• Tidak ada hasil yang ditemukan

SEKERAT ASA DARI TIGA DUSUN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "SEKERAT ASA DARI TIGA DUSUN"

Copied!
130
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

ii

Seri Laporan KKN Angk. 55 UINAM 2017

SEKERAT ASA DARI TIGA DUSUN

Editor:

Dr. Murtiadi Awaluddin,S.E.,M.Si Kontributor

Andi Sajaruddin Hardiansyah Dewa

Husni Mubarak Masita Ridwan Riska Amaliah Selviana Dewi Tri Suciningsari

(3)

iii

SEKERAT ASA DARI TIGA DUSUN / Dr. Murtiadi Awal SE, M.si.

Makassar. Pusaka Almaida, 2017 xii + 116 : 16 x 23 cm

ISBN: 978-602-5813-60-3 Cetakan Pertama : 2017

Penerbit : Pusaka Almaida

Sanksi pelanggaran pasal 44 Undang-undang Nomor 12 Tahun 1997 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 6 Tahun 1982 tentang Hak Cipta sebagaimana telah iubah engan Undang-undang Nomor 7 Tahun 1987.

1. Barang siapa dengan sengaja dan tanpa hak mengumumkan atau memperbanyak suatu ciptaan atau memberikan izin untuk itu, dipidana dengan pidana penjar paling lama 7 (Tujuh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp.100.000.000 (seratus juta rupiah)

2. Barang siapa yang dengan sengaja menyiarkann, memamerkan, mengedarkan atau menjual kepada umum suatu ciptaan atau barang hasil pelanggaran hak cipta sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak 50.000.000 (lima puluh juta rupiah)

(4)

iv

SAMBUTAN REKTOR

Pelaksanaan KULIAH KERJA NYATA (KKN) merupakan agenda rutin dalam bidang pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa UIN Alauddin Makassar di bawah bimbingan Dosen Pembimbing KKN yang didampingi oleh Badan Pelaksana KKN. Pelaksanaannya melibatkan seluruh mahasiswa dari berbagai fakultas dan jurusan dengan asumsi bahwa pelaksanaan KKN ini dalam melakukan program-program kerjanya dilakukan dengan multi disipliner approach, sehingga program kerja KKN bisa dilaksanakan dalam berbagai pendekatan sesuai dengan disiplin ilmu mahasiswa yang ditempatkan di posko-posko KKN.

KULIAH KERJA NYATA (KKN) tentu diharapkan mampu mendekatkan teori-teori ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah dengan berbagai problematika yang dihadapi oleh masyarakat. Dalam menjalankan tugas-tugas pengabdian ini, pihak universitas memberikan tugas pokok kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M), khususnya pada Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PPM). Dalam pelaksanaannya, Rektor UIN Alauddin Makassar berharap agar pelaksanaan KKN bisa berjalan dengan baik dan dilaksanakan sesuai dengan kaidah-kaidah keilmiahan dalam arti bahwa program yang dilakukan di lokasi KKN adalah program yang diangkat dari sebuah analisis ilmiah (hasil survey) dan dilaksanakan dengan langkah-langkah ilmiah serta dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

(5)

iii

KKN akan menjadi refrensi pengabdian pada masa-masa yang akan datang.

Makassar, 1 Agustus 2017 Rektor UIN Alauddin Makassar

(6)

iv

SAMBUTAN KETUA LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LP2M) UIN

ALAUDDIN

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) memiliki tugas pokok untuk menyelenggarakan dan mengkoordinir pelaksanaan penelitian dan pengabdian masyarakat, baik yang dilakukan oleh dosen maupun mahasiswa. Dalam hal pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa, KKN merupakan wadah pengabdian yang diharapkan memberikan bekal dan peluang kepada mahasiswa untuk mengimplementasikan kajian-kajian ilmiah yang dilakukan di kampus.

KULIAH KERJA NYATA (KKN) merupakan salah satu mata kuliah wajib bagi mahasiswa UIN Alauddin Makassar sebelum memperoleh gelar sarjana dalam bidang disiplin ilmu masing-masing. Pelaksanaan KKN ini tidak hanya sekedar datang dan mengabdi ke dearah-dearah lokasi pelaksanaan KKN, tetapi harus tetap diletakkan dalam bingkai sebagai sebuah kegiatan ilmiah. Dalam perspektif ini, maka KKN harus dirancang, dilaksanakan, dan terlaporkan secara ilmiah sehingga dapat terukur pencapaiannya. Pada kerangka ini, LP2M UIN Alauddin Makassar berupaya semaksimal mungkin untuk dapat mencapai tujuan pelaksanaan KKN ini.

Olehnya itu, LP2M UIN Alauddin Makassar menginisiasi untuk mempublikasikan rancangan, pelaksanaan, dan pelaporan KKN dengan melakukan analisis ilmiah terhadap setiap program-program kerja KKN yang dilakukan selama ber-KKN. Hal ini dilakukan agar segala capaian pelaksanaan KKN dapat terlaporkan dengan baik dan dapat terukur pencapaiannya, sehingga KKN yang merupakan kegiatan rutin dan wajib bagi mahasiswa dapat dilakukan secara sistematis dari masa ke masa.

(7)

iii

serta apresiasi tinggi atas upaya yang tak kenal lelah untuk melakukan inovasi di PPM, baik secara internal maupun terbangunnya jaringan antar PPM sesama PTKAIN

Makassar, 1 Agustus 2017 Ketua LP2M UIN Alauddin Makassar

(8)

iv

KATA PENGANTAR

KEPALA PUSAT PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PPM)

UIN ALAUDDIN MAKASSAR

Sebagai ujung tombak pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat, PUSAT PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PPM) UIN Alauddin Makassar senantiasa berusaha melakukan terobosan dan langkah-langkah inovatif untuk mewujudkan kegiatan-kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang semakin baik dan inovatif. Upaya ini adalah wujud tanggung jawab pengabdian terhadap masyarakat dan UIN Alauddin Makassar, sehingga kegiatan pengabdian masyarakat bisa semakin mendekatkan pihak civitas akademika UIN Alauddin dengan masyarakat dan mewujudkan keterlibatan langsung dalam pembangunan masyarakat.

Upaya membukukan dan publikasi laporan pelaksanaan KKN ini merupakan inovasi yang telah dilakukan oleh PPM UIN Alauddin sebagai upaya memudahkan kepada semua pihak untuk dapat mengakses hasil-hasil pengabdian yang telah dilakukan oleh mahasiswa KKN di bawah bimbingan dosen pembimbing. Dengan adanya publikasi ini, program-program KKN dapat diukur capaiannya dan jika suatu saat nanti lokasi yang yang ditempati ber-KKN itu kembali ditempati oleh mahasiswa angkatan berikutnya, maka akan mudah untuk menganalisis capaian yang telah ada untuk selanjutnya dibuatkan program-program yang berkesinambungan.

(9)

iii

Angkatan ke-54 dan 55 atas segala upaya pengabdian yang dilakukan dan menjadi kontributor utama penulisan buku laporan ini.

Makassar, 1 Agustus 2017 Kepala PPM UIN Alauddin Makassar

(10)

iv

KATA PENGANTAR PENULIS

Alhamdulillah, segala puja dan puji hanya untuk Allah. Shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada junjungan Nabiyullah Muhammad saw. Atas rahmat, petunjuk dan risalah yang mengiringi kehadiran Rasulullah saw. di bumi, sebagai juru selamat ummat manusia.

Buku ini adalah laporan akhir KKN UIN Alauddin Makassar Tahun 2017 di Desa Tellumpanuae sebagai bentuk laporan pertanggung jawaban. Akan tetapi, kami menyadari bahwa buku laporan akhir KKN ini tentu tidak bisa terwujud tanpa partisipasi dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis akan menyampaikan penghargaan yang tinggi dan ucapan terima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada :

1. Prof. Dr. H. Musafir, M.Si., selaku Rektor UIN Alauddin Makassar yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Padaelo 2. Prof. Dr. Saleh Tajuddin, M.Ag., selaku Ketua Lembaga

Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) yang telah memberikan peluang untuk melaksanakan KKN di Desa Padaelo

3. Drs. H. M. Gazali Suyuti, M.HI., selaku Ketua Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) yang telah memberikan pembekalan dan membantu dalam proses penyelesaian KKN di Desa Padaelo

(11)

iii

5. Dr. Murtiadi Awaluddin, S.E., M.Si. dan Eka Suhartini, S.E., MM. selaku Dosen Pembimbing yang telah membimbing kami dan tetap sabar meski kadang direpotkan dengan berbagai masalah yang dihadapi di lokasi KKN.

6. Ibu Dahniar, SE. selaku Kepala Desa Tellumpanuae yang banyak diganggu aktifitasnya untuk kelancaran program kerja KKN di Desa Tellumpanuae

7. Seluruh Kepala Dusun di Desa Tellumpanuae yang telah bersedia meluangkan waktu membantu kami dalam merampungkan program KKN di Dusun masing-masing 8. Seluruh masyarakat Desa Tellumpanuae yang telah

berpartisipasi dalam pelaksanaan program KKN di Desa Tellumpanuae

9. Kawan-kawan mahasiswa KKN UIN Alauddin Angkatan ke-55 yang mau berbagi dalam suka dan duka selama ber-KKN di Desa Tellumpanuae.

