• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengembangan Ternak Babi Lokal di Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "Pengembangan Ternak Babi Lokal di Indonesia"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1. Populasi babi di beberapa provinsi yang ada di Indonesia tahun 2009-2013
Gambar 1. Beberapa bangsa babi lokal yang ada di Indonesia
Tabel 2. Karakteristik ukuran tubuh dan berat badan babiNias, Samosir dan Toba

Referensi

Dokumen terkait

antara lain adalah: 1) akan tersedianya pasar tunggal ASEAN; 2) berkembangnya keberagaman usaha kuliner; 3) kabupaten Gianyar telah memiliki branded “babi

Pengembangan usaha peternakan babi khusus pembibitan ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan konsumen akan babi sapih yang siap dibesarkan menjadi babi pedaging siap konsumsi.

Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa seroprevalesi sistiserkosis pada babi lokal yang dipotong di tempat pemotongan babi (TPB) Penatih,

Artinya, dimensi produksi babi lokal berupa bobot badan dan bobot karkas masih dapat ditingkatkan se- hingga peternak dan stakeholder perlu memper- tahankan

yang juga merupakan budaya bangsa Indonesia, pelestarian budaya kearifan lokal.. ini perlu dilakukan untuk menjaga penyelewengan budaya bangsa

Buruknya sistem pemeliharaan babi ras lokal ditunjang dengan nilai worm count yang menunjukkan bahwa derajat infeksi cacing Ascaris suum pada babi ras

Objek Penelitian ini adalah 35 peternak babi lokal di Distrik Sausapor Kabupaten Tambrauw yang dipilih dengan sengaja dari 3 kampung sebagai perwakilan sampel yang

Produktivitas ternak babi adalah gambaran daya produksi dan reproduksi seekor atau sekelompok babi yang dinilai dari jumlah anak yang lahir dan yang disapih, berat