• Tidak ada hasil yang ditemukan

DATA SENDER AND VIEWER ON THE WIRELESS PRESENTION

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "DATA SENDER AND VIEWER ON THE WIRELESS PRESENTION"

Copied!
135
0
0

Teks penuh

(1)

i

PENGIRIM DAN PENAMPIL DATA

PADA PRESENSI NIRKABEL

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik

Program Studi Teknik Elektro

Disusun oleh :

WILLYBRORDUS PRIMA ABINERI NIM : 055114032

PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO

FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

(2)

ii

DATA SENDER AND VIEWER

ON THE WIRELESS PRESENTION

Presented as Partial Fulfillment of the Requirements To Obtain the Sarjana Teknik Degree

In Electrical Engineering Study Program

WILLYBRORDUS PRIMA ABINERI NIM : 055114032

ELECTRICAL ENGINEERING STUDY PROGRAM

SCIENCE AND TECHNOLOGY FACULTY

SANATA DHARMA UNIVERSITY

YOGYAKARTA

(3)
(4)
(5)

v

“Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa tugas akhir yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan

dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah.”

Yogyakarta, 12 Juni 2010

(6)

vi

MOTTO :

BELIEVE WHAT YOU BELIEVE

‘coZ Nothing Impossible

Kupersembahkan karya tulis ini kepada :

Tuhan Yesus Kristus

Mama dan Adik – ku tercinta,

Seluruh keluarga yang telah mendukungku,

Kekasihku Fransiska Yeni Anggarini,

(7)

vii

Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma : Nama : Willybrordus Prima Abineri

Nomor Mahasiswa : 055114032

Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul :

PENGIRIM DAN PENAMPIL DATA

PADA PRESENSI NIRKABEL

beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di Internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis.

Demikian pernyataan ini yang saya buat dengan sebenarnya.

Yogyakarta,

(8)

viii

Pencatatan daftar kehadiran karyawan atau presensi pada instansi-instansi beragam bentuknya, baik secara manual menggunakan tenaga manusia ataupun secara otomatis dengan menggunakan teknologi yang ada dan perkembangan teknologi elektronika masa kini lebih mengarah pada kemudahan pemakaian serta kepraktisan suatu alat. Komunikasi nirkabel menjadi salah satu pilihan dalam komunikasi data. Kelebihan teknologi nirkabel memungkinkan pengguna untuk dengan mudah memindah-pasangkan alat di tempat yang diinginkan. Perancangan ini bertujuan untuk menghasilkan alat dan software yang dapat digunakan untuk mengirimkan, menerima, serta menampilkan data presensi karyawan secara nirkabel.

Perancangan perangkat keras meliputi pembuatan rangkaian pemancar dan rangkaian penerima serta menghubungkannya dengan komputer menggunakan kabel serial. Perancangan perangkat lunak meliputi pembuatan program pengendali pengiriman dan penerimaan, program penampil pada komputer. Pengujian dilakukan dengan melihat apakah data berhasil diterima atau tidak. Implementasi perancangan hardware menggunakan dua buah modul Transceiver 2,4GHz yaitu satu modul bertindak sebagai pemancar dan modul lain bertindak sebagai penerima, mikrokontroler AT89S51 sebagai pengendali pada modul pemancar dan penerima, serta port serial pada modul penerima untuk melihat data informasi yang telah dikirimkan dan pada modul pemancar untuk mengirimkan data dari komputer. Aplikasi penampil menggunakan visual basic 6.0 dan penyimpanan database menggunakan aplikasi sql server.

Alat ini telah diimplementasikan dan dilakukan pengujian. Hasil yang didapatkan adalah modul pengirim dapat bekerja dengan baik tetapi modul pemancar tidak dapat bekerja. Hal ini menyebabkan data tidak dapat dikirim dan ditampilkan pada program penampil. Terjadi galat sebesar 18,619% pada komunikasi data sehingga menyebabkan terjadinya penyimpangan data. Menggunakan hubungan serial dari komputer ke komputer, didapatkan bahwa aplikasi penampil dapat menampilkan data. Aplikasi masih memiliki kekurangan dalam hal penyimpanan waktu.

(9)

ix

Employees track record in companies has variety ways, somehow it still use manual ways or it was already automatic. Technology inovation at now, it is direct to make a tool more easier to use and more practical. Wireless technology became one of that options. With wireless technology, users become easier to set and move tools to other place. This project plan have an object to create hardwares and softwares that can uses to sends, receives, and also to show the employees track record using wireless communication.

Hardware design includes how to make transmitter circuit and receiver circuit connect to computer using serial cable. Software desaign includes transmitter and receiver controling programs, display program on computer. This system was implemented using two transceiver 2,4GHz module, one of module measures as a transmitter and other module measures as a receiver, microcontroller AT89S51 as controller for transmitter and receiver module, also serial port for seen information data that has been transmitted and port serial for transmitted from computer to module measures as a transmitter. The display program was used visual basic 6.0 and sql server as a storage database software.

This project was implemented and tested. The test result is receiver module can work but transmitter module can’t work. This make transmitted data cannot received and diplayed on aplication. There was error 18,619% in data communication, this make data has been deviated. The aplication was tested with serial communication between computer to computer and the result is aplication can display the data. This aplication still have a lack in time storage.

(10)

x

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan yang Maha Esa atas berkat dan rahmat-Nya yang telah diberikan kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan tugas akhir ini. Selama melaksanakan penyusunan tugas akhir ini, penulis tak jarang menemukan berbagai macam hambatan dan kesulitan. Namun dengan rahmat Tuhan yang Maha Esa, maka penulis pun dapat menyelesaikan tugas akhir ini dengan lancar.

Berkat dorongan dan dukungan yang positif serta kritik dan saran dari berbagai pihak, penulis merasa sangat terbantu dalam mengerjakan tugas akhir dengan judul “PENGIRIM DAN PENAMPIL DATA PADA PRESENSI NIRKABEL”. Dengan selesainya Tugas Akhir ini, penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada :

1. Yosef Agung Cahyanta, S.T., M.T. selaku Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

2. Martanto, S.T, M.T, selaku pembimbing tugas akhir yang dengan penuh kesabaran membimbing, memberi saran dan kritik yang membantu penulis dalam menyelesaikan tulisan ini.

3. Mama Melania Enni Susianti, adikku Antonie Michael Verstraten yang selalu memberi ide yang aneh-aneh, serta keluargaku yang telah memberikan dorongan dan doanya.

4. Fransiska Yeni Anggarini yang selalu menemaniku dalam suka dan duka. 5. Seluruh dosen teknik elektro dan laboran yang memberikan ilmu dan

pengetahuan kepada penulis selama kuliah.

(11)

xi

Sekalipun sudah berusaha sungguh-sungguh menyiapkan tugas akhir ini, penulis masih merasa memiliki banyak kekurangan dan ketidaksempurnaan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritikan dan saran yang membangun dalam penyempurnaan penulisan-penulisan selanjutnya. Akhir kata, penulis berharap semoga tugas akhir ini dapat memberikan sedikit sumbangan untuk ilmu pengetahuan.

Yogyakarta, 12 Juni 2010

(12)

xii

HALAMAN JUDUL...

HALAMAN JUDUL (INGGRIS) ...

HALAMAN PERSETUJUAN ...

HALAMAN PENGESAHAN ...

HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ...

HALAMAN PERSEMBAHAN DAN MOTTO HIDUP ...

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH

UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ...

INTISARI ... ABSTRACT ...

KATA PENGANTAR ...

DAFTAR ISI ...

DAFTAR GAMBAR ...

DAFTAR TABEL ...

DAFTAR LAMPIRAN ...

BAB I. PENDAHULUAN ... 1.1 Judul ... 1.2 Latar Belakang ... 1.3 Rumusan Masalah ... 1.4 Batasan Masalah ... 1.5 Tujuan dan Manfaat ... 1.6 Metodologi Penelitian ...

BAB II. DASAR TEORI ... 2.1 Mikrokontroler AT89S51 ... 2.1.1 Fitur yang Dimiliki AT89S51 ... 2.1.2 Fungsi Masing-masing Pin AT89S51 ... 2.1.3 Organisasi Memori AT89S51 ... 2.1.3.1 Memori Data ... 2.1.3.1.1 RAM Internal ... 2.1.3.1.2 SFR (Special Function Register) ...

(13)

xiii

2.1.5 Mekanisme Reset ... 2.2 Modul DX-24 ... 2.2.1 Konfigurasi Modul Transceiver 2,4 GHz ... 2.2.2 Pin I/O Modul Transceiver 2,4 GHz ... 2.3 Komunikasi Serial menggunakan RS232 dengan 9 pin ... 2.4 Pemrograman Visual Basic ...

2.4.1 Langkah – langkah untuk Mengembangkan Aplikasi ... 2.4.2 Tampilan Layar Visual Basic ... 2.5 MicrosoftSQLServer ...

BAB III. RANCANGAN PENELITIAN ... 3.1 Diagram Blok ... 3.2 Perancangan Perangkat Keras (Hardware) ... 3.2.1 Rangkaian Reset pada Mikrokontroler ... 3.2.2 Rangkaian Osilator pada Mikrokontroler ... 3.2.3 Perancangan Mikrokontroler dengan Modul DX-24 sebagai

Modul Pemancar dan Modul Penerima ... 3.2.4 Rangkaian Pengubah Level Tegangan TTL menjadi Level Tegangan

RS232 ... 3.3 Perancangan Perangkat Lunak (Software) ... 3.3.1 Format Data Serial pada Pengirim dan Penerima ... 3.3.2 Inisialisasi Modul DX-24 ... 3.3.3 Diagram Alir Program Utama Pemancar pada Modul Pemancar ...

