Panduan Penyusunan RPS LP3M 2016.

19 

Teks penuh

(1)

1

- 2016

(2)

I. PENDAHULUAN

Perkembangan global saat ini dituntut adanya pengakuan atas capaian pembelajaran yang telah disetarakan secara internasional, dan dikembangkan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), Semenjak tahun 2012 mengalami sedikit pergeseran dengan memberikan ukuran penyetaraan capaian pembelajaran. Kurikulum ini mendasarkan pada pencapaian kemampuan yang telah disetarakan untuk menjaga mutu lulusannya.

Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia adalah kerangka penjenjangan kualifikasi kompetensi yang dapat menyandingkan, menyetarakan dan mengintegrasian antara bidang pendidikan dan bidang pelatihan kerja serta pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai sektor. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) merupakan dorongan sekaligus dukungan untuk mengembangkan sebuah ukuran kualifikasi lulusan pendidikan Indonesia dalam bentuk sebuah kerangka kualifikasi.

Rencana kegiatan belajar mahasiswa dituangkan dalam bentuk rencana pembelajaran semester (RPS) disusun oleh dosen atau tim dosen sesuai dengan bidang ilmu pengetahuan dan/atau teknologi dalam program studinya.

1.1. Tujuan

Tujuan disusunnya panduan ini adalah:

1. sebagai acuan baku untuk seluruh dosen dalam menyusun rencana pembelajaran sehingga format rencana pembelajaran menjadi seragam

2. membantu dosen dalam menyusun rencana pembelajaran yang sistematis sesuai dengan mata kuliah yang diampu.

3. kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan dosen di kelas dan laboratorium dapat dilaksanakan lebih efektif, efisien, dan produktif

1.2. Ruang lingkup

(3)

II. DEFINISI-DEFINISI

Rencana Pembelajaran Semester (RPS) adalah rancangan pembelajaran yang dijabarkan secara sistematis dan rinci dari suatu capaian pembelajaran yang disampaikan dalam satu semester yang disusun oleh tim dosen/dosen dan disetujui oleh koordinator program studi dan ketua jurusan. Hasil rancangan pembelajaran tersebut dituliskan dalam bentuk dengan butir‐butir isian sesuai format yang baku. Definisi dari masing-masing butir isian dapat didefinisikan sebagai berikut:

1. Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) adalah kerangka penjenjangan kualifikasi kompetensi yang dapat menyandingkan, menyetarakan dan mengintegrasian antara bidang pendidikan dan bidang pelatihan kerja serta pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai sektor.

2. Kode Mata Kuliah merupakan susunan bentuk huruf dan/ atau angka yang digunakan untuk menunjukkan pembeda dengan mata kuliah lainnya dan untuk memudahkan dalam proses administrasi pembelajaran .

3. Mata Kuliah (MK) adalah rangkaian bahan kajian yng diperlukan untuk mendapatkan satu atau beberapa capaian pembelajaran.

4. Bobot Sistem Kredit Semester (SKS) adalah takaran waktu kegiatan belajar yang dibebankan pada mahasiswa per minggu per semester dalam proses pembelajaran atau besarnya pengakuan atas keberhasilan usaha mahasiswa dalam mengikuti kegiatan kurikuler di suatu program studi, yang meliputi:

a) Satu sks pada proses pembelajaran berupa kuliah, responsi, atau tutorial, terdiri atas: kegiatan tatap muka 50 (lima puluh) menit per minggu per semester, kegiatan penugasan terstruktur 60 (enam puluh )menit per minggu per semester, dan kegiatan mandiri 60 (enam puluh) menit per minggu per semester.

b) Satu sks pada proses pembelajaran berupa seminar atau bentuk lain yang sejenis ,terdiri atas: kegiatan tatap muka 100 (seratus) menit per minggu per semester dan kegiatan mandiri 70 (tujuh puluh) menit per minggu per semester.

c) Satu sks pada proses pembelajaran berupa praktikum, praktik studio, praktik studio, praktik bengkel, praktik lapangan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan/atau proses pembelajaran lain yang sejenis, 170 (seratus tujuh puluh) menit per minggu per semester.

5. Semester merupakan satuan waktu proses pembelajaran efektif selama paling sedikit 16 (enam belas) minggu, termasuk ujian tengah semester dan akhir semester.

6. Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) adalah kemampuan yang dimiliki oleh setiap lulusan program studi yang merupakan internalisasi dari 3 aspek, yaitu:

a) Sikap

merupakan perilaku benar dan berbudaya sebagai hasil dari internalisasi dan aktualisasi nilai dan norma yang tercermin dalam kehidupan spiritual dan sosial melalui proses pembelajaran, pengalaman kerja mahasiswa, penelitian dan/atau pengabdian kepada masyarakat yang terkait pembelajaran

b) Pengetahuan

merupakan penguasaan konsep, teori, metode, dan/atau falsafah bidang ilmu tertentu secara sistematis yang diperoleh melalui penalaran dalam proses pembelajaran, pengalaman kerja mahasiswa, penelitian dan/atau pengabdian kepada masyarakat yang terkait pembelajaran.

