BAB I PENDAHULUAN - PERAN MAJELIS PENGAWAS DAERAH NOTARIS KOTA SEMARANG TERHADAP PELANGGARAN KODE ETIK DAN JABATAN NOTARIS MENURUT UU NOMOR 30 TAHUN 2004 jo UU NOMOR 2 TAHUN 2014 TENTANG JABATAN NOTARIS (Studi tentang Majelis Pengawas Daerah Kota Semarang
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Notaris dalam menjalankan jabatannya sehari-hari adakalanya diminta untuk membuka isi (rahasia) akta, sehubungan akta yang dibuatnya tersangkut kasus pidana sehingga
Yudara , N.G, Edisi 3 Maret 2006, Notaris dan Permasalahannya (Pokok-Pokok Pemikiran Di Seputar Kedudukan Dan Fungsi Notaris Serta Akta Notaris Menurut Sistem Hukum Indonesia),
Sekalipun keahlian notaris dapat dimanfaatkan sebagai upaya yang lugas untuk mendapatkan uang, namun dalam melaksanakan tugas profesinya ia tidak semata-mata
Indonesia sehingga walaupun notaris yang bersangkutan telah terbukti melakukan pelanggaran kode etik, notaris tersebut masih dapat membuat akta dan menjalankan kewenangan
Tidak dilaksanakannya kewenangan tersebut secara yuridis tampaknya disebabkan oleh adanya dualisme pengaturan hukum tentang pengawasan terhadap notaris, yaitu
Dalam menjalankan jabatannya sebagai pejabat umum untuk membuat akta otentik diawasi oleh Majelis Pengawas Notaris dengan tujuan agar UUJN dan Kode Etik Notaris
Sehubungan dengan pemeriksaan terhadap Notaris yang diduga melakukan pelanggaran Koda Etik Notaris atau pelanggaran jabatan yang dilakukan oleh Majelis Pengawas Daerah dan atau Majelis
Untuk melakukan pengawasan, sebagai perwakilan dari organisasi Notaris, MPD hanyalah bersifat administratif biasa, tanggung jawab tetap melekat pada Notaris, artinya ada pengawasan diri