UU 2 2014 perub atas UU 30 2004 ttg Jabatan Notaris
Teks penuh
Dokumen terkait
Dalam menjalankan tugas dan kewenangan jabatannya tersebut, adakalanya Notaris melakukan kesalahan, misalnya; kesalahan mengenai ketidakwenangan Notaris dalam membuat
(2) Dalam hal Notaris berhenti dari jabatannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (1) huruf b, ahli warisnya wajib menyerahkan Protokol kepada Notaris penampung protokol di
Pertambahan Nilai atas penyerahan emas perhiasan oleh pengusaha toko emas perhiasan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dengan ketentuan mengenai Dasar Pengenaan
Oleh karena itu apabila terjadi kesalahan yang dilakukan Notaris dalam pembuatan akta autentik maka Notaris tersebut wajib bertanggung jawab secara perdata
tugas pemerintahan yang dilakukan oleh camat sebagaimana dimaksud dalam Pasal. 225 ayat (1) huruf b sampai dengan huruf h serta Pasal 226 ayat (1)
30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris, yang inti-sarinya ialah dibutuhkannya persetujuan oleh Majelis Pengawas Daerah (MPD) bagi penyidik, penuntut umum, maupun hakim dalam
menyampaikan keputusan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73 ayat (1) huruf a, huruf c, huruf d, huruf e, dan huruf f kepada Notaris yang bersangkutan dengan tembusan
Hal tersebut dapat dilakukan dengan mengamandemen Pasal 82 ayat (1) Undang-Undang Jabatan Notaris dengan menyebutkan secara langsung nama organisasi yang