(4)

merupakan kemampuan melakukan unjuk kerja dengan menggunakan konsep, teori, metode, bahan, dan/atau instrumen, yang diperoleh melalui pembelajaran, pengalaman kerja mahasiswa, penelitian dan/atau pengabdian kepada masyarakat 7. Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CP-MK) adalah kemampuan akhir yang harus dicapai para

peserta didik setelah mengikuti matakuliah tersebut. Capaian pembelajaran setiap mata kuliah harus terkait dengan rumusan capaian pembelajaran lulusan yang ditetapkan oleh program studi dan memiliki kesetaraan dengan level KKNI.

8. Dosen pengampu adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat

9. Deskripsi Mata Kuliah adalah uraian singkat mengenai mata kuliah yang menggambarkan tujuan yang ingin dicapai, materi ajar dan kaitannya dengan matakuliah lain.

10. Mata kuliah prasyarat adalah nama dan kode mata kuliah yang merupakan prasyarat dan syarat yang harus dipenuhi.

11. Sumber pustaka adalah sumber pembelajaran yang berasal dari bahan pustaka termasuk e-journal dan e-book, peralatan atau bahan lainnya yang dijadikan acuan dalam menyusun bahan kajian. 12. Pertemuan merupakan urutan pertemuan (tatap muka) dengan mahasiswa selama satu semester 13. Sub Capaian Pembelajaran Mata kuliah (Sub CP-MK) adalah kemampuan yang dijabarkan secara

spesifik dari CP-MK yang dapat diukur dan diamati dan merupakan kemampuan akhir yang direncanakan pada tiap-tiap tahap pembelajaran.

14. Materi pembelajaran adalah materi pokok bahasan (bahan kajian) yang relevan dengan CP-MK dan disesuaikan dengan tahapan belajar mahasiswa.

15. Metode pembelajaran adalah strategi yang diterapkan kepada mahasiswa disesuaikan dengan sub CP-MK tiap tahapan belajar yang terdiri atas sifat interaktif, holistik, integratif, saintifik, kontekstual, tematik, efektif, kolaboratif, dan berpusat pada mahasiswa.

16. Estimasi waktu adalah jumlah waktu yang dibutuhkan mahasiswa untuk mampu menguasai bahan ajar agar tercapai kemampuan akhir yang telah ditetapkan. Alokasi waktu mempertimbangkan tingkat kesukaran bahan kajian, cakupan bahan kajian yang dipelajari dan cara penyampaian bahan kajian. 17. Indikator pencapaian adalah ukuran kemampuan hasil belajar mahasiswa yang merupakan

pernyataan spesifik dan terukur yang mengidentifikasi kemampuan atau kinerja hasil belajar mahasiswa dan disertai bukti-buktinya.

18. Kriteria penilaian adalah patokan yang digunakan sebagai ukuran atau tolok ukur ketercapaian pembelajaran dalam penilaian berdasarkan indikator-indikator yang telah ditetapkan.

19. Bobot nilai adalah bobot yang disesuaikan dengan waktu yang digunakan untuk membahas atau mengerjakan tugas, atau besarnya sumbangan suatu kemampuan terhadap pencapaian kompetensi mata kuliah ini.

20. Pustaka yang diacu adalah acuan yang berasal dari sumber pustaka merujuk pada bab atau halaman yang digunakan.

21. Kode revisi adalah kode tentang urutan pembuatan dan revisi RPS

(5)

III. MEKANISME DAN FORMAT RPS

3.1. Mekanisme Penyusunan RPS

Mekanisme aliran instruksi untuk tim penyusun Rencana Pembelajaran Semester (RPS) melibatkan berbagai pihak. Masing-masing pihak melaksanakan kegiatan sesuai tugas yang ditunjukkan dalam aliran proses ditunjukkan pada Gambar 3.1.

Tim Dosen KoordinatorProdi JurusanKetua Dekan

1 Koordinator Prodi membuat surat usulan Tim Penyusun RPS ke Ketua Jurusan

Surat usulan Tim penyusun RPS

2 Ketua Jurusan membuat usulan ke Dekan Surat usulan ke Dekan

3 Dekan menerbitkan Surat Tugas Tim Penyusun RPS Surat Tugas

4 Koordinator Prodi melaksanakan rapat dihadiri seluruh Tim Notulis rapat

5 Dosen/Tim dosen menyusun RPS Draft RPS

6 Draft RPS dikonsultasikan ke Koordinator Prodi Draft RPS

7 Draft RPS dilaporkan ke Ketua Jurusan RPS

8 RPS dilaporkan ke Dekan Dokumen RPS

Gambar 3.1. Aliran proses penyusunan RPS

3.2. Langkah-langkah pengisian formulir RPS

Formulir RPS telah dibakukan melalui Keputusan Rektor ... tentang panduan penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS). Formulir RPS yang telah dibakukan ditunjukkan pada Gambar 3.2. Instruksi kerja untuk pengisian formulir RPS adalah pengisian pada bagian sebagai berikut:

2. Program studi dan fakultas

Diisi sesuai dengan program studi dan fakultas mata kuliah tersebut diajarkan.

