• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMBUATAN ALAT PENGONTROL SUHU DAN KELEMBABAN KUMBUNG JAMUR TIRAM PUTIH (STUDI KASUS : SUMATERA KEBUN JAMUR BENTENG HILIR)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PEMBUATAN ALAT PENGONTROL SUHU DAN KELEMBABAN KUMBUNG JAMUR TIRAM PUTIH (STUDI KASUS : SUMATERA KEBUN JAMUR BENTENG HILIR)"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

PEMBUATAN ALAT PENGONTROL SUHU DAN

KELEMBABAN KUMBUNG JAMUR TIRAM PUTIH

(STUDI KASUS : SUMATERA KEBUN JAMUR BENTENG HILIR)

Ikhsan parinduri*1, Helmi Fauzi Siregar 2Iskandar 3

*1Program Studi Sistem Komputer, STMIK Royal Kisaran, 2Program Studi Teknik Informatika, Universitas Asahan, 3Program Studi Sistem Informasi, STMIK Royal Kisaran, *1,3Jl. Prof. H.M. Yamin 173 Kisaran 21222, Sumatera Utara,

Telp : (0623) 41079

2 Jl. Jend. Ahmad Yani Kisaran 21244, Sumatera Utara,

Telp : (0623) 347222

e-mail : [email protected]*1, [email protected]2,

[email protected]

Abstrak

Telah dilakukan Penelitian dan pengabdian Masyarakat pada skema Iptek bagi Masyarakat (IbM) Kementerian Riset Dikti Tahun anggran 2017 tentang IbM bagi Usaha Mikro Jamur Tiram Putih”Pengendalian suhu dan kelembaban, Benteng Hilir, Deli Serdang. Pengendalian suhu dan kelembaban jamur tiram putih menggunakan sensor suhu DHT 11 berbasis Ardurino Uno R-3 dengan tampilan LCD 16x2 dan HP Android. Pengontrolan suhu dan kelembaban kumbung jamur tiram putih bekerja secara otomatis. Jika suhu > 300C dan kelembaban <650C pompa air akan bekerja secara otomatis

menghidupkan nozzle dalam penyemprotan air ke bahagian kumbung dan baglog jamur. Alat ini bekerja untuk membantu petani jamur tiram putih dalam peningkatan produksi panennya.

Kata Kunci : Suhu, kelembaban, Jamur tiram putih Abstract

Has been conducted Research and Community Service on Science and Technology Scheme for Society (IbM) Ministry of Research Dikti Fiscal Year 2017 about Ibm for Micro-Business White Oyster Mushroom "Temperature control and humidity, Lower Fortress, Deli Serdang. Temperature control and humidity of white oyster mushrooms using Ardurino Uno R-3-based DHT 11 temperature sensor with 16x2 LCD display and HP Android. Controlling the temperature and humidity of white oyster mushroom kumbung work automatically. If the temperature > 300C and humidity <650C water pump will work automatically turn on the nozzle in water spraying to the kumbung section and baglog mushrooms.This tool worksto help white oyster mushroom growers in increasing their harvest production.

(2)

1.PENDAHULUAN

Sebagian besar wilayah di Indonesia sangat bagus untuk budidaya jamur, karena alam Indonesia yang hangat dan lembab. Budidaya jamur dapat dilakukan dengan mudah dan murah karena banyak menggunakan limbah sebagai media tanam, misal pada jamur merang digunakan serbuk kayu dari bekas gergaji dan dedak.

Jamur tiram (Pleurotus ostreatus) merupakan jenis jamur pangan dari kelompok

Basidiomycota. Jamur tiram merupakan salah satu jenis jamur kayu yang tumbuh di permukaan

batang pohon yang sudah lapuk. Nama jamur tiram diambil dari bentuk tudungnya yang melengkung, lonjong dan membulat menyerupai kerang atau cangkang tiram dengan bagian tepi yang bergelombang, jamur ini banyak diminati karena cita rasanya yang lezat dan bisa dibuat menjadi berbagai macam olahan masakan, (Alex, 2011).

Dalam pembudidayaan jamur tiram putih, suhu udara disekitar memegang peranan yang sangat penting untuk mendapatkan pertumbuhan badan bibit yang optimum. Pada umumnya suhu yang optimum untuk pertumbuhan jamur tiram, dibedakan dalam dua fase yakni fase inkubasi fase pembentukan tubuh bibit. Adapun fase inkubasi artinya yang memerlukan suhu udara berkisar antara 22-28 ºC dengan kelembaban 60-70% dan fase pembentukan tubuh bibit artinya dimana pada fase ini memerlukan suhu udara sama yang sama.

Beberapa penelitian yang telah dilakukan beberapa peneliti tentang pengendalian suhu dan kelembaban kumbung jamur jamur tiram diantaranya : Manunggal Ajie Putranto,2012, Pengendalian Suhu Ruang pada Budidaya Jamur Tiram dengan Karung Goni Basah, kelembaban relatifnya tidak berbeda nyata. Hasil panen jamur pada 75 baglog pada kondisi ruang yang didinginkan dengan karung goni basah adalah 23,5 kg, sementara yang tidak didinginkan hasilnya 16,7 kg.

Cyrilla Indri Parwati,2013, Kumbung Otomatis untuk Budidaya Jamur pada Industri Rumah Tangga, kelembaban pada media tanam jamur secara otomatis dengan menggunakan sensor DHT-11, sehingga budidaya jamur dapat diterapkan di rumah tangga, berdasarkan hasil pengujian didapatkan dengan satukumbung otomatis dengan ukuran tinggi (120 cm), panjang (200 cm) dan lebar (50 cm) mampu menghasilkan sekitar 3-4 kg jamur merang untuk setiap periode panen (±setiap 10 hari) dan dalam satu bulan bisa terjadi 3 kali periode panen.

Terdapat juga beberapa IbM Pengembangan Bididaya Jamur adalah Mutiara Nugraheni, et,al 2013, “Teknologi Pengolahan Produk Berbasis Jamur di Kawasan Rawan Bencana Erupsi Merapi, bertujuan memberikan alternatif penanganan pasca panen jamur kuping dan jamur yang mampu menghasilkan produk yang dapat diterima konsumen; memberikan alternatif kepada konsumen produk berbahan dasar jamur dan mempunyai umur simpan yang lama dan membuka peluang pengembangan home industry berbasis agribisnis, metode kegiatan dilakukan dengan ceramah dan diskusi mengenai karakteristik jamur kuping dan jamur merang dan penanganan pasca panennya.

(3)

Setyowati, 2013, “IbM Pengembangan Agrobisnis Jamur di Kota Surakarta”, Budidaya jamur dari milik Kelompok tani Jamur Alumni 149 sudah berdiri sejak tahun 2009 dan Usaha Tani Mandiri Ibu Surani berdiri satu tahun setelahnya (Tahun 2010). Dengan kumbung berukuran sekitar 100 m2, kedua usaha ini dapat terus berjalan. Kapasitas rumah jamur (kumbung) tersebut

dapat memuat 6000 baglog, tetapi saat ini kumbung tersebut baru diisi oleh sekitar 1000-1200

baglog. Dari baglog yang ada, setiap hari usaha jamur Kelompok tani Jamur Alumni 149 dan

Usaha Tani Mandiri Ibu Surani dapat menghasilkan jamur sekitar 12-15 kg dengan masa panen lebih kurang 4 bulan.

I Made Citra Wibawa, et, al, 2012,“ IbM Jamur“, salah utama yang dihadapi oleh petani jamur itu adalah kurangnya penguasaan teknologi pasca panen jamur, teknologi pemilihan bibit unggul dan teknologi pemasaran. Kekurangan terhadap berbagai teknik tersebut mengatasi kekurangan petani jamur selama ini hasil pengabdian dalam bentuk IbM ini menunjukkan bahwa setelah pelatihan dilakukan, para petani jamur lebih terbuka wawasannya untuk memproduksi bibit jamur.

Pada kegiatan pengabdian pada masyarakat (IbM) ini kami mengambil mitra dalam pengembangan budidaya jamur tiram diantaranya mitra I adalah “Bapak Sukanan Setiawan” adalah seorang petani perintis pengusaha mikro yang bergerak dibidang budidaya jamur tiram putih. Beliau adalah seorang pekerja yang dulunya merupakan staff dari perusahaan pensiunan PT.TELKOM selama 24 tahun. Sejak tahun 2012 beliau mengambil langkah untuk berhenti atau pensiun dini dari pekerjaaannya berumur 48 tahun dan beralih profesi tertarik dalam hal pengembangan budidaya jamur tiram putih.

Beliau memulai usahanya mulai dari proses pembibitan hingga dalam proses hasil panen. Lokasi budidaya jamur didaerah Benteng Hilir No.19, Kecamatan Percut Sei Tuan Kota Deli Serdang dengan luas kumbung jamur yang dimiliki berukuran 7x11 meter, beratap tepas dan terpal dindingnya tepas.

2. METODE PENELITIAN

Selama ini para petani jamur dalam budidaya jamur tiram putih melihat kenaikan dan penurunan suhu dan kelembaban dengan melihat alat hygrometer manual yang digantung pada bagian kumbung jamur, hal ini sangat tidak efisien dikarenakan kenaikan dan penurunan suhu dan kelembaban setiap saat bisa terjadi tergantung pada kondisi lingkungan pada kumbung jamur. Jika terjadinya kenaikan suhu pada alat hygrometer para petani jamur melakukan penyiraman menggunakan selang air pada bagian atas, tepi kumbung jamur dan sebahagian air mengenai baglog jamur sampai pada suhu berkisar 22-300C dan kelembaban rata-rata 65%.

(4)

Gambar 1 Alat Hygrometer

Pelaksana kegiatan mengadakan pengamatan di Benteng Hilir, Deli Serdang. Observasi dilakukan setelah memperoleh ijin dari pihak-pihak terkait. Selain observasi, pelaksana juga melakukan wawancara dengan pihak Mitra Sumatera Kebun Jamur Bapak Sukanan Setiawan sebagai pemilik usaha Budi daya Jamur tiram putih guna menunjang pengumpulan data awal sebelum membuat usulan kegiatan program dan pelaksanaan program. Observasi juga dilakukan setelah pelatihan diadakan, untuk mengetahui manfaat hasil pelatihan. Pada observasi ini dicari data mengenai tingkat keberhasilan pembuatan Alat pencatat dan pengendalian suhu dan kelembaban digital dan otomatis dengan tampilan LCD16x2 dan HP Android.

Alatyang akan dirancang dalam penelitian ini adalah Prototype Kartu Pintar Kamar Tidur Menggunakan Sensor Infrared dan Photodioda Berbasis Arduino Uno. Prototype ini dirancang dapat digunakan dalam penggunaan kehidupan sehari-hari di beberapa ruangan. Perancangan menggunakan kartu yang berfungsi sebagai pemutus tegangan listrik jika penggunaan listriknya tidak dipakai lagi.

Penelitian ini menggunakan metode prototype, meliputi perancangan perangkat keras

(hardware), perangkat-lunak (software) dan pengujian sistem secara keseluruhan. Sistem

perangkat-keras dirancang secara blok per-blok, mulai dari rangkaian catudaya, rangkaian sensor, rangkaian Arduino Uno.

2.1 Tujuan Perancangan

Tujuan Perancangan penelitian ini adalah untuk memperoleh nilai suhu dan kelembaban kumbung yang baik. Perangkaian alat ini untuk membantu kerja petani jamur tiram putih dalam peningkatan hasil panen jamur.

2.2 Rancangan Rangkaian Alat, Bahan dan Peralatan yang Digunakan 2.2.1. Cara Kerja Alat

Alat yang digunakan untuk pengontrolan suhu dan kelembaban secara otomatis, menfungsikan kinerja sensor DHT-11 yang peka terhadap suhu dan kelmababan. Cara kerja alat ini adalah apabila sensor DHT-11 membaca suhu mencapai 310C dan kelembaban 65 %, relay

akan bekerja otomatis melakukan sistem on/off pada pompa air dan menjalankan nozzle untuk melakukan penyemprotan air kebahagian dinding kumbung jamur dan sebahagian baglog jamur tiram putih.

2.2.2 Perancangan Perangkat Keras (Hardware)

Untuk mempermudah perancangan sistem yang digunakan blok diagram sebagai langkah awal pembuatan sistem, dimana blok diagram ini menggambarkan secara umum bagaimana cara kerja sistem dengan keseluruhan.

Dalam perencanaan ini dijelaskan bahwa semua data yang masuk lewat rangkaian input,

yang difungsikan sebagai rangkaian input dan data tersebut selanjutnya di proses oleh Arduino Uno dan hasil proses kontrol akan menghidupkan sensor photodioda dan sensor infrared, relay

(5)

untuk menyambungkan dan memutuskan tegangan dan arus yang masuk sehingga lampu mati. Sistem kerja rangkaian alat ini dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

Gambar 2 Blok Diagram Kartu Pengontrolan Suhu an Kelembaban Kumbung 2.3 Rancangan Rangkaian Pengontrolan suhu dan kelembaban Kumbung

Sistem sensor yang digunakan terdiri dari 2 Sensor DHT 11 untuk mencari nilai suhu dan kelembaban kumbug jamur tiram putih. Pengontrolan suhu dan kelembaban kumbung jamur tiram putih bekerja otomatis, jika suhu dan kelembaban mengalami kenaikan, alat bekerja untuk mengontrol suhu dan kelembaban kumbung jamur. pompa air dan relay dan nozzle saat dilakukan penyiraman kebahagian kumbung jamur dan sebahagian jamur.

2.4. Rancangan Fisik Alat

Rancangaan fisik alat pengntroalan suhu dan kelembaban adalah sebagai berikut INPUT MIKROKONTROLER ARDUINO UNO PROSES OUTPUT Sensor DHT 11 Relay Power Supply 12V/2A Pompa air LCD 16x2 HP ANDROID

(6)

Gambar 3 Bentuk Fisik Alat pengontrolan Suhu dan Kelembaban 2.5 Cara Kerja Sistem

Cara kerja sistem tersebut adalah sebagai berikut:

1. Arduino Uno berfungsi untuk mengontrol sistem untuk dapat bekerja sesuai dengan yang

diharapkan.

2. Catu daya berfungsi untuk memberikan tegangan listrik keseluruh Hardware dari sistem. 3. Sensor DHT-11 berfungsi sebagai sensor suhu dan kelembaban.

4. Relay berfungsi sebagai penyambung dan pemutus tegangan listrik

5. Buzzer untuk alaram ketika sensor DHT 11 membaca suhu dan kelembaban >300C

3. Hasil dan Pembahsan

Perancangan alat pengontrol suhu dan kelembaban ini bertujuan untuk memberikan kemudahan para petani jamur dalam pengontrolan suhu dan kelambaban secara otomatis yang akan menggerakkan pompa air dan nozzle untuk menyemprotkan air ke bahagian kumbung jamur

dan baglog jamur.

3.1 Pengujian Sistem dan Rangkaian

Pengujian pada rangkaian sistem yang dilakukan adalah pengujian komponen pendukung dan program pengontrolan suhu dan kelembaban. Pengujian ini dilakukan untuk dapat mengetahui suhu dan kelembaban kumbung jamur.

3.2 Analisa Rangkaian

Beberapa aspek yang perlu dikembangkan dalam pemahaman terhadap sistem merupakan satu kesatuan prosedur inti dari sistem tersebut. Sistem dikatakan lengkap bila dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan terjadi interaksi antara subsistem-subsistem yang ada. Pada sub bab berikut ini akan dijelaskan mengenai analisa perancangan rangkaian secara keseluruhan dan masing-masing yang mendukung tercapainya tujuan pembuatan alat ini.

(7)

Gambar 4 Pengecekan Rangkaian Keseluruhan Bekerja dengan Baik

Gambar 5 Sistem Rangkaian Keseluruhan KESIMPULAN

1. Pembuatan alat pengontrol suhu dan kelembaban jamur tiram putih sangat membantu para petani jamur dalam pengontrolan suhu dan kelembaban kumbung, baglog jamur tiram putih

2. Suhu kumbung jamur berkisar antara 27-300C dengan kelembaban antara 65 %

3. Alat pengontrolan suhu dan kumbung jamur bekerja secara otomatis dengan tampilan LCD16x2 dan HP Android

SARAN

1. Perlu dilakukannya penelitian selanjutnya pengontrolan suhu dan kelembaban dengan signifikan suhu dan kelembaban suhu dan kelembaban.

2. Pembuatan selanjutnya yaitu pembuatan otomatisasi listrik pengontrolan suhu dan kelembaban pada kumbung jamur

UCAPAN TERIMAKASIH

1. Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat, Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

2. STMIK Royal Kisaran yang membantu kami dalam segi moril dalam penyelesaian Jurnal penelitian ini.

3. Rekan-rekan peneliti beserta keluarga peneliti

(8)

1. Alex, M.S. 2011. Meraih Sukses Dengan Budidaya Jamur Tiram, Jamur Merang, dan Jamur Kuping. Jakarta : Penebar Swadaya.

2. Cyrilla Indri Parwati, Catur Iswahyudi,2013, Kumbung Otomatis untuk Budidaya Jamur Pada Industri Rumah Tangga, Jurusan Teknik Industri Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta. Simposium Nasional RAPI XII - 2013 FT UMS ISSN 1412-9612

3. I Made Sunarsa,Arif Restu Widodo,Susijanto Tri Rasmana,2010,Rancang Bangun Sistem Kontrol Pada Prototipe Kumbung Untuk Budidaya Jamur Merang Putih. Program Studi S1 Sistem Komputer, STIKOM Surabaya.SNASTI 2010, ICCS- 6,

4. Manunggal Ajie Putrantodan Mad yamin,2012.Pengendalian Suhu Ruang pada Budidaya Jamur Tiramdengan Karung Goni Basah. Department of Mechanical and Biosystem Engineering, Faculty of Agricultural Engineering and Technology, Bogor Agricultural

Gambar

Gambar 2 Blok Diagram Kartu Pengontrolan Suhu an Kelembaban Kumbung 2.3 Rancangan Rangkaian Pengontrolan suhu dan kelembaban Kumbung
Gambar 3 Bentuk Fisik Alat pengontrolan Suhu dan Kelembaban 2.5   Cara Kerja Sistem
Gambar 4 Pengecekan Rangkaian Keseluruhan Bekerja dengan Baik

Referensi

Dokumen terkait

Pada masa inkubasi, target yang paling utama adalah kecepatan pertumbuhan miselium jamur tiram, sehingga dapat disimpulkan bahwa kondisi di dalam kumbung inkubasi

Pada kondisi pertama kelembaban rumah jamur tiram akan dibaca oleh mikrokontroller dan akan masuk pada proses fuzzifikasi kondisi kering, karena kelembaban didalam rumah jamur

Pada bab ini menjelaskan mengenai teori – teori pendukung yang berkaitan dengan topik penelitian yang dilakukan meliputi Teori Jamur Tiram, Teori kelembaban,

Bagian utama pada model sistem pengatur suhu dan kelembaban kumbung jamur terdapat sensor DHT 11 yang terintegrasi dengan mobiletphone yang berfungsi sebagai

Alat pengatur suhu otomatis untuk budidaya jamur tiram pada miniatur kumbung dapat menurunkan kelembapan dalam waktu ±8,5 menit dari saat awal alat

Sedangkan Gambar 6 diperlihatkan prototipe dari rancang bangun alat ukur pH, suhu dan kelembaban dengan media tanam jamur tiram.. prototipe dari rancang bangun alat ukur

Alat pengatur suhu otomatis untuk budidaya jamur tiram pada miniatur kumbung dapat menurunkan kelembapan dalam waktu ±8,5 menit dari saat awal alat

Laporan yang berjudul “Otomatisasi Pengaturan Suhu dan Kelembaban pada Budidaya Jamur Tiram” ini, dimaksudkan sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan mata