeks Harga yang Diterima Petani 117,87 116,00 -1,59

1.1. Padi 118,68 116,66 -1,70

1.2. Palawija 112,07 111,23 -0,74

2. Indeks Harga yang Dibayar Petani 117,69 118,41 0,61

2.1. Konsumsi Rumah Tangga 119,02 119,92 0,76

2.1.1. Bahan Makanan 124,89 126,71 1,46

2.1.2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau 115,99 116,43 0,38

2.1.3. Perumahan 113,94 114,24 0,27

2.1.4. Sandang 114,24 114,55 0,27

2.1.5. Kesehatan 110,58 110,68 0,09

2.1.6. Pendidikan, Rekreasi, dan Olah Raga 108,93 109,01 0,07

2.1.7. Transportasi dan Komunikasi 119,44 119,45 0,01

2.2. Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal 114,01 114,22 0,18

2.2.1. Bibit 111,80 112,19 0,35

2.2.2. Pupuk, Obat-obatan, dan Pakan 112,87 113,29 0,38 2.2.3. Biaya Sewa dan Pengeluaran Lain 107,65 107,65 0,00

2.2.4. Transportasi 142,50 142,63 0,09

2.2.5. Penambahan Barang Modal 112,98 113,02 0,04

2.2.6. Upah Buruh 111,99 112,13 0,13

Nilai Tukar Petani (NTP) 100,15 97,96 -2,19

(5)

Bila dibandingkan dengan bulan April 2015, NTP Tanaman Pangan bulan Mei 2015 mengalami

penurunan sebesar 2,19 persen. Nilai tukar usaha pertanian (NTUP) sektor tanaman pangan pada bulan

Mei 2015 juga mengalami penurunan sebesar 1,77 persen yaitu dari 103,38 persen bulan April 2015

menjadi 101,55 persen pada bulan Mei 2015. Penurunan NTP dan NTUP sub sektor tanaman pangan

pada bulan Mei 2015 ini dipengaruhi adanya penurunan It secara umum baik pada komoditi padi maupun

komoditi palawija, sedangkan Ib secara umum mengalami peningkatan. Peningkatan Ib terjadi pada

kelompok pengeluaran baik konsumsi rumah tangga maupun BPPBM.

Indeks harga yang diterima petani padi dan palawija pada bulan April 2015 sebesar 117,87 persen

turun menjadi 116,00 persen Mei 2015 atau turun sebesar 1,59 persen. Penurunan It dipengaruhi oleh

menurunnya harga pada komoditi tanaman pangan yaitu padi dan palawija yaitu turun masing-masing

sebesar 1,70 persen dan 0,74 persen. Penurunan harga pada palawija terjadi terutama pada komoditi

kacang tanah dan ubi jalar, Sebaliknya Indeks harga yang dibayar petani juga mengalami kenaikan

sebesar 0,61 persen. Kenaikan Ib terjadi pada kelompok konsumsi rumahtangga sebesar 0,76 persen dan

BPPBM mengalami kenaikan sebesar 0,18 persen. Kenaikan Ib tertinggi pada kelompok pengeluaran

konsumsi rumahtangga adalah sub kelompok bahan makanan Sedangkan pada kelompok pengeluaran

BPPBM kenaikan Ib tertinggi terjadi pada sub kelompok pupuk dan obat-obatan

3. Nilai Tukar Petani Hortikultura

NTP hortikultura merupakan indikator untuk menunjukkan kemampuan daya beli petani

hortikultura. Sama halnya dengan petani padi dan palawija, perkembangan nilai tukar petani hortikultura

juga cukup berfluktuasi. Nilai tukar petani hortikultura pada bulan Mei 2015 sebesar 106,48 persen. Bila

dibandingkan dengan bulan April 2015, NTP holtikultura pada bulan Mei 2015, mengalami peningkatan

sebesar 0,45 persen. Begitu pula dengan NTUP sektor hortikultura pada bulan Mei 2015 juga mengalami

kenaikan sebesar 0,79 persen atau dari 111,50 persen menjadi 112,39 persen. Peningkatan NTP dan

NTUP sub sektor hortikultura disebabkan kenaikan It secara umum lebih tinggi dari pada kenaikan yang

terjadi pada Ib.

