• Tidak ada hasil yang ditemukan

L1.2 DATA PENGUKURAN BERAT JENIS Tabel L1.2 Data Pengukuran Berat Jenis

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "L1.2 DATA PENGUKURAN BERAT JENIS Tabel L1.2 Data Pengukuran Berat Jenis"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

LAMPIRAN 1

DATA PERCOBAAN

L1.1 DATA PENGUKURAN PH/KEASAMAN

Tabel L1.1 Data Pengukuran pH/Keasaman

Perbandingan

1 : 1 : 1 1 : 1 : 2 1 : 1 : 3

Run 1 2 1 2 1 2

pH 11,1 11,3 12,2 12,6 12,2 11,8

pH rata-rata 11,2 12,4 12,0

L1.2 DATA PENGUKURAN BERAT JENIS

Tabel L1.2 Data Pengukuran Berat Jenis

Perbandingan

(2)

L1.3 DATA PENGUKURAN VISKOSITAS

Tabel L1.3 Data Pengukuran Viskositas

perbandingan

L1.4 DATA PENGUKURAN SISA PENGUAPAN

L1.4.1 Data Pengukuran Sisa Penguapan Perbandingan 1 : 1 : 1

Tabel L1.4 Data Pengukuran Sisa Penguapan Perbandingan 1 : 1 : 1

Run

1 2

Massa Cawan Kosong 26,1822 20,4567 6,0256 9,4108

Berat Sampel 2,5000 2,5000 2,5000 2,5000

Massa Cawan Kosong + Sampel 28,6822 22,9567 8,5256 11,9108 Massa Cawan Kosong + Sampel

Tertimbang 28,7112 22,9605 8,5407 11,9207

Massa Setelah Pemanasan

21,5196 21,7307 7,3089 10,6896 27,4688 21,7291 7,3012 10,6838 27,4679 21,7289 7,3009 10,6836 Kadar sisa penguapan 50,8383 50,8108 50,7057 50,7112 Kadar sisa penguapan Rata-Rata

Setiap Run 50,8245 50,7085

(3)

L1.4.2 Data Pengukuran Sisa Penguapan Perbandingan 1 : 1 : 2 Tabel L1.5 Data Pengukuran Sisa Penguapan Perbandingan 1 : 1 : 2

Run 1 2

Massa Cawan Kosong 9,2110 8,7959 9,1337 6,0297

Berat Sampel 2,5000 2,5000 2,5000 2,5000

Massa Cawan Kosong + Sampel 11,7110 11,2959 11,6337 8,5297 Massa Cawan Kosong + Sampel

Tertimbang 11,7131 11,3400 11,6386 8,5019

Massa Setelah Pemanasan

10,2726 9,8745 10,2677 7,1038 10,2672 9,8690 10,2088 7,0764 10,2668 9,8686 10,2071 7,0730

Kadar Air 42,1966 42,1642 42,8520 42,2013

Kadar Air Rata-Rata Setiap Run 42,1804 42,5266

Kadar Air Rata-Rata 42,3535

L1.4.3 Data Pengukuran Sisa Penguapan Perbandingan 1 : 1 : 3 Tabel L1.6 Data Pengukuran Sisa Penguapan Perbandingan 1 : 1 : 3

Run 1 2

Massa Cawan Kosong 9,2106 9,1290 8,7941 12,5560

Berat Sampel 2,5000 2,5000 2,5000 2,5000

Massa Cawan Kosong + Sampel 11,7106 11,6290 11,2941 15,0560 Massa Cawan Kosong + Sampel

Tertimbang 11,7230 11,6579 11,3288 15,0217

Massa Setelah Pemanasan

10,2619 10,1845 9,8643 13,6285 10,2435 10,1723 9,8346 13,5708 10,2419 10,1720 9,8327 13,5702

Kadar Air 41,0484 41,2432 40,9753 41,1323

Kadar Air Rata-Rata Setiap Run 41,1458 41,0538

(4)

LAMPIRAN 2

CONTOH PERHITUNGAN

L2.1 BERAT MOLEKUL LIGNIN DAN NALS

Monomer lignin Monomer NaLS

Gambar L2.1 Monomer Lignin Dan NaLS [11] R=H; -OCH3

R=H= unit Guaiasil; R=OCH3 = unit Siringil

Bobot molekul monomer lignin diasumsikan dari nisbah Siringil / Guaiasil (S/G) yang diperoleh 1,5 atau 3/2, dan ditentukan sebagai berikut :

BM unit Siringil = 243 x 3 = 729 BM unit Guaiasil = 213 x 2 = 426 BM monomer lignin = 1155/5 = 231 g/mol

Asumsi yang sama untuk bobot NaLS, maka diperoleh BM monomer NaLS = 318,05 g/mol [11].

