• Tidak ada hasil yang ditemukan

Solusi Alternatif : Small Area Estimation (SAE)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "Solusi Alternatif : Small Area Estimation (SAE)"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH PENDUGAAN

RAGAM PENARIKAN CONTOH

PADA

SMALL AREA ESTIMATION

Anang Kurnia

Khairil A. Notodiputro

Departemen Statistika - IPB

Center for Statistics and Public Opinions

1. Pendahuluan

Otonomi daerah menuntut pemda

(kab/kota) lebih berperan aktif

dalam pelaksanaan pembangunan

perlu data dan informasi

sampai level desa/kelurahan

Pada level nasional, data tersedia baik melalui BPS

“DESAIN SURVEY PADA LEVEL NASIONAL”

Masalah :

tingkat akurasi dan

presisi pendugaan untuk area

kecil akan rendah karena ukuran

contoh sedikit atau bahkan tidak

terwakili dalam survey

(2)

Small Area Estimation

Fay dan Herriot (1979) Æ

menggunakan persamaan

linear mixed models

untuk menduga rata-rata

pendapatan sub-populasi (<1000) menggunakan data

sensus 1970 di US.

Penjabaran:

1.

x

i

= (x

i1

, x

i2

, ..., x

ip

) Æ

vektor data pendukung

2.

θ

i

=

x

i

β

+

υ

i

Æ

parameter merupakan fungsi dari

data pendukung dan pengaruh acak

υ

i

3.

y

i

=

θ

i

+ e

i

Æ

direct estimate

dengan sampling error

4.

y

i

=

x

i

β

+

υ

i

+ e

i

Æ

bentuk khusus GLMM

2. Model

Small Area Estimation

Basic area

: didasarkan pada ketersediaan data

pendukung yang hanya ada untuk level area

tertentu, katakan

x

i

= (x

1i

, x

2i

, …, x

pi

)’ yang akan

digunakan untuk membangun model SAE

y

i

=

x

i

’β

+ υ

i

+ e

i

Penduga terbaik (BP) bagi θ

i

= x

i

’β

+ υ

i

adalah

θ

i

BP

= x

i

’β

+ (1 – B

i

)(y

i

- x

i

’β)

dengan B

i

= σ

2

ei

/(σ

2

υ

+ σ

2

ei

) untuk i = 1, 2, ..., k.

Solusi

Empirical Bayes

atau

Empirical

BLUP jika

β

dan σ

2

υ

terlebih dahulu harus diduga.

(3)

„

Salah satu masalah yang masih menjadi kajian adalah

pendugaan MSE(

θ

i

(hat))

„

Ghosh dan Rao (1994), Prasad dan Rao (1990), Butar

dan Lahiri (2001), Jiang, Lahiri dan Wan (2002) serta

Chen dan Lahiri (2003) telah memberikan sumbangan

yang sangat berarti dalam pendugaan MSE

„

Pendekatan-pendekatan yang diajukan sangat baik

dalam mengeliminasi masalah

underestimate

khususnya untuk kasus A = Di = 1 dan X

β

= 0, walupun

Kurnia dan Notodiputro (2006) menunjukkan bahwa

jika Di bervariasi serta seluruh parameter dalam

model harus diduga, sifat

underestimate

penduga MSE

masih cukup besar berkisar antara 13% - 19%.

3. Inferensi pada Model Basic Area Level

Pertanyaan :

MSE yang diajukan tersebut semuanya

mengasumsikan Di diketahui, bahkan banyak

mengambil kasus khusus dimana Di bersifat

homogen untuk setiap area kecil

3. Inferensi pada Model Basic Area Level

(4)

Untuk suatu parameter nilai tengah yang menjadi perhatian,

Di diduga oleh s

2

i

= s

2

0i

/n

i

dimana s

2

0i

adalah ragam contoh

acak pada area ke-i.

Dengan asumsi normalitas dan Lemma Stein (1981) ”Misal Y

mengikuti N(

µ

,

σ

2

)dan g(y) adalah fungsi yang

differentiable

pada y, maka E{(Y -

µ

) g(Y)} =

σ

2

E[g’(Y)]”, maka MSE

Prasad-Rao terkoreksi menjadi :

4. Pendugaan MSE dengan Di yang diduga

5. Kajian Empirik (1)

KELURAHAN Naive Prasad-Rao Prasad-Rao Terkoreksi Jackknife Direct Est.

(5)

5. Kajian Empirik (2)

KELURAHAN Naive Prasad-Rao Prasad-Rao Terkoreksi Jackknife Direct Est.

1002 Pamoyanan 2.25 2.25 2.25 2.25 2.25

Secara umum kajian empirik yang disajikan menunjukkan

bahwa pendugaan tidak langsung pada pendugaan

statistik area kecil untuk level kelurahan cukup baik dan

berhasil meningkatkan akurasi pendugaan.

Jika terjadi keragaman

sampling error

yang cukup besar

antar area kecil, tingkat akurasi ini berkurang

dibandingkan dengan jika kondisi

sampling error

homogen.

Kondisi ini diperkuat dengan hasil kajian Kurnia dan

Notodiputro (2006)

(6)

Pengaruh pendugaan ragam

sampling error

sangat

dirasakan jika kondisi antar area memiliki keragaman

yang besar.

Upaya pengembangan metode dalam hal ini untuk

menanggulangi kejadian tersebut menjadi perhatian

dalam penelitian-penelitian lanjutan, terutama untuk

kasus di Indonesia, dimana hampir bisa dipastikan

keragaman penarikan contoh untuk setiap area kecil

relatif tidak homogen

6. Diskusi dan Pembahasan

(7)

KELURAHAN Direct Est. MSE_D

EBLUP-EB Est. MSE_N MSE_P MSE_PK MSE_J

1002 Pamoyanan 19.9100 1.5292 19.9875 1.5233 1.5242 1.5251 1.5222 1009 Muarasari 18.6068 0.8932 18.6151 0.8911 0.8914 0.8917 0.8908 1013 Batutulis 39.0488 22.1159 38.3516 20.8187 20.9745 21.1312 20.7336 1015 Empang 25.7253 2.5224 25.7707 2.5096 2.5120 2.5145 2.5034 1016 Cikaret 23.5192 2.3062 23.6621 2.2921 2.2941 2.2961 2.2903 2002 Sindangrasa 17.9153 3.3882 17.9575 3.3582 3.3625 3.3668 3.3539 2006 Sukasari 23.7173 1.6221 23.7544 1.6152 1.6162 1.6172 1.6142 3001 Bantarjati 40.2376 40.2612 41.3261 36.5640 37.0082 37.4552 35.9035 3002 Tegalgundil 16.7074 2.3859 16.8380 2.3750 2.3772 2.3793 2.3689 3004 Cimahpar 21.0703 3.9555 21.0880 3.9279 3.9337 3.9396 3.9089 3006 Cibuluh 34.1938 4.9335 34.2610 4.8840 4.8930 4.9021 4.8612 3007 Kedunghalang 32.2685 0.7919 32.2555 0.7904 0.7906 0.7909 0.7900 3008 Ciparigi 31.3539 14.3174 32.1954 13.8118 13.8816 13.9518 13.7250 4002 Gudang 20.1629 1.8838 20.1237 1.8748 1.8762 1.8775 1.8732 4004 Tegallega 73.9938 16.4868 72.1205 15.7618 15.8526 15.9440 15.7062 4006 Sempur 68.4664 35.1578 64.7332 32.0712 32.4243 32.7796 31.7886 4010 Kebonkelapa 21.9877 10.6847 22.3678 10.3795 10.4196 10.4599 10.3513 5002 Pasirkuda 24.8399 3.5615 24.8907 3.5270 3.5318 3.5365 3.5237 5003 Pasirjaya 23.7288 4.6516 23.8147 4.5984 4.6065 4.6145 4.5873 5004 Gunungbatu 25.6452 8.0373 25.8966 7.8725 7.8957 7.9191 7.8472 5006 Menteng 26.3644 5.7755 26.4966 5.6851 5.6974 5.7097 5.6767 5008 Cilendek Barat 19.0320 2.8666 19.2365 2.8538 2.8569 2.8600 2.8420 5009 Sindangbarang 28.2437 16.0795 28.7163 15.4347 15.5214 15.6086 15.3361 5015 Curugmekar 33.8163 5.3977 33.8057 5.3286 5.3394 5.3502 5.3113 6001 Kedungwaringin 46.0712 22.3868 45.6695 21.1549 21.3141 21.4743 20.9715 6003 Kebonpedes 74.8297 44.231 72.0041 39.7940 40.3133 40.8359 39.0272 6004 Tanahsareal 30.1196 16.2075 29.7793 15.6272 15.7151 15.8037 15.4525 6005 Kedungbadak 31.0433 12.8135 31.5810 12.4993 12.5559 12.6129 12.3370 6007 Sukadamai 25.2414 15.7916 25.7394 15.1383 15.2221 15.3065 15.0740 6009 Kayumanis 37.8307 47.2355 35.8578 41.8673 42.4456 43.0275 41.3478 6011 Kencana 16.5445 3.5838 16.5731 3.5501 3.5549 3.5597 3.5455

Pendapatan per kapita

KELURAHAN Direct

Est. MSE_D

EBLUP-EB Est. MSE_N MSE_P MSE_PK MSE_J

1002 Pamoyanan 13.0435 0.0861 13.0346 0.0859 0.0859 0.0860 0.0859

1009 Muarasari 1.8519 0.0139 1.8550 0.0139 0.0139 0.0139 0.0139

1013 Batutulis 6.3830 0.0461 6.3857 0.0460 0.0460 0.0460 0.0460

1015 Empang 3.3333 0.0266 3.3368 0.0266 0.0266 0.0266 0.0266

1016 Cikaret 9.8039 0.0752 9.8012 0.0751 0.0751 0.0751 0.0750

2002 Sindangrasa 1.6667 0.0125 1.6692 0.0125 0.0125 0.0125 0.0125

2006 Sukasari 8.3333 0.0461 8.3345 0.0460 0.0460 0.0460 0.0460

3001 Bantarjati 5.4545 0.0410 5.4575 0.0409 0.0410 0.0410 0.0409

3002 Tegalgundil 6.8966 0.0434 6.8974 0.0433 0.0433 0.0433 0.0433

3004 Cimahpar 3.2787 0.0235 3.2853 0.0235 0.0235 0.0235 0.0235

3006 Cibuluh 10.5263 0.0815 10.5259 0.0813 0.0814 0.0814 0.0813

3007 Kedunghalang 9.0909 0.0776 9.0920 0.0774 0.0774 0.0774 0.0773

3008 Ciparigi 4.8780 0.0399 4.8822 0.0399 0.0399 0.0399 0.0399

4002 Gudang 14.8148 0.1025 14.7901 0.1023 0.1023 0.1024 0.1021

4004 Tegallega 2.2727 0.0172 2.2772 0.0172 0.0172 0.0172 0.0172

4006 Sempur 10.9375 0.0836 10.9254 0.0834 0.0834 0.0835 0.0834

4010 Kebonkelapa 12.0690 0.0817 12.0685 0.0815 0.0815 0.0816 0.0814

5002 Pasirkuda 20.0000 0.1210 19.9472 0.1205 0.1206 0.1206 0.1205

5003 Pasirjaya 13.5135 0.0813 13.4947 0.0811 0.0811 0.0812 0.0811

5004 Gunungbatu 10.6383 0.0813 10.6321 0.0811 0.0811 0.0812 0.0811

5006 Menteng 10.9091 0.0773 10.8989 0.0771 0.0772 0.0772 0.0771

5008 Cilendek Barat 16.6667 0.1044 16.6437 0.1040 0.1041 0.1041 0.1040

5009 Sindangbarang 6.3830 0.0434 6.3880 0.0433 0.0433 0.0433 0.0433

5015 Curugmekar 10.4167 0.0731 10.4118 0.0729 0.0729 0.0729 0.0729

6001 Kedungwaringin 6.3830 0.0544 6.3866 0.0543 0.0543 0.0543 0.0543

6003 Kebonpedes 9.4340 0.0720 9.4351 0.0719 0.0719 0.0719 0.0718

6004 Tanahsareal 11.5385 0.0887 11.5263 0.0885 0.0885 0.0885 0.0884

6005 Kedungbadak 6.3830 0.0475 6.3844 0.0474 0.0474 0.0474 0.0474

6007 Sukadamai 12.5000 0.0961 12.4906 0.0958 0.0958 0.0959 0.0958

6009 Kayumanis 5.4545 0.0416 5.4661 0.0415 0.0415 0.0415 0.0415

6011 Kencana 6.2500 0.0475 6.2580 0.0474 0.0474 0.0474 0.0474

Referensi

Dokumen terkait

– Termasuk ke dalam kelompok ini adalah valve yang dirancang untuk mayoritas aplikasi yang umum:.. • Lower-pressure: ANSI Class 150

=varium diseut juga indung telur, terdiri atas korteks dan medulla&#34; Pada  agian !ermukaan dili!uti la!isan e!itel germinativum eru!a e!itel sela!is kuis&#34;

Action, Adventure, Comedy, Ecchi, Fantasy, Game, Historical, Horror, Kids, Live File association support (Manual association required) Version: 0.9.2000 - User SPARK terbaru,

Maka pada penelitian kali ini saya akan memberikan suatu solusi yakni dengan membuat solatube otomatis yang dapat mengatur intensitas kuat cahaya, sehingga cahaya

Rasio ini berfungsi untuk mengetahui kemampuan arus kas operasi dalam membayar kewajiban lancar. Rasio ini diperoleh dengan membagi arus kas operasi dengan kewajiban

Perbedaan tingkat aktivitas fisik dan perubahan kadar glukosa darah puasa pada kelompok kontrol dan kelompok perlakuan diuji menggunakan uji statistik Mann-Whitney

Batas Desa / Kelurahan Kecamatan Sebelah utara Cibalongsari Klari Sebelah selatan Walahar Klari Sebelah timur Pancawati Klari Sebelah barat Cibalongsari

Target dari segmen online merupakan segmen pelanggan yang baru. Target pelanggan ini memiliki kebutuhan dan keinginan yang sama sekali berbeda dengan segmen offline. Skenario