Pada bulan Mei 2015 It sub sektor hortikultura naik sebesar 0,90 persen, kenaikan It terjadi pada

komoditi sayur-sayuran yaitu naik 2,87 persen. Kenaikan harga pada komoditi sayur-sayuran terutama

terjadi pada labu siam dan cabe merah. Sedangkan komoditi buah-buahan dan tanaman obat mengalami

penurunan yaitu masing-masing turun sebesar 0,27 dan 1,32 persen. Indeks yang dibayar petani (Ib)

secara umum pada bulan Mei 2015 mengalami kenaikan 0,45 persen dari 116,59 persen bulan April 2015

menjadi 117,11 persen bulan Mei 2015. Kenaikan Ib secara umum terjadi pada kedua kelompok

pengeluaran yaitu konsumsi rumahtangga dan BPPBM. Kenaikan tertinggi pada kelompok konsumsi

rumah tangga adalah bahan makanan sedangkan BPPBM terjadi pada pengeluaran penambahan barang

(6)

Tabel 4

Indeks Harga Yang Diterima, Indeks Harga Yang Dibayar, Nilai Tukar Petani, Dan Nilai Tukar Pertanian Hortikultura April– Mei 2015 serta

Persentase Perubahannya (2012=100)

4. Nilai Tukar Petani Tanaman Perkebunan Rakyat (Pekebun)

Pada bulan Mei 2015, NTP Sub Sektor Perkebunan Rakyat di Sumatera Selatan sebesar 93,48

persen, relatif lebih tinggi dibanding bulan April 2015 yaitu 93,33 persen atau naik 0,16 persen. NTUP

Sub Sektor Perkebunan Rakyat juga naik dari 98,27 persen menjadi 98,76 persen bulan Mei 2015 atau

naik 0,50 persen. Kenaikan NTP dan NTUP sub sektor perkebunan rakyat pada bulan Mei 2015

disebabkan karena kenaikan indeks harga yang diterima petani (It) lebih tinggi dibanding dengan

kenaikan indeks harga yang dibayar petani (Ib) secara umum.

Pada bulan Mei 2015, indeks harga yang diterima petani (It) sub sektor perkebunan rakyat naik

sebesar 0,68 persen, kenaikan It tersebut terutama dipengaruhi oleh kenaikan harga pada komoditi

lada/merica. Sedangakn Ib secara umum juga mengalami kenaikan 0,52 persen. Kenaikan Ib tertinggi

terjadi pada kelompok pengeluaran konsumsi rumah tangga yaitu pada sub kelompok pengeluaran bahan

makanan.

Sektor, Kelompok dan Sub Kelompok April'2015 Mei'2015 thd April’15% Mei’15

(1) (2) (3) (4)

1. Indeks Harga yang Diterima Petani 123,59 124,70 0,90

1.1. Sayur-sayuran 118,85 122,25 2,87

1.2. Buah-buahan 126,72 126,37 -0,27

1.3. Tanaman Obat 127,58 125,90 -1,32

2. Indeks Harga yang Dibayar Petani 116,59 117,11 0,45

2.1. Konsumsi Rumah Tangga 118,69 119,36 0,56

2.1.1. Bahan Makanan 122,72 123,93 0,99

2.1.2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau 117,13 117,40 0,23

2.1.3. Perumahan 114,37 114,73 0,32

2.1.4. Sandang 112,81 113,12 0,28

2.1.5. Kesehatan 110,57 110,64 0,07

2.1.6. Pendidikan, Rekreasi, dan Olah Raga 110,40 110,40 0,00

2.1.7. Transportasi dan Komunikasi 116,60 116,62 0,02

2.2. Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal 110,84 110,96 0,10

2.2.1. Bibit 106,33 105,50 -0,78

2.2.2. Pupuk, Obat-obatan, dan Pakan 106,21 106,40 0,18

2.2.3. Biaya Sewa dan Pengeluaran Lain 107,86 107,86 0,00

2.2.4. Transportasi 117,76 117,99 0,19

2.2.5. Penambahan Barang Modal 114,30 114,73 0,37

2.2.6. Upah Buruh 111,24 111,29 0,04

(7)