3. Kode mata kuliah, mata kuliah, bobot SKS, dan semester a. Kode mata kuliah

Diisi kode mata kuliah sesuai dengan kode yang tercantum dalam kurikulum yang berlaku pada saat RPS disusun.

b. Mata kuliah

(6)

c. Bobot SKS

Diisi bobot/beban SKS mata kuliah pada kurikulum yang berlaku.

d. Semester

Diisi semester mata kuliah tersebut diajarkan sesuai kurikulum

4. Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL)

Diisi satu atau beberapa capaian pembelajaran lulusan yang telah ditetapkan oleh Prodi yang relevan dengan mata kuliah ini.

5. Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CP-MK)

Diisi capaian pembelajaran mata kuliah yang terkait dengan CPL yang telah ditetapkan oleh suatu program studi. CP-MK terdiri dari aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan serta harus memperhatikan kesetaraan dengan jenjang pendidikan yang dirumuskan dalam KKNI

6. Dosen pengampu

Diisi dengan nama-nama dosen jika merupakan tim, dan nama dosen pengampu saja jika tidak.

7. Deskripsi mata kuliah

Diisi cakupan (ruang lingkup) mata kuliah dan relevansi mata kuliah dalam pencapaian CP-MK.

8. Mata kuliah prasyarat

Diisi nama dan kode mata kuliah yang merupakan prasyarat dan dituliskan juga syarat yang harus dipenuhi.

9. Sumber pustaka

Diisi sumber pustaka yang diacu. Penulisan sumber pustaka diawali urut numbering A, B, dst, dengan cara penulisan mengikuti aturan sebagai berikut:

a. Pustaka berupa buku teks: nama belakang pengarang, inisial, tahun penerbitan, judul buku (ditulis miring), edisi, penerbit, tempat diterbitkan.

b. Pustaka berupa artikel ilmiah dari jurnal atau prosiding: nama belakang pengarang, inisial, tahun penerbitan, judul artikel ilmiah, nama jurnal/prosiding (ditulis miring), nomor volume, penerbit, tempat diterbitkan

c. Pustaka dari url atau web: nama belakang pengarang, inisial, tahun web diterbitkan atau penerbitan dokumen yang diunggah, judul dokumen (ditulis miring), nama web lengkap, tanggal akses.

10. Pertemuan

ke-11. Sub Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (Sub CP-MK) 12. Materi pembelajaran

(7)

c. Koordinator program studi d. Ketua jurusan

(8)

IV. PENILAIAN PEMBELAJARAN

Standar penilaian menggunakan standar penilaian pembelajaran yang dalam Permenristek Nomor 44 Tahun 2015 tentang standar Penilaian Pembelajaran dan pemenuhan capaian pembelajaran lulusan. Standar penilaian pembelajaran merupakan kriteria minimal tentang penilaian proses dan hasil belajar mahasiswa dalam rangka pemenuhan capaian pembelajaran lulusan.

Penilaian proses dan hasil belajar mahasiswa mencakup: a) prinsip penilaian; transparan yang dilakukan secara terintegrasi.

1. Prinsip edukatif merupakan penilaian yang memotivasi mahasiswa agar mampu: memperbaiki perencanaan dan cara belajar; dan meraih capaian pembelajaran lulusan

2. Prinsip otentik merupakan penilaian yang berorientasi pada proses belajar yang berkesinambungan dan hasil belajar yang mencerminkan kemampuan mahasiswa pada saat proses pembelajaran berlangsung.

3. Prinsip objektif merupakan penilaian yang didasarkan pada standar yang disepakati antara dosen dan mahasiswa serta bebas dari pengaruh subjektivitas penilai dan yang dinilai.

4. Prinsip akuntabel merupakan penilaian yang dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan kriteria yang jelas, disepakati pada awal kuliah, dan dipahami oleh mahasiswa.

