BPK AUDIT KERUGIAN BEDAH RUMAH
TALIWANG – Polres Sumbawa Barat meminta bantuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk mengaudit kerugian negara terkait dugaan korupsi program bedah rumah yang dilaksanakan Pemkab Sumbawa Barat tahun 2012 lalu.
“Ketua BPK NTB saat ini sudah berada di KSB, mereka sedang melakukan auditi dan perhitungan terkait dengan kerugian negaraii yang terjadi dalam kasus tersebut,” jelas Kapolres KSB, AKBP Teddy Suhendyawan Syarif S Ik, kemarin.
Program bedah rumah yang dilaksanakan pemkab ini dimulai tahun 2012 lalu. Program itu merupakan kerjasama dari Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) dan PT Newmont Nusa Tenggara (PT NNT). Indikasi korupsiiii dalam kasus ini mencuat setelah sejumlah kades yang menjadi pendamping dalam program tersebut merasa keberatan atas cairnya dana pendamping bedah rumah yang bersumber dari APBDiv KSB.
Belakangan diketahui dana itu dicairkan setelah sejumlah tanda tangan kepala desa dan tim pendamping lainnya dipalsukan. Bahkan SK pencairan dana tersebut yang ditandatangani wakil bupati pun ikut dipalsukan. Dalam kasus ini, polisi sendiri sudah mengantongi sejumlah calon tersangka.
“Calon tersangkanya sudah ada, kalau auditnya sudah selesai langsung kita umumkan secara resmi,” janji kapolres. Program bedah rumah ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) KSB. Dalam kasus ini ditaksir kerugian negara yang timbul mencapai Rp 700 juta lebih.
“Itu taksiran kita, tapi yang jelas kita harus menunggu dulu selesainya audit dari BPK,” paparnya. Audit yang dilakukan BPK ini sudah berlangsung hampir sepekan terakhir. Banyak pihaknya yang diminta keterangan oleh tim pemeriksa lembaga auditor itu.
“Banyak yang akan diaudit termasuk 64 desa dan delapan kelurahan yang mendapat program itu. Kita janji setelah selesai, langsung kita umumkan siapa tersangkanya,” tambahnya.
Sumber berita:
Lombok Post, BPK Audit Kerugian Bedah Rumah, Selasa, 22 Juli 2014.
i Audit, pemeriksaan keuangan, memeriksa pembukuan, suatu pemeriksaan resmi mengenai
perkembangan situasi keuangan dari perorangan atau suatu organisasi (umum). ~ lihat pemeriksaan.
ii Kerugian negara/daerah, kekurangan uang, surat berharga, dan barang, yang nyata dan pasti
jumlahnya sebagai akibat perbuatan melawan hukum baik sengaja maupun lalai [vide: UU No. 15/2006, Psl 1 angka 15].
iii Korupsi, 1. setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri
sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonornian negara; setiap orang yang dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan
yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara; 2. penyelewengan atau penggelapan
(uang negara, perusahaan, dsb) untuk kepentingan pribadi, orang lain, golongan, dan bersifat melawan hukum; tindak pidana korupsi.
iv APBD, 1. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, rencana keuangan tahunan pemerintahan
daerah yang disetujui oleh DPRD; 2. suatu rencana keuangan tahunan daerah yang ditetapkan
berdasarkan Peraturan Daerah tentang APBD.