Tabel 5

Indeks Harga Yang Diterima, Indeks Harga Yang Dibayar, Nilai Tukar Pekebun, Dan Nilai Tukar Usaha Pertanian Sektor Perkebunan April– Mei 2015 serta

Persentase Perubahannya (2012=100)

Sektor, Kelompok dan Sub Kelompok April'2015 Mei'2015 thd April’15% Mei’15

(1) (2) (3) (4)

1. Indeks Harga yang Diterima Petani 108,56 109,30 0,68

1.1. Tanaman Perkebunan Rakyat 108,56 109,30 0,68

2. Indeks Harga yang Dibayar Petani 116,32 116,92 0,52

2.1. Konsumsi Rumah Tangga 118,46 119,22 0,64

2.1.1. Bahan Makanan 122,97 124,28 1,06

2.1.6. Pendidikan, Rekreasi, dan Olah Raga 110,25 110,30 0,04

2.1.7. Transportasi dan Komunikasi 116,76 116,78 0,02

2.2. Biaya Produksi dan Penambahan Barang

Modal 110,47 110,67 0,18

2.2.1. Bibit 114,89 115,08 0,16

2.2.2. Pupuk, Obat-obatan, dan Pakan 109,77 109,82 0,04 2.2.3. Biaya Sewa dan Pengeluaran Lain 102,89 102,89 0,00

2.2.4. Transportasi 122,64 123,22 0,47

2.2.5. Penambahan Barang Modal 103,88 104,05 0,17

2.2.6. Upah Buruh 108,99 109,20 0,20

Nilai Tukar Petani (NTP) 93,33 93,48 0,16 Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) 98,27 98,76 0,50

5. Nilai Tukar Peternak

Sub sektor Peternakan terdiri atas ternak besar, ternak kecil, unggas dan hasil ternak. Kemampuan

daya beli peternak dapat dilihat dari nilai tukar peternak, yang merupakan perbandingan antara indeks

harga yang diterima peternak terhadap indeks harga yang dibayar peternak. Sub sektor peternakan juga

mengalami kenaikan baik pada NTP maupun NTUP. NTP dan NTUP sub sektor peternak pada bulan

Mei 2015 mengalami kenaikan masing-masing sebesar 0,16 persen dan 0,32 persen. Kenaikan NTP dan

NTUP tersebut terjadi karena kenaikan It secara umum lebih tinggi dari pada kenaikan Ib secara umum

maupun Ib BPPBM.

(8)

Sedangkan indeks harga yang dibayar petani (Ib) sub sektor peternak pada bulan Mei 2015

mengalami kenaikan 0,47 persen. Kelompok konsumsi rumahtangga naik 0,67 persen, kenaikan tertinggi

terjadi pada kelompok bahan makanan sedangkan Ib pada kelompok BPPBM naik sebesar 0,31 persen,

kenaikan tertinggi terjadi pada sub kelompok obat-obatan dan pakan.

Tabel 6

Indeks Harga Yang Diterima, Indeks Harga Yang Dibayar,Nilai Tukar Peternak Dan Nilai Tukar Usaha Pertanian Sektor Peternak April-Mei2015 serta

Persentase Perubahannya (2012=100)

6. Nilai Tukar Nelayan

Sub sektor terakhir adalah Perikanan, yang terdiri atas usaha penangkapan ikan dan usaha budidaya

perikanan. Perkembangan Nilai Tukar Nelayan (NTN) selama setahun ini cukup berfluktuasi dan sangat

dipengaruhi oleh kondisi cuaca dan musim.