5. Prinsip transparan merupakan penilaian yang prosedur dan hasil penilaiannya dapat diakses oleh semua pemangku kepentingan

Beberapa permasalahan sering muncul dalam proses penilaian dalam pembelajaran, antara lain:

a) Pemberian angka pada hasil belajar mahasiswa apakah termasuk penilaian? Banyak di antara dosen yang terjebak hanya memberikan angka pada proses penilaiannya. Padahal esensi dari penilaian adalah memberikan umpan balik pada kinerja kemampuan yang ditunjukkan mahasiswa agar dapat mengarah pada ketercapaian capaian pembelajaran sehingga pemberian angka bukanlah tujuan akhir dari penilaian, tetapi merupakan bagian dari penilaian hasil belajar.

b) Jenis kemampuan apa yang dinilai dari mahasiswa? Dosen sering mengalami kesulitan dalam menilai kemampuan mahasiswa maupun dalam membedakan kemampuan akhir yang akan dinilainya. Sebagai contoh, pada saat dosen hendak menilai kognitif, sering dipengaruhi oleh kemampuan afeksi mahasiswa seperti sikap dan penampilan mahasiswa.

(9)

yang tepat untuk menilai kemampuan tertentu. Misalnya, pada saat dosen menilai psikomotor, masih ada dosen yang melakukannya dengan ujian tulis, padahal seharusnya dinilai melalui unjuk kerja.

d) Apakah sama cara penilaian untuk : paper/karangan, syair, matematika, maket, patung, ujian tulis/uraian?.

e) Apakah tes dan ujian tulis merupakan satu‐satunya cara yang tepat untuk melihat kemampuan mahasiswa? Masih banyak diantara dosen yang selalu menggunakan ujian tulis mulai dari awal penilaian sampai ujian akhir.

Proses penilaian dalam pembelajaran SCL dilakukan selama proses dengan melihat perkembangan hasil di beberapa tahapan pembelajaran. Dalam proses penilaian ini menjadi sangat penting artinya yaitu dengan memeriksa, mengkaji, memberi arahan dan masukan kepada peserta didik, dan menggunakan suatu instrument penilaian sebagai tolok ukur ketercapaian kemampuan.

Dalam hal ini proses asesmen yang diusulkan dan dianggap tepat dalam metode pembelajaran SCL adalah model asesmen yang disebut Asesmen Kinerja (Authentic Asesment atau Performance Asesment), yaitu asesmen yang terdiri dari tiga aktvitas dasar yaitu: dosen memberi tugas , peserta didik menunjukkan kinerjanya, dinilai berdasarkan indikator tertentu dengan instrumen yang disebut Rubrik. Authentic Asesment/Performance Asesment didefinisikan sebagai “penilaian terhadap proses perolehan, penerapan pengetahuan dan ketrampilan, melalui proses pembelajaran yang menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam proses maupun produk”. Proses asesmen ini secara skematik dapat dilihat pada Gambar 4.1 berikut ini.

Gambar 4.1. Skema Asesment Kinerja

Authentic Asesment/Performance Asesment didefinisikan sebagai “penilaian terhadap proses perolehan, penerapan pengetahuan dan ketrampilan, melalui proses pembelajaran yang menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam proses maupun produk”

Rubrik merupakan panduan asesmen yang menggambarkan kriteria yang digunakan dosen dalam menilai dan memberi tingkatan ketercapaian hasil belajar/kerja mahasiswa. Selain itu rubrik memuat daftar karakteristik unjuk kerja yang diharapkan terwujud /tertampilkan dalam proses dan hasil kerja mahasiswa, dan dijadikan panduan untuk mengevaluasi masing‐masing karakteristik tersebut.

(10)

b. Rubrik memberikan informasi bobot penilaian

c. Dalam proses belajar, mahasiswa memperoleh umpan balik yang cepat dan akurat

d. Penilaian lebih objektif dan konsisten karena indikator kinerja diketahui secara terbuka oleh peserta didik dan dosen sejak awal.

Secara konseptual rubrik memiliki tiga macam bentuk, yaitu (a) Rubrik deskriptif; (b) Rubrik holistik; dan (c) Rubrik skala persepsi. Di dalam pembelajaran sering menggunakan rubrik deskriptif dan rubrik holistic, sedangkan rubric skala persepsi lebih banyak digunakan untuk melakukan penelitian atau survai.

