DOKUMEN PENGADAAN
PENI NGKATAN BANDWI DTH SEWA JARI NGAN I NTERNET/ LEASED LI NE
PADA PUSAT I NFORMASI KEAGAMAAN DAN KEHUMASAN
KEMENTERI AN AGAMA TAHUN ANGGARAN 2011
No. 03/ DOK/ RKS/ SJ/ XI I / 2010
A. UMUM
1. Sumber Dana
Kementerian Agama RI melalui Pusat I nformasi Keagamaan dan Kehumasan Tahun Anggaran 2010, telah menyediakan dana dengan Pagu sebesar Rp. 2.860.000.000,- ( Dua milyar delapan ratus enam puluh juta rupiah ) untuk membiayai Pengadaan Peningkatan Bandwidth Sewa Jaringan I nternet/ Leased Line pada Pusat I nformasi Keagamaan Dan Kehumasan dalam DI PA Sekretariat Jenderal Kementerian Agama.
Pemberi tugas ini adalah Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Cq Kepala Pusat I nformasi Keagamaan dan Kehumasan yang telah mengangkat panitia pengadaan Peningkatan Bandwidth Sewa Jaringan I nternet/ Leased Line dengan nomor : B.VI I I / 3/ HK.00.5/ 340-05/ 2010 tanggal 6 Desember 2010, untuk melakukan prosedur pengadaan Peningkatan Bandwidth Sewa Jaringan I nternet/ Leased Line.
2. Ruang Lingkup Pekerjaan
Ruang lingkup adalah Pengadaan Peningkatan Bandwidth Sewa Jaringan I nternet/ Leased Line sebanyak 1 paket, untuk keperluan Pusat I nformasi Keagamaan dan Kehumasan Kementerian Agama RI , Jl. Lapangan Banteng Barat No. 3-4 Jakarta Pusat.
3. Syarat-Syarat Peserta pengadaan
a. Memiliki kualifikasi NK (Non Kecil) dan bergerak dalam bidang Jasa Jaringan
Telekomunikasi dan I nternet.
b. Memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan untuk menjalankan usaha /
kegiatan sebagai penyedia barang / jasa.
c. Memiliki keahlian, pengalaman, kemampuan, teknis manajerial untuk menyediakan
barang/ jasa yang sesuai dalam dokumen ini.
d. Tidak dalam pengawasan pengadilan, tidak pailit, kegiatan usahanya tidak sedang
dihentikan, dan/ atau direksi yang bertindak untuk dan atas nama perusahaan tidak sedang dalam menjalani sanksi pidana.
e. Secara hukum mempunyai kapasitas menandatangani kontrak.
f. Memiliki ijin sebagai Network Access Provider (NAP) g. Memiliki ijin sebagai I SP
h. Memiliki ijin penyediaan jasa jaringan tetap tertutup (Jartup).
i. Sebagai wajib pajak sudah memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan telah
j. Dalam kurun waktu 4 (empat) tahun terakhir pernah memperoleh pekerjaan penyediaan barang/ jasa baik di lingkungan pemerintah maupun swasta, termasuk pengalaman subkontrak, kecuali penyedia barang/ jasa yang baru berdiri kurang dari 3 (tiga) Tahun.
k. Memiliki kemampuan dasar (KD) 5 NPT ( nilai pengalaman pekerjaan tertinggi )
pengalaman penyedia barang selama 10 tahun terakhir.
l. Memiliki sumber daya manusia, modal peralatan, dan fasilitas lain yang diperlukan
dalam pengadaan barang/ jasa. m. Tidak masuk dalam daftar hitam.
n. Memiliki technical support di setiap kantor cabang di 33 propinsi (alamat tetap dan jelas serta dapat dijangkau dengan pos).
o. Memiliki dokumen sah atas penggunaan bandwidth international, minimal 3 STM-1 (465 Mbps).
4. Metode Pengadaan
a. Pengadaan ini menggunakan prosedur pengadaan Umum dengan Pascakualifikasi
b. Peserta harus mendaftarkan kepada Panitia Pengadaan Peningkatan Bandwidth
Sewa Jaringan I nternet/ Leased Line Pusat I nformasi Keagamaan dan Kehumasan Kementerian Agama pada: 2) Surat Kuasa bila diwakili.
c. Dokumen pengadaan dapat diambil (download) di www.kemenag.go.id dari
tanggal 30 Desember 2010 – 7 Januari 2011.