NTN pada bulan Mei 2015 sebesar 98,87 persen, sedangkan pada bulan sebelumnya sebesar 98,62

persen berarti NTN mengalami kenaikan sebesar 0,26 persen. NTUP sub sektor perikanan juga engalami

kenaikan yaitu 0,54 persen atau dari 101,69 persen pada bulan April 2015 menjadi 102,23 persen pada

bulan Mei 2015.

Sektor, Kelompok dan Sub Kelompok April'2015 Mei'2015 thd April’15% Mei’15

(1) (2) (3) (4)

1. Indeks Harga yang Diterima Petani 115,44 116,17 0,63

1.1. Ternak Besar 110,70 110,81 0,11

1.2. Ternak Kecil 105,53 105,81 0,26

1.3. Unggas 113,32 114,92 1,41

1.3. Hasil Ternak 133,45 134,70 0,94

2. Indeks Harga yang Dibayar Petani 111,79 112,32 0,47

2.1. Konsumsi Rumah Tangga 118,54 119,33 0,67

2.1.1. Bahan Makanan 123,17 124,58 1,15

2.1.2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau 115,66 116,15 0,42

2.1.3. Perumahan 113,63 114,03 0,35

2.1.4. Sandang 113,73 114,10 0,33

2.1.5. Kesehatan 113,39 113,48 0,08

2.1.6. Pendidikan, Rekreasi, dan Olah Raga 108,51 108,59 0,07

2.1.7. Transportasi dan Komunikasi 119,57 119,57 0,00

2.2. Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal 106,83 107,16 0,31

2.2.1. Bibit 107,80 107,80 0,00

2.2.2. Pupuk, Obat-obatan, dan Pakan 103,06 103,63 0,56

2.2.3. Biaya Sewa dan Pengeluaran Lain 107,95 107,95 0,00

2.2.4. Transportasi 118,65 119,07 0,36

2.2.5. Penambahan Barang Modal 103,78 104,15 0,36

2.2.6. Upah Buruh 111,74 111,74 0,00

(9)

Pada bulan Mei 2015, It sub sektor perikanan mengalami kenaikan sebesar 0,63 persen. Kenaikan

It terjadi pada kelompok perikanan tangkap sebesar 0,70 persen sedangkan kelompok perikanan budidaya

naik sebesar 0,56 persen. Demikian juga dengan Ib secara umum, pada bulan Mei 2015 Ib mengalami

kenaikan sebesar 0,37 persen, hal ini dipengaruhi oleh adanya kenaikan pada kedua kelompok

pengeluaran yaitu konsumsi rumahtangga dan BPPBM. Kelompok konsumsi rumahtanga pada bulan Mei

2015 mengalami kenaikan 0,51 persen, kenaikan tertinggi terjadi pada sub kelompok bahan makanan.

Sedangkan BPPBM pada bulan Mei 2015 naik sebesar 0,09 persen, kenaikan tertinggi terjadi pada sub

kelompok penambahan barang modal.

Tabel 7

Indeks Harga Yang Diterima, Indeks Harga Yang Dibayar, Nilai Tukar Nelayan, Dan Nilai Tukar Usaha Pertanian Sektor Perikanan April-Mei2015 serta

Persentase Perubahannya (2012=100)

7. Nilai Tukar Nelayan Usaha Penangkapan

Sub sektor Perikanan pada bulan Mei 2015 menambah ruang lingkup, yaitu dengan menyajikan

data Nilai Tukar Nelayan Usaha Penangkapan dan Usaha Budidaya. Sub sektor Perikanan Tangkap,

terdiri atas usaha penangkapan perairan umum dan usaha penangkapan laut.

