• Tidak ada hasil yang ditemukan

T BJPG 1207115 Chapter5

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "T BJPG 1207115 Chapter5"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

Ami Nurul Hidayah, 2015

ANALISIS BENTUK KOHESI DAN KOHERENSI DALAM WACANA PADA BUKU TEKS JOKYUU DOKKAI I JPBJ UPI

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

67

BAB V

SIMPULAN DAN REKOMENDASI

A. Simpulan

Berdasarkan analisis data yang disajikan pada bagian sebelumnya, dapat

ditarik kesimpulan bahwa:

1. Pada wacana ditemukan masing-masing empat jenis kohesi gramatikal dan

kohesi leksikal. Dalam ragam kohesi gramatikal, unsur pengacuan

(referensi) ditemukan sebanyak 61.2%, penyulihan (substitusi) dan

pelesapan (elipsis) masing-masing sebanyak 6.1%, dan perangkaian

(konjungsi) dengan persentase 26.5%. Sedangkan kohesi leksikal, unsur

pengulangan (repetisi) menghasilkan persentase sebesar 72.3%, sinonim

sebesar 23.2%, dan hiponim serta meronim yaitu 2.6% dan 1.9%. Dilihat

dari persentase tersebut, diketahui bahwa unsur pengacuan dan

pengulangan menduduki urutan teratas untuk frekuensi kemunculan dalam

wacana. Penggunaan unsur-unsur tersebut dipahami sebagai upaya penulis

untuk memberikan penekanan dalam konteks wacana yang bersangkutan.

Namun, pada kenyataannya, unsur-unsur kohesi tidak selalu menjamin

terbentuknya wacana yang utuh. Misalnya dalam kasus penggunaan unsur

hiponim dan meronim yang tidak selalu ada dalam wacana, melainkan

bergantung pada tema/topik wacana yang bersangkutan. Dengan kata lain,

sebenarnya struktur wacana dapat dibangun tanpa menggunakan piranti

kohesi.

2. Aspek koherensi yang ditemukan dalam wacana terdiri dari tujuh jenis.

Hubungan yang menunjukkan makna kausalitas muncul dengan persentase

sebanyak 12.2%, hubungan kontras 25.7%, hubungan aditif 8.1%, rincian

(2)

68

Ami Nurul Hidayah, 2015

ANALISIS BENTUK KOHESI DAN KOHERENSI DALAM WACANA PADA BUKU TEKS JOKYUU DOKKAI I JPBJ UPI

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

kronologis sebanyak 4.1%. Aspek koherensi diketahui muncul secara

eksplisit dan implisit. Secara eksplisit, koherensi ditandai dengan

penggunaan konjungsi dan kata keterangan, misalnya penggunaan

konjungsi しかし untuk menunjukkan hubungan makna berlawanan antar

proposisi. Sedangkan secara implisit, koherensi dapat diketahui

keberadaannya melalui interpretasi yang melibatkan schemata ataupun

tindakan asumtif karena tidak dapat diketahui secara langsung. Jadi,

kebermaknaan unsur koherensi terletak pada keserasian antara teks

(wacana) dengan pemahaman pembaca (pembelajar).

3. Penelitian ini menjadikan wacana pada buku teks Jokyuu Dokkai I sebagai

objek dan data penelitian. Wacana-wacana tersebut merupakan bahan ajar

yang telah digunakan oleh ± lima angkatan pada Jurusan Pendidikan

Bahasa Jepang UPI. Sebagai bahan ajar, penanda kohesi dan koherensi

yang ditemukan dalam wacana memiliki peran penting dalam memahami

wacana. Dilihat berdasarkan persentase kemunculan, penulis

memperkirakan bahwa semakin tinggi persentase semakin besar

kemungkinan unsur yang muncul menjadi faktor kesulitan pembelajar

dalam memahami wacana. Misalnya, penggunaan unsur pengacuan

eksofora yang berada di luar teks (ekstratekstual).

B. Rekomendasi

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, penulis memberikan

rekomendasi sebagai berikut:

1. Penelitian ini mengkaji tentang bentuk kohesi dan koherensi yang kerap

diperbincangkan dalam menganalisis wacana. Pada umumnya,

pengetahuan tentang kedua hal ini tidak dipelajari secara langsung di kelas.

Maka dari itu, penulis mengharapkan setidaknya materi tersebut

dimasukkan ke dalam konten pembelajaran secara maksimal. Hal ini

(3)

69

Ami Nurul Hidayah, 2015

ANALISIS BENTUK KOHESI DAN KOHERENSI DALAM WACANA PADA BUKU TEKS JOKYUU DOKKAI I JPBJ UPI

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

pembelajar dapat memahami wacana. Lebih jauh lagi, agar dapat

diaplikasikan terhadap keterampilan berbahasa lainnya, terutama sakubun.

2. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang tidak berhubungan

dengan manusia sebagai objeknya. Dengan kata lain, hanya meneliti

unsur-unsur keterpautan dan kepaduan dalam wacana yang dijadikan

bahan ajar pembelajar tingkat III. Oleh karena itu, penulis mengharapkan

penelitian selanjutnya dapat meneliti variabel-variabel di dalam wacana

dilengkapi dengan pelibatan pembelajar yang mempelajari wacana-wacana

tersebut di kelas. Pelibatan pembelajar dimaksudkan untuk mengetahui

respon mereka terhadap bahan ajar tersebut sehingga akan diperoleh

kesimpulan tentang kesulitan yang dialami pembelajar dalam memahami

wacana.

3. Penelitian ini menunjukkan adanya unsur-unsur penunjang keterpahaman

wacana, seperti bentuk pengacuan, pengulangan, sinonim, dan lain-lain.

Hal-hal tersebut bisa dimanfaatkan sebagai bahan untuk menyusun strategi

memahami wacana pada soal-soal JLPT (Dokkai), terutama pada level

menengah ke atas. Untuk menjawab soal dengan wacana yang tidak

pendek diperlukan strategi agar tidak membuang waktu. Misalnya,

mengidentifikasi kata-kata yang mengalami pengulangan untuk

Referensi

Dokumen terkait

Secara parsial Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus memiliki pengaruh negatif terhadap Kemandirian Keuangan Daerah sedangkan Pendapatan Asli Daerah dan Dana Bagi Hasil

Kemandirian Belajar Siswa Melalui Pembuatan Proyek Respon Kreatif Dalam Pembelajaran IPS di Kelas VII B SMP Muhammadiyah 6 Bandung” Selain berisi mengenai latar

Agar dihadiri oleh direktur Perusahaan / pegawai yang diberikan kuasa oleh direktur dengan membawa data – data perusahaan yang asli sesuai dengan isian kualifkasi yang

Tubektomi (Metode Operasi Wanita/ MOW) adalah metode kontrasepsi mantap yang bersifat sukarela bagi seorang wanita bila tidak ingin hamil lagi dengan cara mengoklusi tuba

Keputusan hakim yang menyatakan seseorang bersalah atas perbuatan pidana yang dimaksud dalam pasal 13, menentukan pula perintah terhadap yang bersalah untuk

The board members for Kazmaier Foods have gathered for their quarterly board of directors meeting. Presiding at the

Dalam penulisan laporan Skripsi ini, untuk mendapatkan informasi secara lengkap maka penulis melakukan suatu metode suatu tanya jawab mengenai semua kegiatan yang

Berdasarkan uraian latar belakang tersebut maka dapat dirumuskan masalah yaitu “Bagaimanakah asuhan kebidanan komprehensif pada Perempuan “KN” di PMB “KK’ di