3.3.4 Diagram Alir Program Utama Penerima pada Modul Penerima ... 3.3.5 Diagram Alir Subrutin Penerimaan Data melalui PortSerial ... 3.3.6 Diagram Alir Subrutin Pengiriman Data melalui PortSerial ... 3.3.7 Perancangan Software pada Visual Basic 6.0 ... 3.3.7.1 Cara Kerja Program ... 3.3.7.2 Tampilan Utama pada Program Visual Basic 6.0 ... 3.3.7.3 Tampilan Menu pada Program ... 3.3.7.4 Sinkronisasi Program dengan Data Masukan ...

BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN ...

(14)

xiv

4.1.2 Pengujian Rangkaian Pengubah Level Tegangan TTL menjadi

Level Tegangan RS232 ... 4.2 Pengujian Pengiriman dan Penerimaan Data ... 4.2.1 Pengujian Komunikasi Serial Menggunakan Serial Hubungan

Komputer-Komputer ... 4.2.2 Pengujian Komunikasi dari Komputer ke Mikrokontroler ... 4.2.3 Pengujian Komunikasi dari Mikrokontroler ke Komputer ... 4.2.4 Pengujian Penerimaan Data dari Pengirim dengan Nilai Data

Ditentukan ... 4.2.5 Pengujian Pengiriman dan Pengiriman Menggunakan DX-24 ... 4.3 Pengamatan pada Modul Pemancar dan Penerima ... 4.3.1 Modul Pemancar ... 4.3.2 Modul Penerima ... 4.4 Pengujian Aplikasi Nirkabel ... 4.5 Kekurangan pada Aplikasi Penampil ... 4.5.1 Database “waktu” ... 4.5.2 Form Utama ...

BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN ... 5.1 Kesimpulan ... 5.2 Saran ...

DAFTAR PUSTAKA ...

LAMPIRAN ...

(15)

xv

Gambar 1.1 Diagram blok keseluruhan rangkaian ...

Gambar 2.1 Susunan Pin AT89S51 ...

Gambar 2.2 Peta memory RAM ...

Gambar 2.3 Special Functions Register (SFR) ...

Gambar 2.4 Program Status Word (PSW) ...

Gambar 2.5 Rangkaian Oscillator ...

Gambar 2.6 Rangkaian Reset ...

Gambar 2.7 Modul DX-24 ...

Gambar 2.8 Pin pada DX-24 ...

Gambar 2.9 RS232C dengan 9 pin ...

Gambar 2.10 Jendela pemilihan Project ...

Gambar 2.11 Tampilan program Visual Basic 6.0 ...

Gambar 3.1 Diagram blok modul pemancar ...

Gambar3.2 Diagram blok modul penerima ...

Gambar 3.3 Rangkaian reset pada mikrokontroler ...

Gambar 3.4 Rangkaian osilator pada mikrokontroler ...

Gambar 3.5 Rangkaian antarmuka modul DX-24 dengan mikrokontroler ...

Gambar 3.6 Konfigurasi RS232 pada modul pemancar ...

Gambar 3.7 Konfigurasi RS232 pada modul penerima ...

Gambar 3.8 Diagram alir subrutin inisialisasi modul pemancar DX-24 ...

Gambar 3.9 Diagram alir subrutin inisialisasi modul penerima DX-24 ...

Gambar 3.10 Diagram alir program utama mikrokontroler sebagai modul pemancar ...

Gambar 3.11 Diagram alir subrutin pengiriman data ke modul DX-24

(Subrutin kirim_data) ...

Gambar 3.12 Diagram alir program utama penerima pada modul penerima ...

Gambar 3.13 Diagram alir subrutin penerimaan data ke modul DX-24

(Subrutin terima_data) ...

Gambar 3.14 Diagram alir subrutin portserialke mikro ...

Gambar 3.15 Diagram alir subrutin mikro ke port serial ...

Gambar 3.16 Struktur direktori dan sub direktori untuk penyimpanan ...

(16)

xvi

Gambar 3.19 Rancangan tampilan Form Utama saat dijalankan ...

Gambar 3.20 Rancangan tampilan Form Penambahan Data Karyawan ...

Gambar 3.21 Rancangan tampilan Form Penghapusan Data Karyawan ...

Gambar 3.22 Rancangan tampilan Form Pengubahan Data Karyawan ...

Gambar 3.23 Rancangan tampilan Form Pencarian Data Karyawan ...

Gambar 3.24 Rancangan tampilan Form Cetak Harian ...

Gambar 3.25 Rancangan tampilan Form Cetak Bulanan ...

Gambar 3.26 Hubungan antara Input, Database, dengan Penampil ...

Gambar 4.1 Modul Pemancar ...

Gambar 4.2 Modul Penerima ...

Gambar 4.3 Pengiriman Data menggunakan aplikasi Visual Basic 6.0 ...

Gambar 4.4 Penerimaan Data menggunakan aplikasi Visual Basic 6.0 ...

Gambar 4.5 Penerimaan Data menggunakan aplikasi CodeVision AVR ...

Gambar 4.6 Error yang terjadi secara acak bila menggunakan aplikasi Visual Basic 6.0 ....

Gambar 4.7 Hasil Pengujian Baudrate ...

Gambar 4.8 Pengujian menggunakan nilai baudrate yang berbeda ...

Gambar 4.9 Hasil Penerimaan Data pada Komputer ...

Gambar 4.10 Hasil Pengamatan pada port 1.0 ...

Gambar 4.11 Hasil Pengamatan pada port 1.4 ...

Gambar 4.12 Hasil Pengamatan pada port 1.5 ...

Gambar 4.13 Hasil Pengamatan pada port 1.6 ...

Gambar 4.14 Hasil Pengamatan pada port 1.7 ...

Gambar 4.15 Pengamatan Gelombang Keluaran pada Port 1.0 dan Port 1.4

pada Pemancar ...

Gambar 4.16 Hasil Pengamatan pada port 1.0 ...

Gambar 4.17 Hasil Pengamatan pada port 1.4 ...

Gambar 4.18 Hasil Pengamatan pada port 1.5 ...

Gambar 4.19 Hasil Pengamatan pada port 1.6 ...

Gambar 4.20 Hasil Pengamatan pada port 1.7 ...

Gambar 4.21 Pengamatan Gelombang Keluaran pada Port 1.0 dan Port 1.4

(17)

xvii

Gambar 4.24 Hasil penambahan data ...

Gambar 4.25 Pemanggilan data dan pengisian ...

Gambar 4.26 Hasil perubahan pada no identitas 011001100 ...

Gambar 4.27 Hasil perubahan database pada no identitas 011001100 ...

Gambar 4.28 Hasil pencarian menggunakan pilihan jenis kelamin “Perempuan” ...

Gambar 4.29 Hasil pencarian menggunakan pilihan jenis kelamin “Laki-laki” ...

Gambar 4.30 Hasil pencarian jika menggunakan nomor “114” dari no “055114032” ...

Gambar 4.31 Penghapusan data ...

Gambar 4.32 Data 01 1001 100 hilang ...

Gambar 4.33 Laporan harian ...

Gamber 4.34 Tampilan bila data tidak ada ...

Gambar 4.35 Laporan bulanan ...

(18)

xviii

Tabel 2.1 Fungsi lain P1.0 dan P1.1 ...

Tabel 2.2 Fungsi khusus Port 3 ...

Tabel 2.3 Konfigurasi data untuk inisialisasi[6] ...

Tabel 2.4Pin I/Omodul Transceiver 2,4 GHz[7] ...

Tabel 2.5 Pin-pin DB9 ...

Tabel3.1 Struktur direktori dan fungsinya ...

Tabel 4.1 Hasil Pengujian Hardware Mikrokontroler ...

Tabel 4.2 Hasil Pengujian Rangkaian Pengubah ...

(19)

xix PROGRAM PENGUJIAN KONEKSI KOMPUTER

KE MIKROKONTROLER ... PROGRAM PENGUJIAN KONEKSI MIKROKONTROLER

KE KOMPUTER ... PROGRAM PENGUJIAN PENGIRIMAN NILAI DATA DITENTUKAN ... PROGRAM MODUL PEMANCAR ... PROGRAM MODUL PENERIMA ... PERANCANGAN HARDWARE ... PERANCANGAN SOFTWARE ...

DATASHEET ...

Lampiran 1

(20)

1

PENDAHULUAN

1.1

Judul

Pengirim dan Penampil Data pada Presensi Nirkabel

1.2

Latar Belakang

Pencatatan daftar kehadiran karyawan atau presensi pada instansi-instansi memiliki beragam bentuknya. Ada yang secara manual menggunakan tenaga manusia ataupun secara otomatis dengan menggunakan teknologi yang ada. Perkembangan teknologi elektronika masa kini lebih mengarah pada timbulnya kecenderungan untuk membuat kegiatan manusia menjadi lebih mudah dan praktis, salah satunya dalam hal komunikasi data. Dalam komunikasi data, terdapat dua macam teknik komunikasi yaitu dengan menggunakan kabel atau tanpa kabel.

Komunikasi tanpa kabel (nirkabel) atau disebut wireless adalah teknologi yang menghubungkan dua piranti untuk bertukar data tanpa media kabel. Data dipertukarkan melalui media cahaya tertentu (seperti teknologi infra merah pada TV) atau dengan gelombang radio melalui udara (seperti bluetooth pada komputer dan ponsel) dengan frekuensi tertentu. [1]

Kelebihan teknologi ini adalah menghilangkan penggunaan kabel yang bisa mengganggu estetika dan menghilangkan kerumitan saat pemasangan. Selain itu, teknologi nirkabel memungkinkan pengguna untuk dengan mudah memindah-pasangkan alat di tempat yang diinginkan dengan batasan maksimal dari jangkauan komponen yang digunakan.