Sektor, Kelompok dan Sub Kelompok April'2015 Mei'2015 thd April’15% Mei’15

(1) (2) (3) (4)

1. Indeks Harga yang Diterima Petani 114,61 115,33 0,63

1.1. Tangkap 112,10 112,89 0,70

1.2. Budidaya 117,10 117,75 0,56

2. Indeks Harga yang Dibayar Petani 116,22 116,65 0,37

2.1. Konsumsi Rumah Tangga 118,11 118,71 0,51

2.1.1. Bahan Makanan 119,99 120,86 0,72

2.1.2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau 116,25 116,65 0,34

2.1.3. Perumahan 114,85 115,40 0,48

2.1.4. Sandang 111,91 112,09 0,16

2.1.5. Kesehatan 112,84 112,88 0,04

2.1.6. Pendidikan, Rekreasi, dan Olah Raga 112,37 112,45 0,07

2.1.7. Transportasi dan Komunikasi 124,76 124,77 0,00

2.2. Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal 112,71 112,81 0,09

2.2.1. Bibit 108,55 108,79 0,22

2.2.2. Pupuk, Obat-obatan, dan Pakan 110,03 110,03 0,00

2.2.3. Biaya Sewa dan Pengeluaran Lain 105,10 105,11 0,00

2.2.4. Transportasi 129,17 129,33 0,12

2.2.5. Penambahan Barang Modal 109,52 109,71 0,17

2.2.6. Upah Buruh 109,22 109,22 0,00

(10)

NTN Usaha Penangkapan pada bulan Mei 2015 sebesar 95,83 persen, hal ini menunjukkan daya

beli nelayan usaha penangkapan ikan lebih rendah dibanding tahun dasar 2012. Namun bila dibandingkan

dengan bulan April 2015 NTN sub sektor usaha penangkapan ikan mengalami kenaikan sebesar 0,33

persen, dan NTUP juga mengalami kenaikan sebesar 0,60 persen pada bulan Mei 2015. Kenaikan NTN

dan NTUP usaha penangkapan ikan pada bulan Mei 2015 disebabkan karena kenaikan It secara umum

lebih tinggi dibanding dengan kenaikan Ib secara umum maupun Ib BPPBM.

Pada bulan Mei 2015 kenaikan It sebesar 0,70 persen atau dari 112,10 persen menjadi 112,89

persen. Kenaikan It sebesar 0,70 persen tersebut dipengaruhi oleh kenaikan It pada kelompok

penangkapan perairan umum sebesar 0,54 persen dan penangkapan laut 0,83 persen. Pada kelompok

penangkapan perairan umum kenaikan harga tertinggi terjadi di komoditi ikan patin sedangkan pada

penangkapan laut kenaikan harga tertinggi terjadi pada komoditi ikan tenggiri.

Sedangkan, Ib secara umum pada bulan Mei 2015 juga mengalami kenaikan yaitu 0,37 persen.

Kenaikan Ib terjadi pada kelompok konsumsi rumah tangga dan kelompok BPPBM. Pada kelompok

konsumsi rumahtangga Ib mengalami kenaikan sebesar 0,50 persen dan BPPBM naik 0,10 persen.

Tabel 8

Indeks Harga Yang Diterima, Indeks Harga Yang Dibayar, Nilai Tukar Nelayan Usaha Penangkapan, Dan Nilai Tukar Usaha Pertanian Sektor Perikanan Tangkap April–Mei2015

serta Persentase Perubahannya (2012=100)

Sektor, Kelompok dan Sub Kelompok April'2015 Mei'2015 thd April’15% Mei’15

(1) (2) (3) (4)

1. Indeks Harga yang Diterima Petani 112,10 112,89 0,70

1.1. Penangkapan Perairan Umum 120,23 120,87 0,54

1.1. Penangkapan Laut 106,53 107,42 0,83

2. Indeks Harga yang Dibayar Petani 117,36 117,80 0,37

2.1. Konsumsi Rumah Tangga 118,04 118,63 0,50

2.1.1. Bahan Makanan 120,01 120,88 0,72

2.1.2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau 116,29 116,68 0,34

2.1.3. Perumahan 114,85 115,40 0,48

2.1.4. Sandang 111,78 111,96 0,16

2.1.5. Kesehatan 112,84 112,88 0,04

2.1.6. Pendidikan, Rekreasi, dan Olah Raga 112,39 112,47 0,07

2.1.7. Transportasi dan Komunikasi 124,76 124,77 0,00

2.2. Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal 116,01 116,12 0,10

2.2.1. Biaya Sewa dan Pengeluaran Lain 103,24 103,38 0,14

2.2.2. Transportasi 132,27 132,24 -0,03

2.2.3. Penambahan Barang Modal 111,32 111,70 0,34

2.2.4. Upah Buruh 108,27 108,27 0,00

(11)

8. Nilai Tukar Nelayan Usaha Budidaya

NTN Usaha Budidaya pada bulan Mei 2015 sebesar 101,94 persen, sedangkan pada bulan

sebelumnya sebesar 101,74 persen berarti NTN naik sebesar 0,19 persen. Begitu juga dengan NTUP

sektor perikanan budidaya mengalami kenaikan sebesar 0,48 persen.

NTN Usaha Budidaya diperoleh dari perbandingan antara indeks harga yang diterima nelayan

budidaya (It) dengan indeks harga yang dibayar nelayan budidaya (Ib). Indeks harga yang diterima

nelayan budidaya pada bulan Mei 2015 sebesar 117,75 atau naik 0,56 persen dibanding bulan April 2015

sebesar 117,10 persen. Indeks harga yang diterima petani (It) sub kelompok budidaya air tawar naik

sebesar 0,56 persen, sedangkan budidaya air payau tidak mengalami perubahan. Kenaikan harga tertinggi

dari usaha budidaya air tawar adalah dari ikan mas.

Tabel 9.

Indeks Harga Yang Diterima, Indeks Harga Yang Dibayar, Nilai Tukar Nelayan Usaha Budidaya,Dan Nilai Tukar Usaha Pertanian

Sektor Perikanan Budidaya April-Mei2015 serta Persentase Perubahannya (2012=100)

Sektor, Kelompok dan Sub Kelompok April'2015 Mei'2015 thd April’15% Mei’15

(1) (2) (3) (4)

1. Indeks Harga yang Diterima Petani 117,10 117,75 0,56

1.1. Budidaya Air Tawar 117,09 117,75 0,56

1.1. Budidaya Air Payau 117,59 117,59 0,00

2. Indeks Harga yang Dibayar Petani 115,09 115,52 0,37

2.1. Konsumsi Rumah Tangga 118,19 118,80 0,51

2.1.1. Bahan Makanan 119,97 120,83 0,72

2.1.2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau 116,21 116,61 0,34

2.1.3. Perumahan 114,85 115,40 0,48

2.1.4. Sandang 112,04 112,22 0,16

2.1.5. Kesehatan 112,84 112,88 0,04

2.1.6. Pendidikan, Rekreasi, dan Olah Raga 112,35 112,43 0,07

2.1.7. Transportasi dan Komunikasi 124,76 124,77 0,00

2.2. Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal 109,46 109,54 0,08

2.2.1. Bibit 108,55 108,79 0,22

2.2.2. Pupuk, Obat-obatan, dan Pakan 110,03 110,03 0,00

2.2.3. Biaya Sewa dan Pengeluaran Lain 106,95 106,81 -0,13

2.2.4. Transportasi 126,11 126,45 0,27

2.2.5. Penambahan Barang Modal 107,75 107,75 0,00

2.2.6. Upah Buruh 110,16 110,16 0,00

(12)

Sementara itu, indeks harga yang dibayar nelayan budidaya pada bulan Mei 2015 sebesar 115,52

atau naik 0,37 persen dibandingkan bulan April 2015. Indeks harga yang dibayar nelayan dipengaruhi

oleh kenaikan pada kelompok pengeluaran konsumsi rumahtangga sebesar 0,51 persen serta biaya

produksi dan penambahan barang modal nelayan yaitu naik 0,08 persen. Kenaikan Ib tertinggi pada

bulan Mei 2015 untuk kelompok pengeluaran konsumsi rumahtangga adalah pengeluaran kelompok

bahan makanan, sedangkan untuk biaya produksi dan penambahan barang modal kenaikan Ib tertinggi

terjadi pengeluaran transportasi .

B.

