KATA PENGANTAR. Bukit Jimbaran, Desember 2016 Penyusun. I Md B Wiradivka Laksa W

14 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

iii

Judul : Perancangan dan Implementasi Sistem Rekomendasi Pemesanan Pembelian Barang Point of Sales (POS) Menggunakan Metode Fuzzy Tsukamoto (Studi Kasus : Koperasi Pegawai Negeri Bina Usaha UNUD)

Nama : I Made Bagus Wiradivka Laksa Wibawa

NIM : 1208605046

Pembimbing I : Ida Bagus Gede Dwidasmara, S.Kom., M.Cs. Pembimbing II : Agus Muliantara, S.Kom., M.Kom.

ABSTRAK

Koperasi Pegawai Negeri Bina Usaha UNUD menjual beraneka jenis barang mencakup kebutuhan sehari – hari. Transaksi penjualan barang terjadi pada tiap harinya yang tentunya menyebabkan pihak koperasi harus terus memesan barang untuk memenuhi permintaan pelanggan. Kesalahan jumlah pemesanan dapat berdampak negatif bagi pihak koperasi seperti kekurangan maupun kelebihan stok barang. Sehingga diperlukan sebuah sistem yang mampu memberikan rekomendasi jumlah pemesanan berdasarkan data – data penjualan terdahulu.

Logika Fuzzy dirasa mampu dalam merekomendasikan jumlah pemesanan dengan memanfaatkan aturan – aturan yang merupakan ketetapan yang dipakai oleh pihak koperasi. Dengan menggunakan model base tsukamoto terdapat tiga langkah dalam menentukan jumlah pemesanan berdasarkan data keperluan dan stok, yaitu ; mendefinisikan variabel, inferensi, dan defuzzyfikasi (menentukan output crisp).

Berdasarkan pada pengujian yang dilakukan maka dapat diambil kesimpulan, sistem rekomendasi pemesanan pembelian barang dengan metode logika fuzzy model base tsukamoto telah berhasil melakukan perhitungan berdasarkan data – data transaksi sebelumnya dengan hasil error rata – rata sebesar 43% dengan dengan hasil error terendah sebesar 16% dan hasil error tertinggi sebesar 57% sehingga sistem dapat menghasilkan output rekomendasi nilai jumlah barang yang harus dipesan oleh pihak koperasi sehingga pihak koperasi memiliki acuan dalam menentukan jumlah pemesanan barang pada periode – periode berikutnya.

Kata kunci : Koperasi, Sistem Rekomendasi, Logika Fuzzy, Model Base Tsukamoto.

(2)

iv

Title : Design and Implementation of Recommendations Systems of Purchase Order Point of Sales (POS) by Using Fuzzy Tsukamoto Method (A Case Study at Civil Servants Cooperative of Bina Usaha UNUD)

Name : I Made Bagus Wiradivka Laksa Wibawa Registration : 1208605046

First Supervisor : Ida Bagus Gede Dwidasmara, S.Kom., M.Cs. Second Supervisor : Agus Muliantara, S.Kom., M.Kom.

ABSTRACT

Civil Servants Cooperative of Bina Usaha UNUD sells various types of goods including everyday needs. The sale of goods occurs on a daily basis which would cause the cooperative to keep ordering goods to meet the customer demand. Mistake in the number of ordering, may be negatively affect the cooperative, such as shortage or excess of stocks of goods. So, we need a system that is able to provide recommendations of number of orders based on the previous data of sales.

Fuzzy Logic is able to recommend the number of orders by using rules that are used by the ordinance of the cooperative. Using the model base of Tsukamoto, there are three steps in determining the amount of the order based on the data of needs and stock, namely; defining variables, inference, and defuzzyfication (determining the crisp output).

Based on the tests performed, it can be concluded, a recommendation system purchase order items with fuzzy logic method model base of Tsukamoto has successfully conducted the calculations based on the data of previous transactions with the results of an average error of 43% with the results of error as low as 16 % and the highest error by 57%, so the system can generate output on the value of the amount of goods to be ordered by the cooperative that the cooperative has a reference in determining the number of orders for goods in subsequent periods.

Keywords: Cooperative, Recommendation Systems, Fuzzy Logic, Model Base of Tsukamoto.