Salah satu komponen pada teknologi komunikasi nirkabel adalah

transceiver. Transceiver adalah sebuah perangkat elektronik yang dapat digunakan untuk menghubungkan sebuah komputer ke sebuah jaringan dengan teknologi

baseband sehingga komputer tersebut dapat mentransmisikan dan menerima sinyal di dalam jaringan tersebut. [1]

(21)

dikarenakan pada kebanyakan komputer sekarang hanya disediakan port serial dan usb (Universal Serial Bus) saja sedangkan port paralel sudah mulai dihilangkan. Selain itu, saat ini penggunaan mikrokontroler semakin populer. Kebanyakan mikrokontroler sudah dilengkapi dengan SCI (Serial Communication Interface) yang dapat digunakan untuk komunikasi dengan port serial komputer.

Dalam penulisan tugas akhir ini, pengiriman data digital yang dilakukan adalah dengan menggunakan metode pengiriman secara serial. Pada pengiriman data secara serial, data dikirim satu persatu, bergantian perbit data. Keunggulan pengiriman data secara serial dibanding paralel adalah lebih menghemat jalur data karena pada pengiriman data secara paralel, data dikirimkan sekaligus bersama-sama.

Untuk dapat mengirimkan data serial melalui udara diperlukan suatu device yang dapat melakukan proses penumpangan data serial digital ke frekuensi pembawa dengan frekuensi yang lebih tinggi untuk kemudian dipancarkan ke udara. Salah satu contoh alat yang dapat melakukan hal tersebut adalah modul transceiver DX-24. Modul tersebut dapat mengirimkan dan menerima data serial melalui media udara, dengan kecepatan 1Mbps atau 250Kbps dengan range frekuensi 2.4-2.524 GHz.[2]

Karena alasan tersebut maka pada penulisan tugas akhir ini digunakan modul transceiver DX-24 yang berfungsi sebagai pengirim dan penerima data dari dan ke mikrokontroler. Penggunaan modul transceiver DX-24 diharapkan dapat mempermudah presensi karyawan pada instansi-instansi yang ada.

1.3

Rumusan Masalah

Di dalam penulisan ini, penulis telah menyusun beberapa masalah yang berkaitan dengan Pengirim dan Penampil Data pada Presensi Nirkabel:

1. Bagaimana mengolah data yang besarnya 9 digit desimal?

2. Bagaimana cara mengirimkan data serial dari pemancar ke penerima? 3. Bagaimana menyelaraskan pengiriman data dari pemancar ke penerima? 4. Bagaimana cara mengolah data masukan dan keluaran pada mikrokontroler? 5. Bagaimana cara menghubungkan mikrokontoler dengan komputer

(22)

1.4

Batasan Masalah

Pada penulisan Tugas Akhir mengenai Pengirim dan Penampil pada Presensi Nirkabel ini, dibuat batasan masalah yang terdiri dari:

1. Merupakan modul pengirim dan modul penerima DX-24.

2. Mengirimkan, menerima serta menampilkan data identitas karyawan.

3. Jumlah digit karyawan adalah sembilan (9) angka desimal dan data dikirimkan secara serial.

4. Sistem kendali pengiriman dan penerimaan data dirancang menggunakan mikrokontroler AT89S51.

5. Pada bagian penerima, output ditampilkan ke komputer menggunakan software Visual Basic 6.0.

Sehingga apabila digambarkan menggunakan diagram blok, akan tampak seperti gambar 1.1 berikut ini:

Gambar 1.1 Diagram blok keseluruhan rangkaian

Dalam pembuatan tugas akhir ini, penulis memberi batasan pada pengirim, penerima, dan penampil saja. Sehingga pada bagian pembaca barcode, penulis tidak membahasnya dalam penyusunan tugas akhir ini.

1.5

Tujuan dan Manfaat

Perancangan ini bertujuan untuk menghasilkan alat dan software yang dapat digunakan untuk mengirimkan, menerima, serta menampilkan data presensi karyawan secara nirkabel. Masukan dari alat ini adalah data yang diterima secara serial sehingga nantinya alat ini dapat digabungkan dengan alat lainnya yang berbasiskan pengiriman data secara serial yaitu pembaca barcode.

Sedangkan manfaat pembuatan Tugas Akhir ini adalah :

1. Dapat mengirimkan, menerima, serta menampilkan kode data identitas karyawan yang berisi sembilan digit desimal.

Pembaca

barcode Mikrokontroler

Modul Pemancar Modul Penerima

(23)

2. Mempermudah sistem presensi sehingga dapat mengefisienkan waktu dan mempermudah peletakan saat pemasangan.

3. Dapat digunakan sebagai salah satu aplikasi presensi untuk perpustakaan, perusahaan, apotik, supermarket, dan lain-lain.

4. Memberikan tambahan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga bisa dimanfaatkan lebih lanjut demi kepentingan bersama.

1.6

Metodologi Penelitian

Penulisan skripsi ini menggunakan metode :

1. Studi pustaka mengenai permasalahan yang ada menggunakan buku-buku dan jurnal-jurnal serta mempelajari cara kerja dan cara merencanakan serta membuat alat tersebut.

2. Perancangan perangkat keras dan perangkat lunak.

Perancangan perangkat keras meliputi pembuatan rangkaian pemancar dan rangkaian penerima serta menghubungkannya dengan komputer menggunakan kabel serial, sedangkan perancangan perangkat lunak meliputi pembuatan program pengendali pengiriman dan penerimaan, program penampil pada komputer.

3. Pembuatan peralatan untuk setiap bagian dari sistem serta diuji kesesuaiannya dan disusun sebagai satu kesatuan utuh.

4. Pengujian alat.

Pengujian alat dalam tugas akhir ini menggunakan masukan dari komputer lain. Komputer tersebut nantinya akan dihubungkan ke mikrokontroler menggunakan kabel serial RS232. Program pada komputer yang digunakan dibuat agar bisa mengirimkan data serial sebesar 9 digit desimal. Hal ini dimaksudkan sebagai pengganti pembaca barcode yang dibuat secara terpisah. 5. Analisis data yang diperoleh dari pengujian alat.

(24)

5

BAB II

DASAR TEORI

2.1. Mikrokontroller AT89S51

AT89S51 adalah mikrokontroller 8 bit yang dibuat dengan teknologi

nonvolatile memory oleh Atmel, sebuah perusahaan yang menguasai teknologi flash

memory. Mikrokontroler ini dilengkapi dengan 4 Kbyte flash PEROM

(Programmable and Eraseable Read Only Memory).

Teknologi flash memory ini memungkinkan untuk dilakukan penyimpan program dalam media penyimpanan internal, membaca program yang telah disimpan, menghapus maupun memprogram kembali dengan lebih mudah dan cepat. Mikrokontroler ini mempunyai kemampuan hapus/tulis kurang lebih 1000 kali, hal ini membuat mikrokontroler ini menjadi lebih fleksibel untuk digunakan dalam berbagai sistem terutama sistem yang akan terus dikembangkan. Mikrokontroler AT89S51 merupakan anggota keluarga MCS–51, sebuah keluarga mikrokontroler yang dipelopori oleh perusahaan intel dengan memproduksi mikrokontroler 8051. [3]

2.1.1.Fitur Yang Dimiliki AT89S51

Fasilitas yang dimilki mikrokontroler ini antara lain 4 Kbyte ROM, 128 Byte RAM, 4 buah I/O Port masing – masing 8 bit, 2 buah timer 16 bit, Serial interface, 64 Kbyte External Data Memory Spaces, Boolean processor (pada operasi bit), dan 210 lokasi yang dapat dialamati per bit.

2.1.2 Fungsi Masing-masing Pin AT89S51

(25)

Gambar 2.1 Susunan Pin AT89S51

Nama dan fungsi pin pada mikrokontroler AT89S51, antara lain: 1. VCC – Pin 40

Berfungsi sebagai sumber tegangan +5V. 2. GND – Pin 20

Berfungsi sebagai pentanahan (ground). 3. PORT 0 - Pin 1 sampai Pin 8

Port 0 adalah masukan/keluaran 8 bit dengan nama P0.0-P0.7. Jenisnya cerat terbuka masukan dua arah (open drain bi directional I/O port). Jika Port 0 berlogika 1, maka dapat digunakan sebagai masukan yang mempunyai impedansi tinggi. Port 0 membutuhkan resistor pullup untuk melakukan fungsi sebagai multipleks antara byte alamat rendah (A0-A7) dan data (D0-D7) pada saat mengakses memori program atau data eksternal dan sebagai masukan byte kode program selama pemrograman flash memori (memori program internal atau onchip) dan keluaran saat verifikasi.

4. PORT 1 - Pin 32 sampai Pin 39

Port 1 adalah masukan/keluaran 8 bit dengan nama masing-masing P1.0-P1.7 yang bersifat dua arah. Port 1 sudah dipasang resistor pullup secara internal. Jika logika satu dituliskan pada Port 1, maka keluaran akan berlogika satu dan dapat digunakan sebagai masukan. Tabel 2.1 menunjukkan fungsi lain dari port 1.0 dan port 1.7.