INFLASI/DEFLASI

PEDESAAN

Indeks Harga Konsumen (IHK) pedesaan dapat ditunjukkan oleh Indeks Harga Konsumsi

Rumahtangga Petani yang merupakan kelompok dalam Indeks Harga yang Dibayar Petani. Sub kelompok

IHK pedesaan terdiri dari 7 (tujuh) kelompok pengeluaran, yaitu kelompok bahan makanan, kelompok

makanan jadi, kelompok perumahan, kelompok sandang, kelompok kesehatan, kelompok pendidikan,

rekreasi dan olah raga, serta kelompok transportasi dan komunikasi.

Tabel 10

Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau 116,40 116,79 0.25 0,34

Perumahan 113,53 113,93 0.46 0,35

Sandang 113,35 113,68 0.57 0,29

Kesehatan 110,66 110,74 0.51 0,07

Pendidikan, Rekreasi, dan Olah Raga 109,79 109,84 0.19 0,05

Transportasi dan Komunikasi 118,11 118,13 2.68 0,01

Perkembangan IHK pedesaan selama beberapa bulan terakhir ini cenderung mengalami

peningkatan. Perubahan IHK pedesaan menunjukkan terjadinya inflasi/deflasi pedesaan. Inflasi/Deflasi

pedesaan diperoleh dari persentase perubahan IHK bulan tertentu terhadap IHK bulan sebelumnya. IHK

bulan Mei 2015 sebesar 119,41 sedangkan pada bulan sebelumnya 118,63 berarti terjadi inflasi sebesar

0,66 persen. Inflasi terjadi pada semua kelompok pengeluaran yaitu kelompok bahan makanan sebesar

(13)

sebesar 0,34 persen, kelompok sandang 0,29 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,07 persen, kelompok

pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,05 persen, serta kelompok transportasi dan komunikasi 0,01

Gambar

Tabel 1 Indeks Harga Yang Diterima, Indeks Harga Yang Dibayar, Nilai Tukar Petani dan
Tabel 2 Indeks Harga Yang Diterima, Indeks Harga Yang Dibayar, Nilai Tukar Petani
Tabel 3 Indeks Harga Yang Diterima, Indeks Harga Yang Dibayar,Nilai Tukar Petani,
Tabel 4
+6

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Dengan ini diberitahukan bahwa setelah dilakukan evaluasi oleh Pokja ULP Dinas Pekerjaan Umum yang dibentuk berdasarkan surat keputusan Bupati Aceh Jaya Nomor No.. Gajah

Mendahara (Lanj ut an) Kabupat en Tanj ung Jabung Timur Tahun Anggaran 2013, unt uk Paket Pekerj aan t ersebut diat as t el ah dil aksanakan Pembukaan Penawaran pada Tanggal

Sehubungan dengan Pemilihan Langsung Pekerjaan Pembangunan Jalan Lingkungan Kantor Kamat Berbak Kabupaten Tanjung Jabung Timur Tahun Anggaran 2013, untuk Paket Pekerjaan tersebut

Sehubungan dengan Pelelangan di atas, dengan ini diberitahukan bahwa setelah diadakan penelitian oleh Kelompok Kerja II Konstruksi ULP Barang dan Jasa Kabupaten

Sehubungan dengan Pel el angan Umum Pekerj aan Peningkat an Jal an Oprit Jembat an Muara Sabak sebel ah Timur (Lanj ut an) Kabupat en Tanj ung Jabung Timur Tahun Anggaran 2013, unt

Nilai a (konstanta) sebesar 1,165 artinya jika motivasi kerja = 0, maka kinerja adalah 1,165 atau dengan kata lain variabel motivasi kerja sudah ada sebesar 1,165 tanpa

Hasil analisis keterlaksanaan pembelajaran dengan menggunakan modul pembelajaran matematika berbasis learning cycle 7E dengan pendekatan saintifik diperoleh persentase

Pada penelitian ini dipilih reaksi katalisis heterogen, yaitu menggunakan katalis padatan superbasa dengan penyangga alumina untuk reaksi isomerisasi eugenol dan dilanjutkan