(3)

v

KATA PENGANTAR

Penelitian dengan judul “Perancangan dan Implementasi Sistem Rekomendasi Pemesanan Pembelian Barang Point of Sales (POS) Menggunakan Metode Fuzzy Tsukamoto” ini disusun dalam rangkaian kegiatan pelaksanaan Tugas Akhir di Jurusan Ilmu Komputer FMIPA UNUD. Sehubungan dengan telah terselesaikannya penelitian ini, maka diucapkan terimakasih dan penghargaan kepada berbagai pihak yang telah membantu penyusun, antara lain :

1. Bapak Ida Bagus Gede Dwidasmara, S.Kom., M.Cs. selaku Pembimbing I yang telah membimbing dan membantu menyempurnakan penelitian ini. 2. Bapak Agus Muliantara, S.Kom., M.Kom. selaku Pembimbing II yang

telah banyak membantu dan meluangkan waktu untuk penelitian ini dan juga selaku Ketua Jurusan Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Udayana yang telah banyak memberikan masukan dan motivasi sehingga memperlancar dalam proses pelaksanaan penelitian ini.

3. Bapak-bapak dan ibu-ibu dosen di Jurusan Ilmu Komputer yang bersedia meluangkan waktunya untuk memberikan masukan dalam penyempurnaan penelitian ini.

4. Rekan-rekan mahasiswa di Jurusan Ilmu Komputer yang telah memberi dukungan, motivasi, semangat dan kerja sama dalam penelitian ini.

Penulis menyadari bahwa tugas akhir ini masih belum sempurna, untuk itu kritik dan saran yang bermanfaat demi kesempurnaan tugas akhir ini sangat penyusun harapkan.

Bukit Jimbaran, Desember 2016 Penyusun

(4)

vi

DAFTAR ISI

PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM REKOMENDASI ... i

LEMBAR PENGESAHAN TUGAS AKHIR ... ii

ABSTRAK ... iii

ABSTRACT ... iv

KATA PENGANTAR ... v

DAFTAR ISI ... vi

DAFTAR TABEL ... viii

DAFTAR GAMBAR ... ix DAFTAR LAMPIRAN ... xi BAB I PENDAHULUAN ... 1 1.1 Latar Belakang ... 1 1.2 Rumusan Masalah ... 3 1.3 Batasan Masalah... 3 1.4 Tujuan Penelitian ... 3 1.5 Manfaat Penelitian ... 3 1.6 Metodologi Penelitian ... 4 1.6.1 Desain Penelitian ... 4 1.6.2 Pengumpulan Data ... 5

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 6

2.1 Tinjauan Teoritis ... 6

2.1.1 Sistem Rekomendasi... 6

2.1.2 Logika Fuzzy... 6

2.1.3 Pengertian Gudang ... 12

2.1.4. Metode Pengembangan Perangkat Lunak ... 14

2.1.5 Data Flow Diagram (DFD) ... 16

2.2 Tinjauan Empiris ... 17

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM ... 19

3.1 Definisi Kebutuhan ... 19

(5)

vii

3.1.2 Kebutuhan Non-Fungsional ... 19

3.2 Model Base Tsukamoto ... 20

3.3 Perancangan Sistem ... 38

3.3.1 Context Diagram... 38

3.3.2 DFD Level 0 ... 39

3.3.3 DFD Level 1 Manajemen Pemesanan ... 40

3.3.4 Diagram Alir Sistem Rekomendasi Pemesanan Pembelian Barang POS ………...42

3.3.5 Diagram Alir Model Base Tsukamoto ... 43

3.3.5 ERD ... 45

3.4 Rancangan Antarmuka ... 46

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN... 49

4.1 Gambaran Umum Sistem ... 49

4.2 Implementasi Basis Data ... 49

4.3 Implementasi Antarmuka ... 52

4.4 Implementasi Program ... 61

4.5 Pengujian Sistem ... 67

4.5.1 Pengujian Error Hasil Rekomendasi Pemesanan Barang ... 68

4.5.2 Pengujian Fungsionalitas Sistem (Black-box) ... 70

4.5.3 Pengujian Alur Algoritma (White-box) ... 74

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 77

5.1 Kesimpulan ... 77

5.2 Saran ... 77

DAFTAR PUSTAKA ... 78

(6)

viii

DAFTAR TABEL

Tabel 3. 1 Tabel Kebutuhan Fungsional ... 19

Tabel 3. 2 Variabel – variabel dalam perhitungan metode Tsukamoto ... 24

Tabel 3. 3 Data Pemesanan BERAS SEHAT 5KG ... 29

Tabel 3. 4 Data Maksimum, Medium, Minimum ... 30

Tabel 4. 1 Kode Perhitungan Variabel Awal Suatu Barang ... 61

Tabel 4. 2 Kode Inisialisasi Variabel ... 64

Tabel 4. 3 Kode Pendefinisian Variabel Fuzzy ... 65

Tabel 4. 4 Kode Perhitungan Inferensi Fuzzy ... 66

Tabel 4. 5 Kode perhitungan Defuzzyfikasi ... 67

Tabel 4. 6 Pengujian Error Hasil Rekomendasi Pemesanan Barang Dengan Nilai Persentase Paling Rendah ... 68

Tabel 4. 7 Pengujian Error Hasil Rekomendasi Pemesanan Barang Dengan Nilai Persentase Paling Tinggi ... 69

Tabel 4. 8 Checklist Kebutuhan ... 70

Tabel 4. 9 Pengujian validasi input pada proses login dan logout ... 71

Tabel 4. 10 Pengujian operasi pencarian data barang ... 71

Tabel 4. 11 Pengujian operasi perhitungan hasil rekomendasi ... 73

Tabel 4. 12 Pengujian operasi menampilkan hasil rekomendasi ... 74

(7)

ix

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2. 1 Grafik Pengelompokan Umur Ke Himpunan Kategori Usia Dengan

Logika Fuzzy ... 7

Gambar 2. 2 Kurva Segitiga ... 9

Gambar 2. 3 Kurva Trapesium ... 10

Gambar 2. 4 Kurva Bahu ... 11

Gambar 2. 5 Proses dalam FIS ... 12

Gambar 2. 6 Proses Model Waterfall ... 15

Gambar 2. 7 Simbol-simbol pada DFD ... 17

Gambar 3. 1 Grafik Keperluan Barang ... 21

Gambar 3. 2 Grafik Keanggotaan Stok Barang ... 22

Gambar 3. 3 Grafik Keanggotaan Pemesanan Barang ... 23

Gambar 3. 4 Context Diagram ... 38

Gambar 3. 5 DFD Level 0 ... 39

Gambar 3. 6 DFD Level 1 Manajemen Pemesanan ... 40

Gambar 3. 7 Diagram Alir Sistem Rekomendasi Pemesanan Pembelian Barang POS ... 42

Gambar 3. 8 Diagram Alir Model Base Tsukamoto ... 43

Gambar 3. 9 ERD Sistem Rekomendasi Pemesanan Barang ... 45

Gambar 3. 10 Rancangan Antarmuka Tampilan Login ... 46

Gambar 3. 11 Rancangan Antarmuka Dashboard Sistem Rekomendasi POS ... 47

Gambar 3. 12 Rancangan Antarmuka Inputan Periode dan Nama Barang ... 47

Gambar 3. 13 Rancangan Antarmuka Tampilan Hasil Rekomendasi ... 48

Gambar 4. 1 Skema Basis Data ... 50

Gambar 4. 2 Tabel tb_barang ... 50

Gambar 4. 3 Tabel tb_history_penjualan ... 50

Gambar 4. 4 Tabel tb_history_pemesanan ... 51

Gambar 4. 5 Tabel tb_stok_history ... 51

Gambar 4. 6 Tabel tb_pemesanan ... 52

(8)

x

Gambar 4. 8 Tampilan Antarmuka Login... 53

Gambar 4. 9 Dashboard Sistem Rekomendasi POS ... 53

Gambar 4. 10 Tampilan Inputan Pencarian Barang ... 54

Gambar 4. 11 Tampilan Antarmuka Inputan Pencarian Nama Barang ... 55

Gambar 4. 12 Tampilan Antarmuka Hasil Inputan Tanggal Periode dan Nama Barang. ... 55

Gambar 4. 13 Tampilan Detail Keperluan ... 56

Gambar 4. 14 Tampilan Detail Stok ... 58

Gambar 4. 15 Tampilan Detail Pemesanan ... 59

Gambar 4. 16 Tampilan Hasil Rekomendasi Pemesanan Pembelian Barang ... 59

Gambar 4. 17 Tampilan Detail Perhitungan Metode Fuzzy Tsukamoto ... 60

(9)

xi

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran

(10)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi, dengan melandaskan kegiataannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas azas kekeluargaan. Dari beberapa pengertian diatas sehingga dapat kami simpulkan, bahwa Koperasi adalah suatu perkumpulan orang orang atau badan hukum yang tujuannya untuk kesejahteraan bersama dan didalam perkumpulan tersebut mengandung azas kekeluargaan yang saling bergotong royong dan tolong menolong diantara anggota koperasi (definisi menurut UU No. 25 / 1992).

KPN (Koperasi Pegawai Negeri) Bina Usaha Unud termasuk ke dalam jenis Koperasi Serba Usaha (KSU). Karena KPN UNUD melayani bermacam bidang usaha dari unit simpan pinjam hingga unit pertokoan. Pada unit pertokoan KPN Unud menyediakan berbagai macam keperluan sehari-hari dan juga kebutuhan pangan. Untuk memenuhi permintaan konsumen yang datang berbelanja pada tiap harinya, tentu saja pihak koperasi harus menyediakan stok dari barang-barang yang dijual di toko. Pihak gudang koperasi dalam penyediaan barang-barangnya dilakukan dengan cara memesan ke supplier. Proses pemesanan barang itu sendiri pastinya akan menentukan berapa banyak barang yang harus dipesan.

Berdasarkan hasil wawancara penulis dengan pihak KPN Bina Usaha UNUD, selama ini pada waktu proses transaksi pemesanan pihak koperasi pernah mengalami kesulitan dalam melihat jumlah persedian stok masing-masing barang, barang yang akan kadaluarsa, dan barang dengan jumlah minimum, semua itu masih dilakukan dengan manual belum ada sistem yang menangani. Proses transaksi pemesanan yang seperti ini dirasa kurang, karena pihak koperasi hanya berpatokan pada minimal persedian barang di gudang yang akan habis. Dengan

(11)

2

adanya proses perhitungan atau pertimbangan yang cermat pada gudang, nantinya dapat membantu banyak hal dalam proses transaksinya seperti menghindari penumpukan barang dan menghindari persediaan barang yang kosong. Dampak lain dari jumlah pemesanan yang tidak tepat yaitu pihak koperasi dapat mengalami kerugian karena jika barang menumpuk dipersediaan dan tidak laku-laku maka barang itu akan kadaluarsa dan akhirnya akan mengalami kerugian.

Melihat permasalahan yang dijabarkan diatas, penulis merasa perlu dibangunnya sebuah sistem yang dapat membantu pihak koperasi dalam penentuan jumlah pemesanan barang. Sistem rekomendasi adalah suatu program yang dapat melakukan prediksi suatu item (J. Fadil & W.F. Mahmudy, 2007). Pembangunan sistem rekomendasi pemesanan pembelian barang ini dapat membantu pihak koperasi untuk memberikan acuan jumlah pemesanan barang yang harus dipesan guna mengurangi terjadinya kesalahan pemesanan seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya seperti kelebihan stok maupun kekurangan stok.

Sistem rekomendasi dapat dibangun dengan beberapa metode (Alex Lin,2009). Salah satu cara yang dapat digunakan adalah dengan menggunakan metode logika fuzzy. Peneliti ingin melakukan sebuah penelitian yang bertujuan untuk membantu dalam merekomendasikan pemesanan pembelian barang yang akan dipesan berdasarkan jumlah transaksi penjualan dari barang yang diperlukan dari data-data yang sudah ada. Untuk melakukan rekomendasi jumlah pemesanan barang akan dihitung dengan menggunakan metode Logika fuzzy yang dirasa cocok untuk membantu dalam hal merekomendasikan jumlah pemesanan pembelian barang. Penggunaan Logika Fuzzy dengan memanfaatkan aturan-aturan yang merupakan ketetapan yang dipakai oleh pihak koperasi dengan mengambil variabel jumlah penjualan maksimum dalam satu hari, minimum stok awal, dan lead time pemesanan. Dengan adanya perhitungan Logika Fuzzy ini, pihak koperasi nantinya harus memperhatikan mengenai penentuan jumlah pemesanan pembelian barang sehingga nantinya tidak menimbulkan terjadinya kelebihan stok maupun kekurangan stok.

(12)

3

1.2 Rumusan Masalah

Sesuai dengan latar belakang yang telah disampaikan di atas, dapat dirumuskan permasalahan dalam penelitian ini yaitu :

a. Bagaimana merancang sistem rekomendasi pemesanan pembelian barang yang mampu memprediksi jumlah barang yang harus dipesan? b. Apakah metode Fuzzy Logic dapat dimplementasikan dalam sistem

rekomendasi pemesanan pembelian barang?

c. Apakah sistem rekomendasi dapat memberikan hasil jumlah barang yang akan digunakan pihak koperasi sebagai acuan jumlah pemesanan barang?

1.3 Batasan Masalah

Adapun batasan masalah dari penelitian ini adalah :

a. Data – data yang digunakan pada penelitian ini yaitu data yang dimiliki oleh Koperasi Bina Usaha Universitas Udayana.

b. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Logika Fuzzy Tsukamoto.

1.4 Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah merancang sistem rekomendasi pemesanan pembelian barang dengan menggunakan metode Logika fuzzy Tsukamoto berdasarkan dari data yang dimiliki pihak koperasi sebagai pengganti sistem manual untuk pemesanan barang agar dapat membantu mengurangi kesalahan pemesanan.

1.5 Manfaat Penelitian

Manfaat yang diperoleh dari sistem rekomendasi pemesanan pembelian barang pada koperasi yaitu untuk membantu pemilihan jumlah pemesanan pembelian barang untuk meminimalisir terjadinya kesalahan pemesanan, dan dapat membantu pihak koperasi mengelola pengeluaran agar tidak terjadi pengeluaran berlebihan pada pemesanan yang berdampak pada kerugian.

(13)

4

1.6 Metodologi Penelitian

Pada sub bab metodologi penelitian ini akan menjelaskan langkah-langkah yang akan dilalui untuk melakukan perancangan sistem. Adapun sub bab bahasan yang akan dijelaskan adalah desain penelitian, pengumpulan data, pengolahan data awal, dan metode yang digunakan.

1.6.1 Desain Penelitian

Penenlitian ini mengambil judul “Perancangan dan Implementasi Pemesanan Pembelian Barang Point of Sales (POS) Menggunakan Metode Fuzzy Tsukamoto”. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Di mana penelitian dipusatkan pada suatu kasus tertentu dengan menggunakan individu atau kelompok sebagai bahan studinya. Penggunaan penelitian studi kasus ini biasanya difokuskan untuk menggali mengumpulkan data yang lebih terhadap objek yang diteliti untuk dapat menjawab permasalahan yang sedang terjadi (Hasibuan, 2007:81). Penelitian ini akan mengambil tempat pada Koperasi Pegawai Negeri Bina Usaha Universitas Udayana.

Pada permasalahan yang diambil, akan ada 6 kebutuhan data awal yang digunakan sebagai acuan dalam pemberian rekomendasi pemesanan pembelian barang. Kebutuhan data awal tersebut yaitu Keperluan Maksimum, Keperluan Minimum, Stok Maksimum, Stok Minimum, Pemesanan Maksimum dan Pemesanan Minimum. Permasalahan yang ingin diselesaikan yaitu mebantu pegawai Koperasi Bina Usaha dalam menentukan pembelian barang sebagai stok pada mini market Koperasi, di mana sistem ini berfungsi unttuk melakukan proses analisis dan pemberian rekomendasi pembelian barang berdasarkan kebutuhan data awal yang ditentukan. Sistem yang dibangun menggunakan metode Logika Fuzzy Tsukamoto yang digunakan untuk memperloeh angka rekomendasi.

(14)

5

1.6.2 Pengumpulan Data

Tahap pengumpulan data dilakukan untuk mengetahui data apa saja yang akan dibutuhkan untuk menyelesaikan permasalahan ini, yang sebelumnya telah dilakukan studi literatur dan studi lapangan.

Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi yaitu metode yang digunakan untuk mengumpulkan data dengan menghubungi pihak Koperasi Bina Usaha untuk mendapatkan data dan melakukan wawancara langsung kepada narasumber yang akan menggunakan sistem.

Jenis data yang digunakan pada penelitian ini dari cara memperolehnya yaitu data primer. Data primer adalah data yang diambil langsung dari objek penelitian atau merupakan data yang berasal dari sumber asli atau pertama. Data primer tersebut harus dicari melalui narasumber atau responden yaitu orang yang dijadikan objek penelitian atau orang yang dijadikan sebagai sarana informasi maupun data (Hasibuan, 2007).

1.6.3 Metode Yang Digunakan

Metode yang digunakan dalam penelitian rekomendasi pemesanan barang ini adalah Fuzzy Logic dengan metode FIS Tsukamoto.Metode FIS Tsukamoto mempresentasikan setiap aturan menggunakan himpunan – himpunan fuzzy, dengan fungsi keanggotaan yang monoton. Untuk menentukan nilai output crisp/hasil yang tegas (Z) dicari dengan mengubah input (berupa himpunan fuzzy yang diperoleh dari komposisi aturan – aturan fuzzy) menjadi suatu bilangan pada domain himpunan fuzzy tersebut. Cara ini disebut dengan metode defuzzifikasi (penegasan). Metode defuzzifikasi yang digunakan dalam metode Tsukamoto adalah metode defuzzifikasi rata – rata terpusat (Center Average Deffuzyfler). Sedangkan untuk metodologi pengembangan perangkat lunak yang digunakan adalah metode waterfall.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :