• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemodelan Kasus Malaria Dan Filariasis Di Jawa Timur Menggunakan Regresi Poisson Bivariat - ITS Repository

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "Pemodelan Kasus Malaria Dan Filariasis Di Jawa Timur Menggunakan Regresi Poisson Bivariat - ITS Repository"

Copied!
101
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 3.1.
Tabel 3.1 Variabel Penelitian
Tabel 3.2 Struktur Data Penelitian
Gambar 3.2 Diagram Alir Analisis Data
+7

Referensi

Dokumen terkait

Melakukan estimasi parameter model regresi poisson bivariat dengan menggunakan Maximum Likelihood Estimation (MLE) di mana nilai λ 0 merupakan fungsi dari

Ilmi (2015) meneliti malaria dan filariasis di Provinsi Jawa Timur menggunakan analisis regresi poisson bivariat yang menghasilkan faktor-faktor yang signifikan yakni

Hasil pemodelan regresi poisson diperoleh rasio nilai devians dengan derajat bebasnya lebih besar dari 1, yang artinya data jumlah kasus penyakit tuberkulosis di

Pemodelan menggunakan regresi Binomial Negatif didapat- kan hasil bahwa model terbaik dengan nilai AIC terkecil sebesar 447,04 tedapat pada kombinasi enam variabel, serta

Pemilihan model terbaik dilakukan untuk mendapatkan model terbaik dari kedua model regresi yang dibandingkan untuk mengatasi kasus overdispersi pada model regresi

Dari pemodelan regresi Poisson, Binomial Negatif, dan ZIP didapatkan model terbaik untuk memodelkan jumlah kematian akibat difteri di Provinsi Jawa Timur pada tahun 2012

Berdasarkan Tabel 7 dapat diketahui bahwa model terbaik untuk menangani kasus overdispersi pada regresi poisson model jumlah kasus kematian ibu di Jawa Timur adalah regresi

Adapun hasil pemodelan AKB adalah sebagai berikut: Regresi Poisson Regresi Generalized Poisson Regresi Binomial Negatif Model terbaik menghasilkan parameter yang