Rubrik Deskriptif

Rubrik deskriptif memiliki empat komponen atau bagian, dengan bentuk umum yang ditunjukkan pada Tabel 4.2. Keempat komponen rubrik deskriptif tersebut adalah (1) Deskripsi tugas: menjelaskan tugas atau objek yang akan dinilai atau dievaluasi. Deskripsi tugas ini harus benar‐benar jelas agar mahasiswa memahami tugas yang diberikan; (2) Skala nilai: menyatakan tingkat capaian mahasiswa dalam mengerjakan tugas untuk dimensi tertentu. Skala nilai biasanya dibagi menjadi beberapa tingkat, misalnya dibagi menjadi tiga tingkat yaitu sangat memuaskan, memuaskan, dan cukup. Jumlah skala nilai ini bersifat fleksibel, dapat diperbanyak atau dikurangi sesuai kebutuhan. Pada umumnya tiga skala nilai telah dapat mencukupi keperluan penilaian; (3) Dimensi: Dimensi menyatakan aspek‐ aspek yang dinilai dari pelaksanaan tugas yang diberikan. Sebagai contoh, dalam tugas presentasi, aspek‐aspek yang dinilai adalah pemahaman, pemikiran, komunikasi, penggunaan media visual, dan kemampuan presentasi. Aspek‐aspek yang dinilai dapat saja diberikan bobot yang berbeda dalam penilaian, misalnya aspek pemikiran diberi bobot lebih tinggi daripada aspek lain dan kemampuan presentasi tidak terlalu tinggi dibandingkan aspek yang lain. Contoh: diberikan bobot 30% untuk pemikiran, 10% untuk kemampuan presentasi, dan 20% untuk yang lainnya. Pemberian bobot bergantung pada kepentingan penilaian; dan (4) T Tolok Ukur Dimensi: disebut juga tolok ukur penilaian. Merupakan deskripsi yang menjelaskan bagaimana karakteristik dari hasil kerja mahasiswa. Digunakan untuk standar yang menentukan pencapaian skala penilaian, misalnya nilai sangat memuaskan, memuaskan, atau cukup.

Rubrik deskriptif memberikan deskripsi karakteristik atau tolok ukur penilaian pada setiap skala nilai yang diberikan. Format ini banyak dipakai dosen dalam menilai tugas mahasiswa karena memberikan panduan yang lengkap untuk menilai hasil kerja mahasiswa. Meskipun memerlukan waktu untuk menyusunnya, manfaat rubrik deskriptif bagi dosen dan mahasiswa (sebagai umpan balik atas kinerja) melebihi usaha untuk membuatnya.

Tabel 4.1. Bentuk Umum Rubrik Deskriptif

DIMENSI SKALA 1 SKALA 2 SKALA 3

Dimensi 1 Tolak Ukur Dimensi Tolak Ukur Dimensi Tolak Ukur Dimensi Dimensi 2 Tolak Ukur Dimensi Tolak Ukur Dimensi Tolak Ukur Dimensi Dimensi 3 Tolak Ukur Dimensi Tolak Ukur Dimensi Tolak Ukur Dimensi Dimensi 4 Tolak Ukur Dimensi Tolak Ukur Dimensi Tolak Ukur Dimensi Dimensi 5 Tolak Ukur Dimensi Tolak Ukur Dimensi Tolak Ukur Dimensi

Rubrik Holistik

(11)

Tabel 4.2. Bentuk umum dari rubrik holistik

Kelemahan rubrik holistik adalah dosen masih harus menuliskan komen‐ tar atas capaian mahasiswa pada setiap dimensi bila mahasiswa tidak mencapai kriteria maksimum. Dengan tidak adanya panduan terperinci, maka kemungkinan akan terjadi ketidakkonsistenan dalam pemberian komentar atau umpan balik kepada mahasiswa. Pada rubrik holistik dosen perlu menuliskan komentar yang sama pada tugas mahasiswa yang menunjukkan karakteristik yang sama, sehingga akan memerlukan lebih banyak waktu. Meskipun perlu diakui bahwa menyusun rubrik holistik lebih sederhana daripada rubrik deskriptif, namun waktu diperlukan dalam melakukan penilaian mungkin sekali lebih lama.

Cara membuat Rubrik

Beberapa langkah yang harus dilakukan dalam membuat rubrik adalah: 1. Mencari berbagai model rubrik

Saat ini penggunaan rubrik mulai berkembang luas. Berbagai model rubrik dapat diperoleh dengan melakukan pencarian di website,karena banyak institusi pendidikan dan staf pengajar yang menaruh rubrik mereka di sana. Berbagai model rubrik yang ada dapat dipelajari dengan membandingkan sebuah rubrik dengan rubrik lainnya sehingga menginspirasi ide‐ide contoh dimensi dan tolok ukur yang selanjutnya diadaptasi sesuai dengan tujuan pembelajaran (jika menggunakan atau mengadaptasi rubrik dosen lain, jangan lupa untuk meminta ijin kepada penulis aslinya).

2. Menetapkan Dimensi

Setelah mengetahui pokok‐pokok pemikiran tentang tugas yang diberikan dan harapan terhadap hasil kerja mahasiswa maka dapat disusun komponen rubrik yang penting, yaitu dimensi. Pembuatan dimensi dilakukan dalam beberapa tahap:

1) Membuat daftar yang berisi harapan‐harapan dosen dari tugas yang akan dikerjakan oleh mahasiswa;

2) Menyusun daftar yang telah dibuat mulai dari harapan yang paling diinginkan;

3) Meringkas daftar harapan, jika daftar harapan masih panjang. Daftar dapat disederhanakan dengan cara menghilangkan elemen yang kurang penting atau menggabungkan elemen yang memiliki kesamaan;

4) Mengelompokkan elemen tersebut berdasarkan hubungan yang satu dengan yang lainnya. Jadi, setiap kelompok berisi elemen‐ elemen yang saling berhubungan;

5) Langkah berikutnya adalah memberi nama masing‐masing kelompok dengan nama yang menggambarkan elemen‐elemen di dalamnya;

(12)

3. Menentukan Skala

Tingkat pencapaian hasil kerja mahasiswa untuk setiap dimensi ditunjukkan dengan skala penilaian. Jumlah skala yang dianjurkan sesuai dengan tingkatan penilaian yang ada di program studi masing‐

masing, misalnya penilaian sampai skala 5, yaitu sangat baik, baik, cukup, kurang baik, dan sangat kurang. Semakin banyak skala yang dipergunakan semakin tidak mudah membedakan tolak ukur setiap dimensi, sehingga dapat menimbulkan subjektif. Tingkatan skala yang digunakan harus jelas dan relevan untuk dosen dan mahasiswa. Berikut beberapa contoh nama tingkatan skala penilaian: (a) melebihi standar, memenuhi standar, mendekati standar, di bawah standar; (b) bukti yang lengkap, bukti cukup, bukti yang minimal, tidak ada bukti; (c) baik sekali, sangat baik, cukup, belum cukup; dan seterusnya. Apapun nama yang digunakan pada setiap tingkatan skala, dosen dan mahasiswa mengerti dengan jelas, skala yang mencerminkan hasil kerja mahasiswa yang dapat diterima.

4. Membuat Tolak Ukur pada Rubrik Deskriptif

Pada penyusunan rubrik deskriptif, setelah skala penilaian didefinisikan, langkah selanjutnya adalah membuat deskripsi dimensi (tolak ukur dimensi) untuk setiap skala. Tahapan pembuatan tolak ukur dimensi:

1) Tolok ukur dimensi untuk skala tertinggi sudah dibuat sebelumnya, yaitu daftar‐daftar yang telah dibuat saat pada proses pembuatan dimensi, dan daftar tersebut berupa harapan‐harapan dosen pada tugas mahasiswa;

2) Membuat tolak dimensi untuk skala terendah, yang pembuatannya mudah karena merupakan kebalikan tolak ukur dimensi untuk skala tertinggi;

3) Membuat deskripsi dimensi untuk skala pertengahan.

Semakin banyak skala yang digunakan, semakin sulit membedakan dan menyatakan secara tepat tolak ukur dimensi yang dapat dimasukkan dalam suatu skala nilai. Jika menggunakan lebih dari tiga skala, tolak ukur dimensi yang dibuat terlebih dahulu adalah yang paling luar atau yang lebih dekat ke skala tertinggi atau terendah. Kemudian selangkah demi selangkah menuju ke bagian tengah.

Rubrik dan segala bentuk penilaiannya diharapkan dapat diketahui secara terbuka oleh mahasiswa di awal semester. Oleh karenanya, pada saat proses perencanaan studi (pengisian KRS), semua perencanaan dan alat pembelajaran harus telah diterimakan pada mahasiswa, hal ini dapat meningkatkan motivasi belajar mahasiswa.

a. Teknik dan Instrumen Penilaian

Teknik penilaian terdiri atas observasi, partisipasi, unjuk kerja, tes tertulis, tes lisan, dan angket. Instrumen penilaian terdiri atas penilaian proses dalam bentuk rubrik dan/atau penilaian hasil dalam bentuk portofolio atau karya desain. Penilaian sikap dapat menggunakan teknik penilaian observasi. Penilaian penguasaan pengetahuan, keterampilan umum, dan keterampilan khusus dilakukan dengan memilih satu atau kombinasi dari berbagi teknik dan instrumen penilaian. Hasil akhir penilaian merupakan integrasi antar berbagai teknik dan instrument penilaian yang digunakan.

b. Mekanisme Penilaian dan Prosedur Penilaian Mekanisme penilaian terdiri atas:

1. menyusun, menyampaikan, menyepakati tahap, teknik, instrumen, kriteria, indikator, dan bobot penilaian antara penilai dan yang dinilai sesuai dengan rencana pembelajaran;

(13)

indikator, dan bobot penilaian yang memuat prinsip penilaian

3. memberikan umpan balik dan kesempatan untuk mempertanyakan hasil penilaian kepada mahasiswa; dan

4. mendokumentasikan penilaian proses dan hasil belajar mahasiswa secara akuntabel dan transparan.

Prosedur penilaian mencakup tahap perencanaan, kegiatan pemberian tugas atau soal, observasi kinerja, pengembalian hasil observasi, dan pemberian nilai akhir. Prosedur penilaian pada tahap perencanaan dapat dilakukan melalui penilaian bertahap dan/atau penilaian ulang.

c. Pelaksanaan Penilaian

Pelaksanaan penilaian dilakukan sesuai dengan rencana pembelajaran. Pelaksanaan penilaian dapat dilakukan oleh:

1. dosen pengampu atau tim dosen pengampu;

2. dosen pengampu atau tim dosen pengampu dengan 3. mengikutsertakan mahasiswa; dan/atau

4. dosen pengampu atau tim dosen pengampu dengan mengikutsertakan pemangku kepentingan yang relevan.

Pelaksanaan penilaian untuk program subspesialis, program doktor, dan program doktor terapan wajib menyertakan tim penilai eksternal dari perguruan tinggi yang berbeda.

d. Pelaporan Penilaian

Pelaporan penilaian berupa kualifikasi keberhasilan mahasiswa dalam menempuh suatu mata kuliah yang dinyatakan dalam kisaran:

Tabel 4.3. Kriteria penilaian

Hasil penilaian diumumkan kepada mahasiswa setelah satu tahap pembelajaran sesuai dengan rencana pembelajaran.

e. Kelulusan mahasiswa

(14)

a. mahasiswa dinyatakan lulus dengan predikat memuaskan apabila mencapai indeks prestasi kumulatif (IPK) 2,76 (dua koma tujuh enam) sampai dengan 3,00 (tiga koma nol nol);

b. mahasiswa dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan apabila mencapai indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,01 (tiga koma nol satu) sampai dengan 3,50 (tiga koma lima nol); atau

c. mahasiswa dinyatakan lulus dengan predikat pujian apabila mencapai indeks prestasi kumulatif (IPK) lebih dari 3,50 (tiga koma nol).

(3) Mahasiswa program profesi, program spesialis, program magister, program magister terapan, program doktor, dan program doktor terapan dinyatakan lulus apabila telah menempuh seluruh beban belajar yang ditetapkan dan memiliki capaian pembelajaran lulusan yang ditargetkan oleh program studi dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) lebih besar atau sama dengan 3,00 (tiga koma nol nol).

(4) Kelulusan mahasiswa dari program profesi, program spesialis, program magister, program magister terapan, program doktor, program doktor terapan, dapat diberikan predikat memuaskan, sangat memuaskan, dan pujian dengan kriteria:

a. mahasiswa dinyatakan lulus dengan predikat memuaskan apabila mencapai indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,00 (tiga koma nol nol) sampai dengan 3,50 (tiga koma lima nol);

b. mahasiswa dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan apabila mencapai indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,51(tiga koma lima satu) sampai dengan 3,75 (tiga koma tujuh lima); atau

c. mahasiswa dinyatakan lulus dengan predikat pujian apabila mencapai indeks prestasi kumulatif (IPK) lebih dari 3,75 (tiga koma tujuh lima).

(5) Mahasiswa yang dinyatakan lulus berhak memperoleh:

o ijazah, bagi lulusan program diploma, program sarjana, program magister, program magister terapan, program doktor, dan program doktor terapan; o sertifikat profesi, bagi lulusan program profesi;

o sertifikat kompetensi, bagi lulusan program

o pendidikan sesuai dengan keahlian dalam cabang ilmunya dan/atau memiliki prestasi di luar program studinya; gelar; dan

o surat keterangan pendamping ijazah, kecuali ditentukan lain oleh peraturan perundang- undangan.

(6) Sertifikat profesi sebagaimana dimaksud pada ayat (5) huruf b diterbitkan oleh perguruan tinggi bersama dengan Kementerian, Kementerian lain, Lembaga Pemerintah Non Kementerian, dan/atau organisasi profesi.

(7) Sertifikat kompetensi sebagaimana dimaksud pada ayat

(15)

Tabel 4.4. Contoh Rubrik

Complex thinking standards Penguasaan materi 30

Penguasaan materi

2 Cooperation/collaboration standards Konstribusi kerjasama dlm tim Keaktifan dalam kerjasama dlm tim

Leadership dlm menjalankan peran 3 Information processing standards

Penggalian informasi

Penginterpretasian & pen-sintesisan informasi

(16)

Pemilihan terhadap asesmen aktivitas.

Pemilihan terhadap asesmen aktivitas terdiri dari tiga komponan: skill kognitif, skill afektif, dan skill psikomotor.

Kognitif : Ranah kognitif adalah ranah yang mencakup kegiatan mental (otak). Segala upaya yang menyangkut aktivitas otak adalah termasuk dalam ranah kognitif. Ranah kognitif memiliki enam jenjang atau aspek, yaitu:

Tujuan aspek kognitif berorientasi pada kemampuan berfikir yang mencakup kemampuan intelektual yang lebih sederhana, yaitu mengingat, sampai pada kemampuan memecahkan masalah yang menuntut mahasiswa untuk menghubungkan dan menggabungkan beberapa ide, gagasan, metode atau prosedur yang dipelajari untuk memecahkan masalah tersebut. Dengan demikian aspek kognitif adalah subtaksonomi yang mengungkapkan tentang kegiatan mental yang sering berawal dari tingkat pengetahuan sampai ke tingkat yang paling tinggi yaitu evaluasi.