5. Kualifikasi Peserta Pengadaan
Semua peserta Pengadaan wajib mengisi dokumen kualifikasi yang disediakan dengan informasi terbaru tentang data – data perusahaan. Panitia akan melakukan evaluasi/ penilaian terhadap semua dokumen kualifikasi bersamaan dengan surat penawaran harga (Pascakualifikasi).
6. Jaminan Pekerjaan
a. Pemenang Pengadaan diminta untuk memberi jaminan tentang kesanggupan untuk
Pengadaan Peningkatan Bandwidth Sewa Jaringan I nternet/ Leased Line dimaksud sesuai kontrak, dalam kurun waktu yang ditentukan;
b. Pemenang Pengadaan sebagai penyedia barang/ jasa memberikan jaminan kepada
7. Dokumen Pengadaan
a. Ketentuan – ketentuan yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan ini memuat
syarat-syarat umum dan khusus pengadaan, spesifikasi teknis, format-format penawaran.
b. Peserta pengadaan harus memperhatikan seluruh petunjuk, format, syarat dan
spesifikasi teknis yang termuat dalam Dokumen Pengadaan ini. Penawaran pengadaan yang tidak sesuai dengan ketentuan di atas mengakibatkan penawarannya ditolak.
B. RAPAT PENJELASAN
1. Aanwizjing hanya dapat diikuti oleh peserta pengadaan yang telah mendaftar dan
mengambil dokumen pengadaan.
2. Agar peserta pengadaan memahami isi dokomen pengadaan barang/ jasa, Peserta
pengadaan dianjurkan untuk menghadiri rapat penjelasan yang akan diadakan pada:
Hari / Tgl : Senin / 10 Januari 2011
Waktu : 14.00 WI B
Tempat : Ruang PI NMAS Training Center Kementerian Agama RI lt.3 Blok C
Jl. Lap. Banteng Barat No. 3-4 Jakarta
3. Tujuan dari rapat ini adalah untuk mengklarifikasikan masalah yang berkaitan dengan
pengadaan ini dan menjelaskan pertanyaan-pertanyaan yang sebelumnya disampaikan dari peserta pengadaan saat aanwizjing.
4. Setiap pertanyaan yang timbul setelah tahap ini tidak akan diterima/ dijawab.
5. Peserta yang tidak menghadiri rapat ini, dianggap memahami hasil rapat ini, termasuk isi dokumen pengadaan dan perubahannya, jika ada.
6. Hasil rapat penjelasan ini akan dituangkan dalam bentuk Berita Acara Rapat Penjelasan dan ditandatangani oleh panitia pengadaan dan minimal satu orang saksi sebagai wakil dari peserta aanwijzing.
C. DOKUMEN PENAWARAN
1. Dokumen Penawaran terdiri atas: 1. Dokumen Administrasi
2. Dokumen Teknis
3. Dokumen Harga
a. Dokumen administrasi terdiri dari:
1)
Surat pernyataan minat bermaterai Rp. 6.000,- untuk mengikuti Pengadaan2)
Formulir Kualifikasi yang telah diisi lengkap (terlampir), dengan melampirkan:a). Copy Surat I jin Usaha Perdagangan (SI UP) Bidang Telekomunikasi/ Jaringan
I nternet yang dikeluarkan oleh instansi pemerintah yang berwenang yang masih berlaku, dengan kualifikasi Non Kecil.
b). Fotocopy Akte pendirian perusahaan dan akte perubahan terakhir (bila ada); c). Fotocopy Tanda Daftar Perusahaan (TDP) yang masih berlaku;
d). Fotocopy Surat Keterangan Domisili perusahaan yang berlaku;
e). Fotocopy Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Surat Pemberitahuan Pajak
Tahunan (SPT) tahun 2009 dan bukti laporan pajak bulanan (PPh 21, PPh23 (bila ada transaksi), PPh 25/ 29, dan PPN) 3 (tiga) bulan terakhir yaitu bulan September, Oktober dan Nopember 2010;
f). Fotocopy Tax Clearance
(Tax clearance asli harus dibawa pada saat pembukaan sampul pertama untuk ditunjukkan keabsahannya)
g). Memiliki ijin sebagai Network Access Provider (NAP)
h). Memiliki ijin penyediaan jasa jaringan tetap tertutup (Jartup).
i). Memiliki dokumen sah atas penggunaan bandwidth international, minimal 3
STM-1. (465 Mbps).
