BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. dan memperoleh data dengan cara sistematis. Data yang dikumpulkan berupa

Teks penuh

(1)

21

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Metodologi dan Tipe Riset

Metode penelitian kuantitatif adalah suatu cara untuk memecahkan masalah dan memperoleh data dengan cara sistematis. Data yang dikumpulkan berupa rangkaian dan angka. Metode ini memberikan gambaran populasi secara umum. Yang disorot dalam penelitian ini adalah hubungan antarvariabel penelitian dan menguji hipotesis yang sudah dirumuskan sebelumnya. Uraiannya bersifat deskriptif, sebagai penelitian korelasional, dan fokusnya terletak pada penjelasan hubungan-hubungan antarvariabel. (Nasehudin dan Gozali, 2012: 68).

Penelitian kuantitatif dimulai dengan adanya masalah yang akan diteliti lalu digeneralisasikan. Penelitian ini bersifat luas, tetapi penelitian ini tidak dapat mendapat menjawab secara tuntas karena permasalahan yang akan diteliti secara terbatas hanya permukaanya saja. (Nasehudin dan Gozali, 2012: 69).

Semua data harus objektif dengan diuji terlebih dahulu apa batasan konsep dan alat ukurnya sudah memenuhi prinsip reliabilitas dan validitas. Penelitian ini bertujuan untuk menguji teori dan hipotesis. Didasari dengan konsep-konsep atau teori. Sampel yang representatif dari semua populasi , operasionalisasi konsep dan alat ukur yang valid dan reliabel. (Kriyantono,2010 :56).

(2)

3.2 Operasional Konsep

Tabel 3.1

Variabel Dimensi Definisi Indikator Skala

Event Zumba With Care (x)

Who Siapa yang akan menghadiri event. 1. Saya mengetahui event zumba with care. 2. Saya mengetahui Event sebagai kegiatan fundraising. Likert

What Tema event, jenis event. 1. 1. Saya mengetahui adanya Event Zumba With Care melalui social media. 2. Saya mengetahui adanya Event Zumba With Care melalui mouth to Likert

(3)

mouth.

3. Fasilitas Event Zumba With Care

mendukung.

When Pemilihan waktu pelaksanaan event. Waktu

pelaksanaan harus dipilih secara cermat dan penuh perhitungan. Pemilihan waktu menentukan banyaknya pengunjung yang datang. Umumnya pelaksanaan acara dipilih pada hari libur.

1. Pelaksanaan Event Zumba With Care tepat dilaksanakan pada hari sabtu.

2. Waktu Pelaksanaan Event Zumba With Care 14.00-15.30 sangat fleksibel. Likert

Why Meliputi tujuan dan maksud penyelenggaraan special event. 1. Organisasi Leo Jakarta Cosmoteens dapat dipercaya Likert

(4)

Setiap pelaksanaan special event pasti mempunyai tujuan tertentu, antara lain mempengaruhi aspek kognitif, afektif, dan konatif. sebagai organisasi sosial. 2. Organisasi Leo Jakarta Cosmoteens selalu menghadirkan Event Fundraising yang unik.

Where Mencakup tempat dan fasilitas yang tersedia. 1. Venue Event Zumba With Care strategis. 2. Parkiran Event Zumba With Care memadai. Likert

(5)

Tabel 3.2

Variabel Dimensi Definisi Indikator Skala

Efektivitas (y) Kognitif Mencakup tentang perhatian, menyadari, mengenal, mengerti atau paham. 1. Mengetahui tujuan dari Event Zumba With Care. 2. Mengetahui

ketentuan registrasi Event Zumba With Care. Likert Afektif Mencakup tentang perubahan sikap, suka tidak suka dan keterlibatan. 1. Menyukai organisasi Leo Jakarta Cosmoteens. 2. Menyukai keseluruhan acara yang disajikan. Likert Konatif Mencakup tentang minat pengunjung. 1. Mengajak teman menghadiri Event Zumba With Care. 2. Merekomendasikan

kepada teman bahwa Event ini merupakan acara fundraising.

(6)

3.3 Perumusan Hipotesis

Secara (etimologis) hipotesis berasal dari dua kata yaitu hypo dan thesis. Hypo berarti kurang dan tesis berarti pendapat. Dapat diartikan hipotesis adalah pendapat yang kurang, maksudnya hipotesis ini merupakan pendapat atau pernyataan yang masih belum diketahui kebenarannya, masih harus diuji lebih dan karenya bersifat sementara. (Kriyantono,2011: 28).

Hipotesis dalam penelitian ini adalah:

Ho 1 : Tidak ada hubungan antara Event Zumba terhadap Efektivitas kegiatan fundrasising Leo Jakarta Cosmoteens.

Ha 1 : Ada hubugan antara Event Zumba terhadap Efektivitas kegiatan fundrasising Leo Jakarta Cosmoteens.

Ho 2 : Tidak ada pengaruh antara Event Zumba terhadap Efektivitas kegiatan fundrasising Leo Jakarta Cosmoteens.

Ha 2 : Ada pengaruh Event Zumba terhadap Efektivitas kegiatan fundrasising Leo Jakarta Cosmoteens.

(7)

3.4 Populasi dan Sampel 3.4.1 Populasi

Populasi merupakan obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang dipilih peneliti untuk dipelajari lalu ditarik kesimpulannya. Populasi tidak hanya orang, obyek dan benda alam pun juga dapat disebut dan dijadikan populasi. Populasi juga bukan hanya jumlah yang ada pada obyek atau subyek yang dipelajari, tetapi juga seluruh karakteristik atau sifat yang dimiliki subyek atau obyek tersebut. (Sugiyono,2011: 215).

3.4.2 Sampel

Sampel merupakan bagian dari populasi. Dalam melakukan sebuah penelitian yang populasinya besar, peneltiti dapat menentukan jumlah anggota populasi untuk dijadikan responden. Responden yang terpilih yang disebut sampel. Dalam sampel tersebut menggambarkan karakterisitik populasi. (Nasehudin dan Gozali, 2012: 121).

Sampel jenuh merupakan teknik pemilihan sampel jika semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Hal ini biasanya dilakukan jika jumlah populasi relatif kecil atau kurang dari 100. (Sugiyono 2012:85).

Sampel yang akan diambil dalam penelitian ini adalah para pengunjung yang telah ikut serta dalam event Zumba With Care.

(8)

3.5 Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data adalah langkah yang paling utama dalam melakukan sebuah penelitian. Tujuan utama dalam penelitian adalah mempeoleh data. Untuk mendapatkan data yang memenuhi standar yang sudah ada peneliti harus memahami dan mengerti tentang teknik pengumpulan data. Dalam penelitian yang menggunakan metode kuantitatif, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah penyebaran kuesioner. Teknik pengumpulan data terbagi menjadi dua macam yaitu, data primer dan data sekuder. (Sugiyono,2011: 224).

3.5.1 Data Primer

Data Primer adalah data yang diperoleh dari sumber secara langsung atau data yang diperoleh dari dari sumber data pertama atau tangan pertama dilapangan. Peneliti menggunakan kuesioner dan observasi dalam penelitian event Zumba With Care.

a. Kuesioner

Kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan memberi pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden. untuk dijawabnya. Kuesioner dapat berupa pertanyaan atau pernyataan tertutup atau terbuka, dapat diberikan kepada responden secara langsung atau melalui internet. (Sugiyono:2011: 142).

(9)

Dalam penelitian ini penulis memberikan pertanyaan tertutup untuk mempermudah menyimpulkan jawaban yang diberikan oleh responden. Pertanyaan tertutup disajikan dengan format jawaban Skala Likert. Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Dalam penelitian, fenomena sosial ini telah ditetapkan secara spesifik oleh peneliti, yang selanjutnya disebut sebagai variabel penelitian.

Responden akan diberikan jawaban dalam bentuk pernyataan dengan skor sebagai berikut:

SS = Sangat Setuju = 5 S = Setuju = 4 N = Netral = 3 TS = Tidak Setuju = 2 STS= Sangat Tidak Setuju = 1

b. Observasi

Observasi adalah teknik pengumpulan data yang mempunyai ciri spesifik bjika dibandingkan dengan teknik yang lain, yaitu wawancara dan kuesioner. Observasi tidak terbatas pada orang, tetapi juga obyek-obyek alam yang lain. (Sugiyono,2011: 145).

Teknik pengumpulan data dengan observasi digunakan jika penelitian berkenan dengan perilaku manusia, proses kerja, gejala-gejala alam dan bila responden yang diamati tidak terlalu besar. (Sugiyono,2011: 145).

(10)

3.5.2 Data Sekunder

Data sekunder adalah teknik pengumpulan data yang mendukung data primer. Pengumpulan data sekunder dilakukan dengan pengumpulan data yang diperoleh dari buku- buku, karya ilmiah, pendapat para ahli yang memiliki relevansi dengan masalah yang diteliti.

3.6 Teknik Analisis Data

Teknik analisis data adalah merupakan proses setelah data dari seluruh responden atau sumber data lain terkumpul. Kegiatan dalam analisis data terdiri dari: mengelompokkan data berdasarkan variabel dari seluruh responden, menyajikan data tiap variabel yang diteliti, melakukan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah, dan melakukan perhitungan untuk menguji hipotesis yang telah diajukan. (Sugiyono,2011: 147).

Dalam penelitian ini menggunakan analisis bivariat. Analisis bivariat digunakan untuk melihat adanya hubungan antara dua variabel. Kedua variabel merupakan variabel pokok, yaitu variabel pengaruh (bebas) dan variabel terpengaruh (tak bebas). (Kriyantono,2010: 168)

(11)

3.6.1 Uji Validitas

Validitas digunakan untuk menyatakan sejauh mana instrumen (kuesioner) amengukur apa yang ingin diukur. Apakah benar, alat ukur kita itu dapat mengukur sifat objek yang kita teliti atau mengukur sifat lain. (Kriyantono,2010: 143).

Cara menguji validitas: (Kriyantono,2010: 151).

1. Mendefinisikan secara operasional suatu konsep yang akan diukur. 2. Melakukan uji coba alat ukur tersebut pada sejumlah responden.

3. Menghitung nilai korelasi antara data pada masing-masing pertanyaan dan skor total dengan memakai rumus product moment.

3.6.2 Uji Reliabilitas

Merupakan alat ukur yang dapat dipercaya. Dapat dikatakan reliabilitas jika hasil pengukurannya relative konsisten apabila alat ukur tersebut digunakan berulang kali oleh peneliti yang sama atau oleh peneliti lainnya. (Kriyantono,2010: 143).

Ada dua faktor untuk menguji reliabilitas, hasil pengukuran yang sebenarnya, dan kesalahan pengukuran. Kesalahan pengukuran harus diperhitungkan, kesalahan pengukuran ini disebakan beberapa hal, misalnya kata-kata dalam kuesioner membingungkan atau respoden salah melingkari pilihan jawaban. Hasil pengukuran gejala sosial adalah kombinasi true score dan measurement error. (Kriyantono,2010: 145).

(12)

3.6.3 Uji Normalitas

Uji normalitas merupakan syarat pokok dalam memenuhi analis parametik. Untuk menguji analisis variansi satu arah, analisis perbandingan 2 rata-rata, korelasi, regresi dan masih banyak lagi perlu dilakukan uji normalitas. Uji normalitas berfungsi untuk mengetahui apakah data tersebut normal atau tidak. Normalitas data penting karena jika data terdistribusi normal, maka data tersebut mewakili suatu populasi. (Priyatno,2008: 33).

3.6.4 Uji Korelasi Pearson

Uji Korelasi Pearson digunakan untuk mengetahui koefisien korelasi atau derajat kekuatan hubungan dan membuktikan hipotesis hubungan antara variabel/data/skala interval dengan interval lainnya. Uji ini digunakan tanpa melihat apakah suatu variabel tertentu tergantung pada variabel lainnya. Simbol korelasi product moment ditulis dengan huruf “r”. (Kriyantono,2010:175).

3.6.5 Determinasi Koefisiensi

Nilai koefisien determinasi adalah antara nol dan satu. Nilai R2 yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen amat terbatas. Nilai yang mendekati satu berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen. Secara umum koefisien determinasi untuk data silang (cross section) relatif rendah karena adanya variasi yang besar antara

(13)

masing-masing pengamatan, sedangkan untuk data runtun waktu (time series) biasanya mempunyai nilai koefisien determinasi yang tinggi. (Gurajati,2003: 81).

3.6.6 Uji Regresi Sederhana

Korelasi dan regresi mempunyai hubungan yang erat. Didalam regresi terdapat korelasi. Analisis regresi dilakukan jika korelasi antar dua variabel mempunyai hubungan fungsional. Regresi digunakan untuk mencari bentuk hubungan dua variabel atau lebih dalam bentuk fungsi atau persamaan sedangkan analisis korelasi digunakan untuk mencari derajat keeratan hubungan dua variabel atau lebih. (Kriyantono,2010: 183).

3.6.7 Uji Hipotesis

Hipotesis merupakan dugaan sementara yang kebenarannya masih harus diuji. Hipotesis berguna untuk memberi arah bagi analisis penelitian. (Marzuki, 2005: 56).

Uji t menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel independen. (Ghozali, 2005: 84).

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :