• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tentang Pemberlakuan Deklarasi Kode Etik dan Perilaku Hakim Konstitusi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Tentang Pemberlakuan Deklarasi Kode Etik dan Perilaku Hakim Konstitusi"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

MAHKAMAH KONSTITUSI

KODE ETIK DAN PERILAKU HAKIM KONSTITUSI

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang : a. bahwa hakim konstitusi sebagai pejabat yang melaksanakan kekuasaan kehakiman harus memiliki integritas dan kepribadian yang tidak tercela, adil, dan negarawan dalam rangka mewujudkan cita negara hukum dan demokrasi demi kehidupan kebangsaan dan kenegaraan yang bermartabat;

b.

bahwa untuk menegakkan integritas dan kepribadian hakim konstitusi yang adil dan tidak tercela sebagaimana tersebut pada huruf a, perlu disusun dan ditetapkan kode etik dan perilaku hakim konstitusi; Kode Etik dan Perilaku Hakim Konstitusi.

Mengingat : 1. Pasal 24C ayat (5) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;

2.

Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor VI/MPR/2001 tentang Etika Kehidupan Berbangsa yang tetap berlaku berdasarkan Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor I/MPR/2003 tentang Peninjauan Terhadap Materi Dan Status Hukum Ketetapan MPRS Dan Ketetapan MPR RI Tahun 1960 Sampai Dengan Tahun 2002;

(2)

Memperhatikan : Hasil Rapat Pleno Mahkamah Konstitusi pada tanggal 1 Oktober 2005;

M E M U T U S K A N

Menetapkan : PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA TENTANG PEMBERLAKUAN DEKLARASI KODE ETIK DAN PERILAKU HAKIM KONSTITUSI

Pasal 1

(1)

Kode Etik dan Perilaku Hakim Konstitusi sebagaimana dideklarasikan pada tanggal 17 Oktober 2005 ditetapkan sebagai Kode Etik dan Perilaku Hakim Konstitusi.

(2)

Naskah Deklarasi Hakim Konstitusi sebagaimana dimaksud ayat (1) menjadi lampiran dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Mahkamah Konstitusi ini.

Pasal 2

Tata cara penegakan Kode Etik dan Perilaku Hakim Konstitusi sebagaimana dimaksud Pasal 1 ayat (1) diatur lebih lanjut dengan Peraturan Mahkamah Konstitusi

Pasal 3

Mencabut Peraturan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Nomor 02/PMK/2003, tanggal 24 September 2003, tentang Kode Etik dan Pedoman Tingkah Laku Hakim Konstitusi.

Pasal 4

Peraturan Mahkamah Konstitusi ini berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di : Jakarta

Pada tanggal : 18 Oktober 2005

Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia

Ketua,

ttd

Referensi

Dokumen terkait

02/SKB/P.KY/IV/2009 tentang Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim.. godaan dan segala bentuk intervensi, dengan mengedepankan tuntutan hati nurani untuk menegakkan

Keputusan Bersama Ketua Mahkamah Agung RI dan Ketua Komisi Yudisial RI tentang Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim, h.. Hakim harus menghindari hubungan langsung

Dengan demikian kode etik guru indonesia adalah pedoman / aturan-aturan/ norma- norma tingkah laku yang harus ditaati dan diikuti oleh guru profesional di indonesia dalam

5.Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi adalah perangkat yang dibentuk oleh Mahkamah Konstitusi, yang beranggotakan Hakim Konstitusi atau Hakim

Dan sudah selayaknya pengawasan eksternal terhadap hakim konstitusi tersebut dilakukan oleh Komisi Yudisial sebagai lembaga negara konstitusi ( constitutional organ ) yang

Kode Etik Pegawai Pemasyarakatan yang selanjutnya disebut kode etik adalah pedoman sikap, tingkah laku atau perbuatan pegawai pemasyarakatan dalam pergaulan hidup

Kami Guru Indonesia, menjunjung tinggi Kode Etik Guru Indonesia sebagai pedoman tingkah laku profesi dalam pengabdian terhadap Bangsa, Negara serta kemanusiaan.. Mengetahui Kepala

Sedangkan kode etik akuntansi adalah pedoman sikap, tingkah laku dan perbuatan dalam melaksanakan tugas dan dalam kehidupan sehari-hari dalam profesi akuntansi Perkembangan SPAP pada