j). Memiliki sertifikat I SO 9001
k). Daftar pengalaman pekerjaan perusahaan yang sesuai dengan jenis kegiatan
pengadaan selama 4 (empat) tahun terakhir di lingkungan pemerintah atau swasta termasuk pengalaman subkontrak, dengan mencantumkan nomor kontrak, kecuali bagi perusahaan yang baru berdiri kurang dari 3 (tiga) tahun. l). Data pekerjaan yang sedang dilaksanakan (bila ada) yang sesuai dengan jenis
kegiatan pengadaan.
m).Surat pernyataan memiliki Kantor Cabang di 33 provinsi di lengkapi dengan
alamat lokasi.
n). Data Kemampuan keuangan yang terdiri dari neraca perusahaan per 31
Desember 2009 dan surat dukungan/ modal kerja dari bank umum pemerintah/ swasta sekurang-kurangnya 5% (lima persen) dari pagu anggaran, yang dibuat di atas materai Rp. 6.000,- ( enam ribu rupiah ) dan di tandatangani oleh Direktur Utama / Pimpinan perusahaan/ pimpinan cabang/ penerima kuasa yang surat kuasanya ditandatangani oleh pimpinan perusahaan/ pimpinan cabang. (berlaku untuk perusahaan NK).
o). Copy Tanda Anggota Asosiasi Penyelenggaraan Jasa I nternet I ndonesia (APJI I ). p). Copy dokumen sertifikasi kepemilikan izin I SP (I nternet Service Provider)
dikeluarkan oleh Ditjen Postel.
Terhadap dokumen administrasi di atas, Panitia berhak melakukan konfirmasi terhadap dokumen asli dan klarifikasi lapangan bila perlu untuk pembuktian. Kegagalan peserta untuk membuktikan dokumen administrasi di atas dapat menyebabkan peserta tersebut gugur.
b. Dokumen teknis merupakan Proposal teknis yang berisi antara lain : 1). Pendahuluan
2). Penjadwalan pekerjaan 3). Topologi jaringan
4). Fasilitas pendukung pekerjaan
5). Servis dan fitur tambahan yang dapat diberikan.
c. Dokumen penawaran harga terdiri dari : 1). Surat penawaran harga.
2). Daftar kuantitas dan Harga Barang / Jasa (seperti format terlampir)
3). Copy jaminan penawaran yang diterbitkan diterbitkan oleh Bank Umum ( tidak
termasuk Bank perkreditan Rakyat), perusahaan penjaminan yang memiliki izin dari Menteri Keuangan atau perusahaan asuransi umum yang memiliki izin untuk
menjual produk jaminan (suretyship) sebagaimana ditetapkan oleh Menteri
Keuangan dan ditujukan kepada. 4). Ketentuan dokumen penawaran harga:
a). Surat penawaran dibuat di atas kop perusahaan, diberi stempel/ cap, dan
ditandatangani oleh pimpinan perusahaan/ pimpinan cabang/ penerima kuasa yang surat kuasanya ditandatangani oleh pimpinan perusahaan/ pimpinan cabang.
b). Surat penawaran asli bermaterai Rp.6.000,- dan diberi tanggal, bulan dan tahun Jumlah harga penawaran dibuat dalam rupiah dan ditulis dengan angka dan dengan huruf dan harga yang ditawarkan sudah termasuk pajak sesuai ketentuan yang berlaku.
c). Tidak diperkenankan adanya hapusan, tindihan atau tipp-ex, dan apabila ada
perbedaan antara keterangan yang ditulis dengan angka dan yang ditulis dengan huruf, maka yang akan dianggap sah adalah yang ditulis dengan huruf.
D. METODE PENYAMPAI AN PENAWARAN
Penyampaian Penawaran dilakukan dengan “ Sistem dua Sampul ” seperti yang ditetapkan
dalam PERPRES No. 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah. Peserta pengadaan menyerahkan dokumen Administrasi dan Teknis, dan dokumen penawaran harga dalam waktu bersamaan dan dalam batas waktu yang telah ditetapkan, dengan metode penyampaian sebagai berikut:
1. Seluruh dokumen (Dokumen Administrasi, Teknis dan Harga) dibuat dalam 3 rangkap (1
asli, 2 copy). Dokumen asli dan kelengkapan lainnya harus diberi tanda “Asli” yang jelas, dan dua salinan penawaran harus diberi tanda “Copy”. Dalam hal adanya perbedaan antara penawaran asli dan salinan penawaran, maka penawaran asli yang berlaku.
