• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I BATASAN ILMU KESEHATAN A. KESEHATAN - Ilmu Kesehatan |

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "BAB I BATASAN ILMU KESEHATAN A. KESEHATAN - Ilmu Kesehatan |"

Copied!
53
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

BATASAN ILMU KESEHATAN

A. KESEHATAN

Kesehatan merupakan salah satu kelompok pokok manusia disamping kebutuhan lainnya, seperti makan, minum, sandang, dan pangan. Semua kegiatan manusia memerlukan syarat manusia yang sehat, agar tujuannya mudah tercapai. Kesehatan memerlukan pemeliharaan terus-menerus dan teratur. Sehat dapat diartikan secara sederhana yaitu suatu kondisi tubuh dalam keadaan prima yang menyangkut alat-alat tubuh berfungsi dengan normal. Dalam hubungan ini pendidikan yang mengarah pada pemeliharaan kesehatan memerlukan perubahan perilaku manusianya.

Pendidikan kesehatan dapat melalui sekolah-sekolah, organisasi masyarakat, melalui media elektronik dan lain-lain. Pendidikan kesehatan melalui sekolah merupakan salah satu sarana pendidikan yang sangat efektif dan efisien.

Sehubungan dengan memelihara kesehatan, tidak hanya orang sakit yang ingin sehat, bahkan orang sehat pun akan berusaha supaya tetap sehat, dan jikaorang sehat melihat orang sakit ia akan berdoa mudah-mudahan saya terus sehat. Orang Indonesia yang beriman tentu akan berusaha untuk mencoba menolong agar orang sakit cepat sembuh.

B. MASALAH KESEHATAN

Masalah kesehatan adalah masalah kehidupan manusia. Sebab itu masalah kesehatan lebih banyak berhubungan dengan perbuatan manusia terutama pada waktu berhubungan dengan lingkungannya.

Ada dua hal yang mempengaruhi kesehatan, yaitu yang terdapat dalam dirinya dan yang ada di luar dirinya, pengaruh yang ada dalam dirinya diantaranya pembetukan biokimia tubuh manusia, misalnya keadaan pembentukan hormon dalam kelenjar endokrin, dan sel-sel yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan manusia. Pengaruh yang ada diluar dirinya ialah karakteristik keadaan jasmani termasuk faktor lingkungan fisik, dan faktor lingkungan sosial.

Yang termasuk kedalam faktor lingkungan fisik ialah keadaan ruang, air, udara, dan tanah. Faktor ini disebut nonbiotis(benda mati). Faktor lingkungan sosial ialah hasil hubungan dengan lingkugan ini disebut budaya atau sosial budaya.

Dalam kehidupan sehari-hari faktor-faktor tersebut berhubungan secara timbal-balik bahkan saling ketergantungan. Masing-masing faktor tersebut saling membutuhkan. Manusia hewan (faktor biotis) memerlukan udara, air, dan tanah (faktor non biaotis). Bahkan faktor nonbiotis menentukan kelangsungan faktor biotis. Sebaliknya bagaimana kedaan faktor nonbiotis dapat bermanfaat bagi kehidupan faktor biotis, sangat tergantung pada perbuatan faktor biotis.

(2)

Penjaskesrek STKIP Melawi C. ILMU KESEHATAN

Menurut Winslow : Ilmu kesehatan adalah ilmu dan seni yang : Bertujuan : 1. Mencegah timbulnya penyakit

2. Memperpanjang masa hidup 3. Mepertinggi nilai kesehatan

Dengan jalan menimbulkan, menyatukan, menyalurkan, mengkoordinir usaha-usaha kearah terlaksananya :

1) memperbaiki kesehatan lingkungan

2) mencegah dan membrantas penyakit-penyakit infeksi yang merajalela. 3) mendidik masyarakat dalam prinsip-prinsip kesehatan perorangan.

4) mengkoordinir tenaga-tenaga kesehatan agar mereka dapat melakukan pengobatan dan perawatan dengan sebaik-baiknya.

5) memperkembangkan usaha-usaha agar dapat mencapai tingkatan hidup yang setinggi-tingginya sehingga dapat memperbaiki dan memelihara kesehatanya.

Dengan singkat dapat dikatakan, bahwa ilmu kesehatan ialah ilmu yang mempelajari tentang hidup sehat. Tetapi dengan arti ini agaknya belum jelas benar apa yang dimaksud dengan hidup sehat. Hidup sehat adalah tujuan setiap manusia, agar ia dapat bekerja dengan baik, dan memberi hasil yang bermanfaat bagi dirinya dan lingkungannya. Tanpa hidup sehat tidak dapat bekerja dan mencapai hail yang sebaik-baiknya. Hidup sehat merupakan kebutuhan utama bagi segala hal dalam kehidupan seseorang. Maka perlu kiranya diberi penjelasan lebih lanjut, agar ilmu kesehatan lebih jelas. Ilmu kesehatan memberi pengertian-pengertian yang harus dikerjakan atau dilakukan oleh orang-orang demikian rupa, agar mereka sedapat mungkin terhindar atau dijauhkan dari penyakit-penyakit. Misalnya :

1. Makanan yang bernilai rendah dapat menimbulkan penyakit seperti beri-beri, pendarahan pada gusi, gangguan-gangguan penulangan dan lain-lain. Dalam hal ini ilmu kesehatan memberikan pengertian-pengertian tentang makaan yang sehat, cara memasak makanan supaya nilai makanan tidak berkurang dan lain-lain.

2. Ilmu kesehatan memberikan pengertian – pengertian tentang penyakit menular, cara penularan dan bagaimana cara menjauhkan diri dari penyakit.

3. Syarat-syarat air mandi, pembuangan kotoran. Bila hal-hal tersebut tidak memenuhi syarat ilmu kesehatan, tentu akan merupakan sumber-sumber penyakit yang sebenarnya tidak usah terjadi.

4. Olahraga dalam hal ini ilmu kesehatan memberikan pengertian-pengertian dan petunjuk tentang syarat-syarat tempat olahraga, keseimbangan antara olahraga, istirahat dan makanan dan lain-lain.

(3)

D. TUJUAN ILMU KESEHATAN

Tujuan semua usaha ilmu kesehatan baik dalam bidang preventif (pencegahan), kuratif (penyembuhan) maupun rehabilitasi (pemulihan dan pemeliharaan) ialah agar dapat mencapai derajat kesehatan yang setinggi-tingginya baik jasmani, rohani dan sosial serta diharapkan berumur panjang.

Untuk mencapai tujuan ini Winslow menetapkan satu syarat yang sangat penting yaitu : “Bantuan dan partisipasi dari masyarakat secara teratur dan terus-menerus”(Health programes can be truly effective only with the under standing, the support and the participation of the citizens”).

Penyediaan sarana dan prasarana yang memadai dan baik, tetapi diikuti dengan pendidikan kesehatan. Pendidikan dan pelatihan, melalui sekolah organisasi pada bidang kesehatan yang sesuai dengan keahlianya. Diharapkan dengan adanya pendidikan dan pelatihan dapat diharapkan menghasikan kader dan tenaga yang dapat dihandalkan, dalam usaha masyarakat serta menanamkan untuk hidup sehat di keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.

a. Arti dan tujuan Pendidikan Kesehatan Sekolah

Dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di sekolah dan juga masyarakat timbul pertanyaan mengenai apa pendidikan kesehatan serta apa tujuannya.

Pendidikan kesehatan dari segi istilah sering dicampurbaurkan dengan pendidikan kedokteran. Seolah-olah jika kita berbicara tentang kesehatan, maka kita berbicara tentang kedokteran atau berbicara tentang penyakit. Tidak pernah berbicara tentang apa penyebab tentang apa yang menyebabkan sakit. Mengapa perlu dokter, rumah sakit, klinik dan sebagainya. Latar belakang pertanyaan-pertanyaan itu sebenarnya berkenaan dengan perilaku. Siapa diantara kita dan anak kita yang ingin sakit. Kecuali mereka yang kecewa yang ingin sakit, bahkan bagi orang yang kecewa, untuk melakukan tugasnya, ia pura-pura sakit. Jadi kecewa dapat menimbulkan sakit. Sebaliknya orang yang tidak kecewa senantiasa ingin sehat terus, jika ia sakit dia akan berusaha untuk berobat dengan caranya sendiri atau dengan bantuan orang lain. Perbuatan-perbuatan tersebut merupakan perilaku yang menunjukkan bahwa manusia sadar akan arti hidup sehat.

Untuk itu maka pendidikan kesehatan harus dimulai dari hal-hal yang menjadi minat orang dalam meningkatkan keadaan hidupnya dan sampai pada rasa pengembangan tanggung jawab untuk kepentingan kesehatan dirinya baik sebagai perseorangan, sebagai anggota keluarga, masyarakat ataupun sebagai warga negara.

Disekolah pendidikan kesehatan ditujukan untuk menanamkan kebiasaan hidup sehat kepada anak didik agar mereka turut bertanggung jawab terhadap kesehatan dirinya serta lingkungannya dan ikut aktif dalam usaha-usaha kesehatan.

(4)

Penjaskesrek STKIP Melawi

1. memberi pengetahuan tentang dasar-dasar hidup sehat.

2. menimbulkan sikap tingkah laku yang baik terhadap persoalan kesehatan, 3. membentuk kebiasaan hidup dengan latihan-latihan.

b. Alasan perlunya pendidikan kesehatan di sekolah

Perbuatan manusia selain dapat memberi manfaat, juga dapat menimbulkan masalah bagi kehidupan manusia. Untuk mencegah masalah tersebut pemerintah dengan kurikulum Sekolah Menengah 1975 dan Kurikulum untuk sekolah Kejuruan bagi setiap jenjang pendidikan, mencantumkan mata pelajaran olahraga dan kesehatan. Tujuanya ialah untuk menyampaikan pengetahuan, pengertian, serta kesadaran untuk dapat menilai sendiri tentang prinsip-prinsip, cara-cara hidup sehat. Tujuan ini sesuai dengan tujuan yang terkandung dalam proses pendidikan kesehatan, karena tujuan ini mengarah pada tujuan perubahan perilaku seseorang karena mengenai cara-cara hidup sehat, baik segi pengetahuan, sikap, dan perbuatannya.

Dalam kenyataan perilaku setiap orang mengenai cara-cara hidup sehat sangat berbeda. Perbadaan ini banyak menentukan bagaimana pendidikan kesehatan harus dilaksanakan di sekolah. Meskipun harus kita yakini bahwa usia sekolah merupakan usia rawan dalam proses perubahan perilaku yang negatif, disamping memiliki potensi untuk berkembang secara positif. Anak usia sekolah merupakan investasi bagi perkembangan tenaga kerja yang berkualitas tinggi, sebab itu perlu diperhatikan kesehatannya.

c. Ruang lingkup Pendidikan Kesehatan Sekolah

Sekolah merupakan masyarakat tersendiri yang terdiri atas anak didik, guru dan pegawai. Oleh karena itu ruang lingkup pendidikan untuk disekolah harus dapat menjangkau masyarakat sekolah sebagai sasarannya.

Ruang lingkup pendidikan kesehatan seolah meliputi tiga hal utama seperti berikut ini :

Lingkungan hidup sekolah yang sehat

Pelayanan kesehatan sekolah yang memadai Pengajaran kesehatan

Lingkungan Hidup Sekolah yang Sehat

Lingkungan merupakan salah satu faktor dalam kehidupan manusia. Faktor ini tediri dari faktor fisik dan faktor mental.

Faktor fisik meliputi lingkungan sekolah yang bersih dan sehat tentang sanitasi jamban, air, halaman, kebun sekolah, lapangan olahraga, gedung sekolah, runag kelas, bangku, ruang kantor, dan semua sarana dan prasarana sekolah.

(5)

Pelayanan Kesehatan Sekolah yang Memadai

Hal ini merupakan hubungan antara sekolah dan Pusat Kesehatan Masyarakat dalam rangka sekolah mendapat pelayanan kesehatan yang baik untuk mencegah atau membrantas penyakit antara lain sebagai berikut :

1) Pemeriksaan berkala tentang keadaan kesehatan tubuh

2) Pemeriksaan dan pengawasan keberhasilan perorangan secara berkala.

3) Pemeliharaan dan pengawasan keberhasilan lingkungan

4) Usaha-usaha pemberantasan dan pencegahan penyakit menular, (misalnya imunisasi)

5) Usaha perbaikan gizi

6) Usaha Kesehatan gigi sekolah

7) Mengenal kelainan-kelainan yang mempengaruhi pertumbuhan jasmani, rohani, dan sosial

8) Mengirimkan anak didik yang memerlukan perawatan khusus atau lanjutan ke pihak yang lebih sosial.

9) Pertolongan pertama pada kecelakaan dan pengobatan Pengajaran Kesehatan

Hal ini sering disebut pendidikan kesehatan. Pengajaran kesehatan meliputi pemberian materi (bahan) pelajaran kesehatan sesuai dengan kurikulum yang ada.

Tujuan pengajaran kesehatan memberi bahan pelajaran untuk bekal dalam membiasakan hidup sehat serta ikut aktif dalam usaha-usaha kesehatan antara lain sebagai berikut ini :

1) Kebersihan perorangan dan lingkungan 2) Pencegahan dan pemberantasan penyakit

3) Pencegahan kecelakaan dan pertolongan pertama pada kecelakaan

4) Perawatan orang sakit di rumah.

d. Peranan Guru dalam Pelaksanaan Usaha Kesehatan Sekolah.

Guru memegang peranan yang sangat penting dalam semua kegiatan belajar mengajar di sekolah. Keberhasilan perubahan perilaku anak didik sebagaian besar ditentukan oleh peranan guru di dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Kegiatan pendidikan kesehatan di sekolah merupakan bagian kegiatan belajar mengajar, tidak terlepas dari pentingnya peranan guru, terutama bagi guru Olahraga dan Kesehatan.

(6)

Penjaskesrek STKIP Melawi

Sehubungan dengan kedudukan guru sebagai suri tauladan dan orang tua kedua maka peranan guru antara lain sebagai berikut ini :

A. Guru sebagai pembimbingan dan penyuluh dalam kesahatan sekolah. Maksudnya guru bertindak sebagai pemberi fasilitas atau fasilitator dalam masalah kesehatan, baik jasmani maupun rohani. Guru melakukan beberapa kegiatan anatara lain :

• Mengumpulkan data pribadi siswa

• Mencatat keluhan keluhan yang sering dikemukakan • Meneliti latar belakang keluarganya

• Meneliti lingkungan sosial dan teman bergaulnya • Meneliti kemajuan belajarnya.

B. Guru sebagai penghubung antara sekolah dan masayarakat

Guru harus berusaha untuk melanjutkan pemeriksaan atau pemeliharaan kesehatan anak didik yang memerlukan perawatan yang intensif yang lebih sempurna dalam pelayanan kesehatan. Misalnya membawa anak yang sakit parah kerumah sakit.

C. Guru sebagai Koordinator pelaksanaan Kesehatan Sekolah.

Guru berusaha menampung dan mengawasi kegiatan kesehatan sekolah terutama yang dilakukan oleh anak didik di sekolah. Misalnya kebersihan sekolah, lomba kebersihan sekolah, kegiatan imunisasi di sekolah, dll.

E. FUNGSI ILMU KESEHATAN

Ilmu kesehatan mempunyai fungsi yang sangat penting sekali dalam masyarakat. Ilmu kesehatan yang khusus berhubungan langsung dengan masyarakat (ilmu kesehatan sosial). Nama – nama lain yang diberikan untuk itu adalah sosial, Hygiene, prefentive, Medecine, Construktive Medicine, dan lain-lain.

Tugas ilmu kesehatan tidak ringan, karena kecepatan membawa masyarakat dari nilai kesehatan yang rendah sampai ke taraf yang lebih tinggi sebagian besar tergantung pada masyarakat sendiri. Jadi pada dasarnya peran serta masyarakat pada ilmu kesehatan tergantung dari :

1. Pendirian dari masing-masing individu tentang kewajiban mereka di masyarakat. 2. Dari kepandaian dan kesadaran masyarakat sendiri.

3. Cara mengadakan interaksi antara masyarakat dengan keuarga, ligkungan, dan dokter atau ahli kesehatan.

Pejelasan atau penerangan tentang hidup sehat dapat diberikan dengan bermacam-macam cara misalnya siaran radio dan televisi, surat kabar, majalah-majalah, bioskop-bioskop rakyat, penerangan d tempat-tempat orang banyak berkumpul, plakat-plakat da lain-lain.

Pada dasarnya ilmu kesehatan di bagi menjadi 2 bagian yang besar, yakni : 1. Ilmu kesehatan perorangan(personal hygiene)

2. Ilmu kesehatan sosial(social hygiene)

(7)

F. DOPING DAN ILMU KESEHATAN PADA ABAD MODERN

1. Sejarah

Sejarah dalam dunia kesehatan bermula pada abad ke 19. diberitakan pada tahun 1865 bahwa dalam perlombaan renang disaluran air di Amsterdam para perenang menggunakan ”dope”. Dan ditahun 1879 dalam perlombaan balap sepeda enam hari, para pembalap mengguakan Caffein, gula yang direndam dalam Ether, minuman berisi alkhohol dan nitro

glycerin dsb. Dikabarkan bahwa pada waktu itu para pelatih sudah

membuat obat ”doping” dari heroin dan cocaine.

Pada tahun 1910 ada kasus pemberian doping untuk kalah artinya lawannya diberi dope agar kekuatan menurun. Sekarang hal tersebut dinamakan ”paradoping” atau ”anti doping” dan ini dimanfaatkan sebagai alasan kalau sampai diketahui melalui pemeriksaan dengan test-test doping dan tahun 1934 ”wake amine” di produksi dan digunakan secara luas untuk pertempuran di malam hari dan jalan jarak jauh dalam perang Dunia II. Pada tahun 1955 banyak pembalap sepeda terbukti menggunakanaphetamine.Di Olympic Games di Melboune ditahun yang sama ada pembalap sepeda yang memakai stychnine dan mutah-mutah. Juga pada waktu Olympic Games di Roma tahun 1960 seorang pembalap diberiAphetamine dan asam nicotine oleh pelatihnya dan jadi meninggal.

Sejak tahun 1967 telah terjadi kematian di antara pembalap sepeda, pemain sepak bola dan petinju karena pemakaian ”wake amine” atau ”vasodilatator” dan pelomba yang mati keracunan heroin. Tidak ada cabang olah raga yang bebas dari doping sampai hari ini. Setiap tahun banyak jumlahnya dan jenis obat yang digunakan dalam doping sangat disayangkan bahwa situasi dunia olahraga saat ini demikian rupa sehingga tidak ada pertandingan di mana tidak diketemukan penggunaan doping.

2. Alasan Menyebarluaskan Doping

Mengapa doping menjalar ke dunia olahraga ..? salah satunya sudah disebut di muka ialah permintaan atlit dan segala harapan yang diletakkan di dalam obat karena terdorong oleh barbagai hal. Alasan kedua bahwa orang tidak boleh meremehkan sifat-sifat obat, penggunaan obat selalu disebarkan luaskan dan dosis melampui batas penggunaan farmakologis yang telah didasarkan kepada tepat guna.

Kegiatan olahraga melibatkan setiap fungsi fisiologi otot, saraf dan sistem respiratoris-circulatoris, maka banyak jenis obat memungkinkan mendukung secara langsung dan tidak langsung perbaikan efisiensi dalam kegiatan olahraga. Obat yang manjur untuk penyakit otot disalah gunakan sebagai penambah kekuatan otot, stimulan dan perenang untuk penahan ”kehilangan penguasaan diri”, dari obat cardiotinic disalah gunakan untuk meningkatkan daya tahan.

(8)

Penjaskesrek STKIP Melawi

3. Apakah Doping Itu Efektif

Sebagian obat-obatan adalah asing bagi tubuh, kaena masing-masing memiliki efek khusus, obat itu racun juga. Obat bekerja efektif hanya dalam keadaan abnormal misalnya sakit atau asthenia dan tidak untuk keadaan normal atau sehat.

Ada laporan bahwa beberapa jenis obat dalam eksperimen menunjukkan peningkatan prestasi fisiologi, tetapi pengaruh obat itu terhadap prestasi berbeda-beda sesuai dengan penelitian.

Pengaruh doping yang dipakai saat ini terhadap prestasi sangat rumut dan tidak menentu. Ini telah dibuktikan dengan test-test ”placebo” (diberikan hal yang sama, tetapi kosong tidak ada obatnya). Kepala olahragawan terkemuka diberikan ”placebo” dan terbukti hasil pestasi ”menggegam” (grasping power), meningkat pada 63 % diantara mereka dan dalam hal ”step test” yang menunjukkan kenaian prestasi ada 72 %. Karena obat sangat berbeda-beda pada sat dan lain orang, faktor faal sangat berpengaruh dan eksperimen dengan kelompok kontrol sangat sulit. Kesimpulan efek peningkat pada doping olahraga sangat diragukan.

4. Resiko penggunaan Doping

Tidak ada obat tanpa efek sampingan. Ciri obat adalah bahwa ada setelah pengaruh peningkatan prestasi kemudian prestasi itu merosot dengan cepat. Efek bertentangan ini sangat berbahaya bagi olahragawan dan memperpanjang periode pemulihan pada umumnya.

Ditambah pula pengaruh obat sangat individual sehingga menyulitkan penetapan dosis. Ini kerepkali mengakibatkan efek yang tidak diduga, yang tidak dikehendaki peserta dan membahayakan mereka. Karena menjadi terbiasa, dosis menjadi ditingkatkan. Ini menyebabkan keracunan yang membuat olahragawan menjadi tidak berdaya atau menyebabkan kematian. 5. Organisasi Serta Prosedur Pengawasan Doping

Penting bahwa pengawasan doping dilaksanakan dengan adil atau tidak memihak tepat terhadap semua peserta yang perlu di test. Organisasi serta prosedur nyata pengewasan doping harus dibukukan secara sah serta dijalankan dengan hati-hati dan cermat.

Beberapa federasi olahraga telah memiliki peraturan doping, tetapi kebanyakan hanya menyangkut prinsip-prinsip saja. Hanya sedikit yang menetapkan peraturan pelaksanaan, misalnya federasi balap sepeda profesional Italia.

Komisi kedokteran IOC(International Olympic Committee) membuat peraturan pelaksanaan operasional pengewasan doping pada bulan Mei 1974 untuk dicoba dalam Sapporo Winter Olympic Games dan Munich Olympic Games.

a. Organisasi Pengawasan Doping a) Komisi Pengawasan Doping

(9)

mengorganisir perlombaan. Penting bahwa komisi menunjukkan fungsinya secara ketat, tidak tunduk kepada campurtangan atau tekanan mereka yang berkepentingan atau dari pihak luar. Dapat diperdebatkan (kebijaksanaa atau tidak) apakah komisi terbatas kepada menejemen teknis dan operasional pengawasan doping saja, ataukah meluas sampai pengendalian peserta perlomaan.

b) Pengorganisasian Analisa Sempel

Ini adalah organisasi yang menganalisa darah dan urine yang diambil untuk pengawasan doping, serta kualitas organisasi analitik ini akan sangat erat hubungannya dengan hasil pengawasan doping.

Analisa sempel untuk pengawasan doping lebih sulit dari yang bdiduga oleh umum. Dismaping itu, karena hasil analisa berpengaruh kepada kehormatan peserta dan ragu, perlu dijamin adanya rehabilitas yang tinggi. Hasilyang benar harus cepat terwujud dengan fasilitas yang bagus, beserta ahli tekniknya yang berpengalaman. Kejujuran, keadilan dan keberhasilan perlu dimiliki.

b. Prosedur Pengawasan Doping a) Pemilihan Pengawasan Doping

Biasanya pengawasan doping wajib dilaksanakan terhadap semua olahragawan peserta perlombaan. Dalam kenyataan itu tidak terlaksana karena waktu yang diperlukan untuk mengumpulkan sempel darah dan urine, kapasitas kerja organisasi untuk menganalisa (jumlah sempel yang mampu dianalisa dalam jangka waktu tertentu), dan biaya. Maka dipilih beberapa olahragawan peserta lomba.

Pokok metode pemilihan sudah harus ditetapkan jauh sebelum peleaksanaan, dalam rapat federasi olahraga dengan komisi pengawasan doping. Pemberitahuan peserta yang pelu menjalani test doping tidak diberikan sebelum ia menyelesaikan pertandingan. Walaupun sebentar sebelum pertandingan, hal ini itu sudah merupakan beban psikologi bagi peserta.

Sebagai tambahan terhadap sejumlah atlet yang dipilih dengancara diatas, kalau komisi sangat mencurigai olahragawan tertentu bahwa ia mengunakan doping, komisi dapat memanggilnya untuk menjalani test doping.

b) Pemberitahuan Kepada Peserta Terpilih.

(10)

Penjaskesrek STKIP Melawi c) Sampling

Setelah pemastian dengan kartu pengenal, atlit yang melaporkan itu benar-benar orang yang dipenggil, maka anggota komisi penegwas doping melaksanakan sampling. Smpling dilaksanakan didepan wakil federasi olahraga, dokter regu atau offisial yang mengantar peserta oleh karena anggota komisi atau ahli teknik dibawah pengawasannya. Untuk contoh kencing diperlukan lebih 100 cc dan dimasukkan didalam botol dibawah pengawasan anggota komisi atau ahli teknik. Separo dari kencing dimasukkan kedalam botol lain.

Komisi kedokteran IOC menggunakan botol sempel tersebut dari gelas. Penting bahwa tutup botol itu keras untuk menghindari penisukan tutup botol dengan jarum (injeksi) dan menutup botol dengan sempurna. Penyegelan dengan lilin yang diberi cap dengan cincin berukir.

d) Analisa Sampel

Organisasi analisa mengadakan analisa salah satu dari botol sempel, segera setelah diterimanya. Botol lainnya disimpan pada suhu rendah untuk penelitian ulang. Biasanya mereka melaporan hasil analisa kepada komisi dalam jangka waktu 24 jam. Laboratorium dilarang untuk memasuki orang lain selain teknik analisa yang ditunjuk dan anggota komisi pengawas doping.

Untuk mengecek penanganan serta analisa sampel komisi dapat mengirim sampel dengan nomer kode orang yang diketahui telah meminum obat tertentu, setiap waktu

e) Metode Analisa

Banyak obat yang digunakan untuk doping dan sifat kimianya berbeda-beda. Maka perlu mengorganisir metode test yang paling cocok untuk masing-masing obat. Metode test dibagi menjadi dua tahap: 1) test penyaring untuk menemukan dan menduga suatu obat tertentu diantara sekian banyak obat. 2) mengenali obat tersebut. Urine dan darah merupakan bahan pokok untuk test dan urine sangat kerap kali dipakai. Ini adalah karena kebanyakan dari obat-obat akan dikeluarkan melalui urine dalam kepekaan tinggi.

Test dilaksanakan sebagai berikut :

• Obat dikeluarkan dari pelarut yang berisikan contoh

• Penyaringn dilakukan dengan chromatografi lapisan tipis atau gas untuk menduga obat apa yang terkandung.

• Menggunakan berbagai metode isolasi dan analisa (chromatografi), obat yang diduga diisolasi untuk dikenali.

• Selanjutnya diyakinkan (konfirmasi) dengan menggunakan berbagai jenis instrumen analisa (mass spectrometer, ultraviolet dsb)

(11)

6. Peraturan Hukuman Melanggar Doping

Ada beberapa perbedaan bagi masing-masing federasi olahraga dalam cara menghukum mereka yang melenggar ketentuan-ketentuan tentang doping, tetapi intinya kebanyakan sama. Komisi kedokteran IOC menganjurkan di bawah ini :

a. Peserta perlombaan yang menolak menjalani pengawasan doping, atau seseorang yang terbukti menggunakan ”dope” dikeluarkan dari Olimpic Games atas permintaan Komisi kedokteran IOC oleh federasi International olahraga yang berkepentingan.

b. Kalau peserta adalah regu untuk pertandingan regu, pertandingan yang diikuti dianggap gagal.

c. Dengan mempertimbangkan penjelasan oleh regu atau setelah federasi internatsional yang bersangkutan mendiskusika masalah, mungkin regu yang satu atau dua anggotanya melanggar ketentuan doping, dikeluarkan daro Olimpic Games.

d. Mendali ditarik kembali sesuai dengan kuputusan IOC Evecutive Board, setelah mendengar saran dari komisi kedokteran IOC.

e. Peraturan tersebut diatas tidak menentukan hukuman kelanjutan yang mungkin dijatuhkan oleh federasi internasional olahraga yang bersangkutan.

(12)

Penjaskesrek STKIP Melawi

BAB II

KESEHATAN PRIBADI

A. KESEHATAN PRIBADI

Kesehatan pribadi dapat dibedakan menjadi dua • Kesehatan pribadi untuk diri sendiri • Kesehatan pribadi untuk masyarakat 1. Kesehatan Pribadi diri sendiri

Setiap orang ingin selalu sehat mudahlah dimaklumi, betapa kayanya seseorang, bila jatuh sakit pastilah tidak akan merasa senang.

Keadaan sakit merupakan penghambat bagi kemajuan karir seseorang, untuk menempati sesuatu jabatan dalam pekerjaan semuanya memerlukan orang sehat. Manusia hidup harus selalu gerak atau melatih jasmani/fisik dan rohani untuk mendapatkan kemajuan baik didalam melatih diri maupun dalam bekerja sehari-hari, sehingga perlu mengetahui batas-batas kemampuannya. Syarat-syarat ilmu kesehatan akan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan, terutama pada pengaruh fisik dan mental seseorang, misal: kebiasaan makan, minum, mandi, tidur dll.

Dari kesimpulan diatas dapat diartikan bahwa kesehatan pribadi adalah usaha atau tindakan seseorang untuk menjaga, memeliharan dan menimbulkan derajad kesehatannya sendiri dalam batas-batas kemampuannya, supaya mendapatkan kebahagiaan dan mempunyai tenaga kerja yang sebaik-baiknya.

2. Kesehatan Pribadi untuk Masyarkat

Makin banyak orang yang memperhatikan pemeliharaan dan peningkatan kesehatan dirinya makin meningkatlah kesehatan masyarakatnya. Sebaliknya makin jelek keadaan kesehatan masyarakat, makin banyak terancam pulalah kesehatan pribadi warga masyarakat. Karena itu agar kesehatan pribadi kita terjamin, kita segenap warga masyarakat harus turut serta secara aktif secara aktif berpatisipasi dalam setiap usaha pemeliharaan dan peningkatan kesehatan masyarakat.

Dengan tidaknya oang sakit berarti tidak adanya beban masyarakat serta hilangnya sumber penularan penyakit. Orang sehat disamping dapat mengurus kebutuhan diri-dirinya juga berguna bagi masyarakat kareda dapat menyumbangkan tenaga dan pikirannya dalam pembangunan bangsa dan negara.

B. USAHA KESEHATAN PRIBADI

Usaha kesehatan Pribadi adalah daya upaya dari seseorang untuk memelihara atau menjaga dan memepertinggi derajad kesehatan sendiri dalam batas-batas kemampuannya, supaya mendapatkan kesenangan hidup dan mempunyai tenaga kerja sebaik-baiknya.

(13)

harus mendapatkan perhatian karena kebiasaan sanagat mempengaruhi fisik dan mental seseorang. Misalnya : kebiasaan makan dan minum yang tidak memenuhi syarat kesehatan, kebiasaan mandi disungai yang airnya kotor, kebiasaan membuang kotoran di sembarang tempat, kebiasaan yang memepengaruhi fisik (kuran tidur) dan mental.

Adapun usaha-usaha kesehatan pribadi, adalah : 1. Memelihara Kebersihan

• Badan : mandi, gosok gigi, cuci tangan dsb • Pakaian : dicuci, disetrika.

• Rumah dan lingkungan : disapu, buang sampah pada tempatnya. 2. Makanan yang sehat

• Makan makanannya yang kadar gizinya seimbang • Bersih dari bibit penyakit

3. Cara hidup yang teratur

• Menjaga keharmonisan dan keutuhan keluarga • Makan, tidur, bekerja dan istirahat secara teratur. • Rekresi dan menikmati hiburan pada waktunya. 4. Meningkatkan daya tahan tubuh dan esehatan jasmani

• Vaksinasi untuk mendapatkan kekebalan terhadap penyakit • Olahraga : aerobik secara teratur

5. Menghindari Terjadi Penyakit

• Menghindari kontak dengan sumber penularan penyakit. • Menghindari pergaulan yang tidak baik

• Selalu berfikir dan berbuat baik

• Membiasakan diri unyuk mematuhi aturan-aturan kesehatan. 6. Meningkatkan Taraf Kecerdasan dan Rohani

• Patuh pada ajaran agama • Cukup santapan rohani

• Mningkatkan pengetahuan dengan membaca buku-buku ilmu pengetahuan,

7. Melengkapi rumah dengan fasilitas-fasilitas yang menjamin hidup sehat • Adanya sumber air yang bersih

• Adanya kakus yang sehat

• Adanya tempat buang sampah dan air imbah yang baik • Adanya perlengkpan P3K

8. Pemeriksaan Kesehatan

(14)

Penjaskesrek STKIP Melawi C. RUMAH SEHAT

Seperti halnya bahan makanan dan pakaian mempuyai arti yang sangat penting bagi kehidupan manusia yaitu untuk tempat berlindung, melepas lelah, tempat bergaul dalam keluarga, tempat menyimpan barang berharga,sebagai status sosial dll.

Oleh karena itu perlu diperhatikan syarat-syarat rumah supaya sehat. Syarat-syarat tersebut menurut ketentuan yang dikemukakan sebagai pedoman oleh The America Public Health Association dengan disesuaikan pada keadaan di Indonesia sebahai berikut :

1. Rumah harus dibangun sedemikian rupa sehingga dapat terpenuhi kebutuhan fisik dasar dari penghuninya :

a. Suhu lingkungan harus diatur untuk mencegah kemungkinan panas atau bertambahnya panasnya badan secara berlebihan.

b. Penerangannya harus dapat dibedakan dibedakan antara cahaya matahari dan cahaya /nyala api.

c. Ventilasi (aliran udara) yang sempurna sehingga keadaan menjadi segar. d. Rumah harus menjadi pelindung penguni dari kebisingan.

2. Rumah harus memenuhi rasa kebutuhan kejiwaan manusia. Tentunya hal ini tergantung daripada kehidupan atau pola hidup masyarakat.

3. Rumah harus dapat melindungi darikemungkinan terjadinya penularan penyakit, atau zat-zat yang berbahaya bagi kesehatan. Misalnya tersedianya air bersih, tempat pembuangan sampah dan tinja yang baik.

4. Rumah harus dapat melindungi penghuni dari bahaya dan kecelakaan.

Dari syarat-syarat dan bagaimana menetapkan rumah sehat dapat kita perhatikan bahwa yang terpanting adalah kontruksi bangunan dan penghuninya mengenai :

1. Bagaimana ventilasi dalam rumah diatur.

Tersedianya udara segar dalam rumah bukan hanya merupakan persyaratan psikis semata-mata, tetapi merupkan suatu hal yang harus diperhatikan oleh pembuat rumah dalam membangun.

2. Bagaimana pengaturan suhu diatur sehingga rumah itu memenuhi persyaratan kesehatan. Secara garis besar ada 4 macam kehilangan panas dari tubuh, yaitu

a. Radiasi : perpindahan panas dari tubuh kepeda benda yang ada disekitarnya yang lebih dingin, tetapi udara disekitarnya tidak mengalami perubahan.

b. Konduksi : hilangnya panas dari tubuh karena udara di sekitarnya. c. Konveksi : panas dari tubuh hilang karena terjadi aliran udara yang

lebih dingin disekitar orang tersebut.

d. Faporasi : hilangnya panas dari tubuh yang disebabkan karena udara disekitar mempunyai kelembapan yang rendah.

3. Bagaimana cahaya diatur sehingga memenuhi syarat kesehatan,

Untuk mengetahui apakah sebuah rumah tersebut mempunyai cukup cahaya atau tidak, dapat diperhatikan beberapa faktor sebagai berikut :

(15)

- Jika ada sumber cahaya apakah pancaran kedalam ruanga rumah terhalang atau tidak.

- Bagaimana keadaan benda-benda dalam ruangangan apakah bersifat menyerap cahaya atau memantulkan cahaya.

4. Bagaimana rumah itu diatur supaya dapat melindungi penghuni dari suara atau bunyi yang membisingkan.

Tentu saja semua yang tersebut diatas baru merupakan aspek kebutuhan fisik rumah, untuk kepentingan penghuninya. Disamping ada aspek-aspek lain yang harus dipenuhi aspek psikologi (kejiwaan).

Dengan memperhatikan segi atau aspek fisik rumah tersebut sebagian terbesar dari kebutuhan syarat-syarat rumah tersebut telah dapat terpeuhi.

D. KEAMANAN DAN KESELAMATAN LINGKUNGAN

Hal yang harus diperhatikan dalam pemeliharaan keamanan dan keselamatan lingkungan. Terutama mengenai keselamatan lingungan. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam memelihara keamanan dan keselamatan lingkungan adalah :

1. Keamanan dan keselamatan lingkungan dalam rumah tangga.

2. Keamanan dan keselamatan lingkungan di luar, misalnya : halaman tempat bermain.

3. Keamanan dan keselamatan tempat-tempat umum misalnya : tempat rekreasi 4. Keamanan dan keselamatan lingkungan pekerjaan.

Mengenai keamanan dan keselamatan dalam rumah sangat erat hubungannya dengan cara-cara membuat bangunan rumah artinya apakah rumah itu memenuhi syarat-syarat yang telah ditetapkan. Oleh sebab itu merupakan penjabaran dari syarat sebuah rumah harus dapat mencegah terhadap kemungkinan terjadinya kecelakaan, adalah sebagai berikut :

1. Kontruksi dan material bangunan harus kuat agar bangunan atau bagian dari bangunan tidak mudah rusak

2. Harus diusahakan agar tidak mudah terbakar. 3. Harus ada pintu darurat

4. Ada alat pemadam kebakaran terutama bila dalam rumah tersebut menggunakan gas.

5. Harus dijaga agar tidak terjadi konsleting listrik

6. Permukaan lantai harus sama tinggi agar tidak terjadi kecelakaan karena jatuh

(16)

Penjaskesrek STKIP Melawi

BAB III

KESEHATAN LINGKUNGAN

Telah anda ketahui bahwa masalah kesehatan timbul karena adanya ketidakseimbangan hubungan anaara perbuatan manusia dengan lingkungannya.

Dalam masalah kesehatan lingkungan, hubungan tersebut merupakan hubungan ekologi atau ketergantungan antara tiga faktor yaitu :

1. Lingkungan (environment) 2. Faktor penjamu (host), dan 3. Faktor bibit penyakit (agent)

Faktor lingkungan memegang peranan yang cukup penting, karena keadaanya menentukan kehidupan faktor penjamu, dan faktor bibit penyakit. Faktor penjamu adalah makhluk hidup yang dalam melangsungkan kehidupannya melakukan dua hal yaitu :

1. Memeperbanyak turunan (reproduksi) dan 2. Menyesuaikan diri dengan lingkungan hidupnya.

Hal serupa dilakukan pula oleh faktor bibit penyakit yang dalam hal-hal tertentu dapat menguntungkan atau merugikan kehidupan makhluk lain, dan keadaan kesehatan lingkungan.

Sebagai contoh, serangga bermanfaat sebagai bahan makanan makhluk lain seperti burung, akan tetapi juga dapat menjadi makhluk penular penyakit, seperti nyamuk malaria menularka plasmodium, begitu pula manusia sebagai makhluk hidup pada suatu saat mencegah bahkan memberantas bibit penyakit, dan pada saat lain manusia dapat juga menjadi penular penyakit.

A. Arti dan Tujuan Kesehatan Lingkungan

1. Arti

Menurut istilahnya kesehatan lingkungan memiliki dua arti yaitu arti kesehatan dan arti lingkungan. Arti kesehatan telah diketahui yaitu keadaan jasmani, rohani, dan sosial yang tidak semata-mata bebas dari penyakit dan kelemahan saja. Hal ini sesuai dengan UU Pokok Kesehatan No. 9 Tahun 1960. Sedangkan arti lingkungan ialah alam sekitar tempat kehidupan makhuk hidup atau ruang lingkup hidup manusia yang pada garis besarnya dibedakan menjadi :

a. Lingkungan biotis atau lingkungan hidup misalnya manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan

b. Lingkungan non biatis atau lingkunagn tidak hidup, biasanya dikenal pula dengan sebutan lingkungan fisik yaitu air, udara, dan tanah.

(17)

Pengertian ini didasarkan kepada kenyataan bahwa manusia hidup dalam lingkungannya sedangkan keadaan kualitas dan kuantias manusia sangat dipengaruhi oleh keadaan kualitas lingkungan tempat tinggalnya. Dengan demikian kesehatan lingkungan adalah usaha atau kegiatan yang mengarah agar lingkungan (fisik), dapat menjamin kesehatan manusia. Kesehatan lingkungan bukanlah aspek pengobatan (curative), tetapi merupakan usaha-usaha pencegahan (preventive).

Maka dapat ditarik kesimpulan bahawa ilmu kesehatan lingkungan memberi dasar pembahasan dan penanggulangan secara ilmiah tentang pemecahan berbagai masalah dapat lebih ditingkatkan.

Oleh karena menyangkut peningakatan derajad kesehatan manusia, maka ilmu ksehatan lingkungan merupakan bagian dari ilmu kesehatan masyarakat yang membahas tentang cara mengelola faktor ekologi lingkungan fisik manusia agar bermanfaat bagi kehidupan manusia, sehingga derajat kesehatannya semakin meningkat.

Usaha-usaha pengelola faktor ekologi dari lingkungan tersebut meliputi usaha perencanaan pengorganisasian, pengarahan, pengawasan, pengkoordinasian dan penilaian semua hal yang berhubungan dengan pemeliharaan kesehatan lingkungan.

2. Tujuan kesehatan lingkungan

Sesuai dengan ketentuan dalam perundang-undangan kita mengenai pokok-pokok pemeliharaan kesehatan, seperti dalam UU Pokok Kesehatan Nomor 9 Th. 1960, maka tujuan ilmu kesehatan lingkungan diarahkan kepada keadaan yang serasi dari semua faktor yang ada dalam lingkungan fisik manusia agar hal itu dapat menguntungkan bagi kesehatan dan kelangsungan hidup manusia.

Tujuan tersebut meliputi 2 hal yaitu :

1. Melakukan koreksi / perbaikan dengan jalan berusaha memperkecil dan mengubah bahaya lingkungan menjadi lingkungan yang berguna bagi kesehatan dan kesejahteraan manusia.

2. Melakukan usaha pencegahan (preventif) agar manusia terhindar dari bahaya masalah kesehatan lingkungan. Usaha pencegahan misalnya mencegah timbulnya penyakit, memeperpanjang hidup manusia, dan memepertinggi derajat kesehatan manusia, baik jasmani maupun rohani. Jadi tujuan utama dari kesehatan lingkungan ialah memelihara kesehatan manusia meskipun hal ini tidak terlepas dari hal-hal yang berhubungan dengan ekologi, serta estetika dalam menikmati hidup manusia di alam ini.

B. Usaha-Usaha Kesehatan Lingkungan

(18)

Penjaskesrek STKIP Melawi

lingkungan hidup manusia secara fisik saja. Sedangkan usaha hygiene lebih luas, selain usaha memperbaiki lingkungan hidup secara fisik, juga meliputi usaha-usaha perbaikan atau peningkatan kebersihan seseorang.

Sebagai contoh usaha sanitasi

- Membuat jamban keluarga (WC)

- Membuat sumur untuk sumber air minum yang bersih

- Memebuat tempat pembuangan sampah

- Memebuat lemari makanan yang bersih. Usaha hygiene (kebersihan)

- Merebus air sampai matang untuk diminum

- Menggosok gigi secara teratur

- Memasak makanan dengan memperhatikan keadaan gizinya

- Membersihkan lantai rumah, dan sebagainya.

(19)

BAB IV

PENCEMARAN LINGKUNGAN

Air, udara, dan tanah merupakan lingkungan fisik yang menentukan keadaan kehidupan manusia. Ketiga hal itu merupakan kebutuhan pokok manusia. Tanpa air, udara, dan tanah manusia tidak dapat hidup. Bagi manusia sebagai makhluk hidup, pemenuhan kebutuhan pokok terseut berlangsung dalam satu sistem keseimbangan hubungan antara perbuatannya dengan lingkungan fisiknya. Gangguan terhadap sistem keseimbangan hubungan tersebut dapat berakibat fatal bagi kelangsungan hidup manusia. Dalam kenyataannya gangguan terhadap sistem keseimbangan terjadi karena perbuatan manusia sendiri terhadap lingkungan, tanpa melihat akibat yang membahayakan kelangsungan hidup manusia.

Salah satu keadaan yang berbahaya bagi kelangsungan hidup manusia ialah, tidak terpenuhinya syarat kesehatan pada air, udara dan tanah. Sebagai contoh tidak sembarang air, udara dan tanah cocok untuk manusia. Dengan demikian manusia dan makhluk hidup lain memerlukan lingkungan yang bebas dari kotoran/pencemaran.

A. Arti Pencemaran Lingkungan.

Dengan demikian pencemaran dapat diartikan sebagai sesuatu yang mengganggu keseimbangan suatu sistem. Sebagai contoh, air yang banyak mengandung bahan kimia seperti asam phosphat, sulfur dioksida, bahkan minyak dan logam berat juga mengganggu kualitas air dan membahayakan kehidupan berbagai makhluk hidup,termasuk manusia.

Secara fisik air bagi kebutuhan tubuh manusia harus jernih, dan tidak bau atau berwarna keruh oleh kotoran, seperti lumpur atau logam dan tidak berasa.

Jadi secara umum arti pencemaran lingkungan adalah kerusakan faktor lingkungan fisik yaitu air, udara dan tanah oleh unsur-unsur lain yang dapat mengubah kualitas nya bagi kepentingan dan makhluk hidup lainnya.

B. Sebab dan Sumber Pencemaran

Pada dasarnya penyebab terjadinya pencemeran lingkungan adalah perbuatan manusia sendiri. Tentunya perbuatan manusia yang tidak didasari oleh pemikiran atas kemungkinan terjadinya akibat sampingan dari perbuatannya selama memanfaatkan segala sesuatu yang ada dalam lingkungannya.

(20)

Penjaskesrek STKIP Melawi

- Tingkat kemakmuran yang meningkat

- Pertambahan jumlah penduduk

Sampai abad XVI perkembangan/pertumbuhan penduduk masih dalam batas-batas keseimbangan. Bencana alam seperti banjir, kekurangan makanan (kelaparan), perkembangan berbagai wabah penyakit menular, merupakan alat control ampuh terhadap perkembangan penduduk. Pertumbuhan penduduk sampai saat itu masih belum terasa.

Dalam perkembangan selanjutnya kita manusia berhasil meningkatkan derajad kesehatannya yang menyebabkan angka kematian menurun, maka bertambah penduduk melaju dengan cepat. Ledakan penduduk ini menimbulkan ketidakseimbangan antara hubungan manusia dengan lingkungannya. Kepadatan penduduk yang melampaui batas kemampuan lingkungan fisik, akhirnya menghabiskan sebagai sumber alam yang tersedia.Tanpa didasari terdapat kerusakan pencemaran lingkungan.

Pencemaran lingkungan juga dapat terjadi karena keadaan alam, seperti bencana alam berupa gunung meletus, gempa yang menimbulkan tanah longsor, dan banjir karena jumlah curah hujan yang tinggi, dan sebagainya.

Meskipun demikian dalam beberapa bencana alam juga terdapat kerusakan akibat perbuatan manusia sendiri seperti tanah longsor akibat penggundulan hutan, dan banjir akibat sungai untuk menyalurkan air hujan tersumbat oleh sampah yang dibuang kesungai, dan sebagainya.

Di negara yang memiliki teknologi tinggi, pencemaran akibat perbuatan manusia terjadi karena kesalahan manusia dalam memanfaatkan sumber alam. Misalnya, pembuangan sisa hasil industri nuklir yang banyak menimbulkan kehancuran lingkungan akibat radio aktif yang terkandung didalamnya. Demikian pula perlombaan pembuatan dan percobaan senjata nuklir, yang pada dasarnya hanya merusak kelangsungan hidup manusia. Hal ini belum termasuk pembuangan sisa dari industri-industri lain, seperti industri logam, industri dekotil, dan sebagainya yang pada dasarnya memiliki dalih untuk kesejahteraan manusia.

Berdasarkan gambaran tersebut dapat dilihat bahwa penyebab pencemaran lingkungan berasal dari perbuatan manusia akibat :

1. Kepadatan penduduk yang meledak (population explotion)

2. Pemanfaatan sumber alam yang melebihi batas kemampuan manusia sendiri.

C. Macam-macam Pencemaran Lingkungan

Pencemaran lingkungan meliputi : 1. Pencemaran air

2. Pencemaran tanah 3. Pencemaran udara.

Ketiga pencemaran itu umumnya bersumber dari:

(21)

2. Pembuangan kotoran rumah tangga. Misalnya bekas mencuci dan pembuangan sisa makanan.

3. Pembuangan kotoran dari kendaraan bermotor, terutama di kota-kota besar. Pencemaran tanah selain terjadi akibat pembuangan sisa industri dari pabrik-pabrik juga dapat terjadi karena pengolahan tanah yang berlebihan dalam pemakaian pupuk atau cara pengelolaan yang salah, sehingga tingkat kesuburan menjadi berkurang.

Pencemaran lain yang berkurang dialami di Indonesia ialah pencemaran suara. Pencemaran ini terjadi di negara yang memiliki industri berat, seperti mesin berat. Pencemaran suara merusak gendang telinga manusia sehingga dapat mengurangi daya dengar.

1. Pencemaran air

Istilah pencemaran air atau polusi air dapat dipersepsikan berbeda oleh satu orang dengan orang lainnya mengingat banyak pustaka acuan yang merumuskan definisi istilah tersebut, baik dalam kamus atau buku teks ilmiah. Pengertian pencemaran air juga didefinisikan dalam Peraturan Pemerintah, sebagai turunan dari pengertian pencemaran lingkungan hidup yang didefinisikan dalam undang-undang. Dalam praktek operasionalnya, pencemaran lingkungan hidup tidak pernah ditunjukkan secara utuh, melainkan sebagai pencemaraan dari komponen-komponen lingkungan hidup, seperti pencemaran air, pencemaran air laut, pencemaran air tanah dan pencemaran udara. Dengan demikian, definisi pencemaran air mengacu pada definisi lingkungan hidup yang ditetapkan dalam UU tentang lingkungan hidup yaitu UU No. 23/1997.

Dalam PP No. 20/1990 tentang Pengendalian Pencemaran Air, pencemaran air didefinisikan sebagai : “pencemaran air adalah masuknya atau dimasukkannya mahluk hidup, zat, energi dan atau komponen lain ke dalam air oleh kegiaan manusia sehingga kualitas air turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan air tidak berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya” (Pasal 1, angka 2). Definisi pencemaran air tersebut dapat diuraikan sesuai makna pokoknya menjadi 3 (tga) aspek, yaitu aspek kejadian, aspek penyebab atau pelaku dan aspek akibat (Setiawan, 2001).

(22)

Penjaskesrek STKIP Melawi

Kesehatan No. 23 tahun 1992 ayat 3 terkandung makna bahwa air minum yang dikonsumsi masyarakat, harus memenuhi persyaratan kualitas maupun kuantitas, yang persyaratan kualitas tertuang dalam Peraturan Mentri Kesehatan No. 146 tahun 1990 tentang syarat-syarat dan pengawasan kualitas air. Sedangkan parameter kualitas air minum/air bersih yang terdiri dari parameter kimiawi, fisik, radioaktif dan mikrobiologi, ditetapkan dalam PERMENKES 416/1990 (Achmadi, 2001). Air yang aman adalah air yang sesuai dengan kriteria bagi peruntukan air tersebut.

2. Pencemaran udara

Seiring dengan semakin meningkatnya populasi manusia dan bertambah banyaknya kebutuhan manusia, mengakibatkan semakin besar pula terjadinya masalah-masalah pencemaran lingkungan. Pada dasarnya, secara alamiah, alam mampu mendaur ulang berbagai jenis limbah yang dihasilkan oleh makhluk hidup, namun bila konsentrasi limbah yang dihasilkan sudah tak sebanding lagi dengan laju proses daur ulang maka akan terjadi pencemaran. Pencemaran lingkungan yang paling mempengaruhi keadaan iklim dunia adalah pencemaran udara. Pencemaran udara ini menimbulkan berbagai dampak negatif bagi kehidupan di muka bumi. Semakin menipisnya lapisan ozon adalah salah satu dampak yang harus diwaspadai karena ini berarti menyangkut lestarinya keanekaragaman hayati, kelangsungan makhluk hidup di bumi dan keberadaan bumi itu sendiri. Pencemaran udara adalah peristiwa masuknya, atau tercampurnya, polutan (unsur-unsur berbahaya) ke dalam lapisan udara (atmosfer) yang dapat mengakibatkan menurunnya kualitas udara (lingkungan).

Pencemaran dapat terjadi dimana-mana. Bila pencemaran tersebut terjadi di dalam rumah, di ruang-ruang sekolah ataupun di ruang-ruang perkantoran maka disebut sebagai pencemaran dalam ruang (indoor pollution). Sedangkan bila pencemarannya terjadi di lingkungan rumah, perkotaan, bahkan regional maka disebut sebagai pencemaran di luar ruang (outdoor pollution). Umumnya, polutan yang mencemari udara berupa gas dan asap. Gas dan asap tersebut berasal dari hasil proses pembakaran bahan bakar yang tidak sempurna, yang dihasilkan oleh mesin-mesin pabrik, pembangkit listrik dan kendaraan bermotor. Selain itu, gas dan asap tersebut merupakan hasil oksidasi dari berbagai unsur penyusun bahan bakar, yaitu: CO2 (karbondioksida), CO (karbonmonoksida), SOx (belerang oksida) dan NOx (nitrogen oksida).

3. Pencemaran tanah

(23)

Pencemaran Tanah terdiri dari:

Pencemaran Limbah padat

Semisolid atau bahan padat yang dibuat oleh aktivitas manusia atau hewan, dan yang dibuang karena mereka berbahaya atau tak berguna dikenal sebagai limbah padat. Sebagian besar limbah padat, seperti kertas, wadah plastik, botol, kaleng, dan bahkan menggunakan mobil dan barang elektronik yang tidak ramah lingkungan, yang berarti mereka tidak mendapatkan rusak melalui proses-proses anorganik atau organik. Jadi, ketika mereka mengumpulkan mereka menimbulkan ancaman kesehatan kepada masyarakat, ditambah, membusuk juga menarik hama limbah rumah tangga dan hasil di daerah perkotaan menjadi tidak sehat, kotor, dan sedap dipandang tempat untuk tinggal masuk. Selain itu, juga menyebabkan kerusakan pada organisme darat, sementara juga mengurangi penggunaan lahan untuk lain, tujuan yang lebih berguna. Beberapa sumber limbah padat yang menyebabkan pencemaran tanah adalah:

Limbah dari Pertanian: ini terdiri dari masalah sampah yang dihasilkan oleh tanaman, pupuk kandang, dan residu pertanian. Limbah dari Pertambangan: Tumpukan sampah tumpukan batubara dan terak.

Limbah dari Industri: Industri limbah masalah yang dapat menyebabkan pencemaran tanah dapat termasuk cat, bahan kimia, dan sebagainya. Padatan dari Sewage Treatment: Limbah yang tersisa setelah limbah telah diperlakukan, lumpur biomassa, dan menetap makanan padat. Abu: Hal residu yang tersisa setelah bahan bakar padat yang dibakar. Sampah: ini terdiri dari masalah sampah dari makanan yang diuraikan dan lain masalah sampah yang tidak diuraikan seperti kaca, logam, kain, plastik, kayu, kertas, dan sebagainya.

Tanah Pencemaran:

Polusi tanah terutama disebabkan oleh bahan kimia dalam pestisida, seperti racun yang digunakan untuk membunuh hama pertanian seperti serangga dan herbisida yang digunakan untuk menyingkirkan gulma. Oleh karena itu, polusi tanah hasil dari:

• Tidak Sehat metode pengelolaan tanah. • Berbahaya praktek metode irigasi.

(24)

Penjaskesrek STKIP Melawi

kimia yang digunakan untuk tujuan seperti domba mencelupkan juga menyebabkan pencemaran tanah yang serius seperti halnya tumpahan minyak diesel.

Apa saja Konsekuensi Polusi Tanah?

Tanah pencemaran dapat mempengaruhi satwa liar, tumbuhan, dan manusia dalam berbagai cara, seperti:

• Menyebabkan masalah pada sistem pernafasan • Menyebabkan masalah pada kulit

• Menyebabkan cacat lahir

• Menyebabkan berbagai jenis kanker

Bahan beracun yang mencemari tanah bisa masuk ke dalam tubuh manusia secara langsung oleh:

• Datang ke dalam kontak dengan kulit

• Dicuci ke sumber-sumber air seperti waduk dan sungai

• Makan buah-buahan dan sayuran yang telah ditanam di tanah yang tercemar • Bernapas dalam tercemar debu atau partikel

Bagaimana Pencemaran Tanah Dicegah?

• Orang harus di didik dan disadarkan tentang efek berbahaya dari sampah • Produk yang digunakan untuk tujuan dalam negeri seharusnya digunakan

kembali atau didaur ulang

• Sampah pribadi harus dibuang dengan benar

• Bahan organik sampah harus dibuang di daerah yang jauh dari daerah

tempat tinggal

• Materi anorganik seperti kertas, plastik, kaca dan logam harus direklamasi

dan kemudian didaur ulang

D. Akibat Pencemaran Lingkungan

Dalam membagi tingkatan pencemaran, WHO telah menetapkan adanya empat tingkatan pencemaran dengan melihat dan memeriksa pengaruhnya. Dalam perhitungan yang digunakan adalah kadar zat pencemar dan waktu kontak antara zat pencemar dengan lingkungan sekitarnya. Ada empat tingkatan pencemaran yaitu:

1. Pencemaran yang tidak menimbulkan kerugian kepada manusia jika dilihat dari zat pencemar yang hadir/terdapat dan waktu kontaknya dengan lingkungan.

(25)

3. Pencemaran yang sudah mengakibatkan reaksi pada faal tubuh dan menyebabkan sakit yang kronis.

(26)

Penjaskesrek STKIP Melawi

BAB V

PENYAKIT DAN KESEHATAN LINGKUNGAN

Bagi manusia, keadaan lingkungan membawa pengaruh terhadap kesehatannya. Berbagai jenis penyakit bisa timbul karena keadaan lingkungan yang kurang menguntungkan bagi kekuatan tubuh manusia, meskipun manusia telah berusaha untuk menyesuaikan diri.

Umumnya penyakit yang timbul karena keadaan lingkungan yang kurang menguntungkan berupa penyakit menular. Penyakit tersebut disebabkan oleh bakteri, protozoa, cacing, jamur, dan virus yang biasa hidup dalam lingkungan yang kotor, seperti pencemaran lingkungan. Penyakit lain yang berbahaya, dan banyak terjadi di masyarakat, ialah tekanan darah tinggi dan tekanan pembuluh jantung. Penyakit ini disebabkan oleh keadaan lingkungan sosial, misalnya kesibukan dan kekawatiran yang mencekam manusia.

Kekurangan gizi, selain pengaruh lingkungan fisik, dapat juga terjadi karena keadaan lingkungan sosial ekonomi, hasil pertanian yang kurang baik dan cara-cara mengolah makanan yang salah. Termasuk kedalam penyakit yang ada hubungannya dengan lingkungan adalah alergi. Penyakit alergi timbul pada seserang, karena ia tidak tahan terhadap keadaan lingkungan fisik. Misalnya suhu terlalu panas atau suhu terlalu dingin bagi seseorang dapat menimbulakan gatal. Bibit penyakit juga adalah makhluk hidup yang hidup dalam lingkungan, sehingga baik tidaknya keadaan lingkungan dilihat dari segi syarat kesehatan akan mempengaruhi tingkat dan status kesehatan masyarakatnya.

Sedangkan penyakit menular, di masyarakat kita sampai saat ini masih menduduki urutan prtama yang berbahaya, dan banyak menimbulkan kematian baik kepada manusia maupun kepada hewan atau ternak.

A. Hubungan Penyakit Menular dengan Keadaan Lingkungan.

Secara umum penyakit menular dapat dibagi ke dalam beberapa kategori menurut sifat atau macam organisme yang berhubungan dengan dinamika epidemi. Masalah kesehatan dapat timbul karena keadaan faktor hubungan ekologi terganggu, yaitu antara lingkungan, penjamu, dan bibit penyakit. Hubungan itu berlangsung secara dinamis, dan menimbulkan penularan.

Penyakit menular dapat berjangkit menurut keadaan faktor yang berhubungan secara dua faktor, tiga faktor atau empat faktor.

Hubungan dua faktor menyangkut bibit penyakit (pathogen) dengan tuan rumah (host). Misalnya, penyakit influenza menyangkut hubungan virus dengan penderita yang dapat bertidak sebagai host.

Hubungan tiga faktor menyangkut hubungan bibit penyakit, penyebar (vektor), dan manusia. Misalnya penyakit malaria, terdapat bibit (plasmodium) nyamuk (vektor) dan penderita (manusia yang pernah digigit nyamuk yang mengandung plasmodium).

(27)

manusia (vektor perantara atau penderita). Keempat faktor itu hidup dalam lingkungan, sehingga proses penularan menjadi semakin kompleks.

Berdasarkan hubungan tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa lingkungan dapat menjadi media berkembangbiaknya bibit penyakit dan vektor-vektor penyakit yang dapat bertindak sebagai perantara penularan kepada manusia atau hewan lain. Dan kepada keadaan kesehatan lingkungan. Dengan demikian kita dapat menelaah bagaimana asal mula penularan penyakit terjadi dalam masyarakat.

B. Asal Mula Penularan Penyakit dalam Lingkungan

Mudah dipahami, bahwa penyakit dapat berasal dari sumber penyebarannya, yang mungkin hanya satu sumber atau lebih. Penyakit tersebut merupakan hasil hubungan timbal balik antara tiga faktor yaitu :

1. Faktor yang berhubungan dengan kepadatan penduduk (populasi) yang menempati suatu daerah. Misalnya, kepadatan populasi manusia yang menjadi tuan rumah (host) suatu penyakit menular. Umumnya kepadatan penduduk sangat memudahkan penularan penyakit, jika dibandingkan dengan daerah yang kurang padat.

Dalam hal inilah perlu diperhatikan masalah space (jarak) antara rumah yang dihuni penduduk dalam suatu wilayah.

2. Faktor yang berhubungan dengan sifat biologi patogen, misalnya, virus, mengenai virulensianya (kekuatan atau daya jangkit), umur (masa hidup) setiap partikel dan sifat biologi lain, baik dari tuan rumah maupun bibit penyakit (patogen), dan vektor yang berhubungan dengan daya tahan atau resistensinya.

3. Faktor keadaan lingkungan yang tidak tergantung pada kepadatan populasi, misalnya tinggi rendahnya cuaca yang dapat berubah secara tiba-tiba, atau keadaan kebersihan dan sanitasi lingkungan.

Ketiga hal itu mempengaruhi kehidupan manusia, sehingga pada setiap terjadi peristiwa epidemi, ketiga faktor tersebut saling mempengaruhi dan jika tidak dilakukan penanggulangan yang cepat, epidemi akan semakin meluas.

Misalnya epidemi dalam penyakit saluran pencernaan yang ditularkan melalui air sebagai media, kemudian air tersebut menjadi air minum. Jika air tersebut tanpa diketahui tercemar oleh kuman penyakit, kemudian diminum oleh orang tanpa melalui proses pembebasan kuman dahulu maka kuman penyakit akan masuk kedalam saluran pencernaan dan orang tersebut akan menderita penyakit perut yang mudah terjangkit dengan cepat, jika penderita tidak memiliki kebiasaan membuang kotoran yang baik. Kotoran yang mengandung bakeri E. Coli kemudian akan mudah bertambah banyak, dan berpindah kepada makhluk atau manusia lain, setelah mendapat pengaruh dari perubahan cuaca, seperti bertambah banyak jika mendapat pengaruh panas kurang dari 40 derajat Celcius.

(28)

Penjaskesrek STKIP Melawi

C. Arti dan Hubungan Penyakit terhadap Kesehatan Manusia.

Secara umum yang dimaksud dengan penyakit ialah segala sesuatu yang menimbulkan masalah terhadap kesehatan manusia sehingga manusia tidak dapat bekerja dengan baik. Dalam kehidupan sehari-hari penyakit disebabkan oleh bibit penyakit yang berjangkit dalam lingkungan hidup manusia, bahkan beberapa jenis penyakit tertentu dapat menular kepada manusia atau makhluk hidup lain. Sebelumnya telah diterangkan bahwa masalah kesehatan timbul karena adanya ketidaksinambungan hubungan antara mausia dengan lingkungan hidupnya.

Proses ketidaksinambungan tersebut berlangsung secara terus-menerus melalui media tertentu yang disebut penyebab penyakit atau vektor penyakit dan lingkungannya. Sebagai contoh nyamuk hidup di air tergenang. Ia menghisap darah manusia untu mempertahankan kelangsungan hidupnya. Bakteri protozoa dan jamur mudah hidup alam tempat-tempat kotor ketempat yang bersih. Keadaan ini memungkinkan untuk membawa bibit penyakit dari tempat-tempat kotor ke tempat yang bersih. Jika pada suatu saat nyamuk pembawa bibit penyakit tersebut menghisap darah manusia, bibit penyakitnya dapat berpindah ke tubuh manusia melalui saluran darahnya. Dengan demikian, fungsi faal tubuh manusia terganggu dan ia menjadi sakit.

Proses berjangkit dan penularan bibit penyakit dapat timbul akibat pengotoran/pencemaran (kontaminasi) lingkungan. Selama periode tertentu bibit penyakit berkembang biak dan berpndah sampai kepada mkhluk hidup tertentu seperti lalat, nyamuk, kutu dan sebagainya kepada manusia.

Usaha pencegahan penyakit memerlukan pangamatan terhadap proses tersebut sehingga mempermudah pembasmian bibi penyakit dan penularannya. Kegiatan pengamatan tersebut meliputi prognoza atau pengamatan pendahuluan sebagai dasar untuk melakukan diagnosa yaitu analisis terhadap berbagai penyebab timbulnya masalah kesehatan, serta faktor yang membantu menghambat berkembangnya bibit penyakit. Untuk mempermudah pengamatan diperlukan karantina untuk makhluk hidup dan tumbuh-tumbuhan yang dianggap dapat menjadi penular penyakit, seperti binatang, manusia dan tanaman. Karantina adalah usaha mengawasi makhluk hidup terhadap kemungkinan adanya bibit penyakit yang dapat menular. Usaha ini dilakukan dalam suatu tempat khusus yang tertutup dari kemungkinan berpindah kepada makhluk lain.

Dalam hubungan ini akan kita bicarakan mengenai penyebab penyakit cara menular, dan cara pencegahannya.

1. Penyebab Penyakit

Penyebab penyakit terdiri dari dua golongan yaitu :

a. Penyebab yang berasal dari dalam tubuh manusia sendiri. Hal ini berupa kelainan dari dalam tubuh manusia. Misalnya perubahan pada kelenjar hormon yang dapat menimbulkan penyakit seperti kencing manis, basedow dan sebagainya.

b. Penyakit dari luar manusia yang dapat terjadi adalah sebagai berikut :

(29)

Keadaan fisik, misalnya suhu tinggi, terbakar, tersiram air panas, kena aliran listrik, dan sebagainya.

Keadaan bahan kimia, yang terlalu banyak mencemari makanan, minuman, atau lingkungan seperti keracunan makanan, gas, dan sebagainya.

Terkena infeksi jasad renik (bakteri, hewan bersel satu, jamur dan virus) dan jasad makro (cacing, serangga dan lain-lain)

Kekurangan unsur-unsur tertentu dalam makanan, msalnya air kurang mengandung flour dapat menimbulakan kerusakan gigi (carries).

Keadaan kejiwaan, misalnya terkejut secara hebat, rasa takut yang terus menerus.

Dalam hubungan dengan penyebab penyakit ini dikenal beberapa istilah sebagai berikut :

Bakteri

Bakteri ialah organisme yang sangat kecil dan tidak dapat dilihat dengan mata secara langsung, kecuali jika memakai alat pembesar berupa mikroskop. Bakteri tersebut memiliki sifat mudah berkembang biak dalam jumlah yang sangat banyak. Meskipun demikian tidak semua bakteri menimbulkan penyakit.

Misalnya bakteri yang menghancurkan makanan dalam perut besar bersama-sama dengan bantuan asam lambung (HCL).

Menurut bentuknya bakteri dibedakan menjadi 3 golongan adalah sebagai berikut :

a. Coccus bentuk bola b. Basil bentuk batang

c. Spiral bentuk koma atau spiral. Virus

Virus ialah organisme yang ukurannya lebih kecil dari pada bakteri. Virus hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron yang dapat memperbesar beribu-ribu kali.

Ricketsia

Ricketsia ialah organisme yang berukuran kecil tetapi lebih besar dari virus. Ricketsia dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop elektron. Jamur

Jamur termasuk tumbuh-tumbuhan yang tidak memiliki zat hijau daun (klorofil). Jamur hidup dan tergantung pada benda lain atau makanan yang sudah tersedia. Misalnya jamur hidup dalam makanan yang basi, kulit atau kayu lapuk.

Carrier pembawa bakteri

(30)

Penjaskesrek STKIP Melawi Infeksi

Infeksi ialah keadaan yang menunjukkan bibit penyakit masuk ke dalam tubuh dan berkembang biak.

Masa tunas

Masa tunas disebut juga inkubasi yaitu masa antara masuknya bibit-bibit penyakit ke dalam tubuh hingga timbul gejala-gejala yang khas untuk penyakit tertentu.

Radang

Radang ialah gejala-gejala yang terjadi pada tubuh seperti memerah, bengkak, nyeri, suhu tubuh naik, dan fungsinya terganggu.

Istilah tersebut di atas berhubungan dengan keadaan penyakit dalam tubuh manusia.

2. Cara Penularan Penyakit

Masuknya bibit penyakit ke dalam tubuh manusia dapat terjadi dengan tiga cara, yaitu melalui ;

a. Saluran pernafasan b. Saluran pencernaan c. Melalui kulit

a. Saluran pernafasan

Penularan penyakit melalui saluran pernafasan dapat berlangsung dua cara seperti berikut ini :

- Cara droplet infection atau infeksi titik ludah yaitu jika seseorang penderita paru-paru pada waktu bersin, batuk atau bicara mengeluarkan air ludah dan getah hidungnya yang mengandung bakteri atau virus. Bila titik-titik air ludah atau getah rongga hidung yang halus itu terhisap oleh orang sehat, maka mungkin akan terjadi penularan.

- Cara air borne infection atau infeksi debu. Penularan ini terjadi jika bibit penyakit berpindah ke debu, kemudian setelah kering terhisap oleh manusia atau menempel pada makanan karena terbawa angin. Meskipun infeksi ini tidak ganas karena bibit penyakit atau bakteri telah dilemahkan oleh sinar matahari, dalam keadaan tertentu tetap berbahaya bagi kesehatan manusia. Misalnya penularan bibit penyakit atau bakteri tuberculosis dari ludah penderita dan bakteri E coli penular penyakit diare (disentri, tifus kolera) yang berasal dari tinja manusia.

b. Saluran Pencemaran Makanan

(31)

c. Penularan Melalui Kulit

Penularan melalui kulit dapat berlangsung dua cara seperti berikut.

- Penularan karena hubungan langsung (direck contact) yaitu cara penularan akibat bersentuhan dengan penderita penyakit kulit.

- Penularan karena hubungan tidak langsung (indirect contact) yaitu penularan melalui kulit dengan peantara sutu benda seperti sapu tangan, handuk, baju dan sebagainya.

3. Penyakit Menular

a. Penyakit Saluran Pernafasan

Diantara penyakit saluran pernafasan yang paling banyak diderita oleh penduduk Indonesia ialah tuberculosis, influenza, difteri dan radang paru-paru.

1. Tuberculosis (TBC)

Penyakit ini dapat menyerang berbagai organ tubuh, tetapi paling sering adalah paru-paru. Gejala-gejalanya secara umum adalah penderita pucat, badn kurus, lemah dan cepat lelah. Pada waktu malam hari sering berkeringat, batuk-batuk disertai suhu badannya naik, sedangkan berat badan terus turun. Pada tingkat berat, penderita sering batuk dengan mengeluarkan dahak dan darah segar. Pada tingkat ini sangat berbahaya bagi penderita dan lingkungannya, karena penyakit tersebut dapat menular kepada orang lain.

Penyebab penyakit tuberculosis ialah sejenis basil yang disebut basil tuberculosis, yang terdiri dari dua macam yaitu basil TBC manusia (type humanus) dan basil TBC sapi (type bivinus). Type humanus menyerang sapi, sedangkan type bivinus menyerang sapi. Type bivinus juga dapat menyerang manusia melalui air susu sapi yang tidak memenuhi syarat-syarat kesehatan. Type bivinus ini menyerang usus manusia

2. Influenza

Penyakit ini disebabkan oleh virus influenza yang dapat menyerang manusia dalam waktu antara 2-15 hari.

Gejala utama ialah secara tiba-tiba penderita merasa demam disertai panas dan dingin. Kepala terasa sakit, dan tulang sendi terasa nyeri. Hidung beringus mulai dari encer sampai kental. Tenggorokan sakit batuk-batuk dan perut terasa mual.

3. Radang paru-paru (Pneumonia)

(32)

Penjaskesrek STKIP Melawi

warna merah kekuning-kuningan. Muka pucat, selalu haus tetapi tidak memiliki nafsu makan.

Ketiga jenis penyakit itu menular kepada orang sehat melalui saluran pernafasan baik secara droplet infection, maupun secara air borene infection.

Cara pencegahannya dapat dilakukan sebgai berikut :

a. Menjauhkan diri dari sumber penyakit, misalnya jangan tidur bersema penderita.

b. Bila bersin atau batuk harus menutup mulut dan hidungnya dengan sapu tangan.

c. Ingus dan ludah jangan dibuang disembarang tempat.

d. Pada saat wabah berkecambung supaya segera membersihkan lingkungan.

e. Usahakan melakukan keseimbangan antara makan, kerja dan istirahat untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

f. Untuk penyakit TBC, pencegahan dapat dilakukan dengan vaksinasi BCG (Bacille Calmet Guerine).

4. Difteri

Penyakit ini disebabkan oleh corya bacterium diptherian yang beracun. Penyakit ini ditularkan secara langsung dari penderita melalui ludah dan dahak. Masa inkubasinya sangat cepat yaitu dari 2 hari sampai denga 7 hari.

Gejala-gejala utama yang ditimbulkan dari penyakit ini adalah panas badan tinggi, terdapat radang pada tenggorokan, bagian luar dari tenggorokan memutih, untuk penderita yang keadaannya berat biasanya disertai dengan sesak nafas dan jika ini tidak segera di tolong akan menimbulkan kematian.

b. Penyakit Saluran Pencernaan

Penyakit yang berbahaya dan banyak diderita oleh penduduk Indonesia adalah sebagai berikut :

1. Disentri basiler

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri shigella dysentriae, masa inkubasinya antara 1 sampai 4 hari

Gejala utamanya ialah berak-berak lebih dari 10 kali. Kotorannya berlendir dan kadang-kadang berdarah. Perut dan dubur terasa sakit, yang disertai dengan, suhu badannya meninggi.

2. Disentri Amoeba

Penyebab penyakit ini adalah Amoeba dysentriale masa inkubasinya antara 14-20 hari.

(33)

3. Kolera

Penyebab penyakit ini ada dua macam yaitu Vibrio eltor. Masa tunasnya sangat cepat, terutama eltor yaitu beberapa jam sampai 5 hari.

Gejala utama adalah badan terasa lesu, suhu naik, kepala sakit, otot juga terasa sakit. Perut sakit, buang air besar encer dan sering sampai 20 kali sehari, kadang-kadang disertai muntah sehingga kulit menjadi kering, mata cekung dan kejang pada saat dehidrasi terus dapat berakibat kematian.

4. Tifus abdomisalis

Penyebab penyakit ini ialah bakteri jenis Salmonella typhi atau salmonella para typhi. Inkubasinya antara 10-14 hari. Gejala-gejala utamanya adalah bdan lesu, suhu tubuh terus tinggi, sakit kepala, lidah kotor, rasa mual disertai masa sakit di otot. Pada minggu kedua panas terus disertai mengigau dan kurang sadar. Pada minggu ketiga kemungkinan terjadi pendarahan usus sangat parah.

5. Penyakit cacing

Selain jenis penyakit yang disebutkan diatas juga terdapat penyakit menular lain yaitu penyakit cacing. Penyakit cacing yang paling banyak diderita adalah cacing gelang dan kremi.

a. Penyakit cacing usus (Ascariasi)

Penyebab penyakit ini adalah cacing jenis Ascaris Lumbricoides atau cacing usus. Gejala utama adalah rasa mual, muntah dan bersama kotoran atau tinja, nafsu makan berkurang, perut sakit. Cacing dapat keluar melalui mulut dan anus bersama kotoran dan tinja.

b. Penyakit kotoran kremi (Oxyuriasis)

Penyakit ini disebabkan oleh sejenis cacing yaitu Oxyurivermicularis yang menular melalui mulut. Gejala utama adalah susah tidur, gatal pada alat kelamin, dan anus terutama waktu malam. Nafsu makan dan berat badan menurun.

Pencegahan kedua jenis penyakit cacing itu dapat dilakukan dengan jalan :

- Memelihara kebersihan diri dan lingkungan, dan

- Memelihara kebersihan makanan, terutama makanan berupa sayuran mentah (lalap).

c. Penyakit Kulit

(34)

Penjaskesrek STKIP Melawi 1. Kudis (Scabies)

Penyakit ini disebabkan oleh parasit yang disebut Sarcopti scabies yang berusaha membuat terowong di bawah kulit. Penyakit ini menular secara langsung dengan bersinggungan pada penderita, dan juga secara tidak langsung melalui alat-alat, seperti tempat tidur, pakaian bekas penderita.

Gejala yang utama adalah gatal-gatal pada malam hari, timbul koreng dan gelembung bernanah pada lipatan jari tangan, kaki, siku, paha, pantat, dan telapak tangan. Penyakit ini cepat menular dalam anggota keluarganya.

2. Kadas (Tinea Imbricate)

Penyebab penyakit ini ialah jamur yang menular secara kontak langsung dengan penderita, dan secara tidak langsung melalui pakaian, tempat tidur, handuk dan sebagainya.

3. Panu (Tinea Versicolor)

Penyebab adalah jamur parasit pada kulit yang menular secara kontak langsung dengan penderita, dan secara tidak langsung melalui pakaian, alat tidur, sapu tangan, handuk dan sebagainya.

Gejala utama adalah adanya bercak putih dan bersisik halus yang meluas keseluruh tubuh.

4. Penyakit Patek (Frambusia)

Penyakit ini disebabkan oleh Treponema pertenue yang menular secara kontak langsung dengan penderita. Keadaan kurang makan dan kurang memelihara kebersihan diri memudahkan terjadinya penyakit ini.

Gejala utama adalah adanya kelainan pada kaki, tangan, bokong yang disusul dengan pembengkakan bernanah tetapi tidak disertai sakit, gatal dan alergi karena biasanya infeksi dengan kuman lain. Pada fase selanjutnya kelainan tadi meluas walaupun kelainan pertama sudah sembuh yaitu pada daerah sekitar mulut, ketiak, kelamin, dan anus bahkan tulang. Kelainan ini akan sembuh dengan sendirinya tetapi proses penyakitnya berjalan terus sampai timbul perubahan bentuk alat-alat tubuh. Setelah melalui fase lama, kelainan pertama timbul kembali diikuti adanya kerusakan tulang (patah), serta organ-organ lain seperti mulut, hidung dan lain-lain.

5. Penyakit Kusta (Morbus Hansen)

(35)

Pencegahan kelima jenis penyakit ini dapat dilakukan dengan memelihara kebersihan diri dan lingkungan, serta berusaha menghindarkan diri dari kontak langsung dengan penderita. Hati-hati terhadap barang bekas dan tempat tidur harus bersih. Usahakan mencuci pakaian dengan air panas (direndam).

Pengobatan terhadap penyakit ini harus sungguh-sungguh sebab itu harus diusahakan pemeriksaan berkala sampai sembuh.

d. Penyakit menular yang sering mengenai anak-anak 1. Campak (Morbili), Cacar air (Vericella)

Kedua jenis penyakit di atas disebabkan oleh virus yang menular secara langsung melalui ludah atau getah hidung pada waktu bersin atau batuk. Masa tunasnya antara 10 hari sampai 14 hari.

Gejala yang tampak adalah demam, lesu, dan nafsu makan berkurang, kemudian setelah beberapa hari diikuti oleh timbulnya bercak merah berbintik-bintik kecil yang bergelembung dimulai dada, dan menjalar ke bagian lain. Pada campak bercak tersebut akan menghitam dan hilang dengan sendirinya. Jika tidak kena infeksi bekas gelembung menjadi hilang.

Pencegahannya dapat dilakukan dengan usaha memisahkan penderita dari anak sehat, disertai pemeliharaan kebersihan lingkungan, dan peralatan.

2. Difteri (Diptheri)

Penyakit ini disebabkan dari bakteri Corynebacterium diptheriae yang beracun dan menular secara langsung dari ludah dan dahak penderita. Masa tunas cukup cepat yaitu 2 hari sampai 7 hari.

Gejala utama adalah panas badan tinggi, radang tenggorokan, selaput memutih dan dalam keadaan berat penderita menjadi sesak nafas. Jika tidak cepat ditolong akan menimbulkan kematian.

Pencegahan utama penderita harus dipisahkan dari anak sehat disertai pengobatan yang sungguh-sungguh. Pemberian vaksinasi kepada anak sehat banyak membantu mencegah penularan penyakit tersebut.

3. Batuk Rejan (Pertusis)

Penyebabnya adalah kuman Haemmephyus pertusis yang menular secara langsung droplet infection dengan masa tunas antara 7 hari sampai 14 hari.

Gejala-gejalanya dapat berkembang dalam tiga stadia seperti berikut ini : a. Stadia catherralis yaitu batuk-batuk yang terus menerus disertai

keadaan badan yang melemah, nafsu makan berkurang seperti influenza.

Referensi

Dokumen terkait

Namun pada kenyataannya berdasarkan hasil observasi kedua yang dilakukan oleh peneliti selama prariset di kelas XII IIS 2 SMA Muhammadiyah 1 Pontianak pada tanggal 11

Pandan wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb) dan Pegagan (Centela asiatica (L). Urb) dengan dosis masing-masing 1,250 g/KgBB dapat meningkatkan aktivitas motorik mencit putih

Rendahnya mutu pendidikan madrasah secara umum ditandai dengan ketidakmampuanlulusan pendidikan tersebut untuk berkompetensi dengan para lulusan lembaga pendidikan lain

Yield monodigliserida terbaik dimana bila semakin besar mono digliserida (MDG) maka semakin besar yield surfaktan polyoxyethylen monodigliserid (POE-MDG), maka surfaktan untuk

Regarding the ways in which the Islamic ideological competition between Iran and Saudi Arabia for taking the Islamic leadership in the Arab World, it is found

Penggunaan model active leraning dengan strategi Berikan Uangnya berpengaruh terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS, karena siswa terlibat langsung secara

Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa biaya desain produk adalah biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk kegiatan penelitian desain produk dan

▪ Pada suhu yang cukup panas, gaya antara partikel yang satu dengan yang lainnya tidak dapat menahan partikel-partikel tersebut untuk tetap diam.. Partikel masih saling