JL. Ahmad Yani No. 159 Serang Banten Telp/Fax. (0254)

44 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

JL. Ahmad Yani No. 159 Serang –

Banten

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena atas perkenannya Dinas Kesehatan Kota Serang dapat menyelesaikan penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah tahun 2016, walaupun dengan penuh keterbatasan dan kekurangan namun dapat diselesaikan sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan. Penyusunan Laporan Kinerja ini pada dasarnya merupakan amanat dari Undang-undang nomor 28 tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme, serta Peraturan Presiden Republik Indonesia nomor 29 tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang tata cara penyusunannya diatur dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2014 Tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja.

Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Review Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah. Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, yang secara subtantif mewajibkan kepada seluruh Pemerintah Daerah untuk melaksanakan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah sebagai wujud pertanggungjawaban. Kami sadar bahwa Laporan Akuntabilitas Kinerja ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran senantiasa kami harapkan untuk perbaikan atau penyempurnaan dalam penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah di tahun mendatang. Akhir kata, semoga Laporan kinerja Instansi Pemerintah ini bermanfaat bagi Dinas Kesehatan Kota Serang dan juga pihak-pihak berkepentingan dalam mengevaluasi kinerja Dinas Kesehatan Kota Serang.

Serang, Januari 2017 KEPALA DINAS KESEHATAN

KOTA SERANG

H. TOYALIS.S.Kep.M.Kes NIP : 19640413 198603 1 017

(3)

Dalam rangka memelihara kesinambungan proses pembangunan dan melanjutkan berbagai pencapaian pembangunan yang telah dilaksanakan serta sebagai upaya untuk mewujudkan kondisi yang diharapkan oleh Dinas Kesehatan Kota Serang Tahun 2014-2018, yang juga diharapkan mampu mendukung dan mewujudkan pencapaian pembangunan Kota Serang Tahun 2014-2018 (sebagaimana yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Serang Tahun 2014-2018.

Tantangan besar yang menjadi dasar pertimbangan dalam pelayanan kesehatan tahun 2016 adalah isu kualitas pelayanan mutu tingkat kesehatan dasar (Puskesmas) dan masih perlu pembenahan. Untuk itu ditahun 2017 dilakukan Akreditasi pada Puskesmas. Upaya peningkatan mutu dan kinerja antara lain dengan pembakuan dan pengembangan sistem manajemen mutu dan upaya perbaikan kinerja yang berkesinambungan baik pelayanan klinis, program dan manajemen. Untuk menjamin manajemen puskesmas, penyelenggaraan program kesehatan, dan pelayanan klinis telah dilakukan secara berkesinambungan, maka wajib dilakukan penilaian dengan menggunakan standar akreditasi Puskesmas yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Tantangan lain pembangunan kesehatan ke depan yang masih memerlukan upaya dan kerja keras adalah pengendalian program penyakit menular, penyakit tidak menular (PTM) dan penyehatan lingkungan. Kebiasaan masyarakat sangat besar peranannya dalam menyehatkan lingkungan, untuk itu peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) menjadi sangat penting dalam mengatasi tantangan ini.

Keberhasilanyang telah dicapai oleh Dinas Kesehatan Kota Serang sepanjang tahun 2016 ini, antara lain adalah Prevalensi Gizi Buruk sudah dibawah target Nasional, meningkatnya Umur Harapan Hidup (UHH) sehingga jumlah lansia juga semakin meningkat, penurunan angka kesakitan akibat penyakit menular dan penyakit infeksi juga mengalami penurunan.

Dalam upaya meningkatkan kinerja Dinas Kesehatan Kota Serang pada tahun mendatang, maka perlu dilakukan beberapa program/kegiatan dilanjutkan dengan meningkatkan target sasaran pembangunan kesehatan maupun mempertahankan kinerja yang telah baik; membuat/merencanakan program/kegiatan inovasi baru yang dapat meningkatkan prioritas program pembangunan kesehatan melalui upaya-upaya yang lebih efektif dan efisien serta meningkatkan kualitas dan cakupan bimbingan teknis dan melakukan pemantauan capaian kinerja secara berkala.

Serang, Januari 2017 KEPALA DINAS KESEHATAN

KOTA SERANG H. TOYALIS.S.Kep.M.Kes NIP : 19640413 198603 1 017

(4)

HAL

IKHITISAR EKSEKUTIF 1

KATA PENGANTAR 2

BAB 1 PENDAHULUAN 3

1.1 GAMBARAN UMUM OPD 4

1.2 STRUKTUR ORGANISASI 4

1.3 LANDASAN HUKUM 6

1.4 SISTIMATIKA PENULISAN 8

BAB II PERENCANAAN KINERJA 9

2.1 RENCANA STRATEGIS 9

2.2 PERJANJIAN KINERJA 12

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 16

BAB IV PENUTUP 31

(5)

HAL

TABEL 2.1 RENCANA STRATEGIS

DINAS KESEHATAN KOTA SERANG

11

TABEL 2.2 PENETAPAN KINERJA

DINAS KESEHATAN KOTA SERANG

13

TABEL 3.1 CAPAIAN INDIKATOR

KINERJA UTAMA DINAS

KESEHATAN KOTA

SERANG

16

TABEL 3.2 PERBANDINGAN

CAPAIAN INDIKATOR

KINERJA UTAMA DINAS

KESEHATAN KOTA SERANG 18 TABEL 3.3 AKUNTABILITAS KEUANGAN DINAS KESEHATAN KOTA SERANG 20

(6)

BAB I PENDAHULUAN

Tujuan Pembangunan Nasional sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 alinea 4 adalah untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Untuk mencapai tujuan tersebut diselenggarakan program pembangunan nasional secara berkelanjutan, terencana dan terarah. Pembangunan kesehatan merupakan bagian integral dan terpenting dalam pembangunan nasional. Tujuan diselenggarakannya pembangunan kesehatan adalah untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujudnya derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Hal ini sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945 pasal 28 H ayat (1) bahwa setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan

Keberhasilan pembangunan suatu daerah, salah satunya dapat dilihat dari pencapaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dimana untuk mencapai IPM tersebut, salah satu komponen utama yang mempengaruhinya yaitu indikator status kesehatan selain pendidikan dan pendapatan per kapita. Dengan demikian pembangunan kesehatan merupakan salah satu upaya utama untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia, yang pada gilirannya mendukung percepatan pembangunan nasional. Untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang lebih baik dimasa mendatang diperlukan Rencana Kinerja Tahunan Dinas Kesehatan Kota Serang Tahun 2016, yang berisi visi, misi serta tahapan-tahapan kegiatan yang harus dilakukan dalam rangka mencapai target (indikator) yang telah ditetapkan.

Pembangunan kesehatan Kota Serang secara umum bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dengan indikator meningkatnya sumber daya manusia, meningkatnya kualitas hidup masyarakat, memperpanjang umur harapan hidup, meningkatnya kesejahteraan keluarga dan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk hidup sehat selain itu pembangunan kesehatan juga diarahkan untuk mencapai Millenium Developmen Goals (MDGs) yang langsung terkait dengan bidang Kesehatan yaitu menurunkan angka kematian anak, meningkatkan kesehatan ibu, mengurangi HIV-AIDS, TB dan Malaria serta penyakit lainnya dan yang tidak terkait langsung yaitu menanggulangi kemiskinan dan kelaparan serta mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.

Sebagai pertanggungjawaban atas kinerja Dinas Kesehatan Kota Serang selama tahun anggaran 2016, disusun Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Dinas Kesehatan Kota Serang Tahun 2016 sebagaimana ditegaskan dalam Peraturan Menteri Penertiban Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 Tentang Petunjuk teknis perjanjian kinerja, pelaporan kinerja dan tata cara reviu atas laporan kinerja instansi pemerintah.

(7)

1.1 Gambaran Umum Organisasi

Berdasarkan Undang-undang Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009 bahwa Pembangunan Kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya sebagai investasi bagi pembangunan sumberdaya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomis. Pembangunan kesehatan diselenggarakan dengan berasaskan perikemanusiaan, keseimbangan, manfaat, perlindungan, penghormatan terhadap hak dan kewajiban serta norma-norma agama. Dalam pelaksanaan pembangunan kesehatan Pemerintah bertanggung jawab terhadap :

a. Merencanakan, mengatur, menyelenggarakan, membina dan mengawasi penyelenggaraan upaya kesehatan yang merata dan terjangkau oleh masyarakat

b. Ketersediaan lingkungan, tatanan, fasilitas kesehatan baik fisik maupun sosial bagi masyarakat untuk mencapai derajat kesehatan yang setinggi-tingginya

c. Ketersediaan sumberdaya dibidang kesehatan yang adil dan merata bagi seluruh masyarakat untuk memperoleh derajat kesehatan yang setinggi-tingginya

d. Ketersediaan akses terhadap informasi, edukasi dan fasilitas pelayanan kesehatan untuk meningkatkan dan memelihara derajat kesehatan yang setinggi-tingginya

e. Memberdayakan dan mendorong peran aktif masyarakat dalam segala bentuk upaya kesehatan

f. Ketersediaan segala bentuk upaya kesehatan yang bermutu, aman, efisien dan terjangkau g. Pelaksanaan jaminan kesehatan masyarakat melalui Sistem Jaminan Sosial Nasional bagi

upaya kesehatan perorangan yang dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundangan. Pembangunan Kesehatan sebagai bagian integral daripembangunan nasional telah ditetapkan dalam Dokumen RencanaPembangunan Jangka Panjang Bidang Kesehatan (RPJPK) Tahun 2005–2025 pada tahap ke 3 Tahun 2013-2018, kondisi pembangunan kesehatan diharapkan telah mampu mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang ditunjukan dengan membaiknya berbagai indikator pembangunan sumber daya manusia seperti meningkatnya derajat kesehatan dan status gizi masyarakat, meningkatnya kesetaraan gender, meningkatnya tumbuh kembang optimal, kesejahteraan dan perlindungan anak. Untuk itu Pemerintah Kota Serang telah menetapkan Peraturan Daerah Kota Serang Nomor 7 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kota Serang (Lembaran Daerah Kota Serang Tahun 2016 Nomor 7).

1.2 Struktur Organisasi

Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Serang Nomor 7 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kota Serang Kedudukan Dinas Kesehatan Kota Serang merupakan dinas daerah unsur pelaksana otonomi daerah yang masing – masing dipimpin oleh seorang

(8)

Kepala Dinas yang berada dibawah dan tanggungjawab kepada Walikota melalui Sekertaris daerah dan pada Paragraf 1 pasal 3 Tugas Pokok Dinas Kesehatan sebagai berikut :

(1) Dinas mempunyai tugas membantu Walikota melaksanakan urusan pemerintahan di bidang kesehatan yang menjadi kewenangan Daerah dan tugas pembantuan yang diberikan pada Daerah sesuai dengan visi, misi dan program Walikota sebagaimana dijabarkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah.

(2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Dinas mempunyai fungsi: 1. perumusan kebijakan teknis pelaksanaan urusan pemerintahan daerah di bidang

kesehatan;

2. Pelaksanaan kebijakan sesuai dengan bidang kesehatan; 3. Pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang kesehatan; 4. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang kesehatan;

5. Pelaksanaan administrasi Dinas sesuai dengan bidang kesehatan; 6. Pengelolaan UPT; dan

7. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan Walikota sesuai dengan lingkup tugas dan fungsinya.

Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya telah dijelaskan dalam Peraturan Walikota Serang Nomor 7 tahun 2008 tentang Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Kesehatan Kota Serang. dimana Dinas Kesehatan merupakan unsur pelaksana otonomi daerah dan tugas pembantuan yang dipimpin oleh Kepala Dinas yang berkedudukan dibawah dan bertanggung jawab kepada Walikota melalui Sekretaris Daerah mempunyai tugas pokok melaksanakan urusan pemerintahan di bidang Kesehatan.

Adapun dalam Melaksanakan sebagian urusan pemerintahan di bidang kesehatan berdasarkan asas otonomi dan pembantuan tersebut Dinas Kesehatan Kota Serang memiliki struktur Organisasi sebagai berikut :

(9)

Untuk mendukung tugas pokok dan fungsi tersebut diperlukan sumber daya manusia yang handal. Adapun Jumlah Pegawai di Dinas Kesehatan Kota Serang pada Tahun 2016 adalah sebanyak 454 orang dengan komposisi sebagai berikut :

TABEL 1.1

KOMPOSISI PEGAWAI DINAS KESEHATAN KOTA SERANG TAHUN 2016

NO URAIAN JUMLAH JUMLAH

TOTAL 1 Pejabat Struktural, terdiri dari

 Eselon II

 Eselon III 4 4

 Eselon IV 51 51

2 Tenaga Kesehatan dan Non Kesehatan

 Medis 35 35  Paramedis 221 221  Kefarmasian 13 13  Kesehatan Masyarakat 16 16  Gizi 8 8  Keterapian Fisik 3 3  Keteknisian Medis 31 31  Non Kesehatan 9 9  Fungsional Umum 63 63 Jumlah 454 454

Sumber : Sub Bag Kepegawaian Dinas Kesehatan Kota Serang Tahun 2016

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa jumlah pegawai seluruhnya terdapat 454 orang yang terdiri dari Pegawai eselon II sebanyak 1 orang yaitu Kepala Dinas Kesehatan. Pegawai Eselon III sebanyak 3 orang. Eselon IV sebanyak 51 orang yaitu terdiri dari 12 orang Kepala Seksi, 3 orang Kepala Sub Bag , 16 orang Kepala UPT dan 16 Kepala Subbag Tata Usaha. Sedangkan Tenaga Kesehatan sebanyak 359 orang yang terdiri dari Medis, Paramedis, Kefarmasian,

(10)

Kesehatan Masyarakat, Gizi, Keterapian Fisik dan Fungsional Umum. Untuk Tenaga Non Kesehatan terdiri dari KeTehnisian Medis dan Non Kesehatan sebanyak 40 orang.

1.3 Issue Startegis yang sedang dihadapi Organisasi

Isu strategis adalah permasalahan utama yang disepakati untuk dijadikan prioritas penanganan selama kurun waktu 5 (lima) tahun mendatang. Isu strategis diidentifikasi dari berbagai sumber, diantaranya adalah: Isu strategis dari dinamika internasional, nasional dan regional yang mempengaruhi Kesehatan, Isu strategis dari kebijakan pembangunan daerah (RPJMD) Memperhatikan perkembangan dan tantangan dewasa ini, maka isu strategis yang masih dihadapi oleh Dinas Kesehatan Kota Serang berdasarkan tujuan yang ingin dicapai adalah :

1. Meningkatkan Kesehatan Masyarakat

Isu strategis :

a. Kesadaran masyarakat untuk persalinan oleh tenaga medis kesehatan belum optimal yang menyebabkan target penurunan jumlah kematian ibu melahirkan belum tercapai;

b. Masih fluktuasinya Jumlah kematian ibu, bayi dan balita c. Belum teratasinya permasalahan gizi buruk Secara menyeluruh

d. Belum optimalnya pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan Kesehatan

e. Belum optimalnya pembinaan dan pengawasan keamanan pangan, obat tradisional, kosmetik serta penerapan sanksinya

2. Meningkatnya Sanitasi Dasar dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Masyarakat

Isu strategis :

a. Masih Tingginya kesakitan dan kematian akibat penyakit menular dan tidak menular b. Masih rendahnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di berbagai tatanan

3. Meningkatkan Tertib Administrasi Perkantoran, Penyediaan Sarana dan Prasarana

Isu strategis :

a. Belum terpenuhinya jumlah, jenis, kualitas serta penyebaran Tenaga Kesehatan b. Belum memadaianya sistem anggaran pembiayaan Jaminan Kesehatan

(11)

1.3 Landasan Hukum

LKjIP Dinas Kesehatan Kota Serang ini disusun berdasarkan beberapa landasan hukum sebagai berikut :

1. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme;

2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara; 3. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 Tentang Perbendaharaan Negara;

4. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 Tentang Pembentukan Peraturan Perundangan; 5. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 Tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung

Jawab Keuangan Negara;

6. Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 Tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional;

7. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintah Daerah;

8. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 Tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah;

9. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025;

10. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang;

11. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2007 tentang Pembentukan Kota Serang di Provinsi Banten;

12. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah;

13. Undang – Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan

14. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2004 Tentang Rencana Kerja Pemerintah;

15. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 2005 Tentang Pinjaman Daerah;

16. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 55 Tahun 2005 Tentang Dana Perimbangan;

17. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 56 Tahun 2005 Tentang Sistem Informasi Keuangan Daerah;

18. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 58 Tahun 2005 Tentang Pengelolaan Keuangan Daerah;

19. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;

20. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional;

21. Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2010-2014;

22. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana diubah pertama dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 dan perubahan kedua Nomor 21 Tahun 2011 Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah;

(12)

23. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;

24. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor : 050-188/Kep/BANGDA/2007 tentang Pedoman Penilaian Dokumen Perencanaan Pembangunan Daerah (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah/RPJMD);

25. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 741/MENKES/PER/VII/2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan Kabupaten/Kota;

26. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 131 Tahun 2004 tentang Sistem Kesehatan Nasional;

27. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 922/MENKES/SK/X/2008 tentang Pedoman Teknis Pembagian Urusan Pemerintahan Bidang Kesehatan Antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota.

28. Peraturan Daerah Provinsi Banten Nomor 1 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Provinsi Banten Tahun 2005-2025(Lembaran Daerah Provinsi Banten Tahun 2010 Nomor 1, Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Banten Nomor 26); 29. Peraturan Daerah Provinsi Banten Nomor 2 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang

Wilayah Provinsi Banten Tahun 2010-2030 (Lembaran Daerah Provinsi Banten Tahun 2011 Nomor 2, Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Banten Nomor 32);

30. Peraturan Daerah Provinsi Banten Nomor 4 Tahun 2012 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Banten Tahun 2012-2017 (Lembaran Daerah Provinsi Banten Tahun 2012 Nomor 4, Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Banten Nomor 42); 31. Peraturan Daerah Kota Serang Nomor 2 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka

Panjang Daerah Kota Serang Tahun 2008 – 2025 (Lembaran Daerah Kota Serang Tahun 2009 Nomor 2);

32. Peraturan Daerah Kota Serang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Serang Tahun 2010-2030 (Lembaran Daerah Kota Serang Tahun 2011 Nomor 6)

1.4 Sistimatika Penulisan

Sistematika penulisan pada penyusunan LKjIP ini adalah :

BAB I PENDAHULUAN

Pada bab ini disajikan penjelasan umum organisasi dengan penekanan pada aspek strategis organisasi serta permasalahan utama yang sedang dihadapi organisasi.Sistematika penyusunan Laporan sebagai berikut :

1.1 Gambaran Umum SKPD

1.2 Struktur Organisasi

(13)

1.4 Sistimatika Penulisan

BAB II Perencanaan Kinerja

2.1 Rencana Strategis 2.2 Perjanjian Kinerja

BAB III Akuntabilitas Kinerja

3.1 Capaian Kinerja Organisasi 3.2 Evaluasi dan Capaian Kinerja

3.3 Akuntabilitas Keuangan

BAB IV Penutup

BAB II

PERENCANAAN KINERJA

Kinerja ataupun performance dari organisasi adalah gambaran mengenai tingkat pencapaian sasaran ataupun tujuan organisasi sebagai penjabaran dari visi, misi, yang mengindikasikan tingkat keberhasilan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan program dan kebijakan yang ditetapkan. Konsep-konsep pengukuran kinerja organisasi (key performance indicators) telah berkembang sejalan dengan semangat perubahan untuk memperbaiki kinerja organisasi. Semangat perubahan dimaksud adalah pola orientasi manajemen dari pola yang berorientasi pada masukan (input) kepada pola yang berorientasi hasil, manfaat dan dampak kegiatan (output, outcomes danbenefit).

(14)

2.1 Rencana Strategis

Rencana Strategis Dinas Kesehatan Kota Serang adalah merupakan dokumen yang disusun melalui proses sistematis dan berkelanjutan serta merupakan penjabaran dari pada Visi dan Misi Kepala Daerah yang terpilih dan terintegrasi dengan potensi sumberdaya alam yang dimiliki oleh Daerah yang bersangkutan, dalam hal ini Dinas Kesehatan Kota Serang telah menyusun Rencana Strategis Dinas Kesehatan Kota Serang yang ditetapkan untuk jangka waktu 5(lima) tahun yaitu dari tahun 2013 – 2018.

Penetapan jangka waktu 5 tahun tersebut dihubungkan dengan pola pertanggung jawaban Walikota terkait dengan penetapan/kebijakan bahwa Rencana Strategis Dinas Kesehatan Kota Serang dibuat pada masa jabatannya, dengan demikian akuntabilitas penyelenggaraan Pemerintah daerah akan menjadi akuntabel.

Dalam upaya untuk mendukung pencapaian Visi Kota Serang Tahun 2013-2018

sebagaimana tercantum dalam RPJMD Kota serang yaitu Terwujudnya Kota Serang Madani

sebagai Kota Pendidikan yang bertumpu pada potensi Perdagangan, Jasa, Pertanian dan Budaya dimana salah satu misinya berkaitan dengan bidang Kesehatan, yaitu misi ke 2

meningkatkan aksesibilitas dan kualitas layanan Pendidikan, kesehatan dan layanan social lainnya dalam rangka menngkatkan kualitas hidup masyarakat. Misi ke 2 ini merupakan elaborasi dan klasifikasi substansinya berdasarkan urusan-urusan yang menjadi tanggung jawab pemerintah Kota Serang dengan cakupan misi ke 3 walikota yaitu Peningkatan sumber daya manusia dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan tehnologi dan misi ke 5 yaitu perwujudan kemandirian masyarakat berperilaku sehat.

Dengan berpijak pada kedudukan, tugas pokok dan fungsinya serta isu strategis yang dihadapi dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat maka Dinas Kesehatan Kota Serang menetapkan Visi Tahun 2013-2018 sebagai berikut:

Terwujudnya Masyarakat Kota Serang Sehat Mandiri

Maksud dari visi diatas adalah :

Kota Sehat adalah Suatu kota yang secara terus menerus berupaya untuk meningkatkan kualitas lingkungan fisik dan sosial melalui pemberdayaan potensi masyarakat dengan memaksimalkan seluruh potensi kehidupan baik secara bersama-sama maupun mandiri sehingga dapat mewujudkan masyarakat yang berperilaku sehat hidup dilingkungan yang aman dan sehat yang diawali dengan kelurahan/desa sehat dan Kecamatan Sehat.

Mandiri adalah masyarakat berupaya berperan secara aktif dalam mencegah, melindungi dan memelihara dirinya, keluarga, masyarakat dan lingkungan agar terhindar dari resiko gangguan kesehatan.

Berdasarkan pemahaman tersebut sangatlah rasional pada kurun waktu lima tahun kedepan diperkirakan langkah dan tindakan pemantapan (Revitalisasi, Reaktualisasi, Reorientasi dan

(15)

Refungsionalisasi) yang harus dilakukan oleh seluruh jajaran kesehatan beserta masyarakat serta didukung oleh Pemerintah Kota Serang dan secara politis oleh pihak legislatif dalam meningkatkan akselerasi pembangunan kesehatan guna terwujudnya masyarakat Kota Serang Sehat Mandiri.

MISI

Sebagai upaya untuk mencapai visi yang telah ditentukan perlu ditetapkan misi yang merupakan rumusan umum mengenai upaya-upaya yang akan dilaksanakan dalam mewujudkan visi yang telah ditetapkan. Dalam rangka perumusan Misi Dinas Kesehatan Kota Serang Tahun 2013-2018 maka perlu diperhatikan relevansinya dengan Misi Kota Serang Tahun 2013-2018 maka Dinas Kesehatan Kota Serang menetapkan Misi Tahun 2013-2018 sebagai berikut:

a. Meningkatkan Pelayanan Kesehatan yang bermutu dan terjangkau

b. Meningkatkan serta mendorong kesadaran individu, keluarga serta masyarakat untuk hidup sehat masyarakat untuk hidup sehat secara mandiri

c. Mewujudkan pembiayaan kesehatan bagi masyarakat yang tidak mampu

d. Memberikan pelayanan dan penanganan masalah kesehatan secara terpadu dan berkesinambungan

e. Mengutamakan profesionalisme dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat

TABEL2.1

Misi 1 RPJMD KOTA SERANG

“MENINGKATKAN PELAYANAN KESEHATAN YANG BERMUTU DAN TERJANGKAU”

N O

SASARAN STRATEGIS ARAH KEBIJAKAN

1 2 3 4

Tujuan 1 :Meningkatkan Derajat Kesehatan Individu, Keluarga dan Masyarakat

1 Menurunkan angka kematian

ibu, bayi dan balita

Peningkatan akses

(16)

2

Meningkatkan pelayanan kesehatan dasar dan esensial di Puskesmas

pelayanan kesehatan ibu dan anak

Menjamin tersedianya pelayanan kesehatan yang bermutu dan terjangkau

Puskesmas Keliling,

Poskesdes dan Bidan Desa Meningkatkan manajemen pelayanan kesehatan dan

pengetahuan serta

keterampilan bagi tenaga kesehatan

Tujuan 2 : Meningkatkan Sistem Rujukan yang cepat dan tepat

1 Meningkatkan jumlah,

pemerataan dan kualitas pelayanan kesehatan melalui Puskesmas dan jaringannya

Menjamin tersedianya jumlah dan kualitas pelayanan kesehatan secara merata

Meningkatkan sarana dan Prasarana yang memadai dan berkualitas

TABEL2.2

Misi 2 RPJMD KOTA SERANG

“MENINGKATKAN SERTA MENDORONG KESADARAN INDIVIDU, KELUARGA SERTA MASYARAKAT UNTUK HIDUP SEHAT SECARA MANDIRI”

N O

SASARAN STRATEGIS ARAH KEBIJAKAN

1 2 3 4

Tujuan 1 :Meningkatkan peran serta masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat

1

2

Berkembangnya upaya

Kesehatan bersumber daya masyarakat

Terselenggaranya pemberdayaan

individu,keluarga dan

masyarakat yang mampu menumbuhkan perilaku hidup bersih dan sehat

Mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan

kesehatan

Peningkatan kesadaran

masyarakat untuk

secara mandiri menjaga kesehatan individu,

keluarga dan

masyarakat

Membangun kemitraan antara pemerintah dan masyarakat dibidang kesehatan termasuk Posyandu, Poskesdes, Bidan, Dukun bayi dan P4K

Meningkatkan Promosi

Kesehatan Masyarakat

TABEL2.3

Misi 3 RPJMD KOTA SERANG

“MEMBERIKAN PELAYANAN DAN PENANGANAN MASALAH KESEHATAN SECARA TERPADU DAN BERKESINAMBUNGAN ”

N O

SASARAN STRATEGIS ARAH KEBIJAKAN

(17)

Tujuan 1 :Meningkatkan sistem surveilans, pembinaan, monitoring dan informasi kesehatan

1

2

Menurunnya angka

kesehatan, kematian dan kecacatan akibat penyakit menular dan tidak menular serta mencegah dan menanggulangi masalah gizi terutama gizi buruk

Meningkatnya

Pengembangan Sistem

Informasi Kesehatan yang mudah diakses oleh masyarakat

Peningkatan

pembinaan dan

pelayanan kesehatan

masyarakat dari

penyakit menular dan tidak menular serta

mencegah dan menanggulangi masalah gizi Pengembangan Kebijakan dan manajemen pembangunan kesehatan guna mendukung penyelenggaraan Sistem Kesehatan Kota Serang

Meningkatkan pembinaan terhadap kualitas lingkungan dan pencegahan serta penanggulangan penyakit dan Meningkatkan Status Gizi Masyarakat

Mengembangkan dan

meningkatkan akses

masyarakat terhadap informasi kesehatan

TABEL2.4

Misi 4 RPJMD KOTA SERANG

“MEWUJUDKAN PEMBIAYAAN KESEHATAN BAGI MASYARAKAT YANG TIDAK MAMPU”

N O

SASARAN STRATEGIS ARAH KEBIJAKAN

1 2 3 4

Tujuan 1 :Meningkatkan akses dan pelayanan serta jaminan kesehatan dasar bagi masyarakat tid tidakmampu

1 Meningkatnya akses

masyarakat tidak mampu

terhadap pelayanan

kesehatan yang bermutu dan gratis

Peningkatan jaminan Pembiayaan Kesehatan

masyarakat secara

kapitasi terutama bagi masyarakat yang tidak mampu

Menjamin ketersediaan

pelayanan kesehatan yang berkualitas dan gratis bagi masyarakat tidak mampu

TABEL2.5

(18)

“MENGUTAMAKAN PROFESIONALISME DALAM MEMBERIKAN PELAYANAN KEPADA MASYARAKAT”

N O

SASARAN STRATEGIS ARAH KEBIJAKAN

1 2 3 4

Tujuan 1 :Meningkatkan Kinerja Pelaksanaan Tugas Pokok dan fungsi kelembagaan dalam penyelenggaraan tugas umum pemerintahan dan tugas pembantuan

1 Meningkatnya kapasitas

Sumber daya aparatur, manajemen kelembagaan serta lengkapnya sarana dan prasarana kerja aparatur

Peningkatan kapasitas sumber daya aparatur secara profesional yang

didukung dengan

kelengkapan sarana yang memadai dan berkualitas

Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan aparatur serta melengkapi bahan dan

peralatan kerja aparatur yang cukup memadai

Penyusunan Renstra Dinas Kesehatan Kota Serang telah melalui tahapan - tahapan yang simultan dengan proses penyusunan RPJMD Kota Serang Tahun 2013 – 2018 dengan melibatkan stakeholders pada saat dilaksanakannya Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RPJMD, Forum SKPD, sehingga Renstra Dinas Kesehatan Kota Serang merupakan hasil kesepakatan bersama antara Dinas Kesehatan Kota Serang dan stakeholder.

2.2 Indikator Kinerja Utama

Salah satu upaya untuk memperkuat akuntabilitas dalam penerapan tata pemerintahan yang baik di Indonesia diterbitkannya Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: PER/09/M.PAN/5/2007 tentang Pedoman Umum Penetapan Indikator Kinerja Utama di Lingkungan Instansi Pemerintah, Indikator Kinerja Utama merupakan ukuran keberhasilan dari suatu tujuan dan sasaran strategis Instansi Pemerintah.

TABEL 2.7

INDIKATOR KINERJA UTAMA DINAS KESEHATAN KOTA SERANG TAHUN 2016

N O

INDIKATOR SATUAN TARGET

1 Jumlah Kematian Ibu (AKI) Orang 13

2 Jumlah Kematian Bayi (AKB) Bayi 46

3 Angka Usia Harapan Hidup (AHH) Tahun 66.5

4 Persentase balita gizi buruk % < 1,2

5 Rasio posyandu per 1000 balita Rasio 50.90

6 Rasio puskesmas, poliklinik, pustu per 1000

penduduk Rasio 29.00

7 Rasio Rumah Sakit per 1000 penduduk Rasio 0.000

8 Rasio Medis (dr+drg)per 1000 penduduk Rasio 0.0620

9 Rasio Paramedis (Bidan + Perawat) per 1000

(19)

10 Cakupan Ibu Hamil K4 % 70

11 Cakupan Komplikasi Kebidanan yang ditangani % 70

12 Cakupan Linakes (Fasilitas Kesehatan) % 70

13 Cakupan Pelayanan Nifas % 80

14 Cakupan Neonatus dengan Komplikasi yang ditangani

% 30

15 Cakupan Kunjungan Bayi % 60

16 Cakupan Desa UCI % 100

17 Cakupan Pelayanan Balita % 60

18 Kelas Ibu Hamil % 30

19 Persentase bayi usia kurang dari 6 bulan yang mendapat ASI Ekslusif

% 42

20 Persentase Ibu Hamil KEK yang mendapat makanan tambahan

% 50

21 Persentase Ibu Hamil yang mendapat

TabletTambah Darah (TTD) 90 Tablet selama masa kehamilan

% 75

22 Persentase remaja putri yang mendapat Tablet Tambah Darah (TTD)

% 20

23 Persentase bayi yang baru lahir mendapat IMD % 69

24 Persentase balita kurus yang mendapat makanan

tambahan

% 100

25 Cakupan Penderita Gizi Buruk Mendapat

Perawatan

% 100

26 Cakupan Penjaringan Kesehatan Siswa SD dan setingkat

% 100

27 AFP lebih besar atau sama dengan 2 per 100.000 penduduk dibawah umur 15 tahun

% 3,2

28 Penemuan Pneumonia balita % 70,98

29 Penemuan pasien baru TB BTA (+) % 85

30 Penemuan penderita DBD yang ditangani % 100

31 Penemuan penderita Diare % 61,8

32 Cakupan pelayanan kesehatan dasar masyarakat miskin

% 100

33 Cakupan pelayanan kesehatan rujukan masyarakat miskin

% 100

34 Pelayanan gawat darurat level 1 yang harus diberikan disarana kes(RS) di Kab/Kota

- 0

35 Cakupan Desa/Kelurahan Mengalami KLB yang

Dilakukan Penyelelidikan Epidemiologi <24 Jam

% 100

36 Cakupan Desa Siaga Aktif % 60

37 Cakupan puskesmas % 266.67

38 Cakupan puskesmas Pembantu % 19,70

39 Jumlah kelurahan yang melaksanakan STBM Pilar

ke 1 ( Satu )

Kelurahan 2

40 Presentase sarana air minum yang dilakukan pengawasan

% 40

(20)

memenuhi syarat kesehatan ( MS )

42 Presentase Rumah Sakit (RS) yang melakukan pengelolaan limbah medis sesuai standar

% 35

43 Presentase Tempat Pengelolaan Makanan (TPM)

yang memenuhi syarat

% 20

44 Jumlah Kelurahan yang menyelenggarakan

tatanan kawasan sehat

% 20

2.3 Perjanjian Kinerja

Penyusunan Perjanjian Kinerja Dinas Kesehatan Kota Serang Tahun 2016 mengacu pada dokumen Renstra Dinas Kesehatan Kota Serang Tahun 2013-2018, dokumen Rencana Kerja Perubahan (Renja) Tahun 2016, dan dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Tahun 2016. Dinas Kesehatan Kota Serang telah menetapkan Perjanjian Kinerja Tahun 2016 dengan uraian sebagai berikut :

TABEL 2.7

PERJANJIAN KINERJA DINAS KESEHATAN KOTA SERANG TAHUN 2016

N O

SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA

URAIAN TARGET

1 Menurunkan angka

kematian ibu, bayi dan balita.

1 Jumlah kematian ibu (AKI) Orang 13

2 Jumlah kematian bayi Orang 46

3 Cakupan Kunjungan Ibu Hamil K4 % 70

2 Meningkatkan pelayanan

kesehatan dasar dan esensial di Puskesmas

4 Cakupan Komplikasi Kebidanan yang Ditangani

% 70

5 Cakupan Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan yang Memiliki Kompetensi Kebidanan

% 75

6 Cakupan Pelayanan Nifas % 80

7 Cakupan Neonatus dengan Komplikasi yang Ditangani

% 30

8 Cakupan Kunjungan Bayi % 60

9 Cakupan Pelayanan Anak Balita % 60

10 Cakupan Desa / Kelurahan UCI % 100

11 Kelas Ibu Hamil % 30

12 Ketersediaan obat esensial di pelayanan kesehatan

% 100

3 Meningkatkan jumlah, pemerataan dan kualitas pelayanan kesehatan melalui Puskesmas dan jaringannya

13 Cakupan Pelayanan Gawat Darurat Level 1 yang harus diberikan Sarana Kesehatan (RS) Kota

0 0

14 Cakupan Puskesmas % 266.67

15 Cakupan Puskesmas Pembantu % 19.70

16 Rasio Rumah Sakit per 1000 Penduduk Rasio 0

17 Rasio Medis (dr+drg) per 1000 Pddk Rasio 0.0620

(21)

19 Presentase Puskesmas rawat inap yang mampu melaksanakan Pelayanan Obstetrik Neonatal Emergensi dasar (PONED)

%

100

4 Meningkatnya akses

masyarakat miskin terhadap pelayanan kesehatan yang bermutu dan gratis

20 Cakupan Pelayanan Kesehatan Dasar Masyarakat Miskin

% 100

21 Jumlah masyarakat tidak mampu yang tercover jaminan kesehatan

% 100

5 Menurunnya angka kesakitan, kematian dan kecacatan akibat penyakit menular dan tidak menular serta Mencegah dan menanggulangi masalah gizi terutama gizi buruk