(26)

Tabel 2.1 Fungsi lain P1.0 dan P1.1

Pin Fungsi

P1.0 T2 (masukan pencacah eksternal ke Timer/Counter 2) keluaran clock. P1.1 T2EX (Timer/Counter reload trigger dan kendali arah)

5. PORT 2 - Pin 21 sampai Pin 28

Port 2 sama dengan Port 1 yaitu masukan/keluaran 8 bit dengan nama masing-masing P2.0-P2.7 yang bersifat dua arah. Port 2 sudah dipasang resistor pullup

secara internal. Jika logika satu dituliskan pada Port 2, maka keluaran akan berlogika satu dan dapat digunakan sebagai masukan.

Fungsi lain Port 2:

• Sebagai byte alamat tinggi (A8-A15) pada saat menjalankan program pada memori program eksternal dan mengakses data pada memori data eksternal dengan menggunakan pengalamatan 16bit (instruksi MOVX @DPTR). Sedangkan jika menggunakan pengalamatan 8 bit (instruksi MOVX @RI) maka Port 2 berisi SFR P2.

• Sebagai bit alamat atas (A8-A12) dan kendali saat pemograman memori flash internal dan verifikasi.

6. PORT 3 - Pin 10 sampai Pin 17

Port 3 sama dengan Port 1 dan Port 2 yaitu masukan/keluaran 8 bit dengan nama masing-masing P3.0-P3.7 yang bersifat dua arah. Port 3 sudah dipasang resistor pullup secara internal. Jika logika satu dituliskan pada Port 3, maka keluaran akan berlogika satu dan dapat digunakan sebagai masukan. Fungsi lain dari Port 3 adalah sebagai masukan signal kendali pada saat pemrograman memori flash dan verifikasi. Fungsi khusus pada port 3 dapa dilihat pada tabel 2.2.

Tabel 2.2 Fungsi khusus Port 3

Pin Fungsi

P3.0 RXD (port masukan serial) P3.1 TXD (port keluaran serial)

(27)

Tabel 2.2 (lanjutan) Fungsi khusus Port 3

Pin Fungsi

P3.3 INT1 (interupsi eksternal 1, aktif rendah) P3.4 T0 (masukan eksternal timer 0)

P3.5 T1 (masukan eksternal timer 1)

P3.6 WR (signal tulis untuk memori eksternal, aktif rendah) P3.7 RD (signal baca untuk memori eksternal, aktif rendah)

7. RST – Pin 9

Berfungsi sebagai masukan reset. Jika RST diberi logika tinggi dalam waktu 2 siklus mesin, maka mikrokontroler akan direset.

8. ALE/PROG – Pin 30

Signal Address Latch Enable (ALE) digunakan untuk mengaktifkan IC latch

agar data alamat rendah disimpan. ALE aktif ketika mengakses program

eksternal. Pin ini juga digunakan untuk memberikan pulsa pemrograman memori flash eksternal.

9. PSEN (Program Store Enable) – Pin 29

PSEN adalah keluaran signal strobe untuk membaca kode program. 10.EA/Vpp (Eksternal Access Enable) - Pin 31

EA harus dihubungkan ke ground (GND) jika semua program diakses dari memori program eksternal yang dimulai dari alamat 0x0000 sampai dengan 0xFFFF. Apabila program yang akan dieksekusi berasal dari memori program internal dan eksternal, maka EA dihubungkan dengan VCC. Pin EA juga digunakan sebagai masukan tegangan pemrograman ketika akan memprogram memori flash.

11.XTAL1 - Pin 18 merupakan input untuk kristal clock. 12.XTAL2 - Pin 19 merupakan input untuk kristal clock.

2.1.3 Organisasi Memori AT89S51

(28)

2.1.3.1 Memori Data

Memori data adalah memori yang digunakan untuk menyimpan data sementara ketika program dijalankan. Memori ini bersifat sementara karena data akan hilang jika catu daya dimatikan(nonvolatile). Memori ini dibagi menjadi dua yaitu RAM internal dan SFR (Special Function Register).[4]

2.1.3.1.1 RAM Internal

RAM internal berfungsi sebagai penyimpan variabel data yang bersifat sementara (volatile). RAM internal terdiri atas Register Bank, Bit Addressable

RAM, General Purphose RAM. RAM internal digunakan untuk memori data. Sifat dari RAM ini yaitu data yang disimpan di dalamnya akan hilang ketika catu daya dimatikan (nonvolatile). Gambar 2.2 mengilustrasikan peta memori RAM [4]

Gambar 2.2 Peta memory RAM

a) Register Banks

Mikrokontroler MCS51 memiliki 4 buah Bank, setiap bank

mempunyai 8 buah register (R0 . . . R7).

• Bank 0 pada alamat 00h – 07h; merupakan bank default • Bank 1 pada alamat 08h – 0Fh;

(29)

b) Bit Addressable RAM

Area RAM pada alamat 20h – 2Fh dapat diakses secara bit (bit addressable), sehingga dengan sebuah instruksi setiap bit dalam area ini dapat dilakukan pengaksesan (setb, clear dll). Dengan adanya pengaksesan bit pada area ini dapat dilakukan manipulasi bit hanya dengan 1 instruksi saja.

c) General purphose RAM

Area memory ini berawal pada alamat 30h – 7Fh. Memori ini dapat diakses dengan pengalamatan langsung dan tak langsung. Fungsinya sebagai tempat penulisan sementara yang kemudian dapat diambil jika dibutuhkan. [3]

2.1.3.1.2 SFR (Special Function Register)

Special Functions Register (SFR) seperti yang ditunjukan pada gambar 2.3 yaitu register dengan fungsi khusus yang disediakan sebagai fasilitas pada keluarga MCS51 seperti timer/counters, port I/O, accumulator, PSW, DPTR,

Interupt, serial communication dan lain – lain. Mikrokontroler AT89S51 memilki 12 SFR yang terletak pada alamat 80h – FFh yang sebagian dapat dialamati per-bit dan sebagian lain tidak bisa. [3]

(30)

SFR dipakai untuk mengatur perilaku mikrokontroler yang berisi register

dasar, register data input/output dan status register. Register data untuk menulis program, register data input/output untuk menyimpan data pada port tertentu, register status berguna untuk mengatur kerja timer (TCON), serial control (SCON), dan interupt (IE dan IP).

Register dasar memiliki beberapa register diantaranya Program Counter

(PC), Accumulator (A), Stack Pointer (SP), Program Status Word (PSW). Pada keluarga MCS51 memilik register B dan data Pointer Register (DPTR).

1. Program Counter (PC) yaitu register 16 bit yang berisi alamat yang akan dikerjakan, saat reset PC bernilai $0000. Nilai PC akan bertambah 1 setelah prosesor mengambil instruksi 1 Byte.

2. Accumulator (A) yaitu register untuk menampung data. Register ini mempunyai fungsi yang sangat luas unruk operasi aritmatik maupun logika dan bisa diakses perbit (bit addressable).

3. Stack Pointer (SP) yaitu register yang digunakan untuk menyimpan sementara dari nilai PC sebelum subroutine dijalankan. Saat selesai mengerjakan subroutine nilai PC akan dikembalikan dengan cara mengambil stack pointer.

4. Program Status Word (PSW) pada gambar 2.4 yaitu register 8 bit yang terdiri atas bit CY, AC, F0, RS0, RS1, OV, dan O. Register ini digunakan untuk menyimpan informasi status prosesor, dan bit ke 1 tak digunakan.

Gambar 2.4Program Status Word (PSW)

fungsi – fungsi bit pada PSW yaitu:

CY : carry setelah operasi aritmatika

AC : auxiliary carry setelah operasi aritmatika

FO : flag yang berfungsi umum RS1, RS2 : untuk memilih bank register

OV : Overflow setelah operasi aritmatika

(31)

5. Register B digunakan untuk membantu accumulator.

6. Data Pointer Register (DPTR) yaitu register 16 bit yang terletak pada alamat 82h dan 83h yang digunakan untuk mengakses kode operasi (Op-code) dari memori eksternal dan sebagai operasi tabel tengok (Look Up table). Register ini dibagi menjadi data pointer high byte

(DPH) dan data pointer low byte (DPL) yang masing – masing 8 bit.

2.1.3.2 Memori Program

Memori program merupakan memori yang digunakan untuk menyimpan kode program dan konstanta yang sifatnya tetap. Memory program bersifat hanya baca (Read Only Memory – ROM) dalam artian ketika sedang eksekusi program, memori ini hanya dapat dibaca saja tidak dapat dirubah isinya.[5]

2.1.4 Rangkaian Oscillator

Pada mikrokontroler AT89S51 mempunyai oscillator internal (on-chip

oscillator) yang digunakan sebagai sumber clock CPU. Untuk dapat

menggunakannya perlu ditambahkan sebuah rangkaian sederhana menggunakan sebuah Kristal dan dua buah kapasitor (C1 dan C2) seperti pada gambar 2.5. [3]

Gambar 2.5 Rangkaian Oscillator.

2.1.5 Mekanisme Reset

Reset bisa dikendalikan secara manual dan automatic, saat reset maka nilai

(32)

Gambar 2.6 Rangkaian Reset.

Pada gambar 2.6, R1 digunakan untuk membuang muatan pada kapasitor (C) sesaat setelah tombol reset tertekan sehingga diperoleh tunda level high sekitar

2μdetik untuk mereset mikrokrontroler. [3]

Persamaan (2.1) digunakan untuk menghitung waktu reset. Persamaan untuk menghitung besarnya tegangan pada kaki reset digunakan persamaan (2.2).

(2.1) (2.2)

2.2

Modul DX-24

DX-24 adalah modul bantuan bagi sistem mikrokontroler yang digunakan melakukan komunikasi data dengan frekuensi 2.4GHz. Modul ini beroperasi pada jangkauan frekuensi 2,4 - 2,524 GHz dan kecepatan pengiriman data maksimal 1 Mbps. Agar tidak terjadi benturan dengan perangkat yang lain, modul ini memiliki 125 kanal frekuensi dimana pengaturan frekuensi tersebut dapat dilakukan secara digital (tanpa memutar trimpot/potensio seperti sistem analog) dengan waktu

pergantian antar channel < 200μs. Proses pengaturan secara digital tersebut dilakukan oleh sistem mikrokontroler dengan mengirimkan data-data tertentu pada modul ini secara 3 wire. Dalam 1 jalur frekuensi modul ini juga dapat diatur pengalamatannya hingga 40 bit sehingga dalam jalur frekuensi tersebut sejumlah 240 modul DX-24 dapat saling berkomunikasi. Modul ini mempunyai dua receiver

pada satu modul dan bekerja secara terpisah (independen). Built In decoder,

encoder, data buffer, komputasi CRC dan antena. Modul ini dapat bekerja dengan

(33)

Gambar 2.7 Modul DX-24

2.2.1

Konfigurasi Modul Transceiver 2,4 GHz

Modul Transceiver 2,4 GHz mempunyai dua mode kerja yaitu mode

shockburst dan mode direct dan satu mode konfigurasi. Prinsip pengiriman data dengan mode shockburst adalah dengan mengirimkandata oleh mikrokontroler unit ke modul TRF-2,4 GHz dengan kecepatan tertentu sesuai kebutuhan. Data tersebut ditampung pada internal FIFO buffer lalu dikirimkanmelalui RF dengan kecepatan 1 Mbps. Proses pengiriman data digital yang berasal dari mikokontroler berjalan dengan kecepatan rendah, sedangkan pengiriman data RF berjalan pada kecepatan tinggi. Sehingga dengan memaksimalkan kecepatan pengiriman data pada jalur RF, maka mode shockburst dapat mengurangi konsumsi daya rata-rata. Selain itu, mode ini menyebabkan semua proses pengolahan sinyal berkecepatan tinggi menjadi ditangani oleh protokol RF modul, sehingga tidak diperlukan mikrokontroler berkecepatan tinggi untuk pengolahan sinyal.

Agar modul dx-24 dapat bekerja. Perlu dilakukan proses inisialisasi, baik untuk mode kerja shockburst maupun mode kerja direct. Penjelasan konfigurasi dapat dilihat pada data sheet modul TRF-2,4 GHz. Inisialisasi dilakukan dengan mengirimkan konfigurasi data ke modul DX-24. Tabel 2.3 menunjukkan bentuk konfigurasi data untuk inisialisasi modul DX-24.

Persamaan yang digunakan untuk menentukan kanal RF pada pemancar ditunjukkan pada persamaan (2.3). Persamaan untuk menghitung frekuensi kanal pada penerima kanal 1 dengan menggunakan persamaan (2.4), sedangkan untuk penerima kanal 2 dengan menggunakan persamaan (2.5).

(34)

Tabel 2.3 Konfigurasi data untuk inisialisasi[6]

2.2.2

Pin I/O Modul Transceiver 2,4 GHz

Fungsi dari tiap Pin I/O modul Transceiver 2,4 GHz seperti terlihat pada tabel 2.4 adalah sebagai berikut:

CS : Chip Select berfungsi untuk mengaktifkan pengaturan konfigurasi DX-24.

CE : Chip Enable berfungsi untuk mengaktifkan pemancar/penerima pada DX-24.

CLK1 : Clock input untuk TX atau RX kanal 1. DATA1 : RX data untuk kanal 1 atau TX data input. DR1 : Indikator data telah diterima pada RX kanal 1. CLK2 : Clock input untuk RX kanal 2.

DATA2 : RX data untuk kanal 2.

(35)

Tabel 2.4Pin I/O modul Transceiver 2,4 GHz[7]

(a) Tampak Bawah (b) Tampak Atas

Gambar 2.8 Pin pada DX-24

2.3

Komunikasi Serial menggunakan RS232 dengan 9 pin

(36)

Gambar 2.9 RS232C dengan 9 pin

Informasi mengenai pin-pin DB9 dapat dilihat pada tabel 2.5 :

Tabel 2.5 Pin-pin DB9

No. Pin Nama Pin

1 Carrier Detect

2 Receive Data (RD)

3 Transmitted Data (TD)

4 Data Terminal Ready (DRT)

5 Signal Ground (GND)

6 Data Set Ready (DSR)

7 Request to Send (RTS)

8 Clear to Send (CTS)

9 Ring Indicator

Pin-pin tersebut dapat dibagi menjadi tiga kelompok fungsi, yaitu: 1. Data Signals (Pin : 2 dan 3)

1.1 Transmited Data (TD)

Ditujukan oleh penerima dan data dibangkitkan oleh pengirim. 1.2 Receive Data (RD)

Ditujukan pada pengiriman dan penerimaan data oleh penerima. 2. Control Signals (Pin : 1, 4, 6, 7, 8, dan 9)

2.1 Request to Send (RTS)

Ditujukan pada penerima, dan pengirim menegaskan bahwa akan mengirim data pada penerima

2.2 Clear to Send (CTS)

(37)

2.3 Data Set Ready (DSR)

Ditujukan pada pengirim, dan penerima siap untuk operasi.

2.4 Data Terminal Ready (DTR)

Ditujukan pada penerima, dan pengirim siap untuk beroperasi. 2.5 Ring Indicator (RI)

Ditujukan pada pengirim, yang menandakan bahwa penerima menerima sinyal dering pada kanal komunikasi.

2.6 Carrier Detect (CD)

Ditujukan pada pengirim, yang menandakan bahwa penerima menerima sinyal carrier.

3. Ground (Pin : 5)

Merupakan titik nol (ground) yang selanjutnya akan dihubungkan dengan

ground bersama pada catu daya yang digunakan.

2.4

Pemrograman Visual Basic

Microsof Visual Basic® adalah bahasa pemrograman yang digunakan untuk membuat aplikasi windows yang berbasis grafis (GUI – Graphical UserInterface). Visual Basic merupakan event-driven programming (pemrograman terkendali kejadian) artinya program menunggu sampai adanya respon dari pemakai berupa kejadian tertentu (tombol diklik, menu dipilih, dan lain-lain). Ketika kejadian terdeteksi, kode yang berhubungan dengan event (prosedur event) akan dijalankan.

2.4.1

Langkah – langkah untuk Mengembangkan Aplikasi

(38)

Gambar 2.10 Jendela pemilihan Project

2.4.2

Tampilan Layar Visual Basic

(39)

Berikut ini adalah keterangan dari gambar 2.11 :

Main Window (jendela utama) terdiri dari title bar (baris judul), menu bar, dan

toolbar. Baris judul berisi nama proyek, mode operasi Visual Basic sekarang dan form aktif. Menu bar merupakan menu drop-down yang dapat mengontrol operasi dari lingkungan Visual basic. Toolbar berisi kumpulan gambar yang mewakili perintah yang ada di menu. Jendela utama juga menampilkan lokasi dari form yang aktif relatif terhadap sudut kiri atas layar (satuan ukurannya

twips), juga lebar dan panjang dari form yang aktif.

Form Windows (Jendela Form) adalah pusat dari pengembangan aplikasi Visual Basic. Di sinilah tempat menggambar aplikasi.

• Jendela Kode Editor

Jendela kode editor secara umum berguna untuk menuliskan listing program dalam pembuatan suatu aplikasi.

Project Windows (Jendela Proyek) menampilkan daftar form dan modul proyek. Proyek merupakan kumpulan dari modul form, modul class, modul standar, dan file sumber yang membentuk suatu aplikasi.

Toolbox adalah kumpulan dari objek yang digunakan untuk membuat user

interface serta kontrol bagi program aplikasi.

• Propertis Windows (Jendela Properti) berisi daftar struktur setting properti yang digunakan pada sebuah objek terpilih. Kotak drop-down pada bagian atas jendela berisi daftar semua objek pada form yang aktif. Ada dua tab tampilan:

Alphabetic (urut abjad) dan Catagorized (urut berdasar kelompok). Di bagian bawah kotak terdapat properti dari obyek terpilih.

Form Layout Windows (Jendela Layout Form) menampilkan posisi form relatif terhadap layar monitor.

2.5

Microsoft SQL Server

Microsoft SQL Server merupakan salah satu produk DBMS (Database Management System) yang dibuat oleh Microsoft. Microsoft SQL Server memiliki fitur untuk mengelola database, antara lain :

(40)
(41)

22

BAB III

RANCANGAN PENELITIAN

Perancangan sistem Penerima dan Penampil pada Presensi Nirkabel terdiri dari 2 bagian, yaitu : bagian perancangan perangkat keras dan bagian perancangan perangkat lunak. Bagian perangkat keras meliputi : mikrokontroler AT89S51, modul DX-24, dan kabel serial RS232. Bagian perangkat lunak meliputi : program yang digunakan sebagai penampil dari data yang telah dikirim.

3.1

Diagram Blok

Diagram blok berikut merupakan rancangan keseluruhan dari sistem Penerima dan Penampil pada presensi nirkabel.

Gambar 3.1 Diagram blok modul pemancar

Gambar3.2 Diagram blok modul penerima

Pada diagram modul pemancar yaitu gambar 3.1, bagian input ke mikrokontroler berupa data serial 9 digit desimal, IC mikrokontroler AT89S51 sebagai IC pengatur pengiriman data, dan output berupa modul DX-24 sebagai pemancar sinyal serta penerima. Di dalam tugas akhir ini, data masukan berasal dari data serial yang dikirimkan dari pembaca barcode dan penulis tidak membahas pembaca barcode, penulis memberi batasan hanya pada pengirim, penerima serta penampil pada presensi nirkabel saja.

Mikrokontroler AT89S51

Modul dx-24 (pemancar)

Pembaca Barcode

Modul dx-24 (penerima)

Mikrokontroler

(42)

Pada diagram blok modul penerima seperti terlihat pada gambar 3.2, input

berasal dari modul DX-24 sebagai penerima signal, IC mikrokontroler AT89S51 sebagai pengolah data yang nantinya akan dikirimkan ke penampil pada komputer melalui kabel RS232.

3.2

Perancangan Perangkat Keras (Hardware)

Pada perancangan perangkat keras, rangkaian-rangkaian yang digunakan meliputi Rangkaian Reset pada Mikrokontroler, Rangkaian Osilator pada Mikrokontroler, Perancangan Mikrokontroler dengan Modul DX-24 sebagai Modul Pemancar dan Modul Penerima, dan Rangkaian Pengubah Level Tegangan TTL menjadi Level Tegangan RS232.

3.2.1 Rangkaian Reset pada Mikrokontroler

Rangkaian reset digunakan untuk mereset mikrokontroler pada saat catu daya dihidupkan. Keadaan reset pada mikrokontoler diperoleh apabila pin reset diberi logika tinggi.

Pada perancangan ini waktu reset menggunakan 100ms dengan menggunakan nilai kapasitor sebesar C = 10µF, maka dengan persamaan (2.1) diperoleh nilai Resistor sebagai berikut:

(43)

Gambar 3.3 Rangkaian reset pada mikrokontroler

3.2.2 Rangkaian Osilator pada Mikrokontroler

Mikrokontroler mempunyai rangkaian osilasi internal (on chip oscillator) yang dapat digunakan sebagai sumber clock pada CPU. Untuk dapat menggunakannya harus ditambahkan sebuah kristal dan dua buah kapasitor pada pin XTAL1 dan XTAL2 (pin 18 dan pin 19). Rangkaian osilator pada gambar 3.4 menggunakan kristal 12 Mhz dan dua buah kapasitor 30 pF sehingga frekuensi detak pada CPU adalah 12 Mhz.

(44)

3.2.3

Perancangan Mikrokontroler dengan Modul DX-24 sebagai Modul

Pemancar dan Modul Penerima

Modul yang digunakan pada perancangan adalah modul DX-24. Modul ini terdiri dari 8 bit data dan catu daya yang digunakan sebesar +5 volt. Konfigurasi yang digunakan pada modul DX-24 adalah konfigurasi shockburst. Konfigurasi ini menggunakan pin-pin yang sama yaitu CE (0b), CS (1b), CLK1 dan DATA1.

Pengiriman data menggunakan pin-pin CS (0b), CE (1b), CLK1 dan DATA1. Saat pengiriman data pada modul pemancar, DATA1 berfungsi sebagai

input bagi modul DX-24. Sedangkan modul penerima menggunakan pin-pin CS (0b), CE (1b), CLK1, DR1 dan DATA1. DR1 pada modul penerima berfungsi sebagai indikator ke mikrokontroler bahwa ada data yang telah diterima. DATA1 pada modul penerima sebagai output dari modul DX-24. Gambar 3.5 menunjukkan rangkaian antarmuka modul DX-24 dengan mikrokontroler.

Gambar 3.5 Rangkaian antarmuka modul DX-24 dengan mikrokontroler

3.2.4

Rangkaian Pengubah Level Tegangan TTL menjadi Level

Tegangan RS232

Rangkaian ini digunakan untuk menghubungkan komputer dengan mikrokontroler menggunakan port serial. Rancangan ini mengikuti konfigurasi dari

data sheet RS232.

(45)

penghubung dari mikrokontroler ke MAX232 pada bagian penerima, sedangkan pada bagian pengirim digunakan P1.1. Port T1IN disambungkan dengan konektor DB9. Sedangkan pada rangkaian pemancar, digunakan R1IN sebagai input data serial, sedangkan pada output menggunakan R1OUT. Rangkaian konfigurasi RS232 pada pemancar ditunjukan pada Gambar 3.7.

Gambar 3.6 Konfigurasi RS232 pada modul pemancar

Gambar 3.7 Konfigurasi RS232 pada modul penerima

3.3

Perancangan Perangkat Lunak (Software)

Sistem mikrokontroler AT89S51 dapat bekerja setelah program berhasil didownload. Program ini berisi instruksi-instruksi penyimpanan data pada memori

5Volt

(46)

yang terdapat di dalam mikrokontroler serta pengolahannya sehingga data dapat dikirim dan diterima melalui transceiver dan akhirnya ditampilkan. Perancangan program penampil pada Pengirim dan Penampil Presensi Nirkabel menggunakan

software Visual Basic 6.0.

Dalam perancangan perangkat lunak, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu pengolahan data input didalam mikrokontroler dan proses pengendaliannya sehingga data dapat ditampilkan sesuai dengan yang diinginkan.

1. Proses pengolahan data.

Pada proses pengolahan data, data masukan berupa 9 digit desimal yang dikirimkan secara serial.

2. Proses pengendalian.

3. Menampilkan nomor, nama, dan waktu masuk kantor serta waktu pulang kantor.

3.3.1 Format Data Serial pada Pengirim dan Penerima

Pada pengiriman dan penerimaan data, data sembilan digit dikirim sebanyak sembilan kali dengan besarnya pengiriman adalah persatu digit. Satu digit desimal yang dikirimkan merupakan simbol ASCII 8bit.

Pengiriman data dilakukan secara asinkron dimana penerima hanya perlu mendeteksi adanya start bit sebagai awal pengiriman data, selanjutnya komunikasi data terjadi antar dua buah shift register yang ada pada pengirim maupun penerima. Setelah 8 bit data diterima, maka penerima akan menunggu adanya stop bit sebagai tanda bahwa 1 byte data telah terkirim dan penerima telah siap menunggu pengiriman data berikutnya. Sesudah kesembilan digit desimal diterima, maka penerimaan akan berhenti. Hal ini juga berlaku pada pengiriman.

3.3.2 Inisialisasi Modul DX-24

(47)

Pengaturan konfigurasi DX-24 dengan cara mengaktifkan Chip Select (CS=1) dan tidak mengaktifkan Chip Enable (CE=0). Melakukan subrutin kirim_data pada modul pemancar dan melakukan subrutin terima_data pada modul penerima, kemudian melakukan pengecekan apakah 18 baris data konfigurasi yang sudah dikirimkan ke modul DX-24. Jika belum terpenuhi, program akan mengulangi lagi pengambilan data di memori program. Jika telah terpenuhi, maka program inisialisasi DX-24 selesai. Diagram alir program inisialisasi untuk pemancar dan penerima modul DX-24 ditunjukkan pada Gambar 3.8 dan 3.9.

Bentuk konfigurasi data pada modul DX-24 yang digunakan adalah sebagai berikut:

TABEL_INIT:

1. DB 10001110B ;143-136 2. DB 00001000B ;135-128 3. DB 00011100B ;127-120

4. DB 00001000B ;119-112 (DATA2_W) 5. DB 00001000B ;111-104 (DATA1_W) 6. DB 00000000B ;103-96 (ADDR2) 7. DB 00000000B ;95-88

8. DB 00000000B ;87-80 9. DB 01001000B ;79-72 10. DB 01001000B ;71-64

11. DB 00000000B ;63-56 (ADDR1) 12. DB 00000000B ;55-48

13. DB 00000000B ;47-40 14. DB 01000010B ;39-32 15. DB 01000010B ;31-24

16. DB 01000011B ;23-16 (ADDR_W,CRC_L,CRC_EN)

(48)

Penjelasan konfigurasi data pada modul DX-24 adalah sebagai berikut:

a) Panjang data untuk penerima kanal 1 (DATA1_W) adalah 08H, yaitu 8 bit data.

b) Panjang data alamat penerima kanal 1 (ADDR_W) adalah 010000b, yaitu 16 bit data.

c) Alamat penerima kanal 1 (ADDR2) adalah 4242H, dengan panjang data alamat (ADDR_W) adalah 16 bit.

d) Panjang data CRC (CRC_L) adalah 16 bit (CRC_L = 1). e) Sistem kalkulasi CRC aktif (CRC_EN = 1).

f) Sistem penerimaan hanya kanal 1 yang aktif (RX2_EN = 0). g) Mode kerja adalah shockburst (CM = 1 ).

h) Kecepatan data RF maksimal 1 Mbps (RF = 1).

i) Menggunakan frekuensi kristal 16 MHz (XO_F = 011b). j) RF OutputPower 0 dBm (RF_PWR = 11b).

k) Menggunakan frekuensi kanal 2410 MHz (RF_CH# = 0001010b). l) Bekerja sebagai pemancar (RXEN = 0b).

Pada penerima, konfigurasi data yang digunakan adalah sama, bedanya terletak pada bit ke 0 (RXEN yang bernilai 1b). Dengan menggunakan persamaan (2.1), dapat dihitung frekuensi kanal pemancar yang diinginkan. Nilai RF_CH# yang digunakan adalah 1010b = 10.

Channel_Tx = 2400 MHz + (RF_CH# × 1,0 MHz) Channel_Tx = 2400 MHz + (10 × 1,0 MHz) Channel_Tx = 2410 MHz

Dengan menggunakan persamaan (2.3), dapat dihitung frekuensi kanal penerima 1. Nilai RF_CH# yang digunakan adalah 1010b = 10.

(49)

Gambar 3.8 Diagram alir subrutin inisialisasi modul pemancar DX-24

Gambar 3.9 Diagram alir subrutin inisialisasi modul penerima DX-24

3.3.3 Diagram Alir Program Utama Pemancar pada Modul Pemancar

Setelah program melakukan subrutin inisialisasi modul DX-24 dan inisialisasi port yang digunakan. Program akan membaca data masukan dari komputer. Data yang dikirimkan sebanyak 9 digit desimal yang dikirimkan secara

Mulai

Berikan nilai 0b pada semua pin DX-24

Berikan nilai 18 untuk jumlah baris data konfigurasi

Ambil alamat memori program untuk data konfigurasi

Ambil data di memori program

Selesai

Tidak

Aktifkan konfigurasi DX-24

Naikan nilai alamat memori program

Apakah baris data konfigurasi = 18 baris

data? Ya Subrutin terima_data A A Mulai

Berikan nilai 0b pada semua pin DX-24

Berikan nilai 18 untuk jumlah baris data konfigurasi

Ambil alamat memori program untuk data konfigurasi

Ambil data di memori program

Selesai

Tidak

Aktifkan konfigurasi DX-24

Naikan nilai alamat memori program

Apakah baris data konfigurasi = 18 baris

data?

Ya

Subrutin kirim data

A

(50)

serial. Kemudian program akan melaksanakan proses pengiriman data ke modul penerima dengan cara mengaktifkan modul DX-24 sebagai pemancar.

Modul DX-24 akan bekerja sebagai pemancar, jika Chip Enable aktif (CE=1) dan Chip Select tidak aktif (CS=0) kemudian mengerjakan subrutin kirim_data. Subrutin ini berfungsi mengirimkan data ke modul penerima. Jika subrutin kirim_data sudah selesai dikerjakan, maka program pengiriman data pada modul DX-24 sebagai pemancar telah selesai. Diagram alir program utama sebagai modul pemancar ditunjukkan pada Gambar 3.10.

Gambar 3.10 Diagram alir program utama mikrokontroler sebagai modul pemancar

Pada subrutin kirim_data, besarnya data yang dikirimkan ada 9 digit desimal. Data dikirimkan perdigit hingga kesembilan digit tersebut selesai terkirim. Data yang diambil yaitu perdigit dimulai dari digit paling besar hingga yang terkecil kemudian clock diubah menjadi logika tinggi (CLK=1).

Program berikutnya kembali mengubah clock menjadi logika rendah (CLK=0) dan hilangkan bit data. Kemudian dicek apakah data sudah dikirim ke modul DX-24. Jika belum dikirim, maka akan mengulangi dari langkah awal sampai semua data yang dikirim ke modul DX-24 terpenuhi. Setelah terpenuhi, proses subrutin kirim_data telah selesai. Diagram alir subrutin pengiriman data ditunjukkan pada Gambar 3.11.

Mulai

Subrutin kirim_data

Selesai Aktifkan DX-24 sebagai pemancar Inisialisasi modul

(51)

Gambar 3.11 Diagram alir subrutin pengiriman data ke modul DX-24 (Subrutin kirim_data)

3.3.4 Diagram Alir Program Utama Penerima pada Modul Penerima

Pertama kali program akan melakukan insialisasi DX-24 dengan mengaktifkan modul DX-24 sebagai penerima. Modul DX-24 berfungsi sebagai penerima jika bit CE (Chip Enable) diaktifkan (CE=1) dan bit CS (Chip Select) tidak diaktifkan (CS=0). Setelah itu, program akan memeriksa apakah ada data masukan dari modul DX-24. Jika tidak ada, maka program akan mengulang lagi prosedur dari pengaktifan modul DX-24 sebagai penerima. Jika ada data masukan dari modul DX-24, maka program melakukan subrutin terima_data. Kemudian mengubah clock menjadi logika rendah (CLK=0). Langkah berikutnya adalah dengan melakukan subrutin port serial. Gambar 3.12 menunjukkan diagram alir program utama pada modul penerima.

Mulai

Jumlah data = 9 digit desimal

Berikan logika 0 pada clock

Ambil data

Berikan logika 1 pada clock

Berikan logika 0 pada clock dan bit data

Apakah sudah ada data yang dikirim?

Selesai

Tidak

(52)

Gambar 3.12 Diagram alir program utama penerima pada modul penerima

Gambar 3.13 Diagram alir subrutin penerimaan data ke modul DX-24 (Subrutin terima_data)

Mulai

Jumlah data = 9 digit desimal

Berikan logika 0 pada clock

Ambil data

Berikan logika 1 pada clock

Berikan logika 0 pada clock dan bit data

Apakah diterima semua?

Selesai

Tidak

Ya

Aktifkan dx-24 sebagai penerima

Selesai

Berikan logika 0 pada clock

Subrutin port serial

Subrutin terima_data Mulai

Apakah ada indikasi penerimaan data dx-24?

Ya

Subrutin inisialisasi dx-24 dan port

Tidak

A

(53)

3.3.5

Diagram Alir Subrutin Penerimaan Data melalui Port Serial

Penerimaan data serial dari komputer ke mikro melibatkan register serial buffer dan akumulator. Data hasil penerimaan dari komputer akan dipindahkan ke akumulator, kemudian data pada akumulator akan dikirimkan per-bit oleh transceiver sebanyak 8bit. Apabila terdapat penerimaan lagi dari komputer maka akumulator akan terisi lagi oleh data dari serial buffer.

Gambar 3.14 Diagram alir subrutin portserial ke mikro

3.3.6

Diagram Alir Subrutin Pengiriman Data melalui Port Serial.

Pengiriman data serial melibatkan register serial buffer dan akumulator. Data hasil pengolahan data akan dipindahkan ke akumulator, kemudian data pada akumulator akan disalin ke serial buffer (Sbuf).

Gambar 3.15 Diagram alir subrutin mikro ke portserial

Mulai

Pindahkan isi Akumulator ke Sbuf

Data telah dikirim semua?

Selesai

Tunggu hingga semua data terkirim Tidak

Ya

Mulai

Pindahkan isi sbuf ke Akumulator

Data telah dikirim semua?

Selesai

Tunggu hingga semua data terkirim

Tidak Ya Data baru Ya

(54)

3.3.7 Perancangan Software pada Visual Basic 6.0

Persiapan yang perlu dilakukan sebelum pembuatan program adalah dengan melakukan penataan letak file seperti terlihat pada gambar 3.16.

Gambar 3.16 Struktur direktori dan sub direktori untuk penyimpanan

Pada gambar 3.16 terdapat sub direktori yang berada di dalam direktori utama bernama Aplikasi Presensi Nirkabel. Adapun fungsinya dapat dilihat pada tabel 3.1. Tujuan pembuatan direktori tersebut adalah supaya tidak mendapatkan kesulitan dalam mengatur file-file yang ada.

Tabel3.1 Struktur direktori dan fungsinya

Direktori Keterangan

Database Subdirektori ini digunakan untuk menyimpan database yang digunakan pada sistem.

Form Subdirektori ini digunakan untuk menyimpan semua form program yang terbentuk. Dengan cara ini maka semua form akan terkumpul.

Gambar Subdirektori ini digunakan untuk menyimpan semua gambar yang akan dibutuhkan pada program.

Ikon Subdirektori ini digunakan untuk menyimpan icon-icon yang mungkin akan dibutuhkan baik sebagai toolbar maupun icon form.

Laporan Subdirektori ini digunakan untuk merekam semua halaman desain dan koneksi (DataEnvironment).

Modul Subdirektori ini digunakan untuk merekam semua modul yang terbentuk. Project Subdirektori ini hanya digunakan untuk merekam proyek aplikasi yang

dibuat, sehingga apabila hendak membuka kode programnya, dapat secara langsung membuka direktori tersebut.

3.3.7.1 Cara Kerja Program

(55)

apabila masukan yang diberikan berbeda-beda. Bila digambarkan dalam diagram alir maka akan tampak seperti gambar 3.17.

Gambar 3.17 Diagram Alir program

3.3.7.2 Tampilan Utama pada Program Visual Basic 6.0

Gambar 3.18 merupakan form utama atau tampilan yang berada paling depan saat program dijalankan. Form utama ini digunakan untuk mengontrol semua modul atau bagian program yang ada di dalam sistem yang telah dibuat.

Selesai Data sama?

Ya

Tampil sebagai waktu masuk

Tampil sebagai waktu keluar

Ya

Tidak Tunggu data baru

Mulai

(56)

Gambar 3.18 Bentuk tampilan Form Utama yang siap digunakan

Rancangan pada tampilan utama seperti terlihat pada gambar 3.18 dibuat sangat sederhana dan komponen yang terdapat pada tampilan utama antara lain:

1. File dibuat untuk mengubah database yang telah disiapkan. Di dalam

File terdapat pilihan untuk menambah database maupun mengurangi

database.

2. Laporan difungsikan untuk menampilkan output program dalam bentuk

Data Report. Data pada Laporan dihasilkan perhari serta perbulan dengan fasilitas print.

3. Keluar difungsikan untuk menutup program. Gambar 3.19 menunjukkan tampilan program saat dijalankan.

(57)

3.3.7.3

Tampilan Menu pada Program

Komponen menu pada program utama yang digunakan untuk memilih ditampilkan secara terpisah. Sehingga, penulis membuat 6 form berbeda yang digunakan untuk menampilkan File dan Laporan. Isi dari menu File antara lain : Tambah Data, Ubah Data, Hapus Data, dan Pencarian, sedangkan isi dari menu Laporan adalah Laporan Harian dan Laporan Bulanan. Rancangan tampilan program dapat dilihat pada gambar 3.20 – 3.25.

Gambar 3.20 Rancangan tampilan Form Penambahan Data Karyawan

(58)

Gambar 3.22 Rancangan tampilan Form Pengubahan Data Karyawan

Gambar 3.23 Rancangan tampilan Form Pencarian Data Karyawan

(59)

Edit Database

Data Masukan Mikrokontroler

Database

Penampil

Gambar 3.25 Rancangan tampilan Form Cetak Bulanan

3.3.7.4

Sinkronisasi Program dengan Data Masukan

Tahapan awal pembuatan program pada Visual Basic 6.0 adalah dengan pembuatan database. Pembuatan database dimaksudkan untuk memanggil data yang akan ditampilkan ke dalam form utama. Database merupakan komponen paling penting dalam pembuatan Tugas Akhir ini. Hal ini dikarenakan dalam pengiriman data, data yang digunakan harus berdasarkan data pada database. User

tidak dapat sembarangan memasukan data. Untuk memasukkan data yang baru, perlu menambahkan data pada database dan untuk mengurangi juga harus menghapus data dari database. Pembuatan database pada program ini menggunakan aplikasi SQL Server. Secara garis besarnya, hubungan program dengan database dan mikrokontoler dapat dilihat pada gambar 3.26.

Gambar 3.26 Hubungan antara Input, Database, dengan Penampil

(60)

mikrokontoler tidak sesuai dengan data yang terdapat pada database, maka data tersebut tidak akan ditampilkan.

(61)

42

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

Pengujian dilakukan untuk mengetahui bekerja atau tidaknya hardware dan aplikasi yang telah dirancang. Dalam bab ini, pengujian berdasarkan dari tampil atau tidak data yang dikirimkan dari aplikasi pengirim ke aplikasi penampil. Hasil pembuatan hardware ditunjukkan pada gambar 4.1 dan gambar 4.2.

Gambar 4.1 Modul Pemancar

Gambar 4.2 Modul Penerima Port Serial Port

Serial

Rangkaian MAX 232

DX-24

DX-24

Rangkaian MAX 232

Rangkaian Catudaya 5v

(62)

4.1

Pengujian Alat

4.1.1 Pengujian Rangkaian Mikrokontroler

Untuk memastikan bahwa hardware rangkaian mikrokontroller telah berfungsi dengan baik, maka dibuatlah program pengujian sederhana berikut ini. Dan selanjutnya diukur output masing- masing pin yang akan dipantau.

Listing program pengujian hardware Mikrokontroler :

org 30h

mov p0,#00000000B mov p1,#11111111B mov p2,#11110000B mov p3,#00001111B end

Setelah di-compile dengan menggunakan program Pinnacle, selanjutnya program tersebut di-download ke mikrokontroller. Dengan memperhatikan susunan pin mikrokontroler AT89C51, selanjutnya diukur level tegangan pin-pin yang dipantau. Hasil pengujian hardware mikrokontroler tampak seperti Tabel 4.1

Tabel 4.1 Hasil Pengujian Hardware Mikrokontroler

NO PIN HASIL PENGUKURAN REFERENSI KETERANGAN

1 P0.0 0 0 Sesuai

2 P0.1 0 0 Sesuai

3 P0.2 0 0 Sesuai

4 P0.3 0 0 Sesuai

5 P0.4 0 0 Sesuai

6 P0.5 0 0 Sesuai

7 P0.6 0 0 Sesuai

8 P0.7 0 0 Sesuai

9 P1.0 1 1 Sesuai

10 P1.1 1 1 Sesuai

11 P1.2 1 1 Sesuai

12 P1.3 1 1 Sesuai

13 P1.4 1 1 Sesuai

14 P1.5 1 1 Sesuai

15 P1.6 1 1 Sesuai

16 P1.7 1 1 Sesuai

17 P2.0 0 0 Sesuai

18 P2.1 0 0 Sesuai

(63)

Tabel 4.1 (Lanjutan) Hasil Pengujian Hardware Mikrokontroler

NO PIN HASIL PENGUKURAN REFERENSI KETERANGAN

20 P2.3 0 0 Sesuai

21 P2.4 1 1 Sesuai

22 P2.5 1 1 Sesuai

23 P2.6 1 1 Sesuai

24 P2.7 1 1 Sesuai

25 P3.0 1 1 Sesuai

26 P3.1 1 1 Sesuai

27 P3.2 1 1 Sesuai

28 P3.3 1 1 Sesuai

29 P3.4 0 0 Sesuai

30 P3.5 0 0 Sesuai

31 P3.6 0 0 Sesuai

32 P3.7 0 0 Sesuai

Hasil pengukuran menyatakan bahwa mikrokontroler dapat berfungsi dengan baik. Hal ini dapat dilihat dengan pada hasil pengukuran dan referensinya.

4.1.2 Pengujian Rangkaian Pengubah Level Tegangan TTL menjadi

Level Tegangan RS232

Pengujian pada tabel 4.2 dilakukan dengan cara membandingkan nilai tegangan keluaran pada Vs+ dan Vs- dari rangkaian dengan nilai tegangan pada data sheet pada saat diberi tegangan Vcc sebesar 5 volt. Hal ini dilakukan untuk mengetahui bekerja atau tidak IC MAX 232.

Tabel 4.2 Hasil Pengujian Rangkaian Pengubah

Titik Uji Data Pengamatan Data Sheet Galat

Vs+ 9.10 8,5 volt 6.59 %

Vs- -9.03 -8,5 volt 5.86 %

Dari hasil pengukuran tersebut tampak bahwa rangkaian pengubah level tegangan TTL menjadi level tegangan RS232 dapat berfungsi dengan baik.

4.2

Pengujian Pengiriman dan Penerimaan Data

(64)

4.2.1 Pengujian Komunikasi menggunakan Serial Hubungan

Komputer-Komputer

Pengujian ini dilakukan untuk melihat data yang akan ditampilkan bila menggunakan komunikasi serial dari komputer ke komputer. Sehingga dapat dibandingkan apabila telah menggunakan transceiver.

Gambar 4.3 Pengiriman Data menggunakan aplikasi Visual Basic 6.0

Gambar 4.4 Penerimaan Data menggunakan aplikasi Visual Basic 6.0

(65)

Dari pengiriman pada gambar 4.3 dan penerimaan pada gambar 4.4 serta gambar 4.5 dapat dibuktikan bahwa data berhasil diterima dengan baik menggunakan interface RS232 dari komputer ke komputer.

Gambar 4.6 Error yang terjadi secara acak bila menggunakan aplikasi Visual Basic 6.0

Menggunakan program yang sama yaitu Visual Basic 6.0, apabila data dikirimkan secara berulang-ulang akan terjadi kesalahan secara acak. Bila data pertama berhasil diterima dengan baik, data kedua juga berhasil diterima dengan baik, data ketiga bisa terjadi penumpukan data sebagai contoh pada gambar 4.6 atau juga bisa diterima dengan baik. Hal ini terjadi tidak tentu, walaupun pada text box

bagian penerima sudah diatur data maksimal yang dapat dituliskan yaitu 9 data dan data akan pada text box akan dihapus apabila data yang diterima sudah mencapai 9 data.

Kode program yang digunakan :

Do

usd = DoEvents()

instring$ = MSComm1.Input Text1.Text = Text1.Text + instring$ If MSComm1.InBufferCount = 9 Then If Not Text1.Text = "" Then Text1.Text = ""

End If End If

Loop Until instring$ = Chr$(13)

(66)

4.2.2 Pengujian Komunikasi dari Komputer ke Mikrokontroler

Pengujian dilakukan untuk mengamati apakah nilai yang dikirimkan dari komputer dapat diterima dengan baik oleh mikrokontroler. Pengiriman angka dilakukan perdigit. Penampil pada pengujian ini menggunakan rangkaian LED 8 buah yang dipasangkan pada port 1 dari mikrokontroler. Kode program dapat dilihat pada lampiran 1.

Tabel 4.3 Hasil Pengujian Komunikasi Komputer ke Mikrokontroler

Simbol ASCII Nilai Biner LED 1.7 – 1.0

0 0 0 1 1 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 0 0 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 3 0 0 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 4 0 0 1 1 0 1 0 0

Gambar

Gambar 2.1 Susunan Pin AT89S51
Gambar 2.2 Peta memory RAM
Gambar 2.3 Special Functions Register (SFR)
Gambar 2.6 Rangkaian Reset.
+7

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil analisis penelitian, maka hasil pengujian hipotesis adalah pada hipotesis pertama sistem manajemen kinerja tidak berpengaruh terhadap kinerja pegawai

Pelaksanaan tugas pemberian bantuan santunan duka cita kepada ahli waris dari korban bencana yang meninggal dunia akan dapat berjalan lancar, tertib dan efektif apabila semua pihak

Sedangkan data yang akan dihimpun adalah dalil-dalil yang berkaitan dengan jarimah zina dan pemerkosaan serta norma hukum yang ada di dalam Qanun Jinayat Aceh tentang

malai yang dihitung dari 10 sampel tanaman dalam setiap

Pertimbangan yang dimaksudkan adalah seperti pelbagai isu seni biia dan perancangan tapak; hubungan di antara bangunan dan 'courtyard'; kemasan (mass);

Pengetahuan yang kurang dilihat dari rata-rata skor 456,5 yang terendah terdapat pada komponen perubahan fisik pada saat pubertas seperti nomor 7 siswi menjawab benar

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di Pusat Layanan Autis Banjarmasin pada bulan Juli-September 2014 dari 31 orang responden didapatkan hasil hubungan

Karena kecepatan energi elektromagnetik adalah konstan (kecepatan cahaya), panjang gelombang dan frekuensi berbanding terbalik. Semakin panjang suatu gelombang, semakin rendah