• Tidak ada hasil yang ditemukan

Makalah KInetika Katalis Teori Tumbukan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Makalah KInetika Katalis Teori Tumbukan"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

TUGAS KINETIKA DAN KATALISIS

TEORI TRANSISI

Oleh :

SatriaAnugerahSuhendra (H1D112017)

HesniJuraida (H1D112024

GustiAkhmadRaqaPujianur (H1D112041)

PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT BANJARBARU

(2)

KATA PENGANTAR

DenganmemanjatkanpujisyukurkehadiratTuhan Yang MahaEsa,

atassegalalimpahanrahmatdankarunia-NyasehinggadapatmenyelesaikanmakalahTEORI

TRANSISIinidenganbaik.Makalahinidibuat agar menambahsedikitpengetahuankitamengenaiTeoriTransisi,

sehinggakitadapatmemahamiapasebenarnyaTeoriTransisiitu, secaramendalamdanterperinci.

Sebelumkitamelangkahlebihjauh,

diperlukansuatupemahamankhususmengenaihal-halmendasar yang adapadaTeoriTransisi.Untukitu, penyusunanmakalahini, diharapkandapatbermanfaatbagikitasemuatermasukpenulis.

Penulisanmakalahinidapatterselenggaraberkatsumber-sumberreferensi yang

sangatmembantumengenaikonstitusidanuntukitupenulismengucapakanterimakasih atasbantuanmateri-materinya yang sangatbermanfaat.

Kamimohonmaafjikamakalahinibanyakkekuranganmakadariitusayameng harapkan agar parapembacamakalahinidapatmemberikan saran sertakritiknyauntukperbaikan yang semestinya.

(3)

DAFTAR ISI

Kata Pengantar i

Daftar Isi ii

BAB I : PENDAHULUAN

1.1 LatarBelakang 1

1.2 RumusanMasalah 2

1.3 BatasanMasalah 2

1.4 Tujuan 2

1.5 Manfaat 2

BAB II : ISI

2.1 Definisi Teori Transisi 3

2.1.1 Biografi Penemu Teori Transisi (Henry Eyring) 4

2.2 Lahirnya Teori Transisi 4

2.3 PerbandinganTeoriTumbukandenganTeoriTransisi 5

2.4 MekanismeReaksidariTeoriTransisi 6

BAB III : PENUTUP

1.1 Kesimpulan 10

1.2 Saran 10

(4)
(5)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Laju Reaksi adalah laju atau kecepatan berkurangnya pereaksi atau terbentuknya produk reaksi yang dapat dinyatakan dalam satuan (konsentrasi per waktu) mol/L/s (untuk zat berwujud cair dan padat), atau atm/s (untuk zat bereaksiharusbertumbukansatudengan yang lainnya.Energikinetik minimum yang harusdimilikiatau yang harusdiberikankepadapartikel agar tumbukanmerekamenghasilkanreaksidisebut energipengaktifan (energiaktivasi)

denganlambang Ea. Makin

rendahataukecilEa, makinmudahsuatureaksiterjadisehinggamakincepatreaksiituberl angsung.

Konstanta laju reaksi merupakan ketetapan laju reaksi berdasarkan pada pengaruh temperatur dan disimbolkan dengan satuan k. Adapun nilai konstanta tersebut ditentukan oleh beberapa teori, diantaranya adalah teori transisi. Teori transisi ini mengemukakan bahawa pembentukan produk dalam suatu reaksi sebelumnya harus membentuk sesuatu komplek teraktifkan dengan molekul pereaksi.

1.2 Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah pada makalah ini adalah: 1. Apa itu teori transisi?

(6)

3. Apa perbedaan teori tumbukan dengan teori transisi?

4. Bagaimana mekanisme dan persamaan laju rekasi teori transisi?

1.3 Batasan Masalah

Batasan masalah dari makalah ini adalah sebagai berikut: 1. Menjelaskan teori transisi.

2. Menjelaskan penyebab terciptanya teori transisi.

3. Menyebutkan perbedaan teori tumbukan dengan teori transisi. 4. Menyebutkan mekanisme dan persamaan laju rekasi teori transisi

1.4 Tujuan

Tujuan dari makalah ini adalah mempelajari prinsip dari teori transisi sebagai penentuan konstanta laju reaksi

1.5 Manfaat

(7)

BAB II ISI

2.1 Definisi Teori Transisi

Teori transisi merupakan suatu spesi yang terbentuk sementara oleh molekul-molekul reaktan akibat tumbukan sebelum nantinya akan membentuk produk disebut keadaan transisi atau kompleks teraktifkan. Dalam keadaan transisi, ikatan-ikatan yang lama sedang mengalami proses pemutusan dan ikatanikatan yang baru mulai terbentuk. Energi aktivasi adalah energi yang dibutuhkan untukmencapaikeadaantransisi.

(8)

Dalamkeadaantransisikompleks, memilikicampuranantaraprodukdanreaktan yang cenderungkurangstabil, karenaproduk yang terbentukdapatmembentukreaktankembali.Keadaaninimemilikienergi yang

2.1.2 Biografi Penemu Teori Transisi (HenryEyring)

Henry Eyring adalah seorang kimiawan teoritis Amerika kelahiran Meksiko yang utama adalah kontribusi dalam studi laju reaksi kimia dan intermediet. Seorang penulis yang produktif, ia menulis lebih dari 600 arti kelilmiah, sepuluh buku-buku ilmiah, dan beberapa buku tentang masalah ilmu pengetahuan dan agama. Dia menerima Hadiah Wolf dalam Kimia pada tahun 1980 dan National Medalof Science pada tahun 1966 untuk mengembangkan teori negara Absolute Tingkat Teoriatau Transisi reaksi kimia, salah satu perkembangan yang paling penting dari kimia abad ke-20. Beberapa ahli kimia lainnya kemudian menerima hadiah Nobel untuk karya berdasarkan itu, dan kegagalannya untuk menerima hadiah Nobel adalah masalah kejutan bagi banyak.

2.2 Lahirnya Teori Transisi

Adanyateorikeadaantransisiadalahuntukmemperbaikiteoritumbukan. AdapunTeoritumbukanmemilikibeberapakelemahan, antara lain :

a. Tidaksemuatumbukanmenghasilkanreaksisebabadaenergipengaktifan yang harusdilewatiuntukdapatmenghasilkanreaksi.

(9)

c. Molekul yang lebihrumitstrukturruangnyamenghasilkantumbukan yang tidaksamajumlahnyadibandingkandenganmolekul yang sederhanastrukturruangnya

Dalam teori ini mengandaikan ada suatu keadaan yang harus dilewati oleh molekul-molekul yang bereaksi menuju keadaan akhir atau produk. Keadaantersebutdinamakankeadaantransisi. Mekanisme reaksi keadaan transisi dapat ditulis sebagai berikut: A + B ® T* --> C + D (A dan B adalah molekul-molekul pereaksi, T* adalah molekul-molekul dalam keadaan transisi, C dan D adalah molekul-molekul hasil reaksi). Secara diagram keadaantransisiinidapatdinyatakan

Gambar 2.1 Grafik Hubungan Antara Koordinasi Reaksi Keadaan Awal dengan Keadaan Akhir

Dari diagram terlibatbahwaenergipengaktifan (Ea) merupakanenergikeadaanawalsampaidenganenergikeadaantransisi. Hal tersebutberartibahwamolekul-molekulpereaksiharusmemilikienergi paling sedikitsebesarenergipengaktifan (Ea) agardapatmencapaikeadaantransisi (T*) dankemudianmenjadihasilreaksi (C+ D).

(10)

Perbedaan antara teori tumbukkan dengan teori transisi adalah bahwa pada teori tubukkan jumlah tumbukan per satuan volume per satuan waktu dan molekul-molekul yang berpartisipasi dalam tumbukan harus mempunyai energi cukup (energi pengaktivasi) sebelum molekul-molekul tersebut dapat diubah menjadi produk. Sedangkan teori transisi menyatakan laju atau konstanta laju didasarkan pada reaktan diubah menjadi suatu komplex teraktivasi sebelum diubah menjadi produk serta ada suatu kesetimbangan antara komplex teraktivasi dan reaktan.

2.4 Mekanisme Reaksi dari Teori Transisi Suatuteoridapatdigunakanpadasuatusistem,

Keadaantransisiinidicapaisetelahpereaksimemilikisejumlahenergitertentu yang disebutsebagaienergiaktivasi.Padakeadaantransisi, aksidengankompleksteraktivasi.Adapun Mekanisme reaksi dari teori transisi adalah jika:

(11)

Dimana:

k= tetapan Boltzman h=tetapan Plank

CX= konsentrasi teraktifkan (mol/unit volume)

Karena kompleks teraktifkan dalam keadaan kesetimbangan dengan molekul reaktan sehingga

yx=k1

[

CA.CB−(1/k). ax]=0

k=C ax

A. CB

Diamana ax, Ca, dan Cb= aktivasi dariteraktifkan, reaktan A dan B. Namun jika larutan dalam keadaan ideal maka:

ax=yN=y .{Cx(μm)}

Cx= ax y . μm

(12)

Dimana: E, H, dan S= perubahan energi bebas, entalpi, dan entropi Untuk sistem dalam larutan ideal dari gas:

ax=y . πN

Cx=μmN =πN/ZmRT

CX=y ZaX

m

Dimana:

y= koefisien fuasitas dari kompleks teraktifkan Zm= faktor komresibilitas rata-rata untuk campuran π=tekanan total

R=tetapan gas ideal

Dari persamaan laju reaksi diperoleh bentuk persamaan:

laju=kTh Zax sehingga teori transisi dapat disimpulkan

k∝T e E RT

Contoh:

(13)

Penentuan nilai k:

Asumsi y=1, Zm=1, dan R=0,082Latm/molK

k=h y Zk

mR e

∆ H/RT+∆ S/R

k= 1,38×10

−16

6,624×10−27

×1×1×0,082e

−32700/0,082.600+(−35) /0,082

(14)

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan

1. Teori transisi adalah reaksi molekul-molekul yang membentuk produk akhir terlebih dahulu memebentuk komplek teraktifkan yang berada dalam kesetimbangan termodinamika dengan molekul pereaksi.

2. Teori transisi merupakan perbaikan dari kelemahan teori tumbukan.

3. Keadaan transisi dari senyawa

dapattercapaisetelahpereaksimemilikisejumlahenergitertentu yang disebutsebagaienergiaktivasi.

3.2 Saran

(15)

DAFTAR PUSTAKA

Nata, I. F. Dkk. Bahan Ajar Kinetika dan Katalis. Program Studi Teknik Kimia: Universitas Lambung Mangkurat.

Hartanto, A. 2010. Optimasi Keadaan Transisi. ITB: Bandung.

Rufiati, E. 2011. Teori Tumbukan. www.etnarufiati.blogspot.com

Diakses Pada Tanggal 3 Oktober 2014.

Sitorus, Marham. 2008. Kimia OrganikFisik. Yogyakarta :GrahaIlmu

Hubbi, M. 2009. Laju Reaksi.

www.masdahubbi.blogspot.com Diakses Pada Tanggal 3 Oktober 2014.

Safitri, N. S. 2013. Penentuan Energi Pengaktifan Reaksi Ionik. www.safitri.blogspot.com

Gambar

Gambar 2.1 Grafik Hubungan Antara Koordinasi Reaksi Keadaan Awal

Referensi

Dokumen terkait

Dari kasus diatas dapat disimpulkan bahwa faktor internal usia 65 tahun, memiliki riwayat keluarga yang mengalami keluhan yang sama, kurang memperhatikan gaya hidup,

Hasil penelitian Diana dan Wachid (2017) menunjukkan kulit singkong dengan gula sukrosa dapat digunakan untuk media pertumbuhan Sacharomycess cerreviceae , akan

Lebih dari 20% cell dengan nilai harapan > 5, kita tidak bisa menggunakan Chi Square test.

Spektroskopi inframerah merupakan suatu metode yang mengamati interaksi molekul dengan radiasi elektromagnetik yang berada pada daerah panjang gelombang 0.75 - 1.000 µm atau

Data diolah dengan SPSS versi 16,0 dan dianalisis .Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebiasaan merokok, Pemberian ASI eksklusif, Pemberian vitamin A, Asap Dapur

Gambaran tanggapan Peserta Didik SMA Kemala Bhayangkari 3 Pusdik sabhara Porong tentang program pendidikan lalu lintas bagi siswa kelas X subindikator

Pada penelitian ini menemukan hari bebas parasit dari pengobatan AAQ yaitu pada hari kedua (H2) dari penderita dengan densitas parasit >1.000-10.000 tidak