Afektif : Ranah afektif adalah ranah yang berkaitan dengan sikap dan nilai. Ranah afektif mencakup watak perilaku seperti perasaan, minat, sikap, emosi, dan nilai. Beberapa pakar mengatakan bahwa sikap seseorang dapat diramalkan perubahannya bila seseorang telah memiliki kekuasaan kognitif tingkat tinggi. Ciri-ciri hasil belajar afektif akan tampak pada peserta didik dalam berbagai tingkah laku.

Ranah afektif menjadi lebih rinci lagi ke dalam lima jenjang, yaitu: 1. Receiving atau attending ( menerima atau memperhatikan)

2. Responding (menanggapi) mengandung arti “adanya partisipasi aktif” 3. Valuing (menilai atau menghargai)

4. Organization (mengatur atau mengorganisasikan)

5. Characterization by evalue or calue complex (karakterisasi dengan suatu nilai atau komplek nilai)

Psikomotorik : Ranah psikomotor merupakan ranah yang berkaitan dengan keterampilan (skill) atau kemampuan bertindak setelah seseorang menerima pengalaman belajar tertentu. Hasil belajar psikomotor ini sebenarnya merupakan kelanjutan dari hasil belajar kognitif (memahami sesuatu) dan hasil belajar afektif (yang baru tampak dalam bentuk kecenderungan-kecenderungan berperilaku). Ranah psikomotor adalah berhubungan dengan aktivitas fisik, misalnya lari, melompat, melukis, menari, memukul, dan sebagainya.

(17)

keterampilan, dan sikap, (3) beberapa waktu sesudah pembelajaran selesai dan kelak dalam lingkungan kerjanya.

Table 4.5 Pemilihan terhadap asesmen aktivitas

Skill Kognitif Skill Psikomotor Skill Afektif

Ujian Esai Laporan

Pengamatan langsung Menunjukkan produk hasil demonstrasi / praktek

Observasi langsung

Esai

(18)

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) PROGRAM STUDI... FAKULTAS...

UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” YOGYAKARTA

Kode Mata Kuliah Mata Kuliah Bobot SKS Semester

xxxxx Xxxxxxxxxxx X SKS X (tuliskan)

Capaian Pembelajaran Lulusan yang relevan

1. Mampu... (tuliskan capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) yang relevan pada Mata Kuliah (MK) ini.

2. Mampu...

Mata Kuliah 1. Mampu... (tuliskan capaian Pembelajaran MK (CP-MK) yang relevandengan CPL 2. Mampu...

Dosen Pengampu 1. (Tulisakan Tim Dosen yang Mengampu MK ini)

2. ... 3. ... 4. ...

Deskripsi Mata Kuliah Tuliskan Deskripsi MK yang Meiputi relevansi dan cakupan MK dan Kesesuaiannya dengan CP-MK Mata Kuliah Prasyarat 1. Sumber referensi atau kutipan berasal dari buku :

"Nama Belakang Pengarang, Inisial. (tahun penerbitan). Judul buku (Edisi jika edisinya lebih dari satu). Tempat diterbitkan: Penerbit, halaman."

2. Sumber referensi atau kutipan berasal dari jurnal :

"Nama Belakang Pengarang, Inisial. (tahun penerbitan). Judul artikel. Judul Jurnal, Nomor volume – jika ada (Nomor issue), nomor halaman awal dan akhir dari artikel"

Studi Pustaka Tuliskan referensi dengan format APA style

Perte-Kode Revisi Otorisasi Koordinator Tim Dosen / Dosen Koordinator Program Studi Ketua Jurusan

RPS – 122482-ORI Tempat tanggal Otorisasi Yogyakarta,...2016

(19)

Figur

Gambar 3.1. Aliran proses penyusunan RPS
Gambar 3 1 Aliran proses penyusunan RPS. View in document p.5
Gambar 3.2. Formulir RPS yang dibakukan
Gambar 3 2 Formulir RPS yang dibakukan. View in document p.7
Gambar 4.1 berikut ini.
Gambar 4 1 berikut ini . View in document p.9
Tabel 4.1. Bentuk Umum Rubrik DeskriptifSKALA 1SKALA 2
Tabel 4 1 Bentuk Umum Rubrik DeskriptifSKALA 1SKALA 2. View in document p.10
Tabel 4.2.  Bentuk umum dari rubrik holistik
Tabel 4 2 Bentuk umum dari rubrik holistik. View in document p.11
Tabel 4.3.  Kriteria penilaianPOINT
Tabel 4 3 Kriteria penilaianPOINT. View in document p.13
Tabel 4.4. Contoh Rubrik
Tabel 4 4 Contoh Rubrik. View in document p.15
Table 4.5  Pemilihan terhadap asesmen aktivitas
Table 4 5 Pemilihan terhadap asesmen aktivitas. View in document p.17

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :