Pemodelan Kasus Malaria Dan Filariasis Di Jawa Timur Menggunakan Regresi Poisson Bivariat - ITS Repository
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Melakukan estimasi parameter model regresi poisson bivariat dengan menggunakan Maximum Likelihood Estimation (MLE) di mana nilai λ 0 merupakan fungsi dari
Ilmi (2015) meneliti malaria dan filariasis di Provinsi Jawa Timur menggunakan analisis regresi poisson bivariat yang menghasilkan faktor-faktor yang signifikan yakni
Hasil pemodelan regresi poisson diperoleh rasio nilai devians dengan derajat bebasnya lebih besar dari 1, yang artinya data jumlah kasus penyakit tuberkulosis di
Pemodelan menggunakan regresi Binomial Negatif didapat- kan hasil bahwa model terbaik dengan nilai AIC terkecil sebesar 447,04 tedapat pada kombinasi enam variabel, serta
Pemilihan model terbaik dilakukan untuk mendapatkan model terbaik dari kedua model regresi yang dibandingkan untuk mengatasi kasus overdispersi pada model regresi
Dari pemodelan regresi Poisson, Binomial Negatif, dan ZIP didapatkan model terbaik untuk memodelkan jumlah kematian akibat difteri di Provinsi Jawa Timur pada tahun 2012
Berdasarkan Tabel 7 dapat diketahui bahwa model terbaik untuk menangani kasus overdispersi pada regresi poisson model jumlah kasus kematian ibu di Jawa Timur adalah regresi
Adapun hasil pemodelan AKB adalah sebagai berikut: Regresi Poisson Regresi Generalized Poisson Regresi Binomial Negatif Model terbaik menghasilkan parameter yang