2. Dokumen Administrasi dan Dokumen Teknis yang disyaratkan dimasukkan dalam Sampul I . Pada sampul tersebut tertulis “Dokumen Administrasi dan Teknis” dan nama serta alamat perusahaan yang mengajukan penawaran.
3. Dokumen Harga dimasukan dalam Sampul I I . Pada sampul tersebut tertulis “Dokumen Penawaran Harga” dan nama serta alamat perusahaan yang mengajukan penawaran.
4. Sampul I dan I I dimasukkan dalam satu sampul (disebut sampul penutup) dengan
ketentuan sampul tertutup, polos, berwarna coklat tidak tembus baca, dilak di 5 (lima) setiap sudut dan ditengah sambungannya, serta tidak terdapat nama peserta dan lain-lain, dialamatkan kepada:
Panitia Pengadaan Peningkatan Bandw idth Sew a Jaringan I nternet/ Leased Line Pusat I nformasi Keagamaan dan Kehumasan Gedung Kementerian Agama Lt. I V Kmr. B.408 Jl. Lapangan Banteng Barat No. 3- 4 Jakarta.
E. PENAWARAN HARGA DAN MATA UANG
1. Harga Penawaran yang diajukan peserta pengadaan harus pasti dan tetap berlaku sampai
penyelesaian pelaksanaan kontrak dan tidak akan berubah. 2. Harga Penawaran ditetapkan dalam mata uang rupiah (I DR).
F. JAMI NAN PENAWARAN
1. Jaminan penawaran ( Asli) yang diterbitkan oleh Bank Umum ( tidak termasuk Bank
perkreditan Rakyat), perusahaan penjaminan yang memiliki izin dari Menteri Keuangan dan perusahaan asuransi umum yang memiliki izin untuk menjual produk jaminan (suretyship) sebagaimana ditetapkan oleh Menteri Keuangan;
2. Peserta pengadaan wajib menyerahkan jaminan penawaran yang bernilai
sekurang-kurangnya (1-3% dari HPS) senilai Rp. 85.650.000,- ( Delapan puluh lima juta enam ratus lima puluh ribu rupiah ). Besar jaminan penawaran ini harus dicantumkan dalam bentuk angka dan huruf pada surat jaminan penawaran.
3. Jaminan Penawaran harus diserahkan dalam mata uang Rupiah ( I DR ). Jaminan
Penawaran tersebut harus berlaku selama 45 ( empat puluh lima) hari kalender sejak
pemasukan surat penawaran.
4. Setiap penawaran yang tidak disertai jaminan penawaran akan digugurkan karena tidak
memenuhi syarat.
5. Jaminan penawaran dari peserta pengadaan yang kalah akan diserahkan/ dikembalikan
segera mungkin setelah penunjukan pemenang pengadaan atau paling lambat 3 (tiga) hari kalender setelah habisnya masa berlaku penawaran.
6. Jaminan Penawaran dari pemenang pengadaan akan dikembalikan setelah
penandatanganan Kontrak.
7. Nama peserta pengadaan sama dengan nama yang tercantum dalam surat jaminan
penawaran.
8. Jaminan penawaran harga di alamatkan kepada : Sekretaris Jenderal Kementerian
Agama RI Jl. Lapangan Banteng Barat No 3- 4 Jakarta.
10. Jaminan penawaran akan di jadikan milik negara :
a. apabila peserta pengadaan menarik tawarannya dalam periode masa berlakunya
penawaran yang disebutkan dalam format penawaran;
b. terhadap pemenang pengadaan,bilamana pemenang tersebut gagal:
1). Menandatangani Kontrak,atau
2). Menyerahkan jaminan pelaksanaan
G. MASA BERLAKUNYA SURAT PENAWARAN
1. Surat Penawaran harus tetap berlaku sekurang-kurangnya selama 45 ( empat puluh lima )
hari kalender sejak tanggal penutupan pemasukan penawaran.
2. Dalam keadaan terpaksa Pejabat Pembuat Komitmen dapat meminta secara tertulis kepada
peserta pengadaan untuk memperpanjang masa berlakunya penawaran. Apabila penawar setuju dengan permintaan tersebut, maka penawaran harus diperpanjang masa berlakunya tanpa diperbolehkan mengubah penawaran. Peserta pengadaan dapat menolak permintaan ini tanpa kehilangan jaminan penawaran.