22 Persentase bayi usia kurang dari 6 bln yang mendapat ASI ekslusif

% 42

23 Cakupan Balita Gizi Buruk Mendapat Perawatan

% 100

24 Persentase balita gizi buruk % < 1,2

25 Persentase Ibu hamil KEK yang mendapat makanan Tambahan

% 50

26 Persentasi Ibu Hamil yang mendapat Tablet Tambah Darah (TTD) 90 tablet selama masa kehamilan

% 75

27 Persentase remaja putri yang mendapat Tablet tambah Darah (TTD)

% 15

28 Persentase bayi yang baru lahir mendapat IMD

% 41

29 Persentase Balita Kurus yang mendapat makanan tambahan

% 70

30 Cakupan Penjaringan Kesehatan Siswa SD/sederajat

% 100

31 Cakupan Penemuan dan Penanganan Penderita Penyakit :

1. Acute Flacyd Paralysis rate per 100.000 penderita<15 tahun 2. Penemuan penderita Pneumaonia

balita

3. Penemuan pasien TB BTA positif 4. Penderita DBD yang ditangani 5. Penemuan barupenderita Diare

Tahun % % % % <2 85 85 100 85

32 Cakupan Desa/Kelurahan Mengalami KLB yang Dilakukan Penyelelidikan Epidemiologi 24 Jam

% 100

6

Terselenggaranya

pemberdayaan individu, keluarga dan masyarakat yang mampu menumbuhkan perilaku hidup bersih dan sehat

33 Jumlah Tempat-Tempat Umum (TTU) yang memenuhi syarat Kesehatan

% 25

34 Persentase Tempat Pengelolaan makanan (TPM) yang memenuhi syarat

% 20

35 Persentase Sarana air minum yang dilakukan pengawasan

% 40

36 Jumlah kelurahan yang melaksanakan STBM pilar ke 1 (satu)

Kel 2

(22)

melakukan pengelolaan limbah medis sesuai standar

7 Terbentuknya dan

terselenggarakannya sistem informasi manajemen kesehatan yang ditunjang oleh sistem informasi manajemen kesehatan daerah

38 Jumlah puskesmas yang melaksanakan Sistem Informasi manajemen Puskesmas (SIMPUS)

Pkm 7

8 Berkembangnya upaya kesehatan bersumber daya masyarakat

39 Rasio Posyandu per satuan Balita Rasio 50.90

40 Cakupan Desa Siaga Aktif % 25

41 Cakupan Rumah tangga yang melaksanakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)

% 25

BAB III

AKUNTABILITAS KINERJA

Dinas Kesehatan Kota Serang selaku pengemban amanah masyarakat melaksanakan kewajiban berakuntabilitas melalui penyajian Laporan Akuntabilitas Kinerja Dinas Kesehatan Kota Serang yang dibuat sesuai ketentuan yang diamanatkan tentang Perbaikan Pedoman Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah. Laporan tersebut memberikan gambaran penilaian tingkat pecapaian target masing-masing indikator sasaran srategis yang ditetapkan dalam dokumen Renstra Tahun 2014-2018 maupun Renja Tahun 2016. Sesuai dengan ketentuan tersebut, pengukuran kinerja digunakan untuk menilai keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan program, sasaran yang ditetapkan untuk mewujudkan misi dan visi pemerintah.

3.1 Capaian Indikator Kinerja Utama

Dalam rangka mengukur dan peningkatan kinerja serta lebih meningkatnya akuntabilitas kinerja pemerintah, maka setiap instansi pemerintah perlu menetapkan Indikator Kinerja Utama (IKU). Capaian Indikator Kinerja utama (IKU) dan capaian indikator kinerja diperoleh berdasarkan pengukuran atas indikator kinerjanya masing-masing, sedangkan capaian kinerja sasaran diperoleh berdasarkan pengukuran atas indikator kinerja sasaran strategis, cara penyimpulan hasil pengukuran kinerja pencapaian sasaran strategis dilakukan dengan membuat capaian rata-rata atas capaian indikator kinerja sasaran.

(23)

Upaya untuk meningkatkan akuntabilitas, Dinas Kesehatan Kota Serang juga melakukan review terhadap Indikator Kinerja Utama, dalam melakukan review dengan memperhatikan capaian kinerja, permasalahan dan isu-isu strategis yang sangat mempengaruhi keberhasilan suatu organisasi. Hasil pengukuran atas indikator kinerja utama Dinas Kesehatan Kota Serang tahun 2016 menunjukan hasil sebagai berikut:

TABEL 3.1

CAPAIAN INDIKATOR KINERJA UTAMA DINAS KESEHATAN KOTA SERANG TAHUN 2016

N O

SASARAN STRATEGIS INDIKATOR

KINERJA

TARGET REALISASI CAPAIAN

1 Menurunkan angka

kematian ibu, bayi dan balita.

Jumlah kematian ibu (AKI)

13 Orang 11 Orang 11 Orang

Jumlah kematian bayi 46 Orang 39 Orang 39 Orang

Cakupan Kunjungan Ibu Hamil K4 70% 69,50% 69,50% 2 Meningkatkan pelayanan kesehatan dasar dan esensial di Puskesmas Cakupan Komplikasi Kebidanan yang Ditangani 70% 55.41% 55.41% Cakupan Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan yang Memiliki Kompetensi/Kebidan an 75% 86,91% 86,91% Cakupan Pelayanan Nifas 80% 83.6% 83.6% Cakupan Neonatus dengan Komplikasi yang Ditangani 30% 16.90% 16.90% Cakupan Kunjungan Bayi 60% 97.10% 97.10% Cakupan Pelayanan Anak Balita 60% 41.70% 41.70% Cakupan Desa/ Kelurahan UCI 100% 80,30% 80,30%

Kelas Ibu Hamil 30% 1.28% 1.28%

Ketersediaan obat esensial di pelayanan kesehatan 100% 100% 100% 3 Meningkatkan jumlah, pemerataan dan kualitas pelayanan kesehatan melalui Puskesmas dan jaringannya

Cakupan Pelayanan Gawat Darurat Level 1 yang harus diberikan Sarana Kesehatan (RS) Kota 0 0 0 Cakupan Puskesmas 266.67% 266,67% 266,67% Cakupan Puskesmas Pembantu 19,70% 21,21% 21,21%

Rasio Rumah Sakit per 1000 Penduduk

(24)

Rasio Medis (dr+drg) per 1000 Pddk 0.0620 Rasio 0,056 0,056 Rasio Rasio Paramedis per

1000 pddk 0.442 Rasio 0,138 0.138 Rasio Presentase Puskesmas rawat inap yang mampu melaksanakan Pelayanan Obstetrik Neonatal Emergensi dasar (PONED) 100% 100% 100% 4 Meningkatnya akses masyarakat miskin terhadap pelayanan kesehatan yang bermutu dan gratis Cakupan Pelayanan Kesehatan Dasar Masyarakat Miskin 100% 100% 100% Jumlah masyarakat tidak mampu yang tercover jaminan kesehatan

100% 100% 100%

5 Menurunnya angka kesakitan, kematian dan

kecacatan akibat

penyakit menular dan tidak menular serta

Mencegah dan

menanggulangi masalah gizi terutama gizi buruk

Persentase bayi usia kurang dari 6 bln yang mendapat ASI ekslusif

42% 52% 52%

Cakupan Balita Gizi Buruk Mendapat Perawatan

100% 100% 100%

Persentase balita gizi buruk

<1,2% 0,17% 0,17%

Persentase Ibu hamil KEK yang mendapat makanan Tambahan

50% 100% 100%

Persentasi Ibu Hamil yang mendapat Tablet Tambah Darah (TTD) 90 tablet selama masa kehamilan

75% 52% 52%

Persentase remaja putri yang mendapat Tablet tambah Darah (TTD)

15% 20% 20%

Persentase bayi yang baru lahir mendapat IMD

41% 69% 69%

Persentase Balita Kurus yang mendapat makanan tambahan 70% 100,0% 100,0% Cakupan Penjaringan Kesehatan Siswa SD/sederajat 90% 100% 100% Cakupan Penemuan dan Penanganan Penderita Penyakit :

(25)

1. Acute Flacyd Paralysis rate per 100.000 penderita<15 tahun 2. Penemuan penderita Pneumaonia balita 3. Penemuan pasien TBC BTA positif 4. Penderita DBD yang ditangani 5. Penemuan baru penderita Diare <2 Tahun 70,80% 90% 100% 82% 3,2 Tahun 69% 84,54% 100% 90% 3,2 Tahun 69% 84,54% 100% 90% Cakupan Desa/Kelurahan Mengalami KLB yang Dilakukan Penyelelidikan Epidemiologi 24 Jam 100% 100% 100% 6 Terselenggaranya pemberdayaan individu, keluarga dan masyarakat yang mampu menumbuhkan perilaku hidup bersih dan sehat Jumlah Tempat-Tempat Umum (TTU) yang memenuhi syarat Kesehatan 25% 25% 25% Persentase Tempat Pengelolaan makanan (TPM) yang memenuhi syarat 20% 20% 20%

Persentase Sarana air

minum yang dilakukan pengawasan 40% 15% 15% Jumlah kelurahan yang melaksanakan STBM pilar ke 1 (satu) 2 Kel 0 0 Persentase Rumah Sakit (RS) yang melakukan pengelolaan limbah medis sesuai standar

39% 71.42% 71.42%

7 Terbentuknya dan

terselenggarakannya

sistem informasi

manajemen kesehatan yang ditunjang oleh

sistem informasi manajemen kesehatan daerah Jumlah puskesmas yang melaksanakan Sistem Informasi manajemen Puskesmas (SIMPUS) 7 Pkm 7 Pkm 7 Pkm 8 Berkembangnya upaya

Rasio Posyandu Per 1000 Balita 50.90 Rasio 8,76 Rasio 8,76 Rasio

(26)

kesehatan bersumber daya masyarakat

Cakupan Desa Siaga Aktif 60% 28,79% 28,79% Cakupan Rumah tangga yang melaksanakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)

25% 25% 25%

Dari tabel tersebut terlihat bahwa dari 8 Sasaran Strategis terdapat 41 Indikator Kinerja Dinas Kesehatan Kota Serang. Dapat terlihat bahwa yang sesuai target sebanyak 11 indikator (26,8%), 12 indikator melebihi target (29,3%), dan 18 indikator tidak mencapai target (43,9%). Capaian Indikator Kinerja Utama Dinas Kesehatan Kota Serang tahun 2016 jika dibandingkan dengan tahun 2015 dan tahun 2014, dapat dilihat pada tabel berikut :

TABEL 3.2

PERBANDINGAN CAPAIAN INDIKATOR KINERJA UTAMA DINAS KESEHATAN KOTA SERANG TAHUN 2016

NO INDIKATOR

KINERJA

TAHUN 2014 TAHUN 2015 TARGET

TAHUN 2016

TARGET REALISASI TARGET REALISASI

1 Jumlah kematian ibu (AKI)

11 15 11 14 13 Orang

2 Jumlah kematian bayi 42 50 42 48 46 Orang

3 Cakupan Kunjungan Ibu Hamil K4 75 75 75 70 70% 4 Cakupan Komplikasi Kebidanan yang Ditangani 60 30 60 30 70% 5 Cakupan Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan yang Memiliki Kompetensi Kebidanan 75 70 75 70 75% 6 Cakupan Pelayanan Nifas 80 80 80 80 80% 7 Cakupan Neonatus dengan Komplikasi yang Ditangani 50 15 50 15 30% 8 Cakupan Kunjungan Bayi 65 60 65 60 60% 9 Cakupan Pelayanan Anak Balita 65 60 65 60 60% 10 Cakupan Desa / Kelurahan UCI 100 100 100 100 100%

11 Kelas Ibu Hamil 50 0 50 20 30%

12 Ketersediaan obat esensial di pelayanan

(27)

kesehatan

13 Cakupan Pelayanan Gawat Darurat Level 1 yang harus diberikan Sarana Kesehatan (RS) Kota 1 0 1 0 0 14 Cakupan Puskesmas 266.67 266.67 266.67 266.67 266.67% 15 Cakupan Puskesmas Pembantu 19.70 18.18 19.70 18.18 19,70%

16 Rasio Rumah Sakit per 1000 Penduduk 0.002 0 0.002. 0 0 17 Rasio Medis (dr+drg) per 1000 Pddk 0.062 0.034 0.062 0.034 0.0620 Rasio 18 Rasio Paramedis per

1000 pddk

0.53 0.42 0.53 0.42 0.442

Rasio 19 Presentase Puskesmas

rawat inap yang mampu melaksanakan Pelayanan Obstetrik Neonatal Emergensi dasar (PONED) 100 100 100 100 100% 20 Cakupan Pelayanan Kesehatan Dasar Masyarakat Miskin 100 100 100 100 100% 21 Jumlah masyarakat tidak mampu yang tercover jaminan kesehatan

100 100 100 100 100%

22 Persentase bayi usia kurang dari 6 bln yang mendapat ASI ekslusif

47 38 47 39 42%

23 Cakupan Balita Gizi Buruk Mendapat Perawatan

100 100 100 100 100%

24 Persentase balita gizi buruk

<1,2 < 1,2 <1,2 < 1,2 <1,2%

25 Persentase Ibu hamil KEK yang mendapat makanan Tambahan

80 10 80 13 50%

26 Persentasi Ibu Hamil yang mendapat Tablet Tambah Darah (TTD) 90 tablet selama masa kehamilan

85 70 85 70 75%

27 Persentase remaja putri yang mendapat Tablet tambah Darah (TTD)

25 8 25 10 15%

(28)

baru lahir mendapat IMD

29 Persentase Balita Kurus yang mendapat makanan tambahan 80 60 80 65 70% 30 Cakupan Penjaringan Kesehatan Siswa SD/sederajat 100 100 100 100 90% 31 Cakupan Penemuan dan Penanganan Penderita Penyakit : a. Acute Flacyd

Paralysis rate per 100.000 penderita<15 tahun b. Penemuan penderita Pneumaonia balita c. Penemuan pasien TB BTA positif d. Penderita DBD yang ditangani e. Penemuan barupenderita Diare <2 90 90 100 100 <2 85 100 80 <2 90 90 100 100 <2 85 85 100 85 <2 Tahun 70,80% 90% 100% 82% 32 Cakupan Desa/Kelurahan Mengalami KLB yang Dilakukan Penyelelidikan Epidemiologi 24 Jam 100 100 100 100 100% 33 Jumlah Tempat-Tempat Umum (TTU) yang memenuhi syarat Kesehatan 35 15 35 20 25% 34 Persentase Tempat Pengelolaan makanan (TPM) yang memenuhi syarat 25 15 25 15 20%

35 Persentase Sarana air minum yang dilakukan pengawasan 50 30 50 35 40% 36 Jumlah kelurahan yang melaksanakan STBM pilar ke 1 (satu) 6 0 6 2 2 Kel

(29)

37 Persentase Rumah Sakit (RS) yang melakukan

pengelolaan limbah medis sesuai standar

30 35 30 35 39% 38 Jumlah puskesmas yang melaksanakan Sistem Informasi manajemen Puskesmas (SIMPUS) 16 2 16 2 7 Pkm

39 Rasio Posyandu per satuan Balita

49.13 50.90 49.13 50.90 50.90

Rasio 40 Cakupan Desa Siaga

Aktif 65

15 65 15 60%

41 Cakupan Rumah

tangga yang

melaksanakan

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)

45 15 45 15 25%

Dari tabel diatas didapat bahwa untuk realisasi dari 41 indikator ada 11 indikator (26,8%) meningkat, 29 indikator (70,7%) tetap dan 1 indikator (2,5%) menurun.

3.2 Pengukuran, Evalausi dan Analisis Capaian Kinerja

Secara umum Dinas Kesehatan Kota Serang telah dapatmelaksanakan tugas dalam rangka mencapai Visi, Misi , tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam Renstra 2013-2018 sebagai berikut :

TABEL 3.3

PENCAPAIAN TARGET MISI dan SASARAN DINAS KESEHATAN KOTA SERANG TAHUN 2016

N O

MISI SASARAN JUMLAH

INDIKATOR SASARAN

MELAMPAUAI TARGET

SESUAI TARGET BELUM MENCAPAI TARGET

JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %

1 Misi 1 Sasaran 1 3 0 0 0 0 3 100 Sasaran 2 9 3 33,3 1 11,1 5 55,6 Sasaran 3 7 1 14,2 4 57,1 2 28,7 2 Misi 2 Sasaran 2 5 1 20 2 40 2 40 3 Misi 3 Sasaran 1 11 6 54,5 2 18,18 3 27,3 Sasaran 2 4 0 0 2 50 2 50 4 Misi 4 Sasaran 1 2 0 0 2 100 0 0 JUMLAH 41 11 26,8 13 31,7 17 41,5

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa untuk pencapaian Misi 1 sasaran1 dari jumlah indikator sebanyak 3 indikator : Hasilnya keseluruhan Indikator belum mencapai target, yaitu 3 indikator (100%). Pencapaian Misi 1 sasaran 2 dari jumlah indikator sebanyak 9 indikator : 3

(30)

indikator (33,3%) melampaui target. 1 indikator sesuai target (11,1%) dan 5 indikator belum mencapai target (55,6%). Pencapaian Misi 1 sasaran 3 dari jumlah indikator sebanyak 7 indikator : 1 indikator (14,2%) melampaui target, 4 indikator (57,1%) sesuai target dan 2 indikator (28,7%) belum mencapai target. Pencapaian Misi 2 sasaran 2 dari jumlah indikator sebanyak 5 indikator : 1 indikator melampaui target (20%), 2 indikator sesuai target (40%) dan 2 indikator belum mencapai target (40%). Pencapaian Misi 3 sasaran 1 dari jumlah indikator sebanyak 11 indikator : 6 indikator melampaui target (54,5%), 2 indikator sesuai target (18,18) dan 3 indikator belum mencapai target (27,3%). Pencapaian Misi 3 sasaran 2 dari jumlah indikator sebanyak 4 indikator : 2 indikator sesuai target (50%) dan 2 indikator belum mencapai target (50%). Pencapaian Misi 4 sasaran 1 dari 2 indikator : 2 indikator sesuai target (100%).

TABEL 3.4

PENCAPAIAN TARGET MISI dan SASARAN

DINAS KESEHATAN KOTA SERANG TAHUN 2014 dan TAHUN 2015

NO MISI SASARAN JUMLAH INDIKATOR

SASARAN

TINGKAT PENCAPAIAN

MELAMPAUI TARGET SESUAI TARGET BELUM MENCAPAI TARGET

JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %

2014 2015 2014 2015 2014 2015 2014 2015 2014 2015 2014 2015 1 Misi 1 Sasaran 1 3 2 2 66,6 66,6 1 0 33,4 0 0 1 0 33,4 Sasaran 2 9 0 0 0 0 2 2 22,2 22,2 7 7 77,8 77,8 Sasaran 3 7 0 0 0 0 2 2 28,5 28,5 5 5 71,5 71,5 2 Misi 2 Sasaran 2 5 1 0 20 0 0 0 0 0 4 5 80 100 3 Misi 3 Sasaran 1 11 0 0 0 0 5 5 45,5 45,5 6 6 54,5 54,5 Sasaran 2 4 1 1 25 25 0 0 0 0 3 3 75 75 4 Misi 4 Sasaran 1 2 0 0 0 0 1 1 100 100 0 0 0 0 JUMLAH 41 4 3 9,75 7,31 11 10 26,8 24,4 25 27 61 66 Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa untuk Misi 1 sasaran 1 indikatoryang melampaui target meningkat sebanyak 2. Indikator yang sesuai target tetap sebanyak 1 indikator sedangkan indikator yang belum mencapai target bertambah dari 0 menjadi 1 indikator pada tahun 2015. Misi 1 sasaran 2 indikator tidak ada yang melampaui target, sesuai target sebanyak 2 indikator dan belm mencapai target sebanyak 7 indikator. Misi 1 sasaran 3 indikator belum ada yang melampaui target, 2 indikator sesuai target dan 5 indikator belum mencapai target. Misi 2 sasaran 2 dari 5 indikator : 1 indikator pada tahun 2014 melampaui target, tetapi turun menjadi 0 indikator pada tahun 2015, dan belum mencapai target sebanyak 4 indikator pada tahun 2014 lalu meningkat menjadi 5 indikator pada tahun 2015. Misi 3 sasaran 1 dari 11 indikator, 5 indikator sesuai target dan 6 indikator belum mencapai target. Misi 3 sasaran 2 dari 4 indikator 1 indikator telah melampaui target dan 3 indikator belum mencapai target. Misi 4 sasaran 1 dari 2 indikator : 2 indikator telah sesuai target.

(31)

Pencapaian Misi Dinas Kesehatan Kota Serang pada tahun 2016 dapat dilihat pada grafik di bawah ini :

GRAFIK 3.1

PENCAPAIAN MISI DINAS KESEHATAN KOTA SERANG TAHUN 2016

27%

32%

42% MELAMPAUI TARGETSESUAI TARGET

BELUM MENCAPAI TARGET

Untuk perbandingan Pencapaian Misi Dinas Kesehatan Kota Serang Tahun 2014 dan 2015 dapat dilihat pada grafik di bawah ini :

GRAFIK 3.2

PENCAPAIAN MISI DINAS KESEHATAN KOTA SERANG TAHUN 2014, TAHUN 2015 dan TAHUN 2016

2014 2015 2016 4 3 26.8 11 10 31.7 25 27 41.5

MELAMPAUI TARGET SESUAI TARGET

(32)

Dari grafik di atas dapat dilihat bahwa untuk indikator yang melampaui target mengalami penurunan dari 4 menjadi 3 indikator, yang sesuai target turun dari 11 menjadi 10 indikator dan belum mencapai target naik dari 25 menjadi 27 indikator.

3.3 Akuntabilitas Keuangan

Anggaran dan Realisasi Keuangan terkait pencapain Indikator Kinerja Dinas Kesehatan Kota Serang Tahun 2016, dapat dilihat pada tabel berikut :

TABEL 3.5

AKUNTABILITAS KEUANGAN DINAS KESEHATAN KOTA SERANG TAHUN 2016 SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA PROGRAM/KEGIATAN PAGU ANGGARAN REALISASI %

Terpenuhinya obat dan alat kesehatan (%)

Program Obat dan Perbekalan Kesehatan

6.189.115.488

5.461.177.529,00

88,24 Terlaksananya

Pengadaan Obat dan Perbekalan Kesehatan Dalam Memenuhi Kebutuhan Obat untuk Pelayanan Kesehatan

Pengadaan Obat dan Perbekalan Kesehatan 4.855.725.488 4.355.590.379 89,70 Terlaksananya seminar, pertemuan dan pembinaan teknis kefarmasian bagi pengelola apotik dan toko obat

Peningkatan Mutu Pelayanan Farmasi Komunitas dan Rumah Sakit 93.000.000 90.240.000 97,03 Terlaksananya Tertib Keadministrasian Kefarmasian Di Puskesmas Peningkatan Mutu Penggunaan Obat dan Perbekalan Kesehatan 1.240.390.000 1.015.347.150 81,86 Meningkatkan pelayanan

kesehatan dasar dan

esensial di

Puskesmas

Cakupan Puskesmas (%)

Program Upaya Kesehatan Masyarakat 26.232.368.130 19.698.547.943 75,09 Cakupan Puskesmas Pembantu (%) Cakupan layanan GD Level 1 yg harus diberikan sarana RS (unit) Cakupan layanan GD Level 1 yg harus diberikan sarana RS (unit) Terlayaninya Masyarakat Miskin untuk mendapatkan Pelayanan Kesehatan di Puskesmas dan jaringan (Kuota PBI Kemenkes) Pelayanan Kesehatan Penduduk Miskin di Puskesmas Jaringannya - - - Terlaksananya Pemeliharaan Dan

Pemeliharaan Dan Pemulihan Kesehatan

(33)

Pemulihan Kesehatan Pemeriksaan Kebugaran Jemaah Haji Terlaksananya Pemeriksaan Kesehatan Bagi Walikota, wakil walikota dan DPRD beserta Keluarga Meningkatnya Implementasi Strategi DOTS di Rumah Sakit dan Praktek Dokter Swasta

Penyelenggaraan Pencegahan &

Pemberantasan Penyakit Menular dan Wabah

211.090.000 211.090.000 100,00 Tersusunnya Buku Profil SDMK Kota Serang Revitalisasi Sistem Kesehatan 77.000.000 76.200.000 98,96 Meningkatkan jumlah, pemerataan dan kualitas pelayanan kesehatan melalui Puskesmas dan jaringannya Terlaksananya Perencanaan Penyusunan Rencana Kebutuhan Obat

Pelayanan Kefarmasian & Alat Kesehatan 108.000.000 105.760.000 97,93 Terlaksananya Pengadaan Alat Kesehatan di Puskesmas

Pengadaan Peralatan & Perbekalan Kesehatan termasuk Obat Generik Essensial

886.035.000 868.522.370 98,02

Terlaksananya Kegiatan Penilaian Tenaga Kesehatan Tingkat Kota Serang

Peningkatan Kesehatan Masyarakat 100.000.000 100.000.000 100,00 Terselenggaranya Upaya Kesehatan Masyarakat Peningkatan Pelayanan Kesehatan Bagi Pengungsi Korban Bencana - - Terselenggaranya Program Upaya Kesehatan Masyarakat Penyediaan Biaya Operasional dan Pemeliharaan 1.383.146.500 1.382.597.675 99,96 Terlaksananya Penyelenggaraan Labkesda Penyelenggaraan Labkesda 350.305.000 302.704.825 86,41 Tersedianya Sarana pendukung pelayanan kesehatan (BOK) Penyediaan pendukung pelayanan kesehatan 3.072.000.000 3.072.000.000 100,00 Meningkatnya akses masyarakat miskin terhadap pelayanan kesehatan yang

bermutu dan gratis

Terlaksananya Pemantauan Pelayanan Kesehatan Pada Arus Mudik / Hari Raya Besar dan Bimbingan Teknis Program

Layanan Kesehatan Daerah Terpencil dan Hari Raya

150.000.000 148.530.000 99,02 Terselenggaranya Upaya Kesehatan Masyarakat Sosialisasi Penanggulangan Bencana 50.000.000 49.400.000 98,80 Menurunnya angka kesakitan, kematian dan kecacatan akibat penyakit menular dan tidak

menular serta Mencegah dan menanggulangi Terlaksananya Kegiatan Penilaian Tenaga KesehatanTingkat Kota Serang

Seleksi Tenaga Kesehatan Teladan

(34)

masalah gizi terutama gizi buruk

Terlayaninya Peserta JKN untuk mendapatkan Pelayanan Kesehatan secara Prima di FKTP dan Jaringannya Pelayanan Kesehatan Penduduk Miskin di Puskesmas Jaringannya FKTP Banten Girang 1.159.186.605 620.578.528 53,54 Terlayaninya Peserta JKN untuk mendapatkan Pelayanan Kesehatan secara Prima di FKTP dan Jaringannya Pelayanan Kesehatan Penduduk Miskin di Puskesmas Jaringannya FKTP Ciracas 212.426.934 190.239.722 89,56 Terlayaninya Peserta JKN untuk mendapatkan Pelayanan Kesehatan secara Prima di FKTP dan Jaringannya Pelayanan Kesehatan Penduduk Miskin di Puskesmas Jaringannya FKTP Banten Curug 2.239.218.997 1.308.119.580 58,42 Terlayaninya Peserta JKN untuk mendapatkan Pelayanan Kesehatan secara Prima di FKTP dan Jaringannya Pelayanan Kesehatan Penduduk Miskin di Puskesmas Jaringannya FKTP Kasemen 1.875.659.952 1.176.788.234 62,74 Terlayaninya Peserta JKN untuk mendapatkan Pelayanan Kesehatan secara Prima di FKTP dan Jaringannya Pelayanan Kesehatan Penduduk Miskin di Puskesmas Jaringannya FKTP Kilasah 2.244.548.852 1.470.097.020 65,50 Terlayaninya Peserta JKN untuk mendapatkan Pelayanan Kesehatan secara Prima di FKTP dan Jaringannya Pelayanan Kesehatan Penduduk Miskin di Puskesmas Jaringannya FKTP Rau 1.135.502.433 764.448.432 67,32 Terlayaninya Peserta JKN untuk mendapatkan Pelayanan Kesehatan secara Prima di FKTP dan Jaringannya Pelayanan Kesehatan Penduduk Miskin di Puskesmas Jaringannya FKTP Serang Kota 3.180.008.803 2.049.789.535 64,46 Terlayaninya Peserta JKN untuk mendapatkan Pelayanan Kesehatan secara Prima di FKTP dan Jaringannya Pelayanan Kesehatan Penduduk Miskin di Puskesmas Jaringannya FKTP Singandaru 1.403.375.073 1.175.319.557 83,75 Terlayaninya Peserta JKN untuk mendapatkan Pelayanan Kesehatan secara Prima di FKTP dan Jaringannya Pelayanan Kesehatan Penduduk Miskin di Puskesmas Jaringannya FKTP Taktakan 913.681.506 727.094.140 79,58 Terlayaninya Peserta JKN untuk mendapatkan Pelayanan Kesehatan secara Prima di FKTP dan Jaringannya Pelayanan Kesehatan Penduduk Miskin di Puskesmas Jaringannya FKTP Walantaka 1.493.159.794 1.003.362.750 67,20 Terbentuknya dan terselenggarakanny a sistem informasi Terlayaninya Peserta JKN untuk mendapatkan Pelayanan Kesehatan Penduduk Miskin di Puskesmas Jaringannya 710.072.615 547.148.160 77,06

(35)

manajemen kesehatan yang ditunjang oleh sistem informasi manajemen kesehatan daerah Pelayanan Kesehatan secara Prima di FKTP dan Jaringannya FKTP Kalodran Terlayaninya Peserta JKN untuk mendapatkan Pelayanan Kesehatan secara Prima di FKTP dan Jaringannya Pelayanan Kesehatan Penduduk Miskin di Puskesmas Jaringannya FKTP Banjar Agung 589.289.641 399.224.536 67,75 Terlayaninya Peserta JKN untuk mendapatkan Pelayanan Kesehatan secara Prima di FKTP dan Jaringannya Pelayanan Kesehatan Penduduk Miskin di Puskesmas Jaringannya FKTP Pancur 638.504.650 454.698.400 71,21 Terlayaninya Peserta JKN untuk mendapatkan Pelayanan Kesehatan secara Prima di FKTP dan Jaringannya Pelayanan Kesehatan Penduduk Miskin di Puskesmas Jaringannya FKTP Unyur 785.317.988 597.152.100 76,04 Terlayaninya Peserta JKN untuk mendapatkan Pelayanan Kesehatan secara Prima di FKTP dan Jaringannya Pelayanan Kesehatan Penduduk Miskin di Puskesmas Jaringannya FKTP Sawah Luhur 264.157.133 178.778.225 67,68 Terlayaninya Peserta JKN untuk mendapatkan Pelayanan Kesehatan secara Prima di FKTP dan Jaringannya Pelayanan Kesehatan Penduduk Miskin di Puskesmas Jaringannya FKTP Cipocok Jaya 254.445.654 188.049.154 73,91 Cakupan Pengawasan Obat dan Makanan (%)

Program Pengawasan Obat & Makanan 392.541.500 390.591.500 99,50 Terselenggaranya Kegiatan Pemberdayaan Konsumen di Bidang Obat & Makanan

Peningkatan Pemberdayaan Konsumen / Masyarakat di Bidang Obat & Makanan

204.673.500 203.493.500 99,42

Terselenggaranya Kegiatan Peningkatan Pengawasan

keamanan Pangan & Bahan Berbahaya

Peningkatan Pengawasan Keamanan Pangan & Bahan Berbahaya 159.928.000 159.158.000 99,52 - Terselenggaranya Pemeriksaan, Pembinaan & Pengambilan Sampel TPM Peningkatan Kapasitas Laboratorium Pengawasan Obat dan Makanan

27.940.000 27.940.000 100,00

Berkembangnya upaya kesehatan bersumber daya masyarakat

Cakupan Desa Siaga Aktif (%) Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat 3.061.567.850 3.006.532.350 98,20 Pengembangan Media Promosi dan Informasi Sadar Hidup Sehat

- Terpenuhinya Sarana Media Promosi Sadar Hidup Sehat Bagi Masyarakat Kota

- Pengadaan Media Cetak Promosi Kesehatan

(36)

Serang Meningkatnya Pengetahuan / informasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat.

Penyuluhan Masyarakat Pola Hidup Sehat 1.186.852.400 1.169.750.500 98,56 - Terlaksananya Koordinasi Lintas Sektoral dan Lintas Program Guna Tercapainya Desa Siaga Peningkatan Pemanfaatan Sarana Kesehatan 905.855.000 904.125.000 99,81

- Pertemuan Lintas Sektor dan Lintas Program Desa Siaga Meningkatnya Pengetahuan dan Keterampilan Kader Posyandu, Kader SBH, Poskestren dan petugas Promkes Kota Serang

Peningkatan Pendidikan Tenaga Penyuluh Kesehatan

478.360.450 444.988.850 93,02

Mengetahui Capaian dan Evaluasi Poskesdes

Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan

- - -

Mengoptimalisasikan Fungsi Desa Siga

Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat 379.000.000 376.388.000 99,31 - Optimalisasi UKBM (Poskesdes, Posyandu, Poskestren PembinaanP2WKSS Persentase balita gizi

buruk (%)

Program Perbaikan Gizi Masyarakat

2.322.575.000

2.254.685.000

97,08 Rasio posyandu per

1000 balita Persentase bayi usia kurang dari 6 bulan yang mendapat ASI Ekslusif

Prsentase Ibu Hamil KEK yang mendapat makanan tambahan Persentase Ibu Hamil yang mendapat Tablet Tambah Darah (TTD) 90 Tablet selama masa kehamilan

Persentase remaja putri yang mendapat Tablet Tambah Darah (TTD)

Persentase bayi yang baru lahir mendapat IMD

Persentase balita kurus yang mendapat makanan tambahan Cakupan Penderita Gizi Buruk Mendapat Perawatan

Meningkatnya Kemampuan Petugas Kesehatan dalam menangani kasus gizi buruk, gizi kurang dan

Penyusunan Peta Informasi Masyarakat Kurang Gizi

(37)

gizi lebih

- Pelatihan Pemberian Makanan Bayi dan Anak - Pemantauan Status Gizi Balita dan Pertemuan Evaluasi Hasil PSG - Sosialisasi Penggunaan Buku Grafik Pertumbuhan Anak

Meningkatkan Status Gizi Buruk, Gizi Kurang dan Bumil KEK

Pemberian Tambahan Makanan dan Vitamin

1.165.750.000

1.113.130.000

95,49

Tersedianya Data Daerah Dengan Garam Beryodium dan Data Prevalensi Anemia Pada Remaja Putri Serta Adanya Kerjasama lintas Sektor dalam Penanganan GAKY dan AGB

Penanggulangan Kurang Gizi Protein (KEP), Anemia Gizi Besi, Gangguan Akibat Kurang Yodium (GAKY), Kurang Vitamin A, dan Kekurangan Zat Gizi Mikro Lainnya

183.205.000 180.905.000 98,74

- Pemantauan Garam dan Pertemuan Evaluasi Garam - Pemeriksaan Anemia Gizi Anak Sekolah Menurunnya angka kesakitan, kematian dan kecacatan akibat penyakit menular dan tidak menular serta mencegah dan menanggulangi masalah gizi terutama gizi buruk Meningkatnya Pengetahuan Keluarga Tentang Perawatan Bayi dan Balita Sehat dan Balita Gizi Buruk

Pemberdayaan Masyarakat untuk Pencapaian Keluarga Sadar Gizi

395.067.000 387.697.000 98,13

- Lomba Balita Indonesia Tingkat Kota Serang - Pertemuan Pemantapan Penanganan Gizi Buruk Tingkat Puskesmas Penanggulangan Gizi-Lebih Meningkatkan

Pengetahuan Tentang Penanganan Anak Gizi Lebih

- Sosialisasi Bahaya Gizi Lebih 138.528.000 138.528.000 100,00 Pemberdayaan Kadarzi Terpenuhinya Pelayanan di Klinik Gizi

- Pengadaan Sarana Klinik Gizi Jumlah kelurahan yang melaksanakan STBM Pilar ke 1 (Satu) Program Pengembangan Lingkungan Sehat 2.021.243.000 1.363.081.250 67,44

Presentase sarana air minum yang

dilakukan pengawasan Presentase Tempat-tempat Umum (TT ) yang memenuhi syarat kesehatan (MS)

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :