• Tidak ada hasil yang ditemukan

Makalah Geostrategi Indonesia Menjaga Ke

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Makalah Geostrategi Indonesia Menjaga Ke"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

Makalah Geostrategi Indonesia: Menjaga Kepulauan Natuna Dari

Intervensi dan klaim Tiongkok di Laut Tiongkok Selatan

Disusun Oleh:

Jhon Dominius Megahari Nenohai

372015025

PROGRAM STUDI HUBUNGAN INTERNASIONAL

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU KOMUNIKASI

UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA

SALATIGA

(2)

Puji dan rasa syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat dan limpahan rahmat-Nya, maka makalah yang berjudul “Menjaga Kepulauan Natuna Dari Intervensi dan klaim Tiongkok di Laut Tiongkok Selatan” dapat diselesaikan dengan baik. Penulis mengucapkan terima kasih atas bantuan Suryo Sakti Hadiwijoyo, S.Si, MH

dan Putri Hergianasari, S.IP, M.IP sebagai dosen pengampu mata kuliah Geopolitic and Geostrategy yang telah memberi kesempatan kepada penulis untuk menyelesaikan tugas makalah ini.

Penulis menyadari bahwa tugas makalah ini belum sempurna, baik dari segi materi maupun penyajiannya. Untuk itu saran dan kritik yang membangun sangat diharapkan dalam menyempurnakan tugas makalah ini.

Penulis berharap, semoga tugas makalah ini dapat memberikan hal yang bermanfaat dan menambah wawasan bagi pembaca.

Salatiga, 2 Desember 2016

(3)

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Belakangan Ini, klaim Tiongkok atas gugusan pulau-pulau seperti: Pratas, Paracel, Maccalesfield, dan pulau Spratly di laut Tiongkok Selatan telah menciptakan sengketa yang belum terselesaikan sampai saat ini. Permasalahan tersebut memang tidak dapat terselesaikan begitu saja karena keberadaan beberapa negara Asia Tenggara yakni: Vietnam, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Filipina yang menganggap bahwa klaim Tiongkok merupakan bentuk pelanggaran kedaulatan negara.

Dengan berlandaskan pada Geopolitik Indonesia yakni Wawasan Nusantara, Indonesia melihat ke luar bahwa konflik tersebut merupakan hal yang tidak sepele. Dengan hal tersebut, Indonesia melihat ke dalam bahwa apakah perlunya antisipasi atas kejadian serupa terutama di kawasan terdepan Indonesia yang notabene berdekatan dengan daerah yang sedang mengalami konflik tersebut yaitu kepulauan Natuna.

Hal tersebut ditambah dengan keberadaan kapal-kapal nelayan Tiongkok yang memasuki wilayah kedaulatan Indonesia di kepulauan Natuna. Dengan melihat kedua pemicu tersebut, maka Indonesia membutuhkan penerapan kebijakan-kebijakan terhadap perlindungan kepulauan Natuna yang dikenal sebagai Geostrategi Indonesia yaitu Ketahanan Nasional (Tannas). Dengan demikian, diharapkan Indonesia akan mampu mempertahankan kedaulatannya dari bahaya klaim pihak asing terkhususnya Tiongkok.

1.2. Rumusan Masalah

- Bagaimana potensi kepulauan Natuna bagi Tiongkok?

- Bagaimana geostrategi Indonesia terhadap interensi dan klaim Tiongkok terhadap Laut Tiongkok Selatan?

1.3. Tujuan Penulisan

- Untuk mengetahui potensi kepulauan Natuna bagi Tiongkok.

(4)

PEMBAHASAN

2.1. Landasar Teori

Teori Kekuatan Lautan/Bahari milik Sir Walter Raleigh dan Alfred Thayer Mahan melihat bagaimana barangsiapa menguasai lautan maka akan menguasai jalur perdagangan dunia yang notabene merupakan pusat kekuatan dunia. Sebab kekuatan suatu negara tidak sebatas penguasaan akan luasnya daratan beserta isinya, melainkan kekuatan atau kekuasaan atas wilayah laut yang besar.

Menguasai lautan  Menguasai jalur perdagangan  menguasai kekayaan dunia.

2.2. Potensi Kepulauan Natuna Bagi Tiongkok

Pada dasarnya, alasan Tiongkok mengklaim gugusan pulau di Laut Tiongkok Selatan ialah untuk menguasai potensi gas dan minyak di area tersebut dan juga jalur perdagangan dunia.1 Kemudian potensi Natuna juga demikian yakni kekayaan alam lautan dan juga dapat menjadi jalur laut perdagangan yang sangat efisien.2 Hal tersebut tidak dapat dipungkiri, mengingat kepulauan Natuna terletak pada Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) yang menjadi jalur laut Internasional yang terbilang paling aktif ketimbang dua alur lainnya.

2.3. Geostrategi Indonesia terhadap Tiongkok

Sebelum membahas menganai implementasi kebijakan Indonesia, terlebih dahulu mengetahui bahwa kebijakan-kebijakan yang Indonesia terapkan tidak lepas dari 5 bentuk Pilar Poros Maritim dunia yang dikemukakan oleh presiden Joko Widodo. Dalam hal ini, pilar ke-5 menjadi acuan dalam implementasi kebijakan Indonesia terhadap ketahanan nasional yang berisikan: Sebagai negara yang menjadi titik tumpu dua samudera, Indonesia berkewajiban membangun kekuatan pertahanan maritim.3

Oleh sebab itu, Indonesia melihat bahwa terdapat 2 fokus penting dalam penerapan kebijakan mengatasi pergerakan Tiongkok, yaitu: diplomasi (soft power) yang menjadi bentuk geostrategi Indonesia dengan implementasi ke luar, dan Peningkatan Aktifitas Militer di Natuna (hard power) sebagai implementasi ke dalam.

1 http://download.portalgaruda.org/article.php?article=114794&val=5263, diakses pada

tanggal 02 Desember 2016 pukul 8.00

2 http://ejournal.hi.fisip-unmul.ac.id/site/wp-content/uploads/2014/11/ejurnal%20nurul

%20fitri%20zainia%2007%20(11-05-14-05-49-29)-.pdf,,, diakses pada tanggal 02 Desember 2016 pukul 8.07

3 http://presidenri.go.id/maritim/indonesia-sebagai-poros-maritim-dunia.html, diakses

(5)

2.2.1. Diplomasi

Diplomasi merupakan sebuah upaya melakukan negosiasi dengan negara atau aktor Internasional lain untuk memperoleh hasil yang diharapkan, namun tanpa melalui kekerasan. Diplomasi telah menjadi bagian penguatan Indonesia dalam melakukan hubungan bilateral maupun multilateral dengan negara lain.

Dalam upaya diplomasi Indonesia, terdapat perundingan dalam penetapan garis batas ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif) antara Tiongkok dan Indonesia di perairan Natuna.4 Hal tersebut merupakan upaya membina hubungan baik antar kedua belah pihak. Karena perlu diketahui bahwa Indonesia berada pada posisi netral di dalam kasus klaim Tiongkok di Laut Tiongkok Selatan. Hal itu juga menjadikan Indonesia berpotensi menjadi mediator di dalam penyelesaian konflik Laut Tiongkok Selatan tersebut.

Langkah ini dinilai cukup efektif, walau ketegangan antar kedua belah pihak sempat memanas saat Indonesia menangkap beberapa nelayan Tingkok yang berada di perairan Natuna.5 Namun yang menarik adalah pemerintah Tiongkok yang bersikuku tidak meminta maaf atas kejadian tersebut dan justru meminta pemerintah Indonesia untuk melepaskan para nelayan yang ditahan tersebut.

Bila dikaitkan dengan Teori Kekuatan Laut, upaya klaim yang Tiongkok lakukan merupakan bagian dari penguasaan jalur perdagangan dunia, dan juga agar dapat menjadi penguasa dunia. Oleh sebab itu, Indonesia tidak dapat tinggal diam menyaksikan hal tersebut. Selain bertujuan mempertahakan kedaulatan maupun menjaga hubungan bileteral kedua negara, Indonesia juga dalam hal ini memiliki dorongan untuk mencegah Tiongkok menguasai jalur perdagangan dunia. Hal tersebut dibuktikan dari upaya diplomasi Indonesia agar memastikan bahwa Tiongkok tidak dapat maupun tidak ingin mengintervensi kepulauan Natuna Indonesia.

2.2.2. Peningkatan Aktifitas Militer di Natuna

4 http://ejournal.hi.fisip-unmul.ac.id/site/wp-content/uploads/2014/11/ejurnal%20nurul

%20fitri%20zainia%2007%20(11-05-14-05-49-29)-.pdf,, diakses pada tanggal 02 Desember 2016 pukul 7.12

5

(6)

Militer di Nantuna yang pertama yakni dengan membangun pangkalan Militer di sana.6 Upaya ini dilakukan agar menunjukkan kepada Tiongkok bahwa Indonesia bukan sekedar membangun relasi kedua negara melalui diplomasi melainkan Indonesia juga siap mencegah interensi Tiongkok di perairan Natuna. Hal ini dinilai cukup efetif menghentikan gangguan yang Tiongkok berikan kepada Indonesia.

Upaya berukut ialah dengan mengadakan latihan militer di Natuna.7 Agar terciptanya kekuatan militer yang kokoh, pemerintah tidak hanya membangun pangkalan militer guna menjamin kekuatan Indonesia di area terdepan, namun juga mengikutsertakan latihan milier agar menghiasi wajah depan Indonesia dengan potensi militer yang kuat. Presiden Joko Widodo sendiri pergi ke Natuna untuk ikut menyaksikan latihan militer di sana. Dengan demikian bukti keseriusan pemerintah dalam mempertahankan kedaulatan Indonesia di area terdepan adalah benar.

6

http://www.cnnindonesia.com/nasional/20160622170249-20-140291/pangkalan-militer-dibangun-di-deretan-gerbang-indonesia/, diakses pada tanggal 02 Desember 2016 pukul 8.24

7

(7)

BAB III PENUTUP

3.1. Kesimpulan

(8)

http://ejournal.hi.fisip-unmul.ac.id/site/wp-content/uploads/2014/11/ejurnal%20nurul%20fitri %20zainia%2007%20(11-05-14-05-49-29).pdf

http://download.portalgaruda.org/article.php?article=114794&val=5263

http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/ 2016/05/160529_indonesia_kapal_cina_natuna_tahan

http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/ 2016/03/160321_indonesia_kemlu_kapal_cina

https://www.academia.edu/7289711/

Pengaruh_Konflik_Laut_Tiongkok_Selatan_Terhadap_Sistem_Pertahanan_Negara

https://www.academia.edu/16041314/Makalah_Sengketa_Laut_Cina_Selatan

http://presidenri.go.id/maritim/indonesia-sebagai-poros-maritim-dunia.html

http://www.cnnindonesia.com/nasional/20160622170249-20-140291/pangkalan-militer-dibangun-di-deretan-gerbang-indonesia/

Referensi

Dokumen terkait