H. BATAS WAKTU PEMASUKAN DOKUMEN PENAWARAN
Dokumen penawaran disampaikan langsung oleh peserta dan dimasukkan ke dalam kotak yang telah disediakan oleh panitia paling lambat pada :
Hari / Tgl : Senin, 17 Januari 2011
Waktu : 12.00 WI B (batas akhir)
Tempat : Gedung Kementerian Agama RI kamar B. 408 lantai I V ruang kerja Kepala Pusat I nformasi Keagamaan dan Kehumasan Jl. Lap. Banteng Barat No. 3-4 Jakarta.
I . PEMBUKAAN DOKUMEN PENAWARAN
1. Pembukaan dokumen penawaran dilaksanakan pada:
Hari / Tgl : Senin, 17 Januari 2011
Waktu : 13.30 WI B
Tempat : Ruang PI NMAS Training Center Kementerian Agama RI lt.3 Blok C
Jl. Lap. Banteng Barat No. 3-4 Jakarta
2. Para peserta diwajibkan untuk menyaksikan pembukaan dokumen penawaran tersebut.
3. Penawaran yang dibuka adalah data administrasi dan teknis (Sampul I ), untuk kemudian
dilakukan evaluasi.
4. Panitia berhak melakukan penilaian dan pembuktian kualifikasi terhadap dokumen
administrasi dan teknis.
5. Dokumen penawaran harga (Sampul I I ) akan dibuka setelah diketahui hasil pembukaan
dokumen administrasi dan teknis.
6. Para peserta pengadaan harus menandatangani daftar hadir sebagai bukti kehadiran dan
di tandatangani di kertas kop stempel dan bermaterai yang mewakili hendaklah yang ada dalam susunan pengurus.
J. EVALUASI DOKUMEN PENAWARAN
1. Dalam melakukan evaluasi dokumen penawaran, panitia menggunakan sistem “merit
point “ .
Unsur dokumen penawaran yang dievaluasi meliputi : - Dokumen Administrasi / Kualifkasi dan Teknis
- Dokumen Penawaran Harga
2. Evaluasi Dokumen Administrasi/ Kualifikasi dan Teknis
a. Evaluasi administrasi/ kualifikasi dilakukan terhadap penawaran yang memenuhi syarat pada pembukaan penawaran.
b. Evaluasi Teknis dinilai sesuai dengan kriteria, persyaratan teknis/ spesifikasi yang telah ditentukan oleh Panitia Pengadaan.
c. Penawaran yang lulus persyaratan administrasi/ kualifikasi dan teknis dilanjutkan ke tahap evaluasi penawaran harga. Bagi yang tidak lulus/tidak memenuhi persyaratan administrasi/ kualifikasi dan teknis dinyatakan gugur.
3. Evaluasi Penawaran Harga
a Evaluasi harga hanya dilakukan terhadap penawaran yang dinyatakan lulus dalam
Evaluasi Administrasi/ Kualifikasi dan Teknis.
b Acuan penilaian data/ biaya penawaran adalah Harga Perkiraan Sendiri (HPS)/ OE
(Owner’s Estimate) yang disusun dan disahkan oleh Pejabat Pembuat Komitmen.
c Untuk memudahkan panitia dalam mengevaluasi penawaran harga, maka akan dibuat
urutan penawaran yang dimulai dari urutan penawaran terendah sampai urutan ketiga terendah sebagai calon pemenang, yang selanjutnya akan diusulkan kepada Pejabat pembuat Komitmen sebagai calon pemenang pengadaan.
4. Bobot Penilaian evaluasi terdiri dari :
a. Dokumen Administrasi/ Kualifikasi dan Teknis (30% ) b. Dokumen Penawaran Harga (70% )
K. PENAWARAN YANG TERLAMBAT
Penawaran yang diterima setelah batas waktu pemasukan penawaran yang ditetapkan oleh Pejabat Pembuat Komitmen, sesuai dengan Point H, akan ditolak dan tidak diterima.
L. KERAHASI AAN PROSES
M. MENGHUBUNGI PANI TI A/ PEJABAT PEMBUAT KOMI TMEN
Setiap usaha dari peserta pengadaan untuk mempengaruhi panitia maupun Pejabat Pembuat Komitmen dalam penilaian penawaran, perbandingan harga atau keputusan pemenang pengadaan dapat mengakibatkan penawaran ditolak.
N. PENUNJUKAN PEMENANG
1. Peserta pengadaan yang terpilih sebagai pemenang akan menerima pemberitahuan sebagai
pemenang dari Pejabat Pembuat Komitmen dan akan diharuskan mengambil bagian dalam perjanjian kontrak sesuai dengan format, kondisi dan persyaratan dalam dokumen pengadaan, sesuai dengan hukum dan perundangan yang berlaku dinegara Republik I ndonesia.
2. Sebelum penetapan pemenang panitia akan melakukan penilaian terhadap dokumen
penawaran dari 3 ( tiga ) penaw ar terendah yang lulus evaluasi administrasi ,
teknis dan harga. Penilaian tersebut mencakup pemeriksaan terhadap semua dokumen asli maupun konfirmasi terhadap instansi penerbit dokumen.
3. Peserta pengadaan yang terpilih sebagai pemenang, harus menugaskan personil yang
berwenang untuk datang ke tempat yang ditetapkan oleh Pejabat Pembuat Komitmen untuk melakukan penyiapan dan pengikatan perjanjian kontrak.
4. Jika pemenang menolak atau gagal memenuhi persyaratan dalam perjanjian kontrak dalam
periode yang telah ditetapkan oleh Pejabat Pembuat Komitmen maka keputusan pemenang akan dibatalkan dan jaminan penawaran akan disita.
5. Setelah kontrak sepenuhnya disiapkan, Pejabat Pembuat Komitmen akan menerbitkan surat memulai pekerjaan (SPMK), harus dimulai tidak lebih dari 7 (tujuh) hari kalender sejak tanggal diterbitkannya Kontrak.
6. Pemenang yang ditunjuk tidak diperkenankan memulai bagian apapun dari pekerjaan
sebelum Pejabat Pembuat Komitmen menerbitkan SPMK tertulis.
O. SANGGAHAN
1. Peserta pengadaan yang merasa dirugikan,baik secara sendiri maupun bersama-sama
dengan peserta lainnya dapat mengajukan sanggahan secara tertulis apabila menemukan:
a. penyimpangan terhadap ketentuan dan prosedur yang diatur dalam
Perundang-undangan dan yang telah ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan Barang/ Jasa;
b. adanya rekayasa yang mengakibatkan terjadinya persaingan yang tidak sehat;
dan/ atau
c. adanya penyalahgunaan wewenang oleh Panitia dan/ atau Pejabat yang berwenang
lainnya.
2. Surat sanggahan disampaikan kepada Panitia dan ditembuskan kepada PPK, PA/ KPA dan
API P K/ L/ D/ I yang bersangkutan paling lambat 5 (lima) hari kerja setelah pengumuman pemenang.
4. Peserta pelalangan yang tidak puas dengan jawaban sanggahan dari Panitia dapat mengajukan sanggahan banding kepada Menteri/ Pimpinan Lembaga/ Kepala Daerah/ PimpinanI nstitusi paling lambat 5 (lima) hari kerja setelah diterimanya jawaban sanggahan.
5. Peserta pengadaan yang mengajukan sanggahan banding wajib menyerahkan Jaminan
Sanggahan Banding yang berlaku 20 (dua puluh) hari kerja sejak pengajuan Sanggahan Banding.
6. Jaminan Sanggahan Banding ditetapkan sebesar 2 0/ 00 (duaperseribu) dari nilai total HPS atau paling tinggi sebesar Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah).
7. Dalam hal surat sanggahan banding yang dinyatakan benar, Jaminan Sanggahan Banding
dikembalikan kepada penyanggah.
8. Dalam hal surat sanggahan banding yang dinyatakan salah, Jaminan Sanggahan Banding
disita dan disetorkan ke kas Negara/ Daerah.
P. HAK PEJABAT PEMBUAT KOMI TMEN UNTUK MENGUBAH KUANTI TAS PADA SAAT PENUNJUKKAN PEMENANG
Pejabat Pembuat Komitmen berhak pada saat penunjukkan pemenang pengadaan, atau pada saat pelaksanaan kontrak, untuk menambah atau mengurangi sampai 10% (sepuluh persen) dari kuantitas barang/ jasa yang akan dibeli seperti yang ditetapkan dalam spesifikasi teknis, tanpa adanya perubahan harga satuan atau ketentuan-ketentuan dan syarat-syarat lainnya.
Q. PENANDATANGANAN KONTRAK
1. Jenis Kontrak yang digunakan adalah kontrak lumpsum yaitu, kontrak pengadaan barang
atau jasa atas penyelesaian seluruh pekerjaan dalam batas waktu tertentu, dengan jumlah harga yang pasti dan tetap, dan semua resiko yang mungkin terjadi dalam proses penyelesaian pekerjaan sepenuhnya ditanggung oleh penyedia barang dan jasa.
2. Lamanya pelaksanaan pekerjaan yang tertuang di dalam kontrak tidak lebih dari 30 ( tiga puluh ) hari kalender.
3. Bersamaan dengan pemberitahuan pemenang pengadaan, Pejabat Pembuat Komitmen
akan memanggil atau mengirimkan kepada pemenang pengadaan format kontrak yang ada di dalam dokumen pengadaan, termasuk semua kesepakatan di antara kedua belah pihak.
4. Dalam waktu 3 (tiga) hari sejak diterimanya Kontrak, pemenang pengadaan harus
menandatangani materai dan membubuhi tanggal kontrak serta mengembalikannya kepada Pejabat Pembuat Komitmen .
R. JAMI NAN PELAKSANAAN DAN DENDA KETERLAMBATAN
Dalam waktu paling lambat 7 (tujuh) hari sejak diterimanya surat penunjukan pemenang dari Pejabat Pembuat Komitmen, pemenang pengadaan harus menyerahkan jaminan pelaksanaan sebesar 5% (lima persen) dari harga borongan (harga yang ditawarkan) yang diterbitkan oleh Bank Umum ( tidak termasuk Bank perkreditan Rakyat), perusahaan penjaminan yang memiliki izin dari Menteri Keuangan atau perusahaan asuransi umum yang memiliki izin untuk menjual
kepada” Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI Jl. Lapangan Banteng Barat No 3- 4 Jakarta”.
Bagi pemenang yang penawarannya lebih kecil 80% (delapan puluh persen) dari nilai total HPS, besarnya jaminan pelaksanaan ditetapkan 5% dari nilai total HPS. Apabila terjadi keterlambatan pekerjaan Pengadaan Peningkatan bandwidth Sewa Jaringan I nternet/ Leased Line dari waktu yang ditentukan dalam kontrak, maka pihak penyedia barang/ jasa akan dikenakan denda 10/00 ( satu permil ) dari kontrak setiap hari keterlambatan dan harga maksimal 5 % dari nilai kontrak.
S. PRAKTEK KORUPSI DAN KECURANGAN
Peserta pengadaan dan Panitia pengadaan mematuhi supremasi standar etika selama proses pengadaan, dalam pengertian sebagai berikut:
1. “praktek korupsi” ialah tingkah laku dari sebagaian pegawai pemerintah atau sektor swasta yang memperkaya diri dengan cara yang tidak benar dan melanggar hukum dan/ atau perbuatan yang mendekati hal tersebut, atau membujuk orang lain untuk melakukan hal itu, dengan menyalah gunakan posisi jabatan mereka, dan termasuk menawarkan, memberikan, menerima, atau meminta segala sesuatu yang bernilai untuk mempengaruhi kegiatan resmi dalam proses pengadaan atau pelaksanaan kontrak;
2. “praktek kecurangan” suatu perbuatan yang dengan sengaja menyalah gunakan
tanda-tanda bukti dengan maksud mempengaruhi proses pengadaan atau pelaksanaan kontrak sehingga merugikan negara, dan termasuk praktek-praktek kolusi diantara para peserta pengadaan (sebelum atau setelah pemasukan penawaran) yang ditujukan untuk menetapkan harga penawaran pada tingkat kompetitif yang bersifat semu dan untuk menghilangkan keuntungan Pejabat Pembuat Komitmen/ Pengguna Anggaran dari kompetisi yang umum.
3. Jika ditemukan indikasi bahwa peserta pengadaan melakukan praktek korupsi/ kecurangan
T. SPESI FI KASI / URAI AN PEKERJAAN
1. Local loop (FO) dengan kapasitas 155 Mbps (clear channel) terdiri atas :
a. Bandwidth ke Backbone I nternasional 45 Mbps Simetri CI R (1: 1) dengan media FO. b. Bandwidth ke Backbone Lokal (I I X) sebesar 110 Mbps Simetri CI R (1: 1) dengan
media FO.
2. Akses local loop utama (Primary) dari sisi I SP ke Backbone internasional dan I SP ke Kementerian Agama pusat jl. Lap. Banteng Barat, menggunakan media Fiber Optic (clear channel).
3. Local loop fiber optik (FO) kapasitas 40 Mbps Simetri CI R (1: 1) ke Gedung Kementerian Agama Jl. MH. Thamrin Jakarta Pusat, kapasitas 10 Mbps Simetri CI R (1: 1) ke Pusdiklat Pegawai Jl. I r. Juanda no. 37 Ciputat, Tangerang , kapasitas 20 Mbps Simetri CI R (1: 1) ke Gedung I nspektorat Jenderal Kementerian Agama Jl. Fatmawati Raya, dan kapasitas 10 Mbps Simetri CI R (1: 1) ke Balai Diklat Jakarta Jl. Rawa Kuning, Jakarta Timur .
4. Backhoul 80 Mbps dari dan ke Gedung Kementerian Agama Jl. Lapangan Banteng beserta
pembelian perangkat bandwidth management yang dapat memonitor penggunaan jaringan dan berfungsi sebagai firewall.
5. Cadangan (backup) Akses local loop utama (Primary) dengan menggunakan media fiber
optik.
6. Co-location backup webserver dan instalasinya di NOC vendor dengan fasilitas security ( Firewall, I PS, Anti SPAM dll.) dan load balancing.
7. I P Publik minimal 128.
8. Fasilitas MRTG bandwidth report secara terpisah untuk setiap sub interface (internasional dan I I X).
9. MRTG untuk setiap titik VPN-I P MPLS di 24 Propinsi.
10. Akses ke portal monitoring jaringan WAN Kementerian Agama.
11. Service Level Agreement (SLA) Availability 99% (Standard).
12. Penyediaan Akses VPN-I P MPLS 512 Kbps untuk 18 Provinsi : Sumatera Utara, Sumatera
Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Bangka Belitung, Banten, Jawa Barat, Yogyakarta, Jawa Timur, NTB, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara dan Gorontalo dengan menggunakan media akses Fiber Optic/ kabel tembaga . Relokasi VPN-I P MPLS 512 Kbps di 4 Provinsi : DKI Jakarta , Jawa Tengah, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Ke Aceh, Bali, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur serta 2 Provinsi pasang baru VPN-I P MPLS 512 Kbps untuk Lampung dan Maluku (termasuk router dan modem).
13. Backhoul VPN-I P 13 Mbps dari dan ke Gedung Kementerian Agama Jl. Lapangan Banteng
untuk 24 Kanwil Kementerian Agama Provinsi.
14. VPN-I P on Demand minimal 1 Mbps sebanyak minimal 5 kali dalam masa kontrak pada
lokasi diluar Kantor Wilayah Kemenag Provinsi.
15. VPN-I P on Demand minimal 1 Mbps sebanyak minimal 6 Kali pada Kantor Wilayah
Kemenag Provinsi.
16. Customer service / support 7 x 24 jam.
17. Layanan SMS notification dan pemberitahuan via e-mail apabila terjadi gangguan
terha-dap jaringan yang disewa dalam w aktu 10 menit. 18. Respon time < 2 jam.
19. Restrukturisasi kabel jaringan LAN dan perangkat pendukungnya untuk minimal 2 Lantai ( lantai 7 dan 8) dengan kebutuhan per/ lantai minimal 60 node/ user.
22. Pembuatan dokumentasi dan topologi jaringan baru. 23. Pemeliharaan jaringan.
U. Gambar Topologi Jaringan WAN Kementerian Agama
PENUTUP
1. Peserta pengadaan dianjurkan untuk menghadiri rapat penjelasan dan peserta pengadaan
diharuskan menghadiri rapat pembukaan dokumen penawaran dengan membawa tanda pengenal atau surat tugas dari perusahaan yang bersangkutan.
2. Hal – hal yang belum di atur dalam Dokumen Pengadaan ini akan di atur dalam kontrak
pelaksanaan pekerjaan.
Jakarta, 30 Desember 2010 Mengetahui,
A.n. Sekretaris Jenderal Panitia pengadaan
Pejabat Pembuat Komitmen Ketua
Ttd Ttd
Drs. H. Masyhuri AM, M.Pd I rfan Sembiring, ST
NI P. 19500518 197803 1 002 NI P. 19770402 200801 1 013