Semoga buku ini dapat memberi manfaat buat kita semua, khususnya kepada kampus tercinta “Kampus Peradaban” UIN Alauddin dan diri kami semua. Saran dan kritik senantiasa penulis harapkan dari para pembaca.

Tellumpanuae, 20 Dzul-Qai’dah 1438 H. 26 Juli 2017 M.

(12)

iv

DAFTAR ISI

SAMBUTAN REKTOR ………... iii

SAMBUTAN KETUA LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LP2M) UIN ALAUDDIN ……….... v

KATA PENGANTAR KEPALA PUSAT PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PPM) UIN ALAUDDIN MAKASSAR………... vii

KATA PENGANTAR ………... ix

DAFTAR ISI……….…... xi

BAB I. PENDAHULUAN ... 1

A. Dasar Pemikiran ... 1

B. Gambaran Umum Desa Tellumpanue ... 6

C. Hasil Suevey ... 6

D. Kompetensi Mahasiswa KKN Angk. Ke-55... 7

E. Program Prioritas ... 12

F. Sasaran dan Target ... 13

G. Jadwal Pelaksanaan Program ... 15

BAB II. METODE PELAKSANAAN PROGRAM ... 17

A. Kondisi Geografis ... 17

B. Demografi ... 19

BAB III. DESKRIPSI HASIL PELAYANAN DAN PEMBERDAYAAN ... 40

(13)

iii

B. Bentuk Hasil Kegiatan Pelayanan dan Pemberdayaan

pada Masyarakat Tellumpanue ... 42

C. Dokumentasi Kegiatan ... 67

BAB IV. PENUTUP ... 86

A. Kesimpulan... 87

B. Rekomendasi ... 89

(14)

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Dasar Pemikiran

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, yang merupakan salah satu cara mengaplikasikan apa yang sudah diterima selama di dalam perkuliahan yang dilaksanakan oleh fakultas dan jurusan sebagai satu bagian dari program pendidikan UIN Alauddin Makassar secara keseluruhan.

Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa dengan pendekatan lintas keilmuan dan sektoral pada waktu dan daerah tertentu. Pelaksanaan kegiatan KKN biasanya berlangsung antara satu sampai dua bulan dan bertempat di daerah setingkat desa. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi di Indonesia telah mewajibkan setiap perguruan tinggi untuk melaksanakan KKN sebagai kegiatan intrakurikuler yang memadukan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu: pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Kuliah kerja nyata dilaksanakan secara melembaga dan terstruktur sebagai bagian dari pelaksanaan kurikulum pendidikan tinggi, yang wajib diikuti oleh setiap mahasiswa program studi strata satu (S1) dengan status intrakurikuler wajib. Kuliah Kerja Nyata sesungguhnya adalah kuliah yang dilakukan dari ruang kelas ke ruang masyarakat. Ruang yang sangat luas dan heterogen dalam menguji teori-teori keilmuan yang telah didapatkan di bangku kuliah. Masyarakat adalah guru kehidupan yang ditemukan di lokasi KKN.

Teori-teori keilmuan yang didapatkan di bangku kuliah, kemudian diperhadapkan pada fakta-fakta lapangan sebagai salah satu alat menguji kebenaran teori tersebut. Di sinilah dibutuhkan kreatifitas mahasiswa sebagai bagian dari pengembangan diri dan uji nyali sebelum terjun ke masyarakat yang sesungguhnya.

Melalui KKN mahasiswa mengenal persoalan masyarakat yang bersifat “cross sectoral” serta belajar memecahkan masalah dengan pendekatan ilmu (interdisipliner). Mahasiswa perlu menelaah dan merumuskan masalah yang dihadapi masyarakat serta memberikan alternatif pemecahannya (penelitian), kemudian membantu memecahkan dan menanggulangi masalah tersebut.

(15)

2

dan tujuan perguruan tinggi, yakni menghasilkan sarjana yang menghayati permasalahan masyarakat dan mampu memberi solusi permasalahan secara pragmatis, dan membentuk kepribadian mahasiswa sebagai kader pembangunan dengan wawasan berfikir yang komprehensif.

Tujuan utama pelaksanaan KKN yakni mahasiswa dapat mengembangkan pemikiran berdasarkan ilmu tekhnologi dan dalam upaya menumbuhkan, mempercepat serta mempersiapkan kader-kader pembangunan, diharapkan juga mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang berharga melalui keterlibatan dalam masyarakat yang secara langsung menemukan, merumuskan, memecahkan dan menanggulangi permasalahan pembangunan secara prakmatis dan interdisipliner. Selain itu, adanya Kuliah Kerja Nyata mempunyai sasaran agar mahasiswa dapat menjadi generasi yang siap pakai dan sekaligus calon penerus pembangunan utamanya di daerah pedesaan, baik dimasa sekarang maupun dimasa yang akan datang.

Harapannya, program KKN mampu membimbing dan mengarahkan mahasiswa untuk terjun ke dalam masyarakat, belajar dari pengalaman, dan mampu memperoleh pemecahan masalah melalui pemikiran, perencanaan, perumusan dan usaha pelaksanaan yang bersinergi dengan teori-teori keilmuan yang telah didapatkan.

Pelaksanaan kegiatan KKN biasanya berlangsung antara satu sampai dua bulan dan bertempat di daerah setingkat desa. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi di Indonesia telah mewajibkan setiap perguruan tinggi untuk melaksanakan KKN sebagai kegiatan intrakurikuler yang memadukan tri dharma perguruan tinggi yaitu: pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.KKN dapat dikatakan sebagai suatu wadah perkuliahan yang tidak mengutamakan teori lagi akan tetapi lebih mengutamakan praktik kita dalam mengatasi problematika di masyarakat.

Sedangkan, manfaat Kuliah Kerja Nyata yang diharapkan sebagai modal besar bagi mahasiswa dari program wajib ini antara lain agar mahasiswa mendapatkan pemaknaan dan penghayatan mengenai manfaat ilmu,teknologi, dan seni bagi pelaksanaan pembangunan, mahasiswa memiliki skill untuk merumuskan serta memecahkan persoalan yang bersifat “cross sectoral” secara pragmatis ilmiah dengan pendekatan interdisipliner, serta tumbuhnya kepedulian social dalam masyarakat.

(16)

3

pemikiran dan tenaga dalam pemecahan masalah pembangunan daerah setempat, dalam memperbaiki pola pikir dalam merencanakan, merumuskan, melaksanakan berbagai program pembangunan, khususnya dipedesaan yang kemungkinan masih dianggap baru bagi masyarakat setempat, serta menumbuhkan potensi dan inovasi di kalangan anggota masyarakat setempat dalam upaya memenuhi kebutuhan lewat pemanfaatan ilmu dan teknologi.

Kepentingan lain dari program kuliah kerja nyata ini dapat ditemukan antara lain: Melalui mahasiswa/dosen pembimbing, diperoleh umpan-balik sebagai pengayaan materi kuliah, penyempurnaan kurikulum, dan sumber inspirasi bagi suatu rancangan bentuk pengabdian kepada masyarakat yang lain atau penelitian. Demikian pula, diperolehnya bahan masukan bagi peningkatan atau perluasan kerjasama dengan pemerintahan setempat, termasuk dengan instansi vertikal yang terkait.

Dasar hukum tentang KKN sesuai dengan tujuan Negara Republik Indonesia seperti tercantum dalam alinea ke empat pembukaan UUD 1945, Pemerintahan Indonesia antaralain berkewajiban mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia, maka pada pasal 31 ayat 1 UUD 1945 dinyatakan bahwa tiap-tiap warga negara berhak mendapat pengajaran.

Kuliah kerja nyata dilaksanakan secara melembaga dan terstruktur sebagai bagian dari pelaksanaan kurikulum pendidikan tinggi, yang wajib diikuti oleh setiap mahasiswa program studi ilmu hukum strata satu (S1) dengan status intrakurikuler wajib.

Kuliah Kerja Nyata sesungguhnya adalah kuliah yang dilakukan dari ruang kelas ke ruang masyarakat. Ruang yang sangat luas dan heterogen dalam menguji teori-teori keilmuan yang telah didapatkan di bangku kuliah. Masyarakat adalah guru kehidupan yang ditemukannya di lokasi KKN.

Teori-teori keilmuan yang didapatkan di bangku kuliah, kemudian diperhadapkan pada fakta-fakta lapangan sebagai salah satu alat menguji kebenaran teori tersebut. Di sinilah dibutuhkan kreatifitas mahasiswa sebagai bagian dari pengembangan diri dan uji nyali sebelum terjun ke masyarakat yang sesungguhnya.

(17)

4

alternatif pemecahannya (penelitian), kemudian membantu memecahkan dan menanggulangi masalah tersebut.

Tujuan besar yang didapatkan oleh mahasiswa dari program Kuliah Kerja Nyata adalah untuk mengoptimalkan pencapaian maksud dan tujuan perguruan tinggi, yakni menghasilkan sarjana yang menghayati permasalahan masyarakat dan mampumemberi alternatif pemecahannya (penelitian),kemudian membantuh memecahkan dan menanggulangi masalah tersebut secara pragmatis.Sedang, manfaat Kuliah Kerja Nyata yang diharapkan sebagai modal besar bagi mahasiswa dari program wajib ini antara lain agar mahasiswa mendapatkan pemaknaan dan penghayatan mengenai manfaat ilmu,teknologi, dan seni bagi pelaksanaan pembangunan, mahasiswa memiliki skill untuk merumuskan serta memecahkan persoalan yang bersifat “cross sectoral” secara pragmatis ilmiah dengan pendekatan interdisipliner, serta tumbuhnya kepedulian social dalam masyarakat.

Bagi masyarakat dan Pemerintah, program Kuliah Kerja Nyata adalah bagian dari kerja kreatif mahasiswa dalam memberikan bantuan pemikiran dan tenaga dalam pemecahan masalah pembangunan daerah setempat, dalam memperbaiki pola pikir dalam merencanakan, merumuskan, melaksanakan berbagai program pembangunan, khususnya dipedesaan yang kemungkinan masih dianggap baru bagi masyarakat setempat, serta menumbuhkan potensi dan inovasi di kalangan anggota masyarakat setempat dalam upaya memenuhi kebutuhan lewat pemanfaatan ilmu dan teknologi.

(18)

5

instansi vertikal yang terkait.

(19)

6

Secara operasional dalam pelaksanaan KKN, dianggap perlu menyusun program kerja yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan kemampuan mahasiswa KKN. Susunan program kerja ini kemudian diseminarkan untuk mendengar masukan-masukan dari masyarakat dan pemerintah setempat.

B. Gambaran Umum Desa Tellumpanuae

Desa Tellumpanuae terletak di Kecamatan Mallawa, Kabupaten Maros yang di tempuh dari Ibukota Kecamatan ± 7 km dengan waktu tempuh 15 menit dan dari Ibukota Kabupaten ± 70 km dengan waktu tempuh 2-3 jam dengan kecepatan sedang. Desa Tellumpanuae terbentuk sejak tahun 1963 yang merupakan satu wilayah kesatuan masyarakat yang terdiri dari dua suku kata yaitu Tellu dan Wanua yang dijadikan satu kata menjadi Tellumpanuae yang berarti tiga wilayah/dusun. untuk menyatukan ketiga dusun tersebut maka terbetuklan Nama DesaTellumpanuae

Desa Tellumpanuae berbatasan yang dihapit dengan hasil pemekaran dengan Desa barugae yang dulunya adalah sebuah dusun dan Desa Uludaya di sebelah Utara, di sebelah Timur dengan Desa Matammpa Pole, di sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Barugae, dan di sebelah Barat berbatasan dengan Desa Bentenge. Desa ini terdiri dari 3 Dusun yaitu Dusun Watang Mallawa, Dusun Matajang dan Dusun Jawi-jawi .

Desa Tellumpanuae merupakan wilayah dataran rendah, wilayah perbukitan, dan wilayah dataran tinggi / pengunungan. jumlah penduduk DesaTellumpanuae terdiri dari 1274Jiwa dengan rincian yaitu laki-laki 616 jiwa dan perempuan sebanyak 658 jiwa.

C. Hasil Survey

Kekurangan adalah sebuah kelebihan yang tertunda dan tidak ada yang perlu ditutup-tutupi demi mendapatkan hasil yang lebih baik dan untuk kemajuan Desa inikarena tuhan tidak akan mengambil sesuatu dari kita, melainkan Dia telah menyiapkan pengganti yang lebih baik. Dari identifikasi masalah yang dilakukan selama survey lokasi kegitan KKN ada beberapa priotas masalah yang perlu untuk diminimalisir selama masa KKN diantaranya:

1. Bidang Pendidikan

a.Kurangnya tenaga profesional guru dalam bidang bahasa inggris dan bahasa arab.

(20)

7

2. Bidang kesehatan

a. Kurangnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan halaman rumah beserta lingkungan Desa Tellumpanuae.

b.Dan pentingnya membuang sampah pada tempatnya.

c. Kurangnya pengetahuan siswa tentang bagaimana menjaga kesehatan.

3. Bidang lingkungan dan sosial a. Kurangnya Fasilitas olahraga.

b. Kurangnya tempat pembuangan sampah dan tempat pembuangan sampah akhir.

4. Bidang Keagamaan

Tingginya minat masyarakat untuk menuntut ilmu Agama, sehingga di Desa ini begitu banyak kegiatan keagamaannya, mulai dari majelis ta’lim, pengajian yang dilakukan perpekan secara kontinue.

D. Kompetensi Anggota kkn 55

Gambar 1.5 .Anggota KKN

(21)

8

Mereka menyelesaikan masalah dengan cara yang sama Hal ini membuat mereka kompeten.

Adapun kompentensi anggota 55 berbeda–beda sesuai dengan kompeten anggotanya:

Hardiansyah Dewa (Kordes)

Jurusan Hukum

Acara Peradilan dan

Kekeluargaan, Fakultas Syari’ah dan Hukum. MahasiswA ini memiliki

kompetensi akademik

tentang hukum perdata dan administrasi peradilan. Selain itu ia juga memiliki keterampilan di bidang Olahraga seperti futsal, dan silat.

Ridwan(Sekretaris Kordes)

(22)

9

Tri suciningsari (Bendahara Kordes)

Mahasiswi yang merasa paling cantik bersaudara ini

mengambil jurusan fisika

fakultas Sains dan Teknologi. Mahasiswi ini lahir 22 tahun yang lalu tepat tanggal 28 April 1995 paling suka makan (tapi tidak pernah gemuk) paling suka tidur, cewek paling rajin di

posko tapi tidak suka

dibohongi. Orang nya paling mengerti apalagi soal perasaan. Tidak percaya??? Kenal meki dulu!!!!!

Andi Sajaruddin (Anggota)

Jurusan ilmu

(23)

10

Hardiyanti (Anggota)

Jurusan

pendidikan guru madrasah

ibtidaiyah (PGMI),

fakultas tarbiyah dan keguruan. Mahasiswa ini

memiliki kemampuan

dalam bidang pendidikan dan memiliki kemampuan dibidang olahraga yaitu bulu tangkis. Dia juga menjabat sebagai ketua trikut. sejak lahir. Sekarang aku kuliah di kampus

UIN Aladuin

(24)

11

Masita (Anggota)

Mahasisiwi ini mengambil

konsentrasi dalam bidang Sejarah dan Kebudayaan Islam, fakultas Adab dan Humaniora dan tentunya di Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. Mahasiswi ini lumayan mahir dalam beberapa bidang olahraga (Bulutangkis, Volly), juga dalam bidang masak yang tidak terlalu buruk. Kalau ditanya bagaimana

kompetensi di bidang

pendidikan, mahasiswi ini tidak

terlalu bodoh dan kalau dibilang pintar kurang tepat juga, intinya sedang-sedang saja. Meskipun jurusan sejarah, tapi dia kurang mahir dalam merekontruksi sejarah. Kalau kau mengenalnya lebih dalam kau akan tau bahwa dia tidak pantas untuk dihilangkan dari pikiranmu. Oh ya, orang ini kadang-kadang memiliki sifat berlebihan (Lebay). Uupss

Selviana Dewi (Anggota) Selviana Dewi adalah Mahasiswi Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah Dan komunikasi UIN Alauddin Makassar. Lahir pada tgl 31 Juli 1995. Saya anak pertama dari Tiga bersaudara, saya punya bakat dibidang pendidikan tapi sayang jurusan yang saya ambil tidak menjurus ke pendidikan. Meskipun demikian, saya sangat bersyukur karena bakat yang saya punya bisa

(25)

12

Riska Amaliah (Anggota)

Riska Amaliah merupakan

Mahasiswi jurusan PBA (Pendidikan Bahasa Arab) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Aluddin Makassar.

Saya orangnya baik hati dan keras kepala, suka tidur dan yang paling penting itu saya orangnya paling suka diajak makan apalagi kalau ditraktir.

E. Program Prioaritas

“Setiap masalah ada jalan keluar, kamu mungkin tak melihatnya, namun Tuhan tahu jalan keluarnya, yakin dan percayalah padanya”. Berdasarkan sub bab III permasalahan terdapat 5 bidang permasalahan dan berikut rincian prioritas programnya:

Tabel 1.1 .Prioritas Masalah

No Fokus Permasalahan Prioritas

(26)

13

Bidang lingkungan dan sosial

Mengajar

F. Sasaran dan Target

Fokuskanlah perhatian anda pada satu target dan sasaran, maka anda akan melihatnya selesai lebih cepat, jauh lebih baik, dan jauh lebih murah.

Berikut ini merupakan sasaran dan target program kerja KKN 55 UIN Alauddin Makassar 2017-2018.

Tabel 1.2 Sasaran dan target

No Program Kegiatan Sasaran Target

Bidang Pendidikan

(27)
(28)

15

Bidang lingkungan dan sosial

8.

G. Jadwal Pelaksanaan Program

Tabel 1.3 .Prioritas Masalah

Nama Kegiatan

Waktu Tempat ket.

Mengajar bahasa inggris

senin-sabtu selama KKN SDN Watang

mallawa

Mengajar bahasa arab

senin-sabtu selama KKN SDN Watang

(29)

16

(30)

17

BAB II

KONDISI UMUM WILAYAH DESA TELLUMPANUAE KECAMATAN MALLAWA KABUPATEN MAROS

A. KONDISI GEOGRAFIS

1. Sejarah Desa

Desa Tellumpanuaeterbentuk sejak tahun 1963 yang merupakan satu wilayah kesatuan masyarakat yang terdiri dari dua suku kata yaitu Tel’lu dan Wanuayang dijadikan satu kata menjadi Tellumpanuae yang berarti tiga wilayah/dusun. untuk menyatukan ketiga dusun tersebut maka terbetuklan Nama DesaTellumpanuae Kepala desa yang pernah memimpin di desa DesaTellumpanuae berturut-turut adalah :

Tabel 1

PEJABAT KEPALA DESA TELLUMPANUAE DAN PERIODE KEPEMIMPINANNYA

No Nama Jabatan Periode Ket

1 Andi muh. Akal mallu Kades 1963 - 1993

2 A.ansar ,SH (pjs) Kades 1993 - 1994

3 Andi mallarangan Kades 1994 – 2006

4 Andi makmur Kades 2006 - 2014

5 Andi paranrengi Kades 2014 - 2015

6 Andi enre (pjs) Kades 2015 - 2016

7 Drs.Moehammad. Yani (pjs) Kades 2016(Juli- Sept)

8 Dahniar, S.E Kades 2016

(31)

18

2. Kondisi Geografis

a. Letak Wilayah

Berdasar citra satelit Quick Bird tahun 2016, letak geografis

wilayah, desa Tellumpanuae berada antara 119050’ - 119053’LS dan

4050’ - 4051’ BT, dengan batas-batas sebagai berikut :

 Sebelah utara : Desa Uludaya Kec. Mallawa  Sebelah Timur : Desa Mattampa Pole Kec. Mallawa  Sebelah Selatan : Desa Barugae Kec. Mallawa

 Sebelah Barat : Desa BentengeKec.Mallawa

b. Luas Wilayah

Jumlah luas tanah Desa Tellumpanuae seluruhnya mencapai ±2000 ha dan terdiri dari tanah darat dan tanah sawah dengan rincian sebagai berikut :

 Tanah Darat :1300ha

 Tanah Sawah :700ha

Gambar 2.1 : Grafik Sebaran Wilayah

700

1300

Sawah

(32)

19

c. Sumber Daya Alam

 Pertanian

 Tambang (Batubara, pasir kuarsa dan pasir, galian C

d. Orbitasi

Orbitasi atau jarak dari pusat-pusat pemerintahan :

 Jarak dari Pusat Pemerintahan Kecamatan : ± 7km  Jarak dari Pusat Pemerintahan Kabupaten : ± 63 km e. Karakteristik Desa

Desa Tellumpanuae merupakan kawasan pedesaan yang bersifat agraris, dengan mata pencahariansebagian besar penduduknya adalah bercocok tanam terutama sector pertanian dan perkebunan. Di sector pertanian, produk/komoditas utama yang dihasilkan adalah Padi, palawija, jahe, cabe (besar) dan jagung. Sedangkan di sector perkebunan produk/komoditas utamanya meliputi coklat dan cengkeh. Di sector Industri dan Usahamenengah dan kecil, umumnya bergerak di bidang perdagangan dan pemanfaatan hasil/olahan pertanian dan perkebunan.

B. DEMOGRAFI

a. Keadaan/Komposisi Peduduk

Berdasarkan pemutahirandata pada bulan September 2015 jumlah penduduk Desa Tellumpanuae terdiri dari 1260 Jiwa dengan rincian sebagai berikut.

(33)

20

N

O

Nama

Dusun

Jumlah penduduk

L % P % L+P %

1 2 5 6 7 8 9 10

1 Wt.

Mallawa 265 21.0% 282 22.4% 547 43.4%

2 Jawi-Jawi 154 12.2% 170 13.5% 324 25.7%

3 Matajang 197 15.6% 192 15.2% 389 30.9%

Jumlah 616 48.9% 644 51.1% 1260 100 %

(34)

21

Gambar 2.2 : Komposisi Penduduk Tiap Dusun menurut Jenis Kelamin

Berdasarkan chart/gambar di atas, di dusun Wt. Mallawa terdapat 21,0% laki-laki dan 22,4% Perempuan. Sedangkan di dusun Jawi-Jawi, terdapat 12,2% penduduknya adalah laki-laki dan 13,5% perempuan. Sementara penduduk dusun Matajang, terdapat 15,6% laki-laki dan 15,2% perempuan.

b. Menurut Kelompok Umur

Tabel 2.2 : Komposisi Penduduk Berdasarkan Umur

Umur L % P % Jumlah %

< 1 Tahun 1 0.1% 0

.0% 1 0.1%

1 - 4 Tahun 52 4.1%

8 .4% 120 9.5%

5 - 14 Tahun 115 9.1%

37 0.9% 252 20.0%

15 - 39 Tahun 251 19.9%

17 7.2% 468 37.1%

40 - 64 Tahun 132 105%

69 3.4% 301 23.9%

>/= 65 Tahun 43 3.4%

5 .0% 118 9.4%

(35)

22

Gambar2. 3 : Komposisi Penduduk Berdasarkan Umur

Berdasarkan table 2 dan Gambar 3 di atas, terdapat 0,1% penduduk berumur di bawah 1 tahun. 9,5% penduduk berumur 1 - 4 tahun, 20,0% penduduk berumur 5 - 14 tahun, 37,1% berumur 15 - 39 tahun, 23, 9% berumur 40 - 64 tahun dan 9,4% berumur di atas 65 tahun. Jika melihat komposisi penduduk berdasarkan kelompok usia tersebut, dengan mengacu pada rentang usia 15 - 39 tahun dan 40 - 64 tahun, maka dapat dilihat bahwa sebagian besar penduduk desa Tellumpanuae merupakan penduduk dengan usia produktif.

c. Menurut Tingkat Pendidikan

Pendidikan adalah satu hal penting dalam memajukan tingkat kesadaranan masyarakat pada umumnya dan tingkat perekonomian pada khususnya, Dengan tingkat pendidikan yang tinggi maka akan mendongkrak tingkat kecakapan. Tingkat kecakapan juga akan mendorong tumbuhnya ketrampilan kewirausahaan. Dan pada gilirannya mendorong munculnya lapangan pekerjaan baru. Dengan sendirinya akan membantu program pemerintah untuk pembukaan lapangan kerja baru guna mengatasi pengangguran. Pendidikan biasanya akan dapat mempertajam sistimatika pikir atau pola pikir individu, selain itu mudah menerima informasi yang lebih maju.

(36)

23

Untuk melihat taraf/tingkat pendidikan penduduk Desa Tellumpanuae, dapat dilihat di tabel 3 di atas. Taraf pendidikan penduduk desa Tellumpanuae jika melihat table diatas berada pada tingkat pendidikan menengah (SLTA) sebesar 40,8% dan Pendidikan Dasar (SD/Sederajat hingga SLT/Sederajat) sebesar 33,7%. Penduduk yang bertaraf pendidikan tinggi pada tingkat S2 hanya 0,2%, D4/S1 dikarenakankader Posyandu, bidan dan dokter serta tenaga kesehatan secara rutinsetiap bulan melakukan kunjungan/pengobatan dan selalu proaktif danpeduli terhadap masalah kesehatan warga.

(37)

24

1. Sarana-sarana Kesehatan

Desa Tellumpanuae memiliki1Poskesdes serta memiliki 3 Posyandu. :

Posyandu Lebbotenggae Lokasi Dusun Wt. Mallawa

Posyandu Harapan Baru Lokasi Dusun Matajang

PosyanduMattoanging Lokasi DusunJawi-Jawi

2. Kesejahteraan Sosial

 Jumlah Keluarga Prasejahtera : 17 Keluarga

 Jumlah Keluarga Sejahtera I : 190Keluarga

 Jumlah Keluarga Sejahtera II : 89Keluarga

 Jumlah Keluarga Sejahtera III 56Keluarga

 Jumlah Keluarga Sejahtera III Plus : 18 Keluarga

 Pasangan usia subur dibawah 20 tahun :4Orang

 Pasangan usia subur 20 – 29 tahun : 48 Orang

 Pasangan usia subur 30 – 40 tahun : 152Orang

 - Peserta KB aktif : 114 Orang

3. Pendidikan :

 SMK Swasta : - Buah

 SMP Swasta : - Buah

 Madrasah Tsanawiyah Swasta : 1 Buah

 Sekolah Dasar Negeri : 1 Buah

(38)

25

 TK Negeri : 1 Buah

 TK Swasta/PAUD : 1 Buah

 Pondok Pesantren :- Buah

e. Ketenagakerjaan

Tabel 2.4 : Komposisi Ketenaga Kerjaan

Gambar 2.4 : Persentase Komposisi Ketenaga Kerjaan

No Uraian Jumlah %

1 Petani pemilik sawah 214 Orang 45%

2 Petani penggarap 132 Orang 28%

3 Pertukangan 19 Orang 4%

4 Buruh Kebun 52 Orang 11%

5 Pedagang 8 Orang 2%

6 Pengemudi/jasa 9 Orang 2%

7 PNS 24 Orang 5%

8 TNI/ POLRI 0 Orang 0%

9 Pensiunan 14 Orang 3%

10 Industri Kecil 2 Orang 0%

11 Buruh Industri 0 Orang 0%

(39)

26

Berdasarkan Tabel 4 dan Gambar 4 di atas, kondisi ketenaga kerjaan di desa Tellumpanuae didominasi oleh jenis pekerjaan sebagai petani pemilik sawah (45%) dan petani petani penggarap (28%. Lainnya, bekerja sebagai buruh kebun (11%), PNS (5%), Pensiuna (3%), Pengemudi/Jasa dan Pedagang masing-masing 2%.

f. Kesenian dan Kebudayaan

- Group Qasidah : - group

Secara umum kondisi perekonomian dilihat dari bagaimana bentang kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat di suatu wilayah memanfaatkan bentang alam yang ada di wilayahnya. Dengan kata lain,

(40)

27

kondisi ekonomi itu adalah hasil dari saling pengaruh secara timbal balik antrara pola adaptasi masyarakat yang tercermin pada pola bentang social dan ekonominya terhadap bentang alamnya, atau sebaliknya pengaruh bentang alam terhadap pola bentang social dan ekonomi masyarakat. Salah satu bentuk Saling pengaruh tersebut terlihat pada bagaimana pola luas dan pola tata guna lahan. Di desa Tellumpanuae, pola luas dan pola tata guna lahan tersebut adalah sebagai berikut :

Tabel 2.5 : pola luas dan tata guna lahan desa tellumpanuae

No. Penggunaan Lahan Luas

1 Bangunan 2.19 ha

7 Kawasan Peribadatan 0.5

8 Kawasan Perkantoran 0.5 ha

9 Kawasan Permukiman

(41)

28

Jika melihat table di atas, pola pemanfaatan lahan hamparan, dominannya merupakan lahan pertanian sawah. Lainnya merupakan bangunan, fasilitas umum, kawasan pendidikan, kawasan peribadatan, pemakaman dan dan perkantoran. Lainnya merupakan jalan, jaringan irigasi dan sungai

. 6. Kesehatan

Sarana dan prasarana Kesehatan yang ada di desa Tellumpanuae dapat disajikan dalam tabel sebagai berikut :

Tabel 2.6 : Sarana dan Prasarana Kesehatan Desa Tellumpanuaetahun 2015

No URAIAN JUMLAH

1. Puskesmas -

2. Poskesdes 1

3. Tenaga medis di poskesdes 1

4. Tenaga Non Medis di poskedes

5. Toko obat dan Jamu -

(42)

29

tabel 2.7 : Jumlah Pemeluk Agama dan Tempat Ibadah Tahun 2015

No Agama Tahun 2015 Ke

t. Pemeluk Tempat Ibadah

1. Islam 100 % 5

Sarana ibadah di Desa Tellumpanuae terdiri dari :

Musholla : 1buah

Masjid : 4buah

Masjid-Masjid yang ada di Desa Tellumpanuae

N

(43)

30

Matajang Hamsi Hibah

Data TPQ di Desa Tellumpanuae

No Nama

8. Kesejahteraan Sosial.

Masalah kemiskinan dan pengangguran tetap merupakan salah satu masalah di Kabupaten Maros pada umumnya. Demikian juga dengan Penyandang masalah kesejahteraan Sosial (PMKS) lainnya di desa Tellumpanuae. Berikut data PMKS di Desa Tellumpanuae.

Tabel 2.8 : Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial Tahun 2015

(44)

31

3. Anak Yatim/Piatu 3 2 5

4. Keluarga Miskin

5. JKN APBN / PBI

6. JKN APBD / PBI DA

7. JAMKESMASDA

8. Tuna Netra - 1 1

9. Tuna Rungu - - -

10. Tuna Wicara - - -

11 Tuna Rungu-Wicara - - -

12. Tuna Daksa/tubuh - - -

13. Tuna

Grahita/mental 2 -

2

14. Tuna Laras/eks jiwa - -

15. Cacat eks kusta - - 0

16. Cacat jiwa - 1 1

17. Gelandangan - - 0

18. Pengemis - - 0

19. Bekas Narapidana 4 - 4

9. Prasarana dan Sarana Desa

Pembangunan Infrastruktur akan dihadapkan pada terbatasnya kemampuan Pemerintah Desa untuk menyediakannya. Pada sebagian infrastruktur, pihak Desa telah berhasil menghimpun swadaya masyarakat murni yang terkoordinir di masing-masing RT dan RW.

JUMLAH PRASARANA DAN SARANA DESATAHUN 2016

No Jenis prasarana & sarana desa Tahun 2016 Volume

(45)

32

Beberapa masalah infrastruktur yang perlu mendapat perhatian dan merupakan kebutuhan bagi masyarakat desa antara lain :

1. Perkerasan dan Pengecoran jalan lingkar antar dusun 2. Rehabilitasi Saluran / Jaringan Irigasi

3. Pembangunan jalan desa termasuk setapak

4. Rehab dan penambahan dan pengaktifan Pos Kamling 5. Pembangunan Drainase

6. Perbaikan Gedung Pendidikan dan posyandu

7. Pembangunan Lapangan Sepak Bola dan sarana ,prasarana olahraga

10. Pemerintahan Umum

Dalam kerangka memberikan pelayanan kepada masyarakat, di sektor pemerintahan umum, beberpa jenis pelayanan yang telah dapat berlangsung sebagai berikut :

1.Pencatatan sipil, seperti : Surat keterangan domisili, surat keterangan perkawinan, adminsitrasi dan pengarsipan kartu keluarga, dll.

2.Adminsitrasi Perizinan, baik untuk usaha dalam skala jenis usaha menengah dan kecil (mikro), maupun perizinan untuk keramian, dsb.

(46)

33

bagi penduduk desa dan meningkatnya penghasilan/pendapatan per-kapita penduduk di desa Tellumpanuae.

Di bidang Keamana dan Ktertiban, rasa tentram, aman dan tertib bagi masyaraakt desa Tellumpanua menjadi prioritas yang juga perlu diwujudkan, meskipun dalam rentang waktu belakangan ini, persoalan/permasalah adanya gangguan kemanan dan ketertiban tidak pernah terjadi dengan status yang mengkhawatirkan.

Secara adminsitratif, Desa Tellumpanuaeterdiri dari 3 Wilayah dusun defenitif. Wilayah dusun tersebut terbagi dalam beberapa RT (Rukun Tetangga). Berikut merupakan data-data kepala dusun dan RT yang secar defentif telah di tetapkan menurut SK Kepala Desa adalah sebagai berikut :

tabel 2.10 : Nama Pejabat Wilayah Administrasi Pemerintah Desa Tellumpanuae Tahun 2016

4. Andi nur jaya Kepala Urusan Perencanaan

5. Andi rusma Kepala Seksi Pemerintahan

6. Barham Kepala Seksi Kesejahteraan

7. A. Nirma Bendahara

8. A. Abd. Kadir Kepala Dusun Wt. Mallawa

9. Kamaria Kepala Dusun Jawi-Jawi

10. Zainal Abidin Kepala Dusun Matajang

Tabel 2.11 : Nama Ketua RTPerdusun

No Nama Jabatan Dusun Wt.

Mallawa

1 Hamsah Ketua RT I

2 Hj. KANTO Ketua RT II

(47)

34

4 Andi Idris Ketua RT IV

5 Nasir Ketua RT V

6 Ansar Ketua RT VI

11. Organisasi Kemasyarakatan

Organisasi Kemasyarakatan atau disingkat Orkemas adalah

suatu istilah yang digunakan di Indonesia untuk

bentuk organisasi berbasis kemasyarakatan yang tidak bertujuan politis, istilah semula adalah "organisasi Massa" yang disingkat "Ormas". Namun sejak dikeluarkannya Permendagri nomor 33 tahun 2012 istilahnya diganti menjadi "organisasi Kemasyarakatan" dan disingkat "Orkemas", dalam BAB I pasal 1 ayat 1.Orkemas dapat dibentuk

berdasarkan beberapa kesamaan atau tujuan, misalnya

agama, pendidikan, sosial, dll.

Beberapa Organisasi atau Lembaga Kemasyarakatan yang ada di Desa Tellumpanuae diantaranya:

a.Badan Permusyawaratan Desa (BPD)

Merupakan lembaga perwujudan demokrasi dalam

penyelenggaraan pemerintahan desa. BPD dapat dianggap sebagai "parlemen"-nya desa. BPD merupakan lembaga baru di desa pada era otonomi daerah di Indonesia.Anggota BPD adalah wakil dari penduduk desa bersangkutan berdasarkan keterwakilan wilayah yang ditetapkan dengan cara musyawarah dan mufakat. Anggota BPD terdiri dari Ketua Rukun Warga, pemangku adat, golongan profesi, pemuka agama dan tokoh atau pemuka masyarakat lainnya. Masa jabatan anggota BPD adalah 6 tahun dan dapat diangkat/diusulkan kembali untuk 2 kali masa jabatan berikutnya. Pimpinan dan Anggota BPD tidak diperbolehkan merangkap jabatan sebagai Kepala Desa dan Perangkat Desa.

Peresmian anggota BPD ditetapkan dengan

Keputusan Bupati/Walikota, dimana sebelum memangku jabatannya

mengucapkan sumpah/janji secara bersama-sama dihadapan

(48)

35

masyarakat dan dipandu oleh Bupati/ Walikota.Ketua BPD dipilih dari dan oleh anggota BPD secara langsung dalam Rapat BPD yang diadakan secara khusus. BPD berfungsi menetapkan Peraturan Desa bersama Kepala Desa, menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat.

Tabel 2.12 : Nama Anggota Badan Permusyawaratan Desa Tellumpanuae

No Nama Jabatan

1. H. Arnuddin Ketua

2. Andi Bone Akmal Sekretaris

3. Abd Majid Anggota

4. Muh. Abidin Anggota

5. Fitrianingsih Anggota

6. A. Abidin Rumpa Anggota

7. A. Mamma Anggota

b. Lembaga Kemasyarakatan Desa/ LKMD Tellumpanuae Pembentukan

1. Di desa dapat dibentuk Lembaga Kemasyarakatan.

2. Lembaga Kemasyarakatan sebagaimana dimaksud dapat dibentukatas prakarsa yang difasilitasiPemerintah melalui musyawarah dan mufakat

3. Pembentukan Lembaga Kemasyarakatan Desa ditetapkan dalam Peraturan Desa (Perdes).

4. Pembentukan Lembaga Kemasyarakatan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa.

Maksud :Maksud dibentuknya lembaga kemasyarakatan adalah :

 Sebagai upaya memelihara dan melestarikan nilai-nilai kehidupan masyarakatTellumpanuae yang berasas gotong royong dan kekeluargaan

 Sebagai upaya meningkatkan kelancaran pelaksanaan

tugas pemerintahan,pembangunan dan

kemasyarakatan

(49)

36

seluruh komponen yang ada dalam

usahamensejahterakan masyarakat

 Sebagai upaya perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian pembangunanyang bertumpu pada masyarakat.

Tujuan dibentuknya lembaga kemasyarakatan adalah :

 Tercapai dan terpeliharanya nilai-nilai kehidupan masyarakat

desayang berasTellumpanuaen gotong royong dan

kekeluargaan

 Terwujudnya kelancaran pelaksanaan tugas pemerintahan, pembangunan dankemasyarakatan di Desa yang berdayaguna dan berhasilguna

 Terwujudnya kesejahteraan masyarakat atas dasardukungan seluruh potensiswadaya masyarakat

 Terwujudnya keberhasilan pelaksanaan pembangunandengan melibatkanseluruh unsur masyarakat dalam perencanaan, pelaksanaan dan pengendalianpembangunan yang bertumpu pada masyarakat.

Tugas Dan Fungsi

Lembaga Kemasyarakatan Desa mempunyai tugas membantu Pemerintah Desa dan merupakan mitra dalam memberdayakan masyarakat desa, dengan tugas dan fungsi sebagai berikut :

Tugas :

 Menyusun rencana pembangunan secara partisipatif dengan

mengakomodir kebutuhan masyarakat menyelesaikan

permasalahan yang ada dan mengoptimalkan potensi yang ada;

 Melaksanakan, mengendalikan, memanfaatkan, memelihara dan mengembangkan pembangunan secara partisipatif;

 Menggerakkan, memotivasi dan mengembangkan partisipasi, gotong- royong, dan swadaya masyarakat;

(50)

37

Fungsi :

 Penampungan dan penyaluran aspirasi masyarakat dalam pembangunan.

 Penanaman dan pemupukan rasa persatuan dan kesatuan masyarakat dalamkerangka memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia;

 Peningkatan kualitas dan percepatan pelayanan pemerintah kepada masyarakat;

 Penyusunan rencana, pelaksana, pengendali, pelestarian dan pengembangan hasil-hasil pembangunan secara partisipatif;  Penumbuhkembangan dan penggerak prakarsa, partisipasi

serta swadaya gotongroyong masyarakat;

 Pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan keluarga;  Pemberdayaan hak politik masyarakat;

 Pengembangan kreatifitas , pencegahan kenakalan

penyalahgunaan obat terlarang (narkoba) bagi remaja; dan  Pendukung media komunikasi, informasi, sosialisasi antara

Pemerintah Desa dan masyaraka 3.Pembinaan Kesajahteraan Keluarga

Dasar Hukum

a. Kepmendagri No 53 Tahun 2000 tentang PKK

b. Permendagri No. 54 Tahun 2007 tentang Pokjanal Posyandu

c. Kesepakatan Bersama BKKBN dengan TP.PKK tentang

Rencana Kegiatan Operasional Pelaksanaan Program Kependudukan dan Keluarga Berencana Tahun 2011;

Tujuan

Gerakan PKK Bertujuan memberdayakan keluarga untuk meningkatkan kesejahteraan menuju terwujudnya keluarga yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia dan berbudi luhur, sehat sejahtera, maju dan mandiri, kesetaraaan dan keadilan gender serta kesadaran hukum dan lingkungan.

10 program Pokok PKK

(51)

38

2. Gotong royong

3. Pangan

4. Sandang

5. Perumahan dan Tata laksana Rumah Tangga 6. Pendidikan daan ketrampilan

Pokja II Pendidikan daan ketrampilan

Pokja III Sandang, Pangan Perumahan dan Tata laksana Rumah Tangga

Pokja IV Kesehatan

Adapun Kepengurusan PKK periode 2016-2022 adalah

JABATAN NAMA ALAMAT

Ketua Umum A. Nurjaya, S.Pd Tellumpanuae Wakil Ketua Andi Rusma Tellumpanuae Sekretaris Andi Murni Tellumpanuae

Bendahara Ernawati Tellumpanuae

Wakil Bendahara Ilma Tellumpanuae Ketua Pokja 1 Salwiah, S.Sos Tellumpanuae

Anggota A. Muriati Tellumpanuae

Anggota Suarni Tellumpanuae

Anggota Nurjaya Tellumpanuae

Anggota Hj. Hapiah Tellumpanuae

Ketua Pokja II A. Kamaria, S.Pdi Tellumpanuae Anggota Sahirah, S.Pd Tellumpanuae

Anggota Hj. Hamsiah Tellumpanuae

Anggota Hj. Hasnah Tellumpanuae

Anggota Hj. Rosmina Tellumpanuae

Ketua Pokja III Hj. Nurhaedah, S.Pd Tellumpanuae

Anggota Hj. Dahlia Tellumpanuae

(52)

39

Anggota Hasma Tellumpanuae

Anggota Hj. A. Naima Tellumpanuae Ketua Pokja IV Hj. Nuriati Tellumpanuae Anggota Farida, S.Pd Tellumpanuae

Anggota Risni Tellumpanuae

Anggota Naderia Tellumpanuae

Anggota Hj. Hayati Tellumpanuae

4. Perlindungan Masyarakat / LINMAS

Dan masih ada Lembaga-lembaga lain yang bersifat

kemasyarakatan. Secara keseluruhan lembaga-lembaga desa terdiri dari seperti :

1. LINMAS

2. BABINSA & BABINKANTIBMAS

Isu-isu Pembangunan Desa Tellumpanuae

Gambaran umum atau potret kondisi daerah yang telah diuraikan diatas, dijadikan dasar dalam mengidentifikasi isu-isu strategis pembangunan Desa Tellumpanuae dalam menghadapi permasalahan dan tantangan pembangunan enam tahun kedepan. Sehingga isu-isu pembangunan yang faktual tersebut akan menentukan agenda kebijakan, sasaran serta program dan kegiatan pembangunan yang akan digulirkan selama kurun waktu enam tahun mendatang.

Berdasarkan hal di atas isu-isu strategis pembangunan Desa Tellumpanuaeantara lain sebagai berikut :

1. Pembangunan Sarana dan prasarana

2. Pembangunan Ekonomi kerakyatan

3. Peningkatan Pelayanan Masyarakat

4. Peningkatan taraf keagamaan, social budaya masyarakat 5. Peningkatan taraf kesehatan dan kualitas pendidikan

masyarakat

6. Peningkatan kapasitas aparat desa dan Perangkat Desa dan masyarakat pada umumnya

7. Peningkatan kreatifitas dan keterampilan masyarakat

(53)

40

BAB III

DESKRIPSI HASIL PELAYANAN DAN PEMBERDAYAAN

A. Kerangka Pemecahan Masalah

Seperti yang telah di jelaskan pada bab I, dan bab II terdapat bebepa item bentuk kegiatan yang dilakukan selama KKN di Desa Tellumpanuae. Dari beberapa kegiatan ini baik bentuk pelayanan maupun pemberdayaan kepada masyarakat yang nantinya akan di jelaskan pada bagian selanjutnya. Maka dari itu digunakan analisa SWOT untuk pemecahan masalah tersebut. SWOT adalah metode perencanaan strategis yang dugunakan untuk mengevaluasi kekuatan (Strengh), kelemahan (weakness), peluang (opportunity), dan tantangan (threatness) sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan program kerja KKN 55 2017-2018. Berikut ini analisis SWOT yang Berkaitan dengan Desa Tellumpanuae

Dalam mempermudah analisis terhadap satu per satu permasalahan desa dapat dilakukan dengan menggunakan metode Analisis SWOT (Strengths, Weakness, Opportunities, and Threats).Metodeanalisis SWOT adalah metodepraktis yang digunakan untuk mencari tahu kekuatan, kelemahan, kesempatan dan hambatan dari setiap permasalahan. Dalam suatu permasalahan, dapat di gali kekuatan atau potensi yang sudah dimiliki, kemudian dicari kelemahan yang ada sehingga hal tersebut menjadi suatu permasalahan. Lebih jauh lagi, upaya pemecahan masalah digali melalui kesempatan atau dukungan suportif yang dimiliki serta meluruskan hambatan yang ada.Penjelasan permasalahan desa melalui metode analisis SWOT akan diuraikan per dusun atau perlokasi binaan KKN, yaitu :

Tabel 4.1:MatrikSwot

Matrik SWOT 01 BidangEdukasi

Strenghts Weakness Opportunities Threats

(54)

41

- Kegiatan Mengajar di SDN 06 Watang Mallawa.

Matrik SWOT 02 Bidang Sosial dan Kemasyarakatan

Strenghts Weakness Opportunities Threats

-Warga

Dari matrik SWOT diatas, maka kelompok kami menyusun program program sebagaiberikut:

1. Pelatihan komputer untuk masyarakat. 2. Gotong Royong.

3. Perbaikan cat posronda.

4. Pembuatan administrasi PAUD.

(55)

42

Matrik SWOT 03 Bidang Keagamaan

Strenghts Weakness Opportunities Threats

Antusias warga

Dari matrik SWOT diatas, maka kelompok kami menyusun program programsebagaiberikut:

- Pembinaan TKA-TPA.

- Pembinaan Ibu-Ibu pengajarTKA-TPA.

- Pengajaran Bahasa Arab bagi Ibu-Ibu majelista’lim. - Festival AnakSoleh.

Matrik SWOT 04 BidangKeagamaan

Strenghts Weakness Opportunities Threats

(56)

43

Dari matrik SWOT diatas, makakelompok kami menyusun program sebagaiberikut :

- BimbinganpelatihanQasidah.

Matrik SWOT 05 Bidang Pembangunan

Strenghts Weakness Opportunities Threats

Beberapatokoh

Dari matrik SWOT diatas, makakelompok kami menyusun program sebagaiberikut :

- Pengadaan Al-Qur’an di Masjid DusunMatajang

Matrik SWOT 05 BidangKesahatan

Strenghts Weakness Opportunities Threats

(57)

44

Dari matrik SWOT diatas, makakelompok kami menyusun program sebagaiberikut:

- SenamKesehatanJasmani

- Program olahraga sore.

Tabel 3.1. Analisis SWOT Bidang Pendidikan

Bidang Pendidikan Teaching Partisipation Internal /

Eksternal

Strenght (s) Weakness (w)

Antusias belajar yang tinggi bagi anak SD di

kurangnya media ajar yang dapat

Opportunity Strategi (so) strategi (wo)

(58)

45

baik kepadaorang tua

maupun anak desa

Strategi (ST) Strategi (WT)

Larangan wajib belajar 12 tahun

Bekerja sama dengan

pemerintah daerah

untuk lebih memperhati kan fasilitas pendidikan di Desa Tellumpanuae

Berdasarkan tabel diatas maka konsentrasi kelompok 55, dalam pemecahan masalanya menitik beratkan pada pemberdayaan dan pelayanan bidang pendidikan, kesehatan, sosial, lingkungan serta bidang keagamaan. Dari banyaknya permasalahan yang ditemui, dapat dilakukan beberapa kegiatan untuk memecahkan masalah tersebut, karena keterbatasan dana dan waktu pelaksanaan KKN. Selain itu, terbatasnya kemampuan anggota yang masing-masing memiliki kompetensi dan pemikiran yang berbeda. Namun dengan kerjasama serta dukungan dari pihak-pihak yang bersangkutan sehingga kegiatan KKN ini dapat terselesaikan dengan baik dan lancar

(59)

46

kesehatan melaksanakan senam sehat, Gotong royong, olahraga sore. Dan dibidang keagamaan seperti mengajar di TPA,Mengajar ibu-ibu mengaji, Mengajar ibu-ibu bahasa arab, festival anak shaleh, sedangkan bidang sosial dan lingkungan dilakukan kerja bakti, Mengajar kasidah, Pembuatan pagar, Pengecetan pos ronda,Pembuatan penanda jalan Paud, Pembuatan administrasi PSD.

B. Bentuk Hasil Kegiatan Pelayanan dan Pemberdayaan pada Masyarakat di Desa Tellumpanuae

Kehidupan sehari-hari KKN tidak selalu diisi dengan bekerja. Namun, adapula aktivitas lain terkait cinta, persahabatan, hobby, dan spiritualitas. Karena KKN -55 adalah Orang yang memiliki sasaran sukses, tahu tujuan hidupnya (Earl Nightingale) sesuai dengan target dan sasaran. berikut ini merupakan hasil kegiatan selama KKN dilaksanakan baik program wajib maupun program tambahan serta program partisipasi

(60)

47

(61)

48

Bidang Sosial

Program Program Kerja

Tempat/tanggal Sabtu/ 2 April 2017

Pelaksanaan Desa Tellumpanuae

Tim pelaksana Anggota KKN

Lama Pelaksanaan 08.00-10.00 wita

Tujuan Menyusun program Kerja yang akan di Laksanakan.

Sasaran Masyarakat

Target 50 orang

Jumlah Mahasiswa 9 orang

Masyarakat 30 Orang

Biaya Rp. 200.000,00

(Tabel Seminar Program Kerja)

2. Teaching Partisipation

(62)

49

Bidang Pendidikan

Program Program Kerja Pendidikan

Tempat/tanggal Sabtu/ 2 April 2017 Desa Tellumpanuae

Lama Pelaksanaan Senin-Sabtu selama KKN Tim pelaksana Anggota KKN

Tujuan Mengaplikasikan Ilmu dibidang

pendidikan sebagai tenaga pengajar

Sasaran Siswa Sd

Target Memberikan pengetahuan kepada siswa Jumlah Mahasiswa 9 orang

Masyarakat 10 orang

Biaya Rp. 0

(Tabel Teching Pendidikan)

(63)

50

(Pelatihan Komputer)

Bidang Sosial (umum)

Program Program Kerja Sosial (umum)

Tempat/tanggal Kantor Desa setiap hari sabtu, 14.00- selesai

Lama Pelaksanaan selama sebulan

Tim pelaksana Anggota KKN

Tujuan Mengaplikasikan Ilmu dibidang

pendidikan sebagai tenaga pengajar

Sasaran Masyarakat

Target Memberikan pengetahuan kepada

(64)

51

Masyarakat 10 orang

Biaya Rp. 0

4. Gotong royong

Bidang Sosial & Lingkungan

Program Minggu Bersih

Tempat/tanggal Desa Tellumpanuae setiap hari minggu Lama Pelaksanaan Setiap Hari minggu 07.00 – selesai

selama KKN Tim pelaksana Anggota KKN

Tujuan Meningkatkan kebersihan Desa

Sasaran Masyarakat

Target Menjadikan kegiatan ini menjadi kegiatan rutin nantinya

Jumlah Mahasiswa 9 orang

Masyarakat 10 orang

Biaya Rp. 0

(65)
(66)
(67)

54

Bidang Kesehatan

Program Senam Sehat

Tempat/tanggal Desa Tellumpanuae Setiap Hari minggu selama KKN

Lama Pelaksanaan Setiap Hari minggu 07.00-selesai selama KKN

Tim pelaksana Anggota KKN

Tujuan Meningkatkan kesehatan masyarakat Desa Tellumpanuae

Sasaran Masyarakat

Target Menjadikan kegiatan ini menjadi kegiatan rutin nantinya

Jumlah Mahasiswa 9 orang

Masyarakat 20 orang

Biaya Rp. 0

(Tabel Senam Sehat) 6. Olahraga Sore

Bidang Kesehatan

Program Olahraga Sore

Tempat/tanggal Lapangan Desa Tellumpanuae Setiap Sore selama KKN

Lama Pelaksanaan Setiap Sore selama KKN

(68)

55

Tujuan Meningkatkan kesehatan masyarakat Desa Tellumpanuae

Sasaran Masyarakat

Target Menjadikan kegiatan ini menjadi kegiatan rutin nantinya

Jumlah Mahasiswa 9 orang

Masyarakat 10 orang

Biaya Rp. 0

7. Mengajar TPA

(69)

56

Bidang Agama

Program Mengajar TPA

Tempat/tanggal Mesjiid Desa Tellumpanuae senin-jumat 13.00- selesai

Lama Pelaksanaan senin-jumat 13.00- selesai selama KKN

Tim pelaksana Anggota KKN

Tujuan Meningkatkan kegiatan keagamaan anak Desa Tellumpanuae

Sasaran Anak Kecil

Target Menjadikan kegiatan ini menjadi kegiatan rutin nantinya

Jumlah Mahasiswa 9 orang

Masyarakat 15 orang

Biaya Rp. 0

8. Mengajar ibu-ibu mengaji

Bidang Agama

Program Mengajar ibu-ibu mengaji

Tempat/tanggal Mesjiid Desa Tellumpanuae jumat 13.00- selesai

Lama Pelaksanaan setiap hari jumat 13.00 - selesai selama KKN

(70)

57

Tujuan Meningkatkan kegiatan keagamaan bagi masyarakat Desa Tellumpanuae

Sasaran Masyarakat

Target Menjadikan kegiatan ini menjadi kegiatan rutin nantinya

Jumlah Mahasiswa 4 orang

Masyarakat 15 orang

Biaya Rp. 0

(71)

58

(Mengajar ibu-ibu bhs arab)

Bidang Agama

Program Mengajar ibu-ibu bhs arab

Tempat/tanggal Mesjiid Desa Tellumpanuae jumat 13.00- selesai

Lama Pelaksanaan setiap hari jumat 13.00 - selesai selama KKN

Tim pelaksana Anggota KKN

Tujuan Meningkatkan kegiatan keagamaan bagi masyarakat Desa Tellumpanuae

Sasaran Masyarakat

Target Menjadikan kegiatan ini menjadi kegiatan rutin nantinya

Jumlah Mahasiswa 5 orang

Masyarakat 15 orang

(72)
(73)

60

Bidang Agama

Program Festival anak shaleh

Tempat/tanggal KantorDesa Tellumpanuae 21-22 Mei 2017

Lama Pelaksanaan 21-22 Mei 2017

Tim pelaksana Anggota KKN

Tujuan Meningkatkan kegiatan keagamaan bagi anak Desa Tellumpanuae

Sasaran Anak-anak

(74)

61

Jumlah Mahasiswa 9 orang

Masyarakat 15 orang

Biaya Rp. 200.000,00

(75)

62

Bidang Agama

Program Mengajar kasidah

Tempat/tanggal KantorDesa Tellumpanuae10-29 April 2017

Lama Pelaksanaan 10-29 April 2017

Tim pelaksana Anggota KKN

Tujuan Meningkatkan kegiatan keagamaan bagi anak Desa Tellumpanuae

Sasaran Anak-anak

Target Menjadikan kegiatan ini menjadi kegiatan rutin nantinya

Jumlah Mahasiswa 9 orang

Masyarakat 9 orang

Biaya Rp. 0

12. Pembuatan pagar

Bidang Sosial & Lingkungan

Program Pembuatan pagar

Tempat/tanggal Posko KKN 3-20 April 2017

(76)

63

Tim pelaksana Anggota KKN

Tujuan Meningkatkan kesehatan bagi

masyarakat Desa Tellumpanuae

Sasaran Masyarakat

Target Menjadikan rumah warga terlihat lebih bagus

Jumlah Mahasiswa 9 orang

Masyarakat 3 orang

Biaya Rp. 150.000,00

13. Pengecetan pos ronda

(77)

64

Bidang Sosial & Lingkungan

Program Pengecetan pos ronda

Tempat/tanggal Lingkungan desa tellumpanuae 29 April - 3 Mei 2017

Lama Pelaksanaan 29 April - 3 Mei 2017

Tim pelaksana Anggota KKN

Tujuan Memperindah pos ronda terlihat lebih bagus

Sasaran Masyarakat

Target Menjadikan pos ronda terlihat lebih bagus

Jumlah Mahasiswa 9 orang

Masyarakat 3 orang

Biaya Rp. 400.000,00

14. Pembuatan penanda jalan Paud

(78)

65

Bidang Sosial & Lingkungan

Program Pembuatan penanda jalan Paud

Tempat/tanggal Posko KKN 3-6 April 2017

Lama Pelaksanaan 3-6 April 2017

Tim pelaksana Anggota KKN

Tujuan Memperjelas jalan ke Paud

Sasaran Masyarakat

Target Memperjelas jalan ke Paud

Jumlah Mahasiswa 9 orang

Masyarakat 0 orang

Biaya Rp. 50.000,00

15. Pembuatan administrasi PSD

(79)

66

Bidang Sosial & Lingkungan

Program Pembuatan administrasi PSD

Tempat/tanggal Posko KKN

Lama Pelaksanaan 3-17 April 2017

Tim pelaksana Anggota KKN

Tujuan Memberikan kemudahan bagi pegawai PSD

Sasaran Masyarakat

Target memudahan bagi pegawai PSD

Jumlah Mahasiswa 9 orang

Masyarakat 3 orang

(80)

67

C. Dokumentasi Kegiatan

(81)

68

(Mengajar di SDN 06 Watangmallawa)

2. Bidangsosial

(82)

69

(pelatihankomputer)

(83)

70

(Pembuatan penanda jalan)

(84)

71

(perbaikan cat posronda)

(85)

72

(Kunjunganke TK)

(86)

73

3. Bidang keagamaan

(87)

74

(pembinaankasidahIbu-IbuMajelisTa’lim)

(88)

75

(Pembinaan TKA-TPA)

(89)

76

(Festival Anak Soleh)

(90)

77

4. Bidang Kesehatan

(SenamKesehatanJasmani)

(91)

78

(olahraga sore)

(92)
(93)
(94)
(95)
(96)
(97)
(98)
(99)
(100)

87

BAB IV

PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan analisis data dan pembahasan hasil penelitian dan pengabdian Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 55 UIN Alauddin Makassar, maka penyusun dapat mengambil kesimpulan bahwa KKN merupakan perwujudan tugas mahasiswa dalam menjalankan tri darma pendidikan yakni pendidikan, penelitian dan pengembangan, serta pengabdian kepada masyarakat. Kami menjalani proses selama tepat 2 bulan berlokasi di desa Wanua waru Kec. Mallawa Kab. Maros telah menyelesaikan semua program kerja yang telah ditentukan sebagai bentuk pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat desa, di diseminasikan dalam berbagai bidang antara lain bidang pendidikan, keagamaan, kesenian, pembangunan, dan sosial kemasyarakatan. Program kerja terlaksana dengan baik dan lancar, semua sasaran dan target yang ditentukan dapat tercapai, tentunya dengan dukungan dan partisipasif dari masyarakat baik dari prasarana maupun tenaga. Masyarakat menyambut baik segala aktivitas mahasiswa KKN mulai dari penerimaan di desa, pelaksanaan program kerja, hingga menjelang penarikan KKN.

Gambar

Gambar 1.5 .Anggota KKN
Tabel 1.1 .Prioritas Masalah
Tabel 1.2 Sasaran dan target
Tabel 1.3 .Prioritas Masalah
+7

Referensi

Dokumen terkait

Personal Learning Environments merupakan sebuah pendekatan pembelajaran e-learning yang dipengaruhi oleh perkembangan teknologi web 2.0, sehingga sering disebut juga

Perkawinan adalah ikatan lahir bathin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga atau rumah tangga yang bahagia dan

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas, maka perlu dilakukan kajian lebih lanjut tentang Penggantian Biaya Kepada Saksi Atau Ahli Dalam

Seperti jumlah armada pengangkutan sampah yang masih kurang seimbang dengan volume sampah yang dihasilkan, cuaca yang seringkali tidak mendukung sehingga

Naiknya indeks yang diterima petani lebih dipengaruhi oleh peningkatan subkelompok padi sebesar 2,62 persen sedangkan naiknya indeks yang dibayar dominan dipengaruhi oleh peningkatan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh positif dan signifikan antara jumlah pemberian kredit terhadap rentabilitas pada koperasi Balidita Gondol periode 2008-2012, tidak

Karena datanya terdiri dari variabel X dan Y.Sehingga untuk mengetahui analisis koefisien korelasi pearson digunakan untuk mengukur kuat lemahnya hubungan antara satu variabel

Ikhtisar kebijakan akuntansi penting yang diterapkan secara konsisten dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian untuk sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September