L2.2 PEMBUATAN REAGENSIA

(5)
(6)

= (konsentrasi asam sulfat encer x volume asam sulfat encer) / konsentrasi asam sulfat pekat

= ( 15 % x 500 ml) / 98 % konsentrasi asam sulfat pekat

= ( 10 % x 500 ml)/ 98 % = 51 ml

7. NaHSO3 (perbandingan mol lignin : NaHSO3 = 1:0,5) Mr lignin = 231g/mol

Mr NaHSO3 = 104 g/mol Berat lignin = 5 gram Densitas NaHSO3 = 1,48g/cm3

(7)

L2.3 KANDUNGAN TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT (TKKS) 50 Mesh

Serbuk TKKS Bebas Ekstraktif

Berat serbuk = 1. 400 g

2. 400 g Berat serbuk kering = 1. 365 g

2. 360

(8)

% Serbuk Bebas Ekstraktif Rata-Rata = (85,33 % + 83,67 %) / 2 = 84,5 %

L2.4 PERHITUNGAN PERBANDINGAN PEREKAT LRF

BM NaLS = 318,05 g/mol

BM resorsinol = 110,1 g/mol BM formaldehida = 30,03 g/mol

Contoh perhitungan untuk perbandingan NaLS : Resorsinol : formaldehida = 1 : 1 : 2

Berat NaLS = 20 g

Berat resorsinol = = 6,92 g

Berat Formaldehida = = 0,94 g

(9)

L2.5 PERHITUNGAN BERAT JENIS

Berat jenis sampel =

Kalibrasi air :

Berat piknometer kosong = 15,5015 g Perhitungan untuk perbandingan 1 : 1 : 2

Berat pikometer + perekat = 1. 22,2145 g

(10)

L2.6 PERHITUNGAN VISKOSITAS

Viskositas perekat(ηp) =

Keterangan :

ηp = viskositas perekat

ηa = viskositas air (0,890 cps) [4]

dp = densitas/kerapatan perekat da = densitas/kerapatan air

tp = waktu naiknya perekat dari batas tera bawah ke batas tera atas (detik)

ta = waktu naiknya air dari batas tera bawah ke batas tera atas (detik) Data percobaan :

ta : 1. 22 detik tp rata-rata = 1915,67 detik

ηp =

= 92,59 cps

(11)

L2.7 PERHITUNGAN SISA PENGUAPAN

Kadar sisa penguapan =

Berat cawan = 9,2110 g

Berat sampel sebelum pemanasan = (Berat tertimbang) – (Berat cawan) = 11,7131 g – 9,2110 g = 2,5021 g

(12)

LAMPIRAN 3

DOKUMENTASI

L3.1 BAHAN BAKU (TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT )

Gambar L3.1 Tandan Kosong Kelapa Sawit Ukuran > 5 cm

Gambar L3.2 Tandan Kosong Kelapa Sawit Ukuran < 2 cm

(13)

L3.2 PEMBUATAN NATRIUM LIGNOSULFONAT

Gambar L3.4 Pembuatan Natrium Lignosulfonat

(14)

Gambar L3.6 Pemurnian Natrium Lignosulfonat dengan Pemisahan Corong Pemisah

(15)

L3.3 PEMBUATAN PEREKAT

Gambar L3.8 Pembuatan perekat

L3.4 ANALISA PEREKAT L3.4.1 Uji Kenampakan

Gambar L3.9a Perbandingan 1:1:1 run 1 Gambar L3.9b Perbandingan 1:1:1 run 2

(16)

Gambar L3.9e Perbandingan 1:1:3 run 1 Gambar L3.9f Perbandingan 1:1:3 run 2

(17)

Gambar L3.11 Uji Berat Jenis

Gambar L3.12 Uji Viskositas

Gambar

Tabel L1.1 Data Pengukuran pH/Keasaman
Tabel L1.4 Data Pengukuran Sisa Penguapan Perbandingan 1 : 1 : 1
Tabel L1.5 Data Pengukuran Sisa Penguapan Perbandingan 1 : 1 : 2
Gambar L3.1 Tandan Kosong Kelapa Sawit Ukuran > 5 cm
+6

Referensi

Dokumen terkait

Seperti halnya pada Gambar 5 dan 7, Gambar 9 juga menjelaskan hubungan antara hasil pengukuran arus I (mA) yang terekam sesuai dengan berjalannya waktu

Penampang lintasan 6 pada Gambar 7 terlihat adanya tiga lapisan tahanan jenis yaitu zona konduktif atau lapisan dengan nilai tahanan jenis &lt;50 Ohm-m yang

Hasil data warehouse yang didapatkan dalam Microsoft SQL Server 7.0 kemudian ditransfer ke dalam Microsoft Excel Pivot Table yang dapat dilihat pada gambar 7 sampai dengan gambar

Citra atau gambar itu berasal dari slide yang diproyeksikan pada layar datar, seperti layar bioskop pada umumnya dengan menggunakan 6 buah proyektor dan gambar yang disajikan

Berdasarkan grafik distribusi tekanan melintasi orifice flow meter dengan rasio diameter (β) 0.7; 0.6; 0.5 dan tebal plat orifice 10 mm (Gambar 5; 6; 7), dapat

Penampang lintasan 6 pada Gambar 7 terlihat adanya tiga lapisan tahanan jenis yaitu zona konduktif atau lapisan dengan nilai tahanan jenis &lt;50 Ohm-m yang

2.2 Metode Pelaksanaan Untuk melaksanakan penelitian, tim peneliti menggunakan model penelitian Prototype dengan beberapa tahapan yang dilakukan seperti dijabarkan pada Gambar 2... 6

Konstruksi 5 Pokok soal dirumuskan dengan singkat, jelas, dan tegas 6 Rumusan pokok soal dan pilihan jawaban merupakan pernyataan yang diperlukan saja 7 